OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 12 Juli 2018

Kalau Jokowi Boleh, Kenapa Anies Tidak Boleh Nyapres?

Kalau Jokowi Boleh, Kenapa Anies Tidak Boleh Nyapres?


10Berita – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tidak pernah berjanji untuk menjabat sampai masa jabatannya habis di tahun 2022.

Hal itu dikatakan politikus Partai Gerindra, Muhammad Syafii, menanggapi wacana pencalonan Anies di Pilpres 2019. Ada yang mengusungnya untuk menjadi cawapres bagi Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto. Ada pula yang mendorongnya maju sebagai capres.

“Sah-sah saja kalau Pak Anies nanti dipilih oleh Pak Prabowo untuk mendampingi Beliau. Kami selaku kader  harus mendukung,” ucap Muhammad Syafii di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/7).

Anggota Komisi III DPR ini mengatakan, tidak ada yang salah bila Anies benar-benar maju ke Pilpres walaupun baru genap setahun menjabat Gubernur Jakarta.

Apalagi, sudah ada preseden sebelumnya yaitu ketika Joko Widodo dicalonkan PDIP ke Pilpres 2014 setelah baru setahun menjabat Gubernur Jakarta.

Ia tekankan lagi bahwa Anies tidak pernah bersumpah untuk menjabat gubernur Jakarta sampai masa jabatannya habis.

“Tidak ada sumpah itu (jadi gubernur hingga 2022). Sebelumnya juga sudah ada dan menang,” sindir Muhammad Syafii. []

Sumber :rmol

Sindir TGB, CEO AMI Grup: Sekarang di Masjid Dibolehkan Berbicara Politik, Alhamdulillah!

Sindir TGB, CEO AMI Grup: Sekarang di Masjid Dibolehkan Berbicara Politik, Alhamdulillah!


10Berita, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) akhirnya mau menjelaskan dukungannya ke Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 mendatang. Ada beberapa alasan mengapa mantan tim sukses Prabowo pada Pilpres 2014 itu pindah ke lain hati.

Menurut TGB, setelah pilkada serentak usai, dirinya merenung dan memikirkan ke mana dirinya akan memberikan dukungan di Pilpres 2019 mendatang. Nah, dalam renungannya itu dia memutuskan mendukung Jokowi pada Pilpres 2019.

"Saya sebagai anak bangsa berhak untuk menyampaikan dukungan saya," ujar TGB saat ditemui di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (8/7).

Lebih lanjut dia menjelaskan, memang dalam kemepimpinan Jokowi ada kekurangannya. Tapi, Jokowi memiliki kerja-kerja nyata. Misalnya, pembangunan insfrastruktur. Artinya dengan berbagai keterbatasan namun mampu menjawabnya.

"Meskipun dengan segala keterbatasan yang ada ya tetap harus apresiasi, dan ini (pembangunan infrastruktur) harus diselesaikan," kata politikus Partai Demokrat ini.

TGB mengatakan, di NTB saja yang tidak terlalu banyak permasalahannya, tetap dibutuhkan dua periode untuk menyelesaikannya. Apalagi, untuk mengurus Indonesia. Karena itu Jokowi memang perlu dua periode dalam menjadi Presiden Indonesia.

"Nah, sekarang perkerjaan sedang luar biasa, dan cukup pantas untuk memberikan kesempatan pada beliau dalam menuntaskan seluruh yang dikerjakan dari Sabang sampai Marauke. Tentunya dalam dua periode," tuturnya.

TGB juga sampai saat ini belum melakukan komunikasi dengan Partai Demokrat terkait dukungannya ke Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. TGB menegaskan dukungan ini bukanlah atas nama partai, melaikan dirinya sendiri.

"Saya belum bicara ke partai, karena memang ini sifat pribadi saya," pungkanya seperti dikutip jawapos.

Menanggapi hal itu, CEO Ami Grup, Azzam Mujahid Izzulhaq menyindir melalui akun twitternya.

"Sekarang, di masjid dibolehkan berbicara politik. Alhamdulillah. Terimakasih Jokowi" tulis Azzam beberapa waktu lalu.

Sumber : opini-bangsa.com

Kata Siapa Warga NTB Akan Dukung Jokowi?

