OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 13 Agustus 2017

Menelusuri Jejak Nabi Daud

Menelusuri Jejak Nabi Daud

10Berita, JAKARTA -- Dawud AS adalah keturunan dari Ya'qub. Garis keturunannya menyambung hingga Ibrahim AS dari jalur Ishaq. Dawud diangkat sebagai nabi diperkirakan pada 1010 Sebelum Masehi. Kisah-kisah Nabi Dawud diabadikan dalam Alquran seperti cerita peperangan dengan Jalut dan mukjizat menaklukkan besi. Alquran menyebut nama Dawud AS sebanyak 16 kali.    

Allah SWT memberikan wahyu berupa Zabur. Bacaannya yang merdu terabadikan oleh sejarah. Hingga muncul iztilah mazamir atau nyanyian Dawud. Alam pun seraya bertasbih mengikuti senandung Sang Nabi ketika melantunkan Kitab Suci itu. Nabi Dawud adalah nabi bagi tiga agama Samawi, yakni Yahudi, Nasrani, dan Islam. Ia meninggal pada usia 100 tahun lebih. Risalahnya diteruskan oleh putranya, Sulaiman AS. Berikut beberapa jejak Nabi Dawud AS yang bisa ditelusuri hingga kini:  

Makam

Makam Nabi Dawud terletak di Bukit Zion, Yerusalem, yang menyatu dengan sebuah masjid. Makam ini kini tengah diklaim sebagai situs suci umat Yahudi. Namun, berdasarkan kesepakatan otoritas setempat, baik dari Lembaga Islam Tertinggi maupun Majelis Wakaf dan Urusan Islam Palestina serta keluarga besar ad-Dajani, bahwa kesepakatan yang menganeksasi situs ini antara Vatikan dan Zionis Israel tidak bisa dibenarkan. Situs ini, menurut catatan sejarah yang kuat adalah wakaf umat Islam, karena itu harus dipertahankan.
 
Mihrab

Mihrab merupakan tempat berdoa dan berzikir yang diabadikan dalam Alquran. Sedangkan, Mihrab Dawud AS adalah salah satu mihrab yang terkenal di Yerusalem dan konon pernah digunakan oleh Nabi Dawud. Mihrab ini pernah dibangun kembali oleh Sultan Hisamuddin Lasyin pada rentang waktu 696-698 M/1298-1296 H. Lokasinya di luar Masjid al-Aqsha. Berada di benteng gerbang Kota Yerussalem, hingga pada masa itu gerbang ini dikenal denga sebutan Gerbang Mihrab.

Tambang Besi

Nabi Dawud AS dikenal memiliki keahlian sebagai pandai besi yang andal. Mengutip nationalgeographic.com pada 28 Oktober 2008, ditemukan lokasi yang diduga sebagai pusat tambang besi pada masa Dawud dan anaknya, Sulaiman, di Yordania bagian Selatan. Tidak hanya besi, tetapi juga berbagai jenis barang tambang meliputi emas, perak, tembaga, dan perunggu. Konon, bahan-bahan inilah yang dijadikan sebagai material pembangunan Kuil Sulaiman.

Sumber: Republika

Sabtu, 12 Agustus 2017

Doa Dengan Hadits Dhaif, Boleh?

Doa Dengan Hadits Dhaif, Boleh?


AMAT banyak  hadits-hadits yang dibukukan oleh para huffadz hadits yang di dalamnya berisi doa-doa dan dzikir, baik derajatnya shahih, hasan, maupun dhaif. Memang tidak bisa dipungkiri ada sebagian dari saudara muslim menolak mengamalkan doa-doa dan dzikir yang derajatnya dhaif, bahkan menyeru untuk meninggalkannya

Tindakan demikian, tentu mengundang respon pihak lain dan mengundang polemik di tengah umat. Sehingga perlu dicari duduk permasalahannya dalam masalah ini, yakni apa hukumnya menggunakan dzikir dan doa dari hadits-hadits yang derajatnya dhaif, tentunya dari para ulama mu’tabar.

