OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 08 April 2018

Antara Mohamed Salah dan #2019GantiPresiden

Antara Mohamed Salah dan #2019GantiPresiden

Oleh Dr. Mardani Ali Sera MEng
*Capres RI 2019

10Berita, Bismillah.
Mohamed Salah yang terkenal dalam akun twitter *@22MoSalah* #LiverpoolFC lagi _on fire_. Manceshter City yang punya skuad seharga 8.6 trilyun dilumat habis 0-3 di leg awal perempat final Liga Champion 2018. Di Liga Inggris Liverpool sudah masuk empat besar. Rahasia penampilan ciamik Liverpool adalah sosok bernama Mohamed Salah, sering disingkat Mo Salah. Ya beliau seorang Muslim yang taat, yang setiap mencetak gol selalu bersujud, berasal dari Mesir.

Dengan prestasinya mencetak 39 gol di semua kompetisi bersama Liverpool Mo Salah bahkan _top scorer_ untuk semua Liga Eropa mengalahkan Messi dan Christiano Ronaldo. Lalu apa hubungan Mo Salah dengan gerakan #2019GantiPresiden?

Hubungannya jelas, kita berusaha seelegan dan seindah mungkin menang dalam Pilpres 2019 seperti Mo Salah menaklukan Eropa dengan prestasi dan gol-gol cantiknya. Kita bukan ingin membuat gerakan makar, gerakan hoax apalagi gerakan fitnah. Tidak!

Bahkan Islam mengharamkan semua bentuk gerakan diatas. Justru, seperti Mo Salah kita ingin #2019GantiPresiden dengan landasan akhlaqul karimah. Karena sebagai mu’min kita diperintahkan Baginda Nabi Saw untuk menampilkan akhlaqul karimah. Makanya gerakan ini tidak diam-diam tapi zahir dengan tujuan jelas #2019GantiPresiden dan dengan basis social movement (gerakan sosial).

Makanya siapapun boleh mencetak kaos, membuat gelang, topi, menjual mug dan lain-lain karena gerakan ini memang tidak ada yg mendanai. Semua menggunakan prinsip ‘sunduquna juyubuna’ kantong kami adalah sumber dana kami.

Lalu apa yang bisa kita pelajari di Mo Salah agar dapat menang dalam Pilpres 2019?

*Pertama,* tentu persiapan yang matang. Mo Salah, mengikut penjelasan Pelatih Jurgen Klopp selalu hadir lebih awal dan berlatih sendiri menambah porsi latihan. Kita Relawan Ganti Presiden, harus benar2 mampu menyiapkan diri untuk kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas. Saat Pilkada DKI lalu tim Pemenangan selalu efisien dalam rapat, fokus dalam kerja dan tekun meniti proses.

Kadang kita persiapkan _clue card_ (kertas2 penanda) agar Mas Anies dan bang Sandi bisa tampil mempesona saat Debat Kandidat. Jam 02.00 dini hari baru kelar adalah hal biasa. Dan tidak ada pekerjaan besar selesai kecuali didukung semua tim yang punya dedikasi. Membangun tim penuh dedikasi juga seni tersendiri.

Jadi prestasi Mo Salah yang luar biasa dari perencanaan yang indah melibatkan banyak orang dalam suasa riang dan penuh apresiasi. Makanya Mo Salah selalu mendedikasikan kemenangan bagi tim nya dan bagi mereka yang dibelakang layar.

Sama seperti Gerakan #2019GantiPresiden, yang tampil mungkin saya, tapi di belakangnya ada para Ustadz yg ikhlas, Emak-emak yg luar biasa tekun menyiapkan perkara kecil tapi berdampak besar bagi kesuksesan gerakan ini. Semoga Allah Swt membalas kebaikan semua dg balasan terbaik dunia dan akhirat.

*Kedua,* Mo Salah selalu rendah hati, dia katakan yang terpenting kemenangan tim, target tiga poin, bukannya rekor pribadi. Bahkan di beberapa pertandingan Salah dalam posisi ideal mencetak goal, bola malah di assits pada kawan setimnya utk mencetak goal.

Karena itulah Mo Salah dicintai rekan setimnya dan dipuja para Liverpudian, fans Liverpool yang memang fanatik seperti The Jack dan Viking disini. Bahkan ada lagu, kalau Salah masukan gol lagi aku akan ikut Salah sholat dan being a moslem… betapa indahnya.

Kita gerakan #2019GantiPresiden harus lebih punya sikap rendah hati lebih dari Mo Salah. Karena pertandingan lebih berat, lebih mulia dan lebih banyak godaan dan cobaannya. Karena itu #2019GantiPresiden diawal ini lebih banyak kita mengokohkan akar pergerakan kedekatan kita dengan Allah SWT.

