OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 06 April 2018

Bin Salman Sebut Hamas Sebagai Ancaman Kemanan Nasional

Bin Salman Sebut Hamas Sebagai Ancaman Kemanan Nasional

10Berita Saat wawancara dengan The Atlantic (2/4/2018) ketika melakukan lawatan ke AS, Putera Mahkota Muhammad Bin Salman menyampaikan bahwasannya di Saudi bebas melakukan aktivitas, namun ada tiga hal yang tidak boleh disinggung, yakni agama, tradisi dan kemanan nasional.

Untuk masalah kemanan nasional, Muhammad Bin Salman mengatakan,”Kami berada di daerah yang tidak dikelilingi oleh Meksiko, Kanada, Samudra Atlantik dan Pasifik. Pada kami terdapat ISIS, Al Qaeda, Hamas dan Hizbullah serta rezim Iran, dan bahkan bajak laut. Ada bajak laut yang membajak kapal. Jadi apa pun yang menyentuh keamanan nasional Arab Saudi, kita tidak bisa mengambil. Kami tidak ingin melihat hal-hal yang terjadi di Irak terjadi di Arab Saudi.”

Dalam wawancara itu, Muhammad bin Salman juga menyebut Al Ikhwan Al Muslimun sebagai salah satu dari segitiga “kejahatan” selain Iran dan ISIS atau Al Qaeda.*

Sumber : Hidayatullah.com

Mengolok-Olok Ajaran Islam = ‘Resign’ jadi Muslim

Mengolok-Olok Ajaran Islam = ‘Resign’ jadi Muslim

10Berita, DIRIWAYATKAN dari Hisyam bin Sa’ad, dari Zaid bin Aslam, disebutkan bahwa pada perjalanan perang Tabuk, ada orang dari kalangan munafikin berkata kepada ‘Auf bin Malik, “Kami tidak pernah melihat seperti para ahli baca Al-Qur’an (yang dimaksudkan adalah Nabi SAW dan para sahabatnya) kecuali sebagai orang yang paling buncit perutnya, yang paling dusta ucapannya dan yang paling pengecut tatkala berhadapan di medan perang.”

Mendengar hal ini, ‘Auf bin Malik ra berkata kepada orang tersebut, “Engkau dusta, engkau itu munafik. Sungguh aku akan melaporkan ucapanmu tadi kepada Rasulullah.”

‘Auf bin Malik ra pun pergi menghadap Rasulullah SAW. Namun sebelum ‘Auf sampai, wahyu telah turun kepada Rasulullah (tentang peristiwa itu).

Zaid berkata bahwa Ibnu ‘Umar bercerita, “Sepertinya aku melihat ia berpegangan pada tali pelana unta Rasulullah sedangkan kakinya tersandung-sandung batu sembari mengatakan,

“Kami tadi hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.”

Kemudian Rasulullah SAW berkata kepadanya (dengan membacakan firman Allah  yang artinya), “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (QS. At-Taubah: 65-66). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas tidak bersabda lebih dari itu.” (HR. Ibnu Jarir Ath ThAbari, 11:543). Sanad hadits ini jayyid. Hisyam bin Sa’ad ada masalah dalam segi hafalan. Namun Hisyam adalah orang yang paling tsabat dari jalur Zaid bin Aslam. Lihat Shahih min Asbabin Nuzul, hlm. 203).

Imam Asy-Syafi’i ditanya mengenai orang yang bersenda gurau dengan ayat-ayat Allah Ta’ala. Beliau mengatakan bahwa orang tersebut kafir dan beliau berdalil dengan firman Allah Ta’ala,

“Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.” (QS. At-Taubah: 65-66).” Lihat Ash-Sharim Al-Maslul ‘ala Syatim Ar-Rasul, hlm. 513

Ayat di atas menunjukkan bahwa mengolok-olok Allah, Rasulullah dan ayat-ayat Allah termasuk kekafiran. Dan barang siapa mengolok-olok salah satu dari ketiga hal ini, maka dia telah mengolok-olok kesemuanya. Lihat Kitab At-Tauhid, hlm. 59.

