OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 13 Agustus 2017

Perlawanan rakyat Palestina meningkat, pemukim ilegal “Israel” di Tepi Barat ketakutan

Perlawanan rakyat Palestina meningkat, pemukim ilegal “Israel” di Tepi Barat ketakutan

10Berita~TEPI BARAT – Pemukim Yahudi ilegal di Tepi Barat yang diduduki telah mengeluhkan kurangnya keamanan setelah sejumlah operasi perlawanan yang dilakukan rakyat Palestina di wilayah tersebut, ungkap media Israel, sebagaimana dilansir MEMO, Sabtu (12/8/2017).

Pada hari Kamis, para pemukim yang tinggal di pemukiman ilegal Yahudi Israel di Taqua di wilayah pendudukan Bethlehem menyoroti masalah tersebut dalam sebuah pertemuan dengan pejabat senior “Israel” dan anggota Dewan Pemukiman Gush Etzion.

Menurut situs berita “Israel” 0404, para pemukim mengeluhkan bahwa operasi perlawanan rakyat Palestina telah terjadi di bus-bus yang mereka tumpangi. Mereka mengatakan bahwa serangan semacam itu tidak dapat mereka kendalikan. Akibatnya, mereka “tidak lagi memiliki rasa aman” dan mereka “takut” berjalan di jalanan.

“Kami merasa lelah karena apa yang terjadi,” ungkap mereka. “Kami ingin melihat sesuatu yang nyata di lapangan. Kami menginginkan perubahan dalam situasi keamanan.”

Sekitar 650.000 pemukim ilegal “Israel” tinggal di Tepi Barat dan di Yerusalem Timur yang diduduki.

Komunitas internasional tidak mengakui permukiman ini dan menganggapnya sebagai penghalang bagi proses perdamaian.

Sumber: ameera/arrahmah.com

Meikarta Tak Dapat Izin tapi Jualan, Mantan Stafsus MenESDM Kritik OJK yang Diam

Meikarta Tak Dapat Izin tapi Jualan, Mantan Stafsus MenESDM Kritik OJK yang Diam


Mantan Staf Khusus Menteri ESDM tahun 2014-2016, Muhammad Said Didu mempertanyakan proyek pembangunan Meikarta yang tengah dilakukan oleh pengembang. Proyek tersebut, yang infonya sudah diminta oleh Pemda setempat untuk dihentikan tetapi kabarnya masih tetap "membandel".

Said pun nampak menyesalkan kejadian ini, terlebih izin yang belum didapat tetapi sudah "mengambil" uang masyarakat. Dia pun menyesali dari proyek tersebut tidak nampak lembaga berwenang yang menegurnya.

"Meikarta belum ada izin tapi sudah jualan dan ambil uang dari masyarakat. Semua yang berwenang diam, termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ada apa yang terjadi di NKRI?" kritiknya, melalui akun media sosial, Twitter, Sabtu (12/08/2017).

Kritisi yang sama juga datang dari politisi PBB, MS Kan'ban. Ka'ban menyatakan sebaiknya proyek tersebut dihentikan karena belum memiliki izin dari Pemda setempat.

"Owner pengembang Meikarta dengarlah suara masyarakat yang meminta proyek tersebut sebelum ada izin. Beradab dikitlah. Ojo mentang-mentang," katanya, di akun Twitter pibadi miliknya belum lama ini.

Ka'ban mengingatkan bahwa pemerintah melalui Joko Widodo pernah menyampaikan harus menunggu izin keluar jika ingin tetap dikerjakan pembangunan tersebut. Ia juga mengkritisi aparat penegak hukum yang seoalah hanya diam mengetahui kenyataan proyek tersebut.

"Bukankah perizinan hitungan Minggu kata Presiden Jokowi? Kok bisa-bisanya Meikarta dan reklamasi gak berizin tetap beroperasi, dan aparat diam, diam, diam."[] 

Sumber : voa-islam.com

 

Merah Putih Bertuliskan Tauhid Langsung Ditangkap, Dilecehkan Iklan Sexy Cukup Minta Maaf Selesai, Negri Serba Terbalik!

