OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 08 April 2018

NAHLOH! Buntut Pernyataan Politisi PSI Tsamara Amany, Hubungan Indonesia-Rusia Bisa Rusak

NAHLOH! Buntut Pernyataan Politisi PSI Tsamara Amany, Hubungan Indonesia-Rusia Bisa Rusak


10Berita, Wakil Sekjen Partai Gerindra Sudaryono menilai pernyataan Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany Alatas berpotensi merusak hubungan Indonesia dengan Rusia.

Sebab, statemen yang dilontarkan politisi dari parpol pendukung Jokowi itu cenderung fitnah terhadap negara Rusia dan Presiden Putin.

"Pernyataan politisi pendukung Jokowi yang tidak akurat, tidak disertai data, bahkan cenderung fitnah itu tidak baik dan merugikan bangsa," kata Sudaryono, di Jakarta, Sabtu (8/4/2018), seperti dilansir TeropongSenayan.

Akibatnya, kata Sudaryono, hubungan bilateral yang terjalin baik selama ini, antara negara Indonesia-Rusia bisa terganggu.

"Ini sangat mengganggu, saya juga sudah membaca komentar pers dari Rusia dan pihak Kedubes Rusia yang meminta klarifikasi. Bagaimana rakyat Rusia juga tidak terima negaranya dikata-katain begitu," kata Sudaryono.

Karena itu, Sudaryono mengatakan, sebaiknya Tsamara segera minta maaf dan mencabut pernyataaan konntroversialnya yang bisa mengganggu hubungan Indonesia dan Rusia tersebut.

"Jika tidak segera minta maaf, sebaiknya Pemerintahan Jokowi melalui Kemenlu RI menegur PSI sebagai partai pendukung Jokowi untuk minta maaf kepada pemerintah Rusia dan Presiden Putin," kata Sudaryono.

Seperti diketahui, Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany menuding Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai contoh pemimpin yang tidak baik.

PSI melalui Tsamara mengunggah sebuah video.

Begini ucapan Tsamara Amany:

"Putin bukan contoh pemimpin yang baik, yang membungkam oposisi dan pers di Rusia sana

Di Rusia tidak ada kebebasan beraspirasi seperti di Indonesia.

Bahkan di sana, praktik-praktik korupsi dibiarkan begitu saja,

Kalau kita lihat index presepsi korupsi, Indonesia jauh di atas Rusia.

Nah, kalau sudah tahu seperti itu, yakin mau dijadikan standar kepemimpinan? kalau saya tidak mau ada pemimpin seperti itu di Indonesia."

Video tersebut tersebar di media sosial dan akhirnya mendapatkan tanggapan resmi dari RBTH Russia Beyond Indonesia.

RBTH adalah sebuah penghubung antara masyarakat Rusia dan khalayak asing.

Tak hanya itu, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobyeva akhirnya mengundang Tsamara Amany untuk melakukan klarifikasi.

Setelah mengirimkan undangan resmi, mereka berhasil menghubungi langsung Tsamara Amany.

Namun, politisi muda itu sepertinya langsung ciut nyalinya. Tsamara menyatakan tidak bisa memenuhi undangan dubes Rusia dikarenakan ada acara lain.

Pernyataan Tsamara yang akhirnya membuat Dubes Rusia turun tangan ini mendapat kecaman luas dari publik tanah air.

"Saking semangat'nya jadi gak kontrol dgn apa yg diucapkan'nya sendiri kalau itu sudah menghina," komen aisya cahya shu.

"Ini mah malu maluin negara," ujar Andika Pangestu.

"Mulut mu harimau mu.. siap kan 1000 pengacara untuk membela mu.. apabila rusia gak terima omongan mu," komen Heri Zal.

"cew ngeles.... pengen viral. tapi hina orang,"komen Agus Sururi.

Simak video Tsamara tentang Rusia:

Sumber :Portal Islam 

Luhut Sewot Soal Gerakan #2019GantiPresiden

Luhut Sewot Soal Gerakan #2019GantiPresiden


 10Berita  Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, turut angkat bicara mengenai adanya gerakan yang bertuliskan #2019GantiPresiden.

Ngapain diganti-ganti, wong dia bagus kok.Kalau kau mau ganti urusan kau,” ujar Luhut di Jakarta, Sabtu malam, 7 April 2018, seperti yang dikutip oleh Viva.

