OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 15 April 2018

Apa Hubungannya Dosa dan Rezeki?

Apa Hubungannya Dosa dan Rezeki?

10Berita, DZAT Yang Mencipta kita, sekaligus menjamin rezeki bagi penghidupan kita, adalah Pemilik, Pemelihara, dan Pengatur segala urusan kita. Dialah Allah, tiada sekutu bagiNya. Maka bagaimana kiranya, jika anugrah dariNya justru kita gunakan untuk mendurhakaiNya? Maka apa jadinya, jika dengan karuniaNya kita malah tenggelam dalam maksiat dan dosa?

“Sesungguhnya seseorang dihalangi dari rezekinya disebabkan dosa yang dilakukannya,” (HR Ahmad).

Ada beberapa keterangan ‘ulama tentang dosa menghalangi rezeki ini, yang selaiknya kita simak. Pertama, bahwa memang yang bersangkutan terhalang dari rezekinya, hingga ke bentuk zhahir rezeki itu. Ini sebagaimana firman Allah tentang dakwah Nuh pada kaumnya.

“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampunan kepada Rabb kalian. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepada kalian dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anak kalian, dan mengadakan untuk kalian kebun-kebun dan mengadakan di dalamnya sungai-sungai,’” (QS Nuh: 10-12).

“Maknanya,” demikian ditulis Imam Ibnu Katsir dalam Tafsirul Quranil ‘Azhim, “Jika kalian bertaubat kepada Allah, meminta ampun kepada-Nya dan kalian senantiasa mentaatiNya, niscaya Dia akan membanyakkan rezeki kalian dan menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit.”

“Selain itu”, lanjut beliau, “Dia juga akan mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan untuk kalian, melimpahkan air susu perahan untuk kalian, membanyakkan harta dan anak-anak kalian, menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya terdapat bermacam-macam buah untuk kalian, serta mengalirkan sungai-sungai di antara kebun-kebun itu untuk kalian.”

Jika bertaubat menjadikan berlimpahnya bentuk rezeki, maka berdosa berarti membatalkan semua itu. Ini pemahaman pembalikannya.

Keterangan yang kedua, bahwasanya yang dihalangi dari si pendosa adalah rasa nikmat yang dikaruniakan Allah dari berbagai bentuk rezeki tersebut. Rezeki tetap hadir, tapi rasa nikmatnya dicabut. Rezeki tetap turun, tapi rasa lezatnya dihilangkan. “Maka”, demikian menurut Imam An Nawawi, “Karena dosa yang menodai hatinya, hamba tersebut kehilangan kepekaan untuk menikmati rezekinya dan mensyukuri nikmatnya. Dan ini adalah musibah yang sangat besar.”

Hujjah bahwa semua bentuk rezeki itu tetap turun, ada dalam berbagai hadits Rasulillah ﷺ.

“Sesungguhnya Jibril mengilhamkan ke dalam hatiku bahwa tidak ada satu pun jiwa yang meninggal kecuali telah sempurna rezekinya. maka bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mencari rezeki. Jangan sampai lambatnya rezeki menyeret kalian untuk mencarinya dengan bermaksiat kepada Allah, karena apa yang ada pada sisi Allah tidak akan bisa diperoleh dengan bermaksiat kepadaNya,” (HR Ath Thabrani dan Al Baihaqi).

“Apa yang ada di sisi Allah”, demikian lanjut Imam An Nawawi, “Adalah ridhaNya yang menjadikan rezeki itu ternikmati di dunia, berkah senantiasa, dan menjadi pahala di akhirat. Maka memang ia tak dapat diraih dengan kemaksiatan dan dosa.”

“Adapun ayat dalam Surah Nuh”, terusnya, “Khithab da’wahnya ditujukan kepada orang kafir, yang meskipun mereka mengingkari Allah dan menyekutukanNya, tapi Allah tidak memutus rezeki mereka secara mutlak. Akan tetapi, jika mereka beristighfar dan bertaubat, sesungguhnya karunia yang lebih besar pastilah Allah limpahkan.”

