OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 27 April 2017

CATATAN] BICARA SEMBARANGAN, Menteri Jepang MUNDUR Dari Jabatan, di Indonesia Malah Jadi Ikan Nemo..

[CATATAN] BICARA SEMBARANGAN, Menteri Jepang MUNDUR Dari Jabatan, di Indonesia Malah Jadi Ikan Nemo..


10Berita- Menteri Jepang, yang mengawasi pembangunan kembali daerah yang hancur akibat tsunami pada 2011 dan bencana nuklir Fukushima, mundur pada Rabu 26 April 2017 setelah mengatakan bahwa lebih baik bencana tersebut melanda wilayah timur laut daripada Tokyo.

Masahiro Imamura terpaksa berhenti setelah ucapannya di pesta untuk anggota parlemen Partai Demokrat Liberal (LDP), yang berkuasa, dianggap menyakiti publik.

Saat berbicara tentang biaya akibat bencana alam, yang menyebabkan hampir 20.000 orang tewas atau hilang tersebut, Imamura mengatakan, "Lebih baik itu terjadi di timur laut daripada di Tokyo."

Tanggapan Imamura itu memicu teguran langsung dari Perdana Menteri Shinzo Abe, yang meminta maaf atas namanya.

Pengunduran diri Imamura yang begitu cepat ditujukan untuk meminimalkan citra buruk pemerintah Abe, yang telah dituduh berpuas diri tanpa adanya pihak oposisi.

"Ini adalah komentar yang sangat tidak pantas dan menyakitkan bagi orang-orang di zona bencana, sebuah tindakan yang menyebabkan orang-orang kehilangan kepercayaan padanya," kata Abe kepada wartawan setelah Imamura mengundurkan diri.

Di Jepang, pejabat negara telah tejadi beberapa kali.

Wakil Menteri Rekonstruksi Shunsuke Mutai pada tahun lalu menarik perhatian setelah memaksa seorang bawahan menggendongnya agar kakinya tetap kering saat ia mengunjungi daerah banjir. Dia berhenti pada bulan Maret pada malam peringatan keenam bencana 11 Maret setelah membuat lelucon tentang insiden tersebut.

Seminggu yang lalu Wakil Menteri Perekonomian, Perdagangan dan Industri, Toshinao Nakagawa, dipaksa untuk mengundurkan diri dari jabatannya setelah berita mengenai perselingkuhannya diketahui khalayak. Dia kemudian mengundurkan diri dari LDP.

Lain di Jepang, lain pula di Indonesia.

Di Indonesia, para pejabat bisa berbicara sesuka hati. Bahkan, seorang Gubernur saja harus sampai menjalani sidang dengan dugaan kasus penistaan agama.

Itu artinya, ada ucapan si Gubernur yang dianggap menyimpang karena membahas agama yang tak diimani, membahas agama di saat dan di depan audiens yang tidak tepat (membahas surat al maidah 51 di depan peserta budidaya ikan kerapu).

Hebatnya, bila di Jepang harus mundur, di Indonesia, Gubernur yang menyimpang itu masih bebas berkeliaran dan menjabat tanpa rasa malu, bahkan bisa menyebut dirinya ikan Nemo.

Bila bangsa Jepang mengenal budaya malu, entah ke mana raibnya budaya malu bangsa ini.

Sumber:Portal Islam

Rabu, 26 April 2017

PKS: Kasus Dugaan Penistaan Agama oleh Ahok Picu Penyatuan Umat Islam dengan Ormas dan Parpol

PKS: Kasus Dugaan Penistaan Agama oleh Ahok Picu Penyatuan Umat Islam dengan Ormas dan Parpol

Presiden PKS Dr Muhammad Sohibul Iman hadir dalam Rapat Pleno ke-17 Dewan Pertimbangan MUI bersama petinggi Parpol lainnya dan sejumlah tokoh/pimpinan/ormas Islam, Rabu (26/4 di Kantor MUI, Jalan Proklamasi, Jakarta. (Foto: EZ)

10Berita-JAKARTA Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dr Muhammad Sohibul Iman menilai, telah terjadi penyatuan antara umat Islam yang berada di ormas maupun parpol setelah adanya kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Berbicara dalam Rapat Pleno ke-17 Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sohibul mengungkapkan penyatuan umat yang lebih didorong lantaran kasus dugaan penistaan agama oleh Ahok.

