OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Selasa, 23 Maret 2021

RR: Sidang Habib Rizieq Contoh Peradilan yang Tunduk Maunya Kekuasaan, Makin Tak Beradab

RR: Sidang Habib Rizieq Contoh Peradilan yang Tunduk Maunya Kekuasaan, Makin Tak Beradab



 

10Berita - Eks Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli mengomentari jalannya sidang Habib Rizieq Shihab yang berlangsung daring padahal pihak terdakwa sudah meminta agar dihadirkan ke ruang persidangan.

Rizal Ramli mengaku tidak habis pikir dengan sikap para hakim yang mengawal sidang tersebut. Sampai-sampai dia menjuluki jalannya persidangan Habib Rizieq tersebut seperti dagelan.

Pernyataan itu disampaikan Rizal Ramli dalam wawancara bersama Ahli Hukum Tata Negara, Refly Harun pada Senin (22/3/2021).

Rizal Ramli membukanya dengan mengurai sosok Habib Rizieq. Kata dia, bisa jadi eks pentolan FPI tersebut didakwa sebagai pengadilan politik.

"Sebelum pulang dari Arab, Habib Rizieq selalu pidato pulang akan pimpin revolusi. Beberapa orang datang ke saya tanya pendapat, saya katakan pulang dulu pelajari situasi, kalau tidak begitu, pasti akan dijadikan target yang kuasa," ujarnya.

Rizal Ramli mengatakan, Habib Rizieq sudah jelas menjadi 'target penguasa'. Dia heran dengan para hakim yang terkesan terlalu tunduk.

Padahal, menurut Rizal Ramli, Habib Rizieq punya hak untuk hadir langsung di ruang sidang, begitu pula dengan pengacara dan masyarakat yang mendaftar terlebih dahulu.

Namun kondisi yang ada di sidang Habib Rizieq tidak seperti itu sampai dia menyebutnya dagelan tetapi tidak lucu.

"Diadili tanpa terdakwa ada di ruang sidang lawyer gak hadir, audiensi gak ada, dagelan apa banget. Segitunya para hakim mau jadi dagelan yang gak lucu. Semua orang gak ngerti. Kalau diadili dengan proses yang benar ya tetap pasti dihukum," tuturnya.

"Jadi ini kasih contoh yang luar biasa tetang sistem peradilan yang tunduk maunya kekuasaan. Sedemikian rendahnya cara yang dipakai, semakin tidak beradab," sambung Rizal Ramli.

Refly Harun kemudian menimpali dengan mengungkit pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD bahwa persidangan tidak ada urusannya dengan negara.

Rizal Ramli menjawabnya dengan mengaku Mahfud MD adalah temannya jadi dia tahu apa yang memang seharusnya dijawab oleh Menkopolhukam itu.

"Tapi ini lucu, terdakwa gak hadir, lawyer sulit, kalau gitu putusin aja dihukum berapa tahun sekalian. Gak usah lama-lama, ngapain bikin drama," tukasnya.

Menurut Rizal Ramli, jalannya persidangan tersebut malah membuat orang semakin anti-pemerintah dan berpihak kepada Habib Rizieq.

"Pemerintah gak canggih. Cara begini orang nebak makin gak beres pemerintah, seenaknya. Akibatnya simpati ke Habib Rizieq makin lama makin besar," tegasnya.

"Yang kuasa kepedean. Lupa suatu saat kalau gak kuasa juga bisa diadili. Kalau sekarang fair, besok kalau juga diadili bisa secara fair," tandasnya. [suara]


Related Posts:

  • Hanya Untuk Segelas Air Panas, Perusahaan Negara Sekelas PT KAI Yang Dibangun Dari Tetes Keringat Nenek Moyang Tidak Memberi 10Berita-  Kisah ini awalnya ditulis oleh akun Akun Instagram @salmiramdani. Kemudian sishare… Read More
  • Mewujudkan Pejabat Negara yang Bersih dan Berwibawa 10Berita- “Bagaikan jamur di musim hujan”. Itu adalah salah satu pepatah yang sangat populer diajarkan oleh Guru Bahasa Indonesia ketika saya duduk dibangku SD… Read More
  • ‪Pilgub Jabar 2018, Gerindra Siap Dukung Deddy Mizwar-Netty Heryawan 10Berita-BANDUNG—Jelang pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018 mendatang, Gerindra tegaskan siap mendukung Deddy Mizwar maju dalam ajang pesta demokrasi tersebu… Read More
  • Aplikasi Tamasya Al Maidah Sudah Diunduh 5 Ribu Kali di Play Store 10Berita– Aplikasi pemantauan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, Tamasya Al Maidah, sudah diunduh 5 ribu nitizen di Google Play Store. Aplikasi yang bertujuan… Read More
  • Tolak Penutupan Masjid, Muslim Prancis Gelar Shalat Berjamaah di Jalan 10Berita-PRANCIS—Muslim Kota Clichy Prancis dilaporkan telah memprotes keputusan pemerintah lokal yang menutup sebuah masjid tanpa alasan. Masjid ini mema… Read More