OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 02 April 2018

Al Baqillani vs Paus

Al Baqillani vs Paus

10Berita – Al Baqillani rahimahullah adalah salah seorang ulama Malikiyyah yang sangat cerdas. Berasal dari Irak. Ahli dalam berbagai ilmu dan dengan kemampuan dialog seorang filsuf.

Suatu hari Khalifah muslimin mendapatkan surat dari raja Romawi. Raja Romawi meminta agar dikirimkan orang paling berilmu di kalangan muslimin. Khalifah segera bertanya di majlis kekhilafahan, tentang siapa orang yang layak untuk berdialog dan menjawab semua pertanyaan orang sekelas raja Romawi.

Salah seorang di majlis itu mengusulkan nama seorang anak muda yang bernama Abu Thayyib Al Baqillani. Khalifah pun mengutusnya.

Begitu Al Baqillani sampai di Romawi, dia menghadap ke istana raja. Sang raja merencanakan sejak awal pertemuannya untuk menjatuhkan utusan muslimin ini.

Maka sang raja duduk di singgasananya. Persis di hadapan singgasana raja ada pintu besar yang akan digunakan untuk Al Baqillani. Dalam pintu besar itu ada pintu kecilnya. Pintu besarnya ditutup dan yang dibuka adalah pintu kecilnya. Sehingga yang akan memasukinya pasti akan menundukkan kepalanya. Dan di hadapannya langsung raja nasrani.

Al Baqillani yang mengetahui hal tersebut, jiwanya tidak menerima diperlakukan dengan cara itu. Harus menunduk di hadapan raja nasrani (Subhanallah…IZZAH ayyuhal muslimun!!!). Maka Al Baqillani pun masuk dengan pantatnya terlebih dahulu.

Majlis pun dimulai oleh sang raja, “Saya dengar menurut agama kalian, bulan pernah terbelah untuk Rasul kalian?”

Al Baqillani menjawab, “Benar!”

Raja, “Apakah kalian punya hubungan khusus dengan bulan, sehingga bulan hanya terbelah untuk kalian tapi tidak terjadi pada umat sebelum kalian?”

Al Baqillani menjawab, “Bagaimana dengan Al Maidah (hidangan makanan) yang turun dari langit untuk Isa ‘alaihissalaam, apakah kalian juga punya hubungan khusus dengannya sehingga tidak diketahui oleh masyarakat manapun, kecuali kalian?”

Beberapa permasalahan dibahas dalam sidang itu. Tidak ada satupun ahli ilmu di sidang raja yang mampu mengalahkan Al Baqillani. Maka sang raja memutuskan untuk memanggil Paus tertinggi agama mereka.

Sang Paus datang. Melihat kedatangannya, Al Baqillani terlihat sangat gembira, mengagungkannya, dan menyambutnya.

Al Baqillani berkata, “Apak kabar tuan? Apa kabar istri tuan? Apa kabar anak-anak tuan?”

Semua yang hadir terheran-heran dengan sambutan itu.

Sang raja berkata: “Hei… tidak tahukah kamu kalau ini Paus yang suci dari semua itu (tidak menikah dan tidak punya anak)?”

Al Baqillani menghantam mereka semua,

“KALIAN SUCIKAN PAUS KALIAN DARI ISTRI DAN ANAK, SEMENTARA KALIAN TIDAK MENYUCIKAN TUHAN SEMESTA ALAM DARI ISTRI DAN ANAK?!”

Paus yang mendengar langsung berkata kepada raja, “Segera beri dia hadiah dan keluarkan dari negeri ini!”

(Kebenaran Islam itu, malamnya saja seperti siang…)

Oleh: Ustadz Budi Ashari, Lc.

Sumber :arrahmah.com

Dua Pentolan Relawan Pro Jokowi Lakukan Pertemuan Tertutup

Dua Pentolan Relawan Pro Jokowi Lakukan Pertemuan Tertutup


10Berita -Amirullah Hidayat dan Syafti Hidayat terus melakukan konsolidasi agar Joko Widodo tidak bisa memperpanjang masa pemerintahannya. Keduanya adalah mantan pendukung Jokowi yang secara terang-terang telah menyatakan menyesal pernah mendukung Jokowi.

Amirullah pernah berkantor di Istana Negara, sementara Syafti Hidayat yang kerap disapa Ucok adalah pendiri Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP).

Minggu malam (1/4) keduanya menggelar pertemuan tertutup di kawasan Tebet, Jakart Selatan.