Bukan kita yang memenangkan Pilpres 2019 tetapi tegas Allah katakan dalam Surat Al Anfal ayat 10 _”Waman nashru illa min indillah”_ *Kemenangan itu datang hanya dari sisi Allah*.
Mudah bagi Allah menganugerahkan kemenangan, memberikan atau mencabut kekuasaan dari seseorang untuk diberikan pada yang lain.

Jadi, rendah hati dengan selalu mengembalikan kebaikan pada Allah dan introspeksi diri jika ada kekurangan. Bukan menyalahkan yang lain.

*Ketiga,* pelajaran dari Mo Salah adalah kerja sama tim. Tidak ada gol tercipta, tidak ada kemenangan dan tidak ada piala tanpa semua menyadari ini pertarungan tim. Ini kerja bersama. Ini kompetisi yang melibatkan banyak orang. Jadi #2019GantiPresiden harus bersifat komunitas terbuka. Semua diundang untuk sharing knowlegde, sharing ide dan gagasan hingga sharing kontribusi.

Hape saya di 0811904747 atau di Twitter @MardaniAliSera FB dan IG semua dapat jadi jalur untuk jembatan sharing tersebut.

Sejak awal saya selalu menegaskan pada tim Relawan Ganti Presiden bahwa tim ini akan membesar dan terus menerima relawan dan kita tidak perlu merasa tersisih, tertinggal ataupun terabaikan jika ada yang lebih pandai, lebih layak dan lebih berkualitas ketimbang kita. Karena kita memang tidak bertujuan untuk membesarkan diri apalagi mengambil keuntungan dari gerakan ini.

Kalau itu terjadi jangankan #2109GantiPresiden, malah kita akan saling membenci dan saling melemahkan karena tujuannya bukan lagi Lillahi Ta’ala. Jadi, #2019GantiPresiden harus benar-benar menyiapkan diri untuk memiliki salamatus shadr (kelapangan dada) dan open mind (pikiran terbuka) dan selalu mengapresiasi tiap orang yang terlibat.

Jika Mohamed Salah bisa menaklukan Liverpudian dan Eropa dengan akhlaq dan prestasinya, insya Allah kita Relawan dan simpatisan gerakan #2019GantiPresiden juga akan sukses dengan tiga attitude (sikap mental dan prestasi kerja) seperti Mo Salah.

Wallahu ‘alam bishowab
Follow @MardaniAlisera

Sumber : Ngelmu.co

Sabtu, 07 April 2018

Membaca Sinyal Prabowo untuk Gatot Nurmantyo

Membaca Sinyal Prabowo untuk Gatot Nurmantyo


10Berita, Kader Partai Gerindra tengah mendesak Ketua Umum Prabowo Subianto segera mendeklarasikan diri maju Pilpres. Namun Prabowo hingga hari ini tak juga menyatakan kesanggupannya untuk maju.

Sejumlah sumber di internal Gerindra memastikan hanya tinggal menunggu waktu bagi Prabowo untuk maju. Namun Prabowo tak kunjung memberi lampu hijau.

Partai Burung Garuda ini awalnya mau menggelar deklarasi pencapresan Prabowo 11 April mendatang. Namun belakangan, Gerindra menyebut acara tanggal 11 April adalah Rakernas tertutup.

“Tergantung beliau memutuskan pada saat pertemuan tanggal 11 tersebut, kalau beliau tidak memutuskan akhirnya kami kesimpulannya sama dengan rakernas lalu menyerahkan semua urusan Pilpres kepada Pak Prabowo sebagai ketua umum dan ketua dewan pembina,” kata Ketua DPP Gerindra, Desmond J Mahesa.

Desmond pun menyerahkan soal maju Pilpres ini pada Prabowo. Mereka mengaku siap jika ternyata Prabowo memutuskan tak maju.

“Apakah beliau ke depan sesuai dengan harapan kader partai itu, sebagai Presiden atau beliau menunjuk orang lain,” lanjut Desmond.

Kader Gerindra juga legowo dan menyerahkan putusan ke Prabowo bila seandainya menunjuk mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo jadi Capres Gerindra.

Namun, bagi Gerindra, sosok Prabowo sangat dibutuhkan sebagai acuan dan motivasi bagi para calon legislatif yang akan maju di Pemilu 2019.

“Cuma kalau bicara mengenai panglima perang di samping sebagai ikon, caleg caleg yang ada di seluruh Indonesia itu kan ada panglima perangnya di lapangan, nah ini perlu berkonsolidasi dengan baik,” tandas Wakil ketua komisi III DPR ini.

Desmond juga mengakui ada beberapa faktor yang membuat Prabowo masih berpikir untuk maju. Di antaranya soal usia, dan faktor elektabilitas. Padahal Rakernas Gerindra tahun lalu sudah memutuskan Prabowo maju sebagai Capres Gerindra.

“Rakernas memutuskan Pak Prabowo diusung oleh semua kader partai untuk jadi Presiden 2019 beliau menjawab sudah tua elektabilitas dan macam-macam,” katanya.