Pendapat Imam Al Baihaqi

Sebenarnya, jauh-jauh para ulama sudah membahas persoalan ini. Adalah Al Hafidz Al Mujtahid Al Imam Al Baihaqi telah menyampaikan Imam Al Baihaqi setelah menjelaskan tingkatan derajat hadits yang disepakati kedhaifannya oleh para ulama ahlul hadits, yakni dimana perawinya tidak termasuk yang dituduh sebagai pemalsu hadits, akan tetapi dikenal buruk hafalannya dan banyak kesalahan dalam periwayatannya, atau majhul yang tidak diketahui adalahnya serta syarat-syarat diterimannya khabar darinya, ia berkata,”Maka hadits dalam kategori ini tidak dipakai dalam hukum-hukum sebagimana kesaksiannya ditolak oleh pemerintah. Namun terkadang dipakai (haditsnya-pent) yang mengenai doa-doa, motifasi, ancaman, tafsir dan riwayat peperangan yang tidak berhubungan dengan hukum-hukum.”  (Lihat, Dalail An Nubuwwah, 1/32-37)

Pendapat Imam An Nawawi

Demikian juga Imam An Nawawi, setelah menyampaikan hadits Umamah Al Bahili, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam setelah meletakkan jenazah Ummu Kultsum dalam kubur, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengucapkan, yang artinya, ”Darinya Kami menciptakan kalian. Dan kepadanya Kami mengembalikan kalian. Dan darinya Kami mengeluarkan kalian kembali.”

Kemudian Imam An Nawawi berkata,”Telah meriwayatkannya Ahmad dari Ubaidullah bin Zahr dari Ali bin Zaid bi Jad`an dari Al Qasim, dan ketiganya merupakan para perawi dhaif. Akan tetapi hadits-hadits fadhail tidak ditinggalkan, meskipun isnadnya dhaif. Dan hadits ini adalah salah satunya. (Majmu’ Syarh Al Muhadzdzab, 5/293,294)

Bisa diambil kesimpulan bahwa dzikir yang diucapkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam saat meletakkan jenazah Ummu Kultsum meski datang dengan sanad dhaif, namun tidak ditinggalkan, karena ia merupakan bagian  fadhail a`mal.

Pendapat Ibnu Rajab Al Hanbali

Al Hafidz Ibnu Rajab pengikut madzhab Imam Ahmad pun memiliki pendapat selaras. Setelah menyampaikan hadits dari Anas Radhiyallahu An’hu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam jika memasuki bulan Rajab berkata, yang artinya,” Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadhan.”

Al Hafidz memberi komentشr terhadap hadits ini,”Diriwayatkan dari Abu Isma’il Al Anshari bahwasannya ia berkata,’Tidak shahih keutamaan Rajab, kecuali hadits ini.’ Perkataannya perlu dikaji, karena isnad ini terdapat perawi dhaif.”

Kemudian Al Hafidz Ibnu Rajab berkata,”Dalam hadits ini dalil mengenai (istihbab) kesunnahan doa agar disampaikan pada waktu-waktu yang memiliki keutamaan, agar bisa melakukan amalan-amalan shalih di dalamnya…” (Lathai’if Al Ma’arif, hal. 239)

Al Hafidz Ibnu Rajab meski telah menegaskan bahwa sanadnya dhaif, namun menyatakan terang-terangan bahwa hadits itu bisa dijadikan dalil mengenai doa-doa agar disampaikan kepada waktu-waktu yang memiliki keutamaan. Sehingga jika seorang berdoa dengan hadits tersebut tidak bermasalah meski dhaif, tidak masalah, ia mengandung permintaan untuk disampikan pada waktu-waktu yang mengandung keutamaan.

Pernyataan di atas adalah perkataan para ulama mu’tabar mengenai bolehnya pengamalan doa-doa dari hadits.

Doa Bagian dari Fadhail A’mal yang Boleh Gunakan Hadits Dhaif

Dan perlu diketahui bahwasannya doa adalah bagian dari fadhai’il al a’mal sebagaimana dipaparkan Imam An Nawawi sebelumnya, yang mana para ulama menyatahkan bolehnya menggunakan hadits dalam hal ini, meski dhaif.