Merah Putih Bertuliskan Tauhid Langsung Ditangkap, Dilecehkan Iklan Sexy Cukup Minta Maaf Selesai, Negri Serba Terbalik!

10Berita - Baliho iklan jumbo milik Platinum Cramic yang terpasang di Jalan Panglima Sudirman, Surabaya, akhirnya dicopot Satpol PP Kota Surabaya, Sabtu (12/8/2017) sore, usai protes meluas. Baliho ini sangat melecehkan bendera merah putih.

Manajemem Platinum Cramic, melalui divisi marketingnya, Bagus, menyampaikan permintaan maaf atas keteledoran perusahaannya tersebut.

Menurut Bagus, tidak ada maksud dari perusahaan untuk melecehkan merah-putih. Perusahaan sengaja memilih gambar model seksi pada iklannya itu karena unsur seni. "Maksud kami hanya seni. Kami mohon maaf," ucap Bagus, seperti dilansir merdeka.com.

***

Gampang banget ya penyelesaiannya kalau pelakunya tak terkait dengan embel-embel Islam. Cukum permintaan maaf.

Bandingkan dengan yang bawa merah putih bertuliskan kalimat Tauhid saat Aksi Bela Islam: diburu, dijemput paksa di rumahnya pukul 01.00 dinihari, langsung dibawa dan ditahan.

Nafsu memburunya melebihi memburu pelaku penyiram air keras ke wajah Novel Baswedan.

Sementara yang menjadikan merah putih jadi materi iklan dan digambarkan sekedar pengganti handuk hanya buat menutupi payudara dan alat kelamin (maaf) dari model seksi, cukup bikin pernyataan minta maaf. Selesai.

PADAHAL INI PELECEHAN luar biasa terhadap MERAH PUTIH dan HUT Kemerdekaan RI.

Kemerdekaan direbut dan dipertahankan oleh para pejuang dengan PEKIK TAKBIR. Merah putih dibawa dengan semangat jihad.

Oleh karenanya tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 bahwa kemerdekaan itu "Atas Berkat Rahmat Allah".

Kok sekarang dilecehkan dengan tampilan tak senonoh. Yang begitu cukup minta maaf, itupun setelah diprotes luas publik di sosial media. Kalau netizen diem, pelecehan itu pun akan dibiarkan.

Sumber: PI,beritaislamterbaru

Girang MA Kalahkan Nelayan dan Warga, Djarot: “Alhamdulillah…”

Girang MA Kalahkan Nelayan dan Warga, Djarot: “Alhamdulillah…”

10Berita – Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat girang dan menyambut baik serta bersyukur putusan MA di tingkat kasasi yang memenangkan reklamasi pulau G. Kemenangan ini meyakinkan Djarot meneruskan reklamasi di Teluk Jakarta tersebut.

Bahkan, mantan wali kota Blitar dua periode ini meyakini, tak ada yang salah dengan reklamasi di teluk Jakarta. Meski hingga kini persoalan tersebut masih menyisakan kontroversi.

“Begini loh ya, semua negara itu pasti ada reklamasi. Kalau ini dihentikan gimana, kan gitu. Menang ya (reklamasi) terus dong, alhamdulillah,” kata Djator di Balai Kota, Jumat (11/8/2017).

Seperti diketahui Mahkamah Agung (MA) menolak upaya kasasi yang diajukan sekelompok nelayan atas putusan banding Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) Jakarta terhadap izin reklamasi Pulau G. Artinya, berlaku putusan banding PTTUN yang memenangkan Pemerintah Provinsi DKI.

Djarot menambahkan, keluarnya putusan dengan nomer register 92 K/TUN/LH/2017 ini meyakinkannya untuk segera melanjutkan reklamasi Pulau G. Pemprov, kata dia, akan segera menyiapkan segala keperluan untuk kelanjutan projek yang berpolemik di era kepemimpinan gubernur Ahok itu.
“Disiapin betul, dimonitor betul. Kalau sudah seperti itu ya saya minta dorong supaya itu segera dilanjutkan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Pemprov DKI Saefullah berharap, moratorium atas reklamasi Teluk Jakarta segera dicabut. Hal itu untuk memastikan bahwa kegiatan administratif dan fisik, khususnya di Pulau G, bisa dilanjutkan.

