OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 14 Mei 2018

Wow foto lawas petingggi negara ini sangat cantik dan tampan

Wow foto lawas petingggi negara ini sangat cantik dan tampan

 

10Berita, Hallo sahabat , bagaimana kabarnya? Semoga baik-baik saja ya, nah pada kesempatan kali ini penulis akan membagikan foto-foto lawas alias foto masa muda petinggi negara kita tercinta ini, nah setiap orang pasti punya foto waktu muda kan? Tapi bagaimana dengan foto masa mudanya bapak dan ibu Petinggi negara? Dikutip dari instagram.cominilah foto-fotonya!

Instagram.com /serba serbi.djadoel

Instagram.com /serba serbi.djadoel

Instagram.com /serba serbi.djadoel

Instagram.com /serba serbi.djadoel

Instagram.com /serba serbi.djadoel

Instagram.com /serba serbi.djadoel

Instagram.com /serba serbi.djadoel

Instagram.com /serba serbi.djadoel

1.bapak sby dan ibu ani yudhoyono

2.bapak fadlizon

3.bapak gatot nurmantyo

4.ibu megawati sukarno putri

5.bapak prabowo subianto

6.bapak jokowidodo

7.bapak suharto

8.bapak susilo bambang yudhoyono

Sumber :  Instagram com, UC News 

TEGAS! Terbitkan SOMASI TERBUKA untuk Lawan Fitnah, Partai Gerindra: Besok Kami ke Bareskrim!

TEGAS! Terbitkan SOMASI TERBUKA untuk Lawan Fitnah, Partai Gerindra: Besok Kami ke Bareskrim!


10Berita, Kicauan berseri Fadli Zon mengenai bom di Surabaya, Ahad, 13 Mei 2018 membuat para pendukung Jokowi meradang.

Dari 7 kicauan Fadli, ada satu kicauan yang sangat menohok dan membuat para pendukung Jokowi mencak-mencak sembari membalas kicauan tersebut dengan makian dan fitnah.

7. Terorisme biasanya bkembang di negara yg lemah pemimpinnya, mudah diintervensi, byk kemiskinan n ketimpangan dan ketidakadilan yg nyata.

— Fadli Zon (@fadlizon) May 13, 2018

Pernyataan Fadli ini ditanggapi lebih dari 9000 kali dan ditemukan banyak makian pada balasan kicau Fadli ini.

Bersamaan dengan memanasnya suhu politik akibat ledakan bom tersebut, beberapa akun media sosial yang diketahui merupakan pendukung Jokowi, memanfaatkan momentum ini untuk menghabisi lawan politik Jokowi

Berikut beberapa akun yang kedapatan memfitnah kelompok dan partai oposisi Jokowi.




Terkait fitnah tersebut, Ketua DPP Gerindra, Habiburokhman menegaskan pihaknya tak akan memberi ampun pada pihak-pihak yang telah menebar fitnah.

Somasi Terbuka : yang keburu tuduh dan fitnah Partai Gerindra mendukung teorisme kami beri waktu 1 x 24 jam u hapus dan minta maaf. Besok kami ke Bareskrim

— Habiburokhman (@habiburokhman) May 14, 2018


Sumber :Portal Islam 

12 Orang Gugur Ditembak Teroris Zionis dalam Aksi Bela Baitul Maqdis

12 Orang Gugur Ditembak Teroris Zionis dalam Aksi Bela Baitul Maqdis


AFP

10Berita, Pemuda Palestina memegang bendera sambil berjalan dalam kepulan dari ban yang dibakar selama bentrokan dengan pasukan penjajah di sepanjang perbatasan Jalur Gaza, Senin, 14 Mei 2018

Hidayatullah.com–Dua belas orang Palestina gugur oleh tembakan Israel di perbatasan Gaza Senin, kementerian kesehatan Gaza mengatakan, saat protes massal dan bentrokan meletus terhadap pengalihan kedutaan AS ke Yarusalem (Baitul Maqdis).

