Sabtu, 29 April 2017
HTI Bakal Dibubarkan ?
Dilarang Sedekah Jika Utang Belum Lunas?

Pakar Hukum: Angket Justru Memperkuat KPK, Kalau Jujur Kenapa Takut?
Pakar Hukum: Angket Justru Memperkuat KPK, Kalau Jujur Kenapa Takut?
10Berita- JAKARTA - Pakar hukum tata negara, Margarito Kamis, menegaskan, KPK tidak perlu takut pada usulan hak angket kinerja KPK yang baru disetujui DPR RI. Sebab, DPR hanya akan mengklarifikasin data KPK.
"Dalam pandangan saya, usulan hak angket justru akan memperkuat KPK, kenapa harus takut?" kata Margarito Kamis, di Jakarta, Jumat (28/4).
Menurut Margarito, KPK memiliki fakta dan data yang kuat serta dikenal sebagai lembaga penegak hukum yang jujur, sehingga tidak perlu merasa takut terhadap usulan hak angket yang baru disetujui DPR RI. Kejujuran, kata dia, adalah kekuatan terbesar dan tidak pernah melahirkan ketakutan bagi pemilik kejujuran.
"DPR RI melontarkan hak angket cuma meminta klarifikasi serta pembuktian fakta dan data yang dimiliki DPR, apakah benar atau tidak," katanya.
Menurut dia, menyikapi hak angket ini, KPK hanya menjawab dan memberikan penjelasan sesuai fakta dan data yang dimiliki. Ia menegaskan, hak angket yang dilontarkan DPR tidak untuk melemahkan KPK. "Kalau DPR RI merevisi UU KPK dan kemudian memangkas sebagian kewenangan KPK, itu baru melemahkan KPK," katanya.
Margarito menjelaskan, KPK sebagai lembaga antirasuah tugasnya adalah menangkap pelaku terduga korupsi dan memproses sesuai prosedur yang diatur dalam aturan perundangan. Kalau proses hukum terduga korupsi dilakukan secara transparan, tentunya KPK juga transparan.
Di sisi lain, Margarito juga menilai bahwa hak angket adalah salah satu hak yang dimiliki oleh anggota DPR dan hal tersebut diatur dalam aturan perundangan, sehigga pada konteks yang tepat dapat digunakan.
Hari ini, DPR menyetujui usulan hak angket terkait kinerja KPK pada rapat paripurna yang diselenggarakan di Gedung MPR/DPR/DPD RI. Wakil Ketua DPR, Fahri hamzah yang memimpin rapat paripurna mengetukkan palu tanda disetujuinya usulan hak angket, setelah sebagian besar anggota DPR menyatakan setuju.
Usulan hak angket ini disetujui tujuh fraksi di DPR serta tidak disetujui oleh tiga fraksi, yakni Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai Demokrat, serta Fraksi PKB.
Sumber : Antara/ROL
Fahri Hamzah dan Hak Angket KPK
Fahri Hamzah dan Hak Angket KPK
Fahri Hamzah dan Hak Angket KPK
Bukan Fahri Hamzah kalau tanpa kontraversi. Pasca penetapan hak angket KPK atas proyek e-KTP disahkan, kembali menuai pro dan kontra.
Fahri memandang ada kejanggalan dalam kasus e-KTP. Karenanya, perlu dilakukan investigasi yang mendalam.
Ada beberapa pejabat legislatif dan ekskutif yang disebut dalam dakwaan e-KTP, yang baru dilantik saat penganggaran e-KTP.
Bagaimana mungkin pejabat legislatif dan Menteri yang baru dilantik langsung menyusun anggaran?
Proyek e-KTP melibatkan KPK, LKPP, Kepolisian dan Kejaksaan. BPK sudah melakukan audit atas proyek ini, dan dinyatakan clear.
Lalu kenapa tiba-tiba proyek ini bermasalah? Ini berarti ada system yang rusak, ini mesti di telusuri, bukan mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan.
Sudah menjadi kronis siapa saja yang mengkritik KPK, siap dicap tidak pro terhadap pemberantasan korupsi.
Realitasnya, banyak kejanggalan yang dilakukan KPK dalam pemberantasan korupsi. Mulai dari pembocoran sprindik, hingga menyadap tanpa izin pengadilan.
Kasus Sumber Waras, yang terang benderang mengalami kerugian Negara atas hasil audit BPK, tapi Ahok tidak ditetapkan sebagai tersangka.
KPK nampaknya enggan mau dikritik, karenanya ia terus melawan siapapun yang mengkritiknya.