“Kegiatan administratif kita sekarang jalan terus. Kemudian yang fisiknya, kalau moratoriumnya sudah dicabut, itu ada kegiatan fisik. Kan sayang buang waktu ini,” ujar dia.

MA dalam putusannya tanggal 21 Juni 2017 dengan nomer register 92 K/TUN/LH/2017 menyatakan menolak permohonan kasasi yang diajukan kelompok nelayan, Perkumpulan Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan dan WALHI atas putusan PTTUN yang memenangkan Pemprov DKI. Dan yang tergugat dalam permohonan kasasi ini adalah Gubernur DKI dan PT Muara Wisesa Samudra selaku pengembang Pulau G.

Dalam putusan banding tentang gugatan izin reklamasi Pulau G dari PTTUN Jakarta pada 25 Oktober 2016, PTTUN Jakarta menyatakan menolak gugatan para nelayan selaku pihak terbanding. Pengadilan juga menghukum para nelayan membayar biaya perkara di peradilan tingkat banding sebesar Rp 250 ribu.

Para nelayan di pesisir utara Jakarta sebelumnya menggugat mantan gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) atas izin reklamasi Pulau G yang dia berikan kepada PT Muara Wisesa Samudra (anak perusahaan Agung Podomoro Group). Mereka menilai penerbitan izin tersebut sarat dengan pelanggaran hukum karena tidak mengikuti prosedur yang ditentukan oleh undang-undang.

Tak hanya itu, nelayan juga menganggap proyek reklamasi di kawasan Teluk Jakarta telah membawa dampak yang merugikan bagi kehidupan mereka. Pada peradilan tingkat pertama, para nelayan berhasil memenangkan gugatan tersebut.

Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta lewat putusan Nomor 193/G/LH/2015/PTUN-JKT bertanggal 31 Mei 2016, menyatakan Pemprov DKI bersalah. Majelis hakim di pengadilan itu juga menyatakan mencabut Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta No 2238 Tahun 2014 tentang Pemberian Izin Reklamasi Pulau G kepada PT Muara Wisesa Samudra.

Merasa tak puas dengan putusan PTUN, Pemprov DKI lantas mengajukan banding ke PTTUN Jakarta. Di peradilan tingkat banding tersebut, Pemprov DKI keluar sebagai pemenangnya.

Majelis hakim lewat putusannya pada 13 Oktober 2016 menyatakan bahwa gugatan para nelayan tidak dapat diterima. Putusan PTTUN itu sekaligus membatalkan putusan PTUN Jakarta Nomor 193/G/LH/2015/PTUN-JKT yang memenangkan para nelayan.(kl/gr)

Sumber: eramuslim.com

Dana Haji Disasar untuk Proyek LRT, Demi Ambisi 2019; UMAT nya Dipinggirkan UANG nya Dipakai

Dana Haji Disasar untuk Proyek LRT, Demi Ambisi 2019; UMAT nya Dipinggirkan UANG nya Dipakai


Dana Haji Disasar untuk Proyek LRT
http://www.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/17/08/04/ou5wav354-dana-haji-disasar-untuk-proyek-lrt

Skema Pembiayaan LRT Pakai Dana Haji
http://www.viva.co.id/berita/bisnis/945100-skema-pembiayaan-lrt-pakai-dana-haji

Bappenas: Dana Haji Bisa untuk Biayai Proyek LRT
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20170810123932-92-233690/bappenas-dana-haji-bisa-untuk-biayai-proyek-lrt/

Bagi yang paham tentang Kondisi Keuangan Negara, maka tidak akan kaget, kenapa Pemerintahan Jokowi TETAP NGOTOT akan menggunakan Dana Haji untuk Pembiayaan Proyek Infrastruktur, salah satunya proyek Light Rail Transit (LRT).