Arab News melansir, ke-12 orang itu, termasuk seorang bocah berusia 14 tahun, tewas ketika bentrokan besar meletus di perbatasan antara orang-orang Palestina yang melempari batu yang berusaha merusak pagar dan penembak jitu Israel. Ribuan orang lainnya melakukan protes di dekat perbatasan.

Israel sebelumnya memperingatkan warga Gaza bahwa mereka akan mempertaruhkan hidup mereka jika mereka mendekati perbatasan selama demonstrasi massal yang direncanakan.

Tentara mengatakan dalam selebaran yang dijatuhkan oleh jet Senin bahwa itu akan “bertindak melawan setiap upaya untuk merusak pagar keamanan atau membahayakan tentara IDF atau warga sipil Israel.”

Hamas yang berkuasa di Gaza mengatakan mereka mengharapkan puluhan ribu orang bergabung dalam pawai Senin, menunjukkan kemungkinan pelanggaran perbatasan.

Pawai itu adalah bagian dari kampanye untuk menghancurkan blokade perbatasan satu dasawarsa di Gaza. Ini juga merupakan protes terhadap peresmian Senin dari Kedutaan Besar AS di Yerusalem (Baitul Maqdis).

Sejak Maret, 42 demonstran Palestina telah gugur dan lebih dari 1,800 terluka oleh tembakan tentara Israel.*/Sirajuddin Muslim

Sumber : Hidayatullah.com 

Yusril: Teror Bom Jangan Mengalihkan Perhatian Kita dari Masalah Politik dan Kesulitan Ekonomi

Yusril: Teror Bom Jangan Mengalihkan Perhatian Kita dari Masalah Politik dan Kesulitan Ekonomi


10Berita, Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Prof Yusril Ihza Mahendra mengimbau, teror bom jangan membuat perhatian kita beralih dari kesulitan ekonomi dan lengah dengan persoalan politik yang menjadi agenda nasional, yaitu Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Masyarakat, menurut Yusril, jangan memalingkan perhatian dari kesulitan ekonomi yang tengah melilit bangsa ini. Kurs dolar, kata Yusril, yang terus menekan rupiah dan beban utang negara kian hari makin mencemaskan.

“Ini yang perlu diperhatikan, jangan kita dialihkan dengan adanya aksi teror sekarang. Rupiah semakin ke sini semakin mencemaskan bangsa ini,” ujar Yusril dalam rilis yang diterima Salam-Online, Senin (14/5/2018).

Selain itu, aksi teror dapat memperluas rasa takut. Maka, ujarnya, masyarakat pun enggan ke luar rumah dan melakukan aktivitas-aktivitas ekonomi.

Jika keadaan ini berlanjut, maka menurut Yusril, perekonomian yang sudah lesu akan bertambah lesu, yang berpotensi meruntuhkan negara.

“Bagi masyarakat kecil yang cari uang sehari untuk makan sehari, isu teror bom yang bisa terjadi di mana saja, benar-benar menyusahkan. Apalagi lusa kita sudah memasuki bulan Ramadhan dan sebentar lagi lebaran.

“Bayangkan, puasa dan lebaran tidak punya uang, dampaknya akan luar biasa bagi masyarakat kecil dan menengah,” kata mantan Menkumham ini.

Oleh karenanya, ujar Yusril, meskipun kita harus meningkatkan kewaspadaan menghadapi serangan “teroris” dan bersatu padu melakukan perlawanan, “Namun jangan dilupakan adanya suasana yang kondusif agar beban hidup rakyat kecil tidak makin parah.”[] 

Sumber : salam-online.com

Tagar #PakdeJokowi2024 Jadi Trending Topik, Warganet: Astaghfirullah.. Di Saat Berduka Malah Kampanye 😱

Tagar #PakdeJokowi2024 Jadi Trending Topik, Warganet: Astaghfirullah.. Di Saat Berduka Malah Kampanye 😱


10Berita, Indonesia sedang berduka atas aksi biadab teroris yang rentetannya terjadi dari hari Minggu kemarin dan masih terjadi hari ini, Senin (14/5/2018).

Korban meninggal belasan, sedang yang luka-luka mencapai puluhan.