Kata Siapa Warga NTB Akan Dukung Jokowi?


10Berita -Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai, langkah politik Zainul Majdi mendukung Joko Widodo di Pilpres 2019 belum tentu diikuti masyarakat Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Bisa saja terjadi split ticket voting. Walaupun Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi mendeklarasikan dukungan ke Jokowi, masyarakat NTB belum tentu ikut arahan haluan politik TGB,” ujar Pangi kepada JPNN, Rabu (11/7).

Meski demikian, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu mengakui peluang suara Prabowo tergerus di NTB lebih besar daripada sebaliknya.

Pasalnya, TGB punya pengaruh dalam menyakinkan umat dan masyarakat NTB. Karena figurnya sebagai Gubernur NTB periode 2008-2013 dan 2013-2018 cukup kuat. Selain itu, TGB juga menjabat Ketua Nahdlatul Waton, ormas Islam terbesar di NTB.

“Jadi, tak bisa dinafikan, senang atau tidak, suka atau tidak, harus diakui, bergabungnya TGB ke gerbong Jokowi menjadi insentif nyata dan mutlak bagi Jokowi. Modal awal dan tambahan bagi Jokowi,” katanya.

Selain itu, Pangi juga menduga langkah TGB mendukung Jokowi salah satu upaya membaca perkembangan politik. Jika respons kubu Jokowi cukup positif, peluang TGB menjadi cawapres maupun salah satu menteri nantinya, cukup besar. []

Sumber : jpnn

Terkait Kebebasan Ahok, Fahri: Jalani Hukuman di LP, Baru Adil

Terkait Kebebasan Ahok, Fahri: Jalani Hukuman di LP, Baru Adil


10Berita, JAKARTA -  Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah kembali mengkritisi perlakuan terpidana penista agama Islam, Basuki Thajahja Purnama alias Ahok yang tidak kunjung ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan (LP). Dan sejak Ahok tidak ditempatkan di LP, maka menurut Fahri lembaga hukum sudah memperlakukannya tidak adil dengan penerima hukuman lainnya.

“Usul saya, jalani hukuman di LP. Baru adil,” kata Fahri, saat mengomentari judul berita di salah satu media: “Dapat Bebas Bersyarat, Mengapa Ahok Ingin Bebas Murni? detik.id/6Vb8DK (https://twitter.com/fahrihamzah/status/1017210469306720256?s=21), Kamis (12/7/2018), di akun Twitter pribadi miliknya.

Terlebih, seperti ingin menunjukkan ketidakadilan saat Ahok, Fahri pun membeberkam laku yang diterima Ahok oleh lembaga hukum. “Foto-foto lagi ngobrol sama tahanan yang lain; lagi olahraga, lagi kerja bakti....jangan kayak di mako itu...sendiri dan ulang tahun...itu tidak adil.”


Namun usul tetaplah usul. Fahri lagi-lagi hanya posisi mengingatkan akan perlakuan yang diterima Ahok sejak menjadi terpidana dan bukan ditempatkan di LP. “Ini usul, ya...terserah kalau mau memelihara perasaan tidak adil...” (Robi/)

Sumber :Voa-islam.com 

Rakyat Argentina Turun ke Jalan Tolak Utang IMF

Rakyat Argentina Turun ke Jalan Tolak Utang IMF


10Berita – Ribuan warga Argentina turun ke jalan menentang kebijakan Presiden Mauricio Macri atas kesepakan pinjaman kepada International Monetary Fund (IMF).

Di masa lalu, Argentina menyatakan akan mengajukan banding terhadap perintah pengadilan AS yang menuntut pembayaran sebesar 1,3 miliar dollar AS (Rp 12,5 triliun) untuk kreditor asing yang memegang surat utang negara itu pasca krisis tahun 2001. Pemerintah Argentina diberi waktu hingga 15 Desember untuk menyelesaikan pembayaran ini, yang meliputi dua kali pembayaran gagal bayar utang tahun 2005 dan 2010. Namun Menteri urusan Ekonomi Hernan Lorenzino menolak perintah tersebut, karena menurutnya membayar “dana penjarah” adalah haram.

