OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 02 April 2018

Presiden Erdogan: Hei, Netanyahu! Anda adalah Teroris

Presiden Erdogan: Hei, Netanyahu! Anda adalah Teroris

10Berita, TURKI—Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut PM Israel Benjamin Netanyahu sebagai “Teroris” pada Ahad (1/4/2018). Sebutan itu dikatakan Erdogan setelah Netanyahu memuji pasukan Israel yang menewaskan 15 warga Palestina saat bentrokan mematikan di Gaza.

“Hei, Netanyahu! Anda seorang penjajah. Anda jelas-jelas sebagai penjajah yang berada di tanah Palestina. Tak hanya itu, Anda adalah seorang teroris! ” kata Erdogan dalam pidato televisi di Adana, Turki selatan.

“Apa yang Anda lakukan terhadap orang-orang Palestina yang tertindas akan menjadi bagian dari sejarah dan kami tidak akan pernah melupakannya. Orang-orang Israel merasa tidak nyaman dengan apa yang Anda lakukan,” ungkap Erdogan.

“Kami tidak bersalah atas tindakan pendudukan,” pungkas Netanyahu.

Komentar itu muncul setelah tentara Israel membunuh 16 warga Palestina dan melukai ratusan lainnya pada aksi pawai ‘Kepulangan akbar’ yang menyebabkan bentrokan di sepanjang perbatasan Israel dengan Jalur Gaza.

Penyataan Erdogan tersebut langsung mendorong respon yang tajam dari Netanyahu.

“Tentara paling bermoral di dunia tidak akan diberi kuliah tentang moralitas dari seseorang yang selama bertahun-tahun telah membom penduduk sipil tanpa pandang bulu,” tulis Netanyahu dalam Tweeternya.

Sebelumnya, Netanyahu telah menyebut Erdogan sebagai seseorang yang “mengebom warga desa Kurdi”.

Netanyahu malah membela tindakan para prajuritnya yang telah menembaki orang-orang Palestina yang menggelar pawai besar dari sebuah kamp protes utama. Pawai tersebut dihadiri oleh puluhan ribu orang dan mendekati pagar yang dijaga ketat yang memotong Jalur Gaza. []

SUMBER: AL Arabia,  Islampos.

Minggu, 01 April 2018

PM Kosovo Memecat Menterinya Sendiri, Kenapa Presiden Turki Erdogan yang Marah?

PM Kosovo Memecat Menterinya Sendiri, Kenapa Presiden Turki Erdogan yang Marah?

10Berita —Perdana Menteri Kosovo dicecar kecaman sengit oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, setelah memecat menterinya sendiri karena melakukan ekstradisi 6 warga Turki dari Kosovo tanpa sepengetahuan dirinya sebagai kepala pemerintahan Kosovo.

Agen intelijen Turki memburu lima guru dan seorang dokter yang bekerja di Kosovo lalu mendeportasi mereka kembali ke Turki, menuding keenam orang itu sebagai kaki-tangan Fethullah Gulen, yang dituduh Erdogan sebagai otak dibalik percobaan kudeta tahun 2016.

Perdana Menteri Kosovo Ramush Haradinaj memecat menteri dalam negeri dan kepala intelijen Kosovo, hari Jumat (30/3/2018), karena tidak memberitahukan kepada dirinya perihal operasi tersebut. Baca berita sebelumnya: Ekstradisi Gulenis ke Turki, Mendagri dan Kepala Intelijen Kosovo Dipecat

Namun, tindakan Haradinaj itu justru mengundang kemarahan Erdogan.

“Dinas Intelijen Nasional kami menciduk enam manajer senior mereka dalam sebuah operasi di Kosovo dan membawa mereka ke sini (Turki, red). Namun, saya sedih. Perdana Menteri Kosovo memberhentikan kepala intelijen dan menteri dalam negeri. Sekarang saya tanya, ‘Hey, Perdana Menteri Kosovo, siapa yang menyuruhmu melakukan hal itu,” kata Erdogan saat berpidato dalam pertemuan partai AKP, seperti dilansir Euronews Sabtu (31/3/2018).

Erdogan kemudian melanjutkan ancamannya.

“Sejak kapan anda mulai melindungi mereka yang melakukan kudeta terhadap Republik Turki? Tidakkah anda tahu kami adalah negara kedua di dunia yang mengakui Kosovo, bahkan tidak sampai satu jam setelah Amerika yang pertama [memberikan pengakuan], kami yang kedua. Bagaimana bisa anda memberi makan orang-orang ini, yang berusaha melakukan kudeta terhadap Turki yang merangkul Kosovo sebagai saudara kandung? Anda akan membayar [perbuatan] ini,” janji Erdogan.