Perlu diketahui bahwa mengolok-olok Allah dan agama-Nya ada dua bentuk, yaitu:

1.Yang bentuknya jelas dan terang-terangan sebagaimana terdapat dalam kisah turunnya surah At-Taubah ayat 65-66.

2.Yang bentuknya sindiran dan isyarat seperti isyarat mata atau menjulurkan lidah. Termasuk bentuk mengolok-olok adalah seperti mengatakan bahwa ajaran Islam tidak pantas lagi untuk abad ke-20, Islam hanya pantas untuk abad-abad pertengahan. Dan termasuk dalam mengolok-olok adalah mengolok-olok orang yang komitmen dengan ajaran Rasulullah SAW seperti mengatakan, ‘agama itu bukanlah pada tampilan rambut.’ Perkataan ini dimaksudkan untuk mengejek orang-orang yang berjenggot. Atau menggelari Wahabi atau madzhab kelima yang bertujuan mengolok-olok agama dan orang yang berpegang dengan ajaran yang benar. Atau termasuk juga ucapan-ucapan yang lainnya yang hampir sama. Lihat Kitab At-Tauhid, hlm. 61-62. []

SUMBER: RUMAYSHO

 .

Jin dari Golongan Manusia, Bagaimana Cara Mengetahuinya?

Jin dari Golongan Manusia, Bagaimana Cara Mengetahuinya?

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

TANYA

SYEIKH, bagaimana orang bisa mengenali setan dari kalangan manusia? Dan bagaimana cara membedakannya di antara manusia, bagaimana mewaspadainya dan bagaimana bergaul dengannya?

JAWAB

Setiap orang yang memerintahkanmu dengan kejelekan dan kekejian serta mencegahmu dari kebaikan dan istiqamah maka dialah setan. Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“Dan barangsiapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar.” (QS. An-Nur: Ayat 21)

“Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat.” (QS. Al-Ma’idah: Ayat 91)

Jadi, setiap orang yang memerintahkanmu dengan kekejian dan kemungkaran, serta mencegahmu dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat, maka dia inilah setan.

Penanya: “Sekalipun dia itu salah satu dari kedua orang tua kita ?”

Asy Syaikh: “Walaupun dia salah satu dari kedua orang tuamu. Namun, bersemangatlah untuk segera memberikan nasihat. Maka seandainya dengan perantaramu Allah memberi hidayah satu orang saja, itu lebih baik bagimu daripada unta merah (harta yang sangat berharga). Dan keumuman orang terkadang mereka memerintahkan dengan sesuatu yang dianggapnya baik sementara mereka tidak mengetahui.” []

SUMBER : ATSAR, SILSILAH LIQA’ATIL BABIL MAFTUH, Islampos.

Kamis, 05 April 2018

Mujahid Sosmed

Mujahid Sosmed


Oleh: Nazwar Syarif

10Berita, Guys..pernah dengar kata mujahid gak nih? Mujahid itu di dalam bahasa indonesia artinya pejuang, istilah bagi Muslim yang turut dalam suatu peperangan atau terlibat dalam suatu pergolakan.

Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, istilah yang berasal dari akar kata yang sama dengan "jihad" ini menjadi nama berbagai pejuang bersenjata yang menganut ideologi Islam, walaupun tidak ada makna "suci" atau "jawara" (warrior) yang melekat secara eksplisit dalam kata ini. (Wikipedia.com).

Guys berarti kalau mujahid sosmed adalah seseorang atau pejuang Islam yang berperang melawan kezhaliman, mengatakan yang bathil tetap bathil, yang haq tetap haq, di sosial media online (Facebook, Instagram, Twitter, Path, Whats App dan You tube).

Mujahid sosmed itu guys.. Lebih dìkenal dengan nama Muslim Cyber Army (MCA). Mereka organisasi tanpa bentuk, lahir dari keprihatinan umat Islam kepada Bangsa dan Negara sendiri maupun Bangsa dan Negara yang lain yang selalu di zalimi oleh para penguasa, para diktator diantaranya (Rohingya, Alleppo, Gaza, Idlib, Palestina dan Ghouta).

