OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Sabtu, 31 Maret 2018

MUI Minta DPR Tidak seperti Preman saat Melontarkan Kritik

MUI Minta DPR Tidak seperti Preman saat Melontarkan Kritik


10Berita, Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa'adi meminta anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mengedepankan perilaku santun dalam mengutarakan kritik. Hal ini untuk mencegah timbulnya polemik dan kegaduhan.

Menurut Zainut, pejabat negara seharusnya bisa menjadi teladan dan panutan, bukan sebaliknya yang berperilaku seperti preman. Sebab, tanggung jawab mereka bukan saja kepada rakyat yang diwakili tetapi juga kepada Tuhan.

"MUI yakin DPR memiliki mekanisme kontrol dan evaluasi terhadap perilaku anggotanya karena ada tata tertib, kode etik yang harus dipatuhi oleh setiap anggota DPR RI," katanya, lewat keterangan tertulis, Jumat, 30 Maret 2018.

Menurut dia, bila ada unsur pelanggaran etika yang dilakukan oleh anggotanya, maka Mahkamah Kehormatan Dewan DPR harus memberikan sanksi tegas demi menjaga marwah dan kehormatan lembaga. "Baik melalui pengaduan maupun tanpa adanya pengaduan dari masyarakat," ucapnya

MUI menyayangkan ada pejabat negara yang menggunakan kalimat kasar dalam menyampaikan kritik. "Hal tersebut menunjukkan rendahnya etika, tumpulnya rasa empati dan hilangnya kepekaan sosialnya," kata Zainut.

Zainut berujar konstitusi memang melindungi hak setiap orang untuk berekspresi, beda pendapat, dan menyampaikan kritik. "Namun dalam pelaksanaannya harus tetap mengindahkan nilai-nilai moral, etika dan agama," ucapnya.

Bila moral dijunjung tinggi, maka perbedaan pendapat sebesar apa pun yang terjadi di ruang publik tetap dalam koridor yang sehat. Hal ini, kata dia, tidak membuat salah satu pihak merasa dilecehkan. "Kritik yang dibangun harus dengan narasi yang baik, jujur dan elegan bukan dengan narasi yang sinis, sarkastik dan penuh kebencian," tuturnya.

Sebelumnya ucapan anggota Komisi Hukum DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Arteria Dahlan menuai kontroversi. Pasalnya dalam rapat kerja bersama Kejaksaan Agung, ia menyebut Kementerian Agama dengan kata kasar.

MUI menyayangkan ada pejabat negara yang menggunakan kalimat kasar dalam menyampaikan kritik. "Hal tersebut menunjukkan rendahnya etika, tumpulnya rasa empati dan hilangnya kepekaan sosialnya," ucapnya.

Sumber : opini-bangsa.com

Jumat, 30 Maret 2018

Ust Alfian Tanjung: Apakah Saya Ceramah Lucu-Lucu Saja?, Ini Nasihat Yusril

Ust Alfian Tanjung: Apakah Saya Ceramah Lucu-Lucu Saja?, Ini Nasihat Yusril


10Berita, Lanjutan sidang Ustad Alfian Tanjung pada hari Rabu (28/3) kemarin itu berjalan dengan baik. Sidang dimulai jam 11.00 sampai jam 15.30. Sesuai jadwal agenda persidangan seharusnya ada 2 Saksi Ahli meringankan yang dihadirkan. Yakni Prof Yusril Ihza Mahendra dan Ustad Abdul Chair SH. Namun karena Ustad. Abdul Chair sakit, jadinya hanya Yusril saja yang didengarkan kesaksiannya.

Pada saat persidangan 2 dari 3 hakim yang memimpin sidang itu menyampaikan kekaguman mereka atas penjelasan Yusril yang sangat jelas dan mencerahkan. Karena selama Yusril memang terkenal dengan sosok tokoh yang sopan serta tenang dalam persidangan.

Setelah Penasihat hukum, JPU dan Majelis Hakim memberikan pertanyaan kepada Pakar Hukum Tata Negara itu sebagai Saksi Ahli, tibalah saat Ustadz Alfian Tanjung diberi kesempatan untuk bertanya kepada Saksi Ahli (Yusril).