Pernyataan Erdogan tersebut kontan mendapat sambutan tidak hangat dari orang-orang Kosovo.

Seorang jurnalis televisi Kohavision lewat akunnya Xhemajl Rexha di Twitter berkata, “Luar biasa. Anda tidak bisa memerintah di sini, Tuan Erdogan. #Kosovo.”

Lebih lanjut dia mengutip perkataan penasihat utama PM Haradinaj, Bersnik Tahiri, yang menanggapi Erdogan: “Ramush Haradinaj tidak bisa diperas atau diancam, dan semua orang tahu bahwa pidato Erdogan itu justru mengkonfirmasi Haradinaj sama sekali tidak mengetahui dan bukan bagian dari film ‘Deportasi’ …”

Setelah mengetahui bahwa ada operasi rahasia intelijen Turki di wilayah Kosovo yang dilakukan tanpa sepengetahuan dirinya, PM Haradinaj lewat Twitter pada hari Kamis dan Jumat lalu mengatakan bahwa dia akan mengambil tindakan sesuai wewenang konstitusionalnya sebagai kepala pemerintahan Kosovo.*

Sumber : Hidayatullah.com

PM Kosovo Memecat Menterinya Sendiri, Kenapa Presiden Turki Erdogan yang Marah?

PM Kosovo Memecat Menterinya Sendiri, Kenapa Presiden Turki Erdogan yang Marah?

10Berita —Perdana Menteri Kosovo dicecar kecaman sengit oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, setelah memecat menterinya sendiri karena melakukan ekstradisi 6 warga Turki dari Kosovo tanpa sepengetahuan dirinya sebagai kepala pemerintahan Kosovo.

Agen intelijen Turki memburu lima guru dan seorang dokter yang bekerja di Kosovo lalu mendeportasi mereka kembali ke Turki, menuding keenam orang itu sebagai kaki-tangan Fethullah Gulen, yang dituduh Erdogan sebagai otak dibalik percobaan kudeta tahun 2016.

Perdana Menteri Kosovo Ramush Haradinaj memecat menteri dalam negeri dan kepala intelijen Kosovo, hari Jumat (30/3/2018), karena tidak memberitahukan kepada dirinya perihal operasi tersebut. Baca berita sebelumnya: Ekstradisi Gulenis ke Turki, Mendagri dan Kepala Intelijen Kosovo Dipecat

Namun, tindakan Haradinaj itu justru mengundang kemarahan Erdogan.

“Dinas Intelijen Nasional kami menciduk enam manajer senior mereka dalam sebuah operasi di Kosovo dan membawa mereka ke sini (Turki, red). Namun, saya sedih. Perdana Menteri Kosovo memberhentikan kepala intelijen dan menteri dalam negeri. Sekarang saya tanya, ‘Hey, Perdana Menteri Kosovo, siapa yang menyuruhmu melakukan hal itu,” kata Erdogan saat berpidato dalam pertemuan partai AKP, seperti dilansir Euronews Sabtu (31/3/2018).

Erdogan kemudian melanjutkan ancamannya.

“Sejak kapan anda mulai melindungi mereka yang melakukan kudeta terhadap Republik Turki? Tidakkah anda tahu kami adalah negara kedua di dunia yang mengakui Kosovo, bahkan tidak sampai satu jam setelah Amerika yang pertama [memberikan pengakuan], kami yang kedua. Bagaimana bisa anda memberi makan orang-orang ini, yang berusaha melakukan kudeta terhadap Turki yang merangkul Kosovo sebagai saudara kandung? Anda akan membayar [perbuatan] ini,” janji Erdogan.

Pernyataan Erdogan tersebut kontan mendapat sambutan tidak hangat dari orang-orang Kosovo.

Seorang jurnalis televisi Kohavision lewat akunnya Xhemajl Rexha di Twitter berkata, “Luar biasa. Anda tidak bisa memerintah di sini, Tuan Erdogan. #Kosovo.”

