OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 24 April 2017

FPI Serukan Aksi Simpatik Kawal Sidang Ahok 25 April Besok

FPI Serukan Aksi Simpatik Kawal Sidang Ahok 25 April Besok

10Berita-JAKARTA  – Sidang keduapuluh kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki T. Purnama besok akan kembali diwarnai aksi yang diinisiasi oleh Front Pembela Islam (FPI).

Melalui akun Twitter Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab, tampak selebaran bertajuk Aksi Simpatik Kepung Sidang Ahok.

Dalam poster itu tertera aksi yang akan dilangsungkan pada Selasa 25 April mulai pukul 07.00 WIB. “Aksi simpatik kepung sidang ahok. Aksi damai rutin tiap sidang bukan aksi anarkis,” demikian tulisan di selebaran itu seperti dikutip dari akun Twitter Habib Rizieq, Ahad (23/4/2017).

Aksi yang dijuluki aksi Simpatik Kepung Sidang Ahok ini untuk memberi support terhadap hakim agar tetap menjaga independensi saat menjatuhkan hukuman dengan memvonis lebih dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Beri support independensi hakim agar berani ambil keputusan ultra petitum (vonis melebihi tuntutan),” demikian lanjut keterangan di selebaran itu.

BACA JUGA: Besok, Sidang Lanjutan Kasus Penistaan Agama Akan Dilaksanakan, Ini Agendanya!

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Hubungan Msyarakat Polda Metro Jaya,  Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan selain akan menambahkan pasukan, ia juga tegaskan bahwa tidak ada yang bisa intervensi terhadap hukum.

“Tetep kita melakukan pengamanan sesuai SOP, yang tentunya kalau massa semakin banyak kita akan ada pasukan cadangan yang kita siapkan. Pola pengamanan tetap sama cuma penambahan pasukan, ribuanlah kita siapkan,” kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Senin, (24/4/2017).[]

Sumber: Ummat Pos

Siapa Intel Polisi yang Semobil dengan LUIS dan Ranu? Dahnil: “Nah, itu yang Nggak Diungkap!”

Siapa Intel Polisi yang Semobil dengan LUIS dan Ranu? Dahnil: “Nah, itu yang Nggak Diungkap!”


10Berita-SOLO – Usai memberikan tausiyah Shubuh berjamaah di Masjid Kota Barat, Jalan Doktor Muwardi No. 24, Solo, Jawa Tengah, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak menanggapi kasus Social Kitchen yang menyeret Wartawan Ranu Muda dan Tokoh Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS).

Dahnil pernah menjadi penjamin pembebasa bersyarat Ranu Muda hingga dua kali ditolak Polda Jawa Tengah (Jateng). Meski demikian, ia berharap Majelis Hakim bertindak obyektif. Dia menilai kasus Social Kitchen penuh rekayasa, untuk mengkriminalisasi aktivis nahi munkar dan wartawan Ranu.

“Saya sih sejak awal kan menjaminkan, sekarang hakim harus melihat dari sisi kemanusiaan, Ranu punya anak kecil dan menjadi kepala keluarga. Hakim juga harus melihat secara jernih dan mendalam karena ada dugaan ini kriminalisasi,” katanya, Senin (24/4/2017).

Selain itu, Dahnil menegaskan seharusnya keberadaan intel polisi yang ikut dalam pertemuan mendatangi Social Kitchen juga diproses.

“Sejak awal Ranu hanya ikut melakukan peliputan, bahkan dalam pertemuan mendatangi cafe, dihadiri salah satu intel.Nah itu yang nggak diungkap, intelnya itu ikut ke cafe itu,” ungkapnya.

Menurutnya, kronologi kejadian di Social Kitchen dengan adanya perusakan bisa dicegah. Intel polisi yang berada di TKP (Tempat Kejadian Perkara) menjadi bukti kuat upaya kriminalisasi wartawan Ranu dan Tokoh LUIS.

“Kok tiba-tiba bisa bertambah dan keberadaan intel itu seharusnya bisa mencegah. Ini clue yang diperhatikan oleh Hakim. Jangan upaya kriminalisasi terhadap kawan-kawan yang melakukan amar ma’ruf nahi munkar itu dilakukan secara masif,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dahnil berpesan kepada aktivis nahi munkar untuk berhati-hati dalam bertindak. Berusaha menggunakan instrumen hukum menjadi solusi upaya kriminalisasi aktifis.

“Kepada kawan yang memiliki energi amar ma’ruf nahi munkar berlebihan perlu diingatkan, jangan sampai kemudian menciptakan kemunkaran baru, itu harus hati-hati. Selalu gunakan instrumen hukum, jangan terjebak,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam kronologi aksi amar ma’ruf nahi munkar sebagaimana disampaikan Ranu Muda dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), pihak kuasa hukum Ranu membeberkan, bahwa memang benar ada anggota aparat kepolisian dari Polresta Surakarta yang hadir pada saat itu.

Pada hari Ahad tanggal 18 Desember 2016, sekitar pukul 01.00 WIB, Ranu melakukan peliputan terhadap aksi amar ma’ruf nahi munkar Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), di café Social Kitchen.

Kemudian hingga sekitar pukul 02.00 WIB, setelah melakukan liputan/dokumentasi, Ranu meninggalkan lokasi, kembali menumpang dalam mobil rombongan tokoh LUIS. Tak disangka, dalam mobil itu ikut menumpang anggota polisi dari Polresta Surakarta yang bernama Karsuli.

Hanya beberapa hari setelah aksi amar ma’ruf nahi munkar di Social Kitchen, tepatnya pada Selasa (20/12/2016) dini hari, semua tokoh LUIS yang pernah berada dalam satu mobil dengan anggota Polresta Surakarta, Karsuli, satu persatu ditangkap di rumah mereka.

Tak ketinggalan, Kamis, 22 Desember 2016, pukul 00.10 WIB dini hari, Ranu diciduk polisi di rumahnya, Ngasinan Rt 003, Rw 004 Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah. Penangkapan itu disaksikan kedua anaknya yang masih balita hingga menimbulkan trauma. [SY]

Sumber: Panjimas


Tokoh Reformasi, Amien Rais: Jika Ahok Bebas, Jokowi Finish!

Tokoh Reformasi, Amien Rais: Jika Ahok Bebas, Jokowi Finish!

10Berita-SOLO  Terkait tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap kasus Penistaan Agama oleh Ahok, tokoh reformasi, Prof D. Amin Rais angkat bicara dan memperingatkan Presiden Jokowi untuk berhati-hati.

Usai meresmikan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Terpadu Aisyiyah Bustanul Athfal, di Clolo, Kadipiro, Solo, Jawa Tengah, dia menilai jika hakim memberikan putusan sama dengan jaksa, maka Presiden Jokowi akan memanen protes keras rakyat Indonesia.

“Kalau sampai hakim memberikan hukuman seperti keputusan jaksa, hukuman satu tahun dengan percobaan dua tahun (ini artinya bebas), saya kira Jokowi akan memanen protes luar biasa masyarakat Indonesia. Jangan pernah berharap jadi presiden lagi, sudah, itu keyakinan saya,” katanya, Senin (24/4/2017).

Menurutnya, kekalahan Ahok pada Pilkada DKI Jakarta menjadi bukti kekalahan Jokowi. Jokowi yang membanggaka Taipan pemilik modal besar, sehingga mudah meremehkan rakyat, kata Amin Rais justru akan memicu kemarahan.

“Jadi kalau Jokowi cukup cerdas, harus tahu kekalahan Ahok di Pilkada itu, kekalahan Jokowi juga. Kalau mau nekat hukuman diperingan, dia (Jokowi) finish. Jangan meremehkan umat Islam lah, jadi Taipan, Cukong ndak ada gunanya. Sebab rakyat kita makin pandai, malah marah nanti,” ucapnya.

Dia berpesan pada Jokowi untuk tidak mencampuri keputusan hakim dalam memutuskan sidang perkara penistaan agama oleh Ahok.

“Kalau mereka main uang dan sembako, kita marah, rakyat akan marah. Akan jadi bumerang, jadi pesan saya bung Jokowi, anda hati-hati, jangan mencampuri keputusan hakim itu. Kalau anda mencampuri saya kira anda juga akan finish. Saya tidak mendahului takdir Allah bahwa umat Islam sudah habis kesabarannya, pengalaman kemarin itu jelas sekali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Amin Rais menegaskan hukuman bagi penista agama sewajarnya adalah dengan tuntutan maksimal lima tahun penjara. Jika penista agama bebas, dia yakin Jokowi akan lengser dan tidak akan pernah menjadi Presiden lagi.

“Kalau Ahok penista agama dihukum ringan, saya kira Jokowi jangan berharap jadi Presiden lagi,” pungkasnya. [SY]

Sumber: Islampos


DUH! Ahok Ditolak Warga Bali, Netizen: Kok Bisa?! DASAR RASIS!!

DUH! Ahok Ditolak Warga Bali, Netizen: Kok Bisa?! DASAR RASIS!!


10Berita-Pasca kekalahan Ahok di kontestasi pilkada DKI Jakarta, muncul seruan dari netizen untuk menjadikan Ahok sebagai Gubernur Bali pada tahun 2018 mendatang.

Tapi tak disangka rencana itu ditolak oleh para pendukungnya sendiri yang notabene orang Bali.

Berikut status facebook dari Mantan Komisioner KPU yang menyatakan ketidaksetujuannya dalam rencana tersebut meskipun ia pendukung Ahok.

TAK SEPAKAT AHOK CAGUB BALI

Ahok adalah manusia langka. Karakter lurusnya itu seharusnya diberdayakan oleh negara untuk mengawal proyek strategis. Menjadi gubernur Bali dengan skala persoalan yang relatif lokal mendagradasi kapasitas Ahok utk bisa maksimal mengabdi bagi negeri. Ahok tepatnya di Menteri BUMN (mencegah BUMN jadi sapi perahan para mafia), Menteri PAN dan RB (agar birokrasi lebih melayani dan bersih), Mendagri (agar kiat2 kepemimpinan bersih dan melayani bisa ditularkan) atau Kabulog (agar bisa mencegah mafia pangan dan menjamin keterjangkauan harga pangan).
Bali punya banyak stok anak muda brilyan dan mgkn sekelas Ahok. Hanya panggung mereka tak punya. Tugas kita menyiapkan mereka panggung agar kilaunya tampak!

Status ini mendapat tanggapan beragam dari netizen.




Sumber: Portal Islam

Kutukan" Keris Empu Gandring Anies dan Jokowi

"Kutukan" Keris Empu Gandring Anies dan Jokowi


Kutukan Keris Empu Gandring Anies dan Jokowi

Oleh: Hersubeno Arief*

APA dan bagaimana sesungguhnya hubungan Jokowi dengan Ahok? Soal ini banyak menjadi spekulasi. Konsultan politik Eep Saefulloh Fattah punya penjelasan yang lugas. “Jokowi adalah tim sukses utama Ahok dan istana kepresidenan adalah Posko Kemenangannya.”

Tudingan Eep sangat masuk akal bila melihat apa yang terjadi sepanjang proses Pilkada DKI 2017 lalu. Campur tangan kekuasaan dalam kasus hukum, sampai dalam proses kampanye sangat terasa. Kalau memang benar Jokowi adalah tim sukses utama, bagaimana Jokowi memandang dan memaknai kemenangan pasangan Anies-Sandi.

Kisah perjalanan naiknya Anies Baswedan ke kursi Gubernur DKI bila kita perhatikan, sesungguhnya sangat mirip dengan kisah perjalanan politik Jokowi. Campur tangan dan keputusan Ketua Umum Gerindra  Prabowo Subianto menjadi benang merah bagi keduanya. Kita boleh menyebut fenomena ini sebagai 'Prabowo factor'.

Pencalonan Jokowi sebagai Gubernur DKI bisa dikatakan sepenuhnya karena adanya Prabowo factor. Pada Pilkada DKI 2012 PDIP sebenarnya tidak berniat mencalonkan Jokowi. Popularitas Jokowi sebagai Walikota Surakarta yang sangat berhasil, tidak membuat Ketua Umum Megawati tergiur untuk mencalonkannya.