Guys Mujahid Sosmed itu tidak punya pimpinan, mereka tidak saling kenal, tak pernah saling bertemu, mereka tidak dibayar apalagi mengharap bayaran, senjata mereka hanya Hp atau Laptop yang berpeluru kuota bulanan, dan tak pernah letih didalam  berjuang karena tujuan mereka hanya ingin Stop pencitraan dan Hoax yang membosankan.

Semua muslim yang meggunakan sosial media sebagai alat perjuangan dalam membela agama Allah, mereka semua MCA.Mereka tidak menyebarkan Hoax justru mereka yang meluruskan Hoax, mereka berjuang diatas kebenaran berdasarkan Al-Qur'an dan Hadist, mereka tau resiko yang akan mereka dapatkan tapi MCA tak pernah gentar, mereka akan hadapi semua resikonya walau harus difitnah, dilecehkan bahkan sampi ditangkap Masya Allah guys..

Mujahid Sosmed memang selalu dicibir sebagai tukang copy paste, tapi justru hasilnya Seorang Muslim yang menjadi Gubenur Jakarta dan penista agama tumbang dan di penjara.

Disaat Mujahid Sosmed dihina sebagai pengangguran berapa banyak puluhan musuh Islam di pilkada yang berguguran.

Jangan remehkan kekuatan mujahid sosial media, karena kekuatannya mampu membuat rezim ini kalang kabut  dan jatuh bangun mencari cara bagaimana melupuhkan para mujahid-mujahid sosial media.

Ayo buat kalian-kalian guys..jadilah mujahid sosial media, teruslah gaungkan kebenaran, gemakan kebenaran jadilah kuota di gadget kalian mejadi senjata untuk menghentikan kezaliman, menyampaikan kebenaran, menjatuhkan musuh-musuh Islam. Bentuklah opini-opini yang baik.

Guys kita sudah masuk ke zaman now dimana semua orang memakai gadget, kita ada di zaman digital, jangan biarkan musuh-musuh Islam menang dengan opini jahat dan sesat mereka.

Lantangkan suaramu untuk bela Islam, bela Allah, bela Rasulullah SAW, bela Al-Qur'an, bela Ulama di dunia Media Sosial karena masih banyak orang awam yang menjadi korban penyesatan opini, korban media, mereka gak ngerti berita yang sebenarnya. Wallahhu'allam. [syahid/]

Sumber : voa-islam.com

NAHLOH! Keponakan Setnov Sebut Berikan Uang ke Elite PDI P Ganjar Pranowo, Olly dan Melchias Mekeng

NAHLOH! Keponakan Setnov Sebut Berikan Uang ke Elite PDI P Ganjar Pranowo, Olly dan Melchias Mekeng


10Berita , Mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera Irvanto Hendra Pambudi Cahyo mengaku menyerahkan sejumlah uang kepada anggota DPR atas perintah pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Irvanto mengungkapkan hal itu saat dikonfrontasi dengan terdakwa Setya Novanto di hadapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) .

Para anggota dewan yang disebut keponakan Setnov itu adalah Olly Dondokambey, Tamsil Linrung, Melchias Marcus Mekeng, Arief Wibowo, Ganjar Pranowo, dan Jafar Hafsah. 

Hal itu disampaikan jaksa penuntut umum KPK saat membacakan surat tuntutan Setnov. Menurut jaksa, pengakuan Irvanto di hadapan penyidik itu merupakan bantahan Setnov atas dugaan penerimaan uang dari proyek e-KTP sebesar US$3,5 juta. 

"Selanjutnya di persidangan terdakwa memberikan bantahan yang pada pokoknya berdasarkan hasil konfrontir dengan tersangka Irvanto Hendra Pambudi Cahyo di hadapan penyidik. Irvanto Hendra Pambudi Cahyo mengatakan pernah diperintahkan oleh Andi Agustinus alias Andi Narogong untuk memberikan uang kepada Olly Dondokambey, Tamsil Linrung, Melchias Marcus Mekeng, Arief Wibowo, Ganjar Pranowo, dan Jafar Hafsah," kata jaksa Wawan Yunarwanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 29 Maret 2018.