Pemanfaatan Dana Haji "terpaksa ditempuh" untuk menghindarkan terjadinya Proyek Mangkrak di era Jokowi yang tentunya akan menjadi AIB ! yang akan mencoreng citra Pak Jokowi pada Pilpres 2019. Padahal selama ini para pendukung Jokowi selalu mengolok-olok proyek mangkrak SBY.

MAKANYA... proyek ini harus sudah selesai sebelum Pilpres 2019

Jokowi Ingatkan Penyelesaian Proyek LRT Tak Boleh Lampaui 2019
http://nasional.kompas.com/read/2017/02/06/16334911/jokowi.ingatkan.penyelesaian.proyek.lrt.tak.boleh.lampaui.2019

JADI, bisa kebayang khan?! jika proyek LRT ini selesai sebelum Piplres 2019, maka akan gegap gempitalah para Buzzer Pemerintah di dunia maya memproklamirkan kesuksesan Proyek LRT ini dan itu bisa menjadi salah satu prestasi untuk modal Kampanye Pilpres 2019.

TAPI... proyek ini terkendala karena Dana APBN sangatlah terbatas.. makanya kudu cari opsi pembiayaan lain

Proyek LRT Jabodebek Telan APBN Besar, Pemerintah Cari Opsi Pembiayaan
http://nasional.kompas.com/read/2017/02/06/16124581/proyek.lrt.jabodebek.telan.apbn.besar.pemerintah.cari.opsi.pembiayaan

Dan... OPSI LAIN ITU ADALAH MEMANFAATKAN DANA HAJI

DANA MILIK UMAT ISLAM

Umat yang selalu dituduh INTOLERAN, ANTI BHINNEKA, BLA BLA BLA

Benar kata Prof Yusril "Umat Islam Dipinggirkan, Uangnya Dipakai Pemerintah Bangun Infrastruktur"

Nanti kalau proyek infrastrukturnya selesai, lalu diaku sebagai prestasi Jokowi oleh para buzzernya..

Makanya YLKI mengingatkan pemakaian dana haji untuk infrastruktur harus seijin jamaah.

YLKI: Dana Haji untuk Infrastruktur, Jokowi Harus Izin ke Jemaah
http://ekonomi.kompas.com/read/2017/07/28/151929326/ylki--dana-haji-untuk-infrastruktur-jokowi-harus-izin-ke-jemaah

Boleh saja DANA HAJI buat proyek infrastruktur... ASAL nanti pas peresmian juga perwakilan UMAT ISLAM ikut meresmikan dan ditulis "PROYEK LRT DIBIAYAI DARI DANA HAJI MILIK UMAT ISLAM".

Jangan diaku-aku prestasi Jokowi oleh para buzzernya.

Islam dituduh radikal,dituduh tdk pancasila,dituduh anti bhineka tunggal ika,ulama mau khotbah aja disaring, dana haji mau dipake pembngunan

— Galang Aditya M (@aditya_galank) 2 Agustus 2017


Sumber: Portal Islam

Erdogan pun Memecat Kader-kader AKP

Erdogan pun Memecat Kader-kader AKP


By: Ust. Nandang Burhanudin

(1) Pecat memecat, bersih-bersih, pilah-pilih adalah hal lumrah dan wajar di sebuah organisasi. Apalagi jika didasari alasan kuat, kondisi mendesak, regenerasi, bukan like dislike atau pembersihan kalangan yang berbeda pandangan.

(2) Koran Yeni Safaq misalnya, menegaskan indikasi penggantian pengurus AKP di semua level. Tak tanggung-tanggung, reorganisasi akan dilakukan oleh Presiden AKP yang juga Presiden Turki, Tn. Erdogan.

(3) “Tidak mungkin kita melanjutkan perjuangan kita dengan sosok-sosok kader yang kapasitas leadershipnya minim. Rakyat Turki menunggu terobosan-terobosan kader AKP untuk melanjutkan pelayanan yang telah dimulai 15 tahun lalu”, tegas Tn. Erdogan.

(4) “Turki kini head to head dengan 3 organisasi teroris; ISIS,Gulen, PKK. Tugas kader AKP, menjalis soliditas dengan rakyat selain yang paling utama menyandarkan kekuatan kepada Allah. Kita wajib bersatu melawan destroyer luar dalam.”

