OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 28 April 2017

CAIR: Sejak Trump Menjabat Kasus Islamophobia Meningkat 1.000 Persen

CAIR: Sejak Trump Menjabat Kasus Islamophobia Meningkat 1.000 Persen

10Berita – Jumlah insiden dugaan Islamophobia yang melibatkan pejabat Bea Cukai dan Perbatasan (Customs and Borders Protection; CBP) Amerika Serikat dilaporkan meningkat sekitar 1.000 persen sejak Donald Trump menjabat, tulis CAIR dalam laporannya.

Dewan Hubungan Amerika-Islam (The Council on American-Islamic Relations; CAIR) mengatakan data awal dikumpulkan dari cabang-cabangnya di seluruh negeri. Mereka menemukan bahwa kasus pejabat melakukan profiling Muslim menyumbang 23 persen dari jumlah kasus Islamophobia di AS dalam tiga bulan pertama tahun 2017.

Dari 193 kasus CBP yang tercatat dari Januari-Maret 2017, 181 dilaporkan setelah penandatanganan Protecting the Nation dari masuknya teroris asing ke dalam Perintah Eksekutif Amerika Serikat pada 27 Januari, yang juga dikenal sebagai larangan perjalanan Muslim oleh Trump. Dalam tiga bulan pertama tahun 2016 juga terjadi 17 kasus.

“Ini adalah insiden yang dilaporkan kepada kami dan yang kami periksa. Kami melihat ini dengan sangat hati-hati. Sekitar 50 persen (laporan), kita tolak,” ujar Corey Saylor, direktur kelompok CAIR.

Saylor mengatakan tuduhan Islamophobia oleh pejabat perbatasan bukanlah hal baru. Namun dirinya yakin bahwa 2 perintah eksekutif Trump yang dirancang untuk tindakan keras terhadap migran yang tidak berdokumen serta menolak masuk warga dari enam negara berpenduduk mayoritas Muslim menjadi sebab lonjakan tersebut.

“Kami tahu dan menghargai pekerjaan sulit yang dihadapi oleh pejabat perbatasan, namun mereka melakukannya tanpa melanggar konstitusi AS,” ujar Saylor seraya menambahkan banyaknya pertanyaan invansif dan kurang masuk akal kepada wisatawan Muslim oleh petugas bea cukai.

“Lihatlah wanita Muslim itu sebagai faktor penentu, dengan cara dia memakai jilbabnya. Jika jilbabnya warna solid maka itu menunjukkan religiusitas. Jika jilbabnya berpola dengan beberapa warna, kemungkinan dia kurang religious,” kutip Saylor menirukan kesaksian seorang petugas CBP.

Sumber: Kiblat, Eramuslim

Para Nabi yang Diutus Di Irak

Para Nabi yang Diutus Di Irak

10Berita- JAKARTA -- Rukun Iman terdiri atas enam hal. Satu di antaranya adalah percaya atau beriman kepada nabi dan rasul-rasul Allah. Barangsiapa yang ingkar (kafir) kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, sesungguhnya orang itu telah tersesat sejauh-jauhnya. (QS Annisa [4]: 136).

Berapakah jumlah nabi dan rasul-rasul Allah tersebut? Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban didalam shahih-nya yang bersumber dari Abu Dzar al-Ghifary berkata, Aku bertanya kepada Rasulullah SAW, ‘Berapakah jumlah para nabi?’ Rasul menjawab: ‘Jumlahnya ada 124 ribu orang.’ Lalu aku bertanya lagi: ‘Berapakah jumlah rasul-rasul Allah?’ Nabi SAW menjawab, ‘Jumlahnya ada 313 orang’.

Keterangan yang sama juga terdapat dalam kitab Nur az-Zhalam karya Syekh Nawawi bin Umar al-Jawi al-Bantani, dan ‘Aqidah al-Awwam karya Syekh Ahmad Marzuqy. Namun, dari sekian banyak nabi dan rasul tersebut, sebanyak 25 orang yang secara jelas disebutkan dalam Alquran, dan itulah yang ‘wajib’ diimani oleh umat Islam.

Lalu, nama-nama lain yang disebutkan dalam Alquran dan terbukti banyak berbuat kebajikan, seperti Luqman al-Hakim, Uzair, Dzulqarnayn, apakah mereka juga merupakan nabi dan rasul? Tak ada keterangan detail soal ini.