Dalam keterangan singkatnya, Amirullah Hidayat yang kini mendirikan Komunitas Relawan Sadar (Korsa), mengatakan, dia dan mantan pendukung Jokowi lainnya akan mengambil berbagai langkah konkret untuk menghentikan langkah Jokowi secara demokratis.

“Jika Jokowi terpilih lagi, masa depan bangsa dan rakyat Indonesia dalam bahaya. Ini yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

“Sikap ini kami ambil bukan karena kepentingan pribadi atau kelompok, tapi ini demi masa depan bangsa yang kita cintai. Kita bisa meninggalkan dunia kapanpun jika Tuhan telah memanggil, tetapi Indonesia harus tetap abadi sepanjang masa walaupun kita tidak adalagi di dunia,” ujar tokoh muda Muhammadiyah ini.

Syafti Hidayat juga menyampaikan pernyataan senada.

“Jika pemerintahan ini terus dilanjutkan untuk dua periode, pasti negeri Indonesia ini akan tergadai,” kata Syafti Hidayat yang kini adalah Ketua Majelis Jaringan Aktivis ProDEM.

“Untuk itulah kami melakukan konsolidasi tertutup ini, dan kami telah bersepakat akan menggalang kekuatan seluruh mantan relawan Jokowi dalam Pilpres 2014 di seluruh Indonesia. Hari ini akan berjuang mengalahkan Jokowi dalam Pilpres 2019,” kata Syafti Hidayat yang pernah bertugas dalam tim transisi Jokowi-JK.

Keduanya juga menegaskan bahwa penolakan mereka pada Jokowi saat ini bukan sekadar gagah-gagahan. Mereka menyebut ini adalah bagian dari tugas suci untuk menyelamatkan NKRI yang kita cintai.

Mereka juga mengimbau relawan pendukung Jokowi-JK yang lain agar mengikuti langkah mereka hengkang dari pusat kekuasaan.

“Jangan sampai kita tercatat sebagai penghancur bangsa,” demikian Amirullah Hidayat. (kl/)

Sumber :rakyatmerdeka

BIKIN PANAS! Dahnil Anzar: Jaman Megawati Munir Mati Diracun, Jaman Jokowi Novel Disiram Air Keras

BIKIN PANAS! Dahnil Anzar: Jaman Megawati Munir Mati Diracun, Jaman Jokowi Novel Disiram Air Keras


10Berita, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menyampaikan FAKTA TAK TERBANTAHKAN terkait pelanggaran HAM.

Di Jaman Ibu Megawati, Munir meninggal di Racun. Di Jaman Pak Joko Widodo, Novel Baswedan disiram Air keras.

— 354 Hari (@Dahnilanzar) 1 April 2018

"Di Jaman Ibu Megawati, Munir meninggal di Racun. Di Jaman Pak Joko Widodo, Novel Baswedan disiram Air keras," ujar Dahnil Anzar melalui akun Twitternya, Senin (2/4/2018).

"Hebat kan! Semua terjadi disaat PDIP berkuasa!" komen @bibin_bey.

Namun yang dituding melanggar HAM tetap Prabowo.

"Yg dituduh pelanggar ham tetep @prabowo 😂😂😂😂😂😂😂😂😂," sentil Fauziah Baroroh.

Hebat kan! Semua terjadi disaat PDIP berkuasa!

— Muhammad Rubini (@bibin_bey) 2 April 2018


Yg dituduh pelanggar ham tetep @prabowo 😂😂😂😂😂😂😂😂😂

— Fauziah Baroroh (@uzikbaroroh0212) 1 April 2018


mengerikan kalo banteng ini berkuasa ya. ugal ugalan. sok bela wong cilik.. tenggelamkan 2019

— gagal meroket (@sekop13) 2 April 2018


Sumber :Portal Islam 

Pakar Hukum Universitas Katolik: Dekat Dengan Jokowi, Sebab Ahok Tidak Dipindah ke Lapas

Pakar Hukum Universitas Katolik: Dekat Dengan Jokowi, Sebab Ahok Tidak Dipindah ke Lapas


10Berita -Pakar Hukum Universitas Katolik Parahyangan Bandung, Asep Warlan Yusuf, mengungkapkan terpidana kasus penodaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, belum dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kemungkinan karena Ahok dekat dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Faktor kedekatan itulah yang membuat institusi pemerintah, baik Kejaksaan maupun Ditjen Pemasyarakatan, takut memindahkan Ahok ke Lapas dari rumah tahanan (rutan) Mako Brimob.