(5) Harian Sabah, memuat statement Tn. Erdogan lainnya, “Di AKP, tidak ada lagi para petualang politik dan politikus petualang. Mereka yang mengalami kejenuhan dan tak menyiapkan kapasitasnya untuk menuju Turki 2023.”

(6) AKP yang telah terbukti menjadi partai bersih, peduli, profesional, dan aktual terpercaya. Tak menutup kepada evaluasi, muhasabah, intropeksi dan tidak antipati pada kritik. Tn. Erdogan kokoh pada narasi besar: Turki 2023. (Turki 2023 menandakan Turki Baru pasca 100 tahun runtuhnya Khilafah Islam.)

(7) Karena visi itulah, sebagai lokomotif peta jalan, Tn. Erdogan tak kenal lelah menggedor jiwa-jiwa kader AKP untuk menjadi yang terbaik membangun negeri. Tidak terjebak pada remeh temeh dan konflik internal.

(8) Jadi alasan pemecatan yang dilakukan Tn. Erdogan kepada kader AKP adalah; 1. Kapasitas leadership minim; 2. Misreading terhadap harapan rakyat; 3. Tidak siap berpacu dengan ide besar Turki 2023. Ingat bukan yang lain!

(9) Tn. Erdogan sadar betul, pelbagai konflik di Timur Tengah terbukti sangat erat hubungannya dengan pelemahan Turki. Tragedi Syiria, Irak, hegemoni Iran, krisis Teluk, semua adalah kasus artifisial dengan Turki target utamanya.

(10) PKK, Gulen, PYD, ISIS adalah organisasi-organisasi yang end user-nya diketahui adalah Israel, AS, Iran, UE. Bahkan saat Assad bebas membunuhi rakyatnya, Turki ketiban jutaan pengungsi yang tak disentuh PBB sama sekali.

(11) Tidak ada cara lain bagi Turki di era Tn. Erdogan, menjaga stabilitas Turki dengan kemajuan ekonomi, militer, teknologi di satu sisi. Plus rahman-rahim Turki sebagai “Pelindung rakyat-rakyat dunia yang dizhalimi.”

(12) Karena Turki di bawah komando AKP, Tn. Erdogan harus pandai-pandai memilih SDM partai. SDM yang siap menjadi ujung tombak setiap program kemajuan Turki. Kader AKP yang utuh dan siap membuka kembali kejayaan Utsmani di masa datang.

(13) Jadi bagi kader AKP, tidak ada alasan untuk terus menjadi komandan; jika tak punya kapasitas leadership dan tak memahami peta jalan perjuangan, apalagi menjadi elitis yang sekedar ingin eksis.

Sumber: http://nandang.me/2017/08/tn-erdogan-pun-memecat-kader-kader-akp/

NB: Recep Tayyip Erdogan kembali terpilih sebagai Ketua Umum Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) dalam Kongres Luar Biasa yang digelar AKP pada 21 Mei 2017. Sebelumnya pada 2014 saat terpilih sebagai Presiden Turki, Erdogan melepaskan jabatan Ketum AKP karena dilarang konstitusi. Pasca Referendum 16 April 2017, konstitusi berubah ke sistem Presidensial dan tidak ada lagi larangan bagi Presiden untuk menjadi anggota atau pimpinan parpol.

Sumber: Portal Islam

Po An Tui. Laskar Pejuang atau Penghianat ? JASMERAH!

Po An Tui. Laskar Pejuang atau Penghianat? JASMERAH!


10Berita - Dalam peresmian monumen Po An Tui di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa tujuan didirikannya monumen Po An Tui adalah untuk mengingatkan siapa leluhur kita dan perjuangan laskar China dalam melawan penjajah VOC Belanda pada tahun 1740 – 1743.

Pernyataan Tjahjo Kumolo tersebut sepertinya adalah upaya sistematis rezim yang didominir China Komunis ini dalam mengaburkan dan membelokan fakta sejarah sebenarnya.

