OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 23 April 2018

Jelang 2019, Istana Galau?

Jelang 2019, Istana Galau?


10Berita, Pendaftaran pilpres sekitar 3 bulan lagi. Tim Jokowi intens melobi partai-partai non-koalisi. Minta mereka bergabung. Tujuannya? Calon tunggal. Kenapa? Karena posisi Jokowi tak aman. Survei Rico Marbun, 46,4% rakyat ingin ganti presiden. Hanya 45,2% yang ingin Jokowi presiden lagi. Sangat rawan.

Salah seorang pengurus PDIP bilang: Pak Jokowi tak ingin calon tunggal. Agar demokrasi bisa berjalan. Ah, bisa-bisa aja. Sulit dipercaya. Berarti bohong dong? Tidakkah dalam dunia politik, bohong itu hal biasa? Kayak gak tahu aja.

Ada juga yang bilang: jangan pikirin pilpres. Yang penting kerja…kerja…kerja… Sementara Pak Jokowi 4-5 kali ke Jawa Barat dalam sebulan. Road show dengan motor cooper. Didandani layaknya anak milenial dengan menaiki motor gede. Gak mikirin pilpres? Jelas kurang nyambung…

Supaya Jokowi aman, calon tunggal jadi pilihan utama. Caranya? Pertama, ambil Prabowo sebagai cawapres. Kalau Gerindra mendukung Jokowi, PKS akan kehilangan arah koalisi. Oposisi lumpuh. Apakah Prabowo mau? Sedang dalam proses lobi yang intens. Pertemuan Luhut Binsar Panjaitan (LBP) dengan Prabowo ditengarai publik dalam rangka untuk melumpuhkan koalisi oposisi. Dilanjutkan pertemuan tertutup di Cijantung antara Prabowo dengan sejumlah jenderal dan tokoh pendukung istana.

Dalam situasi tak memiliki logistik yang cukup dan elektabilitas yang makin turun, tawaran istana untuk men-cawapreskan Prabowo cukup menggoda. Tak pusing mikir logistik, dan kabarnya akan dapat jatah delapan menteri. Wow. Prabowo mau? Kita tunggu jawabannya.

Kedua, tutup peluang poros ketiga yang dimotori Demokrat, PAN dan PKB. Demokrat bersedia? Infonya Demokrat siap. Tapi, ada syarat. Putra Mahkota, AHY, jadi cawapres Jokowi. Jokowi ambil?

Jika syarat itu diterima Jokowi, koalisi istana rentan pecah. Sejumlah tokoh dari partai koalisi yang selama ini menunggu dipinang jadi cawapres Jokowi akan merasa ditelikung. Terutama PDIP yang paling sensi untuk bisa terima AHY. Luka lama bisa kambuh kembali.

PDIP sudah sodorkan Puan Maharani, PPP punya Romi, di PKB ada Muhaimin Iskandar, dan Golkar siap dengan Airlangga Hartarto. Kecil kemungkinan para tokoh dari partai koalisi istana ini legowo disalip AHY. Jika dipaksakan, koalisi istana terancam bubar.

Gak deal dengan syarat Demokrat, istana mesti menggunakan strategi lain. Wiranto diutus ketemu SBY. Untuk apa? Besar dugaan untuk nego ulang. Itu tugas negara, katanya. Ah, bisa-bisa aja. Rakyat gak lugu-lugu amat untuk sekedar memahami manuver seperti ini.

Di saat lobi sedang berjalan, kasus Century muncul lagi. Budiono, mantan wakil presiden SBY jadi tersangka. Dari PN Jakarta Selatan dilimpahkan ke KPK. Terkesan mendadak dan cepat. Rakyat kaget. Lalu, apa hubungannya dengan SBY? Ah, kayak gak ngerti aja.

Nama SBY sering disebut-sebut terkait kasus Century. Benarkah? Hanya pengadilan yang bisa membuktikan. Tapi, pengadilan tak selalu steril. Tak independen maksudnya? Banyak yang bilang begitu. Loh kok? Gak usah kaget. Seringkali tangan-tangan jahil kekuasaan hadir, ikut terlibat dan intervensi. Politik menjajah hukum itu terjadi di banyak kasus.

Apakah kasus Century adalah sandera istana kepada SBY? Sulit dijawab. Meski opini terus tumbuh. Isu politik tak mudah diverifikasi. Kecuali hanya beredar di kalangan komunitas super elit.

