OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 30 Juli 2018

Prabowo Dijadwalkan Bertemu Ustad Abdul Somad Besok

Prabowo Dijadwalkan Bertemu Ustad Abdul Somad Besok


10Berita,  Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengungkapkan, Prabowo Subianto dan Ustad Abdul Somad akan segera bertemu. Rencananya, pertemuan Prabowo dan Abdul Somad dijadwalkan pada Selasa (31/7/2018) besok. Namun, Fadli belum bisa memastikan waktu dan lokasi pertemuan keduanya.

Nama Ustad Abdul Somad jadi satu dari dua nama yang direkomendasikan forum Ijtima Ulama GNPF dan tokoh nasional menjadi cawapres Prabowo. Satu nama lainnya yakni Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al-Jufri.

"Baik dari Pak Prabowonya maupun Ustadz Abdul Somad kita ingin bertemu dengan beliau supaya kenal dong kan ini direkomendasikan," kata Fadli di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta, Senin (30/7).

Prabowo, kata Fadli, ingin bersilaturahmi sekaligus mendengarkan pandangan dan gagasan Somad soal bangsa dan negara.

"Jadi kalau misalnya besok pak Ustaz Abdul Somad bisa ya kita ingin silaturahim dulu, mendengarkan pandangan-pandangannya seperti apa, pemikiran-pemikiran seperti apa. Direncanakan besok, tapi nanti kita lihat lagi jadwalnya," ujarnya.

Fadli mengakui dua nama cawapres yang direkomendasikan oleh ijtima ulama dan tokoh nasional mempunyai pengaruh besar dalam menentukan paket capres-cawapres. Sebab, rekomendasi tersebut berasal dari aspirasi ulama dan umat Islam.

"Ya tentu apa yang menjadi pemikiran ulama tokoh-tokoh masyarakat kan penting untuk didengar ini kan aspirasi rakyat juga aspirasi dalam hal ini umat islam dan para ulama itu yang mereka tentu mempunyai pengaruh yang besar. Saya kira penting untuk didengarkan," ujar Fadli.

Fadli menganggap meski belum teruji di survei, tapi rekomendasi ijtima ulama dan tokoh nasional tetap patut dipertimbangkan.

"Iya itulah namanya juga kan masukan, nanti kita pertimbangkan," tandasnya. []

Sumber :merdeka

Ini Alasan GNPF Ulama Tidak Capreskan Habib Rizieq Syihab

Ini Alasan GNPF Ulama Tidak Capreskan Habib Rizieq Syihab

10Berita – Aktivis 212 yang kini maju menjadi caleg PDIP, Kapitra Ampera, tidak mau terima hasil Ijtimak Ulama yang tak merekomendasikan pencapresan Habib Rizieq Syihab. Menjawab hal tersebut, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) menilai Habib Rizieq lebih baik tetap menjadi Imam Besar FPI saja ketimbang menjadi capres.

“Menurut saya, beliau (Habib Rizieq) lebih bagus dan lebih tepat sebagai Imam Besar,” ujar Ketua GNPF Ulama, Yusuf Martak, kepada detikcom, Senin (30/7/2018).

Menurut Yusuf, Kapitra bersikap demikian karena tidak hadir dalam sidang komisi bidang politik Ijtimak Ulama. Padahal dalam sidang itu, Habib Rizieq sudah berbicara perihal rekomendasi pencapresan.

“Semua peserta Ijtimak Ulama sudah mendengar langsung bahwa Habib Rizieq lebih memberikan kesempatan dan peluangnya kepada Prabowo Subianto. Habib Rizieq tidak punya keinginan maju menjadi capres,” kata Yusuf.

Sebagaimana diberitakan, Kapitra kecewa karena Habib Rizieq tak dicapreskan. Dia bahkan berencana mengadakan demonstrasi menolak rekomendasi Ijtimak Ulama.

Dia ingin Habib Rizieq lah yang direkomendasikan menjadi capres oleh Ijtimak Ulama, bukan Prabowo Subianto. Alasannya, Rizieq dipandang sebagai ulama yang mampu membawa kejayaan umat.

“Saya mau dipimpin orang-orang yang ngerti sama Islam, orang yang paham sama Islam dan aplikasikan Islam dalam keidupannya,” kata Kapitra saat konferensi pers di Hotel Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (29/7). (dtk)

Sumber : Eramuslim

DPD Minta Jokowi Setop Pengadangan Aktivis #2019GantiPresiden

DPD Minta Jokowi Setop Pengadangan Aktivis #2019GantiPresiden


TRIBUNBATAM
Massa yang mengadang kedatangan Neno Warisman dan rombongannya, membentangkan spanduk di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepri, Sabtu ( 28/07/2018).