“Ya kita semua tahu Ahok ini siapa, orang yang dekat dengan Jokowi. Ini kalau kita melihat dari asumsi di luar aturan ya,” kata dia, Ahad (1/4).

Adanya kesan kedekatan Ahok dengan Jokowi itu, menurut Asep, membuat aparat pun membiarkan Ahok tetap berada di rutan Mako Brimob. “Ya itulah, merasa dilindungi oleh penguasa. Aparat di bawahnya jadi tidak berani mengeksekusi,” ungkap dia.

Asep berpendapat, Ahok akan dipindahkan ke Lapas bila Jokowi turun tangan dengan meminta kepada jajarannya memindahkan Ahok ke Lapas seperti yang diamanatkan oleh Undang-undang 12/1995 tentang Pemasyarakatan. “Kalau Jokowi mengatakan silakan bawa ke Lapas, nah semua akan ikut itu. Saya kira, ini ada di tangan Jokowi. Kalau saya boleh curiga begitu,” ujar dia.

Menurut Asep, tak ada masalah jika pemerintah turut campur dalam penahanan kasus Ahok karena persoalan di ranah meja hijau telah selesai. Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan oleh Ahok juga sudah ditolak Mahkamah Agung. Putusan atas perkara kasus tersebut sudah inkrah.

Menurut Asep, pemerintah melanggar Undang-undang 12/1995 tentang Pemasyarakatan karena tidak menjebloskan Ahok ke Lapas. “Sesungguhnya kalau sudah inkrah dan PK ditolak, artinya tidak ada lagi alasan untuk tidak menempatkan di Lapas. Ini pelanggaran betul terhadap UU Pemasyarakatan,” kata Asep. []

Sumber : Republika.co.id

Puisi Sukmawati Lecehkan Syariat Islam dan Azan, Warganet Kirim Surat Terbuka

Puisi Sukmawati Lecehkan Syariat Islam dan Azan, Warganet Kirim Surat Terbuka

10Berita, Pagelaran Busana 29 Tahun Anne Avantie tercoreng oleh puisi Sukmawati Soekarnoputri. Dalam acara yang dihelat di Jakarta Convention Center, Kamis (29/3/2018) itu, Sukmawati membacakan puisi berjudul “Ibu Indonesia” yang melecehkan syariat Islam dan suara azan. Warganet pun merespons dengan mengirimkan surat terbuka kepada adik Megawati tersebut seperti yang diunggah dalam laman facebook Anis Anisah.

Kepada yg kami hormati Ibu Sukmawati Soekarno Putri,

Ibu Sukma, saya sudah nonton puisi Ibu yg berjudul “Ibu Indonesia”di acara Pagelaran Busana 29 th Ane Avantie.

Sayang sekali, acara yg bagus dan menampilkan kecantikkan wanita2 Indonesia ini dirusak oleh pembacaan puisi Ibu Sukma yg menyinggung masalah sara.

Ibu Sukma, silakan Ibu dan teman2 Ibu berkebaya dan berkonde, tapi mohon dengan sangat untuk tidak membandingkannya dg syariat Islam.

Biarkan kami memakai pakaian yg kami yakini sebagai bentuk ketundukkan kepada Robb kami, Dzat yg telah menganugerahi negeri yg indah ini. Dzat yg telah menciptakan tubuh2 cantik kami.

Ibu Sukma, juga mohon dg sangat utk tidak melecehkan suara adzan. Tahukah anda, sejelek apa pun suara adzan di telinga anda, dia adalah pertanda bumi ini masih berputar di poros nya. Jika sudah tak ada lagi terdengar adzan di atas bumi Allah ini, itu artinya saya dan anda sudah digulung oleh kiamat yg dahsyat.

Ibu Sukma, Robb kami telah mensyariatkan pakaian ini kepada hamba2Nya sebagai FURQAN, pembeda antara HAQ dan BATHIL. Sebagaimana yg pernah disampaikan oleh Cak Nun, Jilbab adalah jarak antara keindahan dengan kebusukan. Batas antara baik dan buruk, benar dan salah.
Kami menyarungkan keyakinan di kepala kami
Menyarungkan pilihan, keputusan, keberanian dan ISTIQAMAH, di nurani dan jiwa raga kami.

Sekian surat terbuka dari saya, semoga Ibu Sukma tercurah hidayah, dan semoga kami tetap istiqomah. Aamiin..