Jika istana gagal meredam dua poros untuk melenggangnya calon tunggal, maka, langkah berikutnya akan mendorong calon yang lemah. Prabowo dianggap calon itu. Benarkah?

Eforia PDIP sebagai pimpinan koalisi istana tak bisa disembunyikan. Raut wajah gembira nampak ketika Prabowo deklarasi. Terbukti, elektabilitas Jokowi naik drastis. 58%. Prabowo jatuh di angka 21%. Hampir semua survei merilis hasil elektabilitas Prabowo di bawah 30% dan Jokowi di atas 50%, jika head to head itu terjadi. Tak salah jika sejumlah lembaga survei merekomendasikan calon lain, bukan Prabowo. Ibarat pertandingan, tak menarik ditonton lagi. Gak seru. Masa Prabowo sudah lewat. Perlu “New Comer” sebagai penantang Jokowi. Tokoh muda dan potensi menjadi “antitesa” Jokowi.

Jika istana sukses mendorong dan merawat pencapresan Prabowo, maka dua tugas lagi yang harus diselesaikan Jokowi: pertama, pastikan tidak ada poros ketiga muncul. Kedua, memastikan cawapres yang tidak berisiko membuat koalisi pecah. Akan aman kalau diambil dari luar partai. Mahfudz MD atau Sri Mulyani misalnya.

Apakah kerja keras istana untuk membuat sekenario “calon tunggal” atau “merawat Prabowo” sebagai calon yang mudah dikalahkan akan berhasil? Belum tentu. Justru, saat ini, istana sedang galau-galaunya. Galau jika ikhtiarnya untuk meredam kedua poros yang potensial jadi lawannya gagal. Tahu-tahu Gerindra-PKS mengalihkan capresnya ke Anies Baswedan. Demokrat, PKB dan PAN capreskan Gatot Nurmantyo. Atau Anies-Gatot dipasangkan dan dicalonkan oleh lima partai. Ini sangat mungkin. Kalau terjadi, Jokowi akan kesulitan mempertahankan kekuasaannya untuk dua periode.

Sumber :Portal Islam 

DPR; Kajian Ombudsman RI Soal 2 Pesawat Bawa TKA Harus Ditanggapi Serius

DPR; Kajian Ombudsman RI Soal 2 Pesawat Bawa TKA Harus Ditanggapi Serius

10Berita – Hasil investigasi Ombudsman RI yang menyebut ada dua pesawat membawa tenaga kerja asing (TKA) ke Indonesia setiap hari merupakan hal yang perlu ditindaklanjuti secara serius

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon bahkan menyebut temuan ini telah menegaskan bahwa Indonesia tengah dalam keadaan luar biasa.

“Menurut saya ini adalah keadaan yang luar biasa,” ujar Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon di Gedung Nusantara III, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (23/4).

Kata Fadli, kedatangan TKA secara besar-besaran akan mengurangi peluang kerja tenaga kerja lokal.

Kehadiran TKA secara besar-besaran ini, sambung dia, disebabkan adanya Perpres 20/2018 tentang TKA yang jelas bertentangan dengan UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.

jawapos

“Banyak laporan ini termasuk tenaga kerja kasar, unskilled worker yang menurut saya ini merusak, dan di negara lain pola ini juga terjadi dan ada juga negara yang menolak,” jelasnya.

Wakil ketua umum Gerindra itu menyarankan pemerintah untuk segera mencabut perpres tersebut. Menurutnya, perpres itu telah mengkhianati pekerja lokal dan cukup meresahkan.

“Saya juga akan mencoba berbicara dan menggagas, jika diperlukan kita akan membuat angket tentang hal ini,” tukasnya.

Data Ombudsman Republik Indonesia mengungkapkan bahwa tenaga kerja asing (TKA) hampir setiap hari masuk ke dalam negeri. Sebanyak 70 persen TKA di antaranya didatangkan menggunakan pesawat terbang. Sedangkan 30 persen sisanya menggunakan transportasi laut.

Dalam temuan tersebut, Ombudsman juga menyebut bahwa para TKA ini datang dengan menggunakan 2 pesawat setiap harinya.

Anggota Ombudsman, Laode Ida menyebut arus penerbangan TKA terbanyak setiap hari adalah di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

“Kami melihat arus tenaga kerja asing setiap hari menggunakan pesawat terbang. Mereka tiba jam 03.00 dan jam 06.00 waktu setempat. Itu setiap hari, kita pantau-pantau sekarang ini. Kedatangan itu tidak pernah terputus,” bebernya.