Po An Tui adalah Milisi Cina Indonesia yang dibentuk dan dipersenjatai oleh penjajah Belanda, mereka membentuk satuan untuk setia kepada Belanda. Tugas mereka menjadi mata-mata, melakukan aksi teror, penculikan, pemerkosaan, penjarahan dan mengambil upeti dari petani-petani pribumi, memeras rakyat pribumi untuk diambil kekayaan dan disetorkan ke Belanda, bahkan mereka akan membunuh kalau ada pribumi yang menentang.

Po An Tui juga bersekutu dengan Westerling, pembantai umat Islam Makassar. 50 ribu ummat Islam Makassar dibantai Westerling. Saat Westerling telah membantai Ummat Islam di Makassar, lalu dia lari ke Jakarta dan Jawa Barat dan ia dikejar oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI). Po An Tui lah yang membantu meloloskan Westerling melalui Sanfur Ancol Jakarta Utara, dari sana Westerling diselundupkan dan dilarikan dengan pesawat kecil menuju Singapura.

Mudahnya Westerling kabur ke Singapura, karena ia memiliki hubungan istimewa dengan Milisi Po An Tui sebagaimana diceritakan Jenderal Besar (Purn) AH. Nasution dalam bukunya "Memenuhi Panggilan Tugas". Dimasa Perang Kemerdekaan laskar ini mendapat pasokan senjata dari Singapura.

Tidak sampai disitu, Po An Tui juga melakukan teror di Bandung Jawa Barat, melakukan penculikan dan pembunuhan. Di tahun 1945, begitu Bung Karno dan Bung Hatta mendeklarasikan Kemerdekaan Indonesia, Po An Tui di Sumatera Utara berontak. Po An Tui Medan angkat senjata tidak mau bergabung dengan NKRI. Di wilayah Balaraja Tangerang, Po An Tui juga berontak tidak mau bergabung dengan NKRI, akhirnya umat Islam marah, terjadi perang di Balaraja.

Jadi Milisi ini pengkhianat, dalam sejarah Po An Tui selalu berkhianat kepada NKRI. Di zaman penjajah Belanda mereka bersekutu dengan Belanda. Saat Belanda pergi dari Indonesia Po An Tui ikut Jepang, begitu Jepang hengkang dari Indonesia mereka ikut Partai Komunis Indonesia (PKI). Saat pemberontakan PKI mereka ikut PKI, mereka ikut membunuh para ulama, mereka bunuh kyai, dan mereka bunuh masyarakat pribumi.

Bahkan, Po An Tui memusuhi sesama etnis Tionghoa, jika ada orang Tionghoa masuk Islam mereka aniaya, jika ada orang Tionghoa yang cinta NKRI, anti penjajah Belanda, Jepang atau anti PKI maka akan dimusuhi mereka.

Bisa jadi diketemukannya simbol Komunis di arena skate board Keong Mas TMII (yang sampai sekarang belum terungkap pelakunya) pada tanggal 17 Agustus 2015, 3 bulan sebelum peresmian mungkin saja ada hubungannya dengan rencana peresmian monumen tersebut.                Bangsa dan pemberontak di muliakan. Bahkan di fasilitasi dan mendapat jabatan penting dalam Pemerintahan.

Upaya mereka yang Terstruktur, Sistematis dan Masif dalam merebut Pemerintahan melalui Pemilu adalah model, metode dan strategi mereka. Upaya ini masih akan berlanjut dalam setiap ajang Pilkada dan Pemilu 2019 nanti.

Waspadalah !!! jangan tertipu untuk ke dua kalinya bila kita ingin tetap menjadi pemilik sah Republik ini dan bila ingin anak cucu kita hidup damai dan sejahtera di Bumi Pertiwi sebagaimana cita-cita para leluhur dan Pahlawan Bangsa dalam merebut dan mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.

Penulis: Rudy Razi

Sumber: POSMETRO INFO


Ekstrimis Budhha Myanmar halangi Muslim lakukan haji

Ekstrimis Budhha Myanmar halangi Muslim lakukan haji


10Berita-YANGON – Kalangan ekstremis Buddha di Myanmar telah menghalangi beberapa Muslim Rohingya untuk memulai ibadah Haji, perjalanan ziarah tahunan.

