OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 26 April 2017

Teguran Halus Eep Saifulloh Kepada Syafi’i Ma’arif

Teguran Halus Eep Saifulloh Kepada Syafi’i Ma’arif

10Berita-JAKARTA - Ada hal menarik saat acara ILC (Indonesia Lawyers Club) di TV One malam ini, Selasa 25 April 2017, dimana tema yang dibawakan adalah “Merajut Jakarta Kembali”. Sebuah tema yang cukup membangun karena merupakan bagian menampung ide dan pemikiran berbagai kalangan tetang bagaimana merajut kembali kerenggangan, ketegangan maupun “luka”  selama pelaksanaan pilkada DKI.

Salah satu yang diwawancarai adalah Syafi’i Maarif yang dikenal sebagai sesepuh oleh banyak kalangan. Melalui teleconference beliau menyebutkan beberapa hal yang sangat positif diantaranya mengapresiasi sikap Ahok-Jarot yang telah memberikan selamat dan dinilainya sebagai sikap positif dan berjiwa besar.

Selain itu Syafi’i Ma’arif juga menganjurkan semua pihak untuk menganggap bahwa gubernur terpilih adalah gubernur bagi semuanya, dan harus diakui oleh semuanya. Hasil selisih 15% itu menandakan legalitas Anies-Sandi cukup kuat terpilih dalam pilkada yang bermartabat.

Tetapi saat menutup statemennya Syafi’i Ma’arif menganjurkan gubernur terpilih Anies-Sandi  supaya jangan mendekati kelompok yang keras atau radikal karena berkaca pada tragedi perang Suriah yang mengakibatkan korban nyawa ratusan ribu orang, dan itu diprofokasi kelompok semacam ISIS.

Sebuah clossing yang cukup membuat banyak orang termsuk Anies sendiri terdiam karena merasa ada sesuatu yang mengganjal. Pertama, menjadi ada yang dituding sebagai pro ISIS dan ini cukup bisa membuka peluang salah paham.

Kedua , kurang pas dengan tema “Merajut  Jakarta Kembali ” malah seolah membuka front baru dengan kelompok yang tidak disebut namanya tapi dianggap pro radikal.

Untunglah setelah Syafi’i Maarif giliran Eep Saifulloh Fatah yang dianggap mewakili lembaga survei memberikan pandangannya yang cukup brillian, beradab, mencerdaskan sekaligus menyejukkan.

Saat ditanya mengapa ada cukup banyak hasil survei yang kurang pas hasil pilkada?, Eep yang merupakan pemilik lembaga survey Markpool menyindir halus adanya kepentingan dan aviliasi serta dibayarnya sebagian lembaga survei. Tetapi di titik ini Eep terlihat tidak ingin lebih jauh menguliti lembaga survei yang dimaksud, agar tema merajut kembali Jakarta benar-benar bisa dicapai.

Dan saat penutup itulah Eep dengan sopan santun mengoreksi statemen Syafi’i Maarif bahwa jika ingin merajut dan memperbaiki kembali Jakarta maka gubernur Anies-sandi harus merangkul semua kelompok, jangan malah dihimbau untuk jangan mendekati kelompok ini dan itu.

Eep Bahkan menganjurkan gubernur terpilih utuk membentuk semacam dewan penasehat gubernur yang terdiri dari semua mantan gubernur DKI termasuk Ahok untuk memberikan saran dan masukan kepada Anies-Sandi dalam menjalankan tugasnya.

Menutup statemennya Eep mengingatkan agar monas bukan dibebaskan dari aktifitas warga atau dilarang digunakan, tetapi  baiknya diperbolehkan digunakan oleh semua kelompok agama; Islam, Kristen, Budha dan Hindu sehingga semua merasa lega dan merasa memiliki.

Dan hendaknya publik yang arif pun tidak perlu berpolemik statemen Syafii Ma’arif, cukup berprasangka baik mugkin faktor usia Syafi’i dan kurang konsentrasi menyebabkan keluarnya sedikit statemen yang kurang bijak. Sebuah kewajaran sebagaimana umumnya manusia kadang terpeleset lidah, asal segera disadari dan tidak dijadikan kebiasaan mencurigai apalagi melabeli kelompok lain yang juga menjaga NKRI ini dengan label radikal maupun label-label negatif lainnya.

