OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 26 April 2017

HAKIM Bingung Menghadapi JPU (Jaksa Pembela Umum)

HAKIM Bingung Menghadapi JPU (Jaksa Pembela Umum)


SUATU HARI DI NEGERI ANTAH BERANTAH...

Hakim: "Sebelum sidang dimulai, kami ingin mendengar pembelaan dari tim pengacara terdakwa. Silahkan!"

Pengacara: "Terimakasih Yang Mulia. Kami menyatakan terdakwa tidak bersalah, dan memohon terdakwa dibebaskan dari segala tuntutan."

Hakim: "Baik. Terimakasih. Kami juga ingin mendengar tuntutan hukum dari Jaksa Penuntut Umum. Bagaimana, Saudara JPU?"

Jaksa: "Kami menyatakan terdakwa tidak terbukti melanggar hukum, dan menuntut terdakwa dibebaskan dari segala tuduhan, Yang Mulia."

Hakim: "Lho, apa-apaan ini? Kok tuntutan JPU mirip pembelaan Pengacara? Jika terdakwa tidak melanggar hukum, mengapa kalian bawa kasus ini ke pengadilan? Jika tidak ada pelanggaran hukum, mengapa kita adakan persidangan ini? Saudara JPU jangan main-main ya!"

Jaksa (cengengesan): "Anu, Yang Mulia... Keputusan tidak bersalah ini titipan ketua kami, Yang Mulia."

Hakim (lempar palu ke JPU): "Anu, anu, anumu! Kalian pikir sidang ini tempat penitipan sandal, kok keputusan dititip-titip. Siapa ketua yang kalian maksud itu?"

Jaksa (shock setelah kepalanya luput dari sambitan palu): "Si Kumis, Yang Mulia."

Hakim: "Ketua kalian ini ngerti hukum, nggak? Apa tidak tahu tugas seorang jaksa? Jaksa itu menuntut bukan membela. Kalian ini jaksa bukan pengacara. Jika kalian merasa tidak ada pelanggaran hukum ya jangan dinaikkan kasusnya ke Pengadilan. Ketua kalian itu dulu sekolah hukum dimana, kok tugas jaksa yang sederhana begini tidak tahu?"

Jaksa: "Di UNasdem, Yang Mulia. Universitas Panas Adem."

Hakim: "Pantesan! Lalu, maksud kasus ini dibawa ke pengadilan apa, jika kalian menganggap terdakwa tidak bersalah?"

Jaksa: "Kami juga tidak tahu, Yang Mulia."

Hakim (lempar kursi berikut mejanya)...

Sumber: Portal Islam

IPB Buka Jalur Prestasi untuk Penghafal Al-Quran

IPB Buka Jalur Prestasi untuk Penghafal Al-Quran

10Berita-JAKARTA–Institut Pertanian Bogor (IPB) membuka jalur khusus penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2017-2018 untuk para penghafal Al-Quran melalui program Prestasi Internasional dan Nasional (PIN).

“Secara khusus IPB menerima hafiz Al-Quran melalui jalur seleksi PIN,” kata Wakil Rektor IPB, Rabu (26/4/2017) seperti dilansir Antaranews.

Hafizd yang ingin masuk IPB, ia menjelaskan, harus mengikuti prosedur penerimaan mahasiswa baru yang berlaku.

Calon mahasiswa yang hafal 30 juz Alquran akan diapresiasi dengan nilai tambahan setara prestasi olimpiade tingkat internasional.

“Sedangkan untuk yang hafal minimal 15 juz sampai 29 juz akan diapresiasi setara prestasi olimpiade tingkat nasional,” katanya.

Calon mahasiswa yang melamar masuk IPB melalui jalur khusus, termasuk PIN, harus menunjukkan bukti. Penghafal Alquran harus menyerahkan bukti kemampuannya dari lembaga terpercaya dan bersedia diverifikasi hafalannya.