Investigasi Ombudsman juga menemukan fakta bahwa kedatangan TKA secara masif ini beriringan dengan investasi Tiongkok di Indonesia dalam tiga tahun terakhir.

“Sehingga modal yang mereka bawa itu secara langsung menyertakan tenaga kerja yang mereka butuhkan, proyek-proyek atau investasi yang mereka bawa itu. Ini sebenarnya menunjukan bahwa nilai investasi untuk rakyat itu sangat kecil,” tukasnya. (rmol)

Sumber : Eramuslim

Harga Listrik Rakyat Meroket, BPK Temukan Ada Pemborosan Rp.1,6 Triliun di PLN

Harga Listrik Rakyat Meroket, BPK Temukan Ada Pemborosan Rp.1,6 Triliun di PLN

10Berita – Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori menyatakan, kinerja manajemen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak berjalan dengan optimal. Hal itu dilontarkannya sebagai tanggapan atas laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebut adanya pemborosan hingga Rp 1,6 triliun dari pembangkit listrik yang digarap PLN.

Laporan tersebut merupakan hasil dari pemeriksaan yang dilakukan BPK atas Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu Subsidi Listrik Tahun 2016, yang dipublikasikan pada Selasa (17/4) lalu.

“Pemborosan yang terjadi pada PT. PLN lebih disebabkan tidak bekerjanya Dewan Manajemen (Direksi dan Komisaris) secara terencana, terprogram dan terjadwal,” kata Defiyan, Jum’at (20/4) lalu.

Ia berpendapat, manajemen PLN tengah mengalami terlalu beratnya beban kelebihan daya listrik akibat tidak ditindaklanjutinya berbagai program pembangunan industri sektor riil.

“Dan keinginan membangun sektor energi yang terlalu ambisius di sisi yang lain, membuat kinerja PLN menjadi buruk,” jelasnya.

Sebagaimana diketahui, BPK menemukan pemborosan di PT PLN Rp 1,6 triliun. Dalam laporan hasil pemeriksaan atas Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu Subsidi Listrik Tahun 2016, auditor negara menyatakan pemborosan terjadi karena PLN tidak menggunakan bahan bakar gas untuk pembangkit listrik bergerak di lima daerah.

Penanggung jawab pemeriksaan ini, Suparwardi menyatakan, pengadaan pembangkit bergerak berkapasitas 500 megawatt belum seluruhnya didukung pasokan bahan bakar gas.

Proyek pembangkit bergerak sendiri sudah dimulai oleh PLN pada Oktober 2015. Saat itu, PLN merencanakan pembangunan delapan unit pembangkit di Paya Pasir dan Pulau Nias (Sumatera Utara); Balai Pungut (Riau); Air Anyir dan Belitung-Suge (Bangka Belitung); Tarahan (Lampung); Pontianak (Kalimantan Barat); serta Jeranjang, Lombok (Nusa Tenggara Barat).

Namun, dari delapan pembangkit, hanya tiga yang memakai gas, sisanya memakai high speed diesel (HSD). Tiga pembangkit yang memakai gas adalah Paya Pasir, Balai Pungut, dan Tarahan.

Defiyan menambahkan, saat ini PLN tengah mengalami kelebihan penyediaan listrik akibat tidak terserapnya listrik secara optimal oleh pasar atau pelanggan. Hal ini disebabkan pembangunan infrastruktur sektor industri non energi yang sangat lamban.

“Kelambanan ini juga dipengaruhi oleh keengganan investor, baik dalam negeri maupun luar negeri mengurus perizinan di birokrasi yang terlalu panjang dan berbelit-belit, sehingga membuat beban biaya awal yang tinggi (high cost) bagi investor dan pengusaha. Jelas sekali, berbagai paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan sebanyak 16 paket tak berjalan dan berlaku efektif,” papar akademisi asal Universitas Gajah Mada (UGM) ini.

Hal ini diperburuk dengan lambannya respon pemerintah untuk menanggulangi hal ini. Selain itu, lanjut Defiyan, pemerintah telah tercatat telah merevisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) dengan sasaran 35.000 MW yang dinilainya terlalu ambisius di saat banyak proyek kelistrikan era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono yang mangkrak.

“Alih-alih memeriksa penyebab tak berjalannya proyek-proyek kelistrikan itu, malah dijadikan bahan untuk ‘menyerang’ pemerintahan sebelumnya yang disebut tak berkinerja,” tandasnya.