Luhut mengklaim bahwa mayoritas masyarakat di seluruh Indonesia ini masih menginginkan Jokowi menjadi presiden dengan memenangkan pemilihan umum 2019. Karena, menurut Luhut, pencapaian pemerintahan Jokowi sangat baik.

“Karena seperti yang saya beri penjelasan pada kader Golkar, tingkat pencapaian Joko Widodo sangat baik, kita harus akui itu,” tegas Luhut.

Meskipun demikian, politikus Partai Golkar ini mengakui, pemerintahan Jokowi tidak luput dari kekurangan dan memang harus diperbaiki. Sehingga Indonesia lebih baik ke depannya.

“Dan itu bukan hal mudah dan tidak selesai, tapi arahnya itu baik,” papar Luhut.

Diketahui, gerakan #2019GantiPresiden yang dimotori oleh Mardani Ali Sera itu menjadi viral bahkan saat ini ada pula dalam bentuk gelang dan kaos.

Sumber : Ngelmu.co

"Dugaan saya, nanti ada admin #2019GantiPresiden ditangkap, Persis kasus Saracen dan MCA"

"Dugaan saya, nanti ada admin #2019GantiPresiden ditangkap, Persis kasus Saracen dan MCA"


10Berita, Maraknya kaos #2019GantiPresiden membuat ada pihak yang terusik.

Bahkan aktivis muda Muhammadiyah, Mustofa Nahrawardaya mengatakan dirinya menduga nantinya bakal ada admin grup WA atau admin grup FB YANG mengatasnamakan #2019GantiPresiden ditangkap aparat. Persis kasus Saracen dan MCA.

"Dugaan saya, nanti ada admin grup WA atau admin grup FB YANG mengatasnamakan #2019GantiPresiden ditangkap aparat. Persis kasus Saracen dan MCA. 

Trus beritanya diblow up selama setahun, agar ada kesan kuat gerakan tersebut ILEGAL. 😀😀😀

Silahkan disimpan tweet saya ini," ujar Mustofa Nahrawardaya di akun Twitternya @NetizenTofa, Ahad (8/4/2018).

Dugaan saya, nanti ada admin grup WA atau admin grup FB YANG mengatasnamakan #2019GantiPresiden ditangkap aparat. Persis kasus Saracen dan MCA.

Trus beritanya diblow up selama setahun, agar ada kesan kuat gerakan tersebut ILEGAL. 😀😀😀

"Silahkan disimpan tweet saya ini"

— Mustofa Nahrawardaya (@NetizenTofa) 8 April 2018


"RAMALAN" Mustofa Nahrawardaya yang merupakan koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF) ini sontak jadi perbincangan warganet.

Eeh..., betul bingits tuch Bang...🤔🤔
Ntar yg nyablon pada jd tersangka..,yg menjual dituduh makar...,trus yg beli dianggap pasukannya..., trus yg mendistributorkan dianggap yg mendanai...🤔🤔🤔

— Silent Heart (@SilentH09130287) 8 April 2018

"Eeh..., betul bingits tuch Bang...🤔🤔
Ntar yg nyablon pada jd tersangka..,yg menjual dituduh makar...,trus yg beli dianggap pasukannya..., trus yg mendistributorkan dianggap yg mendanai...🤔🤔🤔," ujar @SilentH09130287.

"Bisa jadi, klo mereka ngak bisa counter ini berita, mereka pasti gunakan cara licik. Tapi mungkin mereka uda hati2, karna 1 per 1 kelakuannya sudah malai terkuat dan terbaca. Bodo amat ama mereka, yag penting #2019GantiPresiden wajib !!" komen @Taufan55742331.

"Bener jugaa ya teorinya..," komen @viey_elhbb.

Bisa jadi bang..
Pak presiden dah menunjukkan ketidaksukaannya dan biasanya akan dilanjutkan dengan membuat scenario penangkapan di kepolisian

— Faisal Amri (@AbuLathifah) 8 April 2018


Bisa jadi, klo mereka ngak bisa counter ini berita, mereka pasti gunakan cara licik. Tapi mungkin mereka uda hati2, karna 1 per 1 kelakuannya sudah malai terkuat dan terbaca. Bodo amat ama mereka, yag penting #2019GantiPresiden wajib !!