Seperti diketahui, Prabowo sendiri mengaku berkali-kali telah bertemu dengan Gatot Nurmantyo. Prabowo mengaku pertemuan tersebut cuma sebatas silaturahmi dari Gatot sebagai juniornya di TNI.

Namun Gatot Nurmantyo mengaku walau tak membahas Capres, Prabowo sempat menawarinya bergabung di Gerindra.

“Enggak ada (pesan khusus), hanya beliau menyampaikan kalau nanti mau bergabung saya terbuka,” kata Gatot akhir bulan lalu.

Nama Gatot memang sudah masuk dalam bursa cawapres Prabowo. Belakangan namanya menguat menjadi Capres. Apalagi kabarnya Gatot sudah memiliki sokongan dana untuk maju capres.

“Saya katakan sekarang ini saya sipil, memiliki hak sama, hak dipilih dan memilih, sekali lagi kalau republik ini memanggil dan rakyat menghendaki saya jadi presiden saya siap jadi Presiden. karena itu adalah tugas yang harus saya pertanggungjawabkan. Dharma bhakti yang luar biasa sampai akhir hayat saya,” kata Gatot.

Sementara itu, Presidium Nasional Gatot Nurmantyo untuk Rakyat (GNR) resmi mendeklarasikan dukungannya terhadap Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo sebagai calon presiden potensial. Deklarasi ini merupakan bentuk komitmen mendukung mantan Panglima TNI itu untuk ikut bertarung pada pilpres 2019 nanti.

Sebelumnya, spanduk dukungan untuk Gatot sudah bermunculan di sudut Ibu Kota. Sejumlah spanduk berisi dukungan untuk Gatot Nurmantyo menghiasi sudut Ibu Kota. Di spanduk tersebut terdapat tulisan “Pemimpin masa depan Indonesia 2019-2024”.

Tinggal menunggu keputusan akhir Prabowo. Akankah Prabowo kembali maju, atau menyerahkan posisi capres pada Gatot Nurmantyo

Sumber :Portal Islam 

Kisah Syahadatnya Pendeta Tionghoa Ternama dan Pembenci Islam

Kisah Syahadatnya Pendeta Tionghoa Ternama dan Pembenci Islam


10Berita, Tak pernah menyangka sebelumnya, pemilik nama lengkap Hanny Kristianto ini adalah sosok yang sangat membenci Islam sebelum akhirnya memutuskan berikrar syahadat di Mojokerto pada 28 Februari 2013.

Butuh waktu sekitar tiga tahun untuk pria berdarah Tionghoa ini melakukan pencarian mengenai Islam. Meski demikian, kegetirannya terhadap Islam sudah berlangsung cukup lama. Proses pencarian Hanny tentang Islam bermula saat ia bekerja di Kalimantan sekitar tahun 2000.

Ada satu kalimat yang begitu mengusiknya. Yakni, kalimat “jangan mati sebelum masuk Islam”, makna dari surah Ali Imran ayat ke-102.

Menurutnya, kalimat tersebut sangat tidak enak didengar. Karena, ia meyakini agama yang paling benar dan paling baik di antara semua agama hanyalah agama yang ia anut dahulu, yakni Kristen Kharismatik, aliran agama Kristen yang bercirikan dan menonjolkan karunia rohani atau gerakan roh.

Hanny mengaku, memeluk Islam murni karena proses belajar yang ia lakukan sendiri. Dengan membaca terjemahan Alquran, bertanya kepada teman Muslim dan ulama.

Namun, ia begitu yakin untuk memeluk Islam setelah membaca terjemahan Alquran dan menemukan bahwa hanya agama Islam yang Tuhannya tidak dapat dilihat dan digambarkan, demikian juga Nabinya.

“Karena, saya tidak gampang percaya dengan omongan orang,” ujarnya.

Dalam proses pembelajaran tentang Islam, ia berusaha mencari kesalahan dan kelemahan Islam. Namun, rentetan kebencian dan persepsi negatifnya terhadap Islam selama ini malah terbantahkan dengan sendirinya selama proses “petualangan spiritualnya” itu.

Salah satu citra buruk Islam yang dilekatkan oleh sebagian orang adalah kisah Nabi Muhammad yang berpoligami dan suka berperang. “Ternyata, malah saya menemukan saya yang salah dan manusia lemah,” ujar Hanny.

Ia justru menemukan bahwa Muhammad adalah manusia yang terbaik dalam lisan, akhlak, dan sikapnya. Sangat berbeda dari persepsi awalnya mengenai Sang Nabi pamungkas tersebut.

Dalam proses petualangannya mengkaji dan mendalami Islam itu pula, pria yang kini berusia 40 tahun tersebut mendapatkan fakta yang mengetuk relung hatinya, yaitu hanya Islam yang umatnya mampu menghafal seluruh kitab suci dan tidak ada kesalahan dalam Alquran.