Menghimpun kedua catatan ini, amat jadi renungan sebuah kisah tentang Imam Hasan Al Bashri. Pada suatu hari, seorang lelaki datang kepada beliau. “Sesungguhnya aku”, ujarnya pada Tabi’in agung dari Bashrah itu,

“Melakukan banyak dosa. Tapi ternyata rezekiku tetap lancar-lancar saja. Bahkan lebih banyak dari sebelumnya.”

Sang Imam tersenyum prihatin. Beliau lalu bertanya, “Apakah semalam engkau qiyamullail wahai Saudara?”
“Tidak”, jawabnya heran.

“Sesungguhnya jika Allah langsung menghukum semua makhluq yang berdosa dengan memutus rezekinya”, jelas Hasan Al Bashri, “Niscaya semua manusia di bumi ini sudah habis binasa. Sungguh dunia ini tak berharga di sisi Allah walau sehelai sayap nyamukpun, maka Allah tetap memberikan rezeki bahkan pada orang-orang yang kufur kepadaNya.”

“Adapun kita orang mukmin”, demikian sambung beliau, “Hukuman atas dosa adalah terputusnya kemesraan dengan Allah.” []

Sumber: Fanpage Salim A Fillah, Islampos.

Apakah Sudah Cukup, Wahai Aisyah?

Apakah Sudah Cukup, Wahai Aisyah?

10Berita, SUATU hari orang-orang Habasyah masuk masjid dan menunjukkan atraksi permainan di dalam masjid, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil Aisyah, “Wahai Humaira, apakah engkau mau melihat mereka?”

Aisyah menjawab, “Ya.”

Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri di depan pintu, lalu aku datang dan aku letakkan daguku pada pundak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan aku tempelkan wajahku pada pipi beliau.”

Lalu ia mengatakan, “Di antara perkataan mereka tatkala itu adalah, ‘Abul Qasim adalah seorang yang baik’.”

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Apakah sudah cukup, wahai Aisyah?”

Ia menjawab: “Jangan terburu-buru, wahai Rasulullah.”

Maka beliau pun tetap berdiri. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengulangi lagi pertanyaannya, “Apakah sudah cukup wahai Aisyah?”

Namun, Aisyah tetap menjawab, “Jangan terburu-buru wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Aisyah mengatakan, “Sebenarnya bukan karena aku senang melihat permainan mereka, tetapi aku hanya ingin memperlihatkan kepada para wanita bagaimana kedudukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadapku dan kedudukanku terhadapnya.” (HR. An-Nasa’i (5/307), lihat Ash Shahihah (3277) []

Sumber: jalansirah.com, Islampos.

Sabtu, 14 April 2018

Singgung Cak Imin, Allisa Wahid Sebut hingga Akhir Hayat Gus Dur Masih Bilang 'Imin Gak Iso Dijarno'

Singgung Cak Imin, Allisa Wahid Sebut hingga Akhir Hayat Gus Dur Masih Bilang 'Imin Gak Iso Dijarno'

Cak Imin, Alissa Wahid, dan Gus Dur - Kolase/TribunWow.com

10Berita - Putri sulung Presiden RI keempat Abdurrahmad Wahid atau yang kerap disapa Gus Dur, Alissa Wahid turut angkat bicara mengenai konflik Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dengan mendiang ayahnya.

Pantauan TribunWow.com, hal tersebut tampak dari akun Twitter @AlissaWahid yang diunggah pada Jumat (13/4/2018).

Awalnya, kader Gus Dur Priyo Sambadha mengatakan jika dirinya sebagai saksi hidup konflik antara Cak Imin dengan Gus Dur.

Menurutnya, Gus Dur dipecat sebagai Ketua Dewan Syuro PKB oleh Ketua Umum PKB saat ini, Cak Imin.

Ia juga mengungkapkan jika Gus Dur terus bersedih hingga akhir hayatnya atas kejadian itu.

@PSambadha: Bukan Fiksi: Ada konflik PKB antara Gus Dur dan Muhaimin.

Gus Dur dipecat sbg Ketua Dewan Syuro PKB oleh Muhaimin dkk.

Setelah itu Gus Dur bersedih hingga akhir hayat beliau. Ini fakta dan saya saksi hidup. Ttk

Postingan itu kemudian dikomentari oleh Malik melalui akunnya @maliklentera.