— Taufan Tazz (@Taufan55742331) 8 April 2018


— Masku.Masku (@MaskuMasku1) 8 April 2018


klo engga, tiba2 ada kasus terorisme yg juga pelakunya ternyata mendukung #2019GantiPresiden , terus ada klarifikasi dr aparat bahwa tdk ada kaitannya.. tp tetep bawa2 #2019GantiPresiden agar dikambinghitamkan masyarakat.

— Raafa Beni (@AraafMeada) 8 April 2018


Gak perlu disimpan, menurut saya itu sudah jadi tradisi, semua org sudah tau. Planga plongo modal cengengesan

— john A.k.A Étienne Jérôme (@MarissaSuzZan) 8 April 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Simak Baik-baik, Ini Daftar Penyakit Penyebab Gagal Ginjal

Simak Baik-baik, Ini Daftar Penyakit Penyebab Gagal Ginjal

Ilustrasi bagian belakang pinggang sakit karena ginjal bermasalah yang disebabkan penyakit lain seperti diabetes dan darah tinggi (Istimewa)

10Berita  - Ginjal merupakan salah satu organ tubuh yang berfungsi sebagai penyaring darah. Semua darah di dalam tubuh melewati ginjal dan harus disaring menjadi zat-zat yang terpakai lagi oleh tubuh.

Namun saat fungsi ginjal ini rusak, tentu berbahaya bagi tubuh karena tidak bisa mengeluarkan racun. Zat-zat yang bermanfaat bagi tubuh juga terbuang karena fungsi penyaring tersebut sudah rusak.

Penyebab penyakit gagal ginjal bisa dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya disebabkan oleh penyakit lain. Pakar Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), Yulia menjelaskan sedikitnya ada empat faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit gagal ginjal, Rabu (7/3).

Diabetes
Orang dengan penyakit diabetes memiliki pembuluh darah yang ada di ginjal tidak lancar, sehingga merusak ginjalnya. Ginjal menjadi kekurangan darah.

Tekanan Darah Tinggi
Salah satu fungsi ginjal adalah mengatur tekanan darah, selain membuang urin dan racun. Ginjal membantu sel darah merah. Oleh sebab itu, pasien dengan penyakit ginjal sering mengalami kemerosotan sel darah merah (HB). Ginjal memiliki sistem pengaturan dengan disertai hormon renin angiotensin aldosteron. Hormon ini mengatur penyerapan garam di dalam tubuh. Jika garam di tubuh terlalu tinggi bisa merangsang hipertensi sehingga lama-lama merusak ginjal.

Sumbatan
Sumbatan bisa terjadi karena kanker atau batu di bagian ginjal. Kanker bisa terjadi di ginjal atau anak ginjal. Akibatnya aliran darah menjadi tak lancar.

Infeksi
Kondisi ini membuat ginjal terinfeksi yang disebabkan oleh bakteri. Pada wanita, bakteri tertular dari luar tubuh yang sering terjadi di saluran kemih. Wanita rentan mengalami infeksi di saluran perkemihan, karena uretra wanita lebih pendek dibanding laki-laki. Sehingga perempuan lebih berisiko. Kandung kemih merupakan muara dari dua saluran ginjal di atasnya. Sementara ginjal ini ibarat filter atau penyaring cairan. Ginjal menyaring darah agar zat-zat dapat dipakai lagi oleh tubuh seperti glukosa, lemak, elektrolit (natrium, zat besi).

Ginjal menyaring zat-zat ini untuk memisahkan darah dari cairan atau racun yang merusak tubuh, misalnya amonia termasuk air. Karena itu urin pasti berbau amonia yang dikeluarkan oleh ginjal.Jika ginjal rusak, maka fungsi penyaring tidak berfungsi dan justru membuang zat-zat penting dan yang ada di dalam tubuh adalah racun yang tak terbuang. Dalam kondisi infeksi, urin biasanya berwarna keruh

Penyebab Lain

Wanita yang juga Edukator Diabetes ini menambahkan penyakit ini merupakan proses tahunan. Bisa jadi sebelumnya seseorang tersebut memang sudah memiliki riwayat penyakit diabetes tanpa disadari. Yulia menambahkan penyakit ginjal merupakan penyakit kronik yang bukan tiba-tiba muncul.