Sumber: Ummat Pos


10 Kelompok Ini yang Akan Temani Iblis di Neraka, Salah Satunya HAKIM YANG TIDAK ADIL

10 Kelompok Ini yang Akan Temani Iblis di Neraka, Salah Satunya Hakim Yang Tidak Adil


10Berita-DALAM riwayat Imam Bukhari, diceritakan suatu saat ketika sedang duduk, Rasulullah didatangi seseorang. Rasul bertanya kepadanya,

“Siapa Anda?” tanya Rasulullah

“Saya Iblis,” jawabnya.

Rasul bertanya lagi apa maksud kedatangannya. Iblis menceritakan bahwa kedatangannya atas izin Allah untuk menjawab semua pertanyaan dari Rasulullah.

Kesempatan itu pun digunakan Rasulullah untuk menanyakan beberapa hal. Salah satunya mengenai teman-teman Iblis dari umat Muhammad yang akan menemaninya di neraka nanti.

Lalu iblis menjawab, bahwa temannya di neraka nanti ada sepuluh kelompok.

Pertama, kata Iblis, haakimun zaa’ir (hakim yang curang).

Maksudnya adalah seorang hakim yang berlaku tidak adil dalam menetapkan hukum. Ia menetapkan tidak semestinya. Tak hanya hakim, dalam hal ini bisa juga para penegak hukum secara umum, seperti polisi, jaksa, pengacara, dan juga setiap individu, karena mereka menjadi hakim dalam keluarganya.

Kedua, kata Iblis, adalah ghaniyyun mutakabbir (orang kaya yang sombong). Ia begitu bangga dengan kekayaan dan enggan mendermakan untuk masyarakat yang membutuhkan. Dia merasa semua yang diperolehnya merupakan usahanya sendiri tanpa bantuan orang lain. Contohnya, seperti Qarun.

Ketiga, kelompok yang menjadi teman Iblis adalah taajirun kha’in (pedagang yang berkhianat). Ia melakukan penipuan, baik dalam hal kualitas barang yang diperdagangkan maupun mengurangi timbangan. Bila membeli sesuatu, ia selalu meminta ditambah, namun saat menjualnya, ia melakukan kecurangan dengan menguranginya.

Di samping itu, ia juga menimbun barang. Membeli di saat murah dan menjualnya di saat harga melambung tinggi. Dengan begitu, ia memperoleh untung besar. Demikian juga pada pengerjaan proyek tertentu, ia membeli barang dengan kualitas rendah untuk meraih keuntungan berlipat (mark up).

Keempat  yang menjadi teman Iblis adalah syaaribu al-khamr (orang yang meminum khamar). Minuman apa pun yang memabukkan, ia termasuk khamar. Misalnya, arak, wine, wisky, atau minuman yang sejenisnya.

Dalam sebuah riwayat disebutkan, peminum khamar (pemabuk) dikatakan tidak beriman jika ia meninggal nanti masih terdapat khamar dalam tubuhnya.

Kelima, al-fattaan (tukang fitnah). Fitnah lebih berbahaya daripada pembunuhan (al-fitnatu asyaddu min al-qatl), lihat QS al-Baqarah : 191.

Membunuh adalah menghilangkan nyawa lebih cepat, namun fitnah “membunuh” seseorang secara pelan-pelan. Fitnah ini bisa pula “pembunuhan” karakter seseorang. Fitnah itu, di antaranya mengungkap aib seseorang yang kebenarannya tidak bisa dipertanggungjawabkan, gosip, gibah, dan lainnya.

Keenam adalah shaahibu ar-riya’ (orang yang suka memamerkan diri). Mereka selalu ingin menunjukkan kehebatan dirinya, menunjukkan amalnya, kekayaannya, dan lainnya. Semuanya itu demi mendapatkan pujian.

Ketujuh, aakilu maal al-yatiim (orang yang memakan harta anak yatim). Mereka memanfaatkan harta anak yatim atau sumbangan untuk anak yatim demi kepentingan pribadi atau kelompoknya. Ini bias dilihat QS al-Maa’un : 1-7.

Kedelapan, al-mutahaawinu bi al-shalah (orang yang meringankan shalat). Mereka memahami perintah shalat adalah kewajiban, namun dengan berbagai alasan akhirnya shalat pun ditinggalkan. Allah juga mengancam Muslim yang melalaikan shalat.

Kesembilan, maani’u az-zakaah (orang yang enggan membayar zakat). Mereka merasa berat untuk mengeluarkan zakat walaupun tujuan zakat untuk membersihkan diri dan hartanya.

