OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 18 April 2021

Partai Komunis China Dukung Papua Merdeka, Benny Wenda: Kami Sambut dengan Tangan Terbuka

Partai Komunis China Dukung Papua Merdeka, Benny Wenda: Kami Sambut dengan Tangan Terbuka




10Berita
- Presiden sementara Gerakan Persatuan Kemerdekaan Papua Barat (ULMWP), Benny Wenda akui akan membuka 'pintu' lebar-lebar bagi Partai Komunis China meski berbeda ideologi.

Hal tersebut karena belakangan ini Partai Komunis China menyatakan dukungannya terhadap pemberontakan yang dilakukan oleh ULMWP untuk memisahkan diri dari Indonesia.

Benny menegaskan bila dia dan pihaknya dengan senang hati menerima dukungan dari negara mana pun demi mewujudkan kemerdekaan Papua Barat.

Hal itu dia sampaikan saat berada di pengasingan yang terletak di Oxford, Inggris, pada Selasa, 13 April 2021.

"Kami akan menyambut baik China dengan tangan terbuka. Kami menerima bantuan dari negara mana pun meskipun mempunyai perbedaan ideologis,” katanya, dikutip dari The Epoch Times.

Benny menuding Indonesia tak mampu menjaga rakyat Papua hingga akhirnya banyak orang yang terbunuh.

“Perjuangan kami telah berlangsung selama hampir 60 tahun. Rakyat saya tidak aman di tangan Indonesia. Hampir 500.000 pria, wanita dan anak-anak telah terbunuh sejak 1960,” kata Benny Wenda.

Tak sampai di situ, dia menuduh Indonesia telah melakukan genosida meski dalam tempo yang lambat.

Atas sangkaan tersebut dia juga menyalahkan dunia internasional yang enggan ikut campur dalam menangani masalah Papua Barat.

“Pada dasarnya ada genosida lambat yang dilakukan oleh Indonesia, dan Australia serta Selandia Baru menolak untuk bertindak atas krisis kemanusiaan ini,” katanya.

Tak hanya sekali, Benny sebelumnya mengolok-olok Indonesia di mata dunia dengan tuduhan negara teroris.

"Pada kenyataannya, Indonesia adalah negara teroris yang telah melakukan kekerasan massal terhadap rakyat saya selama hampir enam dekade,” katanya, dari Asia Pacific Report.

Benny bahkan mengutip isi dari pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) Indonesia, di mana tertulis penjajahan harus dihapuskan dari dunia.

“Terorisme adalah penggunaan kekerasan terhadap warga sipil untuk mengintimidasi penduduk untuk tujuan politik. Inilah yang sebenarnya telah dilakukan Indonesia terhadap rakyat saya selama 60 tahun,” katanya. []

[news.beritaislam.org]


Related Posts:

  • 07 Gerindra: Jokowi Bisa Jadi Presiden karena Kekuatan Media (JASMEV), Maka Jokowi Juga Harus Siap Di-bully di Media Juga 10Berita - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono meminta, Presiden Joko Widodo menyi… Read More
  • 04 Pemerintah Sweeping Media Sosial, Ini Komentar Ahli IT yang MENOHOK Cyber Army Jokowi 10Berita-Praktisi Teknologi Informasi, Ichwan Saychu menilai langkah pemerintah mengontrol sosial media bertentangan dengan nilai demok… Read More
  • 08 Ini Profil Bupati Klaten Sri Hartini, Kader PDIP yang Ditangkap KPK 10Berita  - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Klaten Sri Hartini. Ketua KPK, Agus Ra… Read More
  • 06 Sya'roni: Tindak Juga Pendukung Jokowi yang Sebar Kebencian di Medsos, Mereka Paling Intensif 10Berita - Meski terlambat, instruksi Presiden Joko Widodo agar media sosial penyebar kebencian ditindak tegas pat… Read More
  • 01 Sang Penjaga QS. Al-Ikhlash Oleh: Widi Astuti 10Berita-AKU tersentak membaca berita bahwa ada 125 pengacara yang mendukung PMKRI untuk memperkarakan Habib Rizieq Syihab. Tak menyangka betapa mereka berniat men… Read More