Namun, di saat duka nestapa, di sosial media Twitter malah tagar #PakdeJokowi2024 Jadi Trending Topik.

Entah siapa yang memulai tagar #PakdeJokowi2024 ini.

Tapi dari penelusuran sederhana, akun-akun yang awal-awal meramaikan adalah akun-akun pendukung Jokowi.

Diantaranya akun @FinaRifanila yang berkicau pukul 10.44 dengan isi "DilanJutkan #PakdeJokowi2024".

— Fina (@FinaRifanila) 14 Mei 2018

Akun @PrawathaAce berkicau pukul 10.45dengan isi "Kerja Hingga 2024 #PakdeJokowi2024".

— Prawatha (@PrawathaAce) 14 Mei 2018

Akun @FachryAgy berkicau pukul 10.45 dengan isi "Jokowi Untuk 2 Periode #PakdeJokowi2024".

— FAchri (@FachryAgy) 14 Mei 2018

Ketiga akun ini dan beberapa akun lain menampilkan foto yang sama Jokowi naik motor Choper dengan disertai tulisan "Dilan Jutkan 2019 2024".

Ada juga akun DPW NasDem Jateng yang meramaikan tagar #PakdeJokowi2024:

"Kemarin, Minggu (13/5), DPP Partai NasDem memberikan bantuan kursi Roda untuk para Difabel dan Suplemen balita bagi Guru PAUD se-Solo Raya, di Hotel Lor In, Solo.#NasDemPeduliDifabel #Solo #NasDemAntiMahar #PakdeJokowi2024#PesonaAsianGamesKlTA," kicau akun @nasdemjatengid.

— DPW NasDem Jateng (@nasdemjatengid) 14 Mei 2018

Juga akun @dani_prakosa86: "#PakdeJokowi2024 yang peduli cuman @jokowi yang lain buta mata buta hati."

— Dani Prakosa (@dani_prakosa86) 14 Mei 2018

***

Warganet yang lain banyak menyoroti tagar #PakdeJokowi2024 yang jadi TT di saat suasana duka akibat Terorisme.

@moko_reza"tak punya empati kau kaum ebong... berduka kau malah kampanye "

@BobbyDahni"jijik...lagi berduka gara2 ada rentetan peristiwa bom, knp di trending topik ada hashtag #PakdeJokowi2024 ??? yg bikin ga punya empati #ShameOnYou"

@NugrohoAme"Edan bangsa di dera kecemasan malah sempet bikin hashtag #PakdeJokowi2024"

Bahkan Pakar Telematika Abimanyu Wahyu Hidayat (@Abaaah) ikut menyoroti:

"Ya ampun, suasana sedang berduka, kok ini malah kampanye di Sosmed 😱," kata @Abaaah.

— Rezza Prambudi (@moko_reza) 14 Mei 2018


jijik...lagi berduka gara2 ada rentetan peristiwa bom, knp di trending topik ada hashtag #PakdeJokowi2024 ??? yg bikin ga punya empati #ShameOnYou

— Bobby Dahni Resja (@BobbyDahni) 14 Mei 2018


Dengan hormat, pak @jokowi harap bapak membuat pernyataan untuk meredakan hastag #PakdeJokowi2024 sebab bangsa kita ini sedang berduka pak. Dan masih banyak teroris yang hidup di negeri ini.

— Rizky Arief Maulana (@rizkyarief575) 14 Mei 2018


— Toblerone♔ (@NugrohoAme) 14 Mei 2018


— Abah (@Abaaah) 14 Mei 2018


Astagfirullah....
Bangsa lagi berduka akibat teror, kalian ga malu masih kampanye #PakdeJokowi2024 ?