Ia menanyakan apakah Gus Dur benar-benar bersedih atau ini hanyalah perkiraan Priyo semata.

@maliklentera: Apakah "Gus Dur bersedih hingga akhir hayat" itu nyata atau perkiraan perkiraan anda?

Menanggapi pertanyaan Malik, Alissa Wahid akhirnya turut memberikan jawaban.

Alissa mengaku jika dirinya menjadi saksi hidup hal itu.

Jika sampai akhir hayat, bahkan 3 minggu sebelum mendiang Gus Dur wafat, ia masih mengatakan jika Cak Imin tidak bisa dibiarkan.

Alissa juga mengungkapkan kekecewaannya atas pertanyaan Malik.

@AlissaWahid: Saya saksinya. Sampai akhir hayat. 3 minggu sebelum wafat pun masih bilang "Imin gak iso dijarno" (Imin tak bisa dibiarkan-red).

Saya kecewa dg sampeyan mas, bisa bertanya seperti itu.

Sampeyan bisa di PKB tanpa harus menafikkan fakta ini lho. Seperti gus @yusuf_ch.

Alissa kemudian menyatakan jika dirinya bukanlah seorang politisi.

Ia hanya anak dari Gus Dur yang pejuang, bukan Gus Dur yang politisi.

Alissa juga mengaku jika dirinya tak punya urusan dengan PKB yang saat ini berada di bawah naungan Cak Imin.

Alissa keberatan jika sosok Gus Dur akhir dikapitalisasi hanya demi kepentingan politik.

Berikut postingan Alissa Wahid terkait hal itu.

"Saya bukan orang politik.

Saya anak ideologis utk Gus Dur yg pejuang rakyat, bukan Gus Dur yg politisi.

Karena itu saya tidak punya urusan dg PKB.

Tapi saya keberatan kalau figur GD dikapitalisasi hanya utk kepentingan politik praktis.

Itu menghina GD.

Murid Gus Dur sejati itu banyak.

Contohnya kyai Imam Azis atau mba Ciciek Farkha.

Menegakkan prinsip kemanusiaan & keadilan. Bekerja demi umat di manapun arena yang dipilihnya.

Bukan menggunakan sosoknya utk rebutan kekuasaan.

Ada kawan2 bisiki saya, ini konflik internal jangan dibawa keluar.

Nanti NU pecah. Saya: "kalau begitu sampaikan pada kawan2 politisi itu, ayo sama2.

Jangan bawa nama GusDur ke luar.

Itu saja kok."

Masa mereka mlekotho nama GD dibiarkan, kami menjaga namanya justru ditegur.

Kalau jadi landasan gerak, monggo.

Kalau jadi instrumen kampanye, tidak layak.
Apakah mereka membela kaum mustadh'afin sehari2nya?

Di mana mereka saat kelompok-kelompok spt ahmadiyah ditindas?

Kenapa nama-gambar GD muncul rame hanya jelang pemilu?

Saya sih tidak pusing orang2 mau bilang apa. Sikap saya 100% bertumpu pada apa yg diucapkan Gus Dur KEPADA SAYA soal PKB.

Saya juga ndak punya kepentingan thd PKB menang/kalah.

Cuma minta Gus Dur tidak dijadikan komoditas kekuasaan. Sudah, itu saja.

Perseteruan politik itu biasa. Lazim.

Tapi mbok jangan lalu mengaku yg paling tawadhu, terus menjual nama Gus Dur.

Keliatan dari apa? Dari ramai nama & gambar beliau disebut hanya saat ada hajatan politik.
Bukan saat ada rakyat yg harus dibela,"tulisnya.

Seperti diketahui, saat ini Cak Imin tengah gencar mempromosikan diri sebagai cawapres Jokowi.

Ia bahkan telah membuat posko JOIN (Jokowi-Muhaimin).

Cak Imin mengaku jika para pendukungnya diberbagai daerah telah mulai bergerak terkait hal ini.

"Dengan mengucapkan bismillah, saya buka Posko JOIN hari ini," kata Cak Imin, Selasa (10/4/2018).

