OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 11 Agustus 2017

Pengembang Meikarta Diminta Hentikan Pembangunan, Ka'ban: Beradab Sedikitlah

Pengembang Meikarta Diminta Hentikan Pembangunan, Ka'ban: Beradab Sedikitlah


JAKARTA - Pengembang Meikarta diminta untuk tidak melanjutkan pembangunannya sebelum ada izin dari pemerintah setempat. Meikarta juga diminta mentaati aturan yang tengah berlaku dan jangan bertindak sewenang-wenang dengan tetap melakukan pembangunan.

"Owner pengembang Meikarta dengarlah suara masyarakat yang meminta hentikan proyek tersebut sebelum ada izin. Beradab dikitlah. Ojo mentang-mentang," ujar MS Ka'ban, di akun Twitter pribadi miliknya, Kamis (10/08/2017).


Ka’ban meras heran, padahal proyek Meikarta ini tanpa izin dan sudah diminta Pemda Jawa Barat untuk dihentikan, tetapi tidak kunjung dihentikan. Pun dengan keanehan lainnya seperti proyek reklamasi yang sepertinya dilanjut kembali pengoperasiannya.

“Bukankah perizinan hitungan Minggu kata Presiden Jokowi? Kok bisa-bisanya Meikarta dan reklamasi tidak berizin tetap beroperasi dan aparat diam, diam, diam.”

Sebelumnya Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan bahwa proyek Meikarta tersebut belum mendapatkan izin dan rekomendasi dari Provinsi. Sehingga menurutnya pembangunan proyek tersebut harus diberhentikan.

Meikarta pun sudah disentil oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dengan menhimbau agar proyek itu jangan dilanjutkan dan atau, termasuk promosi dihentikan. (Robi/)

Sumber: voa-islam.com

Keringnya Daya Beli Masyarakat Bawah, Catatan APINDO Untuk Jokowi

Keringnya Daya Beli Masyarakat Bawah, Catatan APINDO Untuk Jokowi


Perekonomian Indonesia yang sebesar 5,01% pada kuartal II-2017 belum menunjukkan terjadinya penguatan daya beli masyarakat, meskipun konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh tipis dari 4,94% menjadi 4,95%.

Momen Lebaran di Juni tahun ini harusnya menjadi ajang masyarakat belanja lebih besar dari hari biasanya. Namun konsumsi masyarakat saat Lebaran ternyata tak sesuai harapan.

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai, tumbuh tipisnya konsumsi rumah tangga karena daya beli masyarakat kelas bawah sudah benar-benar tidak ada, ditambah lagi masyarakat kelas menengah ke atas yang cenderung menahan konsumsinya, dan memilih menabung.

"Kelas menengah bawah itu enggak punya daya beli, sudah kering, jadi begini sebetulnya. Yang kelas menengah atas tentunya tidak masalah dengan daya beli, mereka karena masalah punya kepercayaan situasi seperti apa, itu yang membuat menjadi menahan belanja, sedangkan di bawah itu yang kemarin saya bilang sektor formalnya menyusut banget," kata Ketua Umum Apindo, Hariyadi Sukamdani, saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Rabu (9/8/2017).

Penilaian Apindo soal pelemahan daya beli di kelas menengah ke bawah berdasarkan data laporan dari pelaku usaha ritel yang merupakan anggota Apindo.

"Jadi saya bukan ingin berdebat, tapi saya ingin menyampaikan fakta saja, faktanya seperti ini, kalau saya lihat BPS ini mau menutup-nutupi padahal semua sudah tahu seperti ini, dan ini harus dicarikan solusi, tapi poinnya makin hari makin susah kita bisnis," jelas dia.

Lanjut Hariyadi, daya beli masyarakat yang lesu ini juga dampak dari langkah para pelaku usaha dalam menyesuaikan kondisi perekonomian nasional yang masih dibayang-bayangi ketidakpastian global, serta beberapa isu perpolitikan di dalam negeri yang dianggap memiliki risiko, bahkan penyesuaian dari kebijakan-kebijakan yang diterapkan pemerintah.

Dengan kondisi yang seperti ini, kata Hariyadi, maka pelaku usaha enggan mengucurkan dananya atau investasinya untuk meningkatkan produksi, justru sebaliknya produksi dikurangi bersamaan dengan pemangkasan tenaga kerja, dengan begitu maka penghasilan masyarakat mengalami penyusutan yang membuat daya beli melemah.

"Kita ini bisnis, manakala ditekan otomatis perusahaan akan survive, akhirnya kita potong-potong biaya, dengan kebijakan yang semakin menyulitkan itu membuat orang kepercayaannya tidak ada, kepercayaannya enggak ada dan melakukan perampingan, tidak ada ekspansi, ya bubarlah ekonomi ini," tambah dia.

Dia juga menganggap, fenomena lesunya daya beli masyarakat tidak ditanggapi dengan cermat oleh beberapa jajaran menteri kebinet kerja yang notabene berasal dari kalangan pengusaha. Seharusnya, pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pengusaha dapat bekerja sama dengan baik dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat di Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Korea Selatan, Jepang, Taiwan, di mana pemerintah dan pengusahanya bersatu untuk memakmurkan negaranya.