“Ini berlaku untuk semua program studi di IPB,” kata Yonny.

IPB telah membuka jalur PIN sejak tahun 1974 dengan nama Jalur Finalis Lomba Karya Tulis, yang berubah menjadi PIN pada 2000.

Jalur ini memberi kesempatan kepada lulusan SMA yang memiliki prestasi luar biasa dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk di dalamnya hafiz.

Yonny mengatakan lulusan SMA penghafal Alquran bisa memanfaatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi lewat PIN IPB, yang akan dibuka setelah seleksi SBMPTN dilaksanakan.

Ia menjelaskan pula bahwa ada beberapa jalur seleksi untuk masuk IPB, mulai dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), serta seleksi mandiri yang meliputi seleksi bibit unggul daerah, PIN dan ujian talenta masuk IPB (UTMI).

IPB menampung 3.400 mahasiswa baru dan menetapkan kuota untuk masing-masing jalur seleksi.

“Kuota terbesar untuk jalur SNMPTN yakni 50 sampai 60 persen, 30 persen untuk SBMPTN dan sisanya untuk seleksi mandiri,” katanya.

Ia menambahkan bahwa sampai saat ini jumlah pendaftar SNMPTN ke IPB mencapai 16.193 orang.

Sumber: Islampos


Seperti Iwan Bopeng dan Steven, Penyiram Novel Juga Belum Ditemukan

Seperti Iwan Bopeng dan Steven, Penyiram Novel Juga Belum Ditemukan



10Berita– Pengamat Kepolisian, M Nasser menilai adanya kemungkinan intervensi politik dalam kasus penyiraman Novel Baswedan yang sedang ditangani kepolisian. Namun, Nasser mengatakan, hal tersebut masih belum bisa diyakini sepenuhnya.
“Ada intervensi politik yang bisa saja terjadi pada penegakan hukum oleh Polri pada penegakan hukum kasus Novel Baswedan, tetapi saya tidak begitu yakin,” ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (25/4).
Nasser mengatakan, sebaiknya masyarakat mempercayakan kasus tersebut sepenuhnya pada pihak kepolisian. Polri selama ini, kata dia, telah membuktikan berada pada sebuah posisi yang sangat mampu mengungkapkan kasus Novel Baswedan. “Polisi berada di posisi yang canggih dan kredibel, oleh karena itu, mari kita percayakan pada Polri,” katanya.
Mantan komisionel Kompolnas ini menjelaskan, tidak mungkin Polri mengorbankan reputasi hanya karena tidak ingin mencari penyiram air keras Novel, atau karena motif-motif tertentu. “Tidak mungkin polri itu mengorbankan kepentingan besar atau reputasi polri hanya untuk intervensi politik. Saya yakin 100 persen polri bisa menangani,” ujarnya.
Sebelumnya, penyiraman terhapa penyidik KPK, Novel Baswedan terjadi dua minggu lalu, atau tepatnya pada Selasa (11/4). Hingga saat ini, kepolisian masih belum bisa mengungkapkan siapa identitas penyiram dari Novel Baswedan. Sempat diduga pelaku penyiraman adalah mitra polisi yang bekerja sebagai pengintai atau “Mata Elang.” (jk/rol)

Sumber: rol, Eramuslim

Ahok Kalah Banyak Karangan Bunga di Balai Kota, Gerindra: Itu Ucapan Selamat Apa Belasungkawa?

Ahok Kalah Banyak Karangan Bunga di Balai Kota, Gerindra: Itu Ucapan Selamat Apa Belasungkawa?


10Berita-JAKARTA - Sekretaris DPD Gerindra DKI Jakarta, Husni Thamrin mengomentari terkait banyaknya karangan bunga dari bekas pendukung petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di halaman Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Menurut dia, meriahnya karangan bunga yang berjejer di kantor Balai Kota tersebut merupakan upaya menghibur diri sendiri, akibat belum move on dari kenyataan atas tumbangnya Ahok di putaran final Pilgub DKI 19 April lalu.