"Atas keterangan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo tersebut, terdakwa (Setnov) menyimpulkan uang tersebut dari Iwan Balara (Manager Marketing PT Inti Valuta)," tutur jaksa Wawan melanjutkan. 

Namun, jaksa penuntut KPK berpendapat bahwa bantahan Setnov di persidangan tersebut hanya kesimpulan tanpa didukung oleh bukti apapun. Selain itu, jaksa penuntut KPK menyebut Setnov hanya berusaha mencocok-cocokan jumlah uang yang menurut Irvanto diperintahkan Andi Narogong diserahkan ke anggota DPR tersebut. 

"Hal tersebut bertujuan untuk menyamarkan fakta bahwa seolah-olah uang tersebut dari Iwan Barala sehingga terdakwa terbebas atas uang tersebut," tutur jaksa Wawan. 

Menurut jaksa penuntut KPK, bantahan mantan Ketua Umum Partai Golkar itu bertentangan dengan alat bukti seperti kesaksian Andi Narogong, Marketing Manager PT Inti Valuta, Riswan alias Iwan Barala, Muhammad Nur alias Ahmad, dan Johannes Marliem. 

Berdasarkan keterangan saksi-saksi di atas, penyerahan uang dari Iwan Barala kepada Irvanto sejumlah US$3,5 juta sama sekali tak diketahui oleh Andi Narogong. 

Jaksa penuntut KPK menilai bila memang ada perintah dari Andi Narogong kepada Irvanto untuk menyerahkan uang proyek e-KTP kepada sejumlah anggota DPR, maka uang tersebut di luar dari uang sejumlah US$3,5 juta yang diserahkan Iwan Barala ke Irvanto. 

"Kalau lah benar Andi Agustinus alias Andi Narogong pernah memerintahkan Irvanto Hendra Pambudi memberikan uang kepada sejumlah anggota DPR maka uang itu di luar uang yang diserahkan Iwan Barala ke Irvanto Hendra Pambudi Cahyo," kata jaksa Wawan. 

Jaksa penuntut KPK meyakini uang US$3,5 juta yang diduga diterima Setnov dari pemotongan harga AFIS merek L-1 yang dipasok Johannes Marliem untuk e-KTP itu merupakan pelaksanaan jatah 10 persen hasil pembicaraan Setnov dengan Marliem dan Andi Narogong di kediamannya pada 2011 lalu. 

Jatah untuk terdakwa itu diterima lewat Made Oka Masagung dan Irvanto lewat transaksi berlapis melalui rekening dan money changer di dalam negeri maupun di luar negeri. 

Sebelumnya jaksa penuntut umum KPK mendakwa mantan Setnov menerima hadiah terkait proyek pengadaan e-KTP berupa uang sebesar US$7,3 juta, dengan rincian melalui Made Oka sebesar US$3,8 juta dan lewat Irvanto sejumlah US$3,5 juta. 

Uang itu sebagai jatah lantaran Setnov telah membantu pemulusan anggaran proyek senilai Rp5,8 triliun itu. 

Selain uang, Setnov juga mendapat jam tangan merk Richard Mille dari pengusaha Andi Narogong dan Johannes Marliem. Jam seharga miliaran rupiah itu diberikan saat hari ulang tahun Setnov, pada November 2012 lalu.

Sumber:Portal Islam 

Warga Palestina Kecam Keras Komentar Putra Mahkota Saudi Israel Miliki Hak Tanah Air

Warga Palestina Kecam Keras Komentar Putra Mahkota Saudi Israel Miliki Hak Tanah Air


10Berita, JALUR GAZA, PALESTINA  - Warga Palestina telah mengecam keras komentar putra mahkota Saudi bahwa Israel memiliki "hak" untuk tanah air, sebuah pernyataan yang menunjukkan perubahan penting dalam posisi kerajaan pada Palestina.

Orang-orang yang terkepung di Gaza pada Kamis (5/4/2018) mengecam Mohammad bin Salman karena pengakuannya yang jelas terhadap Israel.