Defiyan pun menyoroti kinerja keuangan PLN yang selama ini disampaikan oleh Dewan Manajemen. Klaim Dewan Manajemen yang berhasil membukukan laba pada Tahun 2016 sebesar Rp 10,5 Triliun ternyata justru tak mampu membayar utang PLN dan kenaikan bahan mentah batu bara sebagai sumber produksi dalam menghasilkan listrik bagi PLN untuk kebutuhan pelanggan.

Harga sewa pembangkit listrik yang sangat mahal ini, lanjutnya, semakin meyakinkan publik bahwa Dewan Manajemen PLN tak saja bertindak tak profesional sama sekali, namun juga tak memahami skala prioritas.

“Jika hal ini dibiarkan, maka negara dan terutama kelompok masyarakat akan menanggung beban sebagai dampak ketidakprofesionalan mengelola BUMN strategis dan menguasai hajat hidup orang banyak ini,” tutup Defiyan. (swa)

Sumber :Eramuslim 

Politisi Gerindra Peringatkan Romi Elegan Berkomentar agar Tidak Bernasib seperti PSI

Politisi Gerindra Peringatkan Romi Elegan Berkomentar agar Tidak Bernasib seperti PSI


10Berita, JAKARTA - Politisi Gerindra mengingatkan Romahurmuzy atau lebih akrab disapa Romi untuk tidak bersikap seperti menyerang partainya. Politisi ini mengingatkan hal demikian karena Gerindra maupun dirinya masih tetap menjaga hubungan PPP dengan baik.

“Saya ingatkan kepada Romy bahwa kami selalu menjaga hubungan baik dengan dia dan PPP. Jadi janganlah dia melakukan sesuatu yang bersifat menyerang kami,” Habiburokhman mengingatkan, Ahad (22/4/2018), di akun Twitter pribadi miliknya.


Kalaupun pada akhirnya peringatan darinya atau dari Gerindra tak digubris oleh Ketum PPP tersebut, maka ia menyatakan Romi justru akan mengalami kerugian. Di antaranya menurutnya dia adalah Romi tidak dianggap begitu elegan menyerang Gerindra.

“Kalau nyerang Gerindra yang akan rugi tentu Romy sendiri karena mungkin akan dianggap publik tidak elegan. Kita lihat PSI yang begitu semangat menyerang kami, tetapi oleh lembaga survey Cyrus disebutkan sebagai partai yang paling tidak akan dipilih di masa depan.” (Robi/)

Sumber :voa-islam.com

Curhat Panjang Jonru, Mengharukan

Curhat Panjang Jonru, Mengharukan


10Berita, Beberapa waktu lalu di Rutan Cipinang, saya bertemu seseorang untuk pertama kalinya. Namanya Sandi, usia sekitar 35 tahun. Menurut pengakuannya, dia dipenjara karena kasus penjualan hewan yang dilindungi.

Awalnya dia menyapa saya dengan bertanya, “Fan page Jonru masih ada gak, Bang?”

“Sudah disita polisi,” sahut saya.

“Sudah dihapus?”

“Masih ada. Tapi saya sudah tak bisa mengaksesnya.”

“O, password-nya diubah oleh polisi, ya?”

“Betul,” sahut saya. Lebih tepatnya, password akun adminnya sudah diganti oleh polisi.

Lalu kami pun ngobrol. Ia bertanya tentang kasus saya. Saya pun menjawab sesuai fakta. Saya jelaskan bahwa saya naik banding dan sedang menunggu hasilnya.”

Lalu kami pun ngobrol tentang semakin banyaknya aktivis muslim yang ditangkap, tentang rezim yang makin otoriter.

Dan tiba-tiba si Sandi ini berkata, “Kita ambil hikmahnya saja ya, Bang. Kita memang geram melihat situasi yang makin kacau. Tapi kita bersuara kritis pun, tak ada gunanya bagi keluarga. Pihak yang dulu kita bela, ternyata kini lupa pada kita.”

Saya tertegun, mulai menyadari bahwa sepertinya ada yang salah pada diri si Sandi ini. Maka saya pun mulai berceramah padanya.