Usia muda saat ini sudah mulai terserang penyakit ini karena gaya hidup tak sehat dan stres yang tinggi akibat pekerjaan. “Mungkin ada diabetes sebelumnya atau hipertensi. Ini bukan penyakit tiba-tiba datang seperti pilek. Prosesnya sudah tahunan," ungkap Yulia.

Pada pasien berpenyakit ini, sering juga memiliki riwayat minum minuman berenergi agar membuat mata tetap terjaga. Salah satunya profesi sopir atau pekerja lembur.

(ika/JPC)

Sumber : JawaPos.com

Waketum Hanura pun Semprot Tsamara yang Asbun Tentang Putin

Waketum Hanura pun Semprot Tsamara yang Asbun Tentang Putin

 


10Berita – Mengkritik dengan membandingkan Presiden Jokowi dengan Presiden Vladimir Putin ala Fadli Zon memang kurang elok. Demikian juga gaya politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany merendahkan Putin untuk membela Jokowi juga tidak etis.

Kesimpulan itu disampaikan Waketum Partai Hanura Gede Pasek Suardika menyikapi video viral komentar Tsamara Amany tentang Vladimir Putin.

“Mengkritik dengan membandingkan @jokowi dengan @PutinRF_Eng ala @fadlizon memang kurang elok. Tapi gaya @TsamaraDKI merendahkan Putin untuk bela Jokowi juga tidak etis. Wajar direspon @RBTHIndonesia karena terlihat tidak paham Rusia sebenarnya,” tulis Gede Pasek di akun Twitter @G_paseksuardika.

Atas kejadian itu, secara khusus Gede Pasek meminta maaf kepada Vladimir Putin, Kedutaan Besar Rusia dan Russia Beyond the Headlines untuk Indonesia (RBTH Indonesia).

“Walau tidak ikut melakukan, Saya minta maaf pada @RBTHIndonesia @RusEmbJakarta @PutinRF_Eng atas penilaian tidak berbobot dari @TsamaraDKI terhadap Putin. Sekaligus berterimakasih atas hubungan hangat dan bersahabat selama ini dan sambutan yang hangat saat @jokowi ke Sochi Rusia,” tulis @G_paseksuardika.

RBTH Indonesia menyatakan, Duta Besar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobyeva telah mengundang Tsamara untuk hadir pada press brieting di kediaman Dubes Rusia.

Namun, RBTH Indonesia mengungkapkan, Tsamara tidak bisa hadir karena ada agenda lain. “Namun, sayangnya, @TsamaraDKI tidak dapat memenuhi undangan Dubes Rusia karena sudah ada kegiatan pada tanggal dilaksanakannya “press briefing” minggu depan,” tulis akun resmi RBTH Indonesia, @RBTHIndonesia.(kl/)

Sumber :itoday, Eramuslim

Jokowi Galau Beredar Kaos #2019GantiPresiden

Jokowi Galau Beredar Kaos #2019GantiPresiden

10BeritaBogor - Presiden Jokowi rupanya galau juga dengan kampanye masif #2019GantiPresiden. Walaupun tagar dan gerakan tersebut konstitusional dan sampai saat ini baru diwujudkan dalam bentuk kampanye di media sosial dan cetak kaos, tak pelak hal itu menjadi perhatian Jokowi. 

Di hadapan relawan konvensi Galang Kemanusiaan, dengan semi menyindir, Jokowi menyebut keberadaan kaos tersebut tidak dapat mempengaruhi pergantian kepemimpinan.

"Masa kaus bisa ganti presiden. Yang bisa ganti presiden itu rakyat. Kalau rakyat itu berkehendak, bisa. Kalau rakyat tidak mau ya tidak bisa. Juga kehendak dari Allah," ujarnya.," kata Jokowi, saat menghadiri Konvensi Nasional Galang Kemajuan (GK) di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (07/04/2018). 

Jokowi mengaku geram dengan isu-isu yang sifatnya menyerang dan tidak konstruktif. Sama seperti forum-forum sebelumnya, Jokowi mengaku terbuka akan kritik. Hanya saja,kritik yang masuk didasarkan dengan data.

Menurutnya, sejak menjadi presiden, Jokowi sudah dihadapkan dengan berbagai isu yang memfitnah, seperti antek asing dan keterlibatannya di PKI. "Kita itu punya target dengan angka-angka yang jelas, kalau ada kekurangan ya dibenahi," tegasnya.