Sikap FH mendukung hak angket mesti di apresiasi. Hak angket adalah hak yang dimiliki DPR yang dijamin konstitusi.
Jarang Kita temui anggota DPR seperti FH, yang berani menyuarakan kebenaran, ditengah tenggelamnya suara DPR yang lainnya.
Saya berkeyakinan, Fahri sudah memikirkan dampak dari sikapnya yang kritis, berani dan tegas.
Sumardi
Labuan Bajo | Manggarai Barat NTT
Sumber: Portal Islam
Ini Tanggapan FPI Soal Upaya Pembunuhan Terhadap Habib Rizieq
Muncul Wacana “Ahok For Bali”, Warga lebih memilih Putra Daerah. Netizen : Pemimpin Harus Beragama Hindu
Muncul Wacana “Ahok For Bali”, Warga lebih memilih Putra Daerah. Netizen : Pemimpin Harus Beragama Hindu
10Berita — Masyarakat Bali menilai Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) punya kapasitas untuk menjadi gubernur Bali.
“Pak Ahok oke juga, tapi kami menginginkan putra daerah yang menjadi gubernur. Yang sudah tahu masalah dan adat budaya Bali,” kata seorang warga Nyoman Buda Atmaja pada Republika.co.id, Senin (24/4).
Hal itu dikemukakan Buda menjawab pertanyaan mengenai adanya petisi yang mendorong Ahok menjadi gubernur Bali. Ketika ditanyakan, apakah dia akan memilih Ahok bila mencalonkan diri jadi gubernur Bali, Buda sambil tertawa kecil mengatakan lebih memilih putra Bali.
“Wah kalau itu ditanyakan, saya pasti pilih Pak Rai Mantra jadi gubernur Bali,” kata Buda. Rai Mantra yang dimaksud Buda adalah Wali Kota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, setelah kalah dalam Pilgub Jakarta, muncul petisi yang menggadang Ahok menjadi Bali satu. Petisi dibuat oleh Wika Ganesha yang tinggal di Perth, Australia. Dalam deskripsinya, Ahok pantas dicalonkan menjadi gubernur Bali mengingat masyarakatnya yang sangat menghormati kemajemukan.
Dihubungi terpisah Ketua DPD PDIP Bali, Wayan Koster menyatakan tidak mau berkomentar soal petisi pencalonan Ahok. Dia menyatakan tidak punya kapasitas menilai atau mengomentarinya.
Koster adalah salah satu calon gubernur Bali dari PDIP yang namanya sudah dimunculkan oleh akar rumput partai berlambang kepala banteng moncong putih. “Tidaklah, sebaiknya saya tidak berkomentar soal itu,” kata Koster. [Republika]
Warga Netizenpun Juga Ikut Berkomentar
Akun Ida Bagus Idyana Putra : “Pulau Bali Beda Mbak, Yang mau jadi Pemimpin Harus diupacarai secara Hindu dan secara tidak langsung beagama harus hindu, bukan karena tidak toleran , tapi untuk menjaga kekuatan yang menjadi sumber daya tarik pulau kami”
Akun atas nama mirajihanafi : “kemaren umat islam disudutkan, mungkin ada beberapa warga bali yang ikut menyudutkan, sekarang mungkin dibalik keadaanya, agar warga Bali bisa ngerasain perasaan Umat muslim yang kemaren disudutkan, dan agar warga lain juga tau, kalau yang salah itu bukan Umat Muslim, karena mengerjakan perintah tuhan itu suatu kewajiban.[sp/red]
Sumber:Sangpencerah
Sewot Saham Bir Pemprov DKI Akan Dilepas Anies-Sandi, Ahok Sebaiknya Berkaca dari Papua
Sewot Saham Bir Pemprov DKI Akan Dilepas Anies-Sandi, Ahok Sebaiknya Berkaca dari Papua
10Berita-Pasca kemenangan Pilkada DKI, calon wagub Jakarta Sandiaga Uno menyatakan dengan tegas akan melepas 23,34% saham milik Pemda Jakarta di perusahaan PT Delta Djakarta yang memproduksi miras semacam San Miguel, Carlsberg dan Anker, lalu banyak tanggapan termasuk dari Ahok yang entah mengapa langsung mengkaitkan rencana ini dengan soal syariat agama Islam, tentu saja dengan bahasa 'khas Ahok' yang 'lugas' dan berisi prasangka buruk.