— ζΘΘИ ρ๑ℓïㅜïς๑ท . (@Imaduddinaziz) 14 Mei 2018


#PakdeJokowi2024 promosi blh tpi liat sikon doang -_- takut ga menang ap di promosiin mulu klo emang kerja nya bagus ya pasti ke pilih lgi ama rakyat ini mah lgi kya gini mlh promosi -_-

— Reja Si Santai (@rejakilat) 14 Mei 2018


Semakin Yakin Ganti PRESIDEN
Apakah negara semakin Aman?
Situasi lagi kaya gini cebong malah bikin hestek #PakdeJokowi2024
Akhirnya gua ikutan yakin kalau gua pengen #2019GantiPresiden #CebongTobatYuk! pic.twitter.com/tYaIEUqX2h

— Haris Kurniawan (@harisrachman12) 14 Mei 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Bom dan Skenario Sang Sutradara

Bom dan Skenario Sang Sutradara


10Berita, Bummm… Bom meledak. Ramai-ramai mengutuk. Meledak lagi, ramai-ramai mengutuk lagi. Kutukan berjama’ah. Diawali ucapan belasungkawa kepada keluarga para korban. Wartawan banjir undangan Pers Conference dan Release Pers. Sejumlah tokoh dan pimpinan ormas buat pernyataan. Sudah semestinya. Wajib dan harus. Itu bagian dari sense of humanity. Etika persaudaraan. Lalu, ledakan bom berhenti? Tidak! Masih ada cerita di halaman dan jilid berikutnya.

Bom akan terus meledak. Sampai kapan? Sampai ledakannya tak lagi efektif jadi alat kepentingan. Kok nuduh? Bukan. Cuma ingin bicara lebih cerdas dan substansial. Lalu, kepentingan siapa? Nah, kalau itu kalimatnya menuduh.

Simulasinya sederhana. Ada momentum yang tepat, petakan tempat dan siapkan narasinya. Lalu, bom diledakkan. Dimana intelijennya? Kok gak terlacak? Jangan tanya! Tak sesederhana itu. Masalahnya sangat kompleks. Bagi siapa? Pakai nanya lagi.

Polanya selalu sama. Bom meledak. Di tempat ibadah, atau di pusat keramaian. Media ramai, dan rakyat ribut. Investigasi, tak lama kemudian pelakunya tertangkap. Nama-namanya teridentifikasi. Pimpinannya si Anu. Si Anu jadi terkenal. Populer layaknya artis Holywood. Diburu sebagai target. Saatnya tiba, si Anu digrebek dan ditembak. Mati, dan ketemu Sang Bidadari. Ngayal! Dan terus begitu polanya. Tak berubah.

Apa targetnya? Gak pernah jelas. Setidaknya bagi orang awam. Hanya samar-samar kedengaran suara: perang di negara kafir. Jihad melawan bughat. Ingin mati sahid. Makin gak jelas lagi.

Bom itu soal nalar. Ketika nalar kepentingan bertemu nalar kebodohan, bom menjadi alat efektif untuk sebuah tujuan. Tepatnya, sebuah kepentingan. Kepentingan apa?

Pertama, untuk menyerang kelompok tertentu. Stigma dibuat, opini diciptakan, terorisme dan radikalisme didesign narasinya. Umat Islam jadi terdakwa. Cap ekstrimis nempel di jidatnya. Satu ormas dengan ormas lain saling serang. Beda pilihan politik dapat lahan pertempuran. Celana cingkrang, jidat hitam, jenggot panjang dan cadar dibawa-bawa. Jadi aksesoris ledekan. Apa hubungannya? Lalu, image muncul: ajaran Islam itu membahayakan. Hehehe. Kerja yang sempurna!

Kedua, untuk menciptakan suasana tidak aman. Kesan konflik dimunculkan. Rasa takut dikondisikan. Untuk pengalihan isu? Ah, ada-ada aja. Tapi memang, dolar naik lepas pantauan. Kemenangan oposisi Malaysia sejenak terlupakan. Hasil survei balon presiden terabaikan.

Demi merawat anggaran? Anggaran siapa? Bisa siapa saja. Atau untuk menggeser suara dan elektabilitas seseorang? Jangan su’udhan. Gak baik. Bisa-bisa jadi delik aduan. Tapi, kalau dipikir, masuk akal juga. Apalagi, pendaftaran pilpres hanya tinggal beberapa bulan. Agustus sudah dekat.

