MAKLUMAT SERUAN AKSI SIMPATIK 55
KH Bachtiar Nasir
(Ketua GNPF MUI)
Assalamu Alaikum wr wb. Salam Spirit 212.
Aksi Simpatik 55 adalah sebuah ekspresi sebagian umat Islam yang merasa terusik keadilannya akibat tuntutan ringan jaksa penuntut umum (JPU) dalam persidangan Kasus Penodaan Agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Karenanya, ini adalah aksi untuk mendukung independensi hakim dalam persidangan kasus penodaan agama, untuk menjatuhkan hukum berdasarkan nurani.
Kepada hakim yang terhormat dan hakim yang mulia, kami tidak pada posisi untuk menekan sistem peradilan sedikit pun. Kami hanya bermunajat kepada Allah SWT di Masjid Istiqlal dan menyampaikan aspirasi kepada Mahkamah Agung Republik Indonesia, dan setelah itu kami serahkan keputusan kepada yang Mulia Majelis Hakim, dan kami bertawakkal kepada Allah SWT Yang Maha Adil.
Kepada Muslimin dan Muslimat, siapkan empat hal yang harus kita lakukan dalam Aksi Simpatik 55:
1. Bersih
Jagalah kebersihan hati, kebersihan pikiran, kebersihan diri, dan kebersihan lingkungan. Masing-masing membawa kantong plastik dan membuang sampah di tempatnya. Jangan biarkan secarik kertas pun berserakan dan jaga kebersihan bersama.
2. Tertib
Tertib di jalan, tertib di kendaraan, tertib berlalu lintas, tertib di tempat-tempat umum dan sebagai seorang hamba jadilah hamba yang beradab dengan menjaga ketertiban umum dan jangan berpikir untuk melanggar aturan.
3. Aman
Orang-orang yang beriman menjadikan aman dengan keimanannya dan menjaga keamanan bagi lingkungan sekitarnya. Jika ada provokasi atas nama agama dan itu tidak memberikan rasa aman bukanlah ciri-ciri orang yang beriman. Karenanya jangan terprovokasi untuk melakukan tindakan yang menimbulkan kerusakan. Tindakan merusak fasilitas publik diharamkan dalam agama. Kita bermohon kepada Allah dan Allah pasti menurunkan keadilan-Nya di Indonesia untuk hamba-Nya yang bermunajat kepada-Nya.
4. Damai
Hati yang damai, pikiran yang damai, orasi yang damai, dan sebarkan kedamaian karena Islam adalah agama damai. Sayangi orang di sekeliling kita, para ibu berjalan dan berkumpul sesama kaum ibu, dan para pria jagalah martabat kaum hawa dan jagalah mereka. Persiapkan segala kebutuhan pribadi, mulai dari nakanan, obat-obatan, payung dan persiapan lain agar kita bisa menjaga diri.
Semua fokus di Istiqlal dan akan ada delegasi yang diterima oleh perwakilan Mahkamah Agung RI. Perbanyak zikir dan doa, apalagi ini adalah hari jumat, sehingga perbanyaklah membaca Surat al-Kahfi dan Surat al-Mulk. Semoga munajat kita dikabulkan Allah SWT dan Allah turunkan keadilan-Nya untuk Indonesia.
Bagi kaum muslimin di Jakarta, mari membantu kaum muslimin yang datang dari Jakarta. Kita bantu mereka yang tidak punya kendaraan, tempat tinggal, konsumsi, dan medis. Masjid-masjid dan majelis taklim, terima kasih jika telah menyediakan tempat dan konsumsi. Jika semua itu berjalan, itu menjadi indikator kesuksesan kita.
Aksi Simpatik 55 adalah ekspresi bermunajat kepada Allah SWT dan Allah pasti kabulkan doa-doa kita, dan kita dimenangkan karena kita memperjuangkan keadilan. Ketahuilah bahwa Allah Maha Adil. Allahu Akbar.
Wassalamu Alaikum wr wb.