Kesepuluh, adalah man yuthiilu al-amal (panjang angan-angan). Enggan berbuat, namun selalu menginginkan sesuatu. Ia hanya bisa berandai-andai, tapi tak pernah melakukan hal itu. Wallahu a’lam. []

Sumber: Islampos


Abu Bakar Tetap Mengimani Isra Mi’raj Meski di Luar Logika

Abu Bakar Tetap Mengimani Isra Mi’raj Meski di Luar Logika


10Berita-ISRA mi’raj adalah peristiwa yang kasat mata. Tak heran, banyak orang tak percaya akan kejadian ini. Banyak yang mempertanyakan, bahkan menganggap gila Rasulullah.

Abu Bakar ash-shiddiq merupakan sahabat yang pertama kali mengimani Isra Miraj. Dalam sebuah riwayat disebutkan, orang-orang datang berbondong-bondong kepada Abu Bakar ash-shiddiq karena mendengar cerita perjalanan malam Nabi Muhammad.

“Lihat apa yang diucapkan temanmu (Muhammad),” ujar salah satu di antara mereka.

“Apa yang Beliau ucapkan?” tanya Abu Bakar.

Orang-orang bercerita, Rasululah  mengaku telah melakukan perjalanan ke Baitul Maqdis. Ia diangkat ke langit hanya dalam satu malam. “Jika memang Beliau yang mengucapkan, maka sungguh itu berita benar, sesuai yang Beliau ucapkan. Karena Beliau adalah orang yang jujur,” kata Abu Bakar.

Abu Bakar tak banyak bertanya. Ia mengimani Rasulullah sebagai utusan Allah yang amanah dan jujur.

Di kemudian hari, peristiwa itu dikenal dengan Isra Mi’raj. Peristiwa sakral itu terdiri dari rangkaian Nabi Muhammad menaiki burak hingga langit ke tujuh. Ia juga mengalami perjalanan ke Masjid al-Aqsa.

Para ilmuwan modern menemukan bahwa kecepatan cahaya merupakan pergerakan tercepat yang pernah tercatat dalam sejarah ilmu sains. Berabad-abad sebelumnya, umat Islam telah mengenal burak, yang berarti kilatan cahaya, yang mengantarkan Nabi Muhammad menjalani Isra Mi’raj. []

Sumber: Republika


Mimbar Syari’ah: Tuntutan JPU Terhadap Ahok Amputasi Hukum Indonesia

Mimbar Syari’ah: Tuntutan JPU Terhadap Ahok Amputasi Hukum Indonesia

10Berita-SURABAYA – Ketua Mimbar Syariah, Ustadz Hamzah Baya, mengatakan, tuntutan jaksa terhadap Ahok bukan sekedar mencederai hukum akan tetapi mengamputasi hukum Indonesia.

Ustadz Hamzah, menjelaskan, Ahok sudah sepantasnya mendapat hukuman maksimal sesuai pasal yang didakwakan. Akan tetapi, kata dia, JPU hanya menuntut Ahok dengan hukuman 1 tahun dan 2 tahun masa percobaan.

“Hal ini bukan lagi mencederai hukum di negeri ini. Tapi, sudah mengamputasi hukum yang ada,” tegasnya.

Ia melanjutkan, persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Ahok hanyalah sandiwara belaka. Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat untuk tidak terlalu berharap kepada keputusan Majelis Hakim.

“Kita tidak bisa berharap terlalu banyak terhadap keputusan majelis hakim dalam persidangan. Kita tahu bahwa mereka tidak akan menjatuhkan vonis atau menghukum penista agama (Ahok) berat,” katanya.

Untuk itu, Ustadz Hamzah meminta umat Islam untuk terus melakukan perlawanan secara hukum maupun bentuk lainnya sampai keadilan ditegakkan.

“Kita harus menjalankan kewajiban kita, yaitu amar ma’ruf dan nahi munkar. Sebab orang-orang kafir dan munafiq tidak akan pernah membiarkan umat Islam menjalankan syariat Allah di bumi ini. Sehingga perlu sebuah upaya atau perlawanan untuk tegaknya keadilan di negeri ini,” pungkasnya.

Mimbar Syari’ah adalah forum koordinasi dan konsolidasi bagi para da’i pejuang penegakkan syariah di Indonesia.

Reporter: Yan Aditya

Sumber: Jurnalislam


Penelitian: Tahajjud Bisa Cegah Kanker

Penelitian: Tahajjud Bisa Cegah Kanker


“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji,” (QS. Al-Israa’: 79).