"Saya juga bingung karena menteri-menteri ini banyak yang pengusaha, tapi entah bagaimana setelah jadi menteri kok kayak tutup mata, kami itu kadang-kadang puyeng juga sebenarnya bagaimana sih, kalau negara lain itukan antara si pemerintah dan pengusahanya kompak bener, kalau di sini itu enggak pengusaha itu dianggapnya sapi perah, ini yang terjadi," tukas dia.[] 

Sumber : portal-islam.id

 

TERBONGKAR SUDAH! Ternyata “Meikarta” Grand Design China untuk Integrasikan Indonesia ke Cakupan Wilayah Ekonominya

TERBONGKAR SUDAH! Ternyata “Meikarta” Grand Design China untuk Integrasikan Indonesia ke Cakupan Wilayah Ekonominya


Meikarta, rencana apa yang disembunyikan dari proyek kota besar ini? Itulah pertanyaan hari-hari ini yang menyelinap dalam kesadaran publik. Betapa tidak, tadinya dikira hanya pengembangan biasa dari Cikarang, tapi kemudian menjelma menjadi Meikarta.

Sebelum ramai isu “Kota Demi Cina” yang merupakan plesetan dari Meikarta di Bekasi, sudah muncul berita setahun sebelumnya bahwa Lippo Group lewat anak usahanya PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) menandatangani kerja sama dengan dua Investor Tiongkok, Shenzhen Yantian Port Group Co., Ltd dan Country Garden Holdings Co. Ltd. Ketiga perusahaan ini nantinya akan bersama-sama mendesain dan mengembangkan Kawasan Industri Indonesia Shenzhen Baru di kawasan Lippo Cikarang.

Saat itu belum muncul Meikarta ke telinga publik, baru nama Shenzen Baru. Padahal Shenzen Baru itu ya…Meikarta yang sekarang ini.

Pejabat Lippo menyatakan waktu itu, “Dari 3 ribu ha, ada sisa 20 persen. Maka akan dikembangkan di situ. Ketiganya pun akan kembangkan proyek di Orange County yang luasnya sekitar 322 ha,” papar Stanley.

Setahun setelah pernyataan itu, saat Meikarta sudah dipublikasikan, Direktur Lippo Group Danang Kemayan Jati menegaskan bahwa proyek-proyek Lippo yang telah diluncurkan sebelum Meikarta masih tetap berjalan. Termasuk Orange County, kawasan terintegrasi seluas 322 hektar di Cikarang senilai Rp250 triliun mencakup hunian vertikal dan CBD yang disiapkan akan menjadi bagian dari Meikarta nantinya.

Jadi jelas bukan, bahwa Meikarta hanya judul yang berganti. Proyeknya tetap sama dengan apa yang ditandatangani Lippo dengan dua perusahaan RRC tersebut.

Pertanyaannya sekarang, proyek apa sebetulnya Meikarta ini? Mengapa namanya Meikarta? Apakah ini artinya Kota Mei yang mengingatkan bulan Mei, bulan sakral bagi komunis atau semacam istilah mandarin yang dikombinasikan dengan kata karta, yaitu bahasa lokal lama di Indonesia?

Namun seperti yang ditulis oleh Tirto, “Meikarta” ialah sebuah nama baru yang disematkan oleh CEO Lippo Group, James Riady, untuk megaproyek Kota Baru di Cikarang Bekasi dengan total luas 2.200 hektar, dengan estimasi investasi tak tanggung-tanggung hingga Rp278 triliun.

Pengusaha properti pemilik MSH Group yaitu mantan Menteri Perindustrian, MS Hidayat berujar, “bisnis properti adalah bisnis yang menjual prospek.” Prospek yang sedang dijual itu kini ada di Meikarta yang dikemas dengan nama “Kota Baru” oleh Lippo dengan embel-embel “Shenzhen-nya Indonesia”.

Karena Meikarta adalah menjual prospek, bisa jadi ketika citra kota milik China melekat pada Meikarta, maka di tengah isu kolonialisme China makin sensitif, kota yang kontroversial ini bisa-bisa kehilangan prospeknya.

Seperti yang disebutkan Stanley, adapun inti kerja sama antara perusahaan China dengan Lippo tersebut, memiliki tujuan dari rencana Tiongkok yang ingin memajukan jalur maritim, one belt one road. Dengan rintisan itu, akan membuka kerja sama antara perusahaan Tiongkok dan mitra lokal dalam negeri untuk memajukan industri lokal melalui transfer pengetahuan di antara keduanya.

Perhatikan, one belt one road, itu adalah grand design kebijakan RRC dengan apa yang disebut Jalur Sutera Baru yang bertujuan mengintegrasikan negara-negara di jalur tersebut ke dalam cakupan ekonomi China.

Apakah Indonesia akan untung, tersedot atau malah buntung dengan bersedia terintegrasi ke dalam hisapan ekonomi RRC, hanya anak negeri yang berhak menjawabnya sekarang.[] 

Sumber : kabarsatu.news

Perjuangan Muslim Tartar Bangun Masjid Mukhtarov

Perjuangan Muslim Tartar Bangun Masjid Mukhtarov

10Berita, JAKARTA --  Usulan pembangunan masjid Mukhtarov sendiri berawal dari permintaan para infanteri Tartar yang berperang bersama Kekaisaran Rusia di kawasan Kaukasus Utara. Pada 1864 Divisi Infanteri Tartar bersama Mullah Tenghinka serta Resimen Infanteri Dolmatdin Natsehov mengajukan petisi kepada kepala pemerintahan di kawasan Sungai Terek, Loris Melikov atas jasa perjuangan militer Tartar.