Maklumlah, saat itu, yang dihadapi adalah Fauzi Bowo gubernur incumbent yang juga sangat populer dengan tingkat elektabilitas tinggi. Posisinya mirip-mirip dengan Ahok menjelang Pilkada 2017. Lembaga-lembaga survei juga menyebut elektabilitasnya belum ada yang mengalahkan.

PDIP ketika itu juga tertarik untuk mendukung Foke, panggilan Fauzi. Sinyal kuat tersebut datangnya dari Taufik Kiemas, suami Megawati. Fungsionaris PDIP Adang Ruchiatna yang bakal diajukan sebagi cawagub. Latar belakang Adang yang pensiunan jenderal bintang dua dari TNI AD sangat pas dengan kebutuhan Foke yang mencari figur militer sebagai pendampingnya. Namun peta pertarungan dan posisi kemudian berubah karena Prabowo.

Prabowo bergerilya dan bolak-balik menemui Megawati untuk meyakinkan bahwa Jokowi sangat layak dipasang sebagai Cagub DKI. Prabowo bahkan menyanggupi ketika Megawati menyatakan tidak mempunyai biaya untuk mendukung Jokowi.

Hubungan Prabowo dengan Megawati saat itu cukup erat. Mereka sempat berpasangan dalam Pilpres 2009 berhadapan dengan SBY-Budiono dan Jusuf Kalla-Wiranto. Pasangan Mega-Prabowo kalah, namun hubungan personal keduanya terus berlanjut.

Setelah berhasil meyakinkan Megawati untuk mengusung Jokowi, Prabowo kemudian mulai mencarikan jodohnya. Pilihannya jatuh ke anggota DPR RI dari Golkar Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal dengan nama Ahok.

Pilihan kepada Ahok tampaknya tak lepas dari strategi jangka panjang Prabowo untuk maju kembali pada Pilpres 2014. Sejak Peristiwa Mei 1998 yang menimbulkan kerusuhan dan menimbulkan eksodus etnis China ke luar negeri, citra Prabowo yang anti China melekat cukup kuat.

Dia disalahkan ikut andil bahkan ada yang menyebutnya sebagai dalang kerusuhan itu. Tuduhan itu sampai sekarang masih sulit dibuktikan.

Dengan mencalonkan Ahok, Prabowo setidaknya ingin meredusir image yang sudah terlanjur melekat erat padanya.

Seperti kita ketahui akhirnya pasangan Jokowi-Ahok mengalahkan Foke yang berpasangan dengan Nachrowi Ramli. Jokowi-Ahok juga harus melalui putaran kedua untuk memastikan kemenangan.

Cerita manis hubungan Jokowi dengan Prabowo mulai merenggang ketika ada gelagat Jokowi akan mencalonkan diri sebagai capres. Mega sendiri tampaknya juga berminat menjadi capres. Namun kuatnya dukungan publik kepada Jokowi, membuat Mega mundur.

Ketika Jokowi akhirnya benar-benar dicalonkan PDIP sebagai Capres, hubungan Jokowi-Mega dengan Prabowo benar-benar putus. Khusus soal Megawati menurut kubu Prabowo, dia mengingkari janjinya. Pada saat mereka maju berpasangan pada Pilpres 2009, ada klausul bila mereka kalah, maka Megawati akan mendukung Prabowo dalam Pilpres 2014. Kesepakatan itu dibuat di Batu Tulis, Bogor yang kemudian dikenal sebagai Perjanjian Batu Tulis.

Kisah Jokowi-Prabowo semakin dramatis. Jokowi orang yang diperjuangkan Prabowo dari tepian Bengawan Solo menuju puncak kekuasaan di Jakarta, akhirnya berhadapan dengannya dalam Pilpres 2014. Prabowo berpasangan dengan Hatta Radjasa dikalahkan Jokowi yang berpasangan Jusuf Kalla.

Pengkhianatan kepada Prabowo menjadi lengkap dan sempurna ketika Ahok yang sudah menjadi Gubernur DKI menggantikan Jokowi, meninggalkan Gerindra dengan alasan tak sepakat pada pilihan politik Gerindra. Saat itu, Gerindra bersama sejumlah partai mendukung opsi mengembalikan proses pilihan kepala daerah ke DPRD, bukan lagi pilkada langsung.

Dalam Pilkada DKI 2017, Prabowo kembali head to head dengan Megawati dan Jokowi yang mengusung pasangan Ahok-Djarot. Sementara Prabowo mengusung Anies-Sandi. Ini merupakan medan tempur besar kedua bagi mereka, setelah Pilpres 2014.

Cerita terpilihnya Anies sebagai cagub yang diusung Gerindra dan PKS tak kalah menariknya. Ceritanya  mirip dengan terpilihnya Jokowi-Ahok. Semula Gerindra dan PKS mengusung calon Sandiaga Uno Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra berpasangan dengan Mardani Ali Sera salah satu ketua DPP PKS.

Menyadari tingkat elektabilitas keduanya tidak cukup kuat untuk menandingi Ahok-Djarot, mereka kemudian mulai bergerilya. Salah satu pilihannya adalah Anies Baswedan yang saat itu baru dicopot dari jabatannya sebagai Mendiknas oleh Jokowi.

Menariknya ketika nama Anies disodorkan, Prabowo menyetujuinya. Begitu juga PKS yang rela menarik pencalonan Mardani sebagai cawagub. Jadilah mereka mengusung pasangan Anies-Sandi sebagai cagub dan cawagub.

Sekedar mengingatkan, ketika Pilpres 2014 Anies adalah salah satu juru bicara Jokowi. Dalam berbagai kampanye tak jarang dia menyerang Prabowo dengan keras dan kata menohok.

Disitulah Prabowo sekali lagi menunjukkan dirinya sebagai negarawan yang kelasnya jempolan. Dia bisa melupakan semua itu untuk tujuan yang lebih besar mengalahkan Ahok, sekaligus mengalahkan Jokowi dan Megawati. SEKALI TEPUK, TIGA LALAT MATI!

Nah sekarang Anies terpilih menjadi Gubernur DKI. Kekalahan Ahok banyak dilihat juga sebagai simbol dari kekalahan Jokowi. Sementara dari sisi Prabowo kembali menunjukkan kepiawaiannya sebagai 'King Maker'.

Sentuhan tangan dinginnya setidaknya sudah terbukti dua kali. Tak heran bila Sekjen Gerindra Ahmad Muzani berucap sekaligus memberi sinyal, siapapun yang didukung Prabowo akan menang.

Bila mengambil analogi sepak bola, skor Jokowi vs Prabowo saat ini 1-1. Atau setidaknya 1-1/2, karena posisi sebagai Presiden RI tentu tidak bisa disamakan dengan Gubernur DKI.

Melihat kerasnya pertempuran di Pilkada DKI banyak yang melihat hal itu sebagai persiapan Pilpres 2019. Apakah Prabowo akan kembali mengambil kesempatan menantang Jokowi atau dia mempersiapkan Anies sebagai kandidat penantang Jokowi.

Berdasar pengalaman Jokowi, posisi Gubernur DKI Jakarta merupakan batu lompatan yang strategis menuju kursi presiden. Bila berhasil mengkapitalisasi posisinya sebagai Gubernur DKI, dapat dipastikan Anies bisa menjadi bayang-bayang yang membahayakan Jokowi. Dia bisa menjadi matahari baru yang dapat meredupkan cahaya sinar Jokowi.

Rivalitas mereka akan menjadi seru karena ada setting peristiwa pencopotan Anies dari kabinet Jokowi sebagai latar belakangnya.

Pencopotan Anies merupakan langkah kuda Jokowi yang berdampak ganda:

Pertama, dalam jangka pendek sebagai langkahnya meminimalisir adanya efek “matahari kembar”. Sebagai Mendiknas, Anies cukup populer dan dinilai sangat berhasil. Anies juga menjadi idola baru, terutama di kalangan anak muda dan kelas menengah terdidik. Mumpung sinarnya belum terlalu terik menyengat, Jokowi segera mengambil langkah mencopotnya.

Kedua, Jokowi ingin memperluas dukungan di kalangan Islam dengan merangkul Muhammadiyah. Muhajir Effendy pengganti Anies merupakan salah satu tokoh intelektual Muhammadiyah. Jokowi sudah berhasil merangkul Nahdlatul Ulama (NU) melalui PBNU, PKB dan PPP. Kini giliran Muhammadiyah.

Dengan modal partai-patai pendukung ditambah NU dan Muhammadiyah sebagai Ormas Islam terbesar di Indonesia, maka Jokowi akan sangat percaya diri menatap Pilpres 2019. Termasuk bila Jokowi harus berpisah jalan dengan Megawati dan PDIP.

Jangan lupa, Jokowi bukanlah kader idiologis PDIP. Dia seorang pengusaha mebel yang kemudian menjadi “anak angkat PDIP”  ketika maju dalam Pilkada Kota Surakarta 2005. Kendati telah menjadi presiden, Megawati dalam berbagai kesempatan di depan umum, tak sungkan menyebutnya “hanya” seorang petugas partai. Posisinya sebagai presiden juga selalu dalam bayang-bayang kekuasaan Megawati.

Sayangnya upaya Jokowi merangkul umat Islam menjadi  mentah kembali sebagai imbas Pilkada DKI 2017. Pertarungan dalam pilkada DKI mengkonfirmasi munculnya ketidakpuasan, bahkan kemarahan yang cukup tinggi di kalangan umat Islam, terhadap Jokowi.

Sikapnya yang mati-matian melindungi Ahok memicu antipati terhadapnya yang tercermin dari unjukrasa jutaan umat dalam Aksi Bela Islam (ABI) I-III.

Berbagai aksi tersebut tidak hanya melibatkan warga Jakarta, tapi juga berbagai elemen umat Islam di seluruh Indonesia. Aksinya sangat massif dan tercatat sebagai terbesar sepanjang sejarah Indonesia merdeka.

Situasi ini  merupakan modal besar bagi Prabowo ataupun figur yang akan didukungnya. Apalagi ketika pemerintahan Jokowi melakukan kriminalisasi terhadap para ulama dan menuduh mereka makar, Prabowo dengan tegas menentangnya. Dia tampil di depan membela.

Berbagai aksi itu juga memunculkan sebuah fenomena berbagai elemen Islam yang selama ini terpecah-pecah dalam berbagai harakah (gerakan) menjadi satu. Mereka mengesampingkan berbagai perbedaan dan bersatu menentang Ahok dan tentu saja Jokowi sebagai pelindungnya.
Seperti kutukan keris Empu Gandring, akankah posisi Gubernur DKI Jakarta menjadi senjata yang menusuk Jokowi, seperti halnya ketika dia gunakan untuk menusuk Prabowo?

Sebagai orang Jawa yang mempercayai mitologi, bayang-bayang ini  setidaknya akan menghantui Jokowi. Kemenangan Anies-Sandi bisa menjadi awal keruntuhan Jokowi.*

*) Hersubeno Arief adalah wartawan senior yang kini jadi Konsultan Media dan Politik.

Sumber: https://www.ngopibareng.id/news/kutukan-keris-empu-gandring-anies-dan-jokowi-1011290, P I

Konser Iwan Fals Sepi Pengunjung, Alasannya Mengejutkan!

Konser Iwan Fals Sepi Pengunjung, Alasannya Mengejutkan!


Lapangan Korpri (Twitter/iwanfals)

10Berita-Iwan Fals menggelar konser usai Musyawarah Nasional Orang Indonesia (OI) di Bandar Lampung, Ahad (23/4/2017). Konser di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung itu disebutnya silaturahmi atau konser mini.

Tak seperti biasanya, konser itu sepi pengunjung. Hanya sekitar 400 orang, itu pun mayoritasnya dari pengurus OI.

Seperti dilansir Lampung-Online, dari jumlah keseluruhan penonton sekira 400 orang itu, 95 persen adalah anggota dan pengurus OI. Sedangkan 5 persen merupakan warga sekitar, terdiri dari kaum ibu dan anak-anak sekira 2 persen dan pria 3 persen.

Sejumlah penonton lokal menyaksikan konser itu dari kejauhan. Seperti di anak tangga dekat tiang bendera antara depan gedung Balai Keratun dan gedung DPRD Provinsi Lampung.

