OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 04 Juli 2018

Wakil Ketua DPR: Dalam Setengah Tahun, Sudah 5 Kali BBM Naik

Wakil Ketua DPR: Dalam Setengah Tahun, Sudah 5 Kali BBM Naik

10Berita – Wakil Ketua DPR Fadli Zon ikut menanggapi kenaikan harga BBM non subsidi per 1 Juli 2018 kemarin.

Menurutnya, kenaikan harga BBM untuk kelima kalinya sepanjang tahun 2018 ini adalah bukti bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo tidak memiliki pola dalam penyusunan kebijakan harga BBM.

“Dalam 6 bulan terakhir saya mencatat sudah lima kali harga BBM dinaikkan. Tapi kenaikan itu tak ada polanya,” ujar Fadli dalam keterangannya, Rabu (4/7).

Fadli memaparkan, sebelumnya, pemerintah menyatakan akan meninjau harga jual BBM setiap tiga bulan sekali. Sekarang yang terjadi tiap bulan bisa terjadi kenaikan harga BBM.

“Bahkan, pada rentang 13 Januari hingga 24 Februari lalu, tiap minggu ada kenaikan harga BBM,” sesalnya.

Saat ini, tambah Fadli, pemerintahan Jokowi sudah menjadi importir minyak. Jumlah lifting minyak pada 2018 menurut SKK Migas diperkirakan sekitar 769.795 barel per hari (BPH). Sementara jumlah konsumsi BBM sekitar 1,6 juta bph.

Namun, itu bukan alasan untuk melepas harga BBM pada fluktuasi harga pasar. Fluktuasi bisa memunculkan ketidakpastian.

“Nah, pemerintah harusnya mengintervensi ketidakpastian tersebut. Jangan lepas tangan,” tegasnya.

Dulu, kata Fadli, ketika harga minyak anjlok, pemerintah menurunkan harga BBM. Namun besarannya sangat kecil.

“Kini, giliran harga minyak naik, masyarakat dibiarkan menghadapi fluktuasi harga yang terus berubah tiap bulan. Ini kan tidak fair,” cetus politisi Gerindra. ()

Sumber :rmol

Erdogan ‘Magnet’ Menyatunya Dunia Islam

Erdogan ‘Magnet’ Menyatunya Dunia Islam


Erdogan ‘Magnet’ Menyatunya Dunia Islam

Oleh: Teuku Zulkhairi, M.A.
Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

SETELAH runtuhnya imperium Utsmaniyah satu abad silam, relatif tidak ada lagi pemimpin bagi Dunia Islam. Negeri-negeri muslim tercerai berai. Dan usaha menuju persatuannya selalu mendapat kendala yang sangat berat. Para penyeru persatuan dunia Islam tidak jarang bernasib tragis. Saat dunia Islam dalam ketertindasannya, negeri-negeri lain justru terus bergerak maju.

Uni Eropa secara tidak langsung menasbihkan dirinya sebagai penaung bagi umat Kristiani. Rusia dan Cina bagi komunis. India bagi kaum Hindu. Amerika melindungi Yahudi dan juga Kristiani. Sementara Islam dan kaum muslimin, relatif tidak ada lagi yang menaungi peradabannya. Peradaban Islam yang besar pun hancur berkeping-keping.

Ketertindasan umat Islam juga diperkuat oleh fakta tidak adanya perwakilan negeri muslim dalam daftar negara pemegang hak veto di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Kondisi ini diperparah oleh keberadaan para pemimpin boneka Barat di negeri-negeri muslim. Mereka tidak membela rakyatnya, tapi justru melawan rakyatnya sesuai skenario asing.

Kondisi ini mengakibatkan negeri-negeri muslim terus-menerus terzalimi oleh kekuatan dunia yang menindas. Peradaban Islam menjadi semakin lemah. Tidak ada yang bisa membela secara maksimal saat umat Islam terjajah, baik di Palestina, Afghanistan, Irak, di Arakan (Myanmar), Crimea, Afrika, dan di berbagai belahan dunia lainnya. Kondisi umat Islam persis seperti anak-anak yang kehilangan ayahnya. Tidak ada tempat mengadu dalam dunia yang semakin menindas.

Tidak pernah padam

Dalam kondisi ini, gerakan menuju kebangkitan Islam sebenarnya tidak pernah padam. Seruan menuju kebangkitan Islam terus bergaung di seantaro negeri. Umat Islam yang secara meyakinkan telah menerima sistem demokrasi sebenarnya selalu mampu memenangkan banyak pesta demokrasi jika digelar secara jujur dan adil.