Lebih lanjut dia mengutip perkataan penasihat utama PM Haradinaj, Bersnik Tahiri, yang menanggapi Erdogan: “Ramush Haradinaj tidak bisa diperas atau diancam, dan semua orang tahu bahwa pidato Erdogan itu justru mengkonfirmasi Haradinaj sama sekali tidak mengetahui dan bukan bagian dari film ‘Deportasi’ …”

Setelah mengetahui bahwa ada operasi rahasia intelijen Turki di wilayah Kosovo yang dilakukan tanpa sepengetahuan dirinya, PM Haradinaj lewat Twitter pada hari Kamis dan Jumat lalu mengatakan bahwa dia akan mengambil tindakan sesuai wewenang konstitusionalnya sebagai kepala pemerintahan Kosovo.*

Sumber : Hidayatullah.com

Soal Bentrokan Maut di Gaza, Begini Reaksi PBB

Soal Bentrokan Maut di Gaza, Begini Reaksi PBB

10Berita, AMERIKA SERIKAT—Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres dikabarkan telah menyerukan penyelidikan atas kasuskematian 15 warga Palestina selama aksi pawai besar di perbatasan, Jumat (30/3/2018) di Jalur Gaza.

Sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh juru bicara PBB mengatakan Guterres sangat prihatin dengan laporan dari bentrokan maut di Gaza.

Guterres menyerukan kepada mereka yang berkepentingan untuk menahan diri dari tindakan apa pun yang dapat menyebabkan korban lebih lanjut, terutama tindakan yang dapat menempatkan warga sipil dalam bahaya.

Dewan Keamanan PBB pada Jumat gagal memutuskan mengambil tindakan atau merilis pernyataan bersama setelah pertemuan darurat pada Jumat malam. Kuwait menyelenggarakannya beberapa jam setelah hari paling berdarah di Gaza sejak perang 2014 Israel.

15 orang tewas dan lebih dari 750 terluka oleh tembakan Israel ketika ribuan demonstran Palestina berbaris ke perbatasan Gaza dengan Israel dan bentrok dengan tentara pada Hari Bumi.

Selama sesi Dewan Keamanan, Taye-Brook Zerihoun, wakil kepala urusan politik PBB, memperingatkan bahwa situasi mungkin memburuk dalam beberapa hari mendatang.

Karena itu Zerihoun menekankan bahwa PBB akan terus menekankan bahwa warga sipil tidak boleh ditargetkan dan semua pihak bisa menahan diri karena berisiko membahayakan anak-anak. []

SUMBER: PIC,  Islampos.

Masjid Syuhada Siapkan Bangunan Pusat Kegiatan

Masjid Syuhada Siapkan Bangunan Pusat Kegiatan


Yayasan membutuhkan dana segar sekitar Rp 12,5 miliar

10Berita , SLEMAN -- Masjid Syuhada merupakan salah satu masjid monumental di Kota Yogyakarta. Sejak mulai beroperasi pada 1952 hingga saat ini, masjid yang dikelola oleh Yayasan Masjid Syuhada ini telah memiliki beberapa kegiatan baik itu kegiatan formal maupun informal.

Seiring dengan kian banyaknya kegiatan dan jamaah, yayasan pun berniat untuk mendirikan Syuhada Centre yang merupakan bangunan pusat kegiatan. Wakil Ketua Umum Yayasan Masjid Syuhada, M Hanief mengatakan, Syuhada Centre itu akan didirikan di bangunan yang berada tepat di depan masjid.

"Total luas lahan yang akan digunakan adalah sekitar 923 meter persegi," ucapnya kepada Republika usai menggelar penggalangan dana yang dikemas dalam gala dinner dan talkshowbertema Syuhada untuk Semua di Hotel Eastparc Yogyakarta pada Sabtu (31/3).

Mengingat harga tanah di sekitar kawasan Kotabaru, Yogyakarta berkisar sekitar Rp 20 juta per meter persegi, maka yayasan membutuhkan dana segar sekitar Rp 12,5 miliar. Bahkan, sebelumnya, tanah itu ditawarkan dengan harga Rp 22 miliar.

Demi mencukupi kebutuhan itu, lanjutnya, maka yayasan pun menggelar penggalangan dana sekaligus gala dinnerdan talkshow yang menghadirkan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD dan Ketua Umum Persaudaraan Djamaah Hadji Indonesoa (PDHI), Sunardi Syahuri.

Dalam kesempatan itu, kedua pembicara yang semuanya merupakan alumni lembaga dari Yayasan Masjid Syuhada tersebut saling memberikan testimoni terkait pentingnya kehadiran Masjid Syuhada bagi masyarakat. Mahfud pun juga sempat menekankan tentang keutamaan dari bersedekah.

Mahfud yang juga mendukung atas pembangunan dari Syuhada Centre itu berharap, Masjid Syuhada dapat melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia. "Masjid harus memiliki manfaat yang besar," ucapnya. Terlebih, lanjutnya, Masjid Syuhada juga merupakan simbol perjuangan kemerdekaan seperti Masjid Istiqlal Jakarta.