Apa yang membuat konser itu sepi pengunjung? Komentar dari warga Lampung sungguh mengejutkan.

"Saya ke sini bukan karena sengaja mau nonton Iwan Fals, tapi kebetulan tadi saya lewat lalu mampir. Dulu kalau Iwan Fals konser, penonton sangat ramai hingga ribuan orang memenuhi lapangan. Tapi sekarang, lihat sendiri, hanya di depan panggung saja yang ramai," kata Amir ketika diwawancarai Lampung-Online.

Ketika Lampung-Online menanyakan lebih lanjut apa maksud 'Iwan Fals bukan lagi yang dulu', pegawai honorer itu menjelaskan bahwa Iwan Fals sekarang sudah berpolitik, bukan lagi seniman murni. Ia pun menyayangkan Iwan Fals mendukung Ahok dalam Pilkada DKI Jakarta.

Andi, warga Telukbetung Utara, Bandar Lampung juga berpendapat mirip dengan Amir.

"Idealisme Iwan Fals sudah hilang. Bahkan saya pernah baca di media online jika Iwan Fals sudah pro ke Presiden Jokowi dan Ahok. Padahal abang tahu sendiri kan gimana keadaan ekonomi kita sekarang. Rakyat susah. Iwan Fals sekarang sudah menyembah kepada penguasa, tidak lagi membela orang pinggiran," tukas Andi kesal. [Ibnu K]

Sumber: Tarbiyah.net

BLUNDER ADMIN @_TNIAU Dibalas PRESTASI CIAMIK Sederet Diplomat Sunda, MASIH NGEYEL MEREKA BELUM INDONESIA?

BLUNDER ADMIN @_TNIAU Dibalas PRESTASI CIAMIK Sederet Diplomat Sunda, MASIH NGEYEL MEREKA BELUM INDONESIA?


10Berita-  Blunder kicauan admin akun twitter resmi TNI AU akhirnya berakhir setelah admin memberikan klarifikasi dan meminta maaf atas kicauannya.

Wajar bila kicauan blunder itu tak hanya membuat marah orang Sunda, namun telah memicu kemarahan hampir seluruh netizen.

Inilah persatuan dan keIndonesiaan yang sesungguhnya. Ketika saudara yang berbeda suku diejek, maka saudara sebangsa akan membela.

Terkait kicauan "Saya Sunda berarti belum Indonesia", berikut sederet bukti prestasi orang Sunda pada tatar diplomasi.

Orang Sunda dan diplomasi adalah hal yang cukup berkaitan erat. Berhubungan dengan bangsa lain pun bukan hal baru bagi orang Sunda. Sebuah prasasti kuno menceritakan bagaimana orang Sunda sudah punya hubungan dengan Tiongkok. Di masa lalu, seperti tertuang dalam Suma Oriental, yang ditulis Tome Pires, orang Sunda dianggap jujur dan pemberani. Surawisesa atau Raja Samiam pernah membuat perjanjian dengan Portugis yang diwakili Enrique Leme di Malaka pada abad XV. Seperti kemudian tertuang dalam Prasasti Sunda Portugis yang ditemukan di Kali Besar, Jakarta Barat.

Tentu saja sebagian orang, termasuk yang hanya melihat sumber Portugis itu, beranggapan itulah pertama kalinya orang Sunda terlibat hubungan internasional. Padahal, di tanah Sunda sendiri, sudah ada kerajaan yang tercatat punya hubungan dengan Kerajaan di Tiongkok daratan sebelum abad V. Setelah Republik Indonesia berdiri, lebih banyak orang Sunda yang berhubungan dengan bangsa lain. Setidaknya banyak orang Sunda jadi diplomat, Duta Besar bahkan menteri luar negeri. Tabiat tenang, sopan santun serta halus bicaranya, membuat orang Sunda berbakat jadi diplomat.

Ali Alatas dan Orang Sunda Lain

Jika saja Ramadhan KH meneruskan studinya di Akademi Dinas Luar Negeri, Jakarta, dia akan jadi diplomat. Belakangan dia sudah terkenal sebagai penulis terpandang di Indonesia. Istrinya, orang Sunda juga, Pruistin Atmadjasaputra, adalah lulusan Akademi itu dan belakangan jadi diplomat di luar negeri. Di Akademi itu, ada blasteran Arab-Sunda bernama Ali Alatas. Ibunya orang Sunda. Ali lulus di tahun 1954. Dia kemudian berkarier sebagai Diplomat dan akhirnya menjadi Menteri Luar Negeri Indonesia.

Sebelum Ali Alatas, Mochtar Kusumaatmadja adalah orang Sunda pertama yang menjadi Menteri Luar Negeri Republik Indonesia dari 1978 hingga 1988. Menteri Dalam Negeri Indonesia, baru orang Sunda, yakni RAA Wiranatakusumah. Sebelum jadi menteri, Mochtar dikenal sebagai ahli hukum. Selain Ali dan Muchtar, ada Hasan Wirayuda dan Marty Natalegawa yang merupakan diplomat berdarah Sunda dan menjadi menlu.

Hasan Wirayudha mengisi pos menlu sejak 2001 hingga 2009. Sebelumnya, Hasan pernah menjadi Direktur Organisasi Internasional, dari tahun1993 hingga 1997. Setelah itu, Hasan ditunjuk sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Republik Mesir merangkap Djibouti, dari 1997 hingga 1998. Lalu sebagai Duta Besar Indonesia untuk Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dari 1998 hingga 2000. Hasan

Marty Natalegawa, yang berpendidikan luar negeri, berkarier di Departemen Luar Negeri sejak 1986. Ia memulai kariernya sebagai staf Badan Penelitian dan Pengembangan di departemen itu. Pada 2002, kariernya bersinar. Dia ditunjuk sebagai juru bicara Departemen Luar Negeri hingga 2005. Selanjutnya dia dipercaya menjadi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Inggris Raya dan Republik Irlandia, menggantikan Juwono Sudarsono, yang diangkat menjadi Menteri Pertahanan. Marty juga pernah menjadi Duta Besar Indonesia di PBB, sejak 5 September 2007 hingga 22 Oktober 2009, lalu menjadi Presiden Dewan Keamanan PBB.

Djuanda Kartawijaya, orang Sunda yang pernah jadi perdana menteri, barangkali bukan orang Kementerian Luar Negeri. Namun, namanya cukup penting dalam hukum laut internasional. Orang mengenal Deklarasi Djuanda mengenai garis batas laut terluar, yang semula 3 mil menjadi 12 dari garis pantai.

Selain jadi menteri luar negeri. Tentu lebih banyak orang Sunda yang pernah jadi duta besar, atau posisi diplomatik lainnya. Nana Sutresna Sastradidjaja dan Ilen Suryanegara termasuk dua orang Sunda, dari jalur nonmiliter yang menjadi duta besar. Nana Sutresna pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Inggris Raya. Diplomat kelahiran Ciamis ini berkarir di Departemen Luar Negeri sejak 1957. Sebagai diplomat, dia pernah juga dikirim ke Korea Utara dan Korea Selatan, untuk meredakan ketegangan abadi dua negara serumpun itu.

Ilen Suryanegara, yang juga dikenal sebagai budayawan penggagas Taman Ismail Marzuki, pernah menjadi duta besar di Tunisia dan Alzajair. Sebelumnya, dia pernah bekerja di beberapa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di beberapa negara Eropa.

Selain nama-mana senior tadi, duta besar yang dianggap berdarah Sunda dari kalangan sipil adalah Eki Syachrudin yang pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Kanada, Iwan Wiriaatmadja sebagai Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh dan Rizali Wilman Indrakesuma yang pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk India. Ada pula Desra Percaya, Duta Besar Republik Indonesia (RI) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merangkap Duta Besar RI untuk Bahama, Jamaika, Guatemala dan Nikaragua.

Mereka Yang "Didutabesarkan"

Sudah banyak orang Sunda masuk militer dan pangkatnya di atas kolonel. Mereka tak melulu bertugas di pasukan. Ada juga yang diperbantukan sebagai atase. Kolonel Rachmat Kartakusumah sebagai Atase Militer Indonesia di Paris, Perancis, pada 1957 hingga 1961. Menurut Satrio dalam Perjuangan dan Pengabdian(1986), penunjukan Rahmat itu adalah usul Ilen Suryanegara yang menjabat Sekretaris KBRI di Paris. Setelahnya, Rachmat tak pernah lagi di Departemen Luar Negeri.

Raden Eddy Martadinata pernah jadi orang nomor satu di Angkatan Laut sejak 1959 hingga 1966. Dengan pangkat Komodor hingga Laksamana dia menjadi menteri/Panglima Angkatan Laut kepercayaan Soekarno. Sebaliknya, di bawah Martadinata, Angkatan Laut pun begitu loyal kepada Soekarno sang pemimpin besar Revolusi. Jelang lengsernya Soekarno, Martadinata dijadikan Duta besar Indonesia untuk Pakistan. Pada 6 Oktober 1966, dia bersama tamu negara dari Pakistan naik sebuah helikopter di daerah Puncak. Helikopter naas itu menabrak gunung, Martadinata dan tamu negara asal Pakistan itu meninggal dunia.

Beberapa bulan sebelum kematian Martadinata. Panglima KODAM Siliwangi, Mayor Jenderal Ibrahim Adjie juga didutabesarkan ke Inggris Raya. Sejak Juni 1966, Adjie yang dikenal loyal pada Soekarno, tak lagi memimpin KODAM terbesar di Indonesia itu. Adjie punya pengalaman bertugas di kedutaan sebelum jadi Panglima Siliwangi. Dia atase militer di Beograd, Yugoslovakia. Dia bertemu istrinya yang merupakan warga negara Yugoslovakia. Adjie menjadi Duta Besar di Inggris hinga 1970.

Di kalangan perwira berbintang, jabatan duta besar seringkali dirasakan seperti sebuah pembuangan. Meski tak semuanya dibuang. Karena terlalu banyak jenderal yang kalah bersaing di posisi komando atau teritorial dan belum memasuki usia pensiun, maka banyak departemen-departemen di masa orde baru yang menerima para jenderal sebagai direktur jenderal, gubernur atau duta besar.

Perwira Sunda lain yang menjadi duta besar antara lain Ishak Djoearsa. Dia Duta Besar Indonesia untuk Kamboja 1975. Tahun berikutnya hampir jadi duta besar di Yugoslovakia. Ahmad Kosasih, yang pernah menjadi pimpinan Krakatau Steel, diangkat juga menjadi duta besar Indonesia untuk Belanda sejak 20 Maret 1980 hinga 1983. Aang Kunaefi Kartawiria, yang mantan Gubernur Jawa Barat, juga pernah jadi diplomat. Dia menjadi Duta Besar Arab Saudi Oman dan Yaman sejak 10 Desember 1985. Sementara Hidayat Martaatmadja, yang pernah jadi Menteri Pos Telekomunikasi dan pariwisata di era Soekarno, dijadikan duta besar di Australia dan New Zeland sejak Februari 1968 hingga Februari 1970.

Sumber: Tirto.id, Portal Islam

Jokowi Mulai “Gelisah” Sejak Ahok Kalah Pilkada

Jokowi Mulai “Gelisah” Sejak Ahok Kalah Pilkada

10Berita-Jakarta – Kekalahan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat pada Pilkada DKI Jakarta 2017 bisa berpengaruh terhadap Presiden Joko Widodo. Pasalnya, pria yang karib disapa Jokowi itu sudah memiliki chemistry dengan Ahok, sapaan Basuki.

Berdasarkan hasil hitung cepat, Ahok-Djarot kalah dari Anies Baswedan-Sandiaga Uno pada Pilkada DKI Jakarta 2017. ‎Masa kerja Ahok-Djarot sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI hingga Oktober 2017.

“Kerja Jokowi enggak senyaman dulu dengan Ahok, karena chemistry-nya Ahok,” kata Direktur Eksekutif Vox‎pol Center Pangi Syarwi Chaniago dikutip dari jpnn, Senin (24/4).