[16:21, 5/4/2017] قرة اعين: Foto ambil yg 5 mei aja ... yg perak boleh
[16:22, 5/4/2017] قرة اعين: Menjelang Aksi Simpatik 55 GNPF MUI Kunjungi Komisi Yudisial Agar Pantau Persidangan
Jakarta – Sehari menjelang Aksi Simpatik 55 jajaran pimpinan GNPF MUI (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia) mengunjungi Komisi Yudisial, Kamis (4/5). Komisi Yudisial adalah lembaga negara yang berwenang mengusulkan pengangkatan hakim agung dan mempunyai wewenang lain dalam rangka menjaga dan menegakkan kehormatan, keluhuran martabat, serta perilaku hakim.
Turut hadir dalam kunjungan ini Ketua GNPF MUI Ust. Bachtiar Nasir, Wakil Ketua GNPF MUI Ust. Zaitun Rasmin, Habib Muhsin, serta Tim Advokat dan Kuasa Hukum GNPF MUI. Hadir pula para tokoh dan ulama seperti Prof. KH Didin Hafiduddin, dll. Utusan GNPF MUI ditemui langsung oleh Ketua Komisi Yudisial Dr. Aidul Fitriciada Azhari, S.H., M.Hum.
Ketua GNPF MUI Ust. Bachtiar Nasir menyampaikan hasil pertemuan saat konferensi pers usai pertemuan. GNPF MUI meminta kepada Komisi Yudisial agar hukum tidak diintervensi oleh kekuasaan dan berjalan sesuai aturan yang berlaku. GNPF MUI berharap proses peradilan bisa dijalankan seadil-adilnya.
“Di Komisi Yudisial kami sudah ketemu langsung dengan ketuanya. Ketua Komisi Yudisial sangat mengapresiasi GNPF yang membudayakan hukum dan tidak melakukan anarkisme”, ungkap beliau. GNPF meminta agar Komisi Yudisial benar-benar turut memantau proses peradilan pada tanggal 9 terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaya Purnama (Ahok).
Kuasa hukum GNPF-MUI Kapitra Ampera mengungkapkan bahwa kunjungan ini juga untuk mendorong Komisi Yudisial untuk selalu mengawasi. “Kami mendorong Komisi Yudisial untuk terus mengawasi proses peradilan yang full dimension dan adanya dugaan intervensi,” ungkapnya.
Menurutnya, fakta di peradilan jelas bahwa semua saksi menyatakan kasus ini adalah penodaan agama, bukan penodaan golongan. “Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak melihat fakta peradilan sama sekali,” tegasnya.
GNPF MUI dalam hal ini mempersoalkan dua hal. Yang pertama adalah dasar dakwaan JPU yang seharusnya didasrkan pada Pasal 156 a namun JPU hanya mendakwa dengan Pasal 156. Yang kedua, tuntutan JPU yang dinilai tidak sesuai dengan rasa keadilan.
Mengenai Aksi Simpatik 55 yang rencananya digelar pada hari Jum’at (5/5) Ust. Bachtiar Nasir menyebut aksi tersebut adalah aksi munajat atau do’a bersama, dan tidak ada unsur politik. “Aksi Simpatik 55 adalah sebuah aksi munajat kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar Allah memberi kekuatan kepada para penegak hukum dalam menegakkan hukum seadil-adilnya,” kata beliau.
“Yang kami lakukan adalah datang ke masjid untuk berdo’a agar bangsa ini diselamatkan dari ketidak adilan. Bukan dalam mengintervensi penegakan hukum. Sisanya kita tawakkal kepada Allah,” beliau menambahkan. Apapun hasilnya GNPF MUI mengajak seluruh kaum muslimin untuk tetap menerima putusan hakim.
Dalam pernyataannya Ketua GNPF MUI ini juga mengapresiasi aparat yang tidak melakukan pelarangan. Beliau berharap aparat ikut mengamankan aksi agar aksi berjalan dengan aman dan tertib.
Sebagai penutup beliau berpesan agar para peserta aksi besok memperhatikan 4 hal. Kebersihan, ketertiban, keamanan, dan komitmen untuk tetap damai. “Jangan ada yang terprovokasi. Apapun keadaannya kita harus tetap damai,” pungkasnya.
Aksi Simpatik 55 rencananya akan dihadiri banyak tokoh nasional seperti Prof. Din Syamsuddin, Prof. Didin Hafiduddin, Aa Gym, KH. Arifin Ilham, Kiyai Rasyid, dll. Meskipun Habib Rizieq belum bisa dipastikan hadir karena sedang manjalankan ibadah umrah di tanah suci.[ibw]
Sumber: GNPF-MUI