Begini lho, Mas:

Pertama:
Kita ini kalau berjuang harus ikhlas. Luruskan niat demi Allah semata. Jadi tak ada urusan dengan orang-orang yang kita bela. Mereka mau membela kita atau melupakan kita, itu sama sekali tidak penting jika niat kita ikhlas demi Allah semata. Kita berjuang Demi Allah, bukan demi Prabowo atau demi FPI atau demi PKS dan sebagainya.

Kedua:
Faktanya, alhamdulilah yang membela saya sangat banyak. Ketika sidang, saya dibantu oleh 54 pengacara muslim dari berbagai lembaga hukum. Dan mereka semua tidak dibayar (jadi jika dulu sempat ada berita bahwa Jonru belum punya pengacara, Jonru sudah dibuang, Jonru sudah dilupakan, dst, ketahuilah bahwa itu cuma hoax bikinan para cebong).

Rumah saya hampir setiap hari dikunjungi oleh teman, sahabat, tokoh, komunitas, yang memberikan dukungan moril bagi istri dan keluarga saya.

Banyak di antara mereka yang datang membawa uang sumbangan. Ada pula di antara mereka yang melakukan penggalangan dana untuk membantu keluarga saya. Padahal kami tak pernah meminta.

Saya pun sering dijenguk di penjara oleh sejumlah teman. Saat berkunjung, ada yang memberikan bantuan dana Rp 1 juta. Saat di pengadilan pun, banyak sekali orang yang memberikan uang pada saya, tanpa pernah saya minta.

Bahkan yang sangat ajaib, pengacara saya sendiri yang mentraktir saya makan, bahkan memberikan bantuan uang pada saya. Padahal seharusnya sayalah yang membayar jasa mereka. Tapi ini kok malah terbalik?

Jika ditotal, jumlah bantuan dana yang telah diterima oleh keluarga kami sudah sangat untuk cukup untuk kebutuhan hidup sehari-hari, bahkan lumayan untuk modal usaha (padahal sejak dulu, salah satu hal yang paling sulit saya dapatkan dalam berbisnis adalah modal), juga untuk membantu orang-orang yang membutuhkan, dan sebagainya.

Alhamdulilah….

Dan saat banyak orang tahu bahwa istri saya sedang hamil, tiba-tiba banyak dokter ahli kandungan yang menghubungi, menyatakan siap membantu persalinan istri saya secara gratis.

Jadi Mas Sandi….
Itulah jawaban untuk “hikmah” versi Anda.

Alhamdulilah… orang dan lembaga yang membantu saya sangat banyak. Tidak benar bahwa saya dilupakan. Tidak benar bahwa perjuangan saya selama ini tak ada manfaatnya bagi keluarga.

Alhamdulilah, keluarga saya yang dulu hampir tiap hari menghadapi masalah kesulitan keuangan, karena kami memang masih tergolong miskin, dan saya selama ini berjuang murni karena panggilan hati nurani dan panggilan dakwah semata, bukan karena dibayar atau semacamnya, alhamdulilah… Justru kriminalisasi yang sedang saya alami ini mendatangkan manfaat yang sangat tak terduga bagi keluarga kami.

Justru setelah saya masuk penjara, masalah finansial keluarga kami kini teratasi. Padahal dulu, hampir tiap hari saya galau memikirkan hidup yang serba pas-pasan bahkan sering kehabisan uang.

Anda mungkin tidak percaya jika saya katakan bahwa selama ini hidup saya sungguh kontradiktif: Sangat terkenal tapi masih miskin. Terdengar aneh, tapi Demi Allah memang demikianlah faktanya. Bahkan teman saya Dudun Parwanto yang pernah makan siang di istana bersama Jokowi, pernah menulis di Kompasiana memgenai hal tersebut. Karena dia adalah teman yang sudah sangat mengenal saya secara pribadi.

Alhamdulillah, rezeki keluarga kami datang dari Allah melalui bantuan teman, sahabat dan orang-orang yang mendukung perjuangan saya, yang simpati terhadap nasib saya yang sedang dikriminalisasi, yang simpati terhadap istri dan anak-anak saya yang untuk sementara harus jauh dari sang kepala keluarga.

Alhamdulilah, apa yang saat ini saya alami membuat saya semakin yakin terhadap kebenaran Al-Quran.

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS.Muhammad:7)

Setelah mendengar penjelasan saya di atas, Sandi terlihat diam, seperti bingung harus berkata apalagi.

Ya, itulah salah satu pengalaman saya di Rutan Cipinang. Pengalaman yang sangat berkesan. Saking berkesannya, saya pun rela menuliskannya pakai pulpen dan kertas, lalu diketik oleh keluarga saya di rumah.