Selain membuka posko JOIN, Cak Imin juga menyatakan jika pada Pilpres 2019 mendatang, resmi mengusung pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Cak Imin.

"PKB pada Pilpres 2019 mendatang akan mengusung pasangan Pak Joko Widodo dan Muhaimin Iskandar.

yang disebut psangan JOIN.

JOIN akan kita sosialisasikan ke seluruh masyarakat, JOIN akan kita sowankan kepada seluruh rakyat, JOIN Jokowi-Muhaimin akan menjadi tema perjuangan kita sampai Pilpres 2019 nanti," ujar Cak Imin.

Ia pun optimis akan menang dalam Pilpres 2019 nanti. (/Lailatun Niqmah)


Sumber : TribunWow.com

JEBRET! Bandingkan Jokowi dengan Putin, Goenawan Mohamad DITABOK Media Rusia

JEBRET! Bandingkan Jokowi dengan Putin, Goenawan Mohamad DITABOK Media Rusia


10Berita, Lagi-lagi Goenawan Mohamad berulah. Kali ini, ia membandingkan Presiden Jokowi dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

"Presiden @jokowi di jalanan. Saya gak bisa bayangkan di Rusia Presiden Putin, yang dikagumi seorang tokoh politik Indonesia, akan mau seakrab itu dengan rakyatnya," cuitnya kemarin, Jumat 13 April 2018.

Presiden @jokowi di jalanan. Saya gak bisa bayangkan di Rusia Presiden Putin, yg dikagumi seorang tokoh politik Indonesia, akan mau seakrab itu dgn rakyatnya. pic.twitter.com/GjlAV3dmY8

— goenawan mohamad (@gm_gm) April 13, 2018

Seorang warganet pun berkomentar dan men-tag akun Radio Beyond the Headlines, @RBTHIndonesia.

Om Goen...Ga ga usah nyindir2 kepala negara laenlah...@RBTHIndonesia apakah bener min, Presiden Putin dgan rakyatnya ga akan mau seakrab seperti di foto ini...?

— kaprikurt (@kapri124) April 13, 2018


RBTH pun langsung memberikan bukti-bukti menohok.

— RBTH Indonesia (@RBTHIndonesia) April 14, 2018

— RBTH Indonesia (@RBTHIndonesia) April 14, 2018

— RBTH Indonesia (@RBTHIndonesia) April 14, 2018

Masalah "keakraban" itu berbeda-beda. Kalau Presiden Putin, misalnya, biasa menggelar sesi tanya-jawab tahunan. Siapa pun bisa menelepon presiden dan presiden siap menjawab seluruh pertanyaan rakyatnya secara langsung (termasuk anak-anak sekalipun). https://t.co/Jrj4KFaPeE

— RBTH Indonesia (@RBTHIndonesia) April 14, 2018


Warganet pun ikutan bercuit mengomentari Goenawan.

Ada mobil tapi susah2 naik motor, mau ngapain pak??? waktu dan kesehatan presiden itu lebih berharga dari sebuah pencitraan cetek.. Dia dibayar untuk mikirin negara bukan buat cengengesan sana sini..

— chandra (@chandra32204963) April 13, 2018

Yang di cari bangsa ini adalah PEMIMPIN yg PRO RAKYAT dgn KEBIJAKAN bukan pemimpin yg sok deket dgn RAKYAT tapi kebijakannya PRO ASING dan ASENG kawan

— WENTIRA (@wentira2) April 13, 2018

Kasih pantun saja
🎼🎼🎼

-Dari Sumbawa membawa pesan ke Ciputat...
-Lanjut ke Kebayoran Lama terus ke Jalan Belawan...

-Bapak Tua sudah kehabisan kata untuk menjilat....
-Buat yang hobi keluyuran tapi membawa wartawan.
🤣🤣🤣🤣🤣

🔴🔴🔴🔴🔴🔴🔴🔴🔴🔴🔴🔴

— Suwardi Hagani (@suwardihagani) April 13, 2018


Sumber :Portal Islam 

Pegunungan Salfit: Panorama Elok Palestina

Pegunungan Salfit: Panorama Elok Palestina

10Berita, PEGUNUNGAN Salfit di tengah Tepi Barat merupakan salah satu ‘surga’ alam di Palestina. Terdapat banyak jenis bunga berwarna putih, kuning, merah dan jenis bunga lainnya yang menyejukkan mata.