Selain itu pula, hanya Islam yang memiliki tata cara ibadah yang khusyuk, tidak membedakan status sosial, jabatan, dan ilmu. Semua sama di hadapan Allah dan wajib beribadah.

Di samping itu, hanya dalam Islam ibadah sudah ditentukan tepat waktu dan teratur. Cuma Islam yang kitab sucinya diturunkan langsung kepada Nabi. Satu per satu temuan itulah yang semakin menguatkan keyakinannya untuk segera memeluk Islam.

Ketenangan Setelah berikrar syahadat, Hanny merasa hidup yang ia jalani seperti tanpa beban, penuh ketenangan, kebahagiaan hati, jiwa, dan pikiran. Ia mengaku belajar banyak dari Islam.

Salah satunya, yakni tidak ada harapan dan cita-cita yang lebih baik bagi seorang manusia daripada mendapat ridha Allah SWT, dicintai, disayangi, dan mendapat naungan di hari tiada perlindungan selain naungan-Nya.

Kini, Hanny mengaku terus belajar tentang Islam dengan beberapa ulama. Seperti KH Zainuddin Husni di Pondok Pesantren Tarbiyatul Qulub, Uztaz Arifin Ilham, Ustaz Ali Hasan Bawazier, Ustaz Syarif Jafar Baraja, dan KH Said Amin di Samarinda.

Dalam proses pembelajaran ini, satu hal yang ia pahami, yakni tidak perlu memaksa orang lain untuk berhijrah, satu kalimat, yaitu tuntun dan bukan tuntut. Sentuhlah hati mereka dengan bagusnya akhlakmu karena hidayah milik Allah semata.

Pergi Haji
Setelah dua tahun menjadi Muslim, Hanny memiliki kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji. Pria kelahiran Yogyakarta ini awalnya tidak pernah menyangka bahwa ia dapat menginjakkan kaki di Tanah Suci untuk berhaji. “Beberapa bulan lalu dihajikan oleh Bapak Jenderal Syekh Osama bin Suhaibi,” katanya.

Dalam menjalankan ibadah haji, begitu banyak pengalaman spiritual yang ia rasakan. Ia sangat terkesan dan benar-benar merasakan kebenaran surah al-Hujurat ayat ke-13, “Sesungguhnya yang paling mulia di sisi Allah adalah siapa yang paling takwa,” saat menjalankan prosesi haji.

Menurutnya, di Padang Arafah status sosial dan perbedaan hidup manusia akan hilang sehingga tidak dapat lagi membedakan siapa yang kaya, hartawan, rakyat biasa, raja, atau sebagainya. Semua sama dengan memakai pakaian selendang kain putih tanpa jahit.

Semua yang hadir di Tanah Suci menggambarkan perpaduan dan satu hati umat Islam. Dan, gambaran inilah yang semestinya diamalkan dalam kehidupan seharian umat Islam setelah berhaji.

Selain melihat Ka’bah secara langsung, ia juga memiliki kesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Madinah dan Makkah pada saat melaksanakan ibadah haji tahun lalu.

Pendeta Ternama Ini Memeluk Islam Setelah ‘Mendalami’ Injil

Seorang Penginjil dan Pendeta Ternama Indonesia Hanny Kristianto memaparkan bahwa dirinya memluk Islam setelah mempelajari mendalam apa yang terkandung dalam Injil, salah satunya adalah Surat Markus 12:29-30.

“Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 12:30 Kasihilah Tuhan, Allahmu 1 , dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu.” bunyi surat Markus 12:29-30.

Bagi manusia yang berakal dan mau berfikir sudah sangat jelas bahwa Yesus sendiri mengatakan bahwa Tuhan itu Esa atau satu. Bahkan Yesus sendiri memproklamirkan bahwa dirinya bukanlah Tuhan.

Sejak itu Hanny mencari kebenaran yang sebenarnya tentang Tuhan, hingga akhirnya bertemu dengan Islam dan meyakini kebenaran Isla dan kemudian berikrar Syahadat.

Hanny Kristianto sebelum memeluk Islam adalah seorang penginjil yang sangat aktif, bahkan pelayanannya bersifat interdenominasi antara Katolik, Protestan dan Kharismatik, dengan dibantu teamnya antara lain: Natashia Nikita (penyanyi rohani Kristen yang di anggap paling baik dan suci oleh umat Kristen) dan Chris John (yang saat itu di elu-elukan sebagai satu-satunya Juara Dunia Tinju WBA Katolik di Indonesia yang setiap selesai bertanding meneriakkan kata Haleluya).

Dia sudah membuktikan “Sangat Cinta Yesus” dengan memberikan seluruh hartanya, seluruh waktunya, seluruh tenaga dan pikirannya untuk melakukan kristenisasi, melakukan berbagai “pelayanan”, diantaranya adalah “Pelayanan Pikul Salib”, dan  “Pelayanan Generasi Akhir Zaman Singa Yehuda.“ Dia juga pendiri Love and Care Ministry pertama di Indonesia (di Mojokerto, 2006 dan Semarang, 2007).