Kita menyimak bagaimana politik Islam selalu dominan di banyak negeri muslim. Seruan kebangkitan Islam terus bergema baik di Mesir, di Maroko, Turki, Aljazair, Pakistan, Tunisia, Malaysia, Indonesia, Turki, Sudan, Malaysia dan sebagainya. Ini menandakan bahwa upaya menuju kebangkitan Islam dan mewujudkan persatuan dunia Islam tidak pernah pudar.

Masalahnya, dari sejumlah negeri muslim ini, umat Islam menghadapi berbagai persoalan domestik yang tidak mudah. Kudeta militer yang disponsori asing, praktik korupsi, ketertinggalan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing, dan berbagai persoalan akut lainnya. Maka jangan heran, jangankan untuk berbicara narasi peradaban Islam di level dunia, malahan mereka harus berkutat pada wacana-wacana dasar yang tidak mampu memberikan kontribusi bagi dunia.

Akibatnya, suara dunia Islam kian tak terdengar. Sebagai contoh, kita menyaksikan bagaimana tanah Palestina sejengkal demi sejengkal dicaplok Israel, sehingga saat ini hanya menyisakan Jalur Gaza dan Tepi Barat yang sempit. Dan parahnya, pencaplokan itu sampai saat ini terus berlangsung. Umat Islam disana terus menerus dihina. Apalagi, umumnya pemimpin dunia Islam hanya bisa diam membisu. Mereka tidak berani bersuara.

Berharap pada Erdogan


Dalam kondisi seperti ini, sangat logis jika dunia Islam menaruh harap pada Turki di bawah kepemimpinan Erdogan. Bukan saja karena alasan sejarah, namun juga faktor track record kepemimpinan Erdogan. Turki memang belum menjadi negara kuat selevel dengan Amerika, Cina dan Rusia. Tapi Erdogan sadar keunggulan peradaban Islam dan sejarah agung bangsanya. Maka suatu hari ia mengatakan, “Peradaban besar yang pernah runtuh harus dibangun kembali di atas puing-puing keruntuhannya”.

Erdogan juga sadar orang-orang yang terzalimi di seluruh dunia berada di belakangnya. Rakyat senantiasa mendukungnya dalam kondisi apapun. Bahkan rakyatnya rela mengorbankan nyawa saat menggagalkan kudeta militer yang disponsori FETO (Fethullah Gulen Organization). Maka berbekal kekuatan iman dan Islamnya, Erdogan terus maju menjadi pemimpin muslim yang paling keras bersuara membela negeri-negeri Islam.

Berbekal keberhasilan pembangunan di negerinya, Turki juga terus begerak membantu negeri-negeri muslim di berbagai belahan dunia, dari Afrika sampai ke Asia lewat berbagai NGO-nya seperti IHH, TIKA dan sebagainya. Di dalam negeri, Turki juga merawat lebih dari tiga juta pengungsi Suriah yang lari dari perang.

Bahkan, saat sejumlah negara Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UAE) akan “menyerbu” Qatar sesuai skenario Israel, Turki dengan sigap mengirim pasukannya untuk mengantisipasi kemungkinan buruk ini. Erdogan juga terus mengajak dunia Islam bersatu. Ia juga menyuarakan reformasi PBB.

Suatu ketika ia mengatakan, dunia yang luas ini tidak bisa diatur hanya oleh lima negera pemegang hak veto di PBB, yaitu Amerika, Rusia, Cina, Prancis dan Inggris. Erdogan melihat tidak adanya negara muslim dalam daftar negara pemegang hak veto telah menyebabkan dunia yang sangat sewenang-wenang kepada umat Islam. Hal semacam ini nampak tidak pernah disuarakan pemimpin dunia Islam lainnya.

Setelah ia diumumkan terpilih sebagai Presiden Turki dalam pilpres Senin kemarin, Erdogan mengucapkan sebuah kalimat yang mengindikasikan kekuatan akidahnya. Merespons teriakan “Berdirilah tegak rakyat ini bersama Anda” oleh pendukungnya, Erdogan seperti dilansir kantor berita Anadolu Agency mengatakan, “Kalian tak usah khawatir, kami belum (pernah) membungkuk di hadapan kekuatan apapun di dunia ini, kami hanya tunduk di hadapan Allah dalam ruku’ dan sujud.” Semua mata muslim tertuju kepadanya. Sebab, Erdogan sukses memanfaatkan jabatannya untuk membangun negerinya dan memberikan sumbangsih besar bagi eksistensi peradaban Islam.