Pada Desember 1866, Komandan Akhmetov mengajukan permohonan atas nama Imperial Mulia Kaisar Rusia, Gubernur Kaukasus, dan Grand Duke Mikhail Nikolayevich untuk memberikan izin pembangunan sebuah masjid, serta sumbangan pembangunan masjid. Atas jasa militer etnis Tartar pada saat itu, Kekaisaran Rusia memberikan izin pembangunan masjid namun tidak bersedia memberikan sumbangan dana pembangunan sepeser pun.

Berbagai upaya pun dilakukan Tartar di Osetia Utara, termasuk meminta bantuan kepada Tartar Kazan yang menjadi wilayah penting Muslim Tartar. Di tengah kebutuhan dana, upaya pembangunan masjid dengan konstruksi awal tetap dilakukan dengan donasi dari Muslim Tartar dari Ossetia Utara. Mereka rela memberikan sumbangan dana dan menjual harta benda untuk membiayai pengerjaan konstruksi awal masjid tersebut.

Untuk menyelesaikan pembangunan masjid ini berbagai upaya dilakukan Muslim Tartar di Ossetia Utara. Atas saran sesama Muslim Tartar di Kazan, diusulkan untuk bernegosiasi dengan Istanbul dan Bukhara. Istanbul melalui Mufti Aya Sofia mengirimkan dua ahli kaligrafi Arab untuk menghias dinding masjid, sedangkan Bukhara mengirim dua karpet yang mampu menutupi seluruh lantai ruang shalat dan balkon masjid.

Namun, itu tidak mampu menutup permasalahan utama dana pembangunan masjid. Hingga akhirnya seorang dermawan asal Baku-kini Azerbaijan, siap menyumbangkan dana sebesar 50 ribu rubel untuk pembangunan masjid ini. Dermawan tersebut merupakan taipan pengusaha minyak, Murtuza Mukhtarov-Agha yang kemudian namanya diabadikan menjadi nama masjid ini. Atas kerja sama Mukhtarov ini pula, arsitek Joseph Gaspar Ploshko dilibatkan.

Sejak 1900 ketika konstruksi bangunan awal masjid dimulai, akhirnya pada 14 Oktober 1908 masjid ini resmi dibuka dengan nama Masjid Muhktarov. Walaupun dalam perjalanannya tidak semua Muslim Tartar di Ossetia Utara sepakat dengan penggunaan nama ini. Beberapa kalangan lebih senang menamai dan mengenal masjid ini sebagai Masjid Sunnitskaya atau Masjid Sunni. Hal itu disebabkan terungkapnya alasan Mukhtarov menyumbang 50 ribu rubel agar diterima mempersunting calon istrinya Liza-Khanum Taganova, putri pengusaha Taganova di Ossetia Utara.

Walaupun sebagian besar dana pembangunan didapat dari Murtuza Mukhtarov-Agha, harus diakui bahwa Muslim Tatar yang telah benar-benar berjasa berkontribusi besar terhadap pembangunan masjid ini. Mereka berdiri di depan sejak awal proses negosiasi rumit dengan Kekaisaran Rusia, berdiplomasi dengan Istanbul dan Bukhara, hingga mengumpulkan uang setiap sen dari keluarga Tartar di Ossetia Utara.

Ketika masjid telah berdiri dan berfungsi, etnis Tatar juga menghidupkan masjid ini dengan adanya sekolah dasar dan administrasi sipil umat, seperti pencatatan kelahiran, kematian, dan pernikahan. Hingga ketika masa-masa sulit di bawah tekanan Komunis Soviet, Muslim Tartar terus berjuang mempertahankan masjid ini dari perusakan dan penghancuran.

Sumber: Republika

Ini Dia 10 Proyek Yang Diluncurkan Kerajaan Arab Saudi Khusus Untuk Ibadah Haji 2017

Ini Dia 10 Proyek Yang Diluncurkan Kerajaan Arab Saudi Khusus Untuk Ibadah Haji 2017

10Berita – Tahun 1438 Hijriyah ini, jamaah calon haji dari seluruh dunia akan mendapatkan manfaat dari sejumlah program baru yang diluncurkan Arab Saudi. Wakil Emir Makkah, Pangeran Abdullah bin Bandar mengatakan, ada setidaknya 10 proyek yang khusus untuk pelayanan jamaah haji.

“Kami mengerahkan seluruh sumber daya dan potensi untuk melayani jamaah tanpa kecuali,” ujar Pangeran Abdullah bin Bandar setelah melakukan inspeksi terhadap proyek-proyek tersebut.

Pangeran Abdullah Menyampaikan bahwa proyek ini berhasil diselesaikan dalam waktu singkat dan bertujuan memfasilitasi pergerakan jamaah di situs-situs suci. Jamaah akan bebas berlalu lalang, namun tetap terjaga dari sinar matahari terik.

Selain itu, ada proyek lain untuk mengurangi udara panas di area Jamarat. Di antaranya pemasangan semprotan air, pelindung di jalanan dari Jamarat ke Distrik Aziziyah di Makkah, konstruksi jembatan untuk pedestrian dekat Rumah Sakit Al-Wadi di Mina serta konstruksi tangga dari semen permanen di bagian utara Jabl Al-Rahma.

Tahun ini, Kementerian Haji dan Umrah juga meluncurkan program rekrut relawan selama musim haji. Siapa saja bisa mendaftar di Bandara Jeddah dan Madinah serta di area sektiar Masjidil Haram di Makkah.