Kegiatan yang mengundang para alumni yayasan serta para jamaah dari Masjid Syuhada itu berhasil mengumpulkan penggalangan dana sekitar Rp 700 juta. Selanjutnya, dana itu akan digunakan untuk pembayaran lahan yang sudah harus dibayarkan pada 10 April 2018. Sebelumnya, yayasan sudah membayar sejumlah Rp 4,5 miliar.

Sumber : Republika.co.id

Tak Banyak Diungkap, 5 Fakta di Balik Kemenangan Al-Sisi dalam Pemilu Mesir

Tak Banyak Diungkap, 5 Fakta di Balik Kemenangan Al-Sisi dalam Pemilu Mesir

10Berita , Kairo – Abdul Fattah al-Sisi kembali menjadi presiden Mesir setelah memenangkan pemilihan umum tahun 2018. Berdasarkan hasil penghitungan cepat atau quick count, Rabu (28/03/2018), Al-Sisi mendapat sekitar 92 persen dari total pemilih Mesir. Al-Sisi mengalahkan satu-satunya kandidat pesaing, yakni Moussa Mustafa Moussa.

Banyak hal menarik yang dapat dicermati di balik kemenangan Al-Sisi dalam pemilu kali ini. Sebelumnya, jenderal Mesir itu kerap disoroti terkait dugaan korupsi dan penyalahgunaan dana sehingga memicu krisis ekonomi di Mesir. Dari sini, apa yang menjadikannya kembali terpilih setelah periode jabatan 2014 lalu?

1. Kandidat Capres yang Ditangkapi dan Mengundurkan Diri 

Pihak berwenang secara berturut-turut telah menyingkirkan para penantang utama yang ingin mencalonkan diri sebagai presiden. Mereka telah menangkap dua calon potensial, pensiunan Letnan Jenderal Sami Anan dan Kolonel Ahmed Konsowa. Calon potensial ketiga, Ahmed Shafik, mantan perdana menteri dan komandan angkatan udara, tampaknya ditempatkan di bawah tahanan rumah rahasia di sebuah hotel sampai ia mundur dari arena pertarungan pemilu.

Dua kandidat potensial utama lainnya, pengacara hak asasi manusia Khaled Ali dan mantan anggota parlemen, Mohamed Anwar al-Sadat, mundur dalam pendaftaran resmi. Mereka mengkhawatirkan tindakan represif dan keselamatan pendukung mereka, selain praktik manipulasi oleh pemerintah.

Satu-satunya kandidat yang tersis adalah Mousa Mostafa Mousa, pemimpin Partai Al-Ghad, yang mendukung pemerintah. Dia mendaftarkan pencalonannya pada detik-detik akhir tanggal 29 Januari. Hal itu terjadi setelah adanya upaya dari anggota parlemen pro-pemerintah yang mendorongnya untuk mencalonkan diri. Sampai hari sebelum dia mendaftarkan pencalonannya, dia adalah anggota tim sukses al-Sisi untuk masa jabatan kedua.

2. Pemerintah Terapkan Aturan Ketat dalam Pemilu 

Untuk meningkatkan jumlah pemilih, kantor berita Mesir memberi ultimatum kepada warga Mesir bagi yang gagal memberikan suara dianggap melanggar hukum dan dijatuhi denda hingga $ 28 (Rp 385 rb). Sebuah ancaman yang jarang terjadi dalam pemilihan sebelumnya.

“Mereka jelas mengharapkan jumlah pemilih menjadi rendah sehingga mereka mengatakan bahwa untuk membuat orang takut tidak memilih. Mereka berpikir bahwa (peringatan) mungkin mendorong mereka untuk memilih, sehingga berpotensi meningkatkan perolehan suara,” kata salah satu warga bernama Magdy saat diwawancarai Al-Jazeera.

Sementara itu, warga lain bernama Maha mengaku tidak peduli dengan peringatan itu. Ia menganggap pemilu tidak penting karena hasilnya sudah bisa dipastikan. “Aku lebih suka membayar karena saya tidak berpikir itu layak untuk membuang-buang waktuku. Ini adalah lebih dari referendum daripada pemilihan,” katanya.

Sebuah video yang dibagikan di Twitter menunjukkan seorang perwakilan dari Kementerian Pendidikan Mesir meminta kepada para guru di sebuah sekolah agar mereka menunjukkan bukti suara mereka dengan menandatangani kartu yang akan dikirim ke pihak berwenang menggunakan ujung jari mereka yang terkena celupan tinta.