Musim semi adalah saat banyak wisatawan mengunjungi pegunungan Salfit. Mereka berasal dari warga Palestina dan kadang-kadang Yahudi yang datang ke Lembah Qana barat Salfit.

Gadis Palestina Rana Mahmoud mengumpulkan aneka bunga dari lembah Qana dan menyebar ke daerah-daerah seperti Ain Marfaifah di selatan Salfit. Dia mengatakan bahwa dia mengumpulkan bunga-bunga ini karena keindahan rupa dan aromanya yang wangi.

Rana bersikeras mengumpulkan bunga kuning karena warnanya yang menarik. Ia meletakkannya di vas di rumahnya, sehingga membuat tampilan di ruang tamu terlihat lebih bagus. Dia mengatakan bahwa musim semi adalah kesempatan untuk rekreasi diri dan mengurangi stres.

Seorag Ibu Rumah Tangga Suhad Abdullah juga kerap memetik bunga yang indah dan wangi. Dia menegaskan wangi semua bunga menyegarkan jiwa. Namun, beberapa bunga dan daun yang ia ambil terkenal karena memiliki khasiat medis.

Tepi Barat, termasuk Salfit dan desa-desanya, dicirikan oleh banyaknya variasi tanaman dan bunga karena iklimnya yang hangat. Salfit memiliki keanekaragaman hayati yang beragam, namun permukiman Yahudi terus menerus meratakan tanah Palestina sehingga mengurangi keindahan alam, menurut peneliti permukiman Khaled Maali dari Salfit.

Adapun dampak permukiman pada keindahan alam di Salfit dan daerah tengah Tepi Barat, Maali menambahkan: “Pemukiman telah memiliki dampak besar pada keragaman vegetasi dan keanekaragaman hayati di Tepi Barat. Kawasan industri Israel telah menghabiskan ribuan dunum, di samping pembangunan ribuan unit pemukiman, yang diperluas dengan mengorbankan alam Palestina. Selain itu, ini menyebabkan pencemaran lingkungan, dan penghancuran kawasan wisata alam seperti area Al-Mutawi di barat Salfit, yang dulunya adalah taman alam dan diubah menjadi tempat pembuangan limbah bagi pemukiman Yahudi di Ariel.” []

SUMBER: PIC, Islampos.

Pertarungan Hizbullah Lawan Hizbussyaithan Menurut Amien Rais

KHAZANAH Pertarungan Hizbullah Lawan Hizbussyaithan Menurut Amien Rais

10BeritaJakarta  - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr HM Amien Rais menjelaskan tentang adanya dua kelompok dalam perjuangan membela agama Allah. Dua kelompok yang saling berhadapan itu adalah Hizbullah -sebagai kelompok pejuang pembela agama Allah- dan kelompok sebaliknya yang disebut dengan Hizbussyaithan. 

"Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai. Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbus syaithan," ujar Amien dalam tausiyah usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjamaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018) pagi.

"Orang-orang yang anti Tuhan, itu otomatis bergabung dalam partai besar, itu partai setan. Ketahuilah partai setan itu mesti dihuni oleh orang-orang yang rugi, rugi dunia rugi akhiratnya... Tapi di tempat lain, orang yang beriman bergabung di sebuah partai besar namanya hizbullah, Partai Allah. Partai yang memenangkan perjuangan dan memetik kejayaan," imbuh dia.

Saat dikonfirmasi usai memberikan tausiyah, Amien enggan membeberkan partai apa saja yang masuk kategori hizbus syaithan.

"Saya enggak katakan begitu. Jadi bukan partai, tapi cara berpikir. Cara berpikir yang untuk Allah dan yang diikuti oleh setan. Gelombang pro setan merugi, gelombang besar yang didikte kehendak Allah pasti menang," kata dia.

Dalam tausiyahnya, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) mengatakan perubahan suatu negara tak lepas dari perubahan politik. Dengan kata lain, ia menegaskan politik adalah panglima dalam perubahan.