Kementerian menyampaikan pekerjaan ini mencakup jadi pemandu, penerjemah, pekerja lapang hingga layanan kesehatan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah haji, kini ada perawat perempuan Saudi yang bertugas memberikan vaksin pada jamaah perempuan yang tiba di terminal King Abdulaziz International Airport (KAIA). (IH/Ram)

Sumber: Eramuslim

Menjadi Negeri Berkah

Menjadi Negeri Berkah

10Berita, Oleh Muhammad Arifin Ilham

Satu pekan ke depan, negeri ini akan menemui hari miladnya yang ke-72. Satu capaian usia yang tidak bisa disebut muda lagi. Sudah berumur.

Usia ‘manula’ yang seharusnya cukup untuk dikatakan tinggal memetik buah dari perjalanan hidupnya. Usia untuk mengenang masa muda penuh romantika. Usia untuk semua anak bangsa yang mendiaminya berharap hidup tenang, damai dan sejahtera.

Semestinya di usia yang sudah setengah abad lebih dua dasawarsa ini, segala capaian tinggal dinikmati. Tapi sayangnya semua masih uthopia. Masih di alam khayal. Masih banyak hal aneh di negeri ini.

Semua orang di sebelah negeri menakjubi melimpahnya kekayaan bumi pertiwi ini. Hampir semua bentuk kekayaan alam ada di negeri ini. Namun,  anehnya  kekayaan itu tidak serta merta membuat rakyatnya hidup makmur dan sejahtera.

Dengan berlimpahnya kekayaan negeri ini, kata orang pintar, ternyata pendapatan negara termasuk dari hasil pengelolaan bermacam kekayaan alam itu tidak cukup untuk membiayai belanja negara.  Sehingga,  kekurangannya harus ditutup dengan mencari utang baik dari dalam negeri atau dari luar negeri.
 
Katanya, jumlah utang negeri bernama Indonesia ini pada medio 2017 telah mencapai Rp 3.667 triliun. Jumlah itu jika dibagi dengan jumlah penduduk 257,9 juta maka tiap orang penduduk termasuk bayi yang baru lahir sekalipun terbebani utang sebesar Rp 14 juta.

Ketika dulu awal kali duduk di tahta kekuasaannya, pemimpin di negeri ini meminta rakyatnya untuk memaklumi saat menaikkan harga BBM. Bahkan terkesan sangat ngotot. Tapi, lagi-lagi anehnya, pemerintah tidak terlihat ngotot membenahi penggunaan anggaran yang selalu saja penyerapannya numpuk di akhir-akhir tahun yang kemudian rawan pemborosan, inefisiensi, tidak efektif dan rawan diselewengkan. Lebih aneh lagi, pemerintah juga tidak terlihat ngotot memberantas korupsi dan menyita harta koruptor termasuk mengejar uang negara yang dikemplang dalam kasus BLBI yang kini masih mangkrak.

Yang ini mungkin lebih aneh, penduduk di negeri ini sebahagian besarnya adalah umat muslim, tapi saat ada niat dan sikap untuk lebih hidup dengan syariat Allah dan itu adalah ejawantah dari penjabaran yang konstitusional dari UUD 45 dan Pancasila, dianggap intoleran, ekstremis dan fundamentalis. Warganya ingin benar dalam penghambaan dirinya kepada Sang Khalik,  tapi ditakut-takuti oleh selembar perpu berwajah sangar. Ingin lebih bertakwa dan beriman kepada-Nya, tapi sayang stigma jahat harus siap ditempel kepadanya.
 
Sebenarnya pasti kita semua ingin negeri ini tidak aneh. Negeri berwajah indah dengan keberkahan  di kanan kirinya, tenang hidup wargnya dan sejahtera bagi para penduduknya. 72 tahun sudah cukup bagi kita untuk segera mewujudkan negeri yang benar-benar berkah.  

Simaklah dengan iman, Allah menyapa Indonesia, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Al-A’raf: 96).

Sumber: Republika

Cabut Perppu Ormas, atau Nyawa Kalian Dicabut Konyol oleh Allah

Cabut Perppu Ormas, atau Nyawa Kalian Dicabut Konyol oleh Allah

10Berita~JAKARTA - Pengusa dan atau pemerintah, juga DPR RI diingatkan oleh mahasiswa serta pemuda untuk ingat kepada mati. Hal ini dikatakan oleh salah satu orator, yakni Saiful Bahri saat menyampaikan orasinya di depan gedung DPR RI untuk menolak Perppu Ormas Nomor 2 Tahun 2017.

“Batalkan, atau cabut Perppu Ormas ini atau Allah akan cabut nyawa kalian. Saya mengingatkan, kalian ingin mati dalam keadaan konyol atau khusnul khotimah? Saya sudah mengingatkan, termasuk kepada DPR RI agar ikut menolak dan atau mencabut Perppu Ormas ini. Nau’zubillah apabila akhirnya kalian mati konyol,” katanya, Jum’at (11/08/2017), di Jakarta.


Menurutnya, dengan terbitnya Perppu tersebut, menandakan pemerintahan Joko Widodo tengah berlaku zalim kepada masyarakat, khususnya kepada umat Islam Indonesia. Umat Islam Indonesia menurutnya tidak pantas jika diperlakukan seperti ini karena bangsa dan negara ini merdeka atas sumbangsih besar para tokoh dan ulama.