Argentina mengalami situasi gagal bayar surat utang senilai 100 miliar dollar (Rp 963 triliun) pada 2001, jumlah yang mencetak rekor tertinggi saat itu. Namun setelah 2003 perekonomian negeri itu mulai pulih, sehingga dana Moneter Internasional (IMF) setuju menggelontorkan utang baru. Sejak itu Argentina telah menata ulang jumlah utang raksasanya dua kali, dengan menukar surat utang baru pada para kreditor yang sebelumnya mengalami gagal bayar. []

Sumber :konfrontasi

Bank Dunia Tawarkan Utang Proyek LRT Melalui LBP

Bank Dunia Tawarkan Utang Proyek LRT Melalui LBP


10Berita – Bank Dunia menawarkan bantuan pinjaman kepada Indonesia untuk membangun transportasi perkotaan berbentuk kereta ringan (light rail transit) di empat kota yakni Medan, Bandung, Surabaya dan Bali.

Tawaran itu disampaikan oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dalam rapat koordinasi mengenai transportasi perkotaan yang digelar di Kemenko Kemaritiman Jakarta, Rabu (11/7). Turut hadir dalam rakor tersebut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

“Jadi, tadi ada ide bagus dari Pak Menko karena ada tawaran dari Bank Dunia untuk memberikan bantuan ‘loan’ (pinjaman). Nah kita tahu kota-kota besar di Indonesia penataan transportasinya belum maksimal, kita ambil kesempatan itu,” kata Budi yang ditemui seusai rakor.

Budi menjelaskan, pemerintah Indonesia akan mempresentasikan proposal tentang penataan transportasi perkotaan itu dalam Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Bali, Oktober mendatang.

Dari empat kota yang akan diajukan, tiga kota diantaranya telah memiliki proposal proyek yakni Medan, Bandung dan Surabaya.

“Ditambah lagi tadi usul Bali, jadi ada empat kota yang akan kita ajukan,” ujarnya.

Budi menambahkan, proyek di empat kota tersebut diperkirakan akan menggunakan skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Keempat kota ini akan menjadi proyek KPBU mengikuti KPBU yang sudah berlaku di LRT Jabodebek,” katanya.

Kendati demikian, Budi mengatakan usulan mengenai nilai investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan transportasi perkotaan di empat kota itu belum dapat disebutkan.

Selain masih tahap awal, pemerintah menekankan pentingnya untuk mengajukan proyek yang nyata dan solutif terutama untuk kota-kota besar dengan tingkat kepadatan tinggi.

“Nanti akan ada pertemuan mingguan lanjutan untuk membahas ini karena ini masih sangat awal,” katanya. []

Sumber : aktual

KAPOK PILIH JOKOWI

KAPOK PILIH JOKOWI


10Berita, Salah seorang pemilih Jokowi di Pilpres 2014 merasa telah dibohongi dengan Janji Jokowi dan menyatakan kapok pilih lagi Jokowi.

Pernyataan Pak @EMoorcy ini membalas pendukung Jokowi yang mengklaim 47 keberhasilan Jokowi.

"Gw pilih jokowi dulu krn doi janji mau balikin indosat. Tp nyatanya BOHONG!!! Kapok gw," ujar @EMoorcy di akun twitternya, Kamis (12/7/2018).

Warganet lain ikut menimpali...

"Weaalah abang kena kibul toh dulu...😂😂," komen @Ddipram.

‏"Alhamdulillah skrng gw sadar dan gk goblok lg. Temen2 gw ada yg goblok sampe skrng, wkwkwkwk," balas @EMoorcy.

Gw pilih jokowi dulu krn doi janji mau balikin indosat. Tp nyatanya BOHONG,,!!! Kapok gw

— edmorcy (@EMoorcy) 12 Juli 2018

Alhamdulillah skrng gw sadar dan gk goblok lg. Temen2 gw ada yg goblok sampe skrng,,, wkwkwkwk

— edmorcy (@EMoorcy) 12 Juli 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Masjid Radikal, Sebuah Narasi Menyudutkan Islam

Masjid Radikal, Sebuah Narasi Menyudutkan Islam

Oleh Chusnatul Jannah – Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban

 

10Berita, Tak hentinya umat Islam menjadi korban stigma negatif. Tuduhan intoleran, radikal, teroris hingga pelecahan terhadap simbol islam semacam adzan sudah dialami oleh umat Islam. Dan yang terbaru istilah radikal pada bangunan khas umat Islam yaitu masjid. Sebanyak 41 masjid yang ada di kantor pemerintahan sebagai tempat penyebaran paham radikal. Puluhan masjid ini berada di kementerian, lembaga negara, dan BUMN.Temuan ini merupakan hasil survei Rumah Kebangsaan dan Dewan Pengawas Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) sepanjang 29 September sampai 21 Oktober 2017, seperti dilansir liputan6.com.