"Perubahan ekonomi, perubahan pendidikan, penegakan hukum, penegakan akhlak, dan lain-lain itu  tergantung kepada kekuasaan politik itu," kata Amien.

Perubahan kekuasaan politik di Indonesia, tegas dia, harus diperjuangkan mulai saat ini. Indonesia pada tahun ini menggelar pemilihan kepala daerah serentak di 171 daerah (provinsi, kabupaten, kota).  tahun depan bakal digelar pemilu legislatif dan pemilihan presiden.

"It's now or never (sekarang atau tidak sama sekali). Tomorrow, next year, will be too late (esok, tahun depan, sudah terlambat). Jadi tahun depan ini adalah penentuan yang lebih meyakinkan lagi. Kalau kita biarkan kekuasaan hizbusy syaithan, setan enggak pernah bisa kompromi," ujar Ketua Dewan Penasihat Persaudaraan Alumni 212 itu. 

Dalam tausiyahnya Amien juga mengritik pernyataan Presiden Jokowi di Sibolga, Sumatera Utara soal pemisahan agama dari politik.

"Ini presiden yang ilmunya pas-pasan... Sehingga kemudian memang untuk merekonstruksi bangsa kita ini, harus mulai dari rekonstruksi pimpinannya," kata dia.

Usai tausiyah, Amien menerangkan ada fakta gerakan 'Ganti Presiden tahun 2019' menyebar di Indonesia. Ia mengklaim dari kelas bawah, menengah, guru, hingga pegawai telah terpapar itu.

"Terjadi karena Allah menghendaki, sebagai orang beragama yakin bahwa kekuasaan sepenuhnya di tangan Allah," kata Amien.

"Allah memberikan kekuasaan bagi siapapun yang dikehendaki, akan mencabut kembali dari siapapun yang dikehendaki. Saya tidak boleh mendahului takdir Allah, tapi prediksi boleh. Memang pamor pak Jokowi secara sistematik merosot terus," Amien melanjutkan. 

Sumber: cnn indonesia

Dapat Penghargaan di Turki, Ustaz Bachtiar Nasir Merendah

Dapat Penghargaan di Turki, Ustaz Bachtiar Nasir Merendah


10Berita, ISTANBUL, TURKI -Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) didapuk memberikan sambutan terakhir dalam Multaqo Al Quds Amanati di Istanbul, Turki, Sabtu (14/4/2018).

Video orasi UBN saat Aksi Bela Palestina di Jakarta 17-12-17 menuai decak kagum dan standing applause.

"Kita tidak akan surut dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Kami memang datang dari jauh. Tapi kemenangan itu sangat dekat," ungkapnya.

Lebih lanjut UBN mengatakan, warga Indonesia serta pemuda Idonesia bersama warga dunia yang lain akan terus membebaskan Palestina.

Pimpinan AQL ini juga mengajak para pemimpin negara Islam untuk bersatu membebaskan Palestina.

"Musibah terburuk umat saat ini adalah perpecahan. Kekalahan dahulu cukup sudah menjadi pelajaran, kini saatnya bersatu," tegas UBN.

Pada kesempatan ini UBN mendapat penghargaan sebuah lempengan emas dari Qubbatu Shokro di Palestina.

Ini merupakan sebuah kehormatan agar estafet perjuangan pembebasan Al Quds dipegang oleh muslimin Indonesia. Saat akan menerima penghargaan UBN justru mengatakan, “Saya tidak bisa memimpin jutaan ummat muslim Indonesia dalam aksi 17-12-17 tanpa bantuan sahabat-sahabat saya.”

Lalu UBN memanggil KH Shobri Lubis, Ustaz Zaitun Rasmin, Ustaz Jeje Zainuddin, Ustaz Tamsil Linrung serta para tokoh Islam Indonesia yang turut hadir pada acara multaqo tersebut.* [Forjim/Syaf/]

Sumber :voa-islam.com

Senada Dengan China dan Rusia, Indonesia Kecam Serangan AS ke Suriah

Senada Dengan China dan Rusia, Indonesia Kecam Serangan AS ke Suriah


10Berita, Pemerintah Indonesia sangat prihatin dengan perkembangan serangan udara yang diluncurkan oleh pasukan Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis ke negara Suriah.