Semarang, 1 April 2018
Anis Tri Anisah

Puisi Sukmawati sendiri sebagai berikut:

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan adzan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat ayat alam surga

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya

Sumber : Ngelmu.co


Blow Up Media "Cadar dan Anjing" (PERANG PEMIKIRAN/PRODUK UNTUK MENDISTORSI ISLAM)

Blow Up Media "Cadar dan Anjing" (PERANG PEMIKIRAN/PRODUK UNTUK MENDISTORSI ISLAM)


Oleh: Dedy Dewa Wahyudi*

(PERANG PEMIKIRAN) PRODUK UNTUK MENDISTORSI ISLAM

Sebuah produk harus diciptakan, sebagai sebuah jalan untuk mendistorsi (menghancurkan) produk original dan ini berlaku sebagai program atau agenda.

Sudah banyak program atau agenda untuk mendistorsi pandangan serta ajaran Islam.

Dari program meliberalisasi yang berujung pada Ghozwul Fikr (perang pemikiran) hingga pada agenda tataran mendistorsi Aqidah dengan memberikan ajaran lain untuk dikondisikan.

Sebuah produk terkadang diciptakan karena kebutuhan persaingan, untuk menghancurkan persepsi tentang Produk Original (ORI).

Maka sering ada produk aspal atau KW, yang ada dan sengaja dihadirkan untuk membuat bingung para pemakai produk ORI.

Islam adalah produk original atau asli, sudah dalam sejarah peradaban banyak pihak mencoba membenturkan dengan produk-produk pemikiran aspal atau KW sebagai sebuah perang pemikiran.

Bagi sebagian umat yang masih baru belajar tentang keislaman, hal-hal yang ditunjukkan lewat produk aspal atau KW bisa berbahaya bagi pemikiran.

Karena produk aspal atau KW mencoba memberikan alternatif pola pemikiran Islam terbaru versi maunya barat atau kaum liberal.

Disaat itulah produk KW atau aspal memiliki peran sebagai penghancur (mendistorsi) ajaran original.

Ini biasa dilakukan dalam sebuah perang pemikiran, mencoba mendistorsi produk original dengan menghadirkan wajah produk aspal atau KW versi yang diinginkan kaum barat atau liberal.

Dengan tujuan, membangun ajaran atau versi yang dikondisikan sesuai keinginan pihak tertentu.

Apa yang ditunjukkan oleh wanita bercadar dengan kebiasaannya memelihara anjing bisa menjadi contoh pola perang pemikiran dengan menghadirkan produk aspal atau KW sebagai opsi alternatif pemikiran tentang ajaran Islam.

Didalam ajaran Islam, mengenai larangan memelihara anjing terdapat dalam hadits dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam, beliau bersabda:

مَنِ اتَّخَذَ كَلْبًا إِلاَّ كَلْبَ مَاشِيَةٍ أَوْ صَيْدٍ أَوْ زَرْعٍ انْتَقَصَ مِنْ أَجْرِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ

“Barangsiapa memanfaatkan anjing selain anjing untuk menjaga hewan ternak, anjing (pintar) untuk berburu, atau anjing yang disuruh menjaga tanaman, maka setiap hari pahalanya akan berkurang sebesar satu qiroth” (HR. Muslim no. 1575). Kata Ath Thibiy, ukuran qiroth adalah semisal gunung Uhud (Fathul Bari, 3/149)

Sudah sangat jelas dan terang benderang, karena ajaran Islam lengkap dan sempurna.

Lalu, tiba-tiba masyarakat dikejutkan dengan pemberitaan yang cukup massif dan sistematis, di-blow up oleh media hingga menjadi viral di medsos tentang kehidupan wanita bercadar yang biasa memungut anjing-anjing gelandangan.

Dalam sebuah konteks perang pemikiran, hal ini adalah sebuah taktik penggiringan atau membangun pemikiran alternatif terbaru kepada umat Islam.

Bahwa ada pesan dibalik object dan subjek yaitu anjing dan wanita bercadar mewakili Islam.

Mendistorsi secara diam-diam ajaran Islam tentang hukumnya memelihara anjing, dan menggantikan dengan pola pikir yang sesuai versi yang dikondisikan melalui subject nya wanita bercadar.

Apa yang dicontohkan dan dipertontonkan, tak lebih dari sebuah agenda 'cuci otak' dengan tujuan melawan pola ajaran yang asli atau original.

Dan bagi sebagian umat yang kurang paham mengenai hal ini, tentu menjadi pola pemikiran baru dan bisa dinilai sebuah ajaran yang bisa dipegang sebagai acuan.