NB: Saya divonis 1,5 tahun penjara oleh pengadilan, dituduh terbukti melakukan ujaran kebencian. Padahal dari fakta persidangan terbukti bahwa tuduhan terhadap saya tidak punya dasar hukum apapun. Sehingga jika hakim benar-benar bersikap adil, seharusnya saya divonis bebas. Tapi seperti inilah potret hukum di negeri kita. Masih sangat jauh dari keadilan. Apalagi kasus saya ini sepertinya adalah kasus pesanan, di mana “mereka” menghendaki saya harus masuk penjara.

Saya didzolimi. Namun alhamdulilah Allah menolong saya dan keluarga saya dengan cara yang sangat tak terduga. (*/ls)

*Penulis adalah pegiat media sosial dan penulis buku

Sumber: beritaterkinionline

Sedia Doa ketika Hujan

Sedia Doa ketika Hujan

10Berita, “SEDIA payung sebelum hujan”, demikian bunyi sebuah pepatah yang tak asing lagi di telinga. Maksudnya agar kita senantiasa bersiap atau waspada pada kemungkinan apapun yang bisa terjadi. Nah, bagaimana jika menghadapi musim hujan?

Selain payung, ada tuntunan yang  juga perlu diingat dan dipersiapkan oleh kita di musim hujan. Tuntunan tersebut diajarkan Nabi Muhammad SAW agar diamalkan oleh setiap muslim ketika musim hujan tiba. Amalan tersebut berupa do’a.

Disarikan dari berbagai sumber, inilah doa-doa yang diajarkan Nabi di segala kondisi, terutama saat musim hujan.

Doa saat angin kencang

“Allahumma innii as’aluka khairaha wa khaira maa fiihaa wa khaira maa ursilat bihi. Wa a’udzu bika min syarriha wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bihi.”

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu kebaikan angin ini dan kebaikan yang terkandung padanya serta kebaikan apa yang dibawanya. Dan aku berlindung kepadaMu dari kejelekannya dan kejelekan yang ada padanya dan kejelekan apa yang dibawanya.” (HR al-Bukhari: 899, at-Tirmidzi: 3449)

Doa ketika mendengar petir

“Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi.”

Artinya: “Maha Suci Allah yang petir bertasbih dengan memujiNya, begitu juga para malaikat, karena takut kepadaNya.” (Shahih Mauquf; al-Muwaththa’: 2/992, Shahih al-Adabul Mufrad: 556 al-Albani)

Doa ketika turun hujan

Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan,

“Allahumma shayyiban nafi’an.”

Artinya: “Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat.” (HR al-Bukhari: 1032)

Doa apabila hujan lebat

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa, “Allahumma hawaalaina walaa ’alaina. Allahumma ’alal aakami, wazh zhiraabi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari.”

Artinya: “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turunkanlah hujan di dataran tinggi, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan.” (HR al-Bukhari: 1013, Muslim: 897)

Doa setelah hujan

“Muthirna bi fadhlillahi wa rahmatihi.”

Artinya: “Kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah.” (HR. al-Bukhari: 846, Muslim: 71)

Jadi, bukan hanya sedia payung sebelum hujan, tapi juga sedia doa ketika hujan. Kenapa? Karena senantiasa ada keberkahan sehingga ada  kebaikan di setiap keadaan. []

Sumber :Islampos.

Inilah Daftar Kota yang Terpilih Sebagai Ibu Kota Buku Dunia oleh UNESCO

Inilah Daftar Kota yang Terpilih Sebagai Ibu Kota Buku Dunia oleh UNESCO

10Berita, 23 April dikenal sebagai hari buku sedunia. Sejak 2001, UNESCO bersama organisasi-organisasi internasional lainnya yang mewakili tiga sektor industri perbukuaan (penerbit, penjual buku dan perpustakaan), secara khusus memilih sebuah kota sebagai Ibu Kota Buku Dunia.

Setiap tahun UNESCO membuka pendaftaran bagi kota-kota di seluruh dunia yang ingin mengajukan diri menjadi Ibu Kota Buku Dunia dengan mengirimkan sejumlah dokumen persyaratan.

Kota yang terpilih tersebut akan menyandang predikat Ibu Kota Buku Dunia selama setahun, dimulai pada tanggal 23 April tahun tersebut hingga 22 April tahun berikutnya.

