OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 22 Januari 2017

04

Survei: Warga DKI tak Mau Kembali Dipimpin Ahok

10Berita-Hasil jajak pendapat terbaru yang dirilis Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengungkapkan bahwa mayoritas warga Jakarta tidak ingin dipimpin kembali oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Temuan itu sekaligus menunjukkan sentimen anti-Ahok saat ini masih menjadi mayoritas di Ibu Kota.

Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa menuturkan, hasil survei terakhir yang dilakukan lembaganya menyebutkan bahwa sebanyak 85,90 persen responden di DKI mengaku pernah mendengar Ahok menjadi terdakwa dalam kasus penodaan agama. Sementara, sebanyak 8,00 persen mengaku tidak pernah mendengar kabar tersebut, dan 6,10 persen lagi tidak menjawab.

"Ketika kami tanyakan kepada responden apakah mereka rela atau tidak relah jika gubernur terpilih nanti adalah seorang terdakwa penista agama, sebanyak 60,40 persen responden menjawab tidak rela. Hanya 17,80 persen yang mengaku rela dipimpin terdakwa penista agama, sedangkan 21,8 persen lagi tidak menjawab," ujar Ardian, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/1).

Lebih lanjut, dia mengatakan sebanyak 56,7 persen responden juga menilai pernyataan Ahok tentang Alquran Surat al-Maidah ayat 51 sebagai bentuk penistaan agama. Hanya 20,7 persen responden yang menganggap pernyataan mantan bupati Belitung Timur itu bukan penodaan agama. Sementara sebanyak 22,6 persen lagi tidak menjawab.

"Ketika kami tanya lagi kepada responden, apakah mereka akan memilih calon gubernur yang melakukan penistaan agama, sebanyak 56,1 persen menyatakan tidak akan memilihnya. Hanya 20,0 persen responden yang menjawab akan memilih sang kandidat, dan 23,9 persen lagi tidak menjawab," kata Ardian.

Tidak cukup sampai di situ, temuan lain yang diperoleh LSI Denny JA juga menunjukkan bahwa sebanyak 58,4 persen warga DKI ingin punya gubernur baru. Hanya 26,4 persen yang mengaku menginginkan gubernur lama memimpin kembali, sedangkan 15,2 persen lagi menjawab tidak tahu.

Ardian menjelaskan, jika Pilkada DKI 2017 berlangsung dua putaran, pasangan Ahok-Djarot bakal kalah telak melawan pesaingnya di putaran lanjutan tersebut. Berdasarkan hasil simulasi yang didapatkan lembaganya, jika kandidat yang bertarung di putaran kedua adalah Agus-Sylvi dan Ahok-Djarot, pasangan nomor urut satu diprediksi memperoleh 48,1 persen suara, sedangkan pasangan pejawat hanya 33,9 persen suara. Sebanyak 18,0 persen responden lagi masih merahasiakan pilihannya.

Begitu pula halnya jika yang bersaing di putaran kedua Pilkada DKI adalah Anies-Sandi dan Ahok-Djarot. Pasangan nomor urut tiga diprediksi akan meraup 41,8 persen suara, sedangkan Ahok-Djarot hanya 29,7 persen suara. Sebanyak 28,5 persen responden lagi masih merahasiakan pilihannya.

Sumber: republika

Related Posts:

  • 02  Kebangkitan Kelas Menengah Muslim dan "Ustadziyyat al Alam" 10Berita Sesaat menyimak, umat Islam Indonesia dalam hemat saya, sudah dapat masuk ke dalam level pembimbing kebangkitan Islam di dunia (ustadzi… Read More
  • 03  Puluhan Umat Islam Kawal Sidang Kasus Ahok 10Berita, Jakarta – Puluhan umat Islam dari berbagai ormas mendatangi kantor sementara Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Kehadiran mereka untuk mengawal dan mengama… Read More
  • 04  He he.. Netizen Tidak Mau Di Bohongi Pakai Tangisan Ahok di Sidang Perdana By Wira TarunaPosted on December 13, 2016  10Berita-JAKARTA - Sidang perdana Kasus Penistaan Agama oleh Gubernur no… Read More
  • 01  Tuntutan Penista Alquran Dihukum  Bergema pada Subuh Berjamaah 1212 Ribuan warga melaksanakan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Kota Bandung, Jawa Barat, Senin 12/12 (sumber :… Read More
  • 05  Terdakwa, Parpol Mulai Berfikir Tinggalkan Ahok 10Berita - Partai mendukung dan pengusung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) harus memikirkan meninggalkan mantan Bupati Belitung Timur yang telah m… Read More