“Tidak bisa dipungkiri, kasus dugaan penistaan agama yang menyeret Gubernur DKI Jakarta tersebut menjadi pemicu dari penyatuan itu,” ujar Sohibul dalam rapat pleno ke-17 Dewan Pertimbangan MUI, di Kantor MUI Pusat, Jalan Proklamasi, Jakarta, Rabu (26/4).

Awal dari persatuan, menurutnya, dimulai dari trigger yang dilakukan Saudara Basuki yang dinilai telah menistakan Islam. “Ini di-trigger Saudara Basuki yang dianggap menistakan agama. Karena itu umat Islam bersatu,” ungkapnya.

Selain Sohibul Iman, Rapat Pleno yang digelar Dewan Pertimbangan MUI ini hadir sejumlah petinggi partai politik seperti Waketum Partai Gerindra Fadli Zon, Wakil Sekjen PDIP Achmad Basarah dan Politisi Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin.

Rapat Pleno yang mengangkat tema ‘Membangkitkan Marwah Politik Umat Islam’ ini dipimpin oleh Ketua Dewan Pertimbangan MUI Prof Dr HM Din Syamsuddin, MA.

Selain petinggi parpol, hadir pula sejumlah tokoh Islam seperti Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr Nasaruddin Umar, Prof Dr KH Didin Hafidhuddin, Ketua GNPF-MUI Ustadz Bachtiar Nasir, dan lainnya.(EZ)

Sumber;Salam-Online

Tim Advokasi GNPF MUI dukung Hakim berani tegakkan hukum dan keadilan

Tim Advokasi GNPF MUI dukung Hakim berani tegakkan hukum dan keadilan

10Berita - Menindaklajuti pembacaan putusan atau vonis terhadap terdakwa penoda agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, 9 Mei 2017 mendatang, Tim Advokasi GNPF MUI, akan segera menyampaikan surat dukungan kepada Hakim yang berisi beberapa yurisprudensi terkait perkara penistaan agama yang telah menghukum pidana penjara kepada pelakunya. Tidak hanya itu, Tim juga akan menyampaikan SEMA No.11 Tahun 1964 yang berisi instruksi Mahkamah Agung untuk menghukum berat pelaku penghinaan agama karena agama merupakan unsur penting bagi pendidikan rohani.

“Kita dukung Hakim untuk berani menegakkan hukum dan keadilan dengan menyatakan Ahok bersalah melakukan tindak pidana penodaan agama Pasal 156a huruf a KUHP dengan hukuman 5 tahun penjara”, kata Nasrulloh Nasution dari Tim Advokasi GNPF MUI, dikutip belaquran (25/4/2017).

Penjatuhan pidana penjara 5 tahun menurut Nasrulloh sangat beralasan, karena berdasarkan hasil pemeriksaan alat bukti terungkap fakta adanya tindakan terdakwa Ahok secara berulang menista Surah Al Maidah 51 dan hal ini menurutnya sudah memenuhi unsur tindak pidana penodaan agama sebagaimana Dakwaan Alternatif Pertama Pasal 156a huruf a KUHP. Ditambah lagi dengan lahirnya Pandangan dan Sikap Keagamaan MUI, dinilainya sebagai bukti yang menguatkan unsur Pasal 156a huruf a KUHP, yang secara jelas menyebutkan terdakwa Ahok telah menista agama Islam.

Nasrulloh juga berpendapat, pledoi yang disampaikan Penasehat Hukum terdakwa Ahok terkait dengan Pasal 156a huruf a KUHP setali tiga uang dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dengan kata lain, Penasehat Hukum dan JPU sama-sama sepakat Ahok tidak bersalah melakukan tindak pidana penodaan agama Islam Pasal 156a huruf a KUHP. Alasan-alasan yang disampaikan pun seperti Ahok peduli umat Islam, tidak ada tabayun, trial by the mob, dan sebagainya merupakan pengulangan eksepsi yang sudah ditolak oleh Majelis Hakim, katanya.