"Kalau cuma alasan enggak boleh produk bir, enggak boleh punya saham, itu Perda loh yang atur. Kita bukan negara syariat agama, ini negara Pancasila. Anda kalau mau kampanye jual agama, silakan. Tapi begitu anda masuk (sebagai wakil gubernur), anda tidak bisa bikin sesuatu dengan alasan syariat agama. Ini negara Pancasila. Dasar kita sangat jelas, kampanye mau gertak orang silakan, tapi melaksanakan negara ini ada aturannya," tutur Ahok (26/4/2017). (detikcom)
Masalah PROSEDUR pelepasan saham tentu ada langkah-langkah yang harus dilalui sehingga tidak menabrak aturan, mau melibatkan DPRD atau lembaga apapun silahkan saja, namun yang perlu dicatat adalah sudah ada niat baik (political will) untuk itu. Emangnya Ahok yang suka nabrak aturan dan tidak melibatkan DPRD? Tentu Anies-Sandi akan menempuh prosedur sesuai ketentuan.
Kepemilikan Pemda terhadap saham perusahaan yang memproduksi miras pasti akan mempengaruhi sikap pemda tersebut terkait kebijakan konsumsi miras di wilayahnya, karena pengendalian peredaran miras diserahkan kepada Perda. Bisa dibayangkan kalau Pemda Jakarta punya saham pada pabrik miras, maka akan terjadi konflik kepentingan ketika mereka mau merumuskan perda bersama DPRD.
Jadi, ini merupakan langkah yang bagus dari calon penguasa Jakarta, lagipula urusan miras bukanlah sektor yang berkaitan dengan kepentingan rakyat banyak sebagaimana halnya sembako, transportasi, dll.
Mau mengkaitkan soal miras ini dengan syariat Islam? sebaiknya Ahok dan pihak yang sependapat dengan dia harus berkaca ke propinsi Papua yang dikuasai Kristen, mereka sudah begitu kewalahan dengan konsumsi miras di wilayah Papua sehingga mendorong pemerintah daerah tersebut mengendalikan dengan ketat peredaran dan pengkonsumsiannya.
Perda Larangan Miras di Papua Resmi Diberlakukan
http://news.okezone.com/read/2016/03/31/340/1349984/perda-larangan-miras-di-papua-resmi-diberlakukan
Gubernur Papua: Perda Pelarangan Minuman Beralkohol untuk Lindungi Rakyat Papua
http://www.beritasatu.com/nasional/357819-gubernur-papua-perda-pelarangan-minuman-beralkohol-untuk-lindungi-rakyat-papua.html
Miras selama bertahun-tahun sudah merusak warga Papua, menjerumuskan mereka kearah kebangkrutan dan tindakan kriminal.
Mungkin saja pengendalian dan pelarangan miras sejalan dengan syariat Islam, namun ini menunjukkan kebijakan tersebut juga sejalan dengan harkat kemanusiaan.
Ahok juga berkilah bahwa selama ini saham di perusahaan bir itu menguntungkan.
Saham Pemprov DKI di Perusahaan Bir, Ahok: Itu Sangat Menguntungkan
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/jabodetabek-nasional/17/04/26/op0inm354-saham-pemprov-dki-di-perusahaan-bir-ahok-itu-sangat-menguntungkan
Sandiaga Uno menegaskan walau saham bir itu menguntungkan, tapi sangat tidak cocok bagi DKI
Sandi mengatakan, rencana untuk menjual saham tersebut adalah komitmennya dari awal.
Ia juga mengatakan, kepemilikan saham di sebuah perusahaan bir tidak sesuai dengan visi membagiakan warga Jakarta. Untung yang diterima Pemprov Setiap tahunnya juga dinilai tak signifikan sebagai bagian dari pendapatan daerah.
Sandi Sebut Saham Bir Menguntungkan Tapi Tak Cocok untuk DKI
Pelepasan saham bir ini akan dilakukan secara profesional, tegas Sandi.
"Kami akan tunjuk investment banker yang paling mumpuni yaitu Multidana Reksa atau Bahana yang biasa mengkaji penjualan," ujar Sandi.
Sementara itu, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) selaku regulator pasar modal menyatakan kesiapan jika saham Pemprov DKI di perusahaan bir akan dilepas.
Menurut Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat, pihaknya memandang rencana pelepasan saham itu memang menjadi hak Pemprov DKI Jakarta sebagai salah satu pemegang saham pengendali PT Delta Djakarta.
Begitulah pentingnya KEKUASAAN DI TANGAN ORANG YANG BENER.
BUKAN DI TANGAN PEMABOK.