Kantor berita Arakan mengatakan 13 Muslim Rohingya dari kota Maungdaw dan 8 dari kota Buthidaung mengambil rute selatan di kota Maungdaw dengan sebuah bus dalam perjalanan ke Akyab, ibu kota negara bagian Rakhine yang dihuni mayoritas Muslim, namun dikejutkan oleh sekelompok ekstrimis Buddha yang tiba-tiba mengelilingi mobil mereka dan menghalangi jalan, mencegah mereka meninggalkan kota.

Ini terlepas dari kenyataan bahwa ummat Islam telah melakukan ziarah ke Mekkah setelah menerima izin pemerintah dari Kementerian Agama Myanmar.

Selama insiden tersebut, pasukan keamanan Myanmar turun tangan dan memerintahkan orang-orang Muslim untuk kembali ke rumah mereka dengan mengatakan bahwa mereka tidak puas dengan izin haji dari pemerintah.

Sementara itu, Myanmar telah mengirim ratusan tentara untuk meningkatkan keamanan di negara bagian Rakhine di barat laut yang memicu kekhawatiran akan lebih banyak kekerasan terhadap umat Islam di wilayah yang bergolak tersebut.

Rakhine terjerumus ke dalam kekerasan baru Oktober lalu ketika pasukan keamanan memulai operasi brutal terhadap Muslim Rohingya di mana tentara pemerintah melakukan pemerkosaan, pembunuhan, penyiksaan dan penjarahan di seluruh wilayah tersebut.

Pemimpin de facto negara tersebut, Aung San Suu Kyi, yang dianugerahi hadiah Nobel perdamaian pada tahun 1991, telah dikritik oleh banyak pihak terkait sikap dan kebijakannya terhadap Muslim Rohingya. Mereka menulis sebuah surat terbuka kepada Dewan Keamanan PBB yang memperingatkan sebuah tragedi “pembersihan etnis dan kejahatan terhadap kemanusiaan” di negara bagian Rakhine. (althaf/)

Sumber:arrahmah.com



Tujuh Relawan “White Helmets” Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Idlib

Tujuh Relawan “White Helmets” Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Idlib


10Berita, Idlib – Sejumlah orang tak dikenal membantai tujuh anggota relawan “White Helmets” di kantor mereka di kota Sarmin, provinsi Idlib, pada Sabtu dini hari (12/08). Kejadian ini baru diketahui pada pagi hari saat relawan datang ke kantor.

“Sejumlah orang tak dikenal menyerang markas Pertahanan Sipil (White Helmets) pada Sabtu dini hari, 12 Agustus 2017, menyebabkan tujuh relawan terbunuh,” kata organisasi relawan yang bekerja di wilayah oposisi ini dalam pengumumannya di internet, Sabtu.

Organisasi yang dikenal dengan aksi-aksi heroiknya saat mengevakuasi korban serangan rezim Suriah itu melanjutkan, pelaku juga membawa kabur mobil operasional, helm putih dan alat komunikasi. Akan tetapi, belum diketahui apakah ini didasari kasus pencurian atau ada tujuan politik yang diinginkan pelaku.

Beberapa foto yang ditunjukkan melihatkan jasad ketujuh korban bergelimpangan di tanah. Seluruh pakaian mereka berlumuran darah.

Lembaga pengawas HAM Suriah (SHOR), menambahkan para korban mengalami luka tembak di kepala. Mereka ditemukan oleh relawan lain pada pagi hari saat hendak masuk kerja.

Kantor berita AFP melaporkan, puluhan warga ikut mengevakuasi para korban dengan penuh kemarahan. Mereka menangis dan terus mengutuk pelaku penyerangan. Sementara lokasi kejadian sementara ditutup.

Di hari yang sama, mobil operasional White Helmets jenis minibus itu ditemukan di jalan Sarmin-Bansy dalam kondisi terbakar. Seluruh barang yang hilang ikut terbakar di dalam mobil tersebut.