“Meskipun Jaksa dan Penuntut Umum sepakat Ahok tidak melakukan tindak pidana penodaan agama Islam sebagaimana Pasal 156a huruf a KUHP, namun Hakim tentunya punya catatan dan analisis sendiri dalam memutus perkara ini dan kami berkeyakinan Hakim akan berani menjatuhkan pidana penjara 5 tahun”, katanya.

Sumber: arrahmah

Hingga Hari ini Tagar #AyoPenjarakanAhok jadi Peringkat Pertama

Hingga Hari ini Tagar #AyoPenjarakanAhok jadi Peringkat Pertama


10Berita-Jakarta – Hingga hari ini (Rabu, 26/04/2017)  sosial media diramaikan tagar #AyoPenjarakanAhok. Hastag tersebut bahkan menduduki peringkat pertama Indonesia.

Netizen meramaikan tagar ini sebagai reaksi tuntutan ringan yang dibacakan jaksa kepada tersangka penista agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Mereka geram atas keputusan jaksa tersebut.

Para netizen pun membandingkan tuntutan terhadap Ahok dengan tersangka-tersangka lainnya yang terjerat kasus penistaan agama. Mayoritas mereka dituntut dengan hukuman minimal 5 tahun penjara.

“Inilah KEADILAN yg sdg kita perjuangkan !! Bg @BuniYani terancam penjara 6 tahun sementara @basuki_btp kemungkinan bebas #AyoPenjarakanAhok,” cuit pemilik akun @Bg_Marone.

Tweet itu pun di balas oleh @Cuitansinta yang meminta agar penegak hukum memberikan hukuman yang setimpal untuk penista Agama yaitu Ahok.

“#AyoPenjarakanAhok buktikan bahwa penegak hukum berani mengeksekusi pejabat aktif sekalipun,” tulisnya.

Akun @eramahdi memperingatkan jika Ahok tidak di tangkap akan muncul kembali para penista agama.

“#AyoPenjarakanAhok kalo ga akan muncul lg.penista2 lain..dan smoga Agama lain tdk jd korban sperti d alami umat Islam.amin yRa,” tulisnya.

Seperti diketahui, sidang Ahok yang ke-20 lalu Jaksa Penuntut Umum (JPU) kasus dugaan penodaan agama telah menuntut terdakwa Basuki Tjahaja Purnama dengan hukuman 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun. Artinya jika Ahok tak melakukan tindakan pidana selama 2 tahun, maka dia tak akan dipenjara. Tetapi jika Ahok berbuat pidana atau mengulangi perbuatannya, dia akan kena hukuman 1 tahun penjara.

Hari ini, sidang kasus Ahok kembali digelar dengan agenda pembacaan nota pembelaan (pledoi). Nota pembelaan itu disampaikan sebagai upaya pembelaan atas dakwaan yang disampaikan jaksa dalam persidangan sebelumnya.[]

Sumber:Kiblat


Gerindra Kapok Dukung Ridwan Kamil Gara-gara Etikanya Buruk, Ibarat Anak Durhaka

Gerindra Kapok Dukung Ridwan Kamil Gara-gara Etikanya Buruk, Ibarat Anak Durhaka


10Berita-Partai Gerindra tidak akan mendukung Walikota Bandung Ridwan Kamil dalam gelaran Pilgub Jabar 2018. Alasannya, Gerindra menilai Ridwan Kamil etikanya buruk.

"Ya bayangkan, orang yang dulunya, mencari dukungan dari Gerindra kemudian kita dukung, setelah dukung untuk mengatakan jadi kader saja tidak mau," ujar Ketua DPP Partai Gerindra, Sodik Mudjahid di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (26/4), seperti dikutip RMOL.

Tidak hanya itu, Ridwan Kamil, lanjut Sodik juga tidak menunjukkan etika yang baik kepada Gerindra. Padahal, selama pria yang akrab disapa Kang Emil itu memimpin, Gerindra tidak pernah merongrong dan tidak meminta imbalan.