“Saya menyeru dan mengajak umat Islam, mari bersama-sama kita menolak Perppu Ormas ini kepada penguasa yang zalim, terutama sudah membubarkan ormas Islam. Padahal jelas, Indonesia merdeka karena campur tangan ulama dan ormas Islam.

Banyak orang hijrah karena ormas Islam. Apakah salah seseorang hijrah ke dalam Islam?” tambahnya.

Oleh karena itu, ia mengingtakan agar pemerintah, dan juga DPR RI agar mencabut Perppu tersebut. Ia menilai Perppu ini sudah bertentangan dengan peraturan yang ada, khususnya peraturan Islam.

“Kegiatan kalian bertentangan dengan peraturan Allah SWT (langit). DPR harus batalkan dan atau cabut Perppu ini sebelum Allah mencabut nyawa kalian,” tutupnya tegas. (Robi/)

Sumber: voa-islam.com

Masjid Mukhtarov Bukti Sumbangsih Muslim Tartar

Masjid Mukhtarov Bukti Sumbangsih Muslim Tartar

10Berita,  JAKARTA -- Sejarah telah mencatat sumbangsih etnis Tartar dalam mengembangkan Islam di dataran Rusia. Situs peninggalan bersejarah dari etnis Muslim Tartar hingga kini masih berdiri dan bisa dilihat di beberapa wilayah yang pernah didiami etnis Tartar. Salah satunya, bangunan masjid indah yang berada di wilayah federasi di Rusia, Ossetia Utara-Alania yang terkenal dengan Masjid Mukhtarov.

Masjid Mukhtarov ini berada di Kota Vladikavkaz yang juga pusat ibu kota Republik Federasi Ossetia Utara-Alania, Rusia. Masjid ini berdiri di tepi Sungai Terek dan merupakan simbol penting Kota Vladikavkaz selain Gereja Ortodoks Vladikavkaz. Masjid ini dirancang oleh seorang arsitek Rusia kelahiran Polandia, Jozeph Ploshko, dengan mencontoh corak dan lengkungan dari Al Azhar di Kairo Mesir. Setidaknya dibutuhkan dana 80 ribu rubel untuk membangun seluruh bangunan masjid.

Masjid Mukhtarov hanya memiliki sebuah bangunan kubah dengan dua menara di depannya. Gaya arsitektur Masjid Al Azhar di Kairo sangat kental terlihat di eksterior masjid ini, mulai dari pola warna, lengkungan tapal kuda, hingga bentuk jendelanya. Namun, sang arsitek Jozeph Ploshko juga memadukan gaya istana klasik Rusia. Ploshko ingin menampilkan kejayaan arsitektur Al Azhar di Kairo dengan struktur batu kapur putihnya di kawasan Kaukasus.

Ia juga memadukannya seperti latar belakang pegunungan simbol Vladikavkaz, dengan tambahan halaman yang luas layaknya Lapangan Merah di Moskow, atau the Bronze Horseman di St Petersburg. Faktor yang membuat Masjid Mukhtarov ini tidak kalah indah adalah  pemandangan yang ada di sekitar masjid yang tepat di samping aliran Sungai Terek. Rerimbunan pohon yang mengelilingi masjid di antara aliran Sungai Terek, membuat tampilan masjid ini sangat sempurna sebagai ikon Kota Vladikavkaz.

Dari dalam masjid, hampir di seluruh dinding ruang shalat dipenuhi berbagai dekorasi indah penuh warna dari ukiran kayu, ubin, hingga plaster bergaya flora dan geometris. Dekorasi ini memenuhi seluruh dinding ruang shalat hingga langit-langit dan bagian dalam kubah masjid. Di setiap sudut dinding pun tidak lepas dari ornamen timbul kaligrafi Arab yang dikutip dari ayat Alquran dan lafaz Allah SWT serta Nabi Muhammad SAW.

Sebuah mimbar marmer dan mihrab dengan gaya lengkung ceruk juga dipenuhi ornamen geometris di dalamnya sehingga menambah keindahan masjid ini. Masjid ini juga memiliki struktur balkon dua lantai yang  tertutup dikhususkan bagi jamaah perempuan. Walaupun luas bangunan masjid yang tidak terlalu besar, kemegahan eksterior dan ornamen fasadnya membuat masjid ini menjadi kebanggaan masyarakat Muslim di Ossetia Utara hingga kini.

Sumber: Republika

Dihina Dengan Sebutan Kerbau "Sibuaya" SBY Tak Pernah Tangkap Rakyatnya

Dihina Dengan Sebutan Kerbau "Sibuaya" SBY Tak Pernah Tangkap Rakyatnya


10Berita - Kepolisian menangkap Sri Rahayu (32) di kediamannya di Desa Cipendawa, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Sabtu (5/8).

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri Brigadir Jenderal Fadil Imran mengatakan Sri diamankan karena diduga menyebarkan berbagai konten yang menghina Presiden Joko Widodo, lambang negara, sejumlah partai politik, serta organisasi kemasyarakatan.

Dia melakukan itu melalui akun Facebooknya yang diberi nama Sri Rahayu Ningsih (Ny Sasmita).

"Tersangka mendistribusikan puluhan foto-foto dan tulisan dengan konten penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo, beberapa partai, organisasi kemasyarakatan dan kelompok dan konten hoax lainnya," tutur Fadil, Minggu (6/8).

Dengan demikian, Sri masuk ke dalam barisan orang-orang yang juga pernah ditangkap karena diduga melakukan penghinaan kepada Presiden. Pada Juni lalu, dua orang juga ditangkap kepolisian terkait dengan dugaan penghinaan terhadap Presiden.