Karena itu, Pangi menyatakan, tinggal bagaimana nanti Jokowi dan Anies melakukan pendekatan. Sehingga, bisa terjalin hubungan yang baik seperti ketika Gubernur DKI Jakarta dipegang Ahok. “(Jokowi) belum dapat (chemistry) dengan Anies, tapi gimana nanti bersosi‎alisasi, beradaptasi,” ujar Pangi.

Terkait Pemilihan Presiden 2019, Pangi mengatakan, Jokowi bisa saja menggandeng Ahok sebagai calon wakil presiden. ‎Namun, menurut dia, perkara dugaan penodaan agama yang menjerat Ahok bisa menjadi kendala. “Untuk bisa mendapat dukungan suara mayoritas enggak gampang, Jokowi agak terganggu,” tutur Pangi.

Pangi menilai, Jokowi bisa menggandeng kepala daerah yang berprestasi di pemerintahan untuk dijadikan sebagai cawapres. Misalnya saja Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Haji Muhammad Zainul Majdi, dan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini.

Menurut Pangi, memegang jabatan sebagai wakil tidaklah mudah. Sebab, seorang wakil harus memahami persoalan fundamental dan bisa mengatasi persoalan.

Kemudian, sosok yang ditunjuk‎ sebagai wakil juga harus berpengalaman, karena biasanya pekerjaannya lebih teknis. “Kalau salah ngambil wakil bisa blunder,” ucap Pangi. [jp]

Sumber: NETIZENPLUS.com.


Mahfud MD: Tanggung Jawab Dunia Akhirat Pasti Dipikul JPU Kasus Ahok

Mahfud MD: Tanggung Jawab Dunia Akhirat Pasti Dipikul JPU Kasus Ahok

10Berita- Jakarta – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013, Mahfud MD, turut angkat bicara terkait tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) atas terdakwa penista agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ahok dituntut oleh JPU dengan tuntutan hukuman 1 tahun penjara dan masa percobaan 2 tahun, dalam persidangan Kamis (20/04/2017) lalu.

Mahfud MD, Ahad (24/04/2017), mengatakan, JPU kasus Ahok akan memikul tanggung jawab baik di dunia dan akhirat. Derita batin akan berlaku bagi JPU, menurutnya.

Mahfud MD menyampaikan itu menanggapi pernyataan warga pengguna internet (warganet/netizen) yang meminta Mahfud MD angkat suara terkait tuntutan JPU atas Ahok tersebut.

“Prof gk ada niat nih tuk hantam jaksa kasus ahok sebagai umat anda akan dimintai tanggung jawab nanti di hadapan ALLAH kenapa anda diam,” kicau warganet lewat akun media sosialnya di Twitter, @nurkhafidh.

“Kok saya yang dimintai tanggung jawab? Tanggung jawab moral, sosial, dan akhirat pasti dipikul si jaksa sendiri. Sanksi otonom (derita batin) berlaku,” balas Mahfud MD, yang lewat akunnya @mohmahfudmd mengaku sedang berada di Melbourne, Australia.

Diketahui, tuntutan JPU atas Ahok itu menuai kontroversi di tengah masyarakat. Berbagai pengamat hukum dan aktivis menilai JPU “sama saja dengan membebaskan Ahok”. [htl]

Sumber:  NETIZENPLUS.com.


Eng..Ing..Eng. Ahok Kalah, Patgulipat Dana CSR dan KLB Segera DIBONGKAR

Eng..Ing..Eng. Ahok Kalah, Patgulipat Dana CSR dan KLB Segera DIBONGKAR


10Berita-  Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) didesak segera mengaudit kekacauan pengelolaan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) serta dana kompensasi atas pelampauan nilai Koefisien Luas Bangunan (KLB) yang mencapai puluhan triliun rupiah di masa Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta), M Rico Sinaga mengatakan, setelah rampung diaudit BPK, maka langkah selanjutnya adalah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk mengusut tuntas carut-marut pengelolaan CSR dan KLB tersebut.

Dalam masalah tersebut, Rico menilai terdapat dua pejabat Pemprov DKI Jakarta yang paling bertanggungjawab atas dugaan penyimpangan CSR dan KLB.

Kedua pejabat eselon II itu yakni, Kepala Badan Keuangan Daerah (sebelumnya Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah) Heru Budi Hartono dan Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI, Gamal Sinurat.

"Dua pejabat ini selama DKI dipimpin Basuki mengalami proses karir luar biasa. Ibaratnya karir Heru dan Gamal seperti lompat indah. Dua pejabat ini sangat dipercaya Basuki," kata Rico di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin 24 April 2017.

Diketahui, Heru yang sempat digadang-gadang menjadi calon wakil gubernur Basuki pada Pilgub DKI 2017 lalu.

Selama Jokowi-Basuki berkuasa, jabatan strategis yang dipegang Heru diantaranya Kepala Biro KDH dan KLN DKI Jakarta (2013), Walikota Jakarta Utara (2014), Kepala Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah DKI Jakarta (2015) dan Kepala Badan Keuangan Daerah (2017).

Sedangkan PNS yang mendapat perlakuan istimewa lainnya adalah Gamal Sinurat. Berdasarkan catatan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, Gamal Sinurat yang sebelumnya menjabat sebagai Kasudin Tata Ruang Jakarta Selatan dilantik pada 12 Februari 2013 menjadi Kepala Bidang Tata Ruang.

Tak lama kemudian atau dua hari berikutnya yakni pada tanggal 14 Februari 2013, dirinya dilantik kembali menjadi Kepala Tata Ruang, bersamaan dengan 19 pejabat eselon II lainnya. Setelah itu dia memangku jabatan Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekda DKI.

"Fenomena ini belum pernah terjadi dalam sejarah birokrasi Pemprov DKI. Pasalnya dalam setiap pelantikan promosi ataupun mutasi pejabat eselon, BKD bersama kepala daerah dan Baperjakat membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melakukan rekam jejak si pejabat. Serta melakukan fit and proper test untuk mengetahui layak atau tidaknya si pejabat melaksanakan jabatan baru," papar Rico.

Sementara itu, lanjut Rico, dana CSR dan KLB yang diberlakukan Pemprov DKI harus masuk APBD. Menurutnya, uang kompensasi maupun dana dari CSR harus masuk APBD DKI. Khususnya, pos pendapatan negara bukan pajak (PNBP).

"Secara hukum (uang kompensasi dan dana CSR) wajib haknya masuk APBD-PNBP," ujar Rico.

Hal ini, wajib dilakukan seluruh kementerian/lembaga, termasuk pemerintah daerah (pemda), sebagaimana amanat UU No. 20/1997 tentang PNBP dan Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) No. 32/PMK.05/2014 tentang Sistem Penerimaan Negara Secara Elektronik (Simponi).

"Tanpa dasar UU PNBP dan Permenkeu Simponi termasuk pungli," tegas Rico.

Apabila hal itu yang terjadi, maka melanggar Pasal 12 (e) serta Pasal 2 dan/atau Pasal 3 atau  Pasal 12 (b) UU Tipikor.

Di bawah kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama, Pemprov DKI melakukan terobosan dalam mencari pendapatan daerah. Misalnya, soal kompensasi atas pelanggaran KLB dan penarikkan CSR.

Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Nomor 175/2015 pun dibuat sebagai dasar penentuan nilai kompensasinya.

Sumber: Portal Islam

Anies Akan Memberlakukan Lagi 3 Kebijakan yang Dilarang Ahok, Warga Jakarta Kembali Bisa Takbir Keliling

Anies Akan Memberlakukan Lagi 3 Kebijakan yang Dilarang Ahok, Warga Jakarta Kembali Bisa Takbir Keliling


10Berita- Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Terpilih Anies Baswedan mengatakan akan kembali memberlakukan aturan-aturan yang sempat dilarang di masa pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok - Djarot Syaiful Hidayat. Menurut Anies, tidak ada alasan yang kuat untuk melarang beberapa kebiasaan baik yang sempat dihilangkan.

"Tadi saya terima kertas dari ibu-ibu yang aspirasinya langsung disampaikan," ujar Anies seraya mencari selembar kertas yang berisi permintaan masyarakat saat menghadiri acara isra mi'raj di Masjid At-tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Senin, 24 April 2017.

"Latihan penyembelihan hewan kurban dibolehkan lagi, takbiran dibolehkan lagi, Monas boleh dipakai untuk majelis taklim, rumah dinas dipakai lagi untuk pengajian, kantor kelurahan untuk majelis taklim, GOR untuk majelis taklim. Insya Allah akan kami kembalikan semuanya (ke awal)," ujar Anies menambahkan.

Menurut Anies, Indonesia merupakan negara Pancasila yang sila pertama berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa. Artinya, kata Anies, pemerintah harus membantu kegiatan yang menyokong Pancasila, termasuk kegiatan keagamaan.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengimbau warga untuk tidak merayakan takbir secara berkeliling. Ahok meminta kepada masyarakat bahwa takbiran lebih baik dilaksanakan di masjid-masjid serta di kampung wilayahnya masing-masing.

Ahok juga menerbitkan Instruksi Gubernur DKI Nomor 168 Tahun 2015 tentang Pengendalian, Penampungan, dan Pemotongan Hewan. Aturan itu berisi pelarangan penjualan serta pemotongan hewan kurban di pinggir jalan dan sekolah.

Kemudian, Ahok juga pernah melarang masyarakat untuk mengadakan pengajian akbar di halaman Monumen Nasional. Menurut dia, pengajian seharusnya dilaksanakan di masjid atau tempat luas, tidak harus di Monas.

Peraturan-peraturan tersebut akan dikembalikan oleh Anies. 

Sumber: Tempo

TERUNGKAP!! Inilah 'INVISIBLE HANDS' di Balik Kemenangan Telak Anies-Sandi

TERUNGKAP!! Inilah 'INVISIBLE HANDS' di Balik Kemenangan Telak Anies-Sandi


10Berita- Akademisi dan praktisi bisnis Rhenald Kasali mengatakan, apa yang dikhawatirkan dirinya terhadap kemungkinan tumbangnya calon petahanan Gubernur  dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Thajaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, terjadi.

Ahok kalah dalam hitung cepat atas lawannya Anis Baswedan-Sandiaga Uno.

"Partai politik itu discruptif," kata Rhenald usai melaunching bukunya, Discruption, di Rumah Perubahan, Bekasi, Ahad, 23 April 2017.

Rhenald mencontohkan, kemenangan Joko Widodo dalam pemilihan presiden 2014, bukan faktor partai politik, akan tetapi karena relawan Jokowi.

"Sekarang terjadi lagi Ahok-Djarot kalah. Sudah ada Teman Ahok, masuk partai, katanya disuruh, apa akibatnya?" kata Rhenald.

Berdasarkan data hasil real count KPU DKI Jakarta, Ahok-Djarot memperoleh suara 2.351.438 suara atau 42,05 persen, sedangkan Anies-Sandi memperoleh 3.240.379 suara atau 57,95 persen. Adapun suara sah 5.591.817.

Menurut Rhenald, Ahok melawan lawan-lawan yang tak kelihatan. Sedangkan menghadapi lawan-lawan tak kelihatan, tidak mudah.

"Siapa itu lawan tak kelihatan? Media yang bukan teman-teman (media mainstream, red)," ujar Rhenald.

Lawan yang tak kelihatan itu, ujar Rhenald, adalah semua orang orang menjadi media, menulis sendiri, dan menjadi wartawan, lalu menyebarkan berita itu lewat medianya masing-masing.

"Itu lawan-lawan tak kelihatan," ujar Founder Rumah Perubahan ini.

Rhenald mencontohkan Donald Trump, yang awalnya diprediksi banyak orang akan kalah dalam pemilihan Presiden Amerika Serikat, namun, hasil berkata lain, Donald Trump menang.

"Donald Trump punya pasukan yang diciptakan sendiri, itu ada di luar Amerika, di salah satu negara, kemenangan bukan karena faktor partai," kata Rhenald.

Karena itu, dalam bukunya yang setebal 497 halaman tersebut Rhenald menjelaskan tentang b
perubahan-perubahan yang terjadi saat ini.

"Sebagai ilmuwan saya harus memberikan arahan kepada bangsa, agar tidak terkejut dan tahu penyebabnya. Kalau tahu penyebabnya, kita bisa tahu mengantisipasi," ujar Rhenald.