"Bin Salman mewakili dirinya sendiri. Kami adalah orang-orang yang memiliki hak untuk kembali ke tanah air kami dan memiliki Yerusalem sebagai ibu kota negara kami," kata seorang pria kepada The New Arab.

"Ini adalah hak kami - apakah bin Salman ada atau tidak," tambahnya.

Pemuda lainnya berkata: "Ini adalah pernyataan Zionis. Orang-orang Saudi ingin pergi berperang dengan Iran - sesama negara Muslim - sementara mereka meninggalkan Israel untuk membunuh orang mereka sendiri dan mencuri tanah mereka. Saya tidak mengerti maksudnya, atau jika dia memiliki satu. Saya pikir dia sedang mencoba untuk menjadi menyenangkan. "

Banyak faksi Palestina juga mengecam sang pangeran Saudi atas pernyataannya.

Hamas, gerakan perlawanan Palestina yang menjalankan Jalur Gaza, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mengutuk langkah-langkah di kawasan itu untuk menormalkan hubungan dengan Israel.

"Normalisasi dengan pendudukan Israel adalah kejahatan yang tak terlupakan," kata pernyataan itu.

Front Populer untuk Pembebasan Palestina mengatakan bahwa komentar bin Salman "mengungkapkan peran jahat yang dimainkan rezim Saudi untuk merusak stabilitas di dunia Arab untuk melayani kepentingan Israel dan AS."

Dalam sebuah wawancara dengan sebuah majalah AS yang diterbitkan pada hari Senin, pewaris Saudi tersebut tampak menampakkan klaim tanah yang menjadi rebutan Palestina dan Israel pada pijakan yang sama.

"Saya percaya bahwa setiap orang, di mana saja, memiliki hak untuk hidup di negara mereka yang damai," kata sang pangeran kepada The Atlantic.

"Saya percaya orang Palestina dan Israel memiliki hak untuk memiliki tanah mereka sendiri," tambahnya.

Penguasa Raja Arab Saudi, Salman, telah bergegas untuk menentang pernyataan putranya.

Raja pada hari Selasa menegaskan kembali "sikap teguh kerajaan terhadap masalah Palestina dan hak-hak sah rakyat Palestina untuk sebuah negara merdeka dengan Yerusalem sebagai ibukotanya," lapor kantor berita SPA.

Dia juga menekankan perlunya memajukan proses perdamaian dalam panggilan telepon dengan Presiden AS Donald Trump pada Senin malam.

Pernyataan dari Pangeran Mohammad diterbitkan hanya tiga hari setelah pasukan Israel membantai 16 warga Palestina dalam satu hari selama demonstrasi damai di sepanjang perbatasan Israel-Gaza. Jumlahnya naik menjadi 17 pada hari Selasa.

Arab Saudi dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik formal, tetapi dalam dua tahun terakhir, serangkaian laporan pertemuan rahasia antara pejabat Israel dan Saudi memberikan kesan adanya persesuaian antara kedua negara. (st/TNA)

Sumber : voa-islam.com

Detik-detik Abu Janda Sok Tahu Pasal Penistaan Agama, Terbungkam Malu

Detik-detik Abu Janda Sok Tahu Pasal Penistaan Agama, Terbungkam Malu


10Berita, Sekali muncul di layar kaca setelah lama tidak terlihat, Abu Janda kembali membuat publik tercengang karena tingkahnya.

Dalam acara Dua Sisi TV One soal puisi Sukmawati, Abu Janda kembali terbungkam karena sok tahu soal pasal penistaan agama.

“Memang di pasal 156a pendoaan agama, di pasal duanya ya, Bang Egy ya, itu tertulis di situ: yang bisa menetapkan atau menentukan seseorang itu menista agama atau tidak (adalah) MUI, bukan polisi, bukan Bang Egy, bukan orang yang turun di jalan.” kata Abu Janda dalam diskusi Dua Sisi TV One pada Rabu (4/4/18).

“Bener gak, Bang? Bener, kan!” kata Abu Janda bertanya kepada Egy.

“Gak tertulis MUI,” jawab Egy Sudjana, menggelengkan kepala.