Terkait dengan hal tersebut, pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno mengatakan, penangkapan terhadap orang-orang yang menghina Jokowi itu bisa disebut sebagai simtom atau gejala pemerintahan Jokowi menuju pemerintahan yang anti-kritik.

Adi mengatakan bahwa belakangan ini banyak beredar fitnah dan kebencian, khususnya di media sosial. Banyak dari mereka berani melakukan itu karena berlindung di balik kata 'demokrasi'. seperti dikutip CNN.

SBY Dihina dengan sebutan "Sibuaya"  Takpi Tak pernah Tangkap Rakyatnya.

Arsip tahun 2010 voa-islam.com SBY hanya tersinggung, tapi tak sampai menangkap rakyatnya sendiri

Tersinggung, Presiden SBY Sentil Kerbau 'SBY'

Para demonstran sudah kehabisan akal untuk menyampaikan aspirasi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Setelah berbagai cara di tempuh, mereka berdemo dengan bahasa binatang kerbau. Tepat pada hari ke-100 pemerintahan SBY-Boediono, 28 Januari 2010 lalu, para pendemo membawa kerbau di Bundaran Jakarta.

Kerbau yang ikut berdemo itu telah dimake-up sedemikian rupa. Badan yang hitam diberi tulisan 'Si BuaYa' sebagai inisial namanya. Di bagian bokongnya ditempeli gambar kartun pria berpeci mirip Presiden SBY,  dengan tulisan “turun!”

Kerbau tersebut berjalan bersama dua orang pendemo yang berdandan serba putih, dengan memakai celana pendek. Sementara kerbau yang terlihat 'bingung', hanya diam, tak tahu kenapa dia diarak di tengah ribuan manusia. Juga tak tahu kenapa ia diberi nama SBY (SiBuaYa).
  
Rupanya, aksi kerbau berinisial SBY itu memancing Presiden SBY untuk berkomentar. Pada saat memberikan pengantar pada pembukaan rapat kerja pemerintah dengan seluruh menteri dan para gubernur se-Indonesia di Istana Kepresidenan di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (2/2/2010) pagi, Presiden SBY minta agar demo dilakukan dengan mengindahkan norma-norma kepantasan. Presiden juga menginstruksikan agar persoalan ini dibahas bersama agar mendapatkan jalan keluar yang terbaik.

"Tolong dibahas dan diberi masukan, apakah unjuk rasa beberapa hari lalu di negara Pancasila, yang konon memiliki budaya, nilai dan peradaban yang baik, apakah harus seperti itu? Tanpa mengganggu demokrasi itu sendiri, kebebasan dan ekspresi dan sebagainya," tanya Presiden.

...Ada yang bawa kerbau, 'SBY badannya besar, malas dan bodoh seperti kerbau'. Apa itu ekspresi kebebasan dan demokrasi?" ungkap Presiden SBY...

Menurut Presiden SBY, pembahasan soal itu dilakukan agar semua pihak dapat menyelamatkan demokrasi, budaya, dan peradaban di Indonesia. Sebab, dunia menyaksikan aksi tersebut dengan teknologi yang canggih.

"Pembahasan itu bukan untuk memasung demokrasi. Demokrasi itu bagian dari reformasi kita, cita-cita kita. Namun, buatlah demokrasi yang bermartabat, demokrasi yang tertib dan mendorong kebersamaan dan kesatuan kita," lanjut Presiden yang mengenakan baju safari warna gelap.

Presiden kemudian memberikan contoh, "Saya memahami, akan tetapi banyak orang yang memberikan masukan yang menggelitik, 'Pak SBY apa ya cocok dengan loudspeaker yang keras lalu berteriak-teriak SBY maling, Boediono maling, dan menteri maling', dan tidak bisa diapa-apakan."

Lalu ditambahkan lagi oleh Presiden, "Ada yang bawa kerbau, 'SBY badannya besar, malas dan bodoh seperti kerbau'. Apa itu ekspresi kebebasan dan demokrasi? Juga foto diinjak-injak dan dibakar di mana-mana dan di daerah," ungkap Presiden lagi.

Selain menteri dan gubernur, pertemuan itu juga dihadiri oleh staf khusus dan sebagian Dewan Pertimbangan Presiden, pimpinan LPND, seperti Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Muladi, Kapolri, Panglima TNI, dan Jaksa Agung, serta pejabat pelaksana tugas pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Tumpak Haturongan Panggabean, dan penjabat gubernur Bank Indonesia (BI), Deputi Gubernur Senior BI Darmin Nasution.

Jika tidak merasa (gendut dan lamban), Presiden SBY jangan tersinggung

Meski aksi demonstrasi unik kerbau ”SBY” yang dilakukan oleh Yosep Rizal telah menjadi buah bibir secara nasional, sampai-sampai Presiden SBY sampai membahasnya dalam rapat kerja di istana Cipanas, namun Yosep mengaku jika aksi yang ia lakukan pada tanggal 28 Januari lalu tidak dimaksudkan untuk mengumpamakan seseorang dengan kerbau tersebut. 

"Itukan maknanya banyak. Terserah orang mau menyimpulkan apa, yang jelas itu SBY sendiri yang meyimpulkan kalau dia gendut dan lambat," ujar Yosep Rizal santai di Jakarta, Rabu (3/2/2010).