"Kami tidak pernah mengganggu, merongonrong, kasarnya 1 rupiah pun kami tidak pernah meminta. Tapi kemudian karena ada masalah lain, dia meninggalkan Gerindra," kata Sodik.

Seperti diketahui, Ridwan Kamil sudah deklarasi maju Pilgub Jabar dengan diusung oleh Partai Nasdem disaat Gerindra dan PKS tengah "berperang" melawan koalisi Nasdem-PDIP-dkk di Pilkada DKI.

"Saya kira itu satu etika yang tidak bagus. Ini yang kita tidak ingin. Kepada partai manapun jangan sampai ada orang semacam itu," sambung wakil ketua Komisi VIII DPR

Sodik bahkan menyebut ulah yang dipertontonkan Ridwan Kamil kepada Gerindra sebagai tingkah anak yang nakal pada orang tua.

"Anak nakal ya kira-kira gitu," pungkasnya.

Pernyataan Gerindra ini mendapat tanggapan publik di sosial media, salah satunya dari Sugimulyo yang berkomentar panjang lebar.

"Saya secara pribadi menyayangkan etika dan integritas dari kang Emil: Pertama, ingat kang Emil jadi walikota Bandung menggunakan kendaraan PKS dan Gerinda untuk masa 5 tahun, nah sebelum masa jabatan selesai sudah mau meninggalkan kursi walikota dan tidak berkomunikasi dengan baik, tidak minta ijin dengan baik-baik kepada PKS dan Gerindra partai yang mengusungnya, tahu-tahu deklarasi dengan partai lain, inilah keburukan etika dan integritas kang Emil."

"Kedua, kang Emil kurang punya empati kepada PKS dan Gerindra dan umat Islam yang sedang gencar-gencarnya memenangkan Anies Sandi untuk melawan ahok si pembuat onar dan pemprodusi kegaduhan, si raja tega penggusur rakyat kecil penista agama, dalam situasi yang genting tersebut mendesak PKS dan Gerindra untuk mendukungnya dalam pencalonan gubernur Jabar yang sebenarnya waktunya masih lama, ini sangat sangat tidak etis dan tidak bermoral, tidak punya empati dan egois."

"Ketiga, gelagatnya kang Emil ini sudah mulai sombong merasa pasti menang di Pilgub Jabar sehingga meremehkan yang lain, bibit-bibit otoriternya sudah mulai muncul, saya mungkin salah dan ini hanya penilaian pribadi saya."
  
Demikian ungkap Sugimulyo.

Sumber: RMOL

MAKJLEB!! Ngaku Anti Radikal Tapi Tiap Hari Ngetwit Radikal, @Sahal_AS Dinasihati Netizen

MAKJLEB!! Ngaku Anti Radikal Tapi Tiap Hari Ngetwit Radikal, @Sahal_AS Dinasihati Netizen


10Berita- Ahmad Sahal, seorang pendukung Ahok yang nyaris setiap hari berkicau menyudutkan umat Islam dengan sebutan Islam radikal, akhirnya kena batunya.

Sahal, yang merupakan salah satu aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL), hari ini mendapat nasihat indah dari seorang netizen yang selalu dikenal dengan kicauannya yang sejuk.

Gus... Gus...gak bosan apa mbahas radikalis mulu. Shalat dan ngaji aja yang bener dulu aku mah, kalau emang pada ngaku muslim. https://t.co/VGolXMG82r

— Zeeya Amir (@zeeya_amir) April 26, 2017

Katanya anti radikal, tapi kalau ngetwit amat radikal kok#Nengbingung

— Zeeya Amir (@zeeya_amir) April 26, 2017


Kicauan Zeeya tersebut menanggapi kicauan Sahal yang mengomentari salah satu sesi dalam acara Indonesia Lawyer's Club (ILC) yang tayang di TV One, Selasa 25 April 2017.

Yg bilang Radikalisme cuma hantu itu: 1. radikalis yg nyamar. 2. Politisi busuk yg bersekutu dgn radikalis. 3. Orang lugu yg asbun.