Dalam menyampaikan sambutannya, Jokowi beberapa kali terasa sekali berapi-api, dengan menjawab berbagai isu yang menyerangnya.

Tidak hanya itu, Jokowi juga memberi pesan kepada para relawan bekerja dengan militansi, serta mengawasi bergulirkan program kerja pemerintah. Jokowi mengungkapkan selama ini ada program pemerintah yang digunakan untuk promosi segelintir pihak, untuk kepentingan pribadi.

"Waktunya tinggal sedikit, jadi saudara-saudara saya titip, bekerja itu dengan militansi, agar tenaga dalamnya keluar semua," tambahnya.

Sumber : SI Online

Aparat TNI-Polri Masuk Ke Kampus Minta Identitas Penceramah, Kembali Ke Zaman Orba ?

Aparat TNI-Polri Masuk Ke Kampus Minta Identitas Penceramah, Kembali Ke Zaman Orba ?

10Berita, Kampus STIE Ahmad Dahlan Jakarta (STIEAD) digegerkan dengan kedatangan aparat keamanan dari jajaran TNI dan Polri di Kampus C STIEAD.

Mereka menunjukkan surat perintah dari instansi masing-masing.

“Sebagai penanggung jawab kampus, saya tidak terima jika ada perlakuan aparat keamanan masuk ke kampus,” tegas Ketua STEIAD Mukhaer Pakkanna pada melalui postingan Facebook miliknya.

Mukhaer Pakkanna yang juga Ketua Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Perguruan Tinggi Muhammadiyah (AFEB PTM) mempertanyakan maksud di balik kedatangan oknum aparat tersebut.

Apalagi kedatangan para aparat itu untuk meminta daftar nama beserta alamat penceramah dan dosen STEIAD.

“Tentu secara tegas kami tidak memberikan dan tidak menerima perlakuan itu. Pihak aparat dari kedua institusi itu pun pamit balik. Yang menjadi pertanyaan, apa urusan kedua institusi itu masuk kampus? Apa aparat itu hadir ke kampus atas perintah? Apakah Kapolri dan Panglima TNI memang punya program sweeping ke kampus? Apakah bangsa kita jelang Pemilu dan Pilpres sdh terjebak dgn gaya otoritarian? Saya bersumpah, tidak menerima perlakuan itu,” tambahnya.

Awalnya pihak Babinsa Danramil Kota Tangerang yang bertamu dan meminta nama-nama dosen dan alamatnya.

Kemudian di waktu berbeda, aparat dari Binamas Polsek Jatiuwung Kota Tangerang juga meminta pihak kampus agar menyerahkan daftar penceramah dan isi khotbah masing-masing khatib.

Mukhaer mengaku sudah melakukan pengecekan terhadap anggota TNI dan Polri yang datang ke kampusnya.

“Saya sudah cek perihal SK jabatan beliau dan ternyata benar,” pungkasnya. [rmol]

Sumber : Rmol

Jangankan Prabowo, Jokowi Didukung 5 Parpol Saja Belum Deklarasi

Jangankan Prabowo, Jokowi Didukung 5 Parpol Saja Belum Deklarasi


10Berita -Partai Gerindra merasa kesal lantaran publik terus mendesak Ketua Umum Prabowo Subianto untuk segera dideklarasikan sebagai calon presiden.

Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Arief Poyuono menjelaskan bahwa dalam mendeklarasikan Prabowo Subianto, Gerindra memiliki banyak pertimbangan.

Pertimbangan itu, antara lain tentang kekhawatiran adanya kriminalisasi kepada partai pengusung dan calon wakil presiden pendamping Prabowo. Termasuk, harus dibicarakan bersama PKS dan Parpol pengusung lainnya.

“Aneh juga kenapa Prabowo yang selalu didesak-desak untuk deklarasi,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (7/4).

Lebih aneh lagi bagi Arief lantaran tidak ada orang yang mendesak Presiden Joko Widodo mendeklarasikan diri. Padahal Jokowi sudah mengantongi dukungan dari lima partai politik di parlemen.