3. Politik Uang dan Janji Kemakmuran

Gubernur Beheira, sebuah provinsi Delta Nil di utara Kairo, mengatakan kepada seorang pewawancara TV bahwa desa-desa dan kota-kota dengan tingkat partisipasi pemilih yang tinggi akan dijanjikan dengan perbaikan layanan air dan sanitasi. Pejabat lainnya, Gubernur Magdy Hegazy dari provinsi Aswan di selatan, menjanjikan imbalan uang tertentu ke kabupaten dengan partisipasi tertinggi.

Sekretaris jenderal provinsi New Valley di Mesir barat mengirim memo kepada kepala dewan kota dan distriknya. Dalam memo itu dijanjikan dana yang akan digunakan untuk meningkatkan layanan publik ke enam daerah dengan jumlah pemilih terbesar. Nilai tertinggi untuk 3.000 suara atau lebih adalah sebesar 5 juta pound (sekitar $ 284.000).

Aya Kamal, seorang penduduk di pinggiran kota Kairo, Matariya, mengatakan dia dijanjikan jatah makanan ekstra jika dapat menunjukkan bukti memberikan suara (untuk Al-Sisi) kepada penjaga toko di sebuah toko yang ditunjuk negara. Dia mengatakan rencana itu didanai oleh koalisi parlemen terbesar yang mendukung pemerintah.

Sebuah badan amal yang dipimpin oleh anggota parlemen pro-pemerintah lainnya, Saad el-Gamal, menyediakan  bus gratis untuk membawa pemilih ke tempat pemungutan suara di el-Aqwaz, sebuah desa sekitar 80 kilometer (50 mil) selatan Kairo.

Fatima Abdel-Latif (66 tahun) mengatakan dirinya dan penduduk desa lainnya dijanjikan masing-masing 100 pound ($ 5,70) jika mereka pergi ke kantor amal dan menunjukkan jari-jari mereka yang bernoda tinta.

4. Absennya Pemilih dari Generasi Milenial

Menurut laporan The Guardian, para pemuda telah menjadi pemandangan langka di tempat pemungutan suara. Hampir 61% penduduk Mesir berusia di bawah 30 tahun, namun pemilih dari kategori itu hampir tidak mungkin ditemukan.

Di sebuah kafe pom bensin di kawasan Zamalek, Kairo, noda tinta merah muda pada jari kelingking Farid Fadhy yang berusia 19 tahun menandainya sebagai seorang pemilih muda yang langka. “Saya harap apa pun yang terjadi selanjutnya lebih baik,” katanya, menjelaskan apa yang mendorongnya ke tempat pemungutan suara.

Di ujung jalan dari sebuah tempat pemungutan suara di Haram, Mamdouh Abdel-Moneim (21 th) dan temannya Ahmed Said (20 th) yang bersandar ke mobil menyaksikan para pemilih yang lebih tua pergi ke tempat pemungutan suara. Sekelompok wanita lansia berkumpul di luar TPS, melambai-lambaikan spanduk untuk mendukung Al-Sisi dengan menari dan diiringi musik pro-pemerintah yang memekakkan telinga.

5. Dukungan Partai Salafi

Partai Salafi An-Nuur Mesir muncul sebagai salah satu pendukung utama Al-Sisi selama pemilu. Partai itu memberikan kontribusi dengan memobilisasi anggota partainya untuk memilih dan menolak seruan boikot. Partai juga menyelenggarakan sejumlah acara dan demonstrasi yang diikuti wanita, yang mendesak pentingya berpartisipasi dalam pemungutan suara.

Pada bulan Januari, An-Nuur mengumumkan dukungannya untuk Presiden Abdel Fattah al-Sisi untuk masa jabatan kedua. Dalam sebuah konferensi pers di Kairo, pemimpin partai menyanjung Al-Sisi dengan menyebutnya mampu melakukan tugas-tugas yang serius untuk jabatan empat tahun ke depan, terutama dalam meningkatkan dalam situasi ekonomi, perang melawan terorisme, dan berpartisipasi dalam konsolidasi untuk penerapan hukum Islam dalam semua aspek dari kehidupan.

Dikutip dari situs Al-Awsat, sebuah sumber di dalam internal partai mengatakan bahwa An-Nuur telah meresmikan ruang operasi pusat di Kairo dan sub-kamar untuk memantau pemilihan di berbagai gubernuran Mesir. Selain itu, partai juga membentuk komite yang bertugas mengekstraksi data pemilih dan mentransfernya ke tempat pemungutan suara.