10Berita -Ketua Komite III DPD RI, Fahira Idris, mengecam aksi pengadangan disertai ancaman yang diterima aktivis Gerakan #2019GantiPresiden, Neno Warisman, dan rombongannya di Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Sabtu-Ahad kemarin.

Kata dia, aksi yang bertujuan untuk menghalangi dan menggagalkan Deklarasi Gerakan 2019 Ganti Presiden di Kota Batam ini mencederai demokrasi, melanggar peraturan, dan meruntuhkan wibawa negara karena dilakukan di obyek vital yang harusnya dilindungi dari gangguan keamanan.

Presiden Jokowi diminta mampu menghentikan aksi-aksi pengadangan tersebut agar tidak terulang lagi.

“Bagi saya kejadian ini memalukan. Ini (pengadangan di bandara kepada tokoh yang kritis terhadap Pemerintah) bukan kali pertama terjadi. Saya harap Presiden Jokowi aware (sadar) terhadap kasus ini dan mengultimatum pendukungnya untuk setop mengadang tokoh-tokoh yang kritis. Kejadian seperti ini malah merugikan Presiden sendiri,” tukas Fahira Idris kepada hidayatullah.com di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/07/2018) lewat pernyataannya.

Senator atau Anggota DPD DKI Jakarta ini mengkhawatirkan ada paradigma yang keliru di benak para pendukung Jokowi, bahwa jika ada tokoh yang mengkritik Pemerintahan atau ada gerakan yang menyuarakan mengganti Presiden secara konstitusional lewat Pemilu 2019, adalah bentuk atau sikap anti Pancasila dan NKRI, radikal, bahkan dianggap penyebar SARA dan kebencian.

Padahal, kritik dan gerakan 2019 ganti presiden sebuah hal yang biasa dalam negera demokrasi bahkan dilindungi undang-undang.

“Saya khawatir paradigma ini yang ada di benak orang-orang yang menghadang Mbak Neno di Batam kemarin. Karena merasa membela Presiden dan menganggap yang mereka hadang orang yang anti NKRI, mereka merasa sah-sah saja demo dan melakukan pengadangan di bandara. Ini, kan, bentuk kegagalan berpikir. Makanya presiden harus ultimatum pendukungnya,” tegas Fahira.

Menurut Fahira, Gerakan 2019 Ganti Presiden secara konstitusional adalah sebuah bentuk kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat yang dilindungi konstitusi. Penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu) sendiri sudah menyatakan tidak ada aturan yang dilanggar dari gerakan ini.

“Otak dan pelaku pengadangan di bandara ini harus dihadapkan di depan hukum. Karena jika tidak, saya yakin, kejadian demo dan pengadangan di bandara yang menurut peraturan dilarang akan kembali terulang. Mengaku ber-Pancasila, namun yang mereka lakukan melanggar peraturan dan jauh dari nilai-nilai Pancasila,” pungkas Fahira.*

Sumber : Hidayatullah.com

Terharu oleh Al Quran, Tahanan Ini Masuk Islam dan Naik Haji

Terharu oleh Al Quran, Tahanan Ini Masuk Islam dan Naik Haji

10Berita, MAKKAH—Seorang pria beragama Hindu ditahan di penjara Makkah dengan tuduhan suap, ia lalu memutuskan memeluk agama Islam.

Selepas tiga bulan berada di dalam hotel prodeo—bui, pria itu diizinkan untuk melaksanakan ibadah haji tahun tersebut bersama dengan sejumlah tahanan lainnya.

“Saya pikir Muslim akan menganiaya non-Muslim, tapi saya salah. Saya diperlakukan dengan baik dan dengan hormat di penjara, meskipun faktanya saya beragama Hindu,” ujar pria itu yang identitasnya dirahasiakan, lansir Saudi Gazette.

BACA JUGA: Cerita Tukang Becak Naik Haji

Menurutnya, di Makkah tidak ada Muslim yang tak menghormati agama Hindu. Saat ia menghadiri kelas-kelas yang diberikan para ulama Muslim, ia mulai menunjukkan ketertarikannya terhadap Islam.

“Saya menikmati mendengarkan Alquran, ia memberikan pesan moral dan etika yang baik. Islam adalah agama alamiah manusia dan saya percaya itu,” jelasnya.