“Wong Joko Widodo yang udah punya cukup parpol aja engga deklarasi-deklarasi kok. Ayo dong Joko Widodo segera deklarasi dan tentukan cawapresnya,” ujarnya. (jk/)

Sumber :rakyatmerdeka

Kritik Pemerintah, Saudi Tutup Akun Twitter Imam Mekkah Syaikh Shuraim

Kritik Pemerintah, Saudi Tutup Akun Twitter Imam Mekkah Syaikh Shuraim

10Berita, RIYADH  – Pihak berwenang Saudi Arabia menutup akun twitter Syaikh Saud Al-Shuraim, salah satu imam Masjidil Haram di Makkah, pada jum’at (6/4/2018) pagi, lansir Middle East Monitor, mengutip AlKhaleejonline.

Syaikh Shuraim telah memposting komentar tentang isu-isu politik dan sosial di Arab Saudi dan mengkritik apa yang dia yakini sebagai pelanggaran terhadap ajaran Islam.

Syaikh Shuraim lahir di Riyadh pada tahun 1964. Dia telah memegang beberapa posisi akademis senior, termasuk Dekan dan Profesor Spesialis di Universitas Umm Al-Qura di Mekkah. Dia juga seorang hakim di Pengadilan Tinggi di Kota Suci Mekkah.

Syaikh Al-Shuraim mendapat pujian di kalangan Muslim baik di dalam dan di luar kerajaan Arab atas sikapnya yang berani.

Sumber :Arrahmah.com

Umat Diimbau Cabut Laporan soal Sukmawati, Asyari Usman: Itulah Sebabnya Ulama Harus Menjauhi Penguasa

Umat Diimbau Cabut Laporan soal Sukmawati, Asyari Usman: Itulah Sebabnya Ulama Harus Menjauhi Penguasa


10Berita, Minta maaf lagi. Kali ini saya mengambil porsi para ustad yang sewajarnya menuliskan artikel seperti dijudulkan di atas. Tetapi saya percaya bahwa meramu berbagai sumber tentang topik ini, bukanlah “dosa besar” di bidang tulis-menulis.

Yang dibicarakan adalah sikap al-mukarram KH Ma’ruf Amin, Ketua MUI, dalam masalah penistaan agama Islam yang dilakukan oleh Sukmawati Soekarnoputri lewat puisi “Ibu Indonesia”.

Setelah mengumumkan permintaan maaf kepada umat Islam, Bu Sukmawati menemui Kiyai Am’ruf. Setelah pertemuan yang dibumbui cium tangan Pak Kiyai, Ketua MUI mengeluarkan imbauan agar laporan penistaan yang menyangkut Bu Sukma itu dicabut. Alasan Kiyai Ma’ruf ialah bahwa Bu Sukma sudah meminta maaf.

Dari salah satu sudut pandang (dari sekian banyak sudut), imbauan Kiyai tentulah pantas diikuti. Tetapi, kelihatannya kaum muslimin menuntut agar proses hukum tetap dilanjukan walaupun Bu Sukma diberikan maaf.

Saya bukan mau membicarakan proses permintaan maaf itu maupun pencabutan pengaduan penistaan itu ke kepolisian. Yang terlintas di kepala saya adalah, mengapa Kiyai Ma’ruf berkali-kali memperlihatkan “keanehan” bersikap kalau diletakkan dalam perspektif aspirasi kaum muslimin terkait macam-macam hal yang menyinggung kesakralan agama?

Inilah yang kita tengok. Inilah yang akan dicarikan penjelasannya.

Kita semua mengamati dengan seksama bahwa Kiyai Ma’ruf adalah orang yang sangat baik. Lurus. Tulus. Suka memaafkan. Mudah meringankan masalah yang besar. Sangat ideal. Semua kita juga ingin seperti beliau. Tapi, ada “tapi”-nya. Sikap beliau itu sangat ideal untuk situasi pengelolaan negara yang ideal pula. Situasi yang tidak dzolim, tidak sewenang-wenang.

Pada saat ini, ajakan Kiyai Ma’ruf tidak bersambut di kalangan kaum muslimin. Sebabnya antara lain adalah aggapan bahwa pihak penguasa tidak adil. Umat merasa penguasa sangat cepat bertindak kalau ulama atau warga muslim yang menjadi terduga. Sebaliknya, kasus-kasus penistaan agama yang kebetulan melibatkan orang yang pro-penguasa sebagai terlapor, pihak yang berwenang cenderung lambat. Bahkan terkesan mendiamkannya.