“Apa Nasihat Pak Yusril untuk saya, dengan kondisi negara yang aneh seperti hari ini. Saya yang menerangkan akan bahaya Komunis, malah saya yang ditangkap. Apakah setelah saya bebas, saya berhenti saja membahas bahaya komunis? atau saya ceramah yang lucu lucu saja?,” ujar Ust Alfian kepada Yusril.

Kemudian Yusril pun menjawab pertanyaan ustd Alfian itu “Yang Ustadz Alfian Tanjung sampaikan adalah kebenaran, tugas Ustad adalah menyampaikan yang benar. Amar Makruf dan Nahi Mungkar. Nasihat saya ya harus tetap dengan pendirian Ustadz Alfian Tanjung. Jangan goyah. Karena sampai kapanpun, Islam dengan Komunis tidak akan pernah akur. Dari dulu Masyumi (Partai Islam) yah lawannya PKI. Musuh orang yang beragama adalah orang yang anti agama,” kata Yusril menjawab pertanyaan Ustadz Alfian.

Atas jawaban tersebut, salah satu tokoh yang juga ikut hadir di persidangan itu, yakni Ustd Asep Syarifudin (Ketua API Jabar) mengatakan bahwa jawaban Yusril itu sekaligus nasihat yang sangat penting. “Ke-Istiqomahan harus dirawat, karena kriminalisasi ulama bertujuan untuk melemahkan ghiroh dan menciutkan nyali para Ustadz dan Ulama dalam menyampaikan kebenaran,” tutur Ustd Asep.

Dirinya juga atas nama Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat juga mengucapkan terima kasih kepada Umat Islam yang sudah hadir dalam persidangan hari itu. Ada Ustadz Haikal Hassan, Ustadz Asep dari Jawa Barat dan tokoh tokoh lainnya..

Adapun sidang selanjutnya akan dilaksanakan pada hari Rabu, 4 April 2018 di PN Jakarta Pusat dan akan menghadirkan Saksi Ahli lainnya yang meringankan, yakni Mayjen (Purn) Kivlan Zein dan Ustadz Abdul Chair SH dari MUI.

Sumber: panjimas

Pakar: Makanan Kaleng Bercacing tak Penuhi Standar Pangan

Pakar: Makanan Kaleng Bercacing tak Penuhi Standar Pangan


10Berita, JAKARTA  – Pakar pangan mengatakan makanan kaleng yang ditemukan bercacing merupakan makanan yang tak penuhi standar pangan. Oleh karena itu, langkah Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk menarik peredaran ikan makarel berkaleng dinilai adalah hal yang tepat.

“Makanan kaleng yang ditemukan cacing itu sudah tidak standar makanan, terlepas cacing itu akan berdampak kepada kesehatan manusia atau tidak,” kata pakar pangan yang juga direktur South East Asian Food and Agricultural Science and Technology (Seafast) Center IPB, Prof Nuri Andarwulan kepada seperti yang dikutip voa-islam.com dari RoL Jumat (30/3).

Ia menyebut langkah Badan POM merupakan langkah yang tepat untuk menarik produk itu dari pasaran. Sebab, makanan kaleng seharusnya bila telah melalui proses yang panjang untuk sterilisasi sehingga sudah sangat steril. 

Nuri juga mengatakan, selain tidak standar makanan, ikan makarel bercacing juga tak baik bila dilihat secara estetika.

“Secara estetika kan menjijikkan, jadi tidak boleh dikonsumsi,” ujar Nuri.

Masyarakat, lanjut dia, juga harus benar-benar mewaspadai adanya produk yang tak standar ini di pasaran. Ia juga berharap masyarakat dapat aktif melaporkan bila menemui adanya produk ikan makarel bila memang ditemukan bercacing.

Direktur Pengawasan Pangan Risiko Tinggi dan Teknologi Tinggi BPOM RI, Tetty Sihombing, juga menyatakan, atas tak standarnya makanan itu, maka pihaknya akan terus mengawasi peredaran ini di pasaran.

“Kami terus mengawasi peredaran ini di seluruh Indonesia. Kami harap sudah tak ada lagi,” ujar Tetty Jumat.

Ia mengatakan, adanya potensi yang membahayakan bila cacing ditemukan di dalam makanan berkaleng ini. “Bisa saja kan cacing itu, walaupun mati, dapat mengeluarkan zat-zat tertentu atau cacing itu bisa menyebabkan alergi orang-orang tertentu. Ini yang harus diantisipasi,” tuturnya.