“Ulama ya?!” tanya Abu janda.

“Gak juga,” jawab Egy.

“Gak ada,” sambung Mustafa Nahra menampik persetujuan Abu Janda.

Meski berkali-kali dibantah, Abu Janda tetap berpendapat adanya kata-kata MUI atau Ulama dalam pasal 156a.

“Pasal 156a itu KUHP. Mana ada kata ‘Ulama’ di KUHP. Mana ada? Gak ada.” tegas Egy.

Egy kemudian menjelaskan, apa yang dikutip oleh Abu Janda berawal dari kasus yang menjerat Ahok saat menista Surat Al-Maidah ayat 51. Dalam rangkaian kasus tersebut, polisi menyatakan akan melakukan tindakan setelah mendapatkan rekomendasi dari ulama, dalam hal ini MUI.

“Tapi tidak tertulis di pasal dua.” tegas Mustafa, tersenyum.

“Tidak ada.” pungkas Egy.”

Sumber: tarbiwa

Polling; Prabowo-Anies Lebih Dipilih Pembaca

Polling; Prabowo-Anies Lebih Dipilih Pembaca

10Berita – Portal berita online TeropongSenayan (TS) baru saja melakukan polling simulasi Pilpres 2019.

Dalam jajak pendapat yang dilakukan portal TeropongSenayan sejak Rabu (28/3/20180) dan ditutup pada Selasa (3/4/2018) pukul 23.59 WIB, simulasi pasangan Prabowo Subianto – Anies Baswedan lebih dipilih pembaca.

Dalam poling disimulasikan terdapat dua pasangan calon (paslon) yang bakal berlaga pada pilpres. Yakni pasangan Jokowi-Agus Harimurti Yudhoyono dan Prabowo Subianto-Anies Baswedan.

Dari 1.304 pembaca yang mengklik masing-masing pasangan calon. Sebanyak 67 (5,1%) memilih pasangan Joko Widodo – Agus Harimurti Yudhoyono. Sedangkan 1.237 (94,9%) memilih pasangan Prabowo Subianto – Anies Baswedan sebagai pemimpin Indonesia selanjutnya.

Dalam poling sebelumya pasangan Prabowo Subianto – Muhammad Zainul Majdi (Tuan Guru Bajang/TGB) lebih banyak dipilih pembaca. Pasangan ini mendapat klik lebih banyak daripada Jokowi-Sri Mulyani.

Poling dilaksanakan pada Rabu (21/3/2018) pukul 00.00 hingga Minggu (25/3/2018).

Selama rentang waktu lima hari, sebanyak 1.877 pembaca mengikuti poling ini, dengan cara meng-klik pilihan pasangan calon (paslon).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 130 (6,9 %) pembaca memilih mengklik paslon Jokowi- Sri Mulynai. Sedangkan sebanyak 1.747 (93%) pembaca mengklik Prabowo-Muhammad Zainul Majdi. (tsc)

Sumber : tsc,

Jawara Damin Sada Marah Besar Kepada Ade Armando: Demi Allah saya akan Bikin Perhitungan

Jawara Damin Sada Marah Besar Kepada Ade Armando: Demi Allah saya akan Bikin Perhitungan


10Berita, Puisi “Ibu Indonesia” karya Sukmawati Soekarnoputri memunculkan masalah baru. ‘Pembela’ Sukmawati yang juga tokoh liberal Ade Armando, menyatakan bahwa adzan tidak suci.

Di akun Facebook, dosen ilmu komunikasi Universitas Indonesia itu menulis: “Azan tidak suci. Azan itu cuma panggilan untuk sholat. Sering tidak merdu. Jadi, biasa-biasa sajalah…”

Umat pun dibuat geram, mengingat Ade sering menyakiti hati umat dengan pernyataan-pernyataan yang melecehkan Islam.

Jawara yang juga tokoh masyarakat Bekasi, Damin Sada, menegaskan akan membuat perhitungan dengan Ade Armando.