Semakin masyhur


Dari realitas di atas, tak heran jika nama Erdogan semakin masyhur di negeri-negeri muslim. Sebelum Pilpres di Turki, sejumlah politisi Pakistan lintas partai berjanji akan meniru kebijakan Erdogan dalam perumusan kebijakan pembangunan negerinya jika partai mereka memenangkan pemilu pada 25 Juli nanti, seperti dilansir Harian Daily Sabah.

Untuk menggaet pemilih, sebagian diantaranya memposting foto mereka dengan Erdogan di akun twitter-nya, seperti yang dilakukan Shehbaz Sharif, adik mantan PM Pakistan, Nawaz Sharif. Para pengkhutbah selama khutbah Jumat di Masjid-masjid di Islamabad, Karachi, Lahore, Peshawar, Quetta, dan kota-kota lain, dikabarkkan juga memuji kebijakan pro-pengungsi Erdogan.

Dari Malaysia, setelah Erdogan kembali terpilih menjadi Presiden Turki, sanjungan tinggi untuk Erdogan datang dari Anwar Ibrahim yang koalisi Pakatan Harapan pimpinannya sukses memenangi pemilu beberapa waktu lalu. Dikutip dari The Star, Anwar menyebut kemenangan Erdogan juga merupakan kejayaan bagi dunia Islam dalam menggambarkan wajah Islam modern dan progresif yang mencakup perubahan tanpa mengorbankan nilai-nilai iman dan ajaran-ajaran mendasar Nabi. Anwar yang akan memimpin Malaysia selepas Mahatir Muhammad adalah sosok yang sangat menyukai Erdogan dalam berbagai statemennya.

Pemimpin Bosnia Bakir Izetbegovic juga memiliki penilaian istimewa kepada Erdogan. Dilansir Harian Yeni Safak, suatu ketika dalam sebuah pertemuan penting ia mengatakan bahwa Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan merupakan seorang mentor bagi umat Islam, sebuah fakta yang membuatnya tidak disukai di Barat.

Bakir juga mengatakan, Erdogan tidak terlalu disukai di Barat, karena Erdogan merupakan pemimpin besar yang telah lama ditunggu-tunggu umat Muslim.

Kecintaan kepada Erdogan juga ditunjukan muslim lainnya di berbagai penjuru dunia sampai ke Afrika. Ini menandakan, Erdogan kian menjadi magnet untuk menyatunya dunia Islam. Dunia Islam kian menunjukkan prospeknya menuju persatuan dan kebangkitan.

Tentulah ini harapan yang wajar karena persatuan sendiri sangat ditekankan dalam ajaran Islam. Kita berharap, para pemimpin di negeri-negeri yang memiliki populasi muslim besar lainnya agar bisa mengikuti langkah Erdogan, sehingga kelak satu persatu persoalan dunia Islam akan bisa terselesaikan. Dan Islam akan menjadi pemimpin bagi dunia. Amin ya Allah.

30 Juni 2018

Sumber:  http://aceh.tribunnews.com/2018/06/30/erdogan-magnet-menyatunya-dunia-islam

Mulai Malam Ini, Begal dan Jambret yang Melawan Akan Ditembak Mati di Tempat

Mulai Malam Ini, Begal dan Jambret yang Melawan Akan Ditembak Mati di Tempat

10Berita, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis instruksikan anak buah agar menembak mati pelaku jambret yang melakukan perlawanan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, jajaran Polda Metro telah meningkatkan pengamanan.

Peningkatan pengamanan setelah terjadi kasus penjambretan di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, yang menewaskan penumpang ojek online.

“Seandainya ada perlawanan, perintah Bapak Kapolda lakukan tindakan tegas dan terukur, ini enggak bisa ditawar-tawar, kalau melakukan perlawanan kepada petugas,” kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (3/7/2018).

Satu bulan ke depan, ucap Argo, seluruh wilayah Polda Metro Jaya tingkat Polres akan melakukan operasi sekala besar menyisir titik rawan jambret dan begal yang meresahkan masyarakat.