Pihaknya juga menyarankan kepada masyarakat untuk melakukan pelaporan kepada Badan POM.

“Kita semua harus menjadi lkonsumen yang cerdas. Kita meminta masyarakat untuk cerdas untuk memeriksa nomor-nomor badge yang kita keluarkan dan umumkan. Kalau masih ada di lapangan, laporkan kita, supaya kita pastikan itu ditarik,” ujar Tetty. [syahid/]

Sumber :voa-islam.com

Neno Warisman: Gerakan #2019GantiPresiden Konstitusional

Neno Warisman: Gerakan #2019GantiPresiden Konstitusional

10Berita, Jakarta - Jelang Pemilihan Presiden (Pilpres 2019), sebuah gerakan 'Dua Periode' untuk memenangkan Joko Widodo gencar dilakukan sejumlah pihak. Baik di sosial media atau kampanye para politikus partai politik yang mendukung Jokowi. Namun, seperti layaknya kompetisi, muncul pula gerakan untuk menyaingi. Salah satunya gerakan #2019GantiPresiden yang tengah viral di media sosial.

Salah seorang inisiator gerakan #2019GantiPresiden, Neno Warisman, tidak menyangka antusias masyarakat yang menyambut gerakan tersebut. "Ini gerakan yang murni muncul dari masyarakat, terbukti ketika kita membuat grup WhatsApp, ternyata dalam waktu kurang dari 20 hari sudah 300 lebih grup terbentuk. Saya sendiri turun ke bawah, bertemu masyarakat bahkan tokoh-tokoh, mereka juga sudah bergremeng(kecewa)," ujar Neno dalam sebuah acara di Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Terkait munculnya desakan untuk mengusut dibentuknya Whatsapp Group tersebut, Neno menegaskan bahwa gerakannya tidak melanggar hukum. "Tidak bisa, ini sebuah gerakan moral yang dilindungi undang-undang dan merupakan hak setiap warga negara. Setiap penduduk punya hak untuk memilih atau tidak memilih, itu sah secara undang-undang, konstitusional" jelasnya.

Menurut Neno, Pilpres 2019 adalah momen yang bisa dimanfaatkan untuk perubahan. "2019 sudah saatnya ganti presiden, dan ini sudah sebentar lagi, ngapain juga makar-makar misalnya," ungkapnya.

Terkait kinerja pemerintah saat ini, Neno mengatakan masyarakat sudah bisa menilai sendiri. "Semua sudah tahu, di media sosial sudah terbuka, dan kita hanya ingin membicarakan bahwa Indonesia harus lebih baik, Indonesia harus dipimpin pemimpin yang bertakwa dan bisa mengajak rakyatnya juga bertakwa kepada Allah," tuturnya.

"Kalau dari sisi agama saya, Islam, kita yakin dimana di sebuah negeri penduduknya bertakwa, Allah janji Baldatun Toyyibatun Warrabun Ghafur (negeri yang subur, makmur, adil dan aman). Jadi izinkan saya tetap dalam keimanan saya, izinkan saya dan sekelompok besar kaum mukmin meyakini bahwa kalau kita bertakwa maka kita akan mendapatkan negeri yang gemah ripah loh jinawi, bukan dongeng, juga bukan isapan jempol," tambahnya.

Jadi, lanjut Neno, takwa merupakan ruh dari gerakan ini, "Kita mengajak orang lebih mendekat kepada Allah SWT," tandasnya.

red: adhila

Sumber : SI Online

Anies (Terus) Digoyang

Anies (Terus) Digoyang

10Berita, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terus digoyang. Dia terancam dinonjobkan alias diberhentikan. Bukan karena melakukan penistaan, tetapi karena Anies memberi lapak jualan kepada pedagang di kawasan Tanah Abang.

Ombudsman selaku lembaga negara yang kinerjanya kurang populer selama ini mendadak berisik. Anies dinilai tak kompeten dalam mengelola Jakarta. Dia memberikan rekomendasi kepada Anies. Bila tidak dijalankan, Anies bisa dibebastugaskan.