Respon berdatangan dari umat Islam. Sekretaris Jenderal Dewan Masjid Indonesia (DMI), Imam Addaruquthni pun angkat bicara. Beliau meragukan hasil temuan P3M. Sebab. Menurut beliau ada kesalahan paradigma terkait paham radikal. Sikap kritis dan radikal harus dibedakan agar tidak ada kerancuan dalam menyikapi terorisme dan radikalisme. Banyak kalangan ulama yang masih meragukan hasil temua P3M tersebut. Dari pengunaan istilah ‘masjid radikal’ saja sudah ada unsur tendensius terhadap simbol ibadah umat Islam. Seakan-akan sumber radikalisme itu berada di masjid sebagai pusat penyebaran ide radikal.

Definisi radikal sendiri sebenarnya tidak pernah ada kata final. Oleh sebab itu, penafsiran terhadap radikalisme tergantung siapa yang menafsiri dan lebih mengerucut pada kepentingan apa yang hendak dicapai. Istilah terorisme dan radikalisme sebelumnya bermula dari peristiwa 9/11 tahun 2001 silam. Sejak Barat begitu gencar mempropagandakan ke seluruh dunia War On Terorism terlebih dunia Islam. Tujuannya satu. Memberi stigma dan labeling negatif terhadap umat Islam. Alhasil, muncullah gejala Islamofobia akut di Eropa dan dunia Islam. Gejala fobia ini pun ada di depan kita.

Indikasi radikal menurut Dewan Pengawas P3M, Agus Muhammad, dinilai dari materi khutbah yang disampaikan para khatib. Bahkan dibuatlah level masjid yang terpapar radikalisme. Ada level radikal rendah, sedang hingga tinggi. Semua narasi ini rasanya menggiring kita untuk beropini bahwa sumber ajaran radikalisme adalah Islam, sedangkan untuk yang lain belum tentu dikatakan  radikal. Contoh kecilnya adalah gerakan separatis semacam OPM di Papua. Tak pernah ada yang mengatakan mereka kelompok teroris atau radikal. Padahal gerakan mereka jelas secara nyata mengancam eksistensi negara, bersenjata pula.

Islam adalah agama rahmat. Islam melarang tindakan radikal dan teror. Bagaimana mungkin seperangkat aturan yang Allah SWT berikan untuk hambaNya mengajarkan radikalisme? Islam dengan syariatnya justru hadir sebagai solusi untuk masalah negeri ini. Menyelamatkan negeri dari cengkeraman kapitalis asing yang merampok kekayaan negara. Bila radikal yang dimaksud adalah memegang teguh prinsip syariat dalam kehidupan, bukankah seorang hamba memang wajib berpegang teguh pada agamanya? Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Telah menceritakan kepadaku dari Malik telah sampai kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Telah aku tinggalkan untuk kalian, dua perkara yang kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh dengan keduanya; Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya. (HR. Imam Malik). Apa yang salah dari prinsip hidup tersebut? Oleh karenanya, umat Islam jangan terjebak dengan istilah ciptaan Barat yang menginginkan kita melepaskan dan menjauhkan syariat Islam dari kehidupan.  Itulah tujuan besar mereka. Karena Islam selalu menjadi musuh kedzaliman dan penjajahan.

Sumber : Kiblat.

Pelemahan Rupiah, Klaim Menkeu UNTUNG Rp 8 Triliun, Ternyata BUNTUNG Rp 24,5 Triliun

Pelemahan Rupiah, Klaim Menkeu UNTUNG Rp 8 Triliun, Ternyata BUNTUNG Rp 24,5 Triliun


10Berita, RUPIAH terus merosot ke titik nadir... Namun pemerintah masih sempet-sempetnya ngeles dapat untung.