— akhmad sahal (@sahaL_AS) April 25, 2017


Sahal yang terkenal berseberangan dan selalu sinis pada kelompok umat Islam di luar kelompok 'Jaringan Islam Nusantara' (JIN) selalu melabeli FPI, dan kelompok Islam di luar JIL dan JIN sebagai kelompok radikal Islam dan kelompok Wahabi.

Kicauan-kicauan Sahal yang selalu menganggap kelompok Islam di luar kelompok JIN dan JIL adalah radikal ini justru memprovokasi umat non Islam untuk menyerang dan turut melabeli bahwa di luar JIN dan JIL, Islam di Indonesia tidak ramah.

Sumber: Portal Islam

Soal Islam Radikal, Anies Baswedan Bingung dengan Pertanyaan Karni Ilyas

Soal Islam Radikal, Anies Baswedan Bingung dengan Pertanyaan Karni Ilyas

10Berita-Peristiwa menarik terjadi dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) Merajut Jakarta Kembali di TV One, Jakarta pada Selasa (25/4/17) malam. Peristiwa ini terjadi ketika Karni Ilyas menanyakan isu Islam radikal yang disematkan kepada Anies Baswedan.

Karni Ilyas terlihat lebih gagap, sempat menghentikan ucapan dan melihat kertas di tangannya, lalu melanjutkan dengan tetap terbata. Dan Anies Baswedan langsung menyela seraya bingung karena tidak mengetahui maksud Karni Ilyas.

"Di luar Islam ada kekhawatiran lain, kalau Anies dan Sandi terpilih sebagai Gubernur, hukum Islam akan berlaku di Jakarta, bahkan hukum syari'ah. Anies itu, katanya, dekat sekali dengan kaum radikal, dekat dengan Hizbut Tahrir, bahkan katanya ada hubungan dengan JAT," ujar Karni kepada Anies.

Berselang detik kemudian, Anies langsung mendekatkan microphone ke lisannya, dan menyampaikan pertanyaan hingga terjadi dialog singkat antara dirinya dan Karni Ilyas.

"Apa itu (JAT)?" tanya Anies.

"Jama'ah yang bagian dari teroris (berdasarkan pemberitaan) juga." jawab Karni.

"Malah baru dengar." sahut Anies.

Anies kemudian menyampaikan, ia dan Sandiaga sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur akan bekerja untuk semua warga Jakarta. Pemerintah akan berkomunikasi dengan semua golongan. Apalagi, Jakarta merupakan Ibu Kota Negara yang penuh dengan nilai sejarah.

"Kita akan berkomunikasi dengan semua. Jakarta adalah Ibu Kota Indonesia, dimana gagasan Sumpah Pemuda dideklarasikan, dimana Proklamasi dikumandangkan, di sini pula Kota yang paling bhinneka." tegas Anies, dengan nada santun.

Setelah dilantik sebagai orang nomor satu di Jakarta, Anies akan memastikan pemerintahan agar berjalan secara bertanggungjawab, baik secara konstitusional maupun moral.

"Karena itulah, tantangan dan tanggungjawab konstitusional kita adalah memastikan kota ini menjadi kota yang tetap bhinneka. Dan tanggungjawab moral bahwa Gubernurnya bukan hanya menjadi Gubernur (bagi) sebagian orang, tetapi Gubernur dan Wakil Gubernur yang bekerja dengan semua kelompok." ulas Anies, meyakinkan.

Ia menyatakan akan menjangkau menjangkau semua kelompok masyarakat dari yang paling atas, paling bawah, paling kanan, paling kiri. Semuanya harus disapa. 

Sedangkan JAT yang dimaksudkan oleh Karni Ilyas adalah Jama'ah Ansharut Tauhid. [Om Pir]

Sumber: Tarbawia

Ada Tiga Kandidat Pendamping Capres Prabowo Subianto, Siapa Saja Mereka?

Ada Tiga Kandidat Pendamping Capres Prabowo Subianto, Siapa Saja Mereka?