Adalah Syeikh Abu Muhammad Al Maqdisi telah berkata,”Tidak mengapa dengan hal itu (yakni shalat tasbih), sesungguhnya dalam fadhail tidak disyaratkan shahihnya khabar.” (Al Ihtiyarat Al Ilmiyyah li Ibni Taimiyyah, hal. 100)

Demikian juga yang disampaikan Ibnu Qudamah, salah satu ulama besar dalam madzhab Hanbali,”Amalan-amalan nafilah dan fadhai’il tidak disyaratkan padanya keshahihan hadits.” (Al Mughni, 1/1044).

Imam An Nawawi menyatakan,”Dan telah bersepakat para ulama bahwa mengenai bolehnya beramal dengan hadits dhaifdalam fadha’il al a’mal.” (Al Arba’un An Nawawiyah, hal. 3)

Beberapa ulama yang menegaskan apa yang disampaikan Imam An Nawawi ini adalah Ibnu Hajar Al Haitami Al Makki.  (lihat, Fathu Al Mubin, hal. 32)

Ijma’ bolehnya penggunaan hadits dhaif dalam fadha’il juga ikut ditegaskan oleh Al Allamah Ali Al Qari Al Hanafi, ”Hadits dhaif digunakan untuk fadhail a’mal sesuai kesepakatan.” (lihat, Al Maudhu’at,hal.73).

Demikian juga diikuti pendapat ini diikuti  oleh Imam Imam Al Laknawi Al Hanafi. (lihat, Ajwibah Al Fadhilah, hal. 37)

Sedangkan untuk ulama hadits mu’ashirin  Syeikh Abdullah bin Shiddiq Al Ghumari berkata,”Para huffadz hadits sepakat mengenai bolehnya menggunakan hadits dhaif dalam fadha’il a’mal. (lihat, Al Qaul Al Muqni’, hal.2,3).

Adapun pendapat yang menyatakan bahwasannya Imam Al Bukhari, Yahya bin Ma’in, Muslim dan Ibnu Al Arabi menolak hadits dhaif secara mutlak adalah pendapat yang lemah setelah ditahqiq (silahkan baca Jangan Remehkan Hadits Dhaif).

Dengan demikian, doa dan dzikir menggunakan hadits dhaif adalah perkara yang dibolehkan menurut para ulama mu’tabar. Wallahu Ta’ala A’la wa A’lam.

Sumber: Hidayatullah


Kejernihan Hati Menjadi Lentera

Kejernihan Hati Menjadi Lentera

10Berita, JAKARTA -- Kisah keteladanan banyak dicontohkan oleh tokoh sufi berikut ini. Ia adalah Abu Nashr Bisyr bin al-Harits al-Hafi. Tokoh yang lahir di Kota Merv pada 767 M/150 H ini dikenal banyak memiliki karamah. Masa kelamnya sebagai seorang berandal dijadikan sebagai stimulan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Melalui berbagai olah spiritual inilah, ia kepada para sahabat karibnya menceritakan banyak kejadian-kejadian yang mengisyaratkan kebersihan hatinya.

Suatu ketika, Bisyr pernah berkunjung ke saudara perempuannya. Tetapi, kali ini kedatangannya tidak menampakkan keceriaan. Ia limbung seperti halnya orang yang tengah kebingungan. Belum lagi duduk atau berkata sepatah kata pun untuk basa-basi, Bisyir malah melenggang meninggalkan ruang tamu, “Saya akan naik ke atas,” begitu kata Bisyr tanpa basa-basi, membuat saudara perempuannya heran.

Keheranan saudara perempuan Bisyr kian bertambah. Pasalnya, setelah melewati beberapa anak tangga menuju ke loteng, Bisyr berhenti. Ia terdiam di sana sampai saat Subuh tiba.

“Mengapa sepanjang malam tadi engkau hanya berdiri di tangga itu?” tanya saudara perempuan Bisyr sesaat setelah Bisyr selesai melaksanakan shalat Subuh.

“Ketika saya baru naik, tiba-tiba muncul pemikiran dalam otakku. Di Baghdad ini banyak orang yang memiliki nama Bisyr, ada yang Yahudi, Kristen, Majusi. Aku sendiri seorang Muslim yang bernama Bisyr. Saat ini aku mendapat kebahagiaan yang besar.