Para aktivis media sosial pun menyakini bahwa kasus pembunuhan itu bukan berlatar belakang perampokan. Namun pelaku memang ingin membunuh para relawan meski tidak diketahui motif yang mendorongnya.

Gerakan Hai’ah Tahrir Al-Syam (HTS), yang mengontrol kota Sarmin, mengutuk keras pembantaian tersebut. HTS berjanji memburu pelaku dan menjamin keamanan mereka di wilayah-wilayah yang sudah dibebaskan.

White Helmets merupakan sebutan internasional kepada kepada relawan Pertahanan Sipil Suriah. Nama tersebut mulai dikenal luas pada 2016 seiring penghargaan Nobel Perdamaian yang didapatkannya dari PBB.

Nobel itu diberikan karena aksi heroik yang dilakukan organisasi relawan beranggotakan tiga ribu orang ini. Aksi yang paling menyedot perhatian dunia, ketika seorang relawan Pertahanan Sipil berhasil mengevakuasi balita dari reruntuhan bangunan yang hancur oleh serangan rezim dan membawanya ke rumah sakit. Sang balita terluka parah sementara sang relawan terlihat menangis sedih.

Relawan ini bekerja haja di wilayah oposisi. Namun karena kerja kerasnya, masyarakat internasional melihat bahwa White Helmets ini sebagai relawan sejati di Suriah. Mereka pun mendapat kucuran dana dari sejumlah negara, seperti Inggris, Jepang, AS, dan Denmark.

Sumber: France24, enabbaladi.net
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Sumber: Kiblat.


Kesaksian Mer-C Tentang Penahahan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir

Kesaksian Mer-C Tentang Penahahan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir

10Berita -Ada dua kemungkinan komplikasi penyakit yang dialami terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir (ABB).

Karena kondisi fisiknya yang renta. Atau, ada tekanan saat menjalani masa tahanan di sel isolasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

“Saya sudah kenal Ustad ABB sejak lama. Sepanjang hidup saya, beliau sudah sering keluar masuk penjara. Seorang fighter,” tutur Ketua Tim Dokter Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Joserizal Jurnalis, Sabtu (12/8).

Menurut Rizal, saat awal-awal ABB mendekam di Lapas, banyak yang enggan berinteraksi dengannya. Apalagi saat masih ditahan di Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

ABB ditahan selama 24 jam dan tak boleh keluar sel sama sekali. Amir Jamaah Ansharut Tauhid itu juga tidak mendapatkan cahaya matahari karena terkurung di sel.

Petugas lapas juga melarang ABB melakukan salat berjamaah. Bahkan, pergerakannya yang terbatas itu, selalu diawasi kamera pengintai yang berada di dalam sel.

“Selama di sel isolasi, ada banyak batasan. Bisa enak, bisa tidak. Kalau orang biasa berkomunikasi dengan orang banyak, kondisinya bisa menurun. Baik secara emosianal dan mental hingga kesehatan,” papar Rizal.

Rizal pun membandingkan saat Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela dipenjara karena menentang diskriminasi ras. Nelson dinilai diperlakukan secara sama dengan tahanan lain, membaca buku hingga memiliki perpustakaan pribadi.

“Kalau Ustad ABB, buku saja dibatasi. Nelson Mandela yang dipenjara sampai tua saja, punya perpustakaan,” sesal Rizal mengisahkan nasib pasiennya.

Rencananya, pihak MER-C akan mengajukan pemeriksaan kesehatan kembali terhadap ABB dalam waktu dekat. Rujukannya ke Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) Jakarta.

“Kita akan periksa secara komprehensif kondisi otak beliau. Apakah tertekan atau memendam sesuatu, nanti ketahuan,” ungkapnya.

ABB sebelumnya telah menjalani Medical Check Up (MCU) di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita (RS-JHK), Kamis lalu (10/8). Tiba di rumah sakit, Rabu sore (9/8). ABB kembali ke Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Jumat subuh (11/8).

“Yang pasti kita tetap komitmen. Jaga kesehatan beliau. Kita rawat beliau dari tahun 2001,” demikian Rizal.(jk/rmol)

Sumber: eramuslim.com