Mayor Jenderal Abdullah Al-Maqati, Direktur Penjara Makkah, mengatakan bahwa para petugas penjara dan tahanan mengadakan seremonial kecil-kecilan ketika pria itu masuk Islam. Mereka memberikan banyak hadiah dan buku-buku Islam.

Penjara Makkah memiliki program bagi non-Muslim untuk mengikuti kelas yang dibawakan oleh para ulama Islam. Para ulama akan memberi penjelasan mengenai arti Islam dan Alquran yang sebenarnya.

BACA JUGA: Buah Sering Kaji Fiqih Haji, Pak Kiai Naik Haji Gratis

“Kami membiarkan tahanan memutuskan pilihannya sendiri. Tidak ada yang memaksa seseorang untuk menjadi seorang Muslim,” kata dia.

Pangeran Khaled Al-Faisal, penasihat Penjaga Dua Masjid Suci, Emir wilayah Makkah dan Ketua Komite Haji Pusat, mengeluarkan perintah untuk memperbolehkan tahanan melaksanakan haji. []

Sumber : Islampos.

Dokter Ini Tantang Mata Najwa Berani Tayangin Persekusi Neno Warisman, Seperti Dulu Saat CFD

Dokter Ini Tantang Mata Najwa Berani Tayangin Persekusi Neno Warisman, Seperti Dulu Saat CFD



10Berita, Penghadangan terhadap aktivis perempuan gerakan #2019GantiPresiden Neno Warisman dan rombongan di Bandara Hang Nadim, Batam, Sabtu (287/2018), merupakan tindakan semena-mena, anarkis dan melawan hukum.

Demikian disampaikan Tim Advokasi #2019GantiPresiden Djudju Purwantoro melalui pesan elektronik yang beredar di grup WhatsApp beberapa saat lalu, Minggu (29/7).

Djudju mengatakan, perbuatan anarkis oleh kelompok masyarakat tersebut adalah perbuatan melawan hukum dan telah melanggar konvensi hukum internasional tentang hak asasi manusia (HAM).

Termasuk melanggar UU tentang Penerbangan atau bandara yang seharusnya area bandara bebas dari kegiatan unjukrasa dan kepentingan politis lainnya.

Terkait persekusi dan penghadangan yang menimpa bunda Neno Warisman ini, seorang dokter menantang Mata Najwa untuk berani menayangkan dalam acaranya. Seperti halnya dulu saat persekusi seorang ibu di CFD yang hebohnya sejagad.

"Mba najwa @MataNajwa ini ada kasus persekusi di bandara hang nadim batam yg lebih mengerikan dari kasus persekusi di CFD jakarta, apa anda tidak tertarik mengundang neno warisman ke acara anda? Korbannya sama2 perempuan lho hanya mereka berbeda pilihan politik," tutur Dr. Gunawan (@dr_gundi) di akun twitter, Minggu (29/7/2018).

Tantangan kepada Mata Najwa ini sampai sekarang belum ditanggapi.

Warganet pun menebak Mata Najwa tidak akan berani menayangkan.

"Acara @MataNajwa sudah buta pak ,tdk bisa membedakan mana persekusi mana sinetron dadakan yg menjijikan.@NajwaShihab sudah tidak netral lagi sebagai jurnalis jd malas nontonya," komen @gunadarma23.

"Kata najwa... maaf mas acara saya khusus utk pendukung sarkowi... mungkin spt itu dalam hatinya," sindir @VesalHakim.





Sumber : opini-bangsa.com, portal-islam.id

KOMPAS TERCYDUK Sebut AHY Dampingi SBY Saat Jumpa Prabowo, Warganet: Jurnalisnya Ada di Lapangan Ga Sih?

KOMPAS TERCYDUK Sebut AHY Dampingi SBY Saat Jumpa Prabowo, Warganet: Jurnalisnya Ada di Lapangan Ga Sih?



10Berita, Kehadiran Ketua Umum Partai Demokrat yang juga merupakan mantan Presiden RI selama 2 periode, Susilo Bambang Yudhoyono menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Senin, 30 Juli 2018 ramai dikabarkan media.

Namun sayang, tak semua media cukup cermat merekam momen penting ini. Contohnya KOMPAS.

Sebagai media besar yang terpercaya, ketidakcermatan KOMPAS dalam meliput pertemuan dua tokoh penting Indonesia akhirnya membuat warganet geram.

Berikut kutipan berita KOMPAS yang ditulis pukul 10.09 pagi ini, Senin, 30 Juli 2018


"Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Senin (30/7/2018).

SBY tiba di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pukul 10.00 WIB.

Ia datang bersama Komandan Satuan Tugas Bersama Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono.