Publik curiga. Jangan-jangan, bom bunuh diri memang bukan tunggal nalarnya. Nalar bidadari atau nalar surgawi. Tapi, bagian dari sekian banyak nalar yang terkait dan saling membutuhkan. Yang satu butuh bidadari, yang lainya butuh duniawi. Bisa jadi kecurigaan itu benar. Bom tidak berdiri sendiri. “Dependent variable”. Seperti puzzle, saling melengkapi kebutuhan.

Atas nama agama? Itu soal strategi. Di dalam agama, ada ideologi dan fanatisme. Lebih mudah menemukan dan melatih aktornya. Gampang goreng isunya. Enak jualannya. Besar peluang cari dananya. Terutama bagi mereka yang suka memancing ikan di air keruh.

Rakyat mulai belajar. Pelan-pelan dibuat sadar. Bosan mengutuk para pelaku. Ada yang bilang: para pelaku hanya pion yang dilatih untuk jadi korban. Mereka bukan orang-orang penting dari sebuah tragedi melo drama ledakan. Para aktor tak lebih dari para pengeja bidadari surga. Cukup bidadari surga. Tak terlalu minat bidadari dunia. Mungkin bidadari dunia besar ongkosnya. Bidadari akhirat? Gratis! Asal mati sahid. Oh ya? Adakah mati sahid dalam kutukan umat Islam?

Para aktor patuh pada sekenario dan catatan sang sutradara. Siapa Sang Sutradara? Tak pernah terungkap. Penuh misteri dan senyap. Hanya Almarhum Gus Dur, satu sosok yang bernyali membongkar gelap.

Marah rakyat mulai mengarah kepada sang sutradara. Pembuat dan penyedia sekenario ledakan. Tapi, anonim. Tak ada identitas pada mereka. Hanya spekulasi dan duga-duga. Tapi, jelas arahnya.

Para analis bilang, mereka bukan orang biasa. Tidak sembarangan manusia. Kelompok profesional yang terlatih, berpengetahuan soal teori, dan berpengalaman soal strategi.

Boleh jadi mereka adalah agent. Teroris jadi barang jualan untuk memperbesar pendapatan. Siapa saja bisa pesan. Termasuk pihak luar negeri yang gencar jual senjata dan bicara HAM..

Layaknya barang dagangan, makin berisiko dan banyak korban, harga pasti menyesuaikan. Siapa? Jangan tanya lagi. Jawabnya gelap dan senyap. Setidaknya bagi orang awam. Anda orang awam?

Yang pasti, rakyat jadi korban. Aparat lalu dikecam karena dianggap keteledoran. Negara “dikesankan” tak aman. Sang sutradara “anonim” tetap sembunyi dan tak ketahuan. Pesanan terus mengalir, dan keuntungan bisa dinikmati hingga untuk anak cucu tujuh turunan. Besar sekali? Begitulah kira-kira yang tercatat di sekenario Sang Sutradara. 

Penulis: Tony Rosyid

Sumber : PORTAL ISLAM

RR Tegur Jokowi Gegara Dana CSR BUMN Buat Kampanye

RR Tegur Jokowi Gegara Dana CSR BUMN Buat Kampanye

10Berita – Mantan Menko  dan Sumber Daya, Rizal Ramli, berharap Presiden Joko Widodo segera mencopot Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno.

Penggantian Menteri BUMN itu harus dilakukan demi mengembalikan BUMN sebagai badan usaha yang mempebesar penghasilan negara.

Hal tersebut diutarakan Rizal Ramli atau RR dalam diskusi bertema “Nasib Perusahaan Plat Merah Di Bawah Kebijakan Rini Soemarno”, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (13/5) siang.

Pria yang juga pernah menjabat Menko Perekonomian itu mengaku kecewa dengan kinerja perusahaan-perusahaan negara di bawah pengawasan Rini. Seharusnya BUMN memperbesar penghasilan negara karena mereka didukung penuh oleh pemerintah. Dukungan pemerintah inilah yang tidak sepenuhnya diterima pihak swasta.