“Demi Allah, saya sebagai seorang Muslim tersakiti dengan segala ucapannya yang selalu mendiskreditkan Nilai-Nilai Suci ke Islaman. Semoga Allah Melaknatnya !!! Demi Allah, Saya akan cari cara untuk buat Perhitungan dengan dia !!! Ade Armando. SEBARKAN !!!” tulis Damin Sada di akun Facebook.

Praktisi hukum Johan Khan mengingatkan soal penegakan hukum yang tidak adil. “Keadilan akan selalu menemukan jalannya. Jika bukan melalui court justice, bisa jadi melalui street justice. Kalo jawara paling terkenal senegara Bekasi sudah bersumpah kayak gini, mau bilang apa coba??” tulis Johan Khan di akun Twitter @CepJohan mengomentari penegasan Damin Sada.

Menurut Johan Khan, Ade Armando merasa kebal hukum karena kepolisian tidak juga menangkap Ade. “Inilah akibatnya jika @poldametrojaya tak kunjung menangkap @adearmando, padahal sudah tersangka dan perkara nya pun sudah hampir 3 tahun, ybs seperti merasa kebal hukum. Polisi mau publik distrust lalu disintegrate?” tulis @CepJohan.

Sumber: intelijen

Katanya Bisa Gantikan Wi-Fi, Ini 4 Fakta Penting Soal Li-Fi! Cara Baru Internetan Pakai Bola Lampu

Katanya Bisa Gantikan Wi-Fi, Ini 4 Fakta Penting Soal Li-Fi! Cara Baru Internetan Pakai Bola Lampu

Siapa sih yang sekarang nggak butuh Wi-Fi?


10Berita, Mau lagi nunggu kereta di stasiun atau jalan-jalan di mall, mencari Wi-Fi gratis sudah jadi semacam refleks bagi generasi kekinian. Ada tidaknya Wi-Fi juga seringkali jadi pertimbangan utama bagi pencari kost atau kontrakan. Begitu bisa nyambung ke Wi-Fi dan mematikan paket data, kita seakan-akan sedang menghirup udara segar di pegunungan…lega. Kayaknya nggak ada deh yang bisa menyangkal fakta bahwa keberadaan Wi-Fi dalam kehidupan kita tidak lagi bisa tergantikan. Atau mungkin Wi-Fi bisa tergantikan?

Advertisement

Li-Fi atau Light Fidelity. Inovasi ini digadang-gadang bisa menghasilkan jaringan internet wireless seperti internet, tapi berbasis cahaya lampu. Jadi tidak perlu memakai router atau menunggu jaringan fiber optic sampai ke wilayahmu, tetapi bisa menggunakan bola lampu! Bahkan katanya kecepatan internet bisa jauh lebih tinggi daripada Wi-Fi. Hah? Kok bisa ya?! Yuk simak info selengkapnya bareng Hipwee News & Feature!

Berbeda dengan Wi-Fi yang dikembangkan dari jaringan sinyal radio, Li-Fi memanfaatkan media cahaya lampu. Cahaya ternyata bisa jadi media untuk meneruskan informasi digital tanpa kabel

Cahaya adalah media utama Li-Fi via purelifi.com

Dilansir dari CNN, Li-Fi atau Light Fidelityditemukan dan sudah dipatenkan oleh Prof. Herald Hass dari University of EdinburghProf. Hass sendiri berangkat dari ide bahwa sorotan cahaya juga bisa menjadi media komunikasi semacam sandi morse modern. Proses pengiriman data-data melalui media cahaya ini disebut Visible Light Communication (VLC). Berbeda dengan jaringan Wi-Fi yang mengandalkan infrastruktur seperti tower radio atau jaringan fiber optic, VLC bisa dibangun hanya dengan membangun transmisi antara bola-bola lampu yang sudah pasti banyak terpasang di mana-mana.

Waduh, gimana tuh caranya? 