Halaman resmi dari partai yang dipasang di situs jejaring sosial Facebook menunjukkan gambar mobil-mobil anggota di semua gubernuran. Mereka menempatkan lambang Partai An-Nuur dengan gambar Al-Sisi untuk menunjukkan dukungan mereka. Sementara itu, Syekh Adel Nasr, anggota senat Partai An-Nuur, meminta anggota partai di Fayoum untuk turun dan memberikan suara mereka.

Sebuah fatwa dari Sheikh Hussein Mattawa memberikan keyakinan bagi anggota Salafi An-Nuur untuk mendukung Al-Sisi secara totalitas. “Al-Sisi adalah yang presiden sah Mesir, dan para wali dari orang tanpa satu kebutuhan untuk pemilihan dan referendum. Seruan untuk memboikot pemilihan bermaksud tidak ingin menetapkan Syariah, bertujuan untuk merugikan negara dan menciptakan kekacauan di dalamnya,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa merusak surat suara dalam pemilihan presiden adalah haram, sementara golput atau absen memilih adalah tindakan yang dilarang dalam Islam. Hal senada juga dikatakan oleh pengkhotbah Salafi bernama Sheikh Mohammed Kata Ruslan..

Penulis: Ibas Fuadi

Sumber : Kiblat.

Prof. Yusril: Ahok Tidak Bisa Jadi Capres atau Cawapres, Ini Alasannya

Prof. Yusril: Ahok Tidak Bisa Jadi Capres atau Cawapres, Ini Alasannya


10Berita, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra menyebut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak bakal bisa jadi Calon Presiden RI. Alasannya bukan karena jadi terpidana kasus penistaan agama. Namun, karena rekam jejak kewarganegaraan Ahok.

Menurut Yusril, Ahok pernah menjadi kewarganegaraan Tiongkok.

Hal ini diungkapkan Yusril saat mengisi Kongres Umat Islam Sumut di Asrama Haji Medan Jalan AH Nasution, Jumat (30/3) pekan kemarin.

“Lalu kenapa Ahok tidak bisa? Karena Ahok tidak terlahir sebagai warga negara Indonesia. Kami tahu persis, bisa di-check datanya ke catatan sipil. Bapak Ahok, Tjung Kim Nam, warga negera Tiongkok. Dan ketika ada penentuan kewarganegaraan, pada tahun 1962, Tjung Kim Nam memilih warga negara RRT. Ahok lahir 1966, berarti Ahok adalah warga negara RRT. Ahok baru dinaturalisasi jadi warga Indonesia itu sekitar 1986, baru Ahok dinaturalisasi. Jadi Ahok tidak bisa, yang lain bisa,” kata Yusril.

Menurut Yusril, amandemen Undang-undang Dasar 1945 mengharuskan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia berkewarganegaraan Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri.

“Yang terakhir dalam amandemen Undang-undang Dasar 1945 Tahun 2003, atas usul dari Profesor Sahetapy dari PDIP, kata-kata orang Indonesia asli pun dihapuskan. Maka bunyi UUD kita mengatakan, Presiden Indonesia adalah warga negara Indonesia sejak kelahirannya,” kata Yusril.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Ahok belum dapat dimintai keterangannya.

Sumber: Eramuslim

Jika Terus Lakukan Maksiat, Itu Artinya Shalat Anda Tidak Diterima?

Jika Terus Lakukan Maksiat, Itu Artinya Shalat Anda Tidak Diterima?



10Berita, Seperti yang sudah kita ketahui bersama, shalat adalah tiang agama dalam Islam. Ibaratnya, shalat adalah fondasi dalam sebuah bangunan. Bayangkan, jika sebuah bangunan—misalnya rumah, fondasinya keropos, maka bangunan itu tentu mudah runtuh. Demikian pula shalat dalam agama kita.

Namun ternyata, sekadar menggugurkan kewajiban pun tentu tak sehat dalam melaksanakan shalat kita sehari-hari. Harus ada indikasi dimana shalat yang kita tunaikan diterima oleh Allah SWT. Dan untuk itu, tak ada parameternya sama sekali. Namun, di sebuah Hadist Qudsi, diterangkan pula tentang hal ini.

Saudaraku,

Dalam Hadits Qudsi disebutkan mengenai orang-orang yang diterima sholatnya oleh Allah SWT, “Sesungguhnya Aku (Allah SWT) hanya akan menerima sholat dari orang yang dengan sholatnya itu dia merendahkan diri di hadapan-Ku. Dia tidak sombong dengan makhluk-Ku yang lain. Dia tidak mengulangi maksiat kepada-Ku. Dia menyayangi orang-orang miskin dan orang-orang yang menderita. Aku akan tutup sholat orang itu dengan kebesaran-Ku. Aku akan menyuruh malaikat untuk menjaganya. Dan kalau dia berdoa kepada-Ku, Aku akan memperkenankannya. Perumpamaan dia dengan makhluk-Ku yang lain adalah seperti perumpamaan firdaus di surga.”