-------

Rhenald Kasali bisa saja benar. Faktanya memang, hampir semua warga yang memiliki gawai dan akses ke media sosial, telah menjadi pewarta pribadi. Tidak perlu institusi resmi. Foto dan video telah berbicara ribuan kata, melebihi panjangnya artikel bualan pendukung petahana.

Namun jangan lupa, banjirnya tangan-tangan tak terlihat alias invisible hands ini juga menuntut tertib verifikasi dan validasi informasi. Kedua hal tersebut, hingga kini masih menjadi monopoli para pewarta profesional yang didukung dana tanpa batas

Sumber: Portal Islam

Sidang Pembacaan Nota Pembelaan, Ahok Tidak Akan Merasa Bersalah Menista Surah Al Maidah 51

Sidang Pembacaan Nota Pembelaan, Ahok Tidak Akan Merasa Bersalah Menista Surah Al Maidah 51


10Berita-Tim Advokasi GNPF MUI, Nasrulloh Nasution, mengatakan persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok akan kembali digelar pada Selasa mendatang (25/04/2017). Sidang keduapuluh kali ini akan mendengarkan pembacaan nota pembelaan atau pledoi dari Ahok secara pribadi dan dari penasehat hukum Ahok.

"Persidangan esok hari, agendanya mendengarkan Ahok membacakan pembelaan pribadinya di hadapan persidangan, selain itu juga ada pembacaan pledoi dari PH Ahok", terangnya.

Ditemui di kawasan Condet, Jakarta Timur, Nasrulloh menyampaikan bahwa agenda pembacaan pledoi pada persidangan besok merupakan hak yang diberikan oleh KUHAP kepada Terdakwa untuk menangkis tuduhan dan analisis hukum Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang tertuang di dalam surat dakwaan dan surat tuntutan. 

"Pasal 182 KUHAP memberikan hak kepada Ahok dan atau penasehat hukumnya untuk mengajukan Nota Pembelaan atau Pledoi setelah JPU mengajukan tuntutan pidana", ujarnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, Pasal 182 KUHAP telah memberikan hak sekaligus kesempatan yang diberikan kepada Terdakwa dan Penasehat Hukumnya untuk membela diri dengan mengatakan dirinya tidak bersalah. Dengan catatan yang dimilikinya, pihak Ahok diberikan hak yang sama untuk membantah segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

"Ahok tidak akan merasa bersalah dan menyesal telah menista Surah Al Maidah 51. Isi eksepsi yang pernah dibacakan Ahok akan kembali diulang dalam pledoi antara lain Ahok kalah di Pilgub Bangka Belitung 2007 karena selebaran Surah Al Maidah 51, Ahok menutup Kalijodo, Ahok memberangkatkan umrah marbot masjid, Ahok membangun masjid, Ahok memberikan hewan qurban, dan sebagainya", tambahnya.

Setelah pembacaan nota pembelaan, maka sidang selanjutnya berdasarkan Pasal 182 ayat (2) dan (3) KUHAP adalah pembacaan tanggapan JPU atas Pledoi terdakwa atau yang lebih dikenal dengan replik.(HA)

Sumber: GNPF-MUI

Koordinator GNPF MUI Ingatkan Majelis Hakim Taati Surat Edaran MA nomor 11/1964

Koordinator GNPF MUI Ingatkan Majelis Hakim Taati Surat Edaran MA nomor 11/1964


10Berita-JAKARTA  — Koordinator Persidangan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, Nasrulloh Nasution  mengingatkan pentingnya Majelis Hakim tetap mentaati Surat Edaran Mahkamah Agung (MA) nomor 11/1964 yang menegaskan penghinaan terhadap agama harus dihukum berat. Ia juga berharap Majelis Hakim yang memutuskan kasus penodaan agama dengan terdakwa BTP atau Ahok, untuk tetap taat hukum dan aturan perundang-undangan.

Menurut Nasrulloh, hingga saat ini Surat Edaran MA tersebut belum ada penggantian atau pencabutan oleh MA. “Mengingatkan kepada Majelis Hakim yang memeriksa perkara agar patuh dan taat terhadap Surat Edaran Mahkamah Agung tersebut dan berpatokan terhadap yurisprudensi atas perkara yang sama,” kata Nasrulloh, Senin (24/4).

Selain itu, ia juga menegaskan, Majelis Hakim harusnya menjadikan setiap kasus penodaan agama sebagai terobosan hukum, agar tidak terulang kembali. Terlebih bila kasus penodaan agama dilakukan oleh pejabat publik, seperti terdakwa Ahok.

Untuk pelajaran hukum, kata Nasrulloh seperti dikutipRepublika, hakim harus memberikan hukum yang berat seperti mencabut hak politiknya selama peroses hukum dan atau pada saat menjalankan vonis.

Sebelumnya, di sidang penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, JPU menuntut dua tahun hukuman percobaan dan setahun hukuman penjara. Tuntutan JPU ini dinilai jauh dari rasa keadilan publik, dan tuntutan tersebut jauh dari fakta di persidangan yang telah digelar.

JPU tak menggunakan pasal 156a KUHP tentang penistaan agama karena Ahok dinilai tak memenuhi unsur niat dalam pasal tersebut. Dengan pertimbangan itu, jaksa menggunakan pasal alternatif kedua, yakni pasal 156 KUHP yang berbunyi “Barang siapa di muka umum menyatakan pernyataan perasaan permusuhan, kebencian, atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia diancam dengan pidana penjara paling lama 4 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 4.500”.[fm]

Sumber: Ummat.pos


Peribahasan Baru Zionis Israel: “Carilah Pekerja Hingga Ke Negeri Cina”

Peribahasan Baru Zionis Israel: “Carilah Pekerja Hingga Ke Negeri Cina”

10Berita– Minggu 23 April 2017, Entitas Zionis Israel sepakat menandatangani kerjasama mendatangkan 6 ribu pekerja asal Cina untuk berkerja di sektor pembangunan pemukiman Yahudi di wilayah pendudukan Palestina.

Perjanjian kedua pihak ditandatangani langsung oleh Menteri Konstruksi dan Perumahan Zionis Israel Yoav Galant dengan Menteri Perdagangan China Fu Zaang di kota Al Quds.

Ini adalah bentuk lanjutan kerjasama antara Cina dengan entitas penjajah Zionis Israel, setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengunjungi Negeri Tirai Bambu bulan Maret kemarin seperti dilansir Agence France Presse (AFP).

Informasi yang diperoleh media Zionis Israel menyatakan bahwa perjanjian kedua negara berisi klausul yang melarang para pekerja Cina untuk melakukan pekerjaan di wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Perlu diketahui bahwa Entitas penjajah Zionis Israel harus mendatangkan ribuan pekerja asing di sektor konstruksi untuk memenuhi pembangunan pemukiman Yahudi di tanah Palestina yang diduduki.

Sumber: (Skynewsarabia/Ram), Eramuslim

Indonesia Butuh Pemimpin Berani Seperti Singa, Bukan Seperti Domba

Indonesia Butuh Pemimpin Berani Seperti Singa, Bukan Seperti Domba

10 Berita-YOGYAKARTA  Islamic Leadership Trainingtermasuk ke dalam rangkaian acara Future Leader Camp (FLC) 2017 hari kedua. Salah satu cedekiawan muslim Indonesia, Ustadz M Jazir ASP hadir membawakan materi yang begitu relevan dengan kondisi Indonesia saat ini, yakni Memahami Kepemimpinan Islam. Ustadz M Jazir menjelaskan materinya dengan pembawaan santai namun penuh kehangatan di depan 110 aktivis dari seluruh Indonesia.

Menurutnya kondisi Indonesia saat ini ibarat kondisi Arab pada zaman Rasulullah, di mana saat itu dunia sedang dikuasai oleh kekuatan besar Romawi dan Persia. Sedangkan kondisi saat ini, dunia sedang dikuasai oleh kekuatan besar Amerika dan Cina. Rasulullah telah memberikan teladan sebagai pemimpin yang merdeka, dengan tegas Rasulullah tak memihak salah satu kekuatan Persia maupun Romawi. Pemimpin Indonesia yang meneladani sikap Rasulullah seharusnya menjadi pemimpin merdeka dan tak terpengaruh pada salah satu kekuatan tersebut.

“Indonesia harus memiliki pemimpin yang pemberani seperti singa, bukan pemimpin domba yang hanya menjadi pengikut,” ucapnya dengan penuh semangat.

Ia menjelaskan bagaimana pemimpin Indonesia terdahulu seperti Bung Karno  begitu memiliki prinsip yang kuat dalam menjalankan kepemimpinan di Indonesia. Salah satu bukti keteguhan prinsip Bung Karno terdapat pada pidato resminya yang menepis isu miring tentang Pancasila yang disebut sebagai Marxisme Indonesia. Bung Karno yang murka mendengar isu tersebut kemudian dengan tegas menjelaskan bahwa Pancasila tidak dipengaruhi paham manapun, sebab Pancasila murni mengandung nilai-nilai luhur asli Indonesia. Sikap tersebut jelas sekali menunjukkan bahwa Bung Karno mencerminkan sikap pemimpin yang merdeka.

Namun Ustadz Jazir menyayangkan dengan kondisi kepemimpinan di Indonesia saat ini. Sebab dari berbagai fenomena yang terjadi, banyak pemimpin yang seolah abai terhadap aspek moralitas. “Seakan tidak ada tempat bagi pemimpin bermoral di perpolitikan negeri ini,” tandasnya.

Kemudian ia menjelaskan beberapa peristiwa yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia. Di mana pemimpin yang seharusnya memiliki sikap tegas terhadap pihak yang melanggar hukum, justru seolah menjadi pelindung mereka.

Menurut Ustadz Jazir, salah satu aspek yang terkadang terlupa oleh masyarakat Indonesia adalah tentang menyiapkan pemimpin di masa mendatang. Ia menjelaskan bahwa faktor keluarga merupakan hal yang sangat penting dalam upaya menyiapkan pemimpin yang merdeka.  Keluarga muda yang idealis akan melahirkan generasi pemimpin idealis pula.

“Semoga selanjutnya Indonesia dapat mencetak generasi pemimpin merdeka yang punya prinsip dan tak mudah terpengaruh oleh hasutan pihak  manapun,” tutupnya. [PM]

Sumber: Panjimas

Alhamdulillah... Setelah 'Dibungkam' 5 Bulan, Karni Ilyas: ILC Akan Tayang Kembali Besok!

Alhamdulillah... Setelah 'Dibungkam' 5 Bulan, Karni Ilyas: ILC Akan Tayang Kembali Besok!


10Berita- Akhirnya, setelah membisu selama 5 bulan pasca diskusi panas terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok, acara diskusi cerdas Indonesia Lawyer Club segera tayang lagi.

Hal ini dikabarkan Karni Ilyas, pemandu sekaligus 'Presiden' ILC melalui akun twitternya, @karniilyas.
Kabar baik dari Karni Ilyas, disambut gembira banyak kalangan, terutama oleh para penyuka diskusi yang tayang di TV One ini.

Selama ini ILC dikenal sebagai acara diskusi publik yang tak hanya memberi kejernihan dari segi hukum atas sebuah topik yang sedang ramai dibahas di masyarakat, namun juga mencoba memberi win win solution bagi semua pihak.

Selamat mengudara lagi, ILC!

Sumber:Portal Islam

22 April Ditetapkan Sebagai “’Hari Internasional Melawan Blokade Zioni Israel terhadap Jalur Gaza”

22 April Ditetapkan Sebagai “’Hari Internasional Melawan Blokade Zioni Israel terhadap Jalur Gaza”

10Berita – Tanggal 22 April 2017 ditetapkan sebagai ‘Hari Internasional Melawan Blokade Israel terhadap Jalur Gaza’. Ide ini dicetuskan The Global Campaign to Break the Siege on Gaza (Kampanye Global Melawan Blokade Israel Terhadap Gaza), sebuah Organisasi Palestina yang memperingatkan bahaya eskalasi krisis di Jalur Gaza akibat blokade Israel yang terus berlangsung lebih dari 11 tahun.