“Itu (karangan bunga) ucapan selamat apa belasungkawa? Ini ceritanya sudah jelas kalah tapi masih mau ngelawan, seperti orang kejang-kejang syakratul maut. Tapi ya lumayan, barangkali bisa menghibur diri sendiri,” kata Thamrin saat berbincang dengan TeropongSenayan, Jakarta, Selasa (25/4/2017).

Sambil melempar sindiran, Thamrin juga menyebut, para pendukung yang mengirim karangan bunga itu sebagai kelompok yang terjangkit penyakit gagal paham.

“Mungkin dikiranya yang dihitung KPUD DKI itu bukan jumlah suara tetapi jumlah karangan bunga. Efek orang kalah memang sering salah langkah dan tidak akan berefek apa-apa. Mungkin mereka sambil berharap ‘siapa tau dilirik lagi (Parpol) buat maju di Pilgub 2018’ nanti, hehe,” ungkap Thamrin berseloroh.

Politisi senior ini menambahkan, bahwa karangan bunga yang serentak di pajang hari Selasa kemarin tak lepas dari manuver politik Ahok untuk mengelabuhi masyarakat.

“Melalui karangan bunga, Ahok kembali menunjukkan betapa dirinya adalah bukan seorang negarawan yang legowo atas kekalahan. Justru, ini menggambarkan jika Ahok belum dewasa berdemokrasi. Belum tulus menerima kekalahan,” katanya.


Hal itu, dijelaskan Thamrin, merujuk pada statemen yang disampaikan Ahok saat menerima kunjungan gubernur DKI terpilih, Anies Bawedan di Balai Kota beberapa waktu lalu.

“Kelihatan banget dari kalimat-kalimat yang dia sampaikan pada saat kunjungan Anies. Terutama saat menyinggung pembatasan Anggota DPRD,” ungkapnya.

Di akun twitternya, Ahok juga mengunggah foto-foto karangan bunga dan mengucapkan terimakasih atas kiriman karangan bunga.

Netizen juga turut berkomentar atas karangan bunga di Balai Kota.

"Cara kubu Ahok kelabui publik. Pesan banyak karangan bunga di satu toko bunga, lalu request kata² yg seolah² dari warga. Sila tertawa !!" kicau akun @yusejahtera.

"Yang mau kasih karangan bunga untuk Ahok-Djarot sila order di Lucky Florist. Hebat ya Balaikota dipenuhi karangan dari toko bunga yg sama," lanjut @yusejahtera yang mengunggah foto-foto karangan bunga.

Sumber: Portal Islam

TERBONGKAR! PULUHAN Karangan Bunga Untuk Ahok-Djarot TERNYATA Dipesan di Toko Bunga yang SAMA!

TERBONGKAR! PULUHAN Karangan Bunga Untuk Ahok-Djarot TERNYATA Dipesan di Toko Bunga yang SAMA!


10Berita- Pagi ini Rabu 26 April 2017, lini massa twitter kembali dihebohkan dengan unggahan kader PDI P Eva Sundari.

Melalui akun twitterya @evndari, Eva memposting puluhan karangan bunga berjejer di depan Balaikota Jakarta.

"Selamat pagi....berikan cinta, katakan dengan bunga. Ini situasi balaikota," tulisnya, Rabu 26 April 2017.

Selamat pagi...berikan cinta, katakan dengan bunga. Ini situasi balaikota pic.twitter.com/QPwgKFyx2g

— Eva K Sundari (@evndari) April 26, 2017


Karangan bunga itu berisi ucapan terima kasih atas kinerja Ahok-Djarot serta nama kelompok yang mengirimkannya.

Namun, ada satu keanehan yang terjadi. Sebuah instgram toko bunga dengan akun @Lucky_florist memposting foto-foto karangan bunga tersebut dan menyebut bahwa mereka banjir pesanan untuk karangan bunga bagi Ahok-Djarot.