SBY yang mengenakan kemeja biru langsung disambut salam hormat oleh tuan rumah.

SBY dan Prabowo sempat menyapa awak media sebelum masuk ke dalam rumah untuk melakukan pertemuan tertutup.

Sebelumnya, sudah lebih dulu tiba para elite Partai Gerindra dan Demokrat.

Elite Gerindra yang hadir adalah sekjen Ahmad Muzani dan para pengurus lain seperti Sufmi Dasco Ahmad, Fadli Zon, Ferry Juliantono, Fuaf Bawazier.

Dari Demokrat, hadir sekjen Hinca Pandjaitan dan pengurus lain seperti Syarif Hasan, Nurhayati Ali Assegaf, Roy Suryo, Ferdinand Hutahaean, Herman Khaeron, dan Teuku Rifky.

Pertemuan ini adalah lanjutan dari pertemuan ketiganya di kediaman SBY di Kuningan, Jakarta, Selasa (24/7/2018) malam.

Baik SBY maupun Prabowo mengaku ada peluang bagi Demokrat dan Gerindra untuk berkoalisi dalam Pilpres 2019.

Kutipan ini segera disanggah Cipta Panca Laksana.

"AHY tidak ikut pertemuan SBY dan Prabowo pagi ini. Wartawanmu di lapangan nga sih mas @beginu ?," tanya @Panca66.

— Cipta Panca Laksana (@panca66) July 30, 2018

Cuitan Panca ini  segera dibalas warganet lain.


Setelah mendapat koreksi, isi berita ini pun diubah KOMPAS.
Berikut kutipan perubahannya.


"Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menemui Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Senin (30/7/2018).

"SBY tiba di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pukul 10.00 WIB.

SBY datang bersama putranya yang juga Ketua Fraksi Demokrat di DPR, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas.

SBY yang mengenakan kemeja biru langsung disambut salam hormat oleh tuan rumah...dst".

https://nasional.kompas.com/read/2018/07/30/10094491/tiba-di-kediaman-prabowo-sby-datang-bareng-ahy

TEGAS TIDAK INGIN MENGKHIANATI PRABOWO, Anies Baswedan SKAKMAT Dua Petinggi Negeri

TEGAS TIDAK INGIN MENGKHIANATI PRABOWO, Anies Baswedan SKAKMAT Dua Petinggi Negeri


10Berita, Nama Anies Baswedan selalu mewarnai perbincangan terkait Pemilu Presiden 2019. Rumor itu muncul semenjak ia dicopot dari jabatannya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan oleh Jokowi, hingga kini menjadi Gubernur DKI Jakarta melalui partai oposisi--Gerindra dan PKS.

Anies yang kini dekat dengan Prabowo Subianto, promotor kemenangannya di Jakarta, dianggap memiliki kans untuk menjungkirkan sang petahana. Tak heran jika Prabowo sempat meminang Anies untuk menemaninya bertarung di Pilpres 2019.

Pendapat berbeda datang dari Presiden PKS Sohibul Iman. Kawan lama Anies sejak ia masih menjabat Rektor Paramadina ini menilai sosok penggagas Indonesia Mengajar itu lebih tepat maju sebagai calon presiden ketimbang hanya menjadi wakil.

Sebab, menurut Sohibul, “Pak Anies kita dorong menjadi Gubernur DKI Jakarta kan dengan ikhtiar yang luar biasa. Kalau kemudian Pak Anies dimajukan ke tingkat nasional (hanya sebagai cawapres), saya kira ini tidak equal.”

Direktur Pencapresan PKS Suhud Alynudin berkata bahwa PKS memang mendorong Anies hanya jika tawarannya adalah calon presiden. Tawaran untuk posisi cawapres, bagi PKS, haruslah menjadi milik kader mereka.

“Kami bilang, ‘Pokoknya Pak Anies maju kalau tawarannya capres. Kalau tawarannya cawapes, lebih baik di DKI Jakarta,’” ujardi kantor DPP PKS, Jakarta Selatan, Rabu 25 Juli 2018

Setiap kali ditanya, Anies tak pernah menolak atau mengiyakan. Baginya, “Terlalu cepat untuk menjawab ketika undangan itu belum datang.”

Untuk mengetahui lebih dalam sikap Anies, kumparan menemui Gubernur DKI Jakarta itu di kediamannya di Cilandak, Jakarta Selatan, Sabtu 28 Juli 2018

Senyum hangat Anies menyambut di depan pintu. Mengenakan batik bermotif megamendung berwarna hijau, Anies menjawab sejumlah pertanyaan dengan tenang dan meyakinkan. Berikut petikan obrolan kumparan dengan Anies Baswedan.