Publik semua tahu, Ombudsman nyaris tak bersuara ketika Ahok masih berkuasa. Padahal, sederet pelanggaran terjadi saat itu. Misalnya, kasus lahan di Cengkareng, kasus lahan di Sumber Waras, reklamasi yang dibangun tanpa Perda, penggusuran di banyak tempat, dan lain sebagainya. Ombudsman juga tak pernah bersuara melihat jalan raya di depan Istana dan di depan Kedubes Inggris ditutup sejak lama.

Metro TV dalam sebuah tayangan memvonis Anies sebagai gubernur ruwet. Berkali-kali stasiun televisi milik Surya Paloh ini menampilkan berita bernada negatif kepada Anies. Mereka seolah tak peduli dengan peringkat ratting yang masih berada di posisi bawah bersama TVRI.

Para Ahoker kelas berat yang kini berkumpul di PSI ikut membully Anies dengan beragam komentar. Mereka tidak ngaca kemarin telah menipu publik dengan memalsukan dan mencatut nama seorang dokter sebagai pengurus saat verifikasi partai. PSI ini lebih doyan numpang tenar dengan cara menyerang Anies ketimbang meningkatkan kejujuran para kadernya.

Menyikapi semua ini, Anies tetap cool. Dia tetap fokus bekerja meski berat badannya menurun. Bagi Anies, keputusannya menutup Jalan Jati Baru karena memikirkan periuk nasi para pedagang kaki lima yang notabenne rakyat tak berdaya.

“Banyak tanah negara dibangun mall didiamkan, kenapa soal Tanah Abang jadi ribut? Pemerintah ini ada untuk siapa sebenarnya?” kata Anies dengan santai.

Di tengah bully para hatter yang menerpa, Anies justru kembali membuat gebrakan. Dia menutup Alexis secara total. Tanpa mengerahkan Satpol PP dan buldoser, tanpa juga membuat kegaduhan di media massa. Anies cukup mengirimkan sepucuk surat.

Gebrakan Anies menutup Alexis tetap dinilai sinis. Bestari Barus menilai, menutup Alexis tidaklah istimewa karena bisa dilakukan sekelas camat. Politikus Nasdem ini lupa bahwa jagoannya dulu (Ahok) mengaku tak bisa menutup Alexis. Artinya, secara tidak langsung, Barus menegaskan kualitas Ahok masih di bawah camat.

Anies sedang menata Jakarta. Tidak hanya mengatur tata kota, tetapi juga mengubah prilaku manusianya. Anies mempertontonkan gaya kepemimpinan yang santun dalam bicara, namun tegas dalam bertindak. Anies pemimpin yang mengedepankan isi kepala, bukan mengandalkan emosi dan intonasi suara.

Warga Jakarta mendukung kepemimpinan Anies. Para ulama dan umat di belakang Anies. Barisan relawan bersama Anies. Ribuan Jakmania sedang mengidolakan Anies, kaum miskin kota mencintai Anies. Terus kalian yang isinya cuma itu-itu saja mau menggoyang Anies…? Coba saja…

Tb Ardi Januar

Sumber : Ngelmu.co

Surat Untuk Menkes Atas Pernyataannya “Cacing itu Isinya Protein”

Surat Untuk Menkes Atas Pernyataannya “Cacing itu Isinya Protein”


Cacingmu bukan untuk ku
Oleh: Sefty Septiana

10Berita, Membaca statement seorang menteri kesehatan, menurut beliau “Setahu saya itu (ikan makarel) kan nggak dimakan mentah, kita kan goreng lagi, atau di masak lagi. Cacingnya mati lah. Cacing itu sebenarnya isinya protein, berbagai contoh aja tapi saya kira kalau udah di masak kan saya kira juga steril. Insya Allah gak jadi.”

Cacing yang mana bu? Ahir ahir ini masyarakat dihebohkan temuan cacing pada makanan kaleng jenis ikan Sarden berbagai merk.

Dan ibu mengatakan aman, cacing itu adalah protein.

Ya, saya setuju bu. Kandungan protein cacing sangat tinggi, bahkan mengalahkan jenis hewan seperti daging sapi, ikan yg hanya berkisar maximal 60%. Sedangkan kandungan protein cacing hingga 70%.

Namun….

Cacing yg mana dulu bu? Ya, setuju jika cacing tanah memiliki protein tinggi, baik cacing tanah hasil budidaya atau cacing tanah liar.