Aku bertanya dalam diriku: Apakah yang telah aku lakukan ini sehingga mendapat kebahagiaan sedemikian besar, dan apa pula yang selama ini mereka kerjakan sehingga tidak mendapat kebahagiaan seperti yang kudapat? Itulah yang membuatku berdiri di tangga itu sepanjang malam tadi,” kata Bisyr kepada suadara perempuannya.

Peristiwa lainnya juga menunjukkan derajat kewaliannya. Suatu ketika cuaca sangat dingin, orang-orang yang tidak kuat dengan cuaca itu merangkap bajunya beberapa lembar, tapi Bisyr malah melepas bajunya yang dipakai sehingga menggigil kedinginan.

“Mengapa engkau melepas bajumu wahai Abu Nashr, bukankah engkau menggigil kedinginan. Lihatlah orang-orang itu, mereka mengenakan baju berlapis-lapis,” kata salah seorang sahabat yang merasa aneh dengan tingkah Bisyr.

“Aku teringat pada orang-orang miskin, betapa menderitanya mereka saat ini, sementara aku tidak punya uang untuk membantu mereka. Karena itu, aku turut merasakan penderitaan seperti yang mereka rasakan saat ini,” kata Bisyr. Sahabatnya tidak bisa berkata-kata.

Pada waktu yang lain, Bisyr berjanji hendak mengunjungi Ma'ruf, salah satu sahabatnya. Mendapati janji tersebut Ma'ruf dibuat girang. Dengan sabar Ma'ruf menunggu kedatangan Bisyr hingga waktu Zhuhur tiba, Bisyr belum juga tiba hingga usai shalat Ashar.

Bahkan, setelah menunaikan salat Isya pun, Bisyr belum juga tiba. Ma'ruf tetap bersabar menunggu kedatangan Bisyr, Ia yakin Bisyr tidak mungkin mengkhianati janjinya. Harapan dan kesabaran Ma'ruf tidak sia-sia. Ketika malam semakin larut, ia melihat Bisyr dari kejauhan, tangannya mengapit sebuah sajadah.

Saat sampai di Sungai Tigris, Bisyr menyeberang sungai itu dengan cara berjalan di atas air. Hal sama dilakukannya ketika hendak pulang saat waktu Subuh tiba setelah mereka berbincang sepanjang malam. Seorang sahabat, Ma'ruf, yang menyaksikan kejadian itu mencoba mengejar Bisyr, kepadanya ia minta didoakan. Setelah mendoakan sahabatnya Ma'ruf sesuai yang dimintanya, Bisyr berpesan agar apa yang dilihatnya itu tidak diceritakan kepada siapa pun. Dan orang itu tetap menjaga rahasia tersebut sepanjang masa hidup Bisyr.

Sumber: Republika

Beratnya Menapaki Jalan Perjuangan, Tapi, Jangan Pernah Berhenti Kawan

Beratnya Menapaki Jalan Perjuangan, Tapi, Jangan Pernah Berhenti Kawan

Ilustrasi

10Berita - *BERATNYA MENAPAKI JALAN PERJUANGAN*
_Tapi, Jangan Pernah Berhenti Kawan_

[c] Ahmad Sastra

Jalan perjuangan ini masih panjang kawan
Tengoklah bagaimana para kekasih Tuhan
Menempuh jalan terjal bebatuan
Mendaki tebing licin mematikan
Ditimpa fitnah menyakitkan
Mengarungi samudra ujian
Darah dan keringat bercucuran
Bahkan banyak yang nyawanya harus melayang

Jalan perjuangan ini masih panjang sobat
Tengoklah bagaimana kondisi umat
Masih banyak yang tahu hidup dan hakekat
Masih banyak terjerumus kubangan maksiat
Tenggak miras hingga sekarat
Tak merasa salah makan uang rakyat
Hidup semau nafsu lepaskan ikat
Seolah hidup tak aka nada kiamat

Jalan perjuangan ini masih panjang saudara
Tengoklah bagaimana kondisi bangsa
Masih belum beranjak dari miskin papa
Bahkan hutang menggunung tak terkira
Sumber daya alam habis tak tersisa
Anak cucu hanya akan menjadi penonton saja
Dirampok habis oleh penjajah tertata
Atas nama investasi padahal tipuan semata

Jalan perjuangan ini masih