Cara kubu Ahok kelabui publik. Pesan banyak karangan bunga di satu toko bunga, lalu request kata² yg seolah² dari warga. Sila tertawa !!pic.twitter.com/WswT2O9kfA

— yusejahtera (@yusejahtera) April 25, 2017


Setelah ditelusuri, ternyata toko tersebut kerap menerima order untuk kader PDI P.

Yg lucu lagi, toko ini jg sering terima order karangan bunga untuk anggota PDIP. Jelas sudah siapa otak dibalik drama karangan bunga ini.pic.twitter.com/q02TOuT7B8

— yusejahtera (@yusejahtera) April 25, 2017


Hal ini langsung menjadi bulan-bulanan netizen.

Setelah nemo skrng bunga..
Biarkan alay2 pedeipeh berkreasi menghibur dirinya sendiri.@wartapolitik @RestySeterahhttps://t.co/MPvDN3GM5m

— Suara_Fals_Indonesia (@FalsSuara) April 26, 2017

@yusejahtera Bwhahahhahaha namanya juga ahoker otaknya koplak, jangan mau di bohongin pakenkiriman bunga 😂😂https://t.co/OHQcMz2aAh

— GOLF BAG (@golf_bag212) April 25, 2017

@NanangS66 Cek akun IG tokonya sebelum diprivate.pic.twitter.com/caYhEJKhon

— yusejahtera (@yusejahtera) April 25, 2017

@yusejahtera @SiBonekaKayu Kami Turut Berduka cita atas Tumbangnya Ahok Oleh Warga DKI di 5 wilayah..

— Kapita Kabaressy (@Cikamomo_) April 25, 2017

Wkwkwkwkwkk.. #Ngakak guling2,.. Drama terus,, kek telenovela india https://t.co/I1AXrWdkCJ

— Negri di_UjungTanduk (@adefirman_syah) April 26, 2017

Pesan sendiri, rangkai kata² sendiri, bahagia sendiri.#NgakakBerjamaah https://t.co/nBkNxs2d20

— yusejahtera (@yusejahtera) April 26, 2017


Sumber: Portal Islam

Rachma: Kemenangan Anies-Sandi Bukti Nurani Rakyat Tak Bisa Dibohongi

Rachma: Kemenangan Anies-Sandi Bukti Nurani Rakyat Tak Bisa Dibohongi

Hasil gambar untuk rachmawati

10Berita– Kemenangan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno melawan petahana di Pilgub DKI 2017 cukup mengagetkan sejumlah kalangan. Salah satu yang takjub atas capaian itu adalah Rachmawati Soekarnoputri, putri salah satu pendiri bangsa, Bung Karno.
Mbak Rachma, begitu ia disapa, kaget lantaran kemenangan itu diraih di saat petahana telah membuat persiapan yang sangat matang, bahkan hingga membuat opini publik bahwa mereka telah berjasa dalam pembangunan DKI Jakarta.
“Saya sebetulnya cukup surprise ya. Kan dari pihak Ahok itu membuat persiapan yang luar biasa, membuat opini dan segala macem untuk supaya meraih kemanangan,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL di Park Lane Hotel, Jakarta, sesaat lalu, Selasa (25/4).
Pendiri Yayasan Pendidikan Bung Karno ini berkesimpulan bahwa kemenangan Anies-Sandi di Pilgub DKI merupakan bukti bahwa rakyat sudah pintar dan tidak mudah untuk dibohongi.
“Ini bukti bahwa suara rakyat itu tidak dapat dibohongi, rakyat sudah cerdas, dan hati nurani nggak bisa dibohongi,” pungkasnya.
Pasangan Anies-Sandi unggul dalam sejumlah hasil hitung cepat yang dirilis lembaga survei. Pasangan ini bahkan unggul dalam real count KPU, Anies-Sandi mendapatkan 57,95 persen sementara Ahok-Djarot hanya 42,05 persen.
Namun begitu, pengumumam resmi dari KPU DKI baru akan dirilis pada 4 Mei mendatang. (kl/rmol)
Sumber: Eramuslim