“Berlaku mulai nanti malam, perintahnya adalah melakukan penangkapan terhadap begal dan jambret,” ucap Argo.

Sumber: tribunnews.com

Juli 2018. Seluruh Pegadaian Konvensional Madura Beralih ke Syariah

Juli 2018. Seluruh Pegadaian Konvensional Madura Beralih ke Syariah

Pegadaian konversi outlet ke syariah. Dok/pegadaian - Pegadaian konversi outlet di Madura ke syariah

10Berita, MADURA –PT Pegadaian terus membesarkan bisnis syariahnya. Kini pemain gadai milik pemerintah ini secara resmi mengonversi Pegadaian konvensional ke Pegadaian syariah di seluruh Madura.

Direktur Utama Pegadaian Sunarso bilang bahwa mulai 1 Juli 2018 ini seluruh outlet perusahaannya di Madura dikonversi menjadi syariah. Sehingga nanti pelayanan Pegadaian yang ada di Madura sebanyak 87 unit semuanya syariah, tidak ada yang konvensional.

Lebih lanjut Sunarso mengatakan, berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh tim Pegadaian, motif nasabah datang ke Pegadaian yang selama ini lebih banyak motif benefit. “Sedangkan di Madura seimbang antara motif benefit dan motif syar’i. Selain itu dari sisi religius hampir semua alias 99,4% penduduk Madura beragama Islam,” kata dia dalam keterangan tertulis, Senin (2/7/2018) dilansir Kontan.co.id.

Dalam kesempatan yang sama, Pegadaian Syariah juga menyerahkan sertifikat Rahn Hasan kepada 250 nasabah. Rahn Hasan merupakan bentuk syariah dari Gadai Prima konvensional. Keduanya menawarkan pinjaman dengan nominal mulai dari Rp 50.000 sampai Rp 500.000. Tenor pinjaman selama dua bulan dan bisa diperpenjang.

Produk Gadai Prima kovensional tanpa bunga, sedangkan Rahn Hasan tanpa biaya pemeliharaan (mu’nah). “Rahn Hasan adalah produk Pegadaian yang bisa menjangkau mahasiswa dan masyarakat menengah ke bawah yang selama ini belum tersentuh layanan perbankan, jadi kami harapkan layanan ini bisa membantu mereka dan juga meningkatkan rasio inklusi keuangan di Indonesia,” kata Sunarso.

Sebelumnya Sunarso bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin berkunjung ke pesantren-pesantren di Jawa Timur termasuk pesantren di Madura. Saat itu, para santri dan kiai mengemukakan aspirasi mereka agar dapat difasilitasi layanan gadai syariah.

K.H. Ma’ruf Amin menyambut baik apa yang telah dilakukan Pegadaian Syariah, dia mengibaratkan institusi-institusi syariah seperti bus, dan para ummat seperti penumpang bus. Jumlah armada bus syariah sudah sangat cukup, tetapi kenapa jumlah penumpangnya tidak bergerak dari angka 8%.

“Semoga ke depan masyarakat makin paham dengan keberadaan Pegadaian Syariah, yang bisa dijadikan sumber pembiayaan, menggantikan pembiayaan konvensional. Sebagai negara dengan mayoritas muslim, Indonesia sangat ketinggalan dalam penyerapan dana dari keuangan syariah. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkat lebih besar lagi,” ungkapnya.

Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia dinilai memiliki potensi menjadi  negara dengan kekuatan ekonomi yang besar dibandingkan China. Sementara itu potensi industri halal dan keuangan syariah global diprediksi tembus US$ 6,38 triliun di 2021.

Total aset keuangan syariah Indonesia (tidak termasuk saham syariah) saat ini telah mencapai  Rp1.133,23 triliun atau tumbuh 27%. Lebih tinggi dari pertumbuhan industri  keuangan konvensional. Potensi industri halal dan keuangan syariah global  diprediksi tembus di angka US$ 6,38 triliun pada tahun 2021. (mr/kontan)

Sumber :Kontan 

SALUTE! Ini Baru Namanya Presiden RI

SALUTE! Ini Baru Namanya Presiden RI


10Berita, Ini baru yang namanya Pemimpin... BERANI TAMPIL sendiri mengumumkan kenaikan harga BBM. SALUTE!

"Inikan menyangkut hajat hidup orang banyak, sesuatu yang sulit. Dalam situasi yang sulit seperti ini pemimpinnya harus hadir, jangan malah menghindar," kata Jokowi di Mata Najwa.