Berikut ini adalah kota-kota di dunia yang pernah terpilih sebagai Ibu Kota Buku Dunia atau World Book Capital (WBC)

Madrid, Spanyol,  terpilih menjadi WBC pada 2001,

Alexandria, Mesir,  terpilih menjadi WBC pada 2002,

New Delhi, India, terpilih menjadi WBC pada 2003,

Antwerp, Belgia, terpilih menjadi WBC pada 2004,

Montreal, Kanada,  terpilih menjadi WBC pada 2005,

Turin, Italia, terpilih menjadi WBC pada 2006,

Bogota, spanyol,  terpilih menjadi WBC pada 2007,

Amsterdam,  Belanda,  terpilih menjadi WBC pada 2008,

Beirut, Libanon, terpilih menjadi WBC pada 2009,

Ljubljana, Slovenia, terpilih menjadi WBC pada 2010,

Buenos Aires, Brazil, terpilih menjadi WBC pada 2011,

Yerevan, Armenia, terpilih menjadi WBC pada 2012,

Bangkok, Thailand, terpilih menjadi WBC pada 2013,

Port Harcourt, Nigeria,  terpilih menjadi WBC pada 2014),

Incheon, Korea selatan,  terpilih menjadi WBC pada 2015,

Wroclaw, Polandia, terpilih menjadi WBC pada 2016,

Conakry, Ghana,  terpilih menjadi WBC pada 2017,

Athena, Yunani, terpilih menjadi WBC pada 2018,

Dan, Sharjah, India, terpilih menjadi WBC untuk tahun 2019 . []

SUMBER: Wikipedia,  Islampos.

Gunakan CFD Sebagai Ajang Kampanye, Wagub Sandi Tunggu Laporan Panwaslu

Gunakan CFD Sebagai Ajang Kampanye, Wagub Sandi Tunggu Laporan Panwaslu

10Berita – Acara Car Free Day (CFD) di jalan Sudirman-Thamrin kembali ternoda oleh relawan pendukung pemerintah. Kali ini acara CFD yang seharusnya bebas dari agenda politik dinodai dengan penggalangan sejuta KTP untuk Jokowi di Kawasan Patung Kuda, Monas.

Menanggapi hal tersebut, Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno menyatakan pihak Pemprov tengah menunggu laporan dari Panwaslu apakah kegiatan tersebut termasuk agenda politik atau sebaliknya.

Sebab, segala kegiatan berbau politik dilarang di CFD. Hal ini sesuai dengan Pergub Nomor 12 Tahun 2012 yang diteken eks Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).”Kami tunggu dari Panwas dulu. Kami tunggu dari Panwas. Dan kita lihat apakah kegiatan itu memang kegiatan dimasukkan sebagai kegiatan politik,” ujar Sandiaga di Islamic Center Bekasi, Jawa Barat, Minggu (22/4).

Sandiaga mengungkapkan, penilaian apakah kegiatan tersebut bernuansa politik merupakan kewenangan dari Panwaslu. Namun Sandiaga memastikan bahwa Pemprov DKI akan siap menindak jika memang peluncuran aplikasi Jutaan KTP Dukung JKW tersebut sebuah bentuk pelanggaran.

“CFD ini milik bersama dan kalau tidak boleh politik ya tentunya Panwas nanti akan lapor ke kita dan kita akan mengingatkan. Tapi jangan dipanas-panasin. Jangan diadu-adu. DKI ini rumah milik bersama. Rumah persatuan, rumah bhinneka,” tuturnya.

“Ada yang aspirasi mendukung pak Jokowi. Saya sering lari dulu 2014 juga di mana-mana digunakan tempat tapi kita komitmen bersama. Ini CFD milik warga, jadi kita patuhi sama-sama. Jadi kita tunggu domainnya di panwas,” lanjut Sandiaga.

Sebelumnya, Relawan Joko Widodo meluncurkan aplikasi ‘Jutaan KTP Dukung JKW’. Aplikasi ini untuk menarik massa agar kembali memilih Joko Widodo di Pilpres 2019.