Belakangan nama Anda sering masuk dalam bursa capres. Bagaimana tanggapannya?

Saya saat ini sedang bertanggung jawab untuk bekerja di Jakarta. Jadi saya akan fokus atas apa yang menjadi tanggung jawab saya.

Pembicaraan mengenai calon presiden dan lain-lain itu sebenarnya di wilayah yang (tidak) bisa saya sentuh. Karena wilayah saya adalah DKI Jakarta, job desc saya adalah urusan gorong-gorong sampai urusan gedung tinggi, mulai dari urusan kelahiran sampai kematian.

Bagaimana dengan dorongan beberapa kelompok masyarakat terhadap Anda untuk nyapres?

Saya ini kedatangan (masyarakat) beda-beda. Dari kampung miskin dan para pengemudi becak, itu macam-macam. Ada yang datang meminta supaya “Pak Anies jangan meninggalkan Jakarta”.

Di sisi lain saya juga ketemu orang yang bilang, “Pak Anies, (tolong) ikut memikirkan negara”. Mereka tidak menyebutkan jadi calon presiden dan lain-lain, tapi (mereka bilang intinya) jangan hanya memikirkan Jakarta.

Jadi saya jawab kepada semuanya, “Aspirasi ini harusnya diantarkan kepada para pimpinan partai". Yang bisa mengusung calon adalah partai politik. Sehingga ketua-ketua partai lah sebetulnya alamat dari aspirasi itu, baik aspirasi mereka yang menginginkan saya di Jakarta maupun aspirasi yang lain.

Apakah ada komunikasi dengan partai politik terkait pencapresan ini?

Saya ditemui oleh beberapa (Ketua Parpol), (mereka) menyampaikan keinginan dan menyampaikan aspirasi. Tapi saya sampaikan kepada semua begini, “Saya menjadi Gubernur DKI Jakarta itu dicalonkan oleh Gerindra dan PKS, Pak Prabowo dan Pak Salim Segaf Al-Jufrie. Mereka berdua dan dua partai inilah yang mencalonkan saya”.

Saya ingin garis bawahi pada semua yang menemui saya, bahwa apapun harapan terkait pilpres, jangan bicarakan dengan saya. Tapi bicarakan dengan para pimpinan partai.

Saya tidak ingin menjadi bagian dari daftar orang yang mengkhianati promotornya. Saya tidak ingin menjadi orang yang menjegal promotornya. Pak Prabowo hari ini adalah calon presiden dari Partai Gerindra. 

- Anies Baswedan 


Saya sampaikan berkali-kali bahwa saya tidak ingin menjegal (Prabowo), saya tidak mau menjadi orang yang dibawa untuk berhadapan dengan Pak Prabowo dan menghentikan Pak Prabowo, saya tidak mau. Saya katakan itu kepada siapapun yang datang kepada saya untuk berbicara tentang calon presiden.

Kenapa saya sampaikan ini? Karena PKS dan Gerindra itu adalah dua partai yang memutuskan untuk mencalonkan seseorang yang bukan anggota mereka. 

Bahkan di 2014, saya ini sempat berseberangan posisinya. Saya ini juru bicaranya Pak Jokowi, dan Pak Sandiaga Uno itu juru bicaranya Pak Prabowo. Itu dua pihak yang berseberangan di 2014. 

Mengapa Anda tidak mau mengkhianati Prabowo?

Tahun 2016, dua tahun lalu, saya diundang untuk menjadi calon gubernur. Saya diundang dan dipanggil oleh Pak Prabowo. Sore itu, sebelum pendaftaran ke KPU, Pak Prabowo menyampaikan begini. 

“Pak Anies, saya akan mencalonkan Anda menjadi calon gubernur. Ini tugas besar.” Kira-kira begitu pernyataannya, lalu beberapa hal disampaikan. 

Selanjutnya dia bilang, "Saya bukan hanya lihat Anda. Saya melihat kakek Anda dan kakek saya. Kakek Anda dan kakek saya sama-sama bekerja mendirikan Indonesia. Dan hari ini, cucunya--saya dan Anda--harus kerja sama untuk menyelamatkan Indonesia. Ini bukan sekadar Anda dan saya. Kita meneruskan apa yang dikerjakan orang tua-orang tua kita.” 