SUMPAH
👉 ini pemimpin yg gw idam2kan, siap tampil mengambil RESIKO ketika sudah menyangkut HAJAT hidup orang banyak! Keren 👍

Bapak Presiden Jokowi, tolong DISIMAK pemaparan bapak dalam video clip ini!🙏

Simak videonya... VIDEO JADUL..

[video]

SUMPAH
👉 ini pemimpin yg gw idam2kan, siap tampil mengambil RESIKO ketika sdh menyangkut HAJAT hidup orang banyak! Keren 👍

Bapak Presiden Jokowi, tolong DISIMAK pemaparan bapak dalam video clip ini!🙏

👉 RT and Like masif bro, spy didengar oleh RI1 😃#2019GantiPresiden pic.twitter.com/4x1u2wMtmw

— ㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ ㅤ ㅤㅤㅤ (@RajaPurwa) 3 Juli 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

FPI Ajak Umat Islam Turun Aksi Bela Keadilan

FPI Ajak Umat Islam Turun Aksi Bela Keadilan


10Berita, JAKARTA , Ketua Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) KH. Sobri Lubis mengajak umat Islam ikut Aksi Bela Keadilan Penegakan Keadilan di depan Bareskrim Mabes Polri, Jumat, 6 Juli 2018.

"Mengajak kaum Muslimin dan muslimat yang peduli dengan keadilan agar bersama-sama kami ikut turun dalam Aksi Bela Keadilan dalam penegakan hukum," kata Shobri dalam video seruannya, Jakarta (3/6/2018).

Menurut Shobri, aksi akan dilakukan dari masjid Istiqlal setelah melaksanakn shalat Jumat, kemudian menuju gedung Kementrian Dalam Negeri dan Bareskrim Mabes Polri.

"Shalat Jumat berjamaah di Istiqlal lanjut Long March ke Bareskrim Polri dan Kementerian Dalam Negeri,"ujarnya.

Shobri menegaskan aksi tersebut bertujuan menuntut Kementrian Dalam Negeri membatalkan atau menarik pelantikan Plt.Gub.Jawa Barat yang melanggar perundangan-undangan yang berlaku.

"Untuk menuntut aneka macam pelanggaran-pelanggaran dilakukan Kementerian Dalam Negeri seperti pelantikan Pak Iwan Bule sebagai Gubernur Jawa Barat, itu juga melanggar undang-undang,"katanya.

Aksi Bela Keadilan juga menuntut penanganan proses hukum  terhadap terlapor Viktor Laiskodat, Cornelis , Ade Armando  serta Guntur Romli terhadap penodaan agama Islam dan tokoh ulama  serta ujar kebencian yang diduga dilakukan para terlapor.

Shobri berpendapat sangat banyak kasus-kasus penghinaan terhadap agama Islam lainnya tidak pernah diproses dan disentuh oleh hukum.

"Oleh karena itu, kami mengajak kepada segenap orang-orang yang peduli dengan penegak hukum dan keadilan untuk sama-sama turun menyelamatkan Indonesia, mengingatkan ketidakadilan penguasa agar cepat menegakkan keadilan,"tandasnya. (bil/)

Sumber : voa-islam

JEBRET!! Unggah Video Ini, Warganet Tabok TELAK BNPT yang Sebut OPM Tak Bawa Agama

JEBRET!! Unggah Video Ini, Warganet Tabok TELAK BNPT yang Sebut OPM Tak Bawa Agama


10Berita, Semakin memanasnya tensi politik pasca pilkada serentak 2018 dan menjelang pilpres 2019 mendatang diperparah dengan semakin masifnya pergerakan aktivis Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Hal ini membuat pernyataan Direktur Deradikalisasi BNPT Prof. Dr. Irfan Idris, MA  mengenai OPM mencuat kembali.

Dalam diskusi “BNPT Bincang Damai” di kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Kamis 19 Maret 2015 silam, Irfan menyebut bahwa OPM tidak diberi label teroris karena tidak membawa agama.

Tetapi, ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh OPM adalah tindakan yang mungkin saja melebihi dari teroris. Hal ini ia nyatakan karena pergerakan OPM ditangani oleh aparat-aparat khusus, bukan BNPT.