Saat ini Hanny Kristianto aktif dalam Muallaf Centre Indonesia untuk membimbing para Muallaf dan terus mendakwahkan Islam.

Berikut salah satu video ketika Hanny masih menjadi pendeta:

Sumber: yesmuslim, Islamidia 

Ibuku Tak Lagi Berkonde

Ibuku Tak Lagi Berkonde


10Berita, Puisi memanglah sastra yang indah. Rimanya yang berirama mampu ciptakan merdu di telinga. Tapi sayang, keindahan itu tak lagi benar benar indah. Merdunya tak lagi benar benar merdu ketika yang tersampaikan justru untaian yang membelenggu tanpa ilmu.

Adalah ‘Ibu Indonesia’, buah pikiran Sukmawati yang dilantunkan di acara Indonesia Fashion Week ’29 tahun Anne Avantie berkarya’ di Jakarta. Adalah ‘Ibu Indonesia’, buah pikiran yang akhirnya berbuntut pada kecaman. Adalah ‘Ibu Indonesia’, buah pikiran yang bangga sampaikan tak paham syariat, tapi bicara tanpa akal sehat.

Sari konde lebih cantik dari cadar, suara kidung lebih merdu dari adzan.

Sungguh, adakah dagelan yang lebih lucu dari ini? Oh mungkin ada, jika dagelan semacam ini justru dilindungi atas nama luapan ekspresi dan seni. Dan bukan suatu kemustahilan akan terjadi mengingat hukum Indonesia seringkali digaungkan tidak konsisten. Alias masih seperti karet. Bisa ditarik ulur sesuai keinginan orang orang yang berkepentingan. Bisa ditarik ulur bergantung jabatan pelaku pelanggaran. Celakanya, banyak rakyat kecil yang diciderai akibat diterapkannya hukum yang seperti ini.

Ini bukan sekedar bualan semata, tapi sesuatu yang sudah nyata adanya. Lihat saja alotnya kasus Ahok terdahulu. Sudah jelas salah, tapi dalam perpolitikan calon gubernur ia masih bisa tetap berkiprah. Kasus Victor Laiskodat pun berakhir sama. Tak berkelanjutan alias mandek berkat hak imunitas nya sebagai anggota DPR (detikNews 21/11/17).

Dan sekarang? Sungguh jangan berharap ‘ibu Indonesia’ akan memiliki ending yang berbeda.

Patut dimaklumi, memang beginilah resiko dari demokrasi. Benar benar berpotensi besar dalam membuka jalan penistaan secara berulang. Akarnya tentu saja dari paham sekuler yang akhirnya memunculkan liberalisme. Tidak adanya keterlibatan agama dalam kehidupan selain sebagai pengatur perkara ibadah sudah pasti akan menjadikan manusia semakin bertindak bebas. Dalam hal apapun. Inilah yang membuat mereka tidak sempat berpikir apakah ucapan, tindakan dan buah karyanya menyalahi aturan agama atau tidak.

Resiko lain dari demokrasi yang pasti ditemui ialah lemahnya hukum yang seringkali tidak menimbulkan efek jera. Bahkan suatu waktu hukum bisa terbeli oleh uang. Cacat yang seperti inilah yang membuat manusia yang telah tercokol virus sekulerisme semakin berani melakukan penghinaan. Hingga aspek tersakral pun berani mereka terabas begitu saja.

Hal berbeda akan ditemui ketika sekulerisme beserta turunan nya bisa terberantas habis dan benih benih ajaran Islam kembali dipahamkan kepada umat. Pemahaman inilah yang nantinya membuat perilaku dan cara pandang umat akan kehidupan terasa berbeda. Lebih tertata sekaligus terarah. Mereka tidak segan untuk berpikir dua kali ketika nafsu ingin menghantarkan mereka pada perkara tercela. Akal akan lebih bermain dominan disini, dengan hidrak sillah Billah (kesadaran akan hubungan nya dengan Allah) sebagai pengendalinya.

Disamping itu, konsep Islam ketika memberikan sanksi atas tindakan penistaan agama tidaklah main main. Perbuatan tersebut bahkan dinilai sebagai ajakan berperang. Jika ia seorang muslim, maka ia telah dihukumi murtad dan halal darahnya untuk dibunuh bila menolak bertaubat. Sanksi serupa juga berlaku bagi non muslim.

Ketegasan Islam dalam memandang dan menghukumi kasus penistaan ini bertujuan untuk menghentikan segala bentuk fitnah yang ia timbulkan sekaligus sebagai pelajaran bagi siapa saja yang ingin melakukan kejahatan yang serup. Jauh berbeda bukan dengan KUHP yang hanya mampu menjerat pelaku penistaan 5 tahun? Itupun masih bisa dilobi lagi ketika tersangka mengajukan banding.