"Minggu lalu, Indonesia menyampaikan kecaman keras penggunaan senjata kimia di Suriah oleh pihak mana pun," kata Arrmanatha Nasir, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 14 April 2018.

Ia mengimbau, agar semua pihak menahan diri dan mencegah terjadinya eskalasi situasi di Suriah. Serta, Indonesia menegaskan kepada semua pihak untuk menghormati nilai dan hukum internasional, khususnya piagam Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengenai keamanan dan perdamaian internasional.

"Indonesia juga meminta semua pihak untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat sipil, terutama wanita dan anak-anak harus selalu merupakan prioritas," katanya.

Kemudian, kata Arrmanatha, Indonesia kembali menekankan pentingnya penyelesaian konflik di Suriah secara komprehensif melalui negosiasi dan cara-cara damai.

Sumber: VIVA

Berita ini mengundang pertanyaan warganet.

satu geng ya ama cina

— Tanya kepada hati nurani mu (@brianovera) April 14, 2018

Karena Indonesia lebih bersahabat dengan China?

— FadliRabbi (@ahalclooney) April 14, 2018

Dari kemarin kemana saja. Satu barisan dg komunis rupanya

— Pray For Syria (@reytechno) April 14, 2018

— IG: Irwan2k2 (@irwank2k2) April 14, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Gerung Itu "Rocky", Janda Itu "Abu"

Gerung Itu "Rocky", Janda Itu "Abu"


10Berita, Sampai ke mana pun Abu Janda melaporkan Rocky Gerung, kedua manusia ini tidak akan pernah “setara”. Sebab, Gerung itu “Rocky” sedangkan Janda itu “Abu”. Keduanya menyandang perbedaan kontras dalam makna “fiksi” maupun dalam “realita”.

“Rocky” adalah “bebatuan” yang indah. Bebatuan adalah batu-batu. Segala ukuran ada di situ. Bentuknya pun berbeda-beda. Kadang warnanya juga lain-lain. Dalam keadaan terhampar luas, bebatuan biasanya menjadi lokasi alami yang memberikan inspirasi. Kondisi alam yang “rocky” dapat juga mengambil bentuk “setengah gurun”. Yaitu, hamparan yang berbatu-batu tetapi menyediakan dasar-dasar kehidupan bagi makhluk lain seperti tumbuhan kaktus, binatang berbisa, atau bahkan binatang buas.

Tak jarang didapati banyak oase di berbagai penjuru “rocky plateau” (dataran berbatu-batu). Di sini ada kehidupan yang normal di tengah segala kesulitan. Situasi yang berlangsung terkadang tidak mudah, tetapi di situlah kecerdasan semua penghuninya tertempa. Di situlah lahir kemampuan yang ekstra. Berbagai kelebihan terbina.

Prof Gerung adalah salah seorang cendekiawan yang ditempa oleh “rocky” environment yaitu lingkungan yang keras. Dalam hal ini, keras dalam tradisi keilmuan dan akademik. Logika beliau terasah tajam. Demikian tajamnya, pisau logika Gerung mampu membelah “abu-abu” yang beterbangan. Mohon dicatat bahwa dalam bahasa Melayu Sumatra, “abu” adalah juga “debu”. Karena itu, “abu” yang beterbangan sama dengan “debu” yang beterbangan.

Di sini pula kita temukan perbedaan yang fundamental lainnya antara Rocky dan Abu. Bebatuan tidak bisa diterbangkan oleh angin kalau bukan sekelas tornado. Tetapi, Abu bisa lenyap dengan hembusan napas bayi.

Tak terasa, kita sekarang terbawa untuk membahas Abu Janda setelah di paragraf di atas, akhirnya, tersebut juga “abu”.

Kebalikan dari “Rocky”, Janda itu adalah “Abu”. Dia adalah serpihan halus, sehalus tepung, yang tidak banyak gunanya atau hampir tidak ada manfaatnya. Bahkan, “abu” lebih banyak menimbulkan mudarat bagi makhluk lain, terutama manusia.