Saudaraku,

Dari hadist di atas, dengan jelas disebutkan bahwa salah satu tanda orang yang diterima sholatnya ialah orang yang tidak mengulangi maksiatnya kepada Allah SWT. Nabi yang mulia bersabda, “Barangsiapa yang sholatnya tidak mencegahnya dari kejelekan dan kemungkaran, maka sholatnya hanya akan menjauhkan dirinya dari Allah SWT.”

Dalam hadis yang lain, Rasulullah SAW. bersabda, “Nanti, pada Hari Kiamat, ada orang yang membawa sholatnya di hadapan Allah SWT. Kemudian sholatnya diterima dan dilipat-lipat seperti dilipat-lipatnya pakaian yang kotor dan usang. Lalu sholat itu dibantingkan ke wajahnya.”

Saudaraku,

Allah tidak menerima sholat itu karena sholatnya tidal dapat mencegah perbuatan maksiatnya setelah ia melakukan maksiat tersebut. Bukankah Al-Qur’an telah mengatakan, “…Sesungguhnya sholat mencegah dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar…” (QS. 29: 45). Allahu alam. []

Sumber : Islampos.

Lakukan 3 Hal Ini Sebagai Antisipasi Pengeluaran Mendadak

Lakukan 3 Hal Ini Sebagai Antisipasi Pengeluaran Mendadak

10Berita, Selain dana darurat, dana tak terduga menjadi salah satu rincian yang wajib masuk ke dalam anggaran bulanan. Dikutip dari Swara Tunaiku, pos ini akan berguna saat seseorang harus mengeluarkan anggaran atas peristiwa tak terduga yang dialaminya. Misalnya, jatuh sakit, kecelakaan, tidak sengaja merusak laptop milik rekan atau memecahkan barang pajangan di mal.

Toh meski keberatan, Anda harus tetap membayar ganti rugi. Biasanya, saat dihadapkan pada situasi seperti ini, banyak orang terlalu panik dan cemas. Agar kecemasan berkurang saat harus mengeluarkan anggaran tak terduga yang dimiliki, berikut tips mengatasinya, seperti dikutip Sabtu (31/3/2018):

1. Tetap Tenang

Wajar kalau seseorang akan mengalami ketakutan dan rasa cemas yang berlebihan saat mendapat masalah. Apalagi, kalau sudah menyangkut uang dengan jumlah yang tidak sedikit.

Namun, sebenarnya takut dan cemas hanya akan memperburuk masalah. Bagaimanapun rasa takut dan cemas akan mendorongmu membuat keputusan yang kurang bijak.

Cobalah untuk tetap tenang dan berpikir positif saat menghadapi masalah. Pertama-tama, duduklah dulu dengan tenang, lalu tahan emosi dan kekesalan. Dengan begitu, Anda akan dapat berpikir lebih jernih dan dapat mengambil keputusan terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut.

2. Berpikir Realistis


Biasanya, Anda akan sulit berpikir realistis ketika menghadapi hal buruk. Namun, berpikir realistis masih bisa dilakukan dengan tetap tenang dan tidak banyak berasumsi atas apa yang tengah terjadi.

Setelahnya, kumpulkan fakta-fakta dan fokus pada jumlah kerugian yang akan dihadapi. Catatlah pertanyaan-pertanyaan yang menghantui Anda, lalu cari jawabannya untuk menemukan solusi yang terbaik.

Berikut beberapa daftar pertanyaan yang perlu diperhatikan:

- Apakah harus sesegera mungkin diperbaiki dan diselesaikan?

- Apa bisa ditunda pembayarannya?

- Seberapa banyak biaya yang harus dikeluarkan?

- Apakah pembayarannya bisa dicicil?

- Apakah barang yang rusak dapat diperbaiki atau harus beli yang baru?

- Apakah bisa klaim asuransi?

Dengan membuat daftar pertanyaan pembantu seperti di atas, Anda akan lebih mudah dalam menyelesaikan permasalahan satu per satu secara lebih terorganisasi.

3. Selalu Kreatif dalam Berpikir

Menjadi kreatif di setiap waktu sangat dibutuhkan. Termasuk, ketika sedang dalam masalah keuangan seperti ini. Setelah mendapatkan fakta dari pertanyaan pembantu di atas, langkah selanjutnya adalah berpikir lebih kreatif lagi untuk mencari jalan keluar cemerlang yang bisa Anda tempuh.