Dengan peralatan tertentu, gelombang atau sinyal cahaya nantinya bisa digunakan untuk membawa informasi. Asalkan gawai elektronikmu terpapar sorotan cahaya lampu pintar, bakal langsung bisa nyambung ke internet

Ilustrasi cara kerja Li-Fi via whsgoldenarrow.com

Advertisement

Cara kerja Li-Fi nggak jauh beda dengan Wi-Fi, hanya saja Li-Fi menggunakan cahaya sebagai media transfer data. Dua sumber cahaya saling mendeteksi melalui sensor cahaya yang terletak di ujung perangkat Li-Fi. Nantinya, perangkat lain akan mendeteksi dan mengartikan sebagai biner 1 ketika cahaya lampu LED menyala. Saat ini semua cahaya dapat dideteksi Li-Fi selain warna merah dan hijau.

Dalam proses pengiriman data Li-Fi sangat mengandalkan cahaya sebagai media jaringan. Maka dari itu, penemunya, Prof. Hass justru meyakini Li-Fi akan dengan mudah diadopsi dan digunakan karena tidak perlu membangun banyak infrastruktur baru.

Minimnya cahaya akan mengganggu kinerja jaringan yang mana kecepatan pengiriman data akan lebih lambat.

Selain minim infrastruktur, hebatnya Li-Fi juga digadang-gadang bisa memilik kecepatan data berkali-kali lipat dari Wi-Fi. Itu karena spektrum cahaya jauh lebih besar daripada spektrum frekuensi radio

Kecepatan Wi-Fi ditinggal jauh Li-Fi via pikapost.com

Teknologi ini diprediksi mampu mentransfer data dengan kecepatan hingga 100 Gbps, lho. Dilansir dari Liputan 6, pada tahun 2015 yang lalu, pemerintah Cina pernah melakukan uji coba Li-Fi untuk mengunduh film. Hasilnya sangat mencengangkan, unduhan tersebut selesai hanya memakan waktu 0,3 detik saja, guys. Jauh lebih cepat dari kecepatan Wi-Fi 4G atau mungkin 5G yang dikembangkan saat ini.

Kecepatan tersebut didapat dari besarnya spektrum gelombang elektromagnetik cahaya sendiri. Apalagi jika dibandingkan dengan spektrum frekuensi radio yang jadi platform Wi-Fi. Spektrum cahaya itu 10.000 kali lebih besar daripada frekuensi radio! Disamping spektrumnya yang jauh lebih besar, sorotan cahaya itu semikonduktor dengan sifat dan ciri yang dapat beralih on dan off hanya dalam beberapa nanodetik. Nah jika dikonversikan dalam kecepatan data, itu bakal setara dengan 1 Gbits per detik!

Meski baru dalam tahap pengembangan awal, inovasi ini langsung menggebrak dunia. Keren aja tahu bahwa ternyata ada alternatif lain selain Wi-Fi

Banyak yang pesimis dengan Li-Fi sebagai jaringan nirkabel masa depan via www.eluniverso.com

Selain mengurangi polusi elektromagnetik yang dihasilkan oleh gelombang radio, tentunya kecepatan berselancar di dunia maya dengan Li-Fi merupakan alternatif baru yang pantas dicoba. Akses ber-internet-ria makin dipermudah bahkan di wilayah terpencil sekalipun yang tidak bisa dijangkau oleh kabel optik. Walaupun demikian, banyak kalangan yang skeptis dan pesimis terhadap potensi Li-Fi sebagai jaringan internet nirkabel di masa depan. Apalagi untuk menggantikan Wi-Fi.

Karena sangat bergantung pada sorotan cahaya, para kritiknya mengkhawatirkan konektivitas Li-Fi yang berarti akan langsung terputus begitu terkena objek yang tidak tembus cahaya. Padahal banyak objek yang tidak tembus cahaya, seperti tembok, pilar, lemari, dan lain sebagainya. Li-Fi juga tidak bisa digunakan di luar ruangan karena terkena sinar matahari langsung. Tetapi penemunya sendiri, Prof. Hass, sebenarnya juga menyatakan bahwa Li-Fi tidak bisa dan tidak seharusnya dipandang sebagai pengganti Wi-Fi. Hanya pelengkap atau alternatif saja ketika jaringan Wi-Fi sudah semakin penuh sesak.

Yah lumayan lah ya ada alternatif, semoga kita juga bisa cepat mencoba internetan lewat Li-Fi ini ya guys…

Sumber :Hipwee