Menurut Yosep, tidak seharusnya SBY menanggapi serius aksi yang ia lakukan pada perayaan 100 hari pemerintahan kabinet SBY tersebut. "Kalau dia tidak merasa (gendut dan lamban) jangan tersinggung dong," jelas Yosep.

...Kalau dia tidak merasa (gendut dan lamban) jangan tersinggung dong, jelas Yosep...

Kerbau “SBY” jilid dua

Meski Presiden SBY telah menyinggung demo sang kerbau ‘SBY’, namun para demonstran bertekad ingin mengadakan demo kerbau ‘SBY” lanjutan. Pada hari yang sama, para aktivis yang tergabung dalam gerakan Pemuda Cinta Tanah Air menyebarkan SMS undangan untuk mengadakan demo kerbau ’SBY’ jilid dua, berikut isi undangannya:

”'AYO DATANG & DUKUNG !!!: Demo Kerbau jilid 2 SileBaY, KEBO CENGENG ! Rabu 3 Februari 2009 pukul 11wib di Bundaran HI Jl MH Thamrin JakPus. - aktor tunggal: Yosep Rijal, Pemuda Cinta Tanah Air.'”

Yosep menjelaskan, aksi itu akan dilakukan dengan mengarak kerbau 'SBY' dengan mobil bak terbuka. Kerbau jilid dua ini akan diberi nama kerbau ”Si leBaY.”  Yosep mengaku tidak pernah takut atau khawatir jika aksinya nanti akan mendapat hadangan dari pihak kepolisian. "Kalau dilarang itu berarti pemerintah sudah melarang hak warga untuk berekspresi," kata Yosep.

Rupanya, rencana demo kerbau 'SBY' jilid dua itu tidak semulus demo pertama. Aparat kepolisian berupaya menggagalkannya dengan menahan sang kerbau ”Si leBaY”  di Kalimalang Jakarta Timur, saat dalam perjalanan dari Bekasi ke Jakarta. Aparat kepolisian mencegat 'Si Lebay' bersama sejumlah orang saat sedang diangkut memakai mobil pick up. Kerbau itu tidak diperbolehkan ikut demo dengan alasan mengganggu ketertiban umum. Meski tanpa kerbau ‘SBY,’ Yosep tetap menggelar demo di Bundaran HI.

"Teman-teman dari Bekasi, yang bertugas membawa kerbau, ditahan polisi dari Polda di Jalan Kalimalang. Katanya tidak boleh masuk ke Jakarta untuk demo karena mengganggu ketertiban umum," ujar Yosep Rizal saat menggelar demo di Bundaran HI, Rabu (3/2/2010).  

Yosep lalu mengeluhkan tingkah polisi yang melarang kerbau itu masuk Jakarta. "Padahal tanggal 28 Januari lalu, kerbau itu aman-aman saja masuk Jakarta," keluh Yosep.

...Menurut Yosep, kerbau itu hanya sebagai simbol saja, bisa dimaknai apa saja. Maka aneh jika Presiden SBY memaknai kerbau itu untuk dirinya...

Menurut Yosep, kerbau itu hanya sebagai simbol saja, dan bisa dimaknai apa saja. Maka aneh jika Presiden SBY memaknai kerbau itu untuk dirinya.

"Lucunya SBY memaknai kerbau sebagai dirinya yang gendut, lamban dan bodoh," tutur Yosef.

Presiden SBY terlalu reaksioner hadapi demo Kerbau ’SBY’

Curhat Presiden SBY soal dirinya disamakan dengan kerbau dalam demo 28 Januari dinilai terlalu reaksioner dalam menghadapi kritikan yang diarahkan kepadanya. Cara komunikasi seperti ini kontraproduktif bagi seorang presiden.

"Secara komunikasi politik ini kurang baik. Seorang presiden yang terlalu banyak curhat sesuatu yang tidak substantif menjadi kontraproduktif karena masyarakat bisa menganggap SBY lebay (berlebihan-red)," ujar pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhtadi dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (3/2/2010).

Dia menilai apa yang dilakukan SBY dengan mengeluhkan kerbau itu bagian dari politik melankolis yang mencoba mengail simpati masyarakat sebagai figur yang selalu dipojokkan. Politik melankolis memang tidak salah sama sekali. Masalahnya, kalau terlalu overdosis malah akan jadi bumerang dan bisa menimbulkan kemuakan masyarakat.

"Seperti soal ancaman pembunuhan dirinya pada kasus terorisme, soal kekhawatiran demo hari antikorupsi 9 Desember, dan terakhir pada demo 28 Januari. Saya khawatir bukan rasa iba yang didapat tapi malah muncul sinisme," katanya.

...SBY semestinya lebih fokus pada substansi kritikan dan bukannya pada pernak-pernik kritikan yang dialamatkan kepadanya...

SBY diminta tidak terlalu sering curhat soal kritikan yang dialamatkan kepadanya. SBY semestinya lebih fokus pada substansi kritikan dan bukannya pada pernak-pernik kritikan yang dialamatkan kepadanya.

"Fokus saja pada substansi, jangan pernak-perniknya," pungkasnya. 

Suka Curhat, Wibawa Presiden SBY Merosot

Tindakan Presiden SBY yang suka menumpahkan unek-uneknya bisa mengakibatkan kewibawaannya merosot. Pemimpin seharusnya tegar dan tidak mengumbar cerita ke publik.