Dalam deklarasinya pada hari Sabtu akhir pekan kemarin, gerakan yang menamakan diri “Gerakan Nasional Melawan Blokade dan Renovasi Gaza” memperingatkan bahwa Jalur Gaza kini akan memasuki fase kemerosotan secara total di semua level sejak di blokade penjajah Zionis Israel pada akhir tahun 2006.

Salah seorang aktivis penentang blokade, Ehab El-Gasshin mengatakan bahwa situasi kritis yang dialami masyarakat Palestina di Jalur Gaza membutuhkan langkah nasional yang bersifat strategis antara seluruh lembaga dan faksi perlawanan di tubuh Palestina. “Perlunya penyatuan wacana, dan pemenuhan kebutuhan bagi rakyat Palestina, khususnya mereka yang berada di Jalur Gaza,” katanya seperti dilansir laman suarapalestina.id.

El-Gasshin mengimbau, negara-negara Arab untuk menopang daya tahan masyarakat Jalur Gaza di semua aspek kehidupan, dan mendukung pencabutan blokade Gaza. Dia menegaskan pentingnya peran masyarakat di Tepi Barat Palestina terus melakukan perlawanan (intifadah) terhadap pendudukan Zionis Israel.

Hal senada dikatakan oleh aktivis lainnya, As’ad Jaudah, mengatakan, “Kita sedang memasuki fase yang cukup membahayakan. Kekalahan Jalur Gaza, sama saja dengan kekalahan perjuangan nasional,” seraya menjelaskan bahwa kampanye ini dilakukan untuk memberi tekanan terhadap seluruh pemegang kebijakan, dan menyertakan Jalur Gaza dalam semua dimensi perjuangan.

Dalam sambutannya terkait dengan pengadilan yang bersifat ilegal, aktivis lainnya Umar Noval mengatakan, “Blokade yang semakin diperketat dan upaya untuk melemahkan rakyat Jalur Gaza adalah tindakan kriminal yang tidak pantas.”

Umar Noval mendesak bangsa Arab dan dunia Islam untuk terus memberi bantuan baik secara material maupun moril, dan menyatukan visi misi terhadap masalah Palestina karena hakikatnya merupakan problematika teologis.

Selain itu Noval meminta Presiden Palestina, Mahmod Abbas, untuk lebih tegas dalam menolak blokade Israel terhadap Jalur Gaza, dan merevisi kembali sejumlah kebijakannya terkait Jalur Gaza.

Hingga kini, Israel memberlakukan blokade terhadap Jalur Gaza sejak kemenangan Faksi Hamas dalam pemilu parlemen 2006. Kebijakan ini juga berakibat pada penutupan jalur perlintasan darat Rafah di sisi Mesir.

Sumber :(Suarapalestina/Ram),eramuslim

JK Puji Sandiaga Uno: Kopiah Itu Penting

JK Puji Sandiaga Uno: Kopiah Itu Penting

10Berita-JAKARTA -- Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla memuji sosok calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno. Hal ini disampaikannya saat menutup Kongres Ekonomi Umat yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (24/4). Dalam kesempatan tersebut, JK sempat melontarkan guyonan secara langsung kepada Sandi yang terpilih sebagai wakil gubernur DKI Jakarta versi hitung cepat KPU.

Sandi masuk ke ruang tempat kongres berlangsung sesaat sebelum JK memulai pidato sambutannya. Melihat Sandi yang berjalan ke tempat duduknya, JK langsung menegurnya. "Hai Pak Sandi," kata Jusuf Kalla menyapa.

Ketika itu, JK melontarkan pujian kepada Sandi sebagai contoh seorang pengusaha yang optimistis. Karena saat ini banyak orang yang mengeluh sebelum berusaha sehingga malas bekerja. Menurut JK, Sandi telah membuktikan kerja keras tersebut dengan menghabiskan waktu berbulan-bulan keliling ke rumah warga, bahkan hingga keluar masuk gang sempit.

"Alhamdulillah hasilnya ada. Harus begitu," ujar JK yang disambut tepuk tangan dan tawa oleh peserta kongres.

Sandi yang hadir dalam acara tersebut tersenyum mendengar pujian dan guyonan dari wakil presiden. Guyonan JK untuk Sandi belum selesai. Kali ini, JK memuji Sandi yang mulai kerap memakai kopiah.

"Sekarang ada kemajuan, selalu pakai kopiah. Dulu jarang. Jadi, kopiah itu penting," kata JK yang disambut tawa oleh para peserta kongres.

Sandi hadir dalam kongres tersebut untuk memberikan dukungan. Sandi optimistis program OK OCE bisa bersinergi dengan pemberdayaan ekonomi umat yang dikedepankan oleh MUI. "Saat ini peserta progres OK OCE sudah tembus 12 ribu orang per hari," ujar Sandi.

Sandi berharap, kesenjangan dan ketimpangan ekonomi bisa dipersempit dengan cara menumbuhkan wirausahawan baru. Melalui pemberdayaan ekonomi umat diharapkan dapat muncul saudagar-saudagar baru sebagai penerus saudagar terdahulu di era Nabi Muhammad SAW. "Akan muncul Abdurrahman bin Auf yang baru, Ustman bin Afan yang baru," kata Sandi.

Sumber: Republika

INILAH PEMIMPIN MUSLIM: Usai Dilantik Sandiaga Langsung Lepas Saham Bir Pemprov DKI, Tak Ada Lagi Teman Mabok

INILAH PEMIMPIN MUSLIM: Usai Dilantik Sandiaga Langsung Lepas Saham Bir Pemprov DKI, Tak Ada Lagi Teman Mabok


10Berita- Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Salahuddin Uno berkomitmen untuk melepas saham bir yang dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, setelah dia bersama Calon Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dilantik pada Oktober 2017.

Menurut Sandi, kepemilikan saham Pemprov pada perusahaan bir tidak begitu penting, sebab tak mempunyai manfaat bagi banyak orang. Untuk itu, perlu adanya penyelarasan terkait hal itu.

"Tidak esensial sebuah pemerintah provinsi memiliki saham di perusahaan yang tidak mempunyai kepentingan bagi hajat hidup orang banyak," kata Sandiaga di Jakarta, Minggu, 23 April 2017.

Pria berumur 47 tahun ini mengaku telah menyampaikannya hal tersebut kepada Anies. Ia memohon, agar hal tersebut didukung dengan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan banyak orang.

"Karena itu janji (lepas saham bir) sudah saya sampaikan jauh-jauh hari. Mungkin antara Maret-Juni 2016. Lebih dari satu tahun yang lalu. Keluarga juga ingat janji itu," ujarnya.

http://metro.news.viva.co.id/news/read/908391-usai-dilantik-sandiaga-langsung-lepas-saham-bir-pemprov-dki

Langkah pemimpin muslim ini menuai banyak dukungan publik.

"Bangga sya pnya pemimpin sprti beliau... Insya Allah semua terlaksana membangun Jakarta lebih Baik, salam 2 periode anies-sandi," komen Mochamad Andri.

"Nahhh ini baru benar...bicara bangun masjid, umrahin marbot tapi saham bir dipertahankan, prostitusi mau dilegalkan..sama aja bersihin masjid pake aer comberan," ujar akun Era Madinah.

Namun langkah melepas saham bir ini mendapat nyinyiran dari Ahoker.

"Ahokers pada blingsatan denger saham bir mau dilepas pemrov maklum aja itu kan minuman kesukaan mereka..lagian aneh jg masak pemerintah ada saham bir knapa gak invest di sektor lain aja," komen Aftari Damayanti.


INILAH salah satu pentingnya punya gubernur wakil gubernur muslim sehingga tau mana halal haram.

Beda dengan petahana dan para pendukungnya.

Sumber: Portal Islam

Ciri Khas Masjid Kubah Batu

Ciri Khas Masjid Kubah Batu

10Berita-- Seperti beberapa kubah tunggal lainnya yang berdiri di kompleks Masjid Kubah Batu, Kubah Nabi berbentuk segi delapan. Kubah setengah lingkaran ini ditopang delapan tiang yang terpancang ke tanah. Di antara tiang dan kubah terdapat tujuh lengkungan terbuka. Kubah tersebut dicat biru dan lengkungan terbukanya terbuat dari batu berwarna-warni: merah, hitam, dan putih. 

Tiangnya terbuat dari marmer abu-abu dan dikelilingi oleh batu-batu merah. Setelah itu, terdapat dinding rendah yang mengelilingi bagian dalam tiang serta sebuah sisi terbuka sebagai pintu masuk pengunjung. Di sana, para pengunjung dapat berdoa menghadap ke arah Makkah, kiblat umat Islam yang berada di sebelah selatan.

Kubah Nabi terletak di halaman Masjid Kubah Sakhrah. Masjid itu dibangun sekitar tahun 685 hingga 691 M. Kubah Sakhrah terletak di pusat kompleks trapesium Haram al-Syarif. Pembangunannya disponsori oleh seorang penguasa Muslim.

Arsitek yang berjasa dalam pembangunan masjid itu adalah Rija bin Haya dan Yazid bin Salim. Kubah ini sering disalahartikan sebagai masjid, padahal kubah ini bukanlah sebuah masjid, melainkan sebuah kompleks tempat terdapatnya batu besar yang dipakai Nabi Muhammad SAW menginjakkan kakinya sebelum menaiki burak menuju Sidratulmuntaha dalam peristiwa Mi'raj.

Terdapat delapan pintu masuk dengan gerbang melengkung di sekeliling Kubah Sakhrah. Sebelah selatan merupakan pintu masuk utama menuju kubah. Di sekeliling kubah terdapat beberapa kubah tunggal kecil dan sumur yang kebanyakan berada di sebelah barat.

Kubah berlapis emas tersebut memiliki tinggi hampir 35 meter dengan diameter 20 meter. Kubah ini berdiri di atas batu yang diyakini menjadi tempat Rasulullah berdiri sebelum peristiwa Isra Mi'raj. 

Di atas kubah terdapat replika bulan sabit yang menghadap ke utara dan selatan. Tubuh di sekeliling kubah berbentuk oktagonal dengan panjang sekitar 18 meter. Dinding bagian atasnya dilapisi marmer yang didominasi dengan warna biru, sedangkan di bagian bawahnya didominasi oleh marmer kekuningan dan putih. Hampir di seluruh bagian dindingnya dihiasi dengan kaligrafi Alquran.

Sumber: Republika

NAMPOL!! Efek Ahok Kalah Artis Hengkang Dari Jakarta, Netizen: Bagus! BAWA AHOKNYA SEKALIAN!

NAMPOL!! Efek Ahok Kalah Artis Hengkang Dari Jakarta, Netizen: Bagus! BAWA AHOKNYA SEKALIAN!

10Berita-  Kontestasi pilkada DKI Jakarta putaran dua untuk memperebutkan kursi Gubernur DKI telah usai. Kemenangan diraih oleh paslon nomor 3 Anies Baswedan - Sandiaga Uno sementara paslon nomor dua Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) - Djarot Saiful Hidayat harus menelan kekeewaan.

Kekalahan Ahok-Djarot ini juga dirasakan oleh para pendukungnya. Mereka kecewa dengan hasil akhir pilkada DKI yang tidak sesuai dengan harapan. Begitu pula dengan artis dan model Indah Kalalo.

Sebagai pendukung paslon nomor urut dua, Ia tentu juga merasakan kekecewaan. Bentuk dari pelampiasan kekecewaan itu adalah ia ingin pindah dari DKI Jakarta ke Bali untuk selama-lamanya.

"Selama-lamanya (tinggal di Bali), apalagi gubernur pilihan ku nggak menang," ungkapnya sambil tertawa di Galeries Lafayette, Pasific Place SCBD, Jakarta Selatan.

Diketahui artis itu menikah dengan bule asal Australia bernama Ibrahim Justin Werner pada tahun 2011 silam. Kemudian mereka memutuskan untuk tinggal di Bali pada tahun 2015. Kendati demikian, Indah menyempatkan untuk datang ke DKI demi mencoblos pasangan Ahok-Djarot.