SHOLAT tahajjud ternyata tak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapatkan tempat (maqam) terpuji di sisi Allah, tapi juga sangat penting bagi dunia kedokteran.

Menurut hasil penelitian Mohammad Sholeh, Pensyarah IAIN Surabaya, salah satu salat sunah itu bisa membebaskan seseorang dari serangan infeksi dan penyakit kanker. Tidak percaya? “Cobalah Anda rajin-rajin sholat tahajjud. Jika anda melakukannya secara rutin, benar, khusyu’, dan ikhlas, niscaya anda terbebas dari infeksi dan kanker,” ucap Sholeh.

Ayah dua anak ini bukan ‘tukang obat’ jalanan. Dia melontarkan pernyataanya dalam desertasinya yang berjudul ‘Pengaruh Sholat tahajjud terhadap peningkatan Perubahan Respons ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Psiko-neuroimunologi.” Dengan desertasi itu, Sholeh berhasil meraih gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran pada Program Pasca Sarjana Universitas Surabaya, yang dipertahankannya.

Selama ini, menurut Sholeh, tahajjud dinilai hanya merupakan ibadah sholat tambahan atau sholat sunah. Padahal jika dilakukan secara kontinu, tepat gerakannya, khusyu’ dan ikhlas. Secara medis, sholat itu menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imonologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan limfosit-nya yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi.

Sholat tahajjud yang dimaksudkan Sholeh bukan sekedar menggugurkan status sholat yang muakkadah (Sunah mendekati wajib). Ia menitikberatkan pada sisi rutinitas sholat, ketepatan gerakan, kekhusyukan, dan keikhlasan.

Selama ini, kata dia, ulama melihat masalah ikhlas ini sebagai persoalan mental psikis. Namun sebetulnya soal ini dapat dibuktikan dengan tekhnologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri, dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol.

Parameternya, lanjut Sholeh, bisa diukur dengan kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada pagi hari normalnya anatara 38-690 nmol/liter. Sedang pada malam hari-atau setelah pukul 24.00- normalnya antara 69-345 nmol/liter. “Kalau jumlah hormon kortisolnya normal, bisa diindikasikan orang itu tidak ikhlas karena tertekan. Begitu sebaliknya,” ujarnya seraya menegaskan temuannya ini yang membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama (Islam) semata-mata dogma atau doktrin.

Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian terhadap 41 responden siswa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan menjalankan sholat tahajjud selama sebulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan sholat tahjjud selama dua bulan. Sholat dimulai pukul 02.00-03.30 sebanyak 11 rakaat, masing-masing dua rakaat empat kali salam plus tiga rakaat. Selanjutnya, hormon kortisol mereka diukur di tiga laboratorium di Surabaya (Paramita, Prodia dan Klinika).

Hasilnya, ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin bertahajjud secara ikhlas berbeda jauh dengan orang yang tidak melakukan tahajjud. Mereka yang rajin dan ikhlas bertahajjud memiliki ketahanan tubuh dan kemampuan individual untuk menanggulangi masalah. []

Sumber: Islampos


Le Pen Masuk Putaran Dua, Warga Perancis: Dia Punya Gagasan Rasis, Tak Mungkin Rakyat Memilihnya

Le Pen Masuk Putaran Dua, Warga Perancis: Dia Punya Gagasan Rasis, Tak Mungkin Rakyat Memilihnya

10Berita- Paris – Marine Le Pen, politikus yang dikenal anti Islam dan anti Imigran menjadi salah satu kandidat Presiden Perancis selain pesaingnya Emmanuel Macron yang maju melalui jalur independen.

Le Pen berada di bawah Macron dalam pencapaian suara pada putaran pertama pemilu Perancis yang digelar Ahad 23 April kemarin. Ia meraih 21,53 persen suara, sementara Macron sedikit di atasnya dengan 23,75 persen.

Situs berita Al Jazeera, yang berpusat di Qatar, mencoba bertanya kepada warga Paris tentang kemenangan calon presiden dari Partai Front Nasional (FN) tersebut.

“Dia memiliki gagasan rasis, dan tidak mungkin Prancis memilih presiden seperti itu,” kata Abdel yakin.

Sementara itu, seorang pria bernama Christian, ketika ditanya soal peluang kemenangan Le Pen, ia menjawab,”Tidak, tidak, tidak, Marine Le Pen tidak akan menang. Keberadaan Macron di Elysee (istana) menjadi sebuah revolusi. Le Pen tidak akan menang sekarang, tidak juga di tahun 2022.”