“Harusnya percepat ekonomi, malah jadi beban. Setoran ke negara juga kecil. Kenyataannya bagaimana? Pertama, sudah pasti dikasih proyek; kedua, uang pasti dapat pinjaman dari pemerintah. Seharusnya menguntungkan,” ujar RR.

RR juga menyesali sikap Presiden Jokowi yang belakangan ini cenderung membiarkan kemerosotan kinerja BUMN. Selain itu, Jokowi justru memanfaatkan corporate social responsibility atau CSR BUMN untuk bahan kampanye.

“BUMN melalui CSR jadi alat kampanye Jokowi secara sistematis. Ini tidak benar, Mas Jokowi. Mohon maaf, ini belum waktunya kampanye. Dan saya pikir kinerja Menteri BUMN ini payah,” kritik Rizal. (rmol)

Sumber : rmol

Indonesia, Bersatulah

Indonesia, Bersatulah

Oleh: Savitry ‘Icha’ Khairunnisa
Kontributor Islampos, Tinggal di Norwegia

10Berita, BEBERAPA hari ini kita tersentak dengan berita pengeboman di beberapa lokasi gereja di Surabaya. Kejadian mengerikan sekaligus mengherankan yang tak pernah terdengar sebelumnya di Surabaya.

Arek Suroboyo itu, meski terkenal dengan karakternya yang “Bonek”, kasar, selalu berbicara dengan nada tinggi, dan gampang naik darah (meski tidak semua), tidak asal main bom begitu saja. Apalagi mengebom rumah ibadah, di hari ibadah umat beragama tersebut pula. Keterlaluan dan ngawur sekali itu.

Kalaupun Arek Suroboyo melakukan pengeboman, itu dulu di zaman Perang Kemerdekaan. Kejadian pengeboman mobil Brigjen Mallaby yang kemudian memicu meletusnya Perang Surabaya yang dikomandoi Bung Tomo.

Tapi pengeboman rumah ibadah apalagi melukai masyarakat sipil? Itu bukan Arek Suroboyo. Itu bukan Islam.

Sebagai orang Surabaya, saya tahu betul keadaan tanah kelahiran tercinta itu. Lihat foto ini. Lokasinya di kawasan tempat tinggal orangtua saya dulu di Pagesangan. Yang berkubah hijau itu adalah Masjid Nasional Al-Akbar. Bangunan cantik beratap cokelat di dekatnya adalah Gereja Katolik Paroki Sakramen Mahakudus.

Pemandangan seperti ini banyak di seantero Surabaya.

Gereja berdekatan dengan masjid. Kelenteng yang lokasinya nggak jauh dari Kampung Arab di Ampel, dan sebagainya.

Selama puluhan tahun, atau mungkin bisa ditarik hingga ratusan tahun ke belakang, belum pernah sekalipun terjadi gesekan antarumat beragama di Surabaya, apalagi sampai menggunakan cara kekerasan dan menyasar masyarakat secara acak seperti hari ini.

Paling banter kalau di Surabaya itu insiden carokan antarwarga etnis Madura yang memang banyak di sana.

Selebihnya, Surabaya bisa dibilang aman tenteram gemah ripah loh jinawi. Masyarakat Surabaya yang sangat heterogen bisa hidup berdampingan secara damai dan harmonis.

Maka kalau ada yang berusaha merusak ketenteraman itu, sangat terkutuklah mereka. Ingin mencoreng nama Islam yang cinta damai, mengusik kedamaian warga, menciptakan friksi antarumat beragama, dan membuat kita semakin terpecah-belah.

Dan memang saya rasakan langsung di salah satu grup Whatsapp dan di berbagai media sosial. Pagi ini pembicaraannya nggak jauh-jauh dari mengutuk perbuatan pengeboman. Sebagian merutuki tingkah sebagian umat Islam yang dipandangnya “mabuk agama”, mengomeli sebagian ulama yang menurutnya mengajak pada ekstremisme.

Dalam hal ini, maksud dan tujuan pelaku teror sudah tercapai. Masyarakat semakin terbelah. Belum lagi yang membagikan foto-foto korban penuh darah dan sebagainya. Taktik adu domba dan menebar rasa takut yang sukses.