Tinggal di Bali tidak membuatnya berhenti untuk mengunjungi Jakarta lantaran terikat kontrak pekerjaan. Dia mengaku sering menghabiskan waktu di Ibu Kota.

"Dua minggu sekali ke Jakarta, kalau nggak di luar kota atau di Bali, bahkan sekarang hampir week day di Jakarta," ujarnya.

Menanggapi kabar ini netizen pun berkomentar.

Bagusss ngga balik lagi ke jakartahttps://t.co/HaDqhkruk6

— #IStandWithAleppo (@asetiaji) April 24, 2017

@MarioSjono @wartapolitik Lucu ya
Kalau perlu ahoknya sekalian dibawa pindah hahahaha

— Dennis RL (@romeodannish) April 23, 2017

@wartapolitik Coba semua ahoker kyk indah kalalo dan ernest, jakarta bakalan damai 😀😂😁

— #SaveNKRI (@Mimi_Hokyah) April 23, 2017


Sumber : Portal Islam

Alhamdulillah... NIKMATNYA Memiliki Gubernur Muslim, Ibadah Tak Dihalangi dan Dipersulit Lagi

Alhamdulillah... NIKMATNYA Memiliki Gubernur Muslim, Ibadah Tak Dihalangi dan Dipersulit Lagi


10Berita-Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Rasyid Baswedan menegaskan komitmennya bahwa setelah dia menjabat nanti seluruh kegiatan umat muslim akan berjalan lancar. Misalnya, soal takbiran keliling dan penyembelihan hewan kurban yang sempat menjadi kontroversi di era Ahok tidak akan lagi terjadi di masa kepemimpinannya.

Itu disampaikan Anies saat menghadiri Milad ke-25 Pondok Pesantren Al-Itqon di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Senin 24 April 2017.

"Insya Allah nanti takbir keliling tetap dibolehkan dan kita lepas, masak orang Betawi enggak boleh takbiran. Begitu juga dengan potong hewan kurban," ujar Anies.

Anies menegaskan, kalau muslim dititipi amanah, Jakarta akan menjadi aman, damai dan sejuk.

"Ini tanggung jawab kita. Jadi kita berperilaku seperti pemenang, biar lebih sejuk," tuturnya.

"Berkeadilan, yang kaya dan yang miskin, yang nganggur dan putus sekolah. Di Jakarta Barat tempatnya anak-anak putus sekolah, insya Allah semuanya nanti bisa sekolah lagi.”

Luapan kegembiraan netizen pun tak terbendung lagi.

@VIVAcoid mantaap #ahokforBali1

— stevan milan (@milan_stevan) April 24, 2017


@VIVAcoid Mantabz pak anies 👍👍👍

— Fauzi Fahmi (@f2fahmi) April 24, 2017


Sumber: Portal Islam

Wanita Jepang Sebut Isra’ Miraj adalah Hoax, Ini Jawaban Dr Zakir Naik Tarbiyah / 16 menit yang lalu

Wanita Jepang Sebut Isra’ Miraj adalah Hoax, Ini Jawaban Dr Zakir Naik



Di depan Dr Zakir Naik, seorang wanita Jepang menyatakan bahwa isra’ mi’raj adalah kebohongan besar.

“Perjalanan ke Yerusalem dalam satu malam itu bohong. Itu kebohongan Muhammad yang telah dikritisi orang-orang Quraisy di zaman itu. Jika Anda menyebut Muhammad adalah manusia terbaik, mengapa ia berbohong soal isra’ miraj dan kalian umat Islam menyebarkan kebohongan itu?” tanya wanita yang belakangan memperkenalkan diri sebagai pemikir bebas (baca: atheis) itu.

Jawaban Dr Zakir Naik:

Di Bibel disebutkan bahwa Nabi Musa membelah lautan. Kami (pengikut agama samawi, red) percaya bahwa nabi-nabi memiliki mukjizat. 

Tentang Nabi Muhammad, Al Quran menyebutkan salah satu mukjizat dalam surat Al Isra’ ayat 1, yakni ia diperjalankan oleh Allah dari masjidil haram di Makkah ke masjidil aqsa di Palestina dalam satu malam.

Kau berkata, mengapa kami percaya kebohongan itu? Ini adalah mukjizat. Kau adalah pemikir bebas, aku bukanlah pemikir bebas. Aku seorang muslim. Ini perbedaan antara kau dan aku. Seharusnya engkau datang ke ceramahku kemarin, di mana aku membuktikan eksistensi Tuhan. Kau adalah pemikir bebas, dengan begitu kau tidak percaya Tuhan, betul?

“Itu benar,” jawab wanita itu.

Kemarin topik ceramahku adalah “Apakah Tuhan itu ada?.” Aku tidak bisa mengulanginya lagi di sini karena durasinya satu setengah jam.

Jika kau datang kemarin, maka hari ini kau percaya Tuhan itu ada, dan yakin bahwa Alquran adalah firman Tuhan.

Sekarang kembali ke pertanyaan, apakah mungkin seseorang menempuh perjalanan dari Makkah ke Yerusalam hanya dalam semalam? Bahkan kau dan aku bisa melakukannya dengan pesawat.




Tapi di zaman itu tidak ada pesawat. Itu adalah mukjizat dan ada banyak mukjizat yang dikabarkan dalam Al Quran. Misalnya Nabi Musa membelah lautan, Nabi Musa melempar tongkatnya dan menjadi ular. Ini adalah mukjizat.

Apakah mukjizat itu? Sesuatu yang tidak bisa dibuktikan secara ilmiah dan logika. Mukjizat berada di luar kemampuan normal manusia.

Jadi ketika manusia melakukan sesuatu yang tidak bisa dinalar dengan logika atau secara sains, itulah mukjizat. Dan ketika aku bisa membuktikannya secara ilmiah, itu bukan mukjizat.

Jika sekarang aku bisa bepergian dari Makkah ke Yerusalem dalam semalam dengan pesawat, itu bukan mukjizat.

Jadi yang harus kita sadari adalah bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Tuhan. Tuhan adalah Sang Pencipta manusia dan jagat raya. Dan Tuhan memilih seorang manusia di antara manusia lainnya untuk menyampaikan pesan-Nya. Manusia pilihan inilah yang disebut Nabi. Dan kepada Nabi-Nabi inilah Allah memberikan mukjizat.

Al Quran ini adalah salah satu mukjizat. Dan aku telah membuktikan bahwa Quran ini memiliki lebih dari 6000 ayat, di mana lebih dari 1000 ayat tentang sains, di mana kita baru mengetahuinya baru-baru ini. Tentang big bang, tentang bumi itu bulat, cahaya bulan adalah cahaya pantulan, matahari berotasi, di mana aku tidak mengetahuinya saat kuliah. Semua hal ini telah disebutkan Al Quran lebih dari 14 abad yang lalu.

Secara ilmiah, tak ada seorang pun bisa menjelaskan bagaimana mungkin kitab ini sejam 1.400 tahun yang lalu bisa menjelaskan big bang. Ini adalah mukjizat. Bagaimana mungkin kitab ini sejam 1.400 tahun yang lalu bisa menjelaskan bumi bulat. Ini adalah mukjizat. Bagaimana mungkin kitab ini sejam 1.400 tahun yang lalu bisa menjelaskan bahwa matahari beritasi. Ini adalah mukjizat.

Al Quran juga bicara tentang embriologi, botani, biologi. Semua hal ilmiah yang baru diketahui di zaman sekarang 50-100 tahun yang lalu, telah diberitahukan Al Quran 1.400 tahun sebelumnya. Siapa yang mungkin menyebutkan semua ini? Dialah Sang Pencipta, Dialah Tuhan.

Jadi Nabi Muhammad pergi dari Makkah ke Yerusalem dalam semalam, ini adalah mukjizat. [Muchlisin BK]


Sumber: Tarbiyah.net






Polling Twitter Pilkada Jabar: Publik Meyakini Ridwan Kamil Bakal Keok Jika Didukung PDIP Nasdem Dkk

Polling Twitter Pilkada Jabar: Publik Meyakini Ridwan Kamil Bakal Keok Jika Didukung PDIP Nasdem Dkk


10Berita-Usai kalahnya Ahok-Djarot yang diusung koalisi PDIP Nasdem dkk di Pilkada DKI 2017, kini publik ramai membicarakan Pilkada Jawa Barat 2018.

Seperti diketahui, NASDEM sudah resmi deklarasi mengusung Ridwan Kamil sebagai cagub di Pilkada Jabar 2018. Dan kemungkinan besar PDIP juga akan bergabung seperti di Pilkada DKI.

Lantas bagaimana tanggapan publik terkait kans bagi calon yang diusung NASDEM PDIP di Pilkada Jabar 2018 pasca kekalahan PDIP Nasdem di DKI?

Beberapa polling telah dilakukan di jejaring twitter, dan hasilnya publik meyakini Ridwan Kamil akan bernasib sama dengan Ahok.

Polling yang dilakukan akun @ekagumilars pada 22 April 2017:

"Jika @ridwankamil Maju dipilkada Jabar didukung PDIP Nasdem and Koalisi, Melawan Gerindra dan koalisi bagimana keyakinan anda?"

Hasilnya: dari 5731 responden mayoritas (94%) menyatakan bakal keok.

Sementara polling yang dilakukan akun @Umar_Hasibuan pada tanggal sama 22 April juga:

"Siapa Cagub Jabar yang kalian dukung?"

Hasilnya:
75%  Deddy Mizwar
12% Ridwan Kamil
05% Dedy Mulyadi
08% Desy Ratnasari

Hasil opini publik di sosial media ini bisa menjadi warning bagi siapapun. Kekuatan umat Islam saat ini tak lagi bisa diremehkan.

Pilkada serentak akan kembali dilangsungkan pada tahun 2018. Pilkada 2018 akan lebih besar karena diikuti 171 daerah.

Dari 171 daerah tersebut, ada 17 provinsi, 39 kota, dan 115 kabupaten yang akan menyelenggarakan Pilkada di 2018. Beberapa provinsi di antaranya adalah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Sumber: Portal Islam

Hai Ahokers , Belum Dilantik, Sudah Ditagih…

Hai Ahokers , Belum Dilantik, Sudah Ditagih…


Oleh: @JonruGinting

Duhai Para Ahokers, Tidak Ada yang Salah dengan MENAGIH JANJI.

Anda menagih janji kampanye Anies-Sandi, ya saya SANGAT SETUJU. Saya sebagai pendukung mereka, justru punya alasan yang jauh lebih kuat untuk menagih janji-janji mereka.

Sebab sebagai pemilih, saya punya tanggung jawab yang sangat besar terhadap pilihan saya. Jika saya tidak menagih janji, justru itu artinya saya tidak bertanggung jawab terhadap pilihan saya.

Karena itu, justru saya dan para pendukung Anies-Sandi lainnya insya Allah akan menjadi orang pertama yang akan menagih janji-janji Anies Sandi.

Jika Anies Sandi nanti terbukti ingkar janji, maka kami pula akan menjadi orang pertama yang akan mengkritik mereka.

Kami bukan tipe pencinta buta seperti Anda, yang berprinsip “junjunganku selalu benar, tak mungkin salah.”

Jadi Para Ahokers Sekalian, Tidak Ada yang Salah dengan MENAGIH JANJI. Kami Sama Sekali TIDAK MENYALAHKAN Anda yang Menagih Janji Anies Sandi.

Justru, kami akan dengan sangat senang hati, bekerja sama dengan Anda dalam menagih janji Anies Sandi.

Yang Kami Permasalahkan Adalah:

(1). TAGIHAN ANDA TERLALU DINI
Ingat: Anies Sandi baru akan dilantik Oktober 2017 nanti. Ibarat tagihan kartu kredit yang baru akan jatuh tempo tanggal 20 Oktober 2017, tapi Anda sudah mendatangkan debt collector pada tanggal 20 April 2017. Ini tindakan yang sangat konyol, Para Pemirsa Sekalian!

Mbok ya sabaran dikit gitu lho. Tunggu hingga Anies Sandi dilantik. Bisa?