Saya tidak terlalu mengetahui, bahwa almarhum kakek saya, dan almarhum Pak Margono--kakeknya Pak Prabowo, ternyata mereka berteman, bersahabat di BPUPKI. Mereka sama-sama anggota BPUPKI. 

Poin utamanya bukan soal kedekatan pribadi dan lain-lain, bukan. Poin utamanya adalah saya sedang bertugas di Jakarta. Dan kalau ada yang mendorong, maka saya akan terus sampaikan, bicaralah kepada Pak Prabowo, bicara dengan Pak Salim. Sampaikan aspirasi itu kepada mereka. 

Dan saya tidak ingin menjadi orang yang dicatat (sebagai pengkhianat), yang nanti anak-anak saya dan anak dari anak saya akan ingat. Saya tidak mau menjadi orang yang mengkhianati, menikam, pada orang yang dulu sudah bekerja membantu dan berjuang bersama. 

Dalam pidato sambutan di acara Ijtima Ulama GNPF Ulama, Prabowo bilang siap mendukung sosok lain jika dia sudah tidak dibutuhkan. Sosok itu, menurut banyak orang, adalah Anda. 

Saya melihat bahwa seringkali tugas dan amanat itu datang dengan rute yang tidak diduga. Saya juga tidak pernah membayangkan, hari ini tanggal 28 Juli. Pada 27 Juli, dua tahun yang lalu saya di-reshuffle. 

Ketika saya di kementerian, saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan berurusan dengan Jakarta. Jadi saya selalu berkata, Allah menggariskan takdir kita, dan kita bagian untuk menjalaninya. 

Karena itu, saya berikhtiar untuk Jakarta dengan sebaik-baiknya. Apa yang kita bisa kerjakan, kita harus bisa menuntaskan semua rencana-rencana. 

Nah, saat ini posisi saya di DKI. Jika kemudian ada aspirasi, maka itu disampaikan kepada para pimpinan partai. Saya tidak akan meminta, saya enggak akan meminta. 

Dan bila ada aspirasi, sampaikan saja ke Pak Prabowo, sampaikan saja kepada Pak Salim, kepada Pak Zulkifli Hasan. Karena mereka bertiga yang kemarin aktif di Pilkada DKI Jakarta. 

Kalau kemudian sampai mereka bertiga memutuskan untuk memiliki pandangan berbeda, ya nanti saya lihat. Hari ini saya tidak mau mengatakan 'Yes atau No'. Karena terlalu awal untuk mengatakan yes di saat tidak ada undangan, juga terlalu awal mengatakan no di saat tidak ada undangan. 

Saat ini saya fokus di Jakarta. 

Negosiasi antarpartai tampaknya cukup alot. Apakah itu menjadi hambatan bagi Anda untuk maju di Pilpres?

Memang proses ini agak panjang. Tapi, di mana-mana yang namanya proses pencalonan itu selalu tidak sederhana. 

Lihat aja pilkada. Di mana ada pilkada yang pencalonannya simpel? Pencalonannya simpel, bila ada incumbent. Kalau tidak ada incumbent, pasti prosesnya panjang. 

Pemilu juga begitu. Ketika ada incumbent baru prosesnya cepat, karena incumbent-nya akan memasuki periode kedua. Tapi kalau tidak ada petahana, jalan untuk jadi penantang, itu selalu panjang. 

Jadi kita lihat saja prosesnya seperti apa, dan kita berharap nanti muncul kombinasi yang akan bisa ikut membawa perubahan di Indonesia.

Bagaimana jawaban Anda ketika ditawari menjadi calon wakil presiden oleh Prabowo?

Pernah ada obrolan memang. Tapi, saya rasa waktu itu saya sampaikan masih terlalu awal untuk membahasnya. Saya juga masih urus Jakarta. Jadi nanti saja kita bicarakan berikutnya. 

Banyak orang menduga PP No. 32 Tahun 2018 menghambat Anda untuk maju ke Pilpres. 

Kalau saya melihat aturan dan lain-lain, sebenarnya itu batas-batas maksimal yang selalu ada. Batas maksimal durasi kapan harus menjawab. 

Di pemerintahan memang selalu begitu. Di pemerintahan, kalau mengirimkan surat dan belum dibalas selama 15 hari, bisa diterjemahkan sebagai ‘telah disetujui’. Itu aturan umum dalam pemerintahan. 

Jadi bagi kami yang berada di pemerintahan, bukan barang baru melihat kalimat yang ada di situ. Ya memang kewajarannya begitu. 

Kalau saya terima surat dari instansi lain, saya punya waktu 15 hari untuk menjawab. Tapi bukan berarti saya harus menjawabnya setelah 15 hari. 