Luar biasa efek yang ditimbulkan, dan media kembali menjadi senjata yang sempurna didalam perang pemikiran.

Semua pasti ada agenda dan tujuannya, untuk apa? Meliberalisasi pola pikir dan ajaran umat Islam.

Yang utama adalah bagaimana umat Islam siap menghadapi perang pemikiran yang dikampanyekan oleh media pro barat dan liberal.

Karena program dan agenda dengan menciptakan produk-produk KW dan aspal akan terus dibuat dan dikampanyekan media cs sebagai sebuah solusi mendistorsi pola pikir umat.

Bersiaplah wahai umat Islam!

(Sumber: dari fb penulis)

__
NB: Produk-produk seperti ini akan terus diproduksi dan diblowup. Dulu AFI "Plagiat", namun berkat sikap kritis Umat Islam di medsos, mereka GAGAL.

Sumber : PORTAL ISLAM

TAK TERBENDUNG #2019GantiPresiden

TAK TERBENDUNG #2019GantiPresiden


10Berita, Dalam kurun waktu yang singkat, gerakan #2019GantiPresidenberkembang secara massif dan menjadi antitesa Gerakan Jokowi 2 Periode. Gerakan ini adalah sesuatu yang wajar, dan bisa dimaknai sebagai artikulasi politik dari kelompok masyarakat yang menghendaki perubahan.

Muncul sejumlah tanya ditengah masyarakat, mengapa muncul gerakan #2019GantiPresiden. Setidaknya ada beberapa jawaban mendasar, diantaranya:

Pertama, Jokowi Telah Gagal

Jokowi memang gagal dalam mewujudkan janji kampanye saat pilpres 2014. Janji kampanye yang dimaksud adalah janji secara keseluruhan, yakni:
(1) janji yang terekam dalam oleh media massa
(2) janji kampanye yang terucap saat debat kandidat, maupun
(3) janji kampanye yang tertuang dalam program nawacita.

Contoh yang paling sederhana adalah saat kampanye gembar gembor revolusi mental, namun saat menjabat malah ngurusi proyek infrastuktur, yang dibiayai dari skema hutang luar negeri. Janji yang lain tentu saja sangat banyak. Malah ada buku yang berjudul 100 janji kampanye Jokowi.

Orang yang gagal tentu harus dihukum, bukan malah diapresiasi. Dalam dunia sepakbola, pemain yang gagal bersinar biasanya akan duduk nyaman dibangku pemain cadangan. Pelatih yang gagal membawa prestasi bagi klub, biasanya akan dipecat ditengah jalan. Karena kita ingin menegakkan sistem berdemokrasi yang baik, maka kontrak Jokowi sebagai presiden tidak diputus ditengah jalan. Namun saat masa jabatannya selesai, kita cukupkan 1 periode saja. Toh isi raportnya juga banyak nilai merahnya.

Kedua, Jokowi Tidak Kompeten

Dalam kompetisi pemilu, pasca kemenangan diraih adalah masa kerja dan pembuktian. Situasinya bukan lagi seperti masa pacaran, dimana semua hal nampak indah dimata. Kapasitas seseorang akan diuji secara langsung vis a vis dengan program pencitraan dan polesan media yang selama ini dibangun. Melihat performa pemerintahan selama 3 tahun berjalan, sangat mudah bagi kita berkesimpulan bahwa Jokowi sebenarnya tidak memiliki kompetensi yang memadai untuk menjadi presiden RI.

Ada beberapa acuan yang menjadi dasar penilaian, diantaranya:
(1) kompetensi personal Jokowi yang memang dibawah standar
(2) kinerja kementrian dan lembaga negara yang cenderung kontradiktif, tidak sinergis dan kurang harmonis
(3) absennya peran vital presiden atas isu-isu penting yang menjadi perhatian publik
(4) lahirnya paket-paket kebijakan negara yang tidak efektif dan tidak solutif dll.

Melihat situasi dalam negeri dan tantangan global, kita sungguh perlu mencari sosok yang lebih kompeten untuk menjadi pemimpin Indonesia.

(by Eko Jun)

Sumber: fb penulis, PI

Fadli Zon Butuh Sosok Pemimpin Seperti Putin, PKS: Kita Juga Punya Figur Erdogan

Fadli Zon Butuh Sosok Pemimpin Seperti Putin, PKS: Kita Juga Punya Figur Erdogan

10Berita, JAKARTA—Terkait cuitan Waketum Partai Gerindra Fadli Zon yang menilai Indonesia butuh sosok presiden seperti Vladimir Putin karena memiliki nilai-nilai ideal yang pantas menjadi pemimpin Indonesia ditanggapi oleh Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Ali sapaan akrabnya, menyebut bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga memiliki sosok figur pemimpin yakni, Presiden Turki, Reccep Tayip Erdogan.