Hugo yang pada putaran pertama mendukung politikus komunis Jean-Luc Melenchon, mengatakan tidak akan mengambil risiko dengan memenangkan Le Pen pada putaran kedua.

“Jika orang Prancis berusaha membaca program Le Pen, mereka akan mengerti betapa negatif proposalnya,” katanya.

Bahkan, seorang perempuan bernama Sabrina berjanji akan meninggalkan Perancis jika Le Pen terpilih. “Saya berencana untuk meninggalkan Perancis jika dia menjadi presiden berikutnya,” katanya. “Saya tidak ingin anak perempuan saya yang berusia enam bulan tumbuh bersama Le Pen.”

Sumber: Kiblat


Beginilah Zalimnya Pemberitaan Media Nasional terhadap Gubernur Muslim Penuh Prestasi

Beginilah Zalimnya Pemberitaan Media Nasional terhadap Gubernur Muslim Penuh Prestasi


Kepala Daerah penerima penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha (kemendagri)

10Berita-Media Nasional kembali bersikap tidak adil alias zalim terhadap daerah yang dipimpin oleh Gubernur Muslim penuh prestasi. Alhasil, jika tidak teliti dan hanya membaca judul, pembaca akan terdoktrin sebagaimana judul yang dipublikasikan oleh media ini.

Dalam pemberitaan hari ini, Selasa (25/4/17) pukul 12.17 WIB, portal Kompas.com melansir berita berjudul: Jakarta Jadi Provinsi Berkinerja Terbaik, Djarot Disambut Paling Meriah.

Jika hanya membaca judul, Provinsi DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok dengan wakilnya Djarot Syaiful Hidayat berhasil meraih predikat paling baik dan tidak ada yang lebih baik darinya.

Padahal, jika pembacaan dilanjutkan ke badan berita, akan didapati kesimpulan yang jauh berbeda dari judul yang diterbitkan.

Disebutkan dalam berita tersebut, Kementrian Dalam Negeri memberikan penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha berdasarkan hasil evaluasi kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah (EKPPD) tahun 2016 terhadap Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) 2015.

Ketidakadilan dalam pemberitaan tersebut baru bisa didapati oleh pembaca di akhir paragraf kelima. Di sana disebutkan, "Namun, DKI Jakarta bukanlah Provinsi dengan skor tertinggi."

Di sini, timbullah pertanyaan, "Jika bukan skor tertinggi, mengapa disebutkan 'terbaik' dalam judul berita? Bukankah terbaik bermakna yang paling baik atau tidak ada yang lebih baik darinya?"

Dalam kelanjutan paragraf berikutnya, disebutkanlah provinsi-provinsi mana yang sejatinya layak mendapatkan gelaran terbaik dan nama provinsinya ditampilkan di judul dengan penghormatan penuh.

Dan ternyata, dua provinsi terbaik merupakan daerah yang dipimpin oleh Gubernur Muslim sarat prestasi.

"Provinsi dengan kinerja terbaik didapat oleh Provinsi Jawa Timur dengan skor 3,1802. Berikutnya disusul oleh Jawa Barat 3,1760; Kalimantan Timur 3,1469; DKI Jakarta 3,0560; dan Jawa tengah 3,0539." sebagaimana dilansir Kompas, Selasa (25/4/17).

Negeri ini patut bersedih lantaran ketidakadilan yang terjadi di level media berkelas Nasional. Bagaimana kisahnya peringkat 4 mendapatkan julukan terbaik dan ditampilkan di judul, sedangkan juara satu dan dua tenggelam jika pembaca hanya berhenti di judul tanpa melanjutkan membaca badan berita? [Om Pir]

Sumber:Tarbawia


Selasa, 25 April 2017

Survei ExitPoll: Ini Parpol Pilihan Warga Jakarta Jika Pemilu Legislatif Digelar Hari Ini

Survei ExitPoll: Ini Parpol Pilihan Warga Jakarta Jika Pemilu Legislatif Digelar Hari Ini

Eep Saefulloh Fatah

10Berita--JAKARTA PolMark Research Center Indonesia merilis hasil exit-poll terbaru terkait elektabilitas atau keterpilihan partai politik (parpol) di Jakarta. Ada 13 parpol yang disurvei di Jakarta pada saat pelaksanaan Pilkada DKI putaran kedua, 19 April 2017 lalu.

Exit-poll berisi pertanyaan tentang pelaksanaan Pemilu Legislatif (Pileg) jika dilaksanakan saat gelaran Pilkada DKI Jakarta pada 19 April lalu.