Kembali ke topik kali ini: mengapa Kiyai Ma’ruf dianggap “aneh” dalam kasus Bu Sukma? Apa yang terjadi? Ada apa?

Tidak terjadi apa-apa kecuali “pertanda” bahwa Pak Kiyai terlalu dekat dengan penguasa. Nah, dari sinilah kita mulai pembahasan syar’iah tentang posisi ulama. Berikut ini hadits pertama tentang ulama yang dilarang oleh Rozulullah SAW mendekati (terlalu dekat dengan) penguasa.

Dalam potongan hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dengan kualifikasi “hasan gharib”, Nabi mengatakan: “…barangsiapa yang mendatangi pintu-pintu penguasa maka dia akan terkena fitnah; dan tak seorang pun yang semakin dekat dengan penguasa kecuali dia semakin jauh dari Allah.”

Maksudnya, terlalu dekat bergaul dengan para pemegang kekuasaan, bisa membuat ulama “segan”. Karena “segan”, menyusullah “diam”. Karena semakin akrab, “diam” itu kemudian pelan-pelan bergeser menjadi “ikut penguasa”. Begitu tak terasa ikut penguasa, para ulama yang akrab dengan penguasa itu berubah menjadi pembela penguasa.

KH Ma’ruf Amin “belum” sampai seperti ini. Alhamdulillah. Cuma, kaum muslimin harus terus mengingatkan agar, misalnya, Pak Kiyai tidak lagi mendatangi pintu-pintu penguasa, atau setidaknya jangan terlalu sering.

Jauhilah pintu penguasa, wahai para ulama. Ulama besar Abdussalam Mubarakpuri menceritakan konsistensi Imam Bukhari yang menjaga dirinya dari persentuhan dengan penguasa, khususnya penguasa yang dzolim. Diriwayatkan bahwa Imam Bukhari tidak akan pernah mau berada di tengah para penguasa. Dia tidak mau menghadiri acara-acara yang diselenggarakan oleh para pejabat pemerintahan.

Gara-gara menolak permintaan penguasa negerinya, Imam Bukhari diusir dari kota Bukhara. Pengusiran ini dilakukan penguasa dengan cara yang keji. Imam Bukhari difitnah membuat fatwa yang menyesatkan. Rakyat Bukhara percaya pada berita hoax yang disiarkan oleh perangkat kekuasaan sehingga mereka marah kepada Bukhari.

Menjauhi penguasa memang memiliki konsekuensi. Tetapi, begitulah seharusnya para ulama. Mereka tidak boleh “segan”, “diam”, apalagi sampai diperalat oleh penguasa yang dzolim.

Alhamdulillah, para ulama “muda” di negeri ini mengerti betul bagaimana mereka seharusnya bersikap terhadap penguasa. Mereka memahami cara Imam Bukhari menjaga keulamaannya. Mereka siap masuk penjara, siap hidup susah, siap digertak-gertak oleh aparat keamanan, dlsb. Tetapi, sayangnya, banyak juga “ulama-ulamaan” yang bisa “disumbat” oleh penguasa.

Para ulama yang berani ambil risiko menjauhi penguasa yang dzolim, adalah orang-orang yang paham bahwa “perbuatan yang paling dibenci Allah adalah mendatangi penguasa” (HR Ibnu Majah). Kita bersyukur sekali karena masih banyak dan, in-sya Allah, akan semakin banyak ulama yang bersikap tegas menentang kesewenangan penguasa.

Satu hadits lagi. Sahabat Tsauban r.a. bertanya kepada Baginda Nabi, “Ya Rosulullah, apakah saya termasuk ahli bait?” Baginda berdiam diri. Setelah ditanya ketiga kalinya, Nabi kemudian mengeluarkan statemen, “Iya, selama engkau tidak berdiri di depan pintu penguasa dan meminta sesuatu dari mereka.”

Kita berharap KH Ma’ruf Amin masih menjadi bagian dari ulama yang tidak berada di pintu-pintu penguasa. Tentunya kita menghargai sikap “arif” beliau ketika mengimbau agar para pelapor puisi Bu Sukma mencabut laporannya. Namun, sebaliknya, kita percaya Pak Kiyai memahami pula mengapa para pelapor bertekad akan maju terus.

Penulis: Asyari Usman

Sumber : PORTAL ISLAM