(2) ANDA BERSTANDAR GANDA
Dulu saat kampanye, Jokowi dan Ahok juga mengumbar banyak sekali janji. Namun Anda TIDAK PERNAH MENAGIHNYA. Padahal Anda sebagai pemilih Jokowi, tentu bertanggung jawab penuh atas pilihan Anda. Seharusnya Anda sebagai pemilih merasa sangat kecewa karena Jokowi dan Ahok tidak menepati janji.

Namun apa yang terjadi?

Di saat kami yang menagih janji Jokowi, Anda menuduh kami tukang fitnah, provokator, gagal move on, masih sakit hati karena jagoannya kalah, dan sebagainya.

Tuduhan yang sangat menyakitkan. Namun alhamdulillah, untungnya kami SANGAT SABAR menghadapi semua tuduhan tersebut. Sebab tuduhan-tuduhan Anda itu memang hanya tuduhan ngasal bin ngawur plus kacau balau.

Dengan kemenangan Anies-Sandi, dan munculnya perilaku Anda seperti poin (1) dan (2) di atas, semoga ANDA MULAI SADAR bahwa tuduhan-tuduhan Anda terhadap kami tersebut ternyata kini MENJADI BUMERANG bagi Anda sendiri.

Sebab justru kini terbukti, Anda semualah yang melakukan semua itu.

Anda ternyata terbukti gagal move on, masih sakit hati karena jagoannya kalah. Dan hanya beberapa hari setelah kemenangan Anies Sandi, saya menemukan sejumlah posting yang isinya memfitnah dan menjelek-jelekkan Anies Sandi beserta para pendukung mereka.

Duh! Apa yang Anda lakukan hari ini, kok sama persis dengan semua yang dulu kalian tuduhkan terhadap kami, ya?

Semoga Anda semua cepat sembuh dari stress akibat sebuah kekalahan, yang sebenarnya hanya hal biasa di dalam demokrasi.

Setiap orang seharusnya siap untuk menang, siap untuk kalah.

Jika menang, dia tidak sombong. Jika kalah, dia legowo. Kami sebenarnya sudah menerapkan ini, alhamdulillah. Kami pernah kalah, dan kini menjadi pemenang.

Ketika kalah kami legowo. Namun tentu kami sebagai warga negara merasa punya tanggung jawab untuk mengontrol pemerintahan dengan cara mengkritik mereka, mengingatkan mereka jika berbuat salah. Itu baru warga negara yang baik namanya.

Dan ketika menang, kami berusaha untuk tidak sombong, tidak balas dendam kepada Anda yang dulu rajin membully, menghina,bahkan memfitnah..

Kami bahkan berusaha untuk merangkul Anda, agar kita bekerja sama membangun Indonesia dan Jakarta.

Semoga Anda semua menyadari hal tersebut.

Salam Sembako #eh :-)

Jakarta, 23 April 2017
Jonru Ginting

*_Emang klo orang panik itu suka salah langkah y…makanya gak usah panikan…_*
Salam 👌🏼k 👌🏼ce

Sumber: Eramuslim

Bingung Ahok Divonis ‘Bebas’, Rizal Ramli: Itu Jaksa Penuntut Umum Atau Pembela Umum?

Bingung Ahok Divonis ‘Bebas’, Rizal Ramli: Itu Jaksa Penuntut Umum Atau Pembela Umum?

10Berita– Tuntutan hukuman percobaan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap terdakwa penistaan agama,Ahok, yang sama saja memberi “bebas” terus menuai kecaman. Hal itu dinilai sebagai dagelan hukum yang norak dan memalukan.

Tak ayal, rendahnya hukuman yang dilayangkan Korps Adhyaksa pimpinan eks politisi NasDem itu juga ramai diperbincangkan netizen di media sosial, salah satunya di Twitter.

Mantan Menko Maritim, Dr Rizal Ramli memalui akun twitter pribadinya @RamliRizal menyatakan,“Saya ndak ngerti hukum, agak bingung itu Jaksa Agung Penuntut Umum atau pembela Umum. Mohon tanya pak.” cuit Rizal.

Selanjutnya Rizal Ramli mencuit,”Bang Surya, katanya Restorasi Demokrasi-kok malah jadi restorasi terdakwa via kader Jaksa Agung. Kok malah merusak sistem hukum.”

Lalu, mantan Menko Perekonomian ini di Twitternya @RamliRizal menyebut,”Jaksa Agung kader Partai Nasdem, political apappointee, kok Jaksa Agung jadi jubirnya terdakwa, Mas Prasetyo pie toh?”

Menyambut pernyataan Rizal Ramli itu, spontan para netizen menyambut cuitan mantan Kabulog era Presiden Gus Dur tersebut.

“Restorasi Demokrasi” buat gagah2an doang biar kesannya intelek patriotik. Nge-restorasi kepentingan cukong-cukong adalah kenyataannya.”

Mereka mempersoalkan Presiden Jokowi Jaksa Agung tidak boleh dijabat dari partai. “Janji Pak Presiden dulu kalau Jaksa Agung tidak boleh dari partai…nyantanya ??”

Bahkan adanetizen yang menyebut,”restorasi itu bebas menista agama, bebas kasih sembako politik, dan bebas kasih sapi politik. Ini jaksa apa pengacara tambah ribet” cuit @ssirah‎.(jk/ts)



Sumber: Eramuslim

Hakim yang Jahat

Hakim yang Jahat

10Berita, JAKARTA -- Sejak dulu, profesi hakim dianggap sebagai salah satu pekerjaan yang memiliki nilai prestisius. Bagaimana tidak, mereka yang menggeluti profesi tersebut diberi kewenangan untuk mengadili dan memutus berbagai perkara hukum yang terjadi di masyarakat. Di tangan para hakim, nasib orang banyak ditentukan.

Namun, sayangnya, tidak sedikit hakim jahat yang menguasai lembaga peradilan hari ini. Mereka bisa menjadikan orang-orang yang salah menjadi benar. Begitu pun sebaliknya, mereka dapat menempatkan orang-orang yang benar di posisi yang tidak semestinya. Di zaman sekarang, para hakim jahat tidak sekadar menerima suap, tetapi juga menyalahgunakan kewenangan mereka dengan 'memperjualbelikan' putusan kepada para pihak yang berperkara.

Tema itulah yang dibahas Ustaz Najmi Umar Bakkar dalam kajian Islam yang digelar Mushala ar-Royan di Kompleks Hankam Kelapa Dua Depok, Jawa Barat, akhir pekan lalu. Dalam ceramahnya, pembina Yayasan Pendidikan Dakwah Babussalam As-Sunnah Cibubur itu mengungkapkan, hakim jahat kini tidak hanya ditemukan di lembaga peradilan tingkat kabupaten kota. Namun, juga di institusi hukum tertinggi sekelas Mahkamah Konstitusi (MK).

"Kenyataan yang kita dapati sekarang, tidak sedikit hakim yang tega berbuat kejam. Mereka tak lagi peduli dengan hukum Allah SWT. Bahkan, hakim konstitusi sekalipun," ujar Najmi. Dalam satu hadis yang diriwayatkan oleh Buraidah, Nabi SAW bersabda, ada tiga golongan hakim di dunia ini. Satu di antaranya akan masuk surga, sedangkan dua lainnya akan masuk neraka. Hakim yang masuk surga adalah mereka yang mengetahui kebenaran, dan memutuskan hukum dengan kebenaran itu.

Sementara, hakim yang masuk neraka adalah mereka yang mengetahui kebenaran, tapi malah dengan sengaja menyimpang dari kebenaran itu saat membuat keputusannya. Begitu pula dengan hakim yang tidak mengetahui kebenaran dan tidak memahami hukum, tapi memberanikan diri menetapkan hukum dengan kebodohannya, mereka juga akan menjadi penghuni neraka (HR Abu Dawud).

Najmi menuturkan, hakim yang mengetahui kebenaran, tapi tidak memutuskan hukum berdasarkan kebenaran tersebut adalah hakim yang zalim. "Apalagi saat mengemban tugas sebagai hakim, mereka telah disumpah dengan nama Allah. Tapi, mereka tidak amanah, dan malah memakan harta orang lain secara batil," kata dia. Imam adz-Dzahabi dalam kitabnya berjudul Al-Kabair (Dosa-Dosa Besar) mengungkapkan, hakim yang jahat adalah hakim yang tidak berhukum dengan keadilan dan syariat Allah, tapi malah berbuat zalim kepada manusia dengan putusan-putusan hukumnya. Hakim semacam ini dikategorikan sebagai pelaku dosa besar.

Dalam kitab itu juga disebutkan, hakim yang jahat tidak hanya berbuat zalim, tetapi juga kafir alias ingkar kepada Allah SWT. Adapun dalil yang dijadikan Imam adz-Dzahabi sebagai landasan pendapatnya tersebut adalah firman Allah SWT dalam Alquran, "Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, mereka itu adalah orang-orang yang kafir," (QS al-Maidah [5]: 44).

Najmi mengatakan, hakim yang jahat cenderung hanya mengikuti hawa nafsunya ketika memutuskan suatu kasus. Mereka tidak lagi menjadikan Alquran dan sunah Nabi SAW sebagai pedoman dalam berperilaku. Para hakim itu bahkan, berani mengabaikan hukum Allah yang jelas-jelas memerintahkan mereka untuk berlaku adil. "Hakim yang jahat membela orang-orang yang mau membayar (menyuap mereka untuk memenangkan perkara), bukan membela orang-orang yang benar," ujar Najmi.

Dalam hadis lainnya dikatakan, Allah SWT akan senantiasa menyertai seorang hakim selama dia tidak berbuat zalim. Jika dia berbuat zalim, Allah akan menjauhinya dan setanlah yang akan selalu mendampinginya (HR Tirmidzi). Sementara, dalam satu hadis lagi disebutkan, lidah seorang hakim berada di antara dua bara api sehingga dia menuju surga atau neraka (HR Abu Naim dan ad-Dailami).

Begitu beratnya tugas seorang hakim, bahkan ulama besar sekelas Imam Syafi'i (yang hidup antara 150–204 Hijrah) pun enggan menerima amanah tersebut dari penguasa Muslim di zamannya. Padahal, jika dilihat dari kompetensinya, Imam Syafi'i termasuk ulama yang memiliki pemahaman hukum syariat paling mumpuni sepanjang sejarah Islam.

Ketika Imam Syafi'i diminta menjadi hakim di Mesir oleh Khalifah Abbasiyah, dia langsung jatuh sakit. Dia pun berdoa 'Yaa Allah, jika tugas ini memang baik untukku, mudahkanlah. Tapi, jika tugas ini buruk bagiku, cabutlah nyawaku.' Allah pun lantas menjawab doa Imam Syafi'i, tidak lama setelah itu. Dia wafat sebelum sempat memikul amanah dari khalifah tersebut.

Ironisnya, Najmi mengatakan, banyak orang di zaman sekarang yang justru merasa bangga ketika ditunjuk menjadi hakim. Beberapa di antara mereka bahkan ada yang menggelar acara syukuran di rumah sebagai bentuk suka cita karena dilantik sebagai hakim. "Padahal, jika mereka tahu bagaimana beratnya tugas seorang hakim, niscaya mereka tidak akan mau menjalani profesi tersebut," ujarnya.  

Kajian Islam akhir pekan di Mushala ar-Royyan rutin digelar setiap Ahad, selepas shalat Magrib. Untuk Ahad pekan pertama dan ketiga, ceramah di tempat itu diisi oleh Ustaz Najmi Umar Bakkar. Topik kajiannya menyangkut tentang tema-tema pengetahuan Islam secara umum.

Untuk Ahad pekan kedua dan keempat, ceramah di Mushala ar-Royyan diisi oleh Ustaz Armin Akbar. Topik kajiannya lebih difokuskan pada tema-tema pendidikan akhlak. "Siapa pun boleh datang menghadiri kajian akhir pekan di mushala ini. Tidak harus berdomisili di lingkungan Kompleks Hankam Kelapa Dua," kata salah satu jamaah, Abu Malik.

Sebagian peserta kajian Islam akhir pekan Mushala ar-Royan memang berasal dari berbagai kawasan di Ibu Kota. Ada yang datang dari Cijantung Jakarta Timur, Srengseng Sawah Jakarta Selatan, hingga Cengkareng Jakarta Barat.

Sumber: Republika