Tentang kandungan cacing dan jenisnya saya yakin ibu lebih paham, tak perlu saya uraikan.

Tapi…

Bukankah yang kita bahas dan khawatirkan itu adalah cacing yg ada dalam makanan kaleng?

Ya, itu adalah jenis cacing parasit. Penuh protein dan bermanfaatkah cacing parasit bagi tubuh manusia?

Cacing parasit justru dapat mengambil nutrisi yang terdapat di dalam makanan kaleng tersebut, sehingga makanan itu tidak memiliki nutrisi yang kita butuhkan lagi.

Apa bahaya nya Cacing parasit?

Cacing jenis ini umumnya akan menyerang organ tubuh manusia seperti usus, paru paru, organ hati, pusat syaraf dan lain lain yang tentunya dapat membahayakan kesehatan kita.

Lalu dimana manfaat nya?
Jika ingin menenangkan masyarakat jangan seperti membodohi kami.

Biarlah kami konsumsi protein dari sumber makanan lain, jangan dari cacing, itu berat dan menjijikan biar ibu saja.

sumber: sefty

DHUAARR! Andi Arief BONGKAR Motif Yunarto Nyinyiri Demokrat: Ditolak Dampingi AHY dan Minta Bayaran Milyaran

DHUAARR! Andi Arief BONGKAR Motif Yunarto Nyinyiri Demokrat: Ditolak Dampingi AHY dan Minta Bayaran Milyaran


10Berita, Pengamat politik sekaligus pemilik survey Charta politika Yunarto Wijaya mengeluarkan cuitan-cuitan tajam yang disinyalir ditujukan kepada Partai Demokrat.

Ia secara tajam menyindir Demokrat yang tengah menyiapkan AHY untuk 2019.

"Partai yg hampir semua kadernya sibuk bekerja ngurusin gimana anak bosnya bisa makin terangkat namanya... Bayar mahal billboard, nyiapin titik kampanye, spanduk, semua hrs dgn wajah sang putra mahkota... #alkisah," tulis Yunarto di akun twiternya @YunartoWijaya, Kamis 29 Maret 2018.

Partai yg hampir semua kadernya sibuk bekerja ngurusin gimana anak bosnya bisa makin terangkat namanya... Bayar mahal billboard, nyiapin titik kampanye, spanduk, semua hrs dgn wajah sang putra mahkota... #alkisah

— Yunarto Wijaya (@yunartowijaya) March 29, 2018


Cuitan nyinyir ini segera dibalas oleh Mantan Stafsus Presiden era SBY Andi Arief.

Ia menyebut Yunarto pernah minta mendampingi Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan minta bayaran miliaran rupiah tetapi ditolak Partai Demokrat.

“Tukang survey yunarti nawarin diri pendampingan ke AHY. Minta dibayar milyaran,” kata politikus Partai Demokrat Andi Arief di akun Twitter-nya @andiarief_, Jumat 30 Maret 2018.

Andi mengatakan, Partai Demokrat menolak proposal yang diajukan Yunarto karena suka merekayasa hasil survei.

“Kami tolak, lembaga surveynya abal-abal,” ungkapnya.

Tukang survey yunarti nawarin diri pendampingan ke AHY. Minta dibayar milyaran. Kami tolak, lembaga surveynya abal dan suka rekayasa hasil survey @panca66

— Andi Arief (@andiarief__) March 30, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Jejak Islam di Pantai Gading

Jejak Islam di Pantai Gading

Perkembangan tarekat sufi di sana cukup pesat.

10Berita , JAKARTA --  Afrika bukanlah tempat asing bagi Islam. Benua tersebut tercatat dalam sejarah sebagai tempat penyebaran agama tersebut. Pada abad kesem bilan, pedagang Barbar membawa agama Islam dari Afrika Utara hingga kekaisaran kuno Ghana.

Dilansir di countrystudies.us pada abad ke-13, penguasa Malinke di Kerajaan Mali menyebarkan Islam ke sebagian besar sabana. Proses ini berlanjut sampai abad kedelapan belas. Ketika itu Juula mendirikan kerajaan Muslim di tempat yang sekarang berada di sebelah utara Pantai Gading. Masyarakat mulai me nge nal dan me nyebarkan Islam, sehingga lambat laun berkembang menjadi agama mayoritas.