Antara nabi dan rasul adalah dua hal yang berbeda. Pendapat umum menyebutkan, kedua nama tersebut (nabi dan rasul), berbeda makna. Rasul lebih bersifat umum dibandingkan nabi. Rasul adalah orang yang diberi wahyu oleh Allah dengan suatu syariat dan diperintahkan untuk menyampaikannya kepada kaumnya (umatnya).

Sedangkan nabi, adalah orang yang diwahyukan kepadanya suatu syariat, tetapi tidak diperintahkan untuk menyampaikannya. Berdasarkan definisi ini, setiap rasul adalah seorang nabi, dan sebaliknya, seorang nabi belum tentu diutus menjadi rasul.

Syekh Umar al-Asyqar dalam kitabnya ar-Rusul wa ar-Risalah, sebagaimana dikutip oleh Sami al-Maghluts, menyatakan, rasul adalah orang yang diberikan wahyu dan suatu syariat yang baru, sedangkan nabi adalah orang yang diutus untuk menetapkan syariat sebelumnya. Pendapat serupa juga terdapat dalam Tafsir al-Alusi.

Namun, dari 25 nabi dan rasul yang disebutkan dalam Alquran itu, terdapat sejumlah nabi yang diutus di wilayah Jazirah Arabia, Mesir, Syam dan Palestina, serta Irak.

Nabi dan rasul yang diutus di wilayah Makkah (Jazirah Arabia) adalah Nabi Adam, Hud, Saleh, Ismail, Syuaib, dan Nabi Muhammad SAW. Sedangkan nabi yang diutus di wilayah Mesir adalah Nabi Yusuf, Musa, dan Harun AS.

Selain itu, ada pula nabi dan rasul yang diutus di wilayah Syam (Suriah) dan Palestina. Dari 25 nabi dan rasul Allah, di kedua wilayah inilah para nabi yang paling banyak diutus Allah. Mereka adalah Luth, Ishak, Ya’kub, Ayub, Zulkifli, Daud, Sulaiman, Ilyas, Ilyasa, Zakaria, Yahya, dan Isa AS. Sedangkan nabi yang diutus di wilayah Irak ada empat orang, yakni Idris, Nuh, Ibrahim, dan Yunus AS.

Sami bin Abdullah al-Maghluts dalam kitabnya Athlas Tarikh al-Anbiya wa ar-rusul, menyebutkan, semua nabi dan rasul yang diperintahkan oleh Allah SWT bertugas untuk menyeru umat manusia agar senantiasa beriman kepada Allah dan berbuat kebajikan, serta menjauhi segala keburukan. 

Para nabi dan rasul Allah tersebut diutus dengan membawa bukti-bukti yang nyata. Sesungguhnya Kami tekah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. (QS Alhadid [57]: 25). 

Sumber: Republika

Bela Kehormatan Islam, Jusuf Kalla Terus Diserang Pendukung Ahok

Bela Kehormatan Islam, Jusuf Kalla Terus Diserang Pendukung Ahok


10Berita-Beberapa waktu belakangan, Wakil Presiden Jusuf Kalla mendapat serangan bertubi-tubi dari beberapa pendukung Ahok yang kebetulan beragama nasrani, meski ada juga yang mengaku muslim.

Mereka 'gerah' dengan keteguhan Daeng Ucu, nama panggilan akrab Wapres Jusuf Kalla dalam membela Islam dan membela kepentingan pengusaha Indonesia.

Serangan kepada Wapres Jusuf Kalla sebenarnya sudah lama diinisiasi oleh lawan-lawan politiknya.

Namun serangan tersebut kini kembali merebak pasca Wapres JK menerima dengan terbuka kunjungan Dr. Zakir Naik dan terlihat berpihak pada umat pada kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Serangan ini memiliki tujuan yang jelas. Mengadudomba Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Para pendukung Ahok memberi framing Jusuf Kalla adalah musuh dalam selimut bagi Jokowi.

Diinisiasi oleh Ernest Prakasa, kini semakin banyak pendukung Ahok yang menyerang Wapres JK. Tengok saja twit dan status fb berikut.

Sumber: Portal Islam

Kawal Putusan Hakim dalam Kasus Ahok, Pasukan Seragam Putih Gelar Aksi di PN Jakarta Utara

Kawal Putusan Hakim dalam Kasus Ahok, Pasukan Seragam Putih Gelar Aksi di PN Jakarta Utara


10Berita-JAKARTA Laskar Pembela Islam (LPI) melakukan aksi turun ke jalan terkait kasus penistaan agama atas nama terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias. LPI menggelar aksi long march dari Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, menuju Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Jum’at (28/4) siang ini.