10Berita-JAKARTA  – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) bersiap mengusung lagi Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada Pilpres 2019 mendatang. Sedangkan untuk wakilnya, salah satu yang populer disebut adalah Ahmad Heryawan.

Bagaimana jika Prabowo nantinya meminta langsung pada dirinya untuk mendampigi di hajat Pilpres 2019? Pria kelahiran Sukabumi, Jawa Barat itu mengaku enggan berspekulasi.

Dilansir laman JawaPos.com di sela-sela pengucapan sumpah Ketua BPK yang baru, Moermahadi Soerja Djanegara di Gedung Mahkamah Agung (MA), Jakarta, Rabu (26/4), pria yang akrap disapa Kang Aher itu mengaku belum ingin memikirkan hal tersebut. Baginya, menyelesaikan tugas sebagai Gubernur Jawa Barat yang tinggal setahun adalah prioritas.

“Pokoknya saya ingin menyelesaikan tugas dulu,” kata Aher sambil tersenyum kecil.

Menurut Aher saat ini baginya yang terpenting adalah menyelesaikan sisa jabatan menjadi pemimpin di Jawa Barat. Sehingga penerusnya hanya tinggal melanjutkan pekerjaanya saja.

Selain Aher, Prabowo juga dikabarkan melirik Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TBG) Muhammad Zainul Majdi, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo atau Pakde Karwo sebagai calon wakil presiden.

Mayoritas kader Partai Gerindra juga meminta Prabowo Subianto kembali ikut Pilpres 2019, untuk bersaing kembali dengan Joko Widodo (Jokowi). [fm/jpnn]

Sumber: Ummat Pos


Tak Disangka, Habib Rizieq Shihab dan Bachtiar Natsir Jadi Idola Para Pelajar

Tak Disangka, Habib Rizieq Shihab dan Bachtiar Natsir Jadi Idola Para Pelajar


10Berita-HAL ini terdengar mengejutkan. Ternyata sejumlah pelajar mengidolakan HRS (Habib Rizieq Shihab) dan UBN (Ustadz Bachtiar Nasir). Bukankah biasanya para pemuda atau pun pelajar begitu mengidolakan artis? Mengapa sekarang yang menjadi rangking tertinggi yang di idolakan oleh para pelajar adalah tokoh ulama ini?

Dua nama itu menempati ranking tertinggi dalam listing tokoh-tokoh idola para pengurus Unit Kegiatan Sekolah Kerohanian Islam atau Rohis di beberapa SMA Negeri favorit di Jawa Tengah dan DIY.

Hal itu mencuat dari Seminar Hasil Penelitian Agama di Laras Asri Hotel Salatiga yang digelar pada tanggal 29-31 Maret 2017, oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang atau Blas.

Temuan itu cukup mengejutkan karena ada pemahaman dan sikap keagamaan siswa SMA Negeri di Jawa Tengah yang bersifat radikal.

Meskipun demikian penelitian ini juga menemukan bahwa pendukung khilafah dan syariat Islam sudah muncul namun pengaruhnya tidak terlalu kuat.

DR Aji Sofanudin, MSi Peneliti Muda pada Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang (Kemenag RI) memaparkan, beberapa siswa SMA Negeri setuju untuk mengubah dasar negara Pancasila, memilih pemimpin semata-mata berdasarkan kesamaan agama, serta adanya pemisahan secara tegas antara ikhwan dan akhwat dalam kegiatan keagamaan.

Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Abdurrahman Mas’ud, pada pembukaan acara tersebut menyebutkan temuan penelitian ini cukup mengejutkan.

Penelitian dengan topik Transmisi Nilai-nilai Keagamaan Melalui Organisasi Rohis, terkait tokoh idola yang digemari siswa SMA di sasaran penelitian terbagi menjadi 3 kategori: rendah, sedang, dan tinggi.

Termasuk kategori rendah adalah M. Quraish Shihab, Hasyim Muzadi, Lukman Hakim Saifuddin, Maemun Zubair, Habib Luthfi bin Yahya. ementara kategori sedang adalah Arifin Ilham dan Aa Gym, sementara yang termasuk kategori tinggi adalah Bachtiar Nasir dan Habib Rizieq.