“Jelas mereka (OPM) itu teroris. Namun bedanya mereka tidak membawa-bawa agama dalam perjuangannya.  Sehingga tidak multitafsir dalam pergerakan OPM. Dan OPM pun ditangani oleh aparat-aparat khusus dalam segala tindakannya,” jawabnya

Namun, pernyataan Idris dibantah keras oleh warganet. Dalam sebuah video yang diunggah di media sosial, terlihat jelas pemimpin OPM berorasi dengan menyebut OPM adalah Laskar Kristus.

Berikut videonya.

Beberapa hari yg lalu, BNPT menyatakan bahwa OPM bkn TERORIS krn OPM tdk membawa² agama saat menjalankan aksinya.
Mungkin BNPT blm melihat video ini.
Saya ingin tahu, apa komentar BNPT setelah melihat video ini.

Mungkin jawabannya : OPM BUKAN ISLAM..?

Cape deh..!
*TepokJidat pic.twitter.com/rwVGhTQ8E4

— 💗 Anastasia M. Suzanna 💗 (@AnnaSuezann) July 3, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Ulama dan Dai Rumuskan Langkah Wujudkan Persatuan Umat

Ulama  dan Dai Rumuskan Langkah Wujudkan Persatuan Umat

Ustaz Muhammad Zaitun Rasmin

Foto: ROL

Ratusan dai dan ulama dari berbagai negara ambil bagian dalam upaya tersebut.

10Berita , JAKARTA -- Ulama dan dai dari 20 negara menghadiri Pertemuan Dai dan Ulama Internasional ke-5 di Hotel Grand Cempaka, Jakarta pada 3-6 Juli 2018. Pertemuan tersebut diselenggarakan Yayasan al Manarah al Islamiyah, Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara, dan Pemerintah Provinsi  DKI Jakarta.

Ketua Umum Ikatan Ulama dan Dai Asia Tenggara, KH Zaitun Rasmin mengatakan, dalam Pertemuan Dai dan Ulama Internasional tahun ini akan banyak membahas tentang persatuan. Jadi tema utamanya persatuan dan harmoni. Tema tersebut diambil karena saat ini umat Islam sedang membutuhkan persatuan.

"Tujuan diselenggarakannya pertemuan ini untuk memperkuat persatuan dan persaudaraan kaum muslimin, menguatkan pengetahuan para dai dan ulama, supaya para dai dan ulama berperan untuk mewujudkan persatuan dan perdamaian dunia," kata KH Zaitun kepada Republika di Hotel Grand Cempaka, Selasa (3/7).

Ia menerangkan, dalam Pertemuan Dai dan Ulama Internasional kali ini akan membahas bagaimana cara mewujudkan persatuan. Membahas tantangan yang dihadapi untuk mewujudkan persatuan. Serta membahas bagaimana supaya para dai dan ulama berinisiatif mewujudkan persatuan di tempatnya masing-masing.

Umat Islam Butuh Persatuan

Ia menyampaikan, para dai dan ulama peserta Pertemuan Dai dan Ulama Internasional berasal dari 20 negara di Asia, Afrika, Eropa dan Amerika. Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam yang ada di Indonesia juga semuanya diundang. Pertemuan para dai dan ulama ini akan menghasilkan rekomendasi untuk mewujudkan persatuan umat Islam.

"Akan menghasilkan rekomendasi dan langkah-langkah yang bisa dilakukan oleh para dai dan ulama di tempat masing-masing untuk mewujudkan persatuan dan harmoni," ujarnya.

Sebelumnya, Pertemuan Dai dan Ulama Internasional ke-4 dilaksanakan di Kota Padang, Provinsi Sumatra Barat pada 17-20 Juli 2017. Ratusan dai dan ulama dari berbagai negara menghadiri pertemuan tersebut.

Forum Ulama Internasional Rumuskan Persatuan Umat

Menurut KH Zaitun, hasil dari Pertemuan Dai dan Ulama Internasional tahun lalu nampak semakin berkembang jaringan para dai dan ulama. Mereka berusaha melaksanakan apa yang dihasilkan atau direkomendasikan dari pertemuan itu. Tahun ini pertemuan diselenggarakan lagi di Jakarta, itu menunjukan pertemuan tahun lalu cukup berhasil.