Aksi diawali dengan shalat Jumat di Masjid Istiqlal. Setelah itu, massa berjalan kaki ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Pantauan Salam-Online, Jumat (28/4/2017) siang, pasukan berseragam putih meramaikan jalanan ibu kota dengan membawa atribut bendera putih bertuliskan Kalimat Tauhid:Laa Ilaaha Illallah.


Dalam aksi ini, massa menyuarakan tuntutan agar hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara tetap menjaga independensinya dalam kasus Ahok. Hal ini ditegaskan, mengingat tuntutan jaksa yang sangat ringan terhadap Ahok. Dengan tuntutan 1 tahun dan masa percobaan dua tahun, itu sama saja Ahok tak dihukum penjara atas dakwaan penodaan agama terhadapnya.

“Kami akan terus menjaga independensi hakim, dan terus mengawal putusan hakim terhadap Ahok,” seru salah seorang orator di atas mobil komando.

“Ini bukan soal pilkada! Ini bukan soal pilkada! Ini soal penegakan hokum!” teriaknya lagi.

Perlu diketahui, kasus Ahok sendiri saat ini sudah memasuki tahap-tahap akhir. Pada 9 Mei mendatang, hakim PN Jakarta Utara akan membacakan vonis terhadap terdakwa Ahok.

Sebelumnya dalam tuntutan jaksa, Ahok dijerat dengan pasal 156 KUHP tentang pernyataan yang mengandung permusuhan dan penghinaan. Ia dituntut sangat ringan: hukuman satu tahun dengan masa percobaan dua tahun, yang berarti Ahok tak perlu masuk penjara jika selama dua tahun tak melakukan tindak pidana.


Tuntutan yang sangat ringan itulah yang membuat berbagai kalangan Islam melayangkan protes! Dalam tuntutannya, jaksa tidak menjerat Ahok dengan pasal penodaan Agama seperti yang didakwakan saat awal sidang. (EZ)

Sumber: Salam-Online

Hebron, Tempat Dakwah Tiga Nabi

Hebron, Tempat Dakwah Tiga Nabi

10Berita-JAKARTA -- Pada era Isa al-Masih, di pemakaman ini dibangun sebuah tembok yang mengelilinginya dan kawasan ini dinamakan dengan Kampung Rumah Ibrahim al-Khalil.

Hebron adalah nama lain dari al-Khalil, yaitu nama yang disematkan pada Nabi Ibrahim AS. Hebron terkadang disebut pula dengan nama Hebrew. Kota ini terletak di Tepi Barat, Palestina. Ia merupakan salah satu kota terbesar di Tepi Barat, atau sekitar 30 kilometer di selatan Yerusalem.

Hebron merupakan salah satu pusat perdagangan di Tepi Barat. Di wilayah ini banyak diperdagangkan berbagai kebutuhan sehar-hari, seperti anggur, buah ara, kapur, tembikar, dan susu. Pabrik susu terkenal di wilayah ini adalah al-Junaidi.

Kota Hebron termasuk kota yang ramai di kunjungi. Sebab, di kota ini terdapat makam Nabi Ibrahim AS dan istrinya, Siti Sarah. Kota ini merupakan salah satu kota suci agama Yahudi, karena Nabi Ishak dan Ya’kub dimakamkan di sini. Juga istri Nabi Ishak yang bernama Ribka, dan istri Nabi Ya’kub, Leah.

Mereka dimakamkam di sebuah gua yang disebut dengan Gua Para Leluhur (Machpelah, Makfilah). Karena itulah, kaum Yahudi menganggap suci kota ini. Di atas gua, dibangun sebuah tempat yang menyerupai masjid dan disebut dengan nama Masjid Ibrahim.

Di dalamnya terdapat makam Ibrahim, Ishak, dan Ya’kub. Setiap makam memiliki bentuk yang berbeda antara makam laki-laki dan makam perempuan. Makam laki-laki berbentuk segi delapan (octagonal) dan persegi enam adalah makam perempuan, seperti makamnya Sarah dan Leah.

Pada era Isa al-Masih, di pemakaman ini dibangun sebuah tembok yang mengelilinginya dan kawasan ini dinamakan dengan Kampung Rumah Ibrahim al-Khalil. Tak salah bila Kota Hebron ini disebut dengan Kota Tiga Nabi, yakni Nabi Ibrahim, Ishak, dan Ya’kub.