Saya bisa jawabnya besok, saya bisa jawabnya lusa, saya bisa jawabnya hari ini juga. Di pemerintahan memang begitu, tapi saya diberi waktu 15 hari.

Apa target politik Anda untuk jangka pendek dan jangka panjang?

Target politik saya hari ini adalah Jakarta bisa mendapatkan semua yang kami janjikan. Dari mulai soal lapangan pekerjaan, kemudian soal kualitas pendidikan, tentang program perumahan, kemudian program transportasi. Jadi ini semua adalah keputusan politik. Itu yang menjadi target saya hari ini. Jadi, saya berharap itu semua bisa dituntaskan. 

Target Anda di 2019 atau 2024?

Kalau posisi saya (sekarang) sedang jadi gubernur. Kalau sedang jadi gubernur, ya jalani saja tugas gubernur. 

Jadi, salah kalau sudah jadi gubernur kemudian justru berinisiatif untuk mencari-cari jabatan. Baru (juga) memulai. 

Karena itu saya selalu sampaikan kepada semua, 'Ingat ya, saya tidak pernah menginisiasi pembicaraan soal capres, cawapres. Saya tidak pernah menginisiasi.’ 

Saya posisinya selalu merespons. Karena ditanya media lalu saya jawab, jadi ramai. Tidak dijawab juga ramai. Jadi saya harus menjawab. Tapi apakah saya menginisiasi? Tidak. Karena saya sedang menjalankan sebuah tugas.

Misal nanti datang tawaran capres dan cawapres. Pilih yang mana?

Nanti saya jawab kalau tawarannya sudah datang. Tawaran belum datang, masa dijawab.

Sumber: Kumparan

------

Warganet pun berkomentar.

— #KataNalar (@ZAEffendy) July 30, 2018

Jelas ya teman-teman :) >> Saya tidak ingin menjadi bagian dari daftar orang yang mengkhianati promotornya. Saya tidak ingin menjadi orang yang menjegal promotornya. Pak Prabowo hari ini adalah calon presiden dari Partai Gerindra. https://t.co/I6vUXegCPp

— Naufal Firman Yursak (@firmanyursak) July 30, 2018

GA kaya si nganu, ya.. udah diangkat derajatnya. Masih ga puas jg, akhirnya gigit balik org yg ngangkatny sendiri. Beda etika.

— ei (@eilast) July 30, 2018

Kagum sama Pak Anies,mmng itu cara seorang Mukmin tdk akan mengkhianatin Saudara nya sendiri,apa lagi bila saudara nya begitu baik kepada nya,Sukses selalu Pak Anies.

— Nurjannah (@janenur23) July 30, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Sah, SBY Berkoalisi dengan Prabowo di Pilpres 2019

Sah, SBY Berkoalisi dengan Prabowo di Pilpres 2019

Sah, SBY Berkoalisi dengan Prabowo di Pilpres 2019

10BeritaJakarta - Partai Gerindra dan Demokrat sepakat menjalin koalisi dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. "Kami sepakat melakukan kerjasama politik yang akan terwujud dalam koalisi. Dan akan mengajak partai lain ikut serta," kata Prabowo di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, pada Senin, 30 Juli 2018 setelah bertemu dengan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ().

Hari ini, SBY menyambangi rumah Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan. Pertemuan SBY - Prabowo kali ini merupakan persamuhan resmi yang kedua. SBY tiba pukul 10.00, keduanya langsung mengadakan pertemuan tertutup sekitar dua jam dan memberikan keterangan pers pada pukul 13.26. Sebelumnya, Prabowo bertamu ke rumah SBY pada Selasa pekan lalu.

Prabowo menjelaskan, dalam pertemuan jilid dua ini, berlangsung pembicaraan yang intensif, mendalam, dan ada beberapa kesepakatan membangun sinergitas ke depan. Prabowo mengatakan, dalam pertemuan tersebut tidak ada tuntutan dari SBY mengajukan nama kadernya atau nama lain.

"Saya menegaskan, Pak SBY tidak menuntut satu nama tertentu. Saya rasa ini kehormatan dan kepercayaan yang besar untuk saya," ujar Prabowo.

Simak juga:

menambahkan, apapun keputusan Prabowo akan dihormati. "Jika Pak Prabowo jadi calon presiden, maka kami serahkan semua keputusan kepada Pak Prabowo," ujar SBY di lokasi yang sama.

Sumber : tempo.co

Mau Ciptakan Ruang Keluarga yang Nyaman? Simak 6 Prinsip Berikut Ini!

