10Berita - Tanggapan Ketua Umum MUI Sumatera Barat, Buya Gusrizal Gazahar Dt. Palimo Basa, atas pernyataan BNPT terkait ciri-ciri atau indikator penceramah radikal seperti diberitakan detikcom (5/3/2022), dimana disebutkan indikator Kedua adalah: mengajarkan paham takfiri, yang mengkafirkan pihak lain yang berbeda paham maupun berbeda agama.
Melalui akun facebooknya, Buya Gusrizal Gazahar menanggapi.
"Bila menurut BNPT ciri penceramah radikal adalah mengkafirkan orang yang berbeda agama, berarti BNPT telah berperan sebagai agen pluralisme agama yang telah diharamkan oleh MUI. BNPT juga telah merusak ajaran agama khususnya ajaran Islam yang sangat mendasar yaitu "ajaran Tauhid"," tulis Buya Gusrizal Gazahar.
Berikut selengkapnya tanggapan Buya Gusrizal Gazahar:
Bila menurut BNPT ciri penceramah radikal adalah mengkafirkan orang yang berbeda agama, berarti BNPT telah berperan sebagai agen pluralisme agama yang telah diharamkan oleh MUI. BNPT juga telah merusak ajaran agama khususnya ajaran Islam yang sangat mendasar yaitu "ajaran Tauhid". Kalimat "Lâ Ilâha Illalláh" merupakan pernyataan pengakuan atas keyakinan di dalam qalbu bahwa satu-satunya Ilâh yang berhak disembah adalah Allah swt.
Konsekuensi dari keyakinan tersebut adalah kufurnya setiap keyakinan yang menentang ajaran tauhid tersebut. Penganut kekufuran itu adalah "kâfir" dalam istilah Al-Qur'ân dan Sunnah Nabi saw.
Dengan demikian, saya minta BNPT menjawab, dari mana datangnya tuduhan radikal terhadap da'i yang mengatakan orang berbeda agama adalah "kâfir" ???
Apakah menurut BNPT, da'i yang tidak radikal itu adalah yang mengakui semua agama benar???
Kalau itu yang diinginkan oleh BNPT, berarti BNPT ingin merusak ajaran agama.
Saya berharap agar seluruh tokoh umat Islam waspada dengan langkah seperti itu karena, bila itu misi BNPT berarti suatu institusi negara telah menempatkan diri sebagai pembawa kesesatan ke tengah umat.
Allâh al-Musta`ân wa `alaihi al-Tuklân.
(Buya Gusrizal Gazahar)
*Link berita: https://news.detik.com/berita/d-5969272/bnpt-urai-ciri-penceramah-radikal-yang-dilarang-jokowi-diundang-tni-polri
Rabu, 09 Maret 2022
Home »
» Buya Gusrizal: Bila menurut BNPT ciri penceramah radikal adalah mengkafirkan yang berbeda agama, berarti BNPT telah merusak ajaran Islam yang sangat mendasar yaitu "ajaran Tauhid"
Buya Gusrizal: Bila menurut BNPT ciri penceramah radikal adalah mengkafirkan yang berbeda agama, berarti BNPT telah merusak ajaran Islam yang sangat mendasar yaitu "ajaran Tauhid"
By 10 BERITA 3/09/2022 08:31:00 AM
Buya Gusrizal: Bila menurut BNPT ciri penceramah radikal adalah mengkafirkan yang berbeda agama, berarti BNPT telah merusak ajaran Islam yang sangat mendasar yaitu "ajaran Tauhid"
Related Posts:
Nasdem Bilang Cawapres Jokowi Akan Kejutkan Indonesia Nasdem Bilang Cawapres Jokowi Akan Kejutkan Indonesia 10Berita – Koalisi Joko Widodo sudah sepakati satu nama calon wakil presiden untuk bertarung di Pilpres 2019. Keputusan ini hasil pertemuan enam ketum parpol bersam… Read More
Gojo Nasehati Perindo: Kalau Mau Utak-Atik Aturan Jangan Mepet Jelang PemiluGojo Nasehati Perindo: Kalau Mau Utak-Atik Aturan Jangan Mepet Jelang Pemilu 10Berita – Upaya Partai Perindo, mengajukan permohonan Uji materi Pasal 169 huruf n UU 7/2017 tentang Pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK), tid… Read More
MASYA ALLAH... Proud of you Bunda Neno Warsiman, Semangatmu Membuat Makin Bersemangat #2019GantiPresidenMASYA ALLAH... Proud of you Bunda Neno Warsiman, Semangatmu Membuat Makin Bersemangat #2019GantiPresiden 10Berita, Bunda Neno Warisman mengalami teror. Mobilnya terbakar. Padahal dalam kondisi mati. Aneh. Namun, salah satu a… Read More
Rasakan Hidupnya Hambar, Natalie Sarah Putuskan BerhijabRasakan Hidupnya Hambar, Natalie Sarah Putuskan Berhijab 10Berita – Aktris Natalie Sarah kini berhijab. Ia memutuskan berhijab sejak beberapa bulan lalu. Banyak hal yang membuatnya mengambil keputusannya itu. “Sebenarnya uda… Read More
Gerindra-Demokrat Berkoalisi Demi Cegah Kecurangan Pilpres 2019Gerindra-Demokrat Berkoalisi Demi Cegah Kecurangan Pilpres 2019 10Berita – Rencana koalisi besar Gerindra, PKS, PAN, PBB dengan Partai Demokrat merupakan upaya mencegah kecurangan Pilpres 2019, sekaligus membersihkan d… Read More