“Abu” dalam arti “debu”, sangat tak disukai oleh pengendara jalan. Karena sangat menjengkelkan. Bisa memicu penyakit. Kalau jumlah “abu” terlalu banyak, biasanya warga akan menjinakkannya dengan siaraman air. Tidak harus air bersih. Cukup air parit atau air comberan saja.

“Abu” membuat barang jualan Anda kelihatan kumuh. Membuat pembeli enggan untuk memilihnya. Kalaupun calon pembeli “terpaksa” membeli juga, biasanya dia akan meminta penjual untuk membuang abu-debu yang lekat di barang tersebut. Pada dasarnya, konsumen tak mau dengan barang yang berabu alias berdebu.

Suasana lingkungan yang “berabu” membuat orang malas beraktivitas. Warga masyarakat tidak suka berolahraga kalau lingkungan sekitar banyak “abu”. Jangankan anak gadis, para “Janda” pun tak rela juga bermain di tengah “Abu” yang beterbangan.

Karena para “Janda” juga punya standar kebersihan dan kecerdasan. Hanya “Janda” yang ber-“Abu” yang biasanya tidak masalah berada di lingkungan yang berdebu.

Jadi, Prof Rocky Gerung tidak akan pernah bisa disetarai oleh Abu Janda. Melaporkan sang Rocky ke Polisi kemungkinan merupakan upaya sang Abu untuk menyamakan kelas kecerdasannya. Tetapi, perbedaan alamiah antara “Rokcy” dan “Abu” membuat yang satunya cuma bisa menempel ke yang lain.

Artinya, di alam terbuka, “Abu” hanya bisa hinggap ke “Rocky” tanpa efek apa-apa. Begitu diguyur hujan, “Abu” akan kembali ke tanah sebagai habitatnya. Dalam bentuknya seperti tepung, si “Abu” sebenarnya tak berani mengganggu “Rocky”.

Padahal, Rocky akan dengan senang hati menyediakan celah-celah di badannya untuk dihuni oleh Abu. Hanya saja, Abu selalu teringat dengan cirinya sebagai partikel kecil yang sangat rentan, mudah sirna ketika tersiram air atau terhembus angin.

Semoga saja Janda sadar dengan kastanya sebagai “Abu” agar tidak salah langkah dalam menghadapi Gerung yang terbiasa dengan kondisi “Rocky”.

Penulis: Asyari Usman

Sumber : PORTAL ISLAM

Politisi PDIP; Mau Buruh Dari Cina Kek Or Lainnya, Yang Penting Murah

Politisi PDIP; Mau Buruh Dari Cina Kek Or Lainnya, Yang Penting Murah

10Berita – Politisi PDI Perjuangan Arteria Dahlan menilai diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) untuk mempermudah pekerja asing masuk ke Indonesia sesungguhnya merupakan hal yang biasa.

Bahkan menurut anggota DPR itu, aturan mengenai TKA di negara lain seringkali lebih ekstrim. Bagi negara kaya seperti Qatar dan Uni Emirate Arab misalnya, mereka sama sekali tidak memandang pekerja itu berasal dari negara mana, yang penting urusannya selesai.

“Di negara-negara miskin, yang baru berkembang kayak Vietnam sama juga. Tidak penting dari China kek dari mana, asalkan lu kerja lebih murah, lu boleh bekerja di tempat gue,” katanya dalam diskusi bertajuk ‘Kritik di Tahun Politik’ di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (13/4).

Diakuinya bahwa Indonesia memang tidak seekstrim itu. Namun, Perpres yang baru dibuat itu adalah untuk mengkomunikasikan antara menarik modal asing dengan tidak menafikan banyaknya pengangguran di dalam negeri.

“Pilih mana, mau kita kuat-kuatan modal enggak masuk. Kan pilihannya gitu, mau maksain, tapi modal enggak masuk, enggak ada investasi, mau maksain lu jadi pegawai gue, tapi aturan yang buat lu bukannya gue yang bayar. Ini kan yang terjadi. Makanya kita buat dengan cukup hati-hati dan serius,” jelas Arteria. ()

Sumber :rmol