Ayolah, jangan sampai kita terjebak terus dalam arus saling benci, saling merasa diri paling benar, dan betah untuk terus menerus berada dalam kotak dan kubu yang berlabel seperti sekarang.

Islam itu cinta damai. Ingat bagaimana Salahuddin al-Ayyubi memperlakukan dengan sangat hormat umat dan rumah ibadah Kristen dalam Perang Salib. Juga Mehmet al-Fatih yang menjaga betul kehormatan Hagia Sophia dan masyarakat Kristen Konstatinopel pada tahun 1453.

Para founding fathers Indonesia dari berbagai agamapun menunjukkan teladan yang sangat baik bagaimana bahu-membahu memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan dari tangan penjajah.

Tugas kita hanya menjaga dan meneruskan apa yang sudah dibangun susah payah untuk negeri ini. Membuat Indonesia maju sebagai bangsa dan jadi negara yang bisa bersaing secara global.

Dan usaha itu tidak akan berhasil bila kita tidak mau bersatu. Tidak mau kompak.

Semoga masyarakat Surabaya tetap waspada dan tak ada serangan susulan. Semoga siapapun pelaku dan otak pengeboman itu segera terungkap dan dihukum seadil-adilnya. Semoga kita masyarakat Indonesia di manapun berada tetap bersatu karena kecintaan pada tanah air.

Karena pada dasarnya orang Indonesia cinta damai dan selalu ingin hidup harmonis, tanpa memandang agama dan keyakinan hidup yang berbeda.

Salam damai. []

Haugesund, 13 Mei 2018

Sumber : Islampos.

BIADAB! Faizal Assegaf FITNAH PKS Terlibat Bom Surabaya, Warganet NGAMUK: INI TERORIS YANG SESUNGGUHNYA!

BIADAB! Faizal Assegaf FITNAH PKS Terlibat Bom Surabaya, Warganet NGAMUK: INI TERORIS YANG SESUNGGUHNYA!


10Berita, Aksi teror bom di sejumlah gereja di Surabaya kemarin Ahad, 13 Mei 2018 lalu masih jadi sorotan media.

Namun di tengah keributan tersebut, ada seorang pendukung Jokowi yang justru memancing keributan dengan menuduh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki keterlibataan atas kejadian tersebut.

"Mestinya Polri & pemerintah bertindak tegas, awasi kantor PKS di seluruh Jawa Timur.

Selidiki dugaan keterlibatan kader & loyalis PKS atas teror bom Gereja di Surabaya.

Jgn lengah, sikap nyinyiran mrk di medsos telah memicu aksi teroris makin agresif bertindak biadab !

*FA*" tulis Faizal Assegaf, Ahad, 13 Mei 2018.

Mestinya Polri & pemerintah bertindak tegas, awasi kantor PKS di seluruh Jawa Timur.

Selidiki dugaan keterlibatan kader & loyalis PKS atas teror bom Gereja di Surabaya.

Jgn lengah, sikap nyinyiran mrk di medsos telah memicu aksi teroris makin agresif bertindak biadab !

*FA*

— Faizal Assegaf (@faizalassegaf) May 13, 2018


Warganet pun berkomentar.

Dibilang terorisme itu rekayasa marah. Namun tega nuduh PKS, FPI, HTI atau kelompok Islam yg dibenci menebar, mendukung terorisme. Padahal tak sekalipun ada anggota PKS, HTI, FPI yg jadi teroris. Fitnah" itu utk apa?. Saat bangsa ada masalah hrsnya kita bersatu, hapus perbedaan.

— RedDragonAlert👀 (@HariesRegar) May 13, 2018


— #2019GantiPresiden❤ComeTrue (@sailordreamer) May 14, 2018


— ⓛⓞⓚⓐⓛ (@anonLokal) May 13, 2018


— Negri Seterah (@RestyCayah) May 13, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Foto: Dua Belas Truk Kebanggaan Industri Otomotif Rusia

Foto: Dua Belas Truk Kebanggaan Industri Otomotif Rusia

Petrouhin/Sputnik

10Berita, Beberapa truk Rusia merupakan tiruan kendaraan Barat, tapi model mereka lebih unik.