Sumber: Republika

Kapolri Hobi Tuduh Orang Makar Tanpa Bukti, Romo Syafi'i: Ganti Kapolri! Kalau Tidak, Jokowi yang Harus Diganti

Kapolri Hobi Tuduh Orang Makar Tanpa Bukti, Romo Syafi'i: Ganti Kapolri! Kalau Tidak, Jokowi yang Harus Diganti


10Berita-Maraknya aksi penangkapan kasus makar dalam aksi-aksi Bela Islam belakangan ini menjadi perhatian serius bagi para politikus. Salah satunya yang menyoroti penangkapan ini adalah politikus Gerindra, Muhammad Syafii.

Menurut pria yang akrab disapa Romo ini, penangkapan-penangkapan yang kerap terjadi merupakan bentuk ketidakdewasaan aparat penegak hukum.

“Dia (Kapolri) belum cukup dewasa menjadi Kapolri dengan menuduh orang makar tapi tidak ada bukti. Dilepas kemudian ditangkap lagi dan menuduh orang makar lagi, kemudian ditahan dan diperpanjang,” kata Romo di kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis, 24 April 2017.

Pernyataan tersebut sekaligus mengkritik sikap aparat yang memperpanjang masa penahanan sekjen FUI, Muhammad Al Khaththath yang dinilainya masih minim bukti jika disebut pemufakatan makar.

Oleh sebab itu, Romo menegaskan harus ada pergantian pimpinan di tubuh aparat berbaju cokelat itu.

“Kapolri ini memang harus diganti, kalau Kapolrinya tidak diganti maka Jokowinya yang harus diganti dan meminta DPR dan MPR mendesak sidang istimewa. Mencabut mandat dari Jokowi itu konstitusional, bukan makar,” tegasnya.

Sebelum Al Khaththath cs, aparat penegak hukum juga telah melakukan penangkapan terhadap sembilan tokoh serta aktivis dengan tuduhan makar sehari jelang aksi 212 periode Desember lalu.

Namun demikian, aparat kepolisian memilih untuk melepaskan para terduga makar tersebut. Terakhir dilepaskannya aktivis senior Sri Bintang Pamungkas yang dinyatakan bebas pada 15 Maret 2017 lalu setelah sebelumnya ditahan selama 75 hari.

Sumber: Portal Islam

MENOHOK! Sudjiwo Tedjo: Antara Radikalisme dan Framing Media

MENOHOK! Sudjiwo Tedjo: Antara Radikalisme dan Framing Media


10Berita-Usai kemenangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta rupanya para pendukung petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat masih tidak terima kalau jagoannya kalah. Hal ini terbukti dengan adanya isu radikalisme yang mereka tiupkan usai kekalahan Ahok.

Banyak orang menanggapi isu tersebut, termasuk budayawan Sudjiwo Tedjo.

Melalui akun twitternya @sudjiwotedjo ia mengomentari isu radikalisme dengan cara elegan yang dibungkus kalimat nyeleneh.

Berawal dengan mengisahkan Korea Utara dan Iran tanpa adanya framing jahat media-media Barat. Ia mengungkapkan bahwa sebetulnya Korea Utara dan Iran tidaklah "sejahat" yang diberitakan pers negara Barat.

Kemudian dengan 'cantik' Sudjiwo Tedjo mengaplikasikan soal framing media tersebut ke dalam konflik yang terjadi di dalam negri.

Sudjiwo lalu serius membahas tentang media dan betapa framing jahat mereka dapat membentuk opini di masyarakat.

Rangkaian twit Sudjiwo Tedjo ini meski terlihat halus, namun jelas menghantam keras para liberalis yang setiap hari berkicau soal radikalisme namun melupakan unsur framing media.

Sumber: Portal Islam


FPKS Jakarta : Mari Bergandengan Tangan, Wujudkan Good Governance di DKI Jakarta

FPKS Jakarta : Mari Bergandengan Tangan, Wujudkan Good Governance di DKI Jakarta

10Berita – Mendekati pengumuman resmi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 putaran kedua, yang rencananya akan disampaikan pada 4 Mei 2017, Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi menyerukan kepada seluruh warga Jakarta, khususnya legislatif dan eksekutif untuk bergandengan tangan, membangun kebersamaan, mewujudkan Good Governance di DKI Jakarta.