Berpikir dan memilih solusi terbaik akan memerlukan sedikit waktu. Jadi, pikirkanlah kembali secara lebih matang. Alih-alih mengganti handphone baru, Anda bisa memikirkan solusi lain. Misalnya, dengan memperbaiki atau meminjam ke saudara yang punya lebih dari satu handphone. Cara lain, bisa menjual barang dagangan agar keuntungannya bisa menjadi “modal” untuk membeli handphone baru.

Sebeneranya, kalau bisa berpikir lebih kreatif saat tertimpa masalah, seseorang akan memiliki banyak solusi untuk menyelesaikannya. Meski pengeluaran tak terduga memang tidak bisa terelakan, setidaknya pengeluaran tersebut bisa diminimalkan dengan tidak menambah masalah menjadi jauh lebih buruk lagi dan menemukan solusi terbaik yang bisa ditempuh.

Sumber : Liputan6.com 

Pakar Hukum Universitas Katolik: Tidak Jebloskan Ahok ke Lapas, Pemerintah Langgar UU

Pakar Hukum Universitas Katolik: Tidak Jebloskan Ahok ke Lapas, Pemerintah Langgar UU


10Berita, Pakar Hukum Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Asep Warlan Yusuf, menyatakan pemerintah melanggar Undang-undang 12/1995 tentang Pemasyarakatan karena tidak menjebloskan terpidana kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

"Sesungguhnya kalau sudah inkrah, dan PK (Peninjauan Kembali) ditolak, artinya tidak ada lagi alasan untuk tidak menempatkan di Lapas. Ini pelanggaran betul terhadap UU Pemasyarakatan," kata dia kepada Republika.co.id, Ahad (1/4/2018).

Menurut Asep, selama masih ditempatkan di rumah tahanan (rutan) Mako Brimob maka masa penahanan Ahok dua tahun belum terhitung dimulai sebelum ditempatkan di Lapas sebagai tempat pembinaan narapidana.

"Ketika narapidana tidak ditempatkan di Lapas, hemat saya harusnya tidak dihitung, karena itu kan masa penahanan. Masa penahanan berbeda dengan masa pembinaan," ujarnya.

Asep juga menerangkan, pihak Kejaksaan mempunyai tugas untuk mengeksekusi putusan pengadilan terhadap Ahok. Terlebih, PK yang diajukan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta itu telah ditolak Mahkamah Agung melalui majelis hakim yang dipimpin Artidjo Alkostar.

Setelah Kejaksaan mengeksekusi, Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan bertugas menempatkan terpidana ke Lapas. Ditjen ini menentukan Lapas mana yang akan dihuni oleh terpidana.

"Jaksa yang mengeksekusi putusan pengadilan, tapi yang menempatkannya ke Lapas adalah Ditjen Pemasyarakatan. Jadi terpidana itu ditempatkan di mana tergantung Ditjen ini. Kalau di Mako Brimob ini kan rutan, bukan lembaga pembinaan bagi seorang terpidana. Ini melanggar Undang-undang," katanya.

Karena Kedekatan dengan Jokowi

Asep Warlan Yusuf mengungkapkan terpidana kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, belum dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kemungkinan karena Ahok dekat dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Faktor kedekatan itulah yang membuat institusi pemerintah, baik Kejaksaan maupun Ditjen Pemasyarakatan, takut memindahkan Ahok ke Lapas dari rumah tahanan (rutan) Mako Brimob.

"Ya kita semua tahu Ahok ini siapa, orang yang dekat dengan Jokowi. Ini kalau kita melihat dari asumsi di luar aturan ya," katanya.

Adanya kesan kedekatan Ahok dengan Jokowi itu, menurut Asep, membuat aparat pun membiarkan Ahok tetap berada di rutan Mako Brimob. "Ya itulah, merasa dilindungi oleh penguasa. Aparat di bawahnya jadi tidak berani mengeksekusi," ungkap dia.

Asep berpendapat, Ahok akan dipindahkan ke Lapas bila Jokowi turun tangan dengan meminta kepada jajarannya memindahkan Ahok ke Lapas seperti yang diamanatkan oleh Undang-undang 12/1995 tentang Pemasyarakatan. "Kalau Jokowi mengatakan silakan bawa ke Lapas, nah semua akan ikut itu. Saya kira, ini ada di tangan Jokowi. Kalau saya boleh curiga begitu," ujar dia.

Sumber: Republika