Jonru : Melepas Kepergianmu, Ustadz Fadlyl Usman Baharun

Jonru : Melepas Kepergianmu, Ustadz Fadlyl Usman Baharun

10Berita – Tak akan kulupakan kenangan itu, saat engkau mengajakku foto bareng berkali-kali, karena kau ingin hasil foto yang benar-benar sempurna. Saat engkau bercerita tentang penyakitmu dengan nada bicara yang wajar dan biasa saja, tak ada kesan mengeluh sama sekali. Saat engkau bercerita tentang ucapan orang-orang yang bertemu denganmu, “Lho, kok antum masih hidup?”

Ya, secara medis, engkau sudah divonis meninggal dunia sejak belasan tahun lalu. Sebab paru-paru kirimu sudah tidak berfungsi, dan paru-paru kananmu hanya tinggal 30 persen saja yang masih berfungsi. Secara medis, rasanya tidak mungkin jika engkau masih bisa bertahan hidup dalam keadaan seperti itu.

Namun ternyata, Keajaiban Allah terjadi pada dirimu. Selama belasan tahun, engkau tetap bisa bertahan hidup dalam keadaan seperti itu, bahkan sanggup mengelola Pesantren Rumah Quran yang memiliki beberapa cabang di sejumlah kota. Bahkan aktif menjabat sebagai pembina gerakan One Day One Juz yang sangat terkenal itu.

Mungkin kuatnya ibadah, atau semangat dakwahmu untuk mendidik para penghafal Al Quran, yang membuat Allah memutuskan untuk memberimu umur yang lebih panjang. Bahkan, DIA meringankan rasa sakitmu, menguatkan mentalmu, memelihara bahkan terus meningkatkan semangatmu untuk berdakwah dan beribadah.

Engkau sempat bercerita padaku, bahwa perjuanganmu dalam mendirikan Rumah Quran dimulai pada 28 November 2008 lalu. Awalnya engkau menyewa sebuah rumah sederhana di lorong gang sempit di daerah Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dengan jumlah awal 4 santri takhosus. Kemudian bertambah menjadi 15 santri takhosus dan beberapa mahasiswi LIPIA Jakarta.

Setelah berjalan hampir 2 tahun, Rumah Quran mewisuda 14 santri yang sudah selesai setoran 30 juz. Waktu itu, wisudanya di masjid Agung At-Tin TMII dengan disaksikan oleh 5000 an jamaah.

Setelah wisuda perdana itu, banyak permintaan dari kampus-kampus sekitar JABODETABEK untuk dibukakan Rumah Quran, termasuk dari mahasiswi IPB. Dan setelah Rumah Quran Mahasiswi IPB dimulai pada awal tahun 2011 hingga sekarang, banyak sekali mahasiswi yang berminat untuk bergabung belajar di sana.

Namun, saat ini kondisi gedung Rumah Quran di Bogor sudah tak mampu lagi menampung jumlah santri mahasiswi di sana. Para santri terpaksa berdesak-desakan dalam satu kamar yang sangat sederhana.

Untuk mengatasi kendala tersebut, engkau berkeinginan untuk membangun gedung Rumah Quran yang baru, di atas sebidang tanah, masih di dekat kampus IPB.

Kebetulan, di daerah tersebut ada sebidang tanah kosong yang sedang dijual. Engkau ingin sekali membelinya, agar bisa membangun gedung pesantren milik sendiri di atasnya. Namun, ketiadaan dana menjadi kendala utama.

* * *


Jonru Bersama Ustadz Fadlyl

Dan sore tanggal 25 April 2017 kemarin, seorang teman mengabarkan bahwa engkau telah berpulang.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Hanya itu yang bisa kuucapkan. Aku kehabisan kata-kata.