Sumber: detikcom, Portal Islam
Meski Dosa kecil, Akan Tetap datangkan Efek Buruk
Meski Dosa kecil, Akan Tetap datangkan Efek Buruk
10Berita-PERNAH tidak meremehkan racun? “Aah, cuma racun serangga, coba minum dikit tidak akan terlalu berefek saya kan bukan serangga…”
Ya elah, bodoh ya kalau ada yang seperti itu?
Nah, sama bodohnya dengan orang yang meremehkan dosa. Karena dosa itu ibarat racun, biarpun cuma minum setetes, pasti ada efeknya ke badan kita kan?
Orang yang melakukan dosa, sekecil apapun, pasti akan mendatangkan efek buruk untuk hidupnya. Minimal sekali menghilangkan keceriaan di wajah, hatinya tidak nyaman, merasa sedih berkepanjangan, hal-hal yang ia inginkan tidak tercapai, badannya sakit, rezekinya susut, dan bahkan memperoleh kebencian dari makhluk lainnya.
Ibnu Abbas radiyallaahu ‘anhu berkata, “Sesungguhnya perbuatan baik itu mendatangkan kecerahan pada wajah dan cahaya pada hati, kekuatan badan dan kecintaan. Sebaliknya, perbuatan buruk itu mengundang ketidakceriaan pada raut muka, kegelapan di dalam kubur dan di hati, kelemahan badan, susutnya rezeki dan kebencian makhluk.”
Maka dari itu jangan remehkan dosa sekalipun bagimu terasa kecil.
Perhatikan hidupmu. Apakah hati terasa sempit? Shalat atau ibadah lainnya memang tetap dilakukan, tapi gak pernah menyentuh hati? Pasti itu disebabkan dosa/maksiat yang sedang kamu lakukan.
“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta,” (QS. Thaha: 124).
Terus gimana supaya dosa kita terhapus? Kalau dosa kita terhadap Allah ya beristighfarlah, kalau dosanya kepada manusia yaa minta maaflah.
Jadi, jangan putus asa setiap manusia pastilah melakukan dosa dan maksiat, tapi sebaik-baiknya orang yang berdosa adalah mereka yang segera bertaubat.
Ampunan Allah luas. Sekalipun kamu berulangkali melakukan dosa, segera iringi dengan taubat, semoga Allah memberi petunjuk hingga diri kita sampai ke taubat nasuha.
Sumber: Annida
Imam Besar Al Azhar: Islam Bukan Agama Terorisme
Imam Besar Al Azhar: Islam Bukan Agama Terorisme
10Berita-Kairo -- Mesir tengah menerima kunjungan Paus Fransiskus yang membawa resonansi perdamaian Kristen-Islam. Ia pun menjadi tamu Imam Besar Al Azhar Syeikh Ahmed al Tayeb, yang secara luas di dunia internasional dipertimbangkan sebagai ulama yang sangat moderat.
Dalam sambutannya, Syeikh Tayeb mengatakan kalau kelompok ekstrimisi ISIS telah sembarangan dan sangat bodoh menafsirkan teks-teks agama. Karenanya, ia menegaskan, Islam bukanlah agama yang memilki kaitan dengan terorisme, seperti yang didengungkan kelompok-kelompok ekstrimis selama ini. "Islam bukanlah agama terorisme," kata Syeikh Tayeb dikutip Reuters.
Terkait itu, Paus Fransiskus menekankan pentingnya pendidikan yang baik, demi bisa menghadapi serangan-serangan dari kelompok-kelompok ekstrimis yang kerap mengatasnamakan agama. Terutama, pendidikan yang baik itu memiliki posisi yang penting bagi kaum muda.
"Untuk mengatasi secara efektif kebiadaban orang-orang yang menimbulkan kebencian dan kekerasan, kita perlu menemani kaum muda," ujar Fransiskus.
Sementara, juru bicara Gereja Ortodoks Koptik Pastor Boulos Halim menekankan, Koptik merupakan bagian tak terpisahkan dari bangsa Mesir itu sendiri. Maka itu, ia mengingatkan seharusnya orang-orang Koptik harus mendapatkan perlindungan yang sama, seperti yang warga lain dapatkan.
Senada, Jean Francois Xavier dari kantor Gereja Katolik Prancis untuk Kristiani-Muslim, menilai tidak sedikit warga Kristen yang menjadi sedih dan takut akibat teror yang terjadi. Menurut Xavier, kunjungan Paus inilah yang akan menjadi suatu pelipur lara demi membangun perdamaian.
"Memberi kami harapan baru karena kita harus percaya kalau manusia mampu membangun perdamaian di dunia," kata Xavier.
Sumber:Republika