Jadi, masihkah berani menggantungkan harapan baik pada sistem buruk buatan manusia ini?

Penulis, Maya A

Tinggal di Gresik 

Sumber :panjimas

Mengapa Adzan Harus Keras? Ini Jawaban Ustadz Abdul Somad untuk Ganjar

Mengapa Adzan Harus Keras? Ini Jawaban Ustadz Abdul Somad untuk Ganjar


ilustrasi

10Berita, Salah satu bait puisi yang dibaca Ganjar berbunyi “Kau bilang Tuhan sangat dekat, kau sendiri memanggilnya dengan pengeras suara setiap saat.”

Bait itu dikritisi oleh netizen karena adzan bukan untuk memanggil Allah. 

Mengapa adzan harus keras bahkan menggunakan pengeras suara? Karena adzan itu untuk memanggil kaum muslimin agar sholat berjamaah dan penanda masuknya waktu sholat.

Ustadz Abdul Somad menjelaskan, bahkan di kala sendirian di hutan pun, seorang muslim perlu adzan dengan keras. Gunanya ada tiga.

“Mana tahu ada orang tersesat sama-sama di hutan, dia datang untuk sholat bersama,” kata alumni Universitas Al Azhar Mesir dan Universitas Darul Hadits Maroko tersebut.

“Yang kedua, untuk ngasih tahu waktu mana tahu ada dekat situ. Yang ketiga, untuk mengusir setan. Karena ketika adzan dikumandangkan, setan lari.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِينَ

“Apabila panggilan shalat dikumandangkan maka setan akan lari sambil kentut hingga dia tidak mendengarkan azan lagi” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Seperti diberitakan sebelumnya, puisi yang dibacakan Ganjar Pranowo di acara Rosi Kompas TV dan diunggahnya di fan page pada tanggal 10 Maret menuai kontroversi. Puisi itu dinilai nyinyir terhadap adzan. 

Netizen pun meluruskan Ganjar bahwa adzan itu bukan untuk memanggil Allah. [Ibnu K/]

Sumber :Tarbiyah.net

STIE Ahmad Dahlan Protes Polisi-TNI Masuk Kampus Minta Data Penceramah

STIE Ahmad Dahlan Protes Polisi-TNI Masuk Kampus Minta Data Penceramah



10Berita - Ketua STIE Ahmad Dahlan, Mukhaer Pakkana, memprotes adanya aparat dari TNI dan Polri yang masuk ke dalam lingkungan kampusnya. Menurut dia, aparat TNI dan Polri itu meminta data soal penceramah di dalam kampus.

Ia menjelaskan bahwa sempat ada aparat dari Binmas Polsek Jatiuwung dan Babinsa Danramil Kota Tangerang yang mendatangi kampusnya dalam waktu yang berbeda.

Menurut dia, pihak Binmas Polsek bertamu dan meminta kampus menyerahkan daftar penceramah serta isi khotbah masing-masing. Sementara aparat dari Babinsa Danramil meminta nama-nama dosen serta alamatnya.

"Kami sudah verifikasi aparat itu di Babinsa dan Polsek, dan ternyata benar," kata Mukhaer saat dikonfirmasi kumparan (kumparan.com), Sabtu (7/4).

Mukhaer menegaskan bahwa pihaknya menolak dengan tegas permintaan data dari Polsek dan Danramil tersebut. Ia juga mempertanyakan urusan kedua aparat itu untuk masuk ke dalam kampus dan meminta data.

Sebab menurutnya, upaya sweeping terhadap isi materi ceramah merupakan ciri dari negara komunis dan otoriter. Ia pun memprotes soal adanya aparat keamanan yang masuk kampus itu.

"Apakah bangsa kita jelang Pemilu dan Pilpres sudah terjebak dengan gaya otoritarian? Saya bersumpah, tidak menerima perlakuan itu," tegas dia.
Pernyataan Mukhaer itu juga dimuat dalam media sosial Facebook miliknya. 

Berikut tulisan lengkap Mukhaer itu:

Sbg penanggungjawab kampus, sy tdk terima jika ada perlakuan aparat keamanan masuk ke kampus. Pertama, Pihak Binamas Polsek Jatiuwung Kota Tangerang (nama terlampir tanda contreng) bertamu dan meminta agar pihak kampus menyerahkan daftar penceramah dan isi khotbah masing2 khatib. 

Kedua, sebelumnya pihak Babinsa Danramil Kota Tangerang (nama terlampir) juga bertamu dan meminta nama2 dosen dan alamatnya. Tentu secara tegas kami tidak memberikan dan tidak menerima perlakuan itu. Pihak aparat dari kedua institusi itu pun pamit balik. Yg menjadi pertanyaan, apa urusan kedua institusi itu masuk kampus? Apa aparat itu hadir ke kampus atas perintah? Apakah Kapolri dan Panglima TNI memang punya program sweeping ke kampus? Di negara2 komunis dan otoriter lazimnya pihak aparat negara melakukan sweeping terhadap isi materi ceramah. Apakah bangsa kita jelang Pemilu dan Pilpres sdh terjebak dgn gaya otoritarian? Sy bersumpah, tdk menerima perlakuan itu.