Aku mencoba mengingat-ingat. Aku baru mengenalmu sejak Desember 2016 lalu. Dan kita pun hanya bertemu tiga kali.

Namun, hanya dengan pertemuan yang teramat singkat tersebut, aku telah belajar banyak hal dari dirimu. Aku belajar tentang ketabahan hidup, tentang semangat dakwah, tentang rasa cinta kepada para penghafal Quran, bahkan tentang sejumlah ilmu fiqih dalam mengelola lembaga sosial seperti yang sekarang kujalani.

Aku ingin membantu mewujudkan impianmu untuk membangun gedung sendiri bagi Pesantren Rumah Quran. Lewat penggalangan dana yang saat ini sedang berlangsung, semoga impian tersebut bisa segera terwujud.

Selamat jalan Pak Ustadz Fadlyl Usman Baharun. Semoga kelak kita bisa bertemu lagi di surgaNya. Aamiin…

NB: Bagi teman-teman yang ingin membantu mewujudkan impian almarhum Ustadz Fadlyl untuk membangun gedung yang layak bagi para santri Rumah Quran, dipersilahkan bisa berdonasi di https://kitabisa.com/rumahquranbogor

Jakarta, 26 April 2017
Jonru Ginting

Sumber: islamedia

Innalillahi, Penasehat ODOJ Ustadz Fadlyl Usman Baharun,Lc Al Hafidz Meninggal Dunia

Innalillahi, Penasehat ODOJ Ustadz Fadlyl Usman Baharun,Lc Al Hafidz Meninggal Dunia


10Berita – Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roojiun, Dewan Penasihat komunitas One Day One Juz (ODOJ) Ustadz Fadlyl Usman Baharun,Lc Al Hafidz, telah berpulang ke Rakhmatullah.

Ustadz Fadlyl menghembuskan nafas terakhirnya pada hari selasa(25/4/2017) pukul 17:30 WIB di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta Timur.

Telah berpulang ke rahmatulloh Ustadz H.Fadlyl Usman ( Dewan Penasehat Odoj ), tadi sore jam 17.30 wib di rumah sakit Persahabatan Jak-Tim. Semoga semua amal sholeh ustadz di terima Allah SWT, Semua dosanya Allah Ampuni dan Keluarga yang di tinggalkan mendapatkan kesabaran & ketabahan dan meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah Aamiin Allahuma Aamiin ” demikian pesan yang diterima Islamedia.

Ustadz Fadlyl dikenal sebagai pribadi yang sangat luar biasa semangatnya dalam mendakwahkan Al-Qur’an. Bahkan dalam kondisi sakit, Ustadz Fadlyl tetap mengisi kajian.

Selain sebagai pembina komunitas ODOJ, Ustadz Fadlyl juga mendirikan Rumah Quran yang telah berhasil melahirkan para penghafal Al-Qur’an.

Sumber: islamedia


HAKIM AGUNG MENGUNDURKAN DIRI

HAKIM AGUNG MENGUNDURKAN DIRI


Suatu ketika seorang ulama yang Masyhur, yaitu al-Imam al-Qadhy Syekh Yusuf Bin Ismail An-Nabhani yang menjabat sebagai Qadhy (Hakim) di Lebanon masa itu dihadapkan pada suatu kasus pembunuhan.

Saat persidangan berlangsung, didatangkan pemuda yang menjadi tersangka pembunuhan.

Terjadi dialog antara Syekh Yusuf An-Nabhani selaku Qadhy dengan Pemuda tersebut.

Syekh Yusuf pun bertanya:
"Apa betul kamu telah melakukan suatu pembunuhan?"

Sang pemuda menjawab:
"Iya, betul...Saya telah membunuh seseorang wahai Syekh."

Lalu Syekh Yusuf  bertanya lagi:
"Kalau boleh kau jelaskan apa motif dari pembunuhanmu wahai anak muda?"

