Konflik AS-Korut Itu Cuma Bohongan, Agar Penjualan Senjata Laku
10Berita– Pengamat Intelijen Sofjan Lubis memberikan pendapatnya terkait konflik yang terjadi antara Korea Utara dan AS yang sedang ‘memanas’ saat ini.
Sofjan mengatakan bahwa semua Konflik itu hanya ‘gimmick’ alias aksi tipu tipu semata melibatkan satu hubungan komunis dengan Presiden Donald Trump.
“Anda coba bayangkan, menteri luar negeri yang dipilih oleh Donald Trump adalah orang terdekat dengan Xi Jingping presiden China, sementara baik korea utara dan China memiliki hubungan secara ideologi yang sama dengan rusia”.
Ini semua Gimmick semata, alias akal-akalan antara pemerintah Trump, Putin dan Xi Jinping.
Ibarat pemimpin yang berasal dari satu kotak yang sama, terpilihnya Donald Trump bisa terpilih pun hasil intervensi Vladimir Putin pemimpin Rusia, dan sebuah kebohongan besar pula ketika dunia terpancing drama antara Xi Jingping dengan Donald Trump.
Semua itu hanya drama yang dibuat oleh mereka semua, demi apa? demi menghabisi pengaruh kaum demokrat yang selama ini dibangun, ada usaha pencitraan pada sosok Donald Trump yang sedang dibangun oleh Rusia, China dengan petugasnya di Korea Utara.
Ibaratnya, selama ini dunia mengenal pemimpin amerika adalah bagian dari freemasonry atau Illuminati dalam kaitannya dengan protocol of Zion serta keluaraga rothchilds, Rockefeller, dan Morgan.
Trump lahir dari kubu yang berbeda dengan asal yang sama, ibarat anak setan yang dididik para mason sejak lama, yang namanya anak setan pasti nakalnya luar biasa, maka sampai bisa berkhianat dan memilih bergabung satu sekoci dengan rusia serta china.
Dunia pun tahu, bahwa Putin sangat membenci keluarga Rothchilds, bahkan sudah berusaha untuk menendangnya dari industri sektor migas yang dimiliki rusia.
Masyarakat dunia pun terhipnotis atas konflik gimmick tersebut, padahal semua itu bohong belaka demi membantu Trump hadapi persoalan didalam negerinya terkait penguasaan ekonomi dan anggaran yang ditahan oleh para anggota kongres dari Demokrat serta pula begitu kuatnya elite yahudi di dalam the Fed.
Makanya, jangan mau dibohongi pakai adu data kemampuan alutsista yang sengaja ditampilkan, anggap saja itu pameran alutsista yang mereka tampilkan untuk dijual ke pasar senjata dunia. (jk/lnk)
Sumber: Eramuslim