OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 11 Juli 2018

Menghitung Peluang Prabowo-AHY

Menghitung Peluang Prabowo-AHY


10Berita,   Jokowi vs Prabowo, ibarat memutar “film lama” pilpres 2014, kata Jansen, salah satu ketua Demokrat. Tidak hanya Jansen yang menilai seperti itu. Banyak analisis dan pengamat politik punya nada yang sama. Prediksinya? Jokowi yang menang. Dua periode. Benarkah?

Apa alasan para analis dan pengamat politik itu? Pertama, saat Prabowo deklarasi, elektabilitas tak bergerak. Stagnan. Bahkan ketika dirivalkan dengan Jokowi, jaraknya jauh. Elektabilitas Jokowi melesat di atas 50%. Inilah yang membuat tim istana dan PDIP makin percaya diri. Karena itu, mereka mendorong Prabowo maju. Soal ini, tim Prabowo mesti jernih melihat data.

Kedua, sulit jualan Prabowo. Branding butuh track record calon. Tak ada sesuatu yang baru di jejak sejarah Prabowo selama lima tahun ini. Sementara Jokowi, punya kebanggaan infrastruktur sebagai prestasi pemerintahannya. Lepas dengan segala dinamikanya.

Ketiga, Prabowo terlalu senior dan superior untuk sebuah pengalaman. Tak mudah bagi tim untuk mendapatkan celah memberi masukan kepada Prabowo. Padahal, calon ibarat pengantin. Butuh designer agar tampil menawan. Sementara Prabowo terlalu apa adanya. Ceplas-ceplos dan spontan. Dalam politik, rawan blunder.

Apalagi jika disandingkan dengan AHY. Militer-militer. Maka, isu “otoriter dan militerisme”‘ dengan bumbu penembakan mahasiswa Trisakti akan jadi bahan gorengan yang sangat renyah.

Ah, itu kan analisis kecebong. Orang yang gak suka Prabowo maju. Takut kalau Prabowo jadi presiden. Itu tanda istana panik. Survei-survei itu bayaran, tak perlu didengar. Hehe… Para analis pasti tersenyum merespon komentar itu. Yang jelas, cara baca semacam ini justru membuat mata tak lagi tajam dan obyektif melihat data dan fakta.

Prabowo itu hebat. Negarawan, punya kemampuan, tak diragukan integritas dan nasionalismenya. Betul! Seribu persen betul. Tak banyak yang membantah soal ini. Tapi, elektabilitas tak linier dengan semua kelebihan itu. Banyak preman dan koruptor kalahkan ulama dan akademisi dalam pileg dan pilkada. Demokrasi di dunia politik punya dinamikanya sendiri. Masih belum paham? Hehe… Memang, perlu sedikit kecerdasan supaya tak gagal paham.

Penilaian di atas dibantah. Terutama oleh kader Gerindra dan para pendukung Prabowo. Alasannya? pertama, Jokowi sedang dalam keadaan lemah. Elektabilitasnya tak aman. Banyak kebijakan pemerintah dianggap menyusahkan rakyat. Terutama terkait ekonomi, hukum dan kedaulatan negara. Hampir separo rakyat, tidak hanya ingin, tapi bernafsu ganti presiden. Kedua, kekompakan koalisi empat partai, Gerindra, Demokrat, PKS dan PAN, plus dukungan ulama dan umat jadi faktor signifikan. Dianggap akan mampu mendorong elektabilitas Prabowo.

Mesin partai ketika berkolaborasi dengan “mesin umat” diprediksi akan mampu jadi tangga kenaikan suara Prabowo. Meski Prabowo lemah dari sisi ketokohan.

Benarkah empat partai akan kompak? Prabowo tak mau cawapres dari PKS dan PAN. Cawapres dari Demokrat? Kabarnya, Prabowo mau terima. Asumsi ini perlu dianalisis melalui dua pertanyaan. Pertama, apakah SBY ridho sang putra mahkota disandingkan dengan Prabowo? Beberapa kali SBY berujar siap koalisi dengan Gerindra jika capresnya bukan Prabowo. Apakah SBY berubah pikiran? Tak dapat dipungkiri, psikologi SBY labil jika menyangkut Sang Putra, AHY.

Yang perlu dihitung SBY adalah bahwa AHY itu kader masa depan Demokrat. Bersih, belum terkontaminasi, diminati, dan punya peluang besar. Elektabilitas sebagai cagub DKI luar biasa. Dekalrasi, langsung naik. Meski kalah karena faktor pengalaman. Diuji di cawapres, elektabilitasnya tertinggi. Ini potensi besar yang dimiliki SBY dan Demokrat. Jika salah kalkulasi dan gagal nyawapres, AHY tamat. Kedepan, nama AHY tak akan lagi diperhitungkan sebagai tokoh potensial. Dua kali kalah adalah track record yang buruk dan sulit upgradenya. AHY tak lagi punya peluang. Kecuali sebagai Ketum Demokrat yang tak lagi punya daya tarik.

Apakah memasangkan AHY dengan Prabowo itu pilihan tepat? Meragukan. jika Prabowo menang, itu berkah. Jika kalah? Karir AHY akan berakhir. SBY adalah sosok ayah yang dianggap berdosa dan bertanggung jawab atas hancurnya masa depan AHY. Sudah keluar dari karir militer, nyungsep di dunia politik.
Maka, menundanya demi menjaga potensi AHY di mata publik akan jauh lebih baik. Kecuali jika AHY dipasangkan dengan tokoh yang tingkat kemenangannya bisa diharapkan. Anies Baswedan atau Gatot Nurmantyo misalnya. Jauh lebih menjanjikan.

Kedua, jika AHY dipaksakan untuk dipasangkan dengan Prabowo, belum tentu PKS terima. Kabarnya, ada perjanjian tertulis antara Gerindra-PKS soal pilpres 2019. Perlu diklarifikasi isi kesepakatan itu. Tapi poinnya, tak mudah PKS bisa terima pasangan Prabowo-AHY. Sebab, PKS punya Aher dengan track record dan prestasi luar biasa. Akan dikorbankan untuk terima AHY yang 0% track recordnya di pemerintahan?

PKS adalah variable penting dalam koalisi. Sebab, pertama, PKS punya mesin partai yang solid dan efektif. Kedua, PKS punya kedekatan dengan ulama dan umat Islam. Saat ini, suara umat lagi diperhitungkan. Rugi jika mengabaikannya.

Prabowo-AHY, selain punya kendala koalisi, juga keraguan Demokrat, terutama SBY terhadap kekuatan suara Prabowo. Jika salah langkah, SBY akan merasa berdosa seumur hidupnya karena salah mendesign putra mahkotanya. Mengisi akhir hidupnya dengan dihantui rasa berdosa. Tak ada yang lebih menyakitkan dari perasaan itu.

Penulis: Tony Rosyid

Sumber :Portal Islam 

Jangan Merubah Sesuatu yang Sudah Jadi Ketetapan Allah

Jangan Merubah Sesuatu yang Sudah Jadi Ketetapan Allah


10Berita, BANDUNG  - Islam adalah Din yang Allah turunkan dimuka bumi ini sebagai penyempurna Din sebelumnya. Din itu adalah sistem tapi kebiasaan orang menyebut agama.

"Islam yang Allah turunkan adalah Islam yang turun di Arab karena Rasul yang dipilih Allah adalah Muhammad SAW penduduk Arab," kata Ketua Pagar Aqidah (Gardah) Suryana Nur Fatwa kepada voa-islam.com, Selasa (10/07).

"Sekarang muncul Islam Nusantara dengan praktek ibadat yang khas tapi menyimpang dari contoh Rasul, itu sangat jelas bahwa Islam Nusantara adalah sesat," lanjutnya mengomentari wacana Islam Nusantara yang beberapa waktu ini banyak dibicarakan masyarakat.

Bahkan, menurut Suryana, ada tokoh Islam Nusantara yang nyebut bahwa Islam yang dari Arab adalah penjajah.

"Berarti dia berlepas diri dari Islam yang Allah turunkan, berarti dia kafir karena berlepas diri dari Islam yang Allah turunkan, berpindah kepada Islam yang dibentuk manusia," ujarnya.

"Meski sama-sama Islam, tetapi berbeda, yang satu Islam yang haq dan yang satu yaitu Islam Nusanrara adalah Islam yang batil," tuturnya.

"Janganlah merubah sesuatu yang sudah jadi ketetapan Allah. Pagar Aqidah (GARDAH) mengecam munculnya Islam Nusantara," pungkasnya. [syahid/]

Sumber :voa-islam.com

Selasa, 10 Juli 2018

Pejabat Taiwan: Indonesia Perlu Belajar Dari Malaysia, Hati-hati Jebakan China

Pejabat Taiwan: Indonesia Perlu Belajar Dari Malaysia, Hati-hati Jebakan China

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menghadiri Konferensi Internasional tentang Masa Depan Asia di Tokyo, Jepang, 11 Juni 2018. REUTERS / Issei Kato

10Berita, Berbagai program kerjasama yang ditawarkan Republik Rakyat China (RRC) mesti dipelajari dengan lebih teliti. Sepintas, China seakan menawarkan kerjasama yang saling menguntungkan.

Tetapi pengalaman di sejumlah negara memperlihatkan bahwa kerjasama yang didorong ambisi China menciptakan blok One Belt One Road (OBOR) itu seringkali terbukti sebagai janji kosong, atau bahkan jebakan.

Dalam perbincangan tidak resmi dengan pimpinan media massa dari Indonesia yang berkunjung ke Taiwan atas undangan Kantor Ekonomi dan Perdagangan Taipei (TETO), seorang pejabat senior Taiwan mencontohkan kasus yang terjadi di Sri Lanka dan Malaysia.

"Sri Lanka sekarang menyadari bahwa bantuan yang diberikan mainland China selama ini harus mereka bayar dengan sangat mahal. Karena dibanjiri barang-barang China, Sri Lanka mengalami defisit perdagangan dan tidak bisa membayar utang. Pelabuhan Sri Lanka banyak yang kini dikuasai China," ujar pejabat tinggi Taiwan itu sambil meminta agar namanya tidak disebutkan, Senin (9/7/2018).

Kasus terbaru terjadi di Malaysia. Pemerintahan baru yang dipimpin Mahathir Mohamad menyadari ancaman OBOR China, dan kini tengah mengambil sejumlah langkah perbaikan.

"Indonesia perlu perlu mempelajari realita seperti di Malaysia ini, jangan sampai terjebak," sambungnya.

Contoh lain yang disampaikannya adalah kasus Costa Rica yang memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan pada tahun 2007 karena ingin mendapatkan investasi dalam jumlah besar dari China.

Kini Costa Rica justru mengalami persoalan ekonomi yang serius. Negara itu dibanjiri barang-barang China yang pada akhirnya mematikan industri Costa Rica.

Nasib serupa diramalkannya juga akan menimpa Burkina Faso yang baru-baru ini memutuskan hubungan diplomatik dengan Taiwan juga karena tergiur janji OBOR China.

Pejabat senior Taiwan itu menambahkan, negara-negara Eropa dan Australia kini juga sudah mulai bersikap tegas menghadapi manuver China.

Sementara itu, tujuh pimpinan media massa dari Indonesia juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Taiwan, Joseph Wu, di Taipei.

Dalam penyataannya Menlu Wu berharap hubungan Indonesia dan Taiwan akan semakin baik di masa depan.

Taiwan, sebutnya, kini memberikan perhatian khusus pada negara-negara anggota ASEAN dalam konteks New Southbound Policy (NSP) yang diperkenalkan Presiden Tsai Ing-wen dua tahun lalu.

"Indonesia adalah negara yang indah, memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia. Kami siap bergerak dan bekerjasama dengan Indonesia ke arah itu," ujar Menlu Wu.

Melihat kenyataan bahwa semakin banyak warganegara Indonesia yang kini menetap di Taiwan, sudah sepantasnya pelayanan publik Taiwan juga lebih bersahabat terhadap umat Muslim Indonesia.

Dari sekitar 260 ribu WNI di Taiwan, sebagian besar adalah pekerja migran dan umat Muslim. Pemerintah Taiwan, sebut Menteri Wu, sedang bekerja meningkatkan pelayanan publik agar lebih Moslem friendly. [RMOL]

Sumber : rmol

Felix Siauw: Momen Paling Indah

Felix Siauw: Momen Paling Indah


10Berita, Dalam dunia ini, ada banyak hal yang kita lalui tanpa kita ingat, tapi ada beberapa hal yang jadi benar-benar kita hargai, "moments we treasure", momentum yang selalu kita kenang sebab keindahan, kehangatan, dan apa yang dibangun selepas itu.

Dan momen ini adalah gabungan ke semuanya, persatuan untuk umat, pesan untuk berpegang teguh pada Al-Qur'an dan As-Sunnah. Dan komitmen untuk saling mendukung tanpa tercerai-berai.

Ini cinta pada Indonesia yang bukan hanya mengaku, ini cinta pada ummat bukan hanya klaim, ini cinta pada Allah dan Rasul-Nya melebihi segala, lebih dari dunia, apalagi hanya diri sendiri.

Doakan agar semua di gambar ini istiqamah, dalam berpegang pada Islam, menjadi penunjuk bagi ummat, dan bersama ummat menegakkan apa yang Allah turunkan berupa Al-Qur'an dan As-Sunnah 🙂🙂🙂

(Felix Siauw)

___
Sumber: dari fb Felix Siauw, PI

Layang-Layang Pejuang Palestina Sebabkan 33 Titik Api di Israel

Layang-Layang Pejuang Palestina Sebabkan 33 Titik Api di Israel

10Berita , Gaza – Sedikitnya 33 titik api tersebar di Israel selatan pada Senin (09/07). Kebakaran tersebut akibat serangan “layang-layang dan balon api” pejuang Palestina. Meski tak menimbulkan korban, serangan dengan senjata sederhana itu mampu memberi pukulan ekonomi bagi penjajah.

Kantor berita Turki, Anadolu Agency, melansir dari harian Israel Yedioth Ahronoth, mengatakan bahwa pihak berwenang berhasil memadamkan kebakaran. Tidak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut.

Menurut statistik terbaru Israel, kerugian ekonomi dari layang-layang api yang diluncurkan dari Jalur Gaza, sejauh ini berjumlah sekitar 8,5 juta shekel (2,5 juta dolar).

Pejuang Palestina mulai menggunakan layang-layang dan balon api pada bulan Mei sebagai protes terhadap pembantaian yang dilakukan tentara terhadap puluhan demonstran Palestina di dekat tembok perbatasan Gaza-Israel pada 30 Maret lalu.

Ribuan warga Palestina berkumpul di beberapa lokasi dekat tembok pemisah antara Jalur Gaza dan Israel. Mereka menuntut kembalinya pengungsi Palestina, yang terusir sejak 1948 oleh Israel, ke desa-desa dan kota-kota mereka. Mereka juga mendesak pembukaan pengepungan di Jalur Gaza.

Tentara Israel menghadapi aksi damai itu dengan kekerasan. Sedikitnya 137 warga Palestina dan ribuan luka-luka akibat perlakuan represif penjajah itu.

Sumber: Anadolu Agency, Kiblat.

Layang-Layang Pejuang Palestina Sebabkan 33 Titik Api di Israel

Layang-Layang Pejuang Palestina Sebabkan 33 Titik Api di Israel

10Berita , Gaza – Sedikitnya 33 titik api tersebar di Israel selatan pada Senin (09/07). Kebakaran tersebut akibat serangan “layang-layang dan balon api” pejuang Palestina. Meski tak menimbulkan korban, serangan dengan senjata sederhana itu mampu memberi pukulan ekonomi bagi penjajah.

Kantor berita Turki, Anadolu Agency, melansir dari harian Israel Yedioth Ahronoth, mengatakan bahwa pihak berwenang berhasil memadamkan kebakaran. Tidak ada korban jiwa akibat kebakaran tersebut.

Menurut statistik terbaru Israel, kerugian ekonomi dari layang-layang api yang diluncurkan dari Jalur Gaza, sejauh ini berjumlah sekitar 8,5 juta shekel (2,5 juta dolar).

Pejuang Palestina mulai menggunakan layang-layang dan balon api pada bulan Mei sebagai protes terhadap pembantaian yang dilakukan tentara terhadap puluhan demonstran Palestina di dekat tembok perbatasan Gaza-Israel pada 30 Maret lalu.

Ribuan warga Palestina berkumpul di beberapa lokasi dekat tembok pemisah antara Jalur Gaza dan Israel. Mereka menuntut kembalinya pengungsi Palestina, yang terusir sejak 1948 oleh Israel, ke desa-desa dan kota-kota mereka. Mereka juga mendesak pembukaan pengepungan di Jalur Gaza.

Tentara Israel menghadapi aksi damai itu dengan kekerasan. Sedikitnya 137 warga Palestina dan ribuan luka-luka akibat perlakuan represif penjajah itu.

Sumber: Anadolu Agency, Kiblat.

Pemuda Muhammadiyah: Menteri yang Jadi Caleg Sebaiknya Mengundurkan Diri

Pemuda Muhammadiyah: Menteri yang Jadi Caleg Sebaiknya Mengundurkan Diri

10Berita, JAKARTA—Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah mengharapkan agar Pemilihan Umun berjalan dengan menjunjung tinggi nilai integritas, untuk menjaga martabat demokrasi dan melahirkan kepemimpinan yang baik.

“Nilai itu harus menjadi dasar sejak awal hingga akhir proses tahapan pemilu berjalan,” ujar Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Ahmad Fanani kepada Islampos.com di Jakarta, Senin (9/7/2018).

BACA JUGA: PP Muhammadiyah Imbau Kandidat Kepala Daerah Tidak Lakukan Politisasi Agama

Ia menjelakan, saat ini proses pendaftaran caleg sudah mulai dilakukan. Caleg yang mendaftar, Ahmad mengingatkan harus bebas dari segala kepentingan penyelenggaraan negara agar tidak mengganggu kerja kerja pada saat caleg berkampanye.

“Termasuk bagi sapa saja menteri yang ingin mencaleg, lebih lebih yang bersangkutan adalah kader partai,” pungkasnya.

Dirinya menambahkan, proses kampanye sangat panjang bagi caleg, jika menteri tidak mundur maka dipastikan akan mengganggu kerja pemerintahan.

“Selain itu secara etika dan integritas menteri yang menjadi caleg sebaiknya mundur untuk menghindari konflik kepentingan antara kedudukan menteri dan kepentingan kampanye caleg sebagai kader partai,” tegasnya.

BACA JUGA: Muhammadiyah: Rancangan R-KUHP Abaikan Realitas Upaya Pemberantasan Korupsi

Ahmad mengungkapkan, Presiden Jokowi pernah mengisyaratkan bahwa menteri tidak boleh aktif dalam tugas partai, sedang menjadi caleg mensyaratkan bahwa yang bersangkutan aktif sebagai kader partai dan bertugas untuk memenangkan partai.

Meskipun secara materi substansi tidak tertulis dalam peraturan perundang undangan, namun, ia menekankan secara norma tuntutan menteri mundur karena caleg memiliki esensi yang sama, dengan ketentuan yang mengatur beberapa jabatan penyelenggara negara yang harus mundur karena menjadi caleg. []

REPORTER: RHIO

Sumber : Islampos.

Kaos #2019GantiPresiden dan #2019TetapJokowi Dijual Berdampingan, Ini yang Paling Laku

Kaos #2019GantiPresiden dan #2019TetapJokowi Dijual Berdampingan, Ini yang Paling Laku


10Berita – Menjelang pemilihan Presiden 2019, kios-kios di Pasar Tanah Abang ramai ditemui menjual kaos bertuliskan #2019GantiPresiden. Salah satu toko yang menjual kaos tersebut adalah Toko A&Me III Blok B lantai 3, Tanah Abang, Jakarta.

Namun ternyata, kios-kios tersebut tak cuma menjual kaos yang bertuliskan #2019GantiPresiden, namun juga kaos yang bertuliskan #2019TetapJokowi. Kedua frase yang saling bertolak belakang tersebut ditemui berdampingan dalam rupa kaos di kios yang menjual.

“Iya, ada tulisan itu juga. Tapi yang lebih sering dibeli adalah #2019GantiPresiden,” kata salah satu pedagang kaos di Tanah Abang, Elsa kepada detikFinance saat ditemui di lokasi, Senin (9/7/2018).

Kaos #2019TetapJokowi tersebut dijual dengan harga yang sama dengan kaos #2019GantiPresiden. Model tulisannya pun sama, dengan warna yang disuguhkan juga hitam dan putih.

Kaos tersebut dijual dengan harga Rp 35.000 untuk setiap piece. Sedangkan jika membeli lebih banyak bisa mendapat harga yang lebih murah.

Berdasarkan pantauan detikFinance, kaos tersebut tampak digantung berdampingan di display toko. Ada pula yang ditempatkan di sudut yang berlawanan.

Elsa bilang, penjualan kaos #2019GantiPresiden mulai ramai sejak dua bulanan yang lalu. Namun dia bilang, saat ini penjualan kaos #2019GantiPresiden hanya dibeli oleh satu atau dua orang saja setiap harinya.

“Yang beli nggak menentu, dan cuma satu-satu. Kalau ada yang beli saat ini, biasanya lusinan,” katanya. []

Sumber : detik

Bertemu GNPF-Ulama, PKS Siap Jalankan Aspirasi Ulama Soal Capres Umat

Bertemu GNPF-Ulama, PKS Siap Jalankan Aspirasi Ulama Soal Capres Umat


10Berita,  Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri menyambut kedatangan GNPF Ulama, Alumni 212, serta perwakilan ulama yang berkunjung ke kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (9/7/2018).

"Alhamdulillah kita kedatangan tamu-tamu dari orang-orang saleh, kami turut berbahagia dengan kedatangan saudara-saudara kami tersebut. Sehingga, beberapa dari mereka merasa PKS adalah rumah mereka," kata Habib Salim, seperti dilansir situs resmi PKS, Senin (9/7/2018).

Habib Salim menyampaikan kedatangan GNPF Ulama, Alumni 212 dan ulama lainnya selain untuk melakukan silaturahim juga untuk menyampaikan aspirasi dari umat untuk Pilpres dan Pileg mendatang.

"Mereka juga hadir untuk menyampaikan aspirasi dan saran kepada PKS. Agar tahun 2019 mendatang akan terjadi pergantian kepemimpinan nasional yang mampu membawa bangsa Indonesia jauh lebih sejahtera dan bermartabat lagi kedepan," lanjutnya.

Menurutnya, PKS adalah partai yang terbuka dan transparan kepada siapapun. Sehingga, lanjutnya, PKS akan menerima dan mendengarkan aspirasi yang datang dari masyarakat.

"Kita adalah partai yang cukup terbuka dan transparan. Sehingga hari ini, kita menerima dengan baik masukan dan saran dari GNPF Ulama dan Alumni 212 untuk memunculkan capres dan cawapres yang umat merasa memiliki," tambahnya.

Pertemuan tersebut diantaranya dihadiri oleh Ketua GNPF Ulama Yusuf Mahammad Martak, Ketua Umum Wahdah Islamiyah M. Zaitun Rasmin, tokoh Betawi Haikal Hasan, Ketua Persaudaraan Alumni 2121 Slamet Ma'arif, dan tokoh ulama lainnya.

Sumber : PORTAL ISLAM

Bertemu GNPF-Ulama, PKS Siap Jalankan Aspirasi Ulama Soal Capres Umat

Bertemu GNPF-Ulama, PKS Siap Jalankan Aspirasi Ulama Soal Capres Umat


10Berita,  Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri menyambut kedatangan GNPF Ulama, Alumni 212, serta perwakilan ulama yang berkunjung ke kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (9/7/2018).

"Alhamdulillah kita kedatangan tamu-tamu dari orang-orang saleh, kami turut berbahagia dengan kedatangan saudara-saudara kami tersebut. Sehingga, beberapa dari mereka merasa PKS adalah rumah mereka," kata Habib Salim, seperti dilansir situs resmi PKS, Senin (9/7/2018).

Habib Salim menyampaikan kedatangan GNPF Ulama, Alumni 212 dan ulama lainnya selain untuk melakukan silaturahim juga untuk menyampaikan aspirasi dari umat untuk Pilpres dan Pileg mendatang.

"Mereka juga hadir untuk menyampaikan aspirasi dan saran kepada PKS. Agar tahun 2019 mendatang akan terjadi pergantian kepemimpinan nasional yang mampu membawa bangsa Indonesia jauh lebih sejahtera dan bermartabat lagi kedepan," lanjutnya.

Menurutnya, PKS adalah partai yang terbuka dan transparan kepada siapapun. Sehingga, lanjutnya, PKS akan menerima dan mendengarkan aspirasi yang datang dari masyarakat.

"Kita adalah partai yang cukup terbuka dan transparan. Sehingga hari ini, kita menerima dengan baik masukan dan saran dari GNPF Ulama dan Alumni 212 untuk memunculkan capres dan cawapres yang umat merasa memiliki," tambahnya.

Pertemuan tersebut diantaranya dihadiri oleh Ketua GNPF Ulama Yusuf Mahammad Martak, Ketua Umum Wahdah Islamiyah M. Zaitun Rasmin, tokoh Betawi Haikal Hasan, Ketua Persaudaraan Alumni 2121 Slamet Ma'arif, dan tokoh ulama lainnya.

Sumber : PORTAL ISLAM