“Banyak yang tanya soal elektabilitas partai hasil ExitPoll PolMark Indonesia pada 19 April 2017 lalu. Ini 710 responden dari 400 TPS, dengan Margin of Error +/- 3,6%,” kata Direktur yang juga pendiri PolMark Indonesia/PolMark Research Center, Eep Saefulloh Fatah, dalam rilisnya melalui akun twitternya, Selasa (25/4).

Dari 13 Parpol, inilah partai pilihan warga Jakarta:

Di urutan pertama PDIP 16,9%, kedua Partai Gerindra 16,1%, ketiga PKS 12,8%, disusul Perindo 5,8%, Partai Demokrat 4,5%, Nasdem 4,1% dan Golkar di urutan ke-7 (3,5%). Namun yang Golput ternyata masih lebih besar: 22%. Selengkapnya bisa dilihat dari tabel di bawah ini:

Sumber: Salam-Online

Rasis, Cina Larang Berikan Nama Islami Kepada Bayi Muslim Uighur

Rasis, Cina Larang Berikan Nama Islami Kepada Bayi Muslim Uighur

10Berita – Kebijakan diskriminatif dan rasis kembali dikeluarkan pemerintah Cina. Kali ini Negeri Tirai Bambu melarang penggunaan nama-nama tertentu untuk diberikan kepada bayi yang baru lahir, khusus di provinsi Xinjiang, tempat 10 juta Muslim Uighur tinggal.

Dilansir Human Right Watch hari Selasa (25/4) menyatakan bahwa pemerintah Xinjiang baru-baru ini melarang banyak nama dengan konotasi keagamaan yang banyak terjadi di dunia seperti Saddam dan Medina. Orang tua yang menamai anaknya dengan nama-nama tersebut dianggap telah melebih-lebihkan semangat religius.

Nantinya anak-anak dengan nama yang dilarang tidak akan mendapatkan semacam ijazah yang penting untuk mengakses sekolah umum atau layanan sosial lain. Ini hanya sepenggal peraturan baru yang akan membatasi kebebasan beragama umat Islam.

Bulan April ini, Xinjiang juga telah memberlakukan peraturan baru melarang penggunaan jenggot atau cadar yang tidak normal di tempat umum, dan wajib menonton program televisi atau radio milik negara, serta kewajiban bagi pejabat pemerintah untuk merokok di depan tokoh agama umat Islam. (Rol/Ram)

Sumber: rol,eramuslim

Kompas Bohong Lagi : Jakarta Jadi Provinsi Berkinerja Terbaik; Netizen: Judul Bombastis, Padahal Urutan 4 Kalah Dengan Gubernur PKS

Kompas Bohong Lagi : Jakarta Jadi Provinsi Berkinerja Terbaik; Netizen: Judul Bombastis, Padahal Urutan 4 Kalah Dengan Gubernur PKS


10Berita- "Jakarta Jadi Provinsi Berkinerja Terbaik, Djarot Disambut Paling Meriah". Demikian JUDUL berita KOMPAS online yang diposting hari ini, Selasa (25/4/2017).

Link: http://nasional.kompas.com/read/2017/04/25/12173071/jakarta.jadi.provinsi.berkinerja.terbaik.djarot.disambut.paling.meriah

JUDUL berita KOMPAS ini mendapat tanggapan netizen karena setelah lihat ISI berita TERNYATA Provinsi DKI Jakarta HANYA URUTAN KE-4, kalah jauh dari Jawa Barat yang dipimpin Gubernur dari PKS Ahmad Heryawan.

Urutan Provinsi dengan kinerja terbaik:
1. Provinsi Jawa Timur dengan skor 3,1802
2. Provinsi  Jawa Barat 3,1760
3. Provinsi  Kalimantan Timur 3,1469
4. Provinsi DKI Jakarta 3,0560
5. Provinsi  Jawa tengah 3,0539.

"Judul sih bombastis, wong urutannya ke berapa dulu. Di bawah gubernur PKS tuh," komen netizen @AHMADTANTAWl.

"@kompascom Spin Doctor,...lha urutan ke empat koq terbaik....ter itu yg pertama, the most, kalau keempat itu juara harapan1 keleeessss," ujar @BrataRobinto.

"@kompascom terbaik ke 4 itu artinya harapan 1 kom , masih ada 3 terbaik di atasnya *duh," komen @andy_kidn.

Sumber: Portal Islam