Mau Ciptakan Ruang Keluarga yang Nyaman? Simak 6 Prinsip Berikut Ini!

Ruang Keluarga

10Berita  - Menciptakan ruang keluargayang nyaman bagi setiap anggota keluargamemang bukan hal yang mudah. Penataan pada ruang keluarga tidak sama satu dengan yang lain. Ada beberapa pertimbangan yaitu selera dan kebutuhan tiap keluarga.

Kamu memang harus mengenali kebiasaan keluargamu IDEA Lovers. Lalu akomodasikan dalam sebuah ruang yang nyaman untuk semua.

Meski tidak sama, setidaknya ada prinsip umum yang diterapkan untuk menciptakan ruang keluarga yang nyaman.

Apa saja sih prinsip yang diterapkan untuk menciptakan ruang keluarga?

Ruang Keluarga

Letak atau Zoning

Kenyamanan menjadi kunci utama. Luas atau sempit lahan tiadk jadi soal. Penciptaan zona khusus untuk ruang keluarga perlu dilakukan. Kamu juga tidak perlu memberikan sekat pemisah. Penataan furnitur dan elemen lain bisa dilakukan sesuai dengan kebutuhan.

Akomodasi Kebutuhan

Setiap keluarga pasti memiliki kebutuhan yang berbeda. Kenali kebiasaan itu dan bentuklah ruang keluarga yang nyaman. Misalnya, anggota keluarga hobi baca buku, tambahkan rak atau wadah-wadah untuk menyimpan buku.

Terjadi Interaksi

Usahakan menata ruang keluarga tetap memperhatikan interaksi dan komunikasi. Pilih dan tata elemen di ruangan ini yang tidak membatasi adanya interaksi dan komunikasi.

Ruang Keluarga

Jangan membatasi sikap

Ruang keluarga sejatinya memang untuk bersantai. Aturan yang kaku seperti jangan berisik atau jangan sampai ruangan kotor justru akan mengganggu. Jangan sampai kamu menggunakan karpet atau sofa putih yang membuat anggota keluargamu justru tidak nyaman. Gunakan juga furniture dengan elemen yang mudah dibersihkan.

Pilihan Material

Pilih material dengan bahan yang nyaman. Lantai kayu yang halus memberikan rasa yang lebih nyaman dibanding yang kasar. Keramik juga bisa digunakan untuk perawatan yang lebih mudah. Terutama jika anggota keluargasuka membawa makanan ke ruang keluarga. Jadi sebaiknya memang memilih material yang cocok dengan kebiasaan anggota keluarga.

Sirkulasi dan Pencahayaan

Kesegaran udara dan pencahayaan juga penting agar anggota keluarga tetap nyaman. Tata cahaya tidak hanya pada satu titik agar bisa menjadi penerangan bersama atau bisa juga menggunakan pencahayaan setempat jika dibutuhkan untuk aktivitas tertentu.

Sumber: Majalah IDEA 175

Eggi Sudjana: Dihalangi, Gerakan 2019 Ganti Presiden Semakin Besar

Eggi Sudjana: Dihalangi, Gerakan 2019 Ganti Presiden Semakin Besar


10Berita, JAKARTA —Penghadangan terhadap Neno Warisman dan upaya penggagalan acara deklarasi #2019GantiPresiden di Batam disesalkan banyak pihak.

Advokat senior Eggi Sudjana mengaku geram dengan aksi penolakan cara kekerasan. Menurutnya, tindakan di Batam tersebut adalah intoleran, norak, dan premanisme. “Serbu-serbu gini kan norak gitu loh. Pakai preman lagi. Sudah norak melanggar hukum, melanggar hak azasi manusia, tidak demokrasi. Itulah intoleran. Katanya Pancasila kalian,” ujar Eggi ketika ditemui Voa Islam di arena Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Ahad (29/7/2018).

Menurut Eggi, dihalanginya acara deklarasi #2019GantiPresiden ini bisa menjadi bumerang bagi pendukung Jokowi. “Gerakan 2019 Ganti Presiden itu susah dibendung. Dengan dihalanginya ini, mereka bumerang. Dengan dihalangi ini semakin besar. Itu teori sunatullah,” kata Eggi.

Eggi kemudian menganalogikan seperti balon. Balon semakin ditekan, maka semakin membesar di bagian lain. “Balon itu dipencet ke sini, melendungnya ke sini. Dipencet lagi meledak nanti,” jelas Eggi.

Simak video Voa Islam TV:

 *[Syaf/]

Sumber : voa-islam.com