Kelompok Pembela Muslim India Perjuangkan Masjid Abad 16 yang Dihancurkan Umat Hindu
10Berita– Sebuah kelompok pembela Muslim di India mengumumkan pada hari Rabu (29/3/2017) bahwa mereka mendukung negosiasi dengan umat Hindu yang diawasi Mahkamah Agung untuk menetapkan pengaturan di luar pengadilan atas tempat suci kaum Muslim yang telah lama diperdebatkan.
“Kami mendukung pembicaraan, tetapi mereka harus dipantau oleh pengadilan puncak dan kedua belah pihak harus memiliki status yang sama,” kata Syed Qasim Rasul Ilyas dari Dewan Hukum Personal Muslim India (the All-India Muslim Personal Law Board-AIMPLB), badan swasta yang bekerja untuk melindungi Muslim di India, lansir World Bulletin, Rabu.
Sengketa ini berpusat di sekitar situs di Ayodhya, di negara bagian Uttar Pradesh, sejak Masjid Babri dihancurkan pada tahun 1992 oleh umat Hindu, yang melihat lokasi Masjid sebagai “Ram Janbhoomi,” tempat kelahiran dewa Hindu Ram.
Penghancuran Masjid menyebabkan kerusuhan dan kematian ribuan orang selama bertahun-tahun.
Hindu menyatakan bahwa pada abad ke-16 sebuah kuil Hindu dialihkan fungsi oleh Kaisar Mughal Babur untuk membangun Masjid di lokasi tersebut.
Muslim ingin Masjid dibangun kembali, sementara umat Hindu ingin mendirikan sebuah kuil untuk Ram.
Dua puluh lima tahun kemudian, masalah ini masih berlangsung. Mahkamah Agung India pada tanggal 21 Maret menyarankan negosiasi untuk memecahkan sengketa.
Partai yang saat ini berkuasa, Bharatiya Janata Party (BJP) menyambut saran itu, menyebutnya cara terbaik untuk menyelesaikan sengketa lama. Namun, Komite Aksi Masjid Babri India (All-India Babri Masjid Action Committee), kelompok yang terpisah dari AIMPLB, mengatakan upaya di luar pengadilan sejauh ini gagal.
Dua pemimpin BJP saat ini menghadapi tuduhan atas keterlibatan mereka dalam penghancuran Masjid Babri tahun 1992.
Sumber: Jurnalislam