[Selasa, 10 Juli 2018]
Sri Mulyani: Pendapatan Negara Bertambah Rp 8 T dari Pelemahan Rupiah

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebut pendapatan negara akan bertambah Rp 8 triliun hingga akhir tahun dengan adanya pelemahan kurs tersebut.

Link: https://kumparan.com/@kumparanbisnis/sri-mulyani-pendapatan-negara-bertambah-rp-8-t-dari-pelemahan-rupiah-27431110790542469

PADAHAL...

Untuk meredam Rupiah yang terus melemah Bank Indonesia (BI) saja sudah menghabiskan setidaknya Rp 18,5 Triliun, bahkan yang diluar BI sudah mencapai Rp 42 Triliun.

[Rabu, 11 Juli 2018]
BI Sudah Habiskan Rp18,5 Triliun untuk Jaga Rupiah

Bank Indonesia telah menggelontorkan dana hingga Rp18,5 triliun untuk intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN), sejak awal tahun hingga saat ini. Hal ini dilakukan untuk stabilisasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) yang terus tertekan.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah menyebutkan, intervensi pada pasar sekunder sebanyak Rp18,5 triliun. Sementara, di pasar primer yang bukan dalam konteks intervensi BI telah mengelurkan dana Rp42 triliun.

Link: https://economy.okezone.com/read/2018/07/11/278/1921068/bi-sudah-habiskan-rp18-5-triliun-untuk-jaga-rupiah

UNTUK PLN saja Dirut PLN menyatakan pelemahan rupiah merugikan Rp 6 Triliun

[Rabu, 11 Juli 2018]
Pelemahan Rupiah, PLN Rugi Hingga Rp 6 Triliun

PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) selama awal tahun hingga Juni 2018 mengalami kerugian sebesar Rp 6 Triliun. Kerugian ini terjadi akibat adanya pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika.

"Ada kenaikan biaya Rp 1,3 triliun setiap kenaikan Rp 100 rupiah (penguatan dolar AS) jadi tambahan biaya biaya PLN. Kami estimasi rugi Rp 6 triliun," kata Direktur Utama PLN, Sofyan Basir di Gedung DPR, Rabu (11/7).

Link: https://www.republika.co.id/berita/ekonomi/migas/18/07/11/pbpc1w368-pelemahan-rupiah-pln-rugi-hingga-rp-6-triliun

BELUM LAGI DI DUNIA USAHA SWASTA...

Jeritan Pengusaha: Pelemahan Rupiah Lewati Batas Toleransi

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan & Minuman (Gapmmi) Adhi S. Lukman mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS itu sudah melampaui angka toleransi yang dipatok pengusaha makanan dan minuman.

"Kalau di APBN kan tahun ini asumsinya Dolar AS di Rp 13.000 sekian, toleransi kami di Rp 14.000, tapi sekarang sudah tembus lebih dari Rp 14.000 cenderung mau ke Rp 15.000. Meski sudah menguat sedikit, ancaman masih terjadi, dan sekarang kami masih berhitung, tetapi kalau sudah 15.000 mau tidak mau harga pasti naik," katanya di Jakarta, Sabtu (7/7/2018).

Link: https://www.cnbcindonesia.com/news/20180707132141-4-22416/jeritan-pengusaha-pelemahan-rupiah-lewati-batas-toleransi

TERUS BONG200 masih ngeyel DOLAR NAIK GAK NGARUH PADA RAKYAT???

Sumber : PORTAL ISLAM

Jangan Jadi Umat Baperan; Berkaca dari Kasus TGB

Jangan Jadi Umat Baperan; Berkaca dari Kasus TGB


10Berita, Langkah Dr TGH Zainul Majdi, Lc alias Tuan Guru Bajang (TGB) dengan memberikan dukungan kepada Jokowi untuk melanjutkan kepemimpinan Indonesia untuk kedua kalinya, menuai kontroversi di tengah masyarakat. Tidak sedikit yang mengecam tindakan cucu pendiri ormas Nahdhatul Wathan Lombok tersebut khususnya para alumni Aksi 212.