Pada abad kesembilan belas, pejuang Malinke Samori Toure seorang tokoh Muslim berdakwah dan menyebarkan Islam hingga ke selatan. Kewajiban utama Muslim adalah mematuhi perintah Allah SWT. Bukti keimanan awal yang utama adalah mengucapkan dua kalimat syahadat.

Di Pantai Gading, seorang Muslim dikatakan saleh apabila dia mengerjakan sha lat, berpuasa, zakat dan berhaji bagi yang mampu. Sebagian besar muslim Ivoirian adalah Sunni. Mereka menganut mazhab Maliki. Sebagian dari mereka mendalami tasawuf melalui tarekat.

Perkembangan tarekat sufi di sana cukup pesat. Qadiriyah misalkan, didirikan pada abad kesebelas. Mayoritas peng ikutnya berada di sebelah barat, dan Tidjaniya, yang didirikan pada abad kedelapan belas. Mereka paling banyak berada di sebelah timur. Dua persaudaraan Islam lainnya memiliki sedikit pengikut di Pantai Gading.

Tarekat Sanusiyah yang banyak diikuti Muslim Libya memiliki pengaruh besar di Pantai Gading. Mereka aktif mengadakan kegiatan, seperti zikir, dan berkumpul bersama dalam majlis keilmuan. Masya rakat setempat akan berkumpul dan menga dakan berbagai aktivitas.

Otoritas keagamaan yang diakui di negara ini adalah Marabout. Asal katanya adalah murabit yang dipahami masyarakat Afrika Barat sebagai guru agama. Marabout dipercaya memiliki mukjizat sebagai penyembuh dan memberikan perlindungan melalui benda yang didoakannya.

Namun keberadaan marabout menimbulkan reaksi di antara masyarakat, terutama mereka keturunan arab. Gerakan penolakan marabout terjadi pada abad ke 19.

Masyarakat melihat perlawanan terhadap Marabout hanya sebagai kepen tingan ekonomi. Sebabnya, mereka yang melakukan gerakan berasal dari golongan kaya. Sedangkan Marabout membela kaum papa.

Sumber :Republika.co.id 

Hindari Penipuan Biro Travel, 4 Hal Ini Perlu Diperhatikan Jamaah

Hindari Penipuan Biro Travel, 4 Hal Ini Perlu Diperhatikan Jamaah

10Berita, MARAKNYA biro travel umrah yang bermasalah membuat masyarakat harus lebih teliti dan selektif dalam memilih penyedia layanan jasa demi kelancaran ibadah umrah ataupun haji mereka. Apa saja yang harus diperhatikan agar niat suci untuk beribadah itu tidak terperosok dalam jerat penipuan oknum biro travel?

Ketua Himpunan Penyelenggara Haji dan Umrah (Himpuh) Baluki Ahmad mengungkapkan setidaknya ada tiga hal yang perlu dicermati calon jamaah dalam memilih Penyelenggara Perjalan Ibadah Umrah (PPIU) yang amanah.

Pertama, pilih PPIU yang mengantongi izin resmi dari Kementerian Agama. Hal ini bisa menjadi filter bagi calon jemaah. Dengan mengantongi izin, pelayanan PPIU setidaknya telah terverifikasi.

Kedua, calon jemaah perlu memahami bahwa berbeda dengan ibadah haji, calon jemaah umrah tidak perlu menunggu lama hingga mendapatkan waktu keberangkatan. Jangka waktu dari mulai pendaftaran hingga pemberangkatan paling lama enam bulan. Jika lebih lama dari enam bulan, dikhawatirkan uang yang disetorkan oleh calon jamaah digunakan untuk hal lain.

Ketiga, perhatikan biaya perjalanan umrah yang ditawarkan oleh PPIU. Kemenag dan asosiasi telah menetapkan harga referensi sebagai acuan yaitu Rp20 juta per calon jamaah.

Jika ada PPIU yang menawarkan dengan harga lebih murah, calon jemaah harus curiga dan memastikan setiap komponen standar pelayanan minimal terpenuhi sesuai Peraturan Menteri Agama Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah.

Sesuai aturan, maskapai penerbangan yang digunakan hanya perlu sekali transit sebelum menuju Arab Saudi, makan harus tiga kali sehari, dan hotel yang menjadi tempat akomodasi minimal bintang tiga.

