OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 08 Desember 2023

Aroma Bau Busuk Upaya Jokowi Menangkan Gibran Tak Bisa Terus Ditutupi

Aroma Bau Busuk Upaya Jokowi Menangkan Gibran Tak Bisa Terus Ditutupi





10Berita, Aroma bau busuk upaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memenangkan putra sulungnya, cawapres nomor urut dua dari Koalisi Indonesia Maju Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024 tidak bisa terus ditutupi.

Upaya Jokowi untuk memenangkan putranya salah satunya terlihat dari tindakan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang tidak memberikan sanksi tegas ketika Gibran diduga melanggar netralitas kepala daerah dan dugaan pelanggaran lainnya.

"Ketika ada pelanggaran netralitas kepala daerah Bawaslu juga tidak memberikan sanksi tegas, padahal pelanggaran tersebut sudah terang benderang jadi kosumsi publik," ujar pegiat media sosial Tonanda Putra dikutip dari YouTube 2045 TV, Jumat (8/12).

"Pelanggaran demi pelanggaran hanya dikaji-kaji saja dan ujung-ujungnya cuma dianggap bukan pelanggaran, seenaknya peristiwa yang sudah terang benderang dengan bukti-bukti yang bertebaran malah dibikin buram," imbuhnya.

Tonan merasa Jokowi menggunakan alat negara untuk memenangkan Gibran meskipun terus membantahnya, tapi pada akhirnya aroma bau busuk tersebut akan terungkap kepada publik.

"Beginilah yang terjadi kalau anak presiden ikut Pilpres ketika orang tuanya sedang menjabat, semua alat negara mesti didaya gunakan sebesar-besarnya untuk kemenangan sang anak walaupun dibantah tetap saja aroma bau busuk tidak bisa ditutupi terus menerus," tandasnya.

Sementara itu, baru-baru ini Gibran dianggap menggunakan anak-anak untuk kampanye berdasarkan kegiatannya di Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat, 1 Desember 2023, cawapres nomor urut dua itu meminta anak-anak untuk naik ke atas panggung serta membagikan buku dan susu. 

"Anak-anak ke panggung, sini saya bagikan buku. Susunya nanti juga dibagikan," kata Gibran saat menghadiri undangan Relawan Jokowi Bergerak Bersama Prabowo di RT. 013/RW. 011 Kelurahan Penjaringan, Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat petang dikutip dari Tempo.

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI Sylvana Maria menilai apa yang dilakukan Gibran merupakan pelanggaran. 

“Ini pelanggaran,” kata dia saat dihubungi TEMPO pada Senin, 4 Desember 2023.

Lebih lanjut, ia mengatakan sudah berkoordinasi dengan seluruh Tim Pemenangan Nasional (TPN) dan Tim Kampanya Nasiona (TKN), termasuk dari tim Prabowo-Gibran untuk menyepakati komitmen bersama terkait pemilu ramah anak.

Sylvana memberikan peringatan kepala TKN pasangan calon nomor urut dua itu usai apa yang dilakukan Gibran, agar mereka lebih serius melindungi anak dan mencegah terjadinya penyalahgunaan anak untuk Pilpres 2024.

“Khususnya selama masa kampanye. Baik pelibatan anak atau sama dengan penyalahgunaan anak, oleh internal partai politik/capres-cawapres/TKN, maupun pelibatan anak oleh konstituen/simpatisan capres-cawapres/parpol,” ucap dia. [Populis] 


Related Posts:

  • 02 Dicecar 34 Pertanyaan, Habib Rizieq Akan Datangkan Saksi Ahli10Berita – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat di Bandung, Senin, mencecar pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dengan 34 pert… Read More
  • 01 Tindakan Pemerintah dan Kepolisian Telah Melakukan Blunder terhadap Ulama dan Umat Islam10Berita-Pengamat politik Eep Saefullah Fatah mengungkapkan tentang sikap pemerintah dan kepolisian terhadap para kyai, ustadz dan akt… Read More
  • 10 Penyebab Metro TV Sering Diusir, Lantaran Berulang Kali Siarkan Berita Bohong10Berita- Bukan yang pertama Jurnalis Metro TV diusir peserta Aksi Bela Islam, lantaran terlalu sering memberitakan fakta bohong, tendensius, men… Read More
  • 01 MENGGETARKAN! Tak Terima Habib Rizieq Dikriminalisasi, Tokoh Muslim Tionghoa Ini Sampaikan Permohonan Kepada Jokowi 10Berita- Pidato Habib Muhammad Rizieq Shihab pada aksi Bela Islam dan Ulama di Masjid Istiqlal, 11 Febru… Read More
  • 09 Pesan KPK Jelang Pilkada : Rakyat Jangan Pilih CALON YANG PUNYA PERKARA HUKUM10Berita-Peluang calon kepala daerah dan wakil kepada daerah yang tersangkut perkara hukum tampaknya semakin suram, mengapa? Karena Komisi Pember… Read More