Dijawab oleh Sang pemuda:
"Orang itu...telah menghina Rasulullah SAW terang-terangan....Saya tidak sanggup lagi menahan amarahku terhadap orang-orang yang mencaci Rasulullah SAW dihadapanku...Lantas aku membunuhnya."

Syekh Yusuf diam sejenak..Lalu bertanya lagi:
"Tangan yang mana Kau gunakan untuk membunuh orang itu...Kanan atau Kiri?"

Dijawab olehnya:
"Tangan kananku ini wahai Syekh.."

Lalu tiba-tiba Syekh Yusuf An-Nabhani turun dari singgasana Hakim menuju ke arah pemuda tadi. Meraih tangan kanannya lalu menciumnya berkali-kali seraya berkata:

"Tangan Ini kelak yang akan membawamu ke sorga....
Wahai hadirin sekalian...
Saksikanlah, mulai hari ini saya mengundurkan diri dari jabatanku selaku Qadhy di sini, Karena saya tidak akan pernah sanggup menghukum seseorang yang telah membunuh yang disebabkan membela kehormatan Rasulullah SAW...!!"

Demikian cinta dan hormatnya Syekh Yusuf An-Nabhani kepada Rasulullah SAW dan agamanya...

Berbeda dengan ulama-ulama suu' yang menjilat penguasa, membela penista agama.

Sumber: Portal Islam

Penguasa Semakin Gamblang Berpihak Pada Ahok

Penguasa Semakin Gamblang Berpihak Pada Ahok

10Berita - Pemerintah secara telanjang mempertontonkan keberpihakannya kepada terdakwa penistaan agama, Basuki Purnama alias Ahok.

Tuntutan ringan, 1 tahun penjara dengan 2 tahun masa percobaan, yang dijatuhkan jaksa penuntut umum (JPU) merupakan indikasi bahwa penguasa sedang melindungi Ahok.

Tokoh politik nasional, Rachmawati Soekarnoputri, menilai tuntutan ringan itu sebagai sandiwara pengadilan yang dipertontonkan terang-terangan. Padahal, kasus penistaan agama itu memiliki yurisprudensi yang cukup banyak. Sebut saja sosok Arswendo dan Lia Eden yang dihukum sesuai tindak pidana yang dilakukannya.

"Kalau dibandingkan dengan Ahok, jelas tampak sekali (pembelaan penguasanya)," ujar wanita yang akrab disapa Mbak Rachma itu kepada Kantor Berita Politik RMOL, di Park Lane Hotel, Jakarta, sesaat lalu (Selasa, 25/4).

‎Dia tegaskan, pembelaan kepada Ahok oleh penguasa sudah dimulai sejak proses penetapan tersangka yang begitu lama hingga sidang yang berbelit-belit sampai mengundang emosi rakyat.

"Termasuk sudah makan korban. Termasuk saya yang disangkakan makar. Padahal ini sebetulnya penggiringan opini, karena kita bicara keadilan tapi seolah dianggap kita melawan negara," sambung Pendiri Yayasan Pendidikan Bung Karno ini.

Pembelaan penguasa kepada Ahok berlanjut dalam persidangan. ‎Penundaan sidang pembacaan tuntutan Ahok yang diminta JPU adalah salah satu indikasinya. Penundaan pembacaan tuntutan yang dilakukan jelang pemungutan suara itu didasari alasan yang tidak masuk akal, yaitu berkas tuntutan belum selesai diketik.

"Kemarin saya kaget, kok yudikatif bisa diintervensi gitu ya. Itu sangat menyakiti perasaan orang yang cari keadilan," sambung Mbak Rachma.

Kini, sandiwara pengadilan kembali dipertontonkan. Tuntutan atas Ahok tidak sesuai rasa keadilan rakyat.

"Cara-cara begitu semakin menampakkan bahwa ada hidden agenda (penguasa) yang sebetulnya tidak sejalan dengan kehendak rakyat," pungkasnya.‎ [rmol]

Sumber: rmol