Sumber:kumparan

Jokowi Takut Kaos “#2019GantiPresiden”?

Jokowi Takut Kaos “#2019GantiPresiden”?


10Berita, Beredarnya video dan foto tentang produksi kaos dengan tulisan 2019 Ganti Presiden, akhirnya ditanggapi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Di hadapan relawan konvensi Galang Kemanusiaan, dengan semi menyindir, Jokowi menyebut keberadaan kaos tersebut tidak dapat memengaruhi pergantian kepemimpinan.

“Sekarang isunya kaos, masak kaos bisa ganti Presiden, yang bisa ganti Presiden itu rakyat,” tuturnya, Sabtu 6 April 2018.

Sindiran Jokowi untuk kaos tersebut justru menimbulkan kesan negatif di mata warganet. Menurut warganet hal itu ungkapan dari ketakutan Jokowi kalah di pilpres 2019.

Biasa aja lah Pak
Wong cuma Kaos
Jangan Panik
Ojo kagetan lan Ojo gumunan
😁
https://t.co/BHHcTt2NZh
— S0EY0T0 (@soeyoto1) April 7, 2018

Goblok, siapa juga yang bilang kaos #2019GantiPresiden bisa menggantikan presiden, yang ada itu ialah kaos #2019GantiPresiden merupakan ajakan kepada masyarakat agar di pilpres 2019 memilih calon presiden baru selain jokowi.
— Advokat Hitam Putih. (@AdvokatPutih) April 7, 2018

Adnya kaos #2019GantiPresiden mukdi mulai PANK. Ad apa ? Sbenanya bukan kaos nya yg ditakutin ,tapi hastag #2019GantiPresiden yg nempel di kaos bikin dia gerah. kbayang gak klo mukidi lagi blusukan, trus org diskitarnya bnyak yg pake kaos tsb. ! https://t.co/gxUShM1MwC …
— #RezimKoplak (@S0N_2000) April 7, 2018 [pi]

Sumber : Dakwah Media

TERNYATA! Tak Terbukti Bersalah, Saracen Pernah DIFITNAH Tsamara PSI. Warganet: Jadi, Siapa yang Penyebar Hoax?!

TERNYATA! Tak Terbukti Bersalah, Saracen Pernah DIFITNAH Tsamara PSI. Warganet: Jadi, Siapa yang Penyebar Hoax?!


10Berita, Akhirnya terbukti kelompok Saracen bukanlah penyebar ujaran kebencian, hoax, apalagi SARA.

Hal ini terbukti dengan diketuknya palu Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru, Jumat 6 April 2018.

Kabar ini membuat warganet girang. Pasalnya begitu banyak fitnah dan tuduhan yang dilayangkan untuk saracen.

Salah satu yang turut menjadi penyebar ujaran kebencian kepada kelompok Saracen adalah Ketua DPP PSI Tsamara Amany.

Dengan penuh emosi, Tsamara menyebut Saracen sebagai penebar kebencian dan meminta Polri untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

"Dukung penuh Polri usut tuntas Sindikat Saracen ini. Tidak ada kata toleran untuk para penebar kebencian!" Cuit Tsamara di akun twitternya @TsamaraDKI, 24 Agustus 2017.

Dukung penuh Polri usut tuntas Sindikat Saracen ini. Tidak ada kata toleran untuk para penebar kebencian! https://t.co/XUezCH9LR8

— Tsamara Amany Alatas (@TsamaraDKI) August 24, 2017


Warganet pun menantang balik Tsamara karena Saracen terbukti tak bersalah.

"Tuduhan menyebar hoax, kebencian, SARA, order puluhan juta tdk terbukti.
Jadi siapa sebenarnya penyebar hoax dan yg hidup penuh kebencian itu ncu @TsamaraDKI ?Hakim: Saracen tak Terbukti Sebarkan Ujaran Kebencianhttps://t.co/jsGnHfpmLR pic.twitter.com/AJh4Dbn9rH," tulis @MbahUyok.

— ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ (@MbahUyok) April 7, 2018


Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru menyatakan bahwa dugaan kelompok Saracen sebagai penyebar ujaran kebencian dan isu suku, agama, ras antargolongan (SARA) tidak terbukti.