Secara metodologi, penelitian ini dilakukan pada 9 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah dan DIY dengan melibatkan 27 peneliti, 3 supervisor dan beberapa narasumber dari kampus.

Penelitian ini bersifat kolaboratif melibatkan seluruh bidang penelitian yang ada di kantor Balai Litbang Agama Semarang (BLAS). Penelitian ini dilakukan pada 17 SMA Negeri yang dipilih secara purposive, dengan pendekatan kualitatif multicase study yang dilakukan 5 Pebruari hingga 9 Maret 2017.

Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, telaah dokumen, serta Focus Group Discussion yang melibatkan Kasi Pendidikan Agama Islam Kemenag Kabupaten Kota, guru Pendidikan Agama Islam, Kepala Sekolah, pengawas sekolah, pembina Rohis, FKUB, dan Mentor.

Seminar Hasil Penelitian Tahap I 2017 Balitbang Agama Semarang yang digelar oleh Blas, 29-31 Maret 2017 di Hotel Laras Asri jalan Jenderal Soedirman Salatiga.

Penelitian kala itu dilakukan secara kuantitatif terhadap 1.100 siswa SMA/SMK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada potensi intoleransi dan radikalisme di kalangan siswa SMA/SMK.

Menurut hasil riset ini, 10 % siswa SMA berpotensi radikal. Penelitian Wahid Foundation bekerja sama dengan LSI (2016) dengan sebaran 1.520 siswa di 34 propinsi menyebutkan 7,7 % siswa SMA bersedia melakukan tindakan radikal. Penelitian Setara Institut (2015) terhadap siswa SMA di Bandung dan Jakarta menyebutkan sebanyak 7,2 % setuju dan tahu dengan paham ISIS.

Ketiga hasil penelitian tersebut menyebutkan angka yang sama yakni di bawah kisaran 10 % terhadap siswa SMA/SMK yang tergolong radikal. Meskipun persentasenya kecil, tetapi jika 10 % dari jumlah siswa maka menemukan jumlah yang banyak. []

Sumber: tribun


Komite Nasional Palestina Serukan Aksi Boikot Produk Zionis Israel Secara Nasional dan Internasional

Komite Nasional Palestina Serukan Aksi Boikot Produk Zionis Israel Secara Nasional dan Internasional

Hasil gambar untuk boikot israel

10Berita – Komite Nasional untuk mendukung tahanan Palestina di dalam penjara Zionis Israel mengajak masyarakat Palestina dan masyrakat dunia untuk melakukan boikot terhadap produk-produk Yahudi, sebagai bentuk solidaritas terhadap aksi mogok makan tahanan Palestina.
“Ditengah upaya paksa dan tindakan represif aparat Zionis Israel terhadap anak-anak kita dan para pahlawan kita yang terlibat dalam aksi mogok makan. Untuk mendukung tekad kuat dan ketanahan mereka, kami menyerukan masyarakat Palestina untuk memboikot seluruh produk Zionis Israel selama masa mogok makan dilakukan,” ujar Komite Nasional untuk mendukung tahanan Palestina dalam pernyataan persnya pada hari Selasa (25/04).
Komite Nasional untuk mendukung tahanan Palestina meminta para pedagang dan distributor untuk menghentikan penjualan dan pengiriman barang produksi Zionis Israel, serta mengajak masyarakat Palestina untuk ikut berkontribusi dalam aksi boikot ini.
Hingga hari Selasa 25 April 2017, sebanyak 1.580 tahanan Palestina melakukan aksi mogok makan massal di dalam penjara-penjara Zionis Israel dalam perang “Kebebasan dan Kemulian” yang telah berlangsung selam 9 hari berturut-turut.
Dalam aksinya para tahanan Palestina menuntut perlakuan layak bagi tahanan sesuai dengan hukum kemanusiaan dan internasional yang telah dijamin, termasuk diantaranya pengadilan sipil dan perawatan kesehatan. (Dostor/Ram)
Sumber: Eramuslim