“Kita juga punya figur Erdogan, Presiden Turki. Mampu menghadirkan infrastruktur kelas dunia dengan dana sendiri,” ujar Ali, pada Jumat (30/3/2018) kemarin.

Bagi Mardani, sosok Erdogan terbukti mampu mengelola bangsanya. Dia lanjut memberi contoh keberhasilan Erdogan sebagai Presiden Turki.

“Membangun industri dalam negeri dan memperkuat industri pertahanan. Perhatian pada kondisi umat di seluruh dunia. Dan saat yang sama, mampu menaikkan pendapatan per kapita masyarakat secara signifikan. Syaratnya; integritas, kapasitas dan berpihak pada anak bangsa sendiri,” pungkasnya. []

SUMBER: DETIKNEWS

Pendiri BaraJP: Jokowi Hebat, Dalam 3 Tahun Bisa Bikin Ekonomi Indonesia Berantakan

Pendiri BaraJP: Jokowi Hebat, Dalam 3 Tahun Bisa Bikin Ekonomi Indonesia Berantakan


10Berita -Presiden Joko Widodo (Jokowi) luar biasa hebat. Dalam waktu 3 tahun mampu membuat ekonomi Indonesia lumpuh.

Begitu disampaikan Ketua Majelis Jaringan Pro Demokrasi (ProDEM) Syafti “Ucok” Hidayat melalui pesan elektronik yang dipancarluaskannya malam ini, Minggu (1/4).

Kehebatan Jokowi, sebut pendiri Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) ini, antara lain menaikkan pajak rakyat, dan tanpa malu menginvestasikan dana haji untuk pembangunan infrastruktur.

Kehebatan Jokowi lainnya adalah mematikan produktifitas kemandirian rakyat dengan membuka keran impor untuk banyak komoditas. Gula, garam, beras, cabai, bahkan singkong dan cangkul diimpor.

“Ini bukti-bukti dalam mematikan produktifitas kemandirian rakyat dengan cara impor, impor, dan impor. Bukan lagi kerja, kerja dan kerja,” kata Ucok yang pernah bertugas di rumah Transisi Jokowi-JK.

Kehebatan Jokowi ini, kata dia, menjadi catatan tersendiri yang akan tertulis dalam sejarah, akan dikenang sampai 7 turunan dan 17 tanjakan.

“Hanya butuh waktu 3 tahun Jokowi sudah mampu membuat Indonesia berantakan dan rusak. Apakah Jokowi perlu diperpanjang kontraknya menjadi presiden 2 periode?” kata Ucok lagi.[]

Sumber : Rakyat merdeka, Eramuslim

Amien Rais: Kita Umat Islam Jangan Mau Dibodohi Orang Bodoh yang Mau Pisahkan Agama dan Politik

Amien Rais: Kita Umat Islam Jangan Mau Dibodohi Orang Bodoh yang Mau Pisahkan Agama dan Politik


10Berita, Pidato Prof. Dr. Amien Rais di Pembukaan Kongres Umat Islam Sumatera Utara, Jumat (30/3/2018):

"Kita jangan mau dipojokkan sama pernyataan orang yang agak dangkal, agak konyol, dan sedikit bodoh bahwa 'Agama tidak boleh main Politik'. Siapa bilang? Kita ini orang Islam orang beriman punya declaration of life bahwa 'inna sholati wanusuki wamahyaya wamawati lillahi robbil 'alamin...' Politik adalah bagian dari kehidupan kita. Ini tugas keagamaan, memilih pemimpin apalagi Presiden itu amat sangat penting tidak boleh kita anggap remeh..."

Simak selengkapnya video berikut...

Kita jgn mau dipojokkan peryataan² orang yg agak dangkal, agak konyol & sedikit bodoh. "Agama nggak boleh main politik," siapa bilang?

Kita ini org Islam punya declaration of life, Politik itu bagian dari kehidupan kita jadi jgn mau dibodoh-bodohin org yg bodoh itu. (Amien Rais) pic.twitter.com/C1RHY6BuJm

— M. KHUMAINI (@mkhumaini) 1 April 2018

Sumber : PORTAL ISLAM