Hal itu disampaikan oleh hakim Riska, satu dari tiga hakim majelis saat membacakan amar putusan vonis terhadap Jasriadi yang disebut sebagai bos Saracen, di Pekanbaru, Provinsi Riau, Jumat 6 April 2018

"Terdakwa Jasriadi tidak terbukti menerima uang ratusan juta rupiah maupun membuat akun-akun anonim sebanyak 800 ribu. Bahwa menjadi tugas dan kewajiban majelis hakim untuk menilai kebenaran keterangan saksi dengan memperhatikan secara sungguh-sungguh penyesuaian antara keterangan saksi yang satu dengan yang lain dan penyesuaian alat bukti," ujarnya lagi.

Sumber :Portal Islam 

Pertanda Apa jika Pemimpin Menyampaikan Sesuatu tetapi justru Tidak Diterima Baik?

Pertanda Apa jika Pemimpin Menyampaikan Sesuatu tetapi justru Tidak Diterima Baik?



10Berita, JAKARTA - Rakyat diminta jangan terkejut jika ada pemimpin yang kala berbicara tetapi nampak tidak berwibawa. Rakyat juga jangan terkejut, apabila ada seorang pemimpin yang menyampaikan sesuatu jusru penerima tidak mengerti apa yang sedang disampaikan oleh pemimpin tersebut.

“Jika kemampuan berpidato dari seorang pemimpin bangsa kurang mumpuni, jangan heran jika semasa berpidato tidak didengarkan. Bisa jadi, seluruh isi pidato tidak diacuhkan, diabaikan. Umpan balik yang diharapkan bukannya positif, melainkan negatif,” kata partai Gerindra, melalui akun Twitter resmi miliknya, belum lama ini.


Sebelumnya, Gerindra mengingatkan bahwa banyak bekal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin bangsa. Misalnya pidato.

Pidato merupakan salah satu bekal yang menurut Gerindra harus dikuasai. Bekal ini dapat digunakan untuk memimpin rakyat. Sebut saja, Mahmud Ahmadinejad (Iran), Hugo Chavez (Venezuela) Barack Obama (Amerika Serikat), Evo Morales (Bolivia), Soekarno, hingga Bung Tomo yang mampu memberikan pengaruh dan membakar semangat pada rakyatnya.

“Seorang pemimpin bangsa harus dapat berkomunikasi dengan rakyat. Ada banyak cara dalam melakukannya.”

Namun, menurut Gerindra keberhasilannya ditentukan oleh kemampuan berkomunikasi, sikap yang baik, pengetahuan yang luas, pemahaman sistem sosial dan budaya. Kemampuan berkomunikasi ini tampak pada keterampilan berbahasa, khususnya berbicara. “Seorang pemimpin harus dapat menyampaikan gagasan-gagasannya melalui wicara individual. Salah satu bentuknya adalah pidato.” (Robi/)

Sumber :voa-islam.com

Beranikah KPK Usut Mal-Impor Pangan era Jokowi Temuan BPK?

Beranikah KPK Usut Mal-Impor Pangan era Jokowi Temuan BPK?


10Berita – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengungkap kesalahan kebijakan impor pangan di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Kesalahan itu terjadi sejak Menteri Perdagangan dijabat Rachmat Gobel, Thomas Trikasih Lembong, hingga Enggartiasto Lukita.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) pun menantang KPK untuk menindaklanjuti temuan BPK yang potensial merugikan negara hingga Rp 1 Triliun itu.

“Temuan terbaru BPK, ada salah urus yang potensial rugikan keuangan negara, akumulasinya > Rp 1 T. @KPK_RI dengan Deputi Penindakan barunya, sambil lakukan OTT, barangkali kali ini berminat tindak lanjuti temuan BPK demi keadilan hukum dan selamatkn keuangan negara,” tegas HNW di akun Twitter @hnurwahid.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu mengungkapkan, sejak awal pihaknya curiga dengan kebijakan impor pangan di era Jokowi.

“Dari Awal saya curiga atas kebijakan ini. Kebetulan saya paham ‘jendela’ buat kebijakan impor yang  butuh integritas tinggi untuk menutup agar tidak masuk angin,” tulis Said Didu di akun @saididu.

Aktivis politik Reiza Patters turut mengomentari temuan BPK itu. “Pak @jokowi harusnya sih tau, siapa yg bertanggungjawab atas ini,” tulis Reiza di akun @Reiza_Patters meretweet tulisan bertajuk “BPK Beberkan ‘Salah Urus’ Impor Pangan Era Jokowi”.

Berdasarkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) II 2017 BPK, kesalahan impor pangan terjadi karena penerbitan persetujuannya tidak sesuai kebutuhan dan produksi dalam negeri.

Menurut BPK, Menteri Perdagangan seharusnya dapat melakukan penyesuaian melalui koordinasi dengan Menteri Pertanian dan Menteri Kelautan dan Perikanan. Kesalahannya terjadi karena persetujuan impor tak ditetapkan melalui rapat koordinasi di bawah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Dari hasil pemeriksaan BPK, setidaknya ada 11 kesalahan impor pangan sejak 2015 hingga semester I 2017. []

Sumber : itoday, Eramuslim.com