Selain itu, Kepala Sub Direktorat Perizinan, Akreditasi dan Bina PPIU Direktorat Bina Umrah dan Haji Khusus Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Zakaria Anshori menambahkan terkait beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih biro travel ini.

Menurut Zakaria, jika jamaah terpaksa menggunakan perantara, calon jemaah perlu memastikan perantara tersebut memang diakui oleh biro perjalanan yang diwakili.

“Kalau harus menggunakan perantara, calon jemaah harus melakukan klarifikasi dengan menelepon langsung biro perjalanan yang diwakili oleh perantara terkait,” ujarnya.

Selanjutnya, Zakaria mengingatkan agar calon jemaah tidak mudah tergiur dengan iming-iming bonus jika berhasil mengajak calon jemaah lain. Ini identik dengan skema multilevel marketing (MLM). Zakaria berpesan agar calon jemaah hanya fokus pada perjalanan ibadah umrahnya saja.

“Jangan tergiur dengan program-program yang menjanjikan insentif sebagai agen,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan, jika PPIU menawarkan biaya perjalanan umrah di bawah harga referensi, PPIU harus melapor ke Kemenag untuk membuktikan bahwa harga tidak melanggar SPM dan dana yang digunakan bisa dipertanggungjawabkan. Nantinya, Kemenag akan melakukan verifikasi atas informasi tersebut.

“Misalnya, jika benar PPIU mendapatkan harga khusus dari maskapai, Kemenag akan memverifikasi kebenaran informasi tersebut ke maskapai termasuk dokumen,” ujar Zakaria.

Zakaria juga mengimbau masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mengawasi kegiata PPIU. Dengan demikian, ke depan, ia berharap tidak ada lagi calon jemaah yang menjadi korban penipuan. Jika masyarakat menemukan PPIU yang mencurigakan, masyarakat bisa langsung melapor ke Kemenag. []

SUMBER: Cnn,  Islampos.

Masya Allah... Ini Doa Ustadz Abdul Somad untuk Aher

Masya Allah... Ini Doa Ustadz Abdul Somad untuk Aher


Ustadz Abdul Somad doakan Aher (Tribunnews.com)

10Berita, Ustadz Abdul Somad mendoakan Ahmad Heryawan saat bertemu dengan Gubernur Jawa Barat itu di rumah dinasnya, Jumat (30/3/2018). Doa tersebut bukan hanya untuk Aher –sapaan akrab Ahmad Heryawan- namun pada hakikatnya untuk seluruh rakyat Indonesia.

Ustadz Abdul Somad menggelar safari dakwah selama akhir pekan ini di Bandung Raya. Aher menyambut baik dengan menjamu dai alumni Al Azhar dan Darul Hadits itu di Rumah Dinas Gedung Pakuan.

Dalam sambutannya, Ustadz Abdul Somad mengatakan bahwa 10 tahun yang lalu ia mendengar lulusan Cairo menjadi Gubernur. Sebagai sesama Lc, Ia pun menaruh harapan pada Aher. Sebab biasanya Lc ketika pulang membuka sekolah dan mengundang Bupati/Walikota untuk meresmikannya. Namun Aher justru berhasil menjadi Gubernur.

Ustadz Abdul Somad kemudian mendoakan Aher, agar kebaikannya tidak hanya dimiliki oleh rakyat Jawa Barat tetapi bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.



"Saya hanya bisa mendoakan dan berharap Allah memberi kebaikan pada Kang Aher di masa depan. Kebaikannya tak hanya dimiliki rakyat Jabar tapi semua umat Islam di seluruh Indonesia," kata Ustadz Abdul Somad seperti dikutip Republika.

Lebih jauh Ustadz Abdul Somad sangat mendukung umat Islam yang memiliki kepedulian pada politik. Politisi Muslim, menurutnya, memiliki motivasi untuk mengubah umat.

Ia juga menegaskan, politik merupakan bagian dari agama dan mengelola APBD merupakan bagian dari ibadah. 

"Perbaikan pendidikan, memperbaiki kesejahteraan petani itu merupakan tanggung jawab kita pada umat," tandas Ustadz Abdul Somad. [Ibnu K/]

Sumber :Tarbiyah.net