Sumber : Republika.co.id

Pakar; Jangan Berikan Anak Gadget Saat Sedang Rewel

Pakar; Jangan Berikan Anak Gadget Saat Sedang Rewel

10Berita –  Jaman sekarang kebanyakan dari orang tua tidak mau ambil pusing kalau anaknya sedang rewel. Mereka cenderung langsung memberikan gadget untuk menaklukkan sang anak. Masalah pun terselesaikan dengan mudah dan cepat. Namun, tahukah anda kalau hal ini tidak baik?

Kondisi ini sebenarnya merupakan kenyataan miris. Sikap orangtua memberikan gadget demi membuat anak lebih terkontrol. Namun mereka belum sadar akan bahaya smartphone yang akan ditimbulkan. Pasalnya hal ini akan berdampak buruk pada perkembangan emosi anak karena justru mereka cenderung kecanduan dengan gadget.

Ikatan Dokter anak Amerika Serikat (American Academy of Pediatrics) sangat menekankan para orangtua untuk tidak menggunakan teknologi sebagai cara untuk menenangkan atau menenteramkan emosi negatif pada anak.

“Dengan langsung ‘memperbaiki’ emosi anak dengan gadget maka ia tidak akan belajar bagaimana mengelolanya,” ungkap Megan Owenz, seorang psikolog anak, dikutip dari Motherly.

Secara khusus mereka menyatakan, “Kekhawatiran bahwa menggunakan media/gadget sebagai strategi untuk menenangkan, dapat menyebabkan masalah dengan pengaturan batas atau ketidakmampuan anak-anak untuk mengembangkan regulasi emosi mereka sendiri” .

” Pada dasarnya, anak-anak membutuhkan pengalaman merasakan emosi-emosi negatif yang ada. Hal itu membantu anak mengembangkan pengendalian diri dan akan sangat dibutuhkan dalam membentuk aspek kecerdasan emosinya,” ujar Owenz.

Bagaimanapun interaksi social dengan lingkungan sekitar adalah penting bagi anak. Hal ini akan sulit terjadi kalau anak sudah kecanduan dengan gadget yang telah diberikan oleh orang tuanya. Maka dari itu, lebih bijaklah untuk memberi gadget kepada anak.

Perlu diingat bahwa Mengontrol emosi merupakan komponen dari kecerdasan emosi yang sangat penting untuk diajarkan sejak dini. Yaitu kemampuan seseorang mengekspresikan emosi dengan baik. Artinya tak menyakiti diri sendiri dan orang lain. (mdk/ram)

Sumber : Merdeka.com

Ratna Sarumpaet, Perempuan Pemberani Yang Konsisten Bela Yang Lemah

Ratna Sarumpaet, Perempuan Pemberani Yang Konsisten Bela Yang Lemah


10Berita – Ratna Sarumpaet kembali menjadi sorotan publik setelah terlibat adu mulut dengan Menko Luhut Binsar Panjaitan di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (2/7/2018).

Ratna Sarumpaet -yang dimintai tolong oleh keluarga korban- menentang Pemerintah yang hendak menghentikan pencarian korban KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba pada 18 Juni 2018 lalu.

Terkait jumlah korban, data Badan SAR Nasional menunjukkan sampai saat ini 164 penumpang KM Sinar Bangun masih dinyatakan hilang. Sedangkan 21 orang dinyatakan selamat, dan tiga meninggal dunia. Namun, jumlah korban hingga kini masih simpang-siur karena ketiadaan data manifes kapal.

Di usianya yang sudah nenek-nenek, 69 tahun, Ratna Sarumpaet masih kukuh pendirian dan semangat membara serta tak punya nyali takut menghadapi pejabat selevel Luhut.

“Reflek Bu Ratna Sarumpaet ini mendampingi yang lemah.

Dia konsisten..

Saat penguasanya teman kita, tentu mengganggu.

Tetapi di saat yang berlawanan, kita bisa setuju.

Masalah ada di kita bukan di dia,” kata @mantriss, salah seorang pendukung Jokowi.

Ingata kasus MARSINAH? Ratna Sarumpaet lah yang sampai membuat naskah Marsinah Menggugat. Marsinah Menggugat adalah naskah drama karya Ratna Sarumpaet, berisi tentang monolog Marsinah yang berbicara dalam kematiannya, bercerita tentang perjuangan perjuangannya…

Apa sebenarnya yang menjadi ujung pangkal perdebatan antara Ratna Sarumpaet dengan Luhut Panjaitan.

Semoga Allah SWT selalu menjaga bunda Ratna Sarumpaet. []

Sumber : portalislam