1. AMO-F-15

Y. Andriyanov/Sputnik

Merupakan truk Soviet pertama, AMO-F-15 muncul pada 1924 dan dibuat dari model FIAT 15 Ter Italia. Ia merupakan dasar dari bus Soviet pertama dengan nama yang sama, dan juga mobil lapis baja pertama yang diproduksi massal, BA-27.

2. GAZ-AA

Sergey Pyatakov/Sputnik

GAZ-AA diproduksi pada 1932 dan mencontoh truk Amerika Ford-AA dengan beberapa perubahan. Dengan hampir satu juta kendaraan yang diproduksi (sekitar 985 ribu), GAZ-AA adalah truk paling sering terlihat di jalanan Uni Soviet pada paruh pertama abad ke-20.

3. ZIS-5

Y. Andryanov/Sputnik

Ini adalah truk Soviet pertama yang diekspor secara massal, dimulai pada 1930-an. Truk ini secara luas dijual ke Spanyol, Afganistan, Irak, Romania, negara-negara Baltik, dan lain-lain. Selama Perang Patriotik Raya, truk ini merupakan kendaraan utama Tentara Soviet, baik yang di garda depan mau pun belakang.

4. GAZ-51

ShinePhantom/Wikipedia

Selama hampir 30 tahun, (1946 - 1975) 3,48 juta unit truk diproduksi, menjadikan GAZ-51 truk paling umum di Uni Soviet dari 1950-an hingga 1970-an.

5. ZIS-150

Jeka3000/Wikipedia

ZIS-150 mengingatkan pada International Harvester K-7. Kabinnya memang mencontoh truk Amerika tersebut, tetapi bagian lain merupakan desain asli insinyur Soviet.

6. ZIL-130

V. Kozlov/Sputnik

Salah satu truk paling sukses dan populer dalam sejarah industri otomotif Soviet. Handal dan tangguh, ZiL-130 diproduksi selama lebih dari setengah abad, dari 1962 hingga 2014.

7. KrAZ-255

Vitaly V. Kuzmin

Truk 6x6 Soviet ini digunakan untuk keperluan sipil dan militer. Ia sangat populer di kalangan pasukan Teknik — ia mampu membantu membangun jembatan ponton dan menggali tanah.

8. GAZ-66

Vitaly V. Kuzmin

GAZ-66 adalah jawaban Uni Soviet untuk truk Mercedes-Benz Unimog milik Jerman. Tidak seperti kebanyakan truk Soviet lainnya, kendaraan ini jauh lebih halus. Namun, kekurangan utamanya ia tak bisa mengangkut banyak barang.

9. KAMAZ-5320

U. Dvoriannikov/Sputnik

Truk pertama yang dirancang oleh KAMAZ, 5320 dianggap sebagai truk yang paling populer dari produsen mobil terkenal tersebut.

10. Ural-4320

Alex “Florstein” Fedorov

Selama banjir tahun 2005 di New Orleans, AS, operasi penyelamatan dilakukan terutama oleh truk-truk Ural-4320 milik Angkatan Laut Meksiko. Truk-truk Amerika gagal melintasi jalanan kota yang tertutup banjir.

11. BelAZ-75501

U. Ivanov/Sputnik

Diperkenalkan pada 1991, BelAZ-75501 menjadi truk angkut terbesar dan terakhir di era Soviet. Raksasa ini memiliki tinggi lebih dari enam meter, panjang 15 meter, dan lebar delapan meter, dan dapat membawa beban sebanyak 280 ton.

12. KAMAZ-54901

KAMAZ

Meskipun truk Rusia terbaru — KAMAZ-54901 — menggunakan beberapa bagian mesin dari Mercedes-Benz Actros, ia akan memiliki harga 20 persen lebih murah dibanding truk Jerman itu.

Tahukah Anda bahwa pada 1958, mobil Rusia GAZ-69 menjelajahi hamparan pasir dan gunung berapi Pulau Jawa selama 50 hari?

Sumber :UC News