Hal ini disampaikan Suhaimi, setelah dalam pelaksanaan pemerintahan sebelumnya dengan legislatif kurang harmonis. Ditambah lagi dengan pengaruh Pilkada DKI Jakarta yang baru saja berlangsung, semakin mengerucut dan memunculkan ketegangan-ketegangan di seluruh lapisan masyarakat.

Untuk itu, Fraksi PKS mengajak, untuk merajut kembali keharmonisan dalam satu atap ini, antara legislatif dan eksekutif, juga tentunya yudikatif di DKI Jakarta,” tutur Suhaimi, disela-sela rangkaian Milad PKS ke 19, di Hotel Grand Sahid, Sudirman, Jakarta, Jum’at (28/4/2017).

Keharmonisan ini, lanjut Suhaimi, harus ditunjukkan saat dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, dalam mensupport program-program janji kerjanya, dan sudah barang tentu harus menghadirkan Good Governance di DKI Jakarta.

Kita tidak tutup mata, atas keberhasilan Pemprov DKI sebelumnya, yang baik akan ditingkatkan, yang buruk akan diperbaiki, insya Allah,” sambung pria yang juga menjadi Ketua Dewan Syariah Wilayah PKS DKI Jakarta ini.

Untuk itu, Fraksi PKS sangat mengapresiasi kinerja baik yang ditunjukkan pemerintahan sebelumnya, dan mengajak kembali meningkatkan kebaikan-kebaikan pemerintah yang lalu bersama-sama dengan saling bergandengan tangan. “Mari kita wujudkan bersama, Jakarta Baru, Jakarta untuk semua, dengan menghilangkan rasa kebencian antar sesama warga Jakarta dan birokrat pemerintahannya,” demikian Suhaimi.

Sumber : islamedia


Katanya Miliki Teknologi Canggih, Kapal Intelijen Karam Tabrakan Dengan Kapal Pengangkut Ternak

Katanya Miliki Teknologi Canggih, Kapal Intelijen Karam Tabrakan Dengan Kapal Pengangkut Ternak

10Berita– Kapal intelijen Angkatan Laut Rusia dilaporkan tenggelam di perairan Laut Hitam Turki pada hari Kamis (27/04), setelah bertabrakan dengan sebuah kapal pengangkut ternak, seperti dilansir dari pejabat Turki.

“78 awak kapal yang diselamatkan dari kapal Rusia Liman berada dalam keadaan sehat setelah tabarakan kapal Youzarsif H yang berbendera Togo,” ujar Menteri Transportasi Turki Ahmed Arslan.

Insiden tabrakan terjadi 29 kilometer dari desa Kilyos di pantai Laut Hitam di utara Istanbul dikarenakan terjadi ketika kabut tebal yang mengakibatkan jarak pandang pendek.

“Pihak berwenang Turki mengirim sebuah kapal tunda dan tiga kapal penyelamatan cepat,” kata otoritas keselamatan pesisir.

Penasehat Perdana Menteri Turki Binali Yildirim menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut.

“Kami belum tahu kerugian kami, tapi syukurlah tidak ada korban jiwa – baik dari pihak kita maupun dari kapal lain,” katanya, menambahkan bahwa kapal induk tersebut sedang menuju pelabuhan Aqaba dari Laut Merah Yordania.

Sumber: Kiblat

Tak Tuntut Terdakwa dengan Pasal Penghinaan Agama, MUI: Pendapat Siapa yang Dipakai JPU?

Tak Tuntut Terdakwa dengan Pasal Penghinaan Agama, MUI: Pendapat Siapa yang Dipakai JPU?


10Berita-JAKARTA–Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin, merasa heran dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam persidangan kemarin, JPU tidak menuntut terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dengan pasal penghinaan agama.

Sebab, terangnya, tiga lembaga kredibel seperti MUI, Nahdlatul Ulama (NU), dan Muhammadiyah sudah menegaskan bahwa Ahok menghina agama.

“Pendapat mana yang dipakai oleh jaksa penuntut itu? Pendapat siapa?” ujarnya seperti dilansir  hidayatullah.comJakarta, Jumat pagi ini, (28/04/2017).

Kiai Ma’ruf yang juga Rais ‘Aam PBNU menilai JPU seakan-akan mendelegitimasi MUI, NU, dan Muhammadiyah karena tidak memperhatikan pendapat tiga lembaga tersebut.

JPU menuntut terdakwa penista agama, Ahok, dengan hukuman 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun. Tuntutan ini menuai banyak kritikan dan sorotan dari berbagai pihak.

Sumber: Islampos