07
Barisan Muda NU: Kali Ini Ahok Tidak Bisa Dimaafkan!
10Berita– Kalangan Barisan Muda Nahdlatul Ulama (BMNU) geram dengan pernyataan terdakwa kasus dugaan penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), ketika dalam persidangan di Kompleks Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (31/1/2017) kemarin. Pasalnya Ahok nyata-nyata melecehkan Kyai Ma’ruf.
Menurut Syarif, aktivis BMNU, Ahok yang juga bekas bupati Belitung Timur 17 bulan itu berulang kali berbuat “onar” dan melontarkan pernyataan kontroversial.
“Tetapi, selalu ngeles dan minta maaf. Juga minta publik memahami dan memaafkannya,” kata Syarif di Jakarta, Rabu (1/2/2017).
Tetapi, papar Syarif, pernyataan Ahok yang mendiskreditkan dan menghina Rais Aam PBNU, KH Maruf Amir, tidak bisa dimaafkan.
“Kali ini, sepertinya penghinaan Ahok terhadap kiai besar Ma’ruf Amin tidak bisa ditolerir,” tegas Syarif yang juga Sekretaris Komisi A DPRD DKI tersebut.
Syarif pun menampik klaim kuasa hukum Ahok, jika tak berniat melaporkan kyai Ma’ruf, lantaran dituding memberikan kesaksian palsu dalam persidangan. Para pembela hukum Ahok beralasan yang akan diadukan adalah saksi pelapor bukan kyai Ma’ruf.
“Sudah jelas pernyataan ancaman (Ahok) itu ditujukan untuk abah kiai, bukan untuk saksi pelapor,” jelas mantan aktivis PMII ini.
Apalagi, katanya, energi umat Islam dalam beberapa bulan terakhir banyak terkuras hanya untuk penegakkan hukum secara adil dalam kasus Ahok tersebut.
“Kami dari BMNU akan membuat perhitungan sendiri, jika diizinkan para sepuh kiai bergerak untuk mengembalikan marwah ulama,” ucap Syarif mengingatkan.
Syarif menambahkan, ulama merupakan menjaga umat. Sehingga, sudah pasti menjaga tindak tanduknya, baik ketika sendiri ataupun di hadapan publik. Jadi, tak mungkin Ma’ruf memberikan pernyataan palsu dalam persidangan.
“Kenapa Ahok makin tidak terkendali ucapannya?” tanyanya heran.
Dia pun menduga, suatu saat Ahok bakal berdalih terkait pernyataannya tersebut. “Saya duga, nanti saatnya Ahok bilang saya tidak ada niat jahat kepada ulama,” ujar Syarif. (gh/ts)
Sumber: eramuslim