“Jadi hari ini adalah murni peluncuran aplikasi jutaan relawan pendukung Jokowi. Jadi aksi ini kami lakukan agar masyarakat bisa mendaftar jadi relawan yang mana mendukung Jokowi nyapres kembali,” kata Koordinator Aksi Jutaan Relawan Dukung Jokowi, Sylver Maturina di lokasi. (dtk)

Sumber : detik,

Tukang Becak Diduga Diintimidasi karena #2019GantiPresiden, Politisi: Demokrasi jangan Baper

Tukang Becak Diduga Diintimidasi karena #2019GantiPresiden, Politisi: Demokrasi jangan Baper


10Berita, JAKARTA - Ada dugaan bahwa tukang becak yang menggunakan atribut #2019GantiPresiden diintimidasi oleh oknum tertentu. Bahkan tukang becak tersebut menurut politisi PKS ditakut-takuti atas penggunaan atribut #2019GantiPresiden tersebut.

Hal lain yang berlawanan, justru para pendukung Joko Widodo seperti tidak mau kalah, merekapun membuat pesan melalui kaos. Hal ini misalkan saja terlihat di acara CFD di kawasan sekitaran HI, atau Sudirman-Thamrin, Jakarta. 

“Hari ini jutaan manusia campur daon dan lainnya hadir membludak pada kampanye dukung jokowi di CFD Sudirman-Thamrin Jakarta,” tulis salah satu netizen, @bepejeel, Ahad (22/4/2018).

Cuitan itu direspon oleh Mardani dengan pesan seperti di atas. “Jutaan orang dukung Jokowi dengan hestek #tetapjokowi di CFD ini bagusnya tak perlu ditangkap atau intimidasi. 

Begitu pula seharusnya tukang-tukang beca & tukang usaha sablon #2019GantiPresiden, jangan diintimidasi & ditakut-takuti. Demokrasi jangan baper,” responnya, Ahad (22/4/2018, di akun Twitter pribadi miliknya. (Robi)

Sumber :voa-islam.com

Alumni 212 Minta Sukmawati Harus Jadi Tersangka Sebelum Bulan Ramadhan

Alumni 212 Minta Sukmawati Harus Jadi Tersangka Sebelum Bulan Ramadhan

10Berita – Persaudaraan Alumni 212 meminta kepolisian segera menetapkan statustersangka terhadap Sukmawati Soekarnoputri atas kasus penistaan agama lewat puisinya “Ibu Indonesia”.

Juru Bicara Persaudaraan Alumni 212, Novel Bamukmin mengatakan, “Mengingat berkas perkaranya dari Polda Metro Jaya sudah dilimpahkan Mabes Polri, Alumni Persaudaraan 212 menginginkan salah satu putri Presiden Soekarno itu ditetapkan tersangka sebelum bulan suci Ramadan 2018 yang jatuh pada 14 Mei mendatang.”

“Kami dari perwakilan alumni 212 meminta dengan segera Mabes Polri menetapkan bu Sukmawati ini sebagai tersangka, sebelum bulan Ramadhan,” katanya kepada Okezone, Senin (23/4).

Menurut Novel, menyegerakan status tersangka terhadap Sukmawati dilatar belakangi demi kekhusyuan umat muslim menjalankan Ibadah Puasa yang merupakan salah satu Syariat Islam.

“Karena masalah ini jangan dibiarkan berlarut larut karna sangat meresahkan umat Islam apalagi sebentar lagi umat Islam akan menghadapi bulan ramadan yang umat Islam ingin tenang dan khusu menjalani ibadah puasa yang mana sebagai perintah Allah yang justru perintah Allah dihina oleh Sukmawati,” tutupnya.

Diketahui sebelumnya, beberapa organsisasi masyarakat (ormas) telah melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke kepolisian terkait puisi ‘Ibu Indonesia’ yang dianggap menodai agama. Polri pun menyakinkan kepada publik akan berkerja secara profesional menangani kasus ini.

“Prinsip kami saat ini, sedang mengambil keterangan dari berbagai pihak terkait. Intinya kami bekerja profesional dalam menangani kasus ini,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal.

Walaupun Sukmawati telah menyampaikan permohonan maaf, lanjut dia, pihaknya tetap akan meminta keterangan-keterangan dari semua pihak, termasuk ulama.

“Jadi kasus ini masih berlanjut, karena belum masuk ke proses pro-justicia. Saat ini tahapan penyelidikan dilakukan, keterangan akan diminta,” ungkapnya.

Di lain sisi, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin meminta laporan terhadap Sukmawati dicabut. Dirinya pun meminta agar persoalan tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Pasalnya Sukmawati sudah menjelaskan bahwa makna dari isi puisi tersebut tidak sama sekali berniat menghina atau mencemooh syariat Islam. ()

Sumber : okezone,