"Kalau satu sampai dua kali curhat, nggak apa-apa. Tetapi, kalau seringkali curhat, kita menganggapnya beda. Kalau SBY mungkin maksudnya untuk kampanye mencari simpati. Tetapi, bagi kita ini malah mengurangi kewibawaan. Mungkin beda kalau dia orang lemah. Tetapi dia kan penguasa," kata anggota Komisi III DPR Desmond J Mahesa di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (3/2/2010).

Menurut Desmond, penguasa seharusnya menunjukkan kepemimpinan dan ketegasan. "Persepsi saya, pemimpin harus orang yang tegar, tidak cerita ke publik, tidak berkeluh kesah," ujar dia.

Desmond menilai tindakan SBY menunjukkan fenomena kepemimpinan yang lemah. "Fenomena ini harusnya menjadi pikiran buat rakyat, ini nggak siap jadi pimpinan. Harusnya pemimpin mengayomi. Kalau pemimpin keluh kesah apalagi kita sebagai rakyat," papar politisi Gerindra ini.

Seluruh anak bangsa perlu bersikap arif. Demo dengan cara ’binatangisme’ memang tidak bagus, karena Indonesia adalah negeri berbudaya. Jika demo kerbau ’SBY’  itu dimaksudkan menyamakan Presiden SBY dengan simbol Kerbau ’SBY,” maka itu jauh dari akhlak manusiawi.

Presiden SBY jangan menafsirkan demo kerbau 'SBY' sebagai simbol untuk dirinya, jika pendemo itu tidak bermaksud demikian. Jawablah kritikan itu dengan bukti nyata yang konkret. Buktikan bahwa simbolisasi kerbau, gemuk, malas, lebay, buaya, dan maling itu tidak ada pada dirinya. Karena rakyat tak butuh curhat dan polemik. Rakyat sedang menunggu kinerja yang lebih cepat dan lebih baik.

Sumber: www.beritaislamterbaru.org

Suasana Perang Hantui Semenanjung Korea

Suasana Perang Hantui Semenanjung Korea


Ilustrasi – Peta Semenanjung Korea.. (inet)

10Berita – Washington. Saling ancam yang dilakukan oleh Korea Utara (Korut) dan Amerika Serikat (AS) menjadikan wilayah di Semenanjung Korea bersuasanakan perang. Selain itu, ketakutan juga melanda para penduduk pulau Guam karena diancam oleh Pyonyang untuk diserang dengan rudal balistiknya. Di waktu yang sama, sebuah surat kabar Tiongkok melaporkan, Beijing akan berada netral jika sekutu komunisnya itu diserang oleh Washington.

Kekhawatiran semakin memuncak di saat Pyongyang mengumumkan bahwa mereka telah menyusun rencana penyerangan pulau Guam pada pertengahan bulan ini. Guam merupakan sebuah pulau yang terletak di Samudera Pasifik dan terdapat di dalamnya dua pangkalan militer AS, laut dan darat, serta dilengkapi dengan empat rudal balistik antarbenua.

Suasana diperkeruh dengan rentetan ancaman yang keluar dari Presiden AS, Donald Trump. Meskipun, pihak Washington menegaskan bahwa mereka masih mencari opsi-opsi diplomatik.

Hari ini, Jumat (11/08/2017), surat kabar Global Times Tingkok mengabarkan, Beijing akan berlaku netral jika pada akhirnya Korut menyerang wilayah AS dan Washington membalas.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Australia, Malcolm Turnbull menegaskan, negaranya akan membantu AS jika nantinya diserang oleh Korut. Hal itu karena adanya perjanjian yang ditandatangani tahun 1951 silam.

Sedangkan Tokyo pada hari kemarin menegaskan, militernya akan menangkal setiap rudal yang diluncurkan Korut ke pulau Guam. Tindakan ini bukan tanpa alasan. Karena pemerintah Jepang menilai, setiap ancaman terhadap pulau tersebut, juga menjadi ancaman bagi keberadaan negeri Matahari Terbit tersebut.

Sekretaris kepala pemerintahan Jepang menyatakan, Tokyo dan Washington telah sepakat untuk meningkatkan kekuatan pencegahan bersama. Sebagaimana Korsel juga telah berulang kali memperingatkan tetangganya, Korut, itu.

Ketegangan di Semenanjung Korea semakin bertambah seiring dengan uji coba rudal yang dilakukan oleh Korut. Pada bulan Juli lalu, pihak Pyongyang meluncurkan dua rudal balistik antarbenua  sebagai langkah uji coba.

Ketegangan mencapai puncak saat Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-bangsa (DK PBB) menjatuhkan sanksi baru atas negara yang dipimpin oleh Presiden Kim Jong-un itu.

Presiden Trump menyebut pemimpin Korut itu dengan tidak menghormati negaranya. Bahkan, jika Korut berani menyerang pulau Guam, ancam Trump, maka Korut akan tertimpa serangan yang belum pernah dilihat seorangpun di dunia.

Namun begitu, di waktu bersamaan, Trump menegaskan bahwa negaranya masih berupaya menempuh langkah diplomatik dalam menyelesaikan krisis Korut ini.

Sedangkan Menteri Pertahanan (Menhan) AS, James Mattis menyebutkan, perang antara AS dan Korut akan menjadi bencana. Ia menegaskan, negaranya sangat siap untuk segala kemungkinan perang. Namun, jalur diplomasi masih menjadi fokus negaranya untuk saat ini. (whc/)

Sumber: Aljazeera.net, dakwatuna