Bagi para alumni 212, dukungan TGB agar Jokowi kembali berkuasa untuk kedua kalinya, merupakan pengkhianatan terhadap aspirasi umat yang menginginkan agar 2019 nanti Indonesia bisa ganti presiden. TGB sendiri sepertinya tidak ambil pusing dengan banyaknya umat yang kecewa terhadap langkahnya itu bahkan dalam beberapa wawancara dengan media, TGB dengan tegas menyatakan jika dukungannya kepada Jokowi merupakan hasil perenungan yang dalam. Dan dia siap menanggung apapun risiko terkait dukungannya tersebut.

"Saya tetap pada posisi saya, putusan saya mendukung Bapak Jokowi," ucap TGB di Gedung ICMI, Jakarta, Rabu lalu (18/7/2018).

Dia mengakui pilihan yang diambilnya akan menimbulkan risiko. Namun begitu, dengan tegas ia menyatakan siap menghadapinya. "Kalau ada risiko atas pilihan itu, akan saya hadapi," paparnya.

Harus diakui apapun sikap serta pilihan politik yang diambil oleh TGB adalah hak beliau sebagai warga negara dan itu seharusnya dihormati. Akan tetapi ada hal yang mungkin tidak dipikirkan oleh TGB yaitu ekspetasi umat khususnya Alumni 212 yang sebelumnya sangat menyanjung-nyanjung TGB, apalagi TGB juga ikut dalam barisan aksi jutaan umat pada 2 Desember 2016 lalu untuk menuntut sang penista agama Ahok dihukum seberat-beratnya.

TGB mungkin lupa bagaimana antusiasnya umat menghadiri "safari dakwah" beliau di seluruh Indonesia. Itu karena apa? Yah tentu karena umat menganggap beliau sebagai ulama bagian dari Alumni 212, sosok yang berseberangan dengan rezim berkuasa dan salah satu tokoh harapan umat. Ditambah lagi beliau juga didukung oleh para alumni Al-Azhar untuk menjadi kandidat calon presiden pada pilpres 2019 mendatang. Tapi euforia dukungan itu sekarang berbalik menjadi hujatan terhadap beliau. Tidak sedikit yang menghujat TGB di media sosial dengan kata-kata yang buruk dan tidak beradab. Jelas umat kecewa kepada TGB, ditambah lagi umat banyak yang baperan dalam kasus ini.

Meminjam pernyataan Ustaz Bachtiar Nasir (UBN) ketika diminta tanggapannya terkait langkah TGB, dengan tegas UBN menyatakan TGB harusnya "stand with ummah" dan umat berhak marah karena bagi mereka tokoh yang di sanjung-sanjung itu harusnya susah senang, kalah menang namun tetap bersama mereka. Meski demikian, UBN menekankan bahwa apapun keputusan TGB, itu merupakan ijtihad politiknya dan harus dihormati sedangkan kita harus berlapang dada serta menghargai pilihan politiknya tersebut.

"Umat harus menerima perbedaan dengan sikap dewasa. Dan kalau ada di antara umat yang menghina TGB maka umat yang menghina tersebut meski harus diingatkan," tegas UBN beberapa waktu lalu.

Berkaca dalam masalah ini, terkadang kita sering memposisikan pihak lain sama seperti kita termasuk dalam kasus TGB. Efeknya apa? Jadilah kita umat yang dikit-dikit bawa perasaan padahal yang dibaperin enjoy saja. Kalau kata wartawan senior Bang Asyari Usman dalam kasus TGB ini bahwa yang namanya aktor politik adalah pemain politik. Pemain politik itu adalah orang-orang yang bermain-main dengan lika-liku politik. Dan orang yang bermain-main dengan politik itu, yah seperti TGB. Jadi biasa sajalah dalam melihat manuver yang dilakukan TGB.

"Cintailah orang yang kamu cintai sekadarnya. Bisa jadi orang yang sekarang kamu cintai suatu hari nanti harus kamu benci. Dan bencilah orang yang kamu benci sekadarnya, bisa jadi di satu hari nanti dia menjadi orang yang harus kamu cintai.” (HR. At-Tirmidzi no.1997 dan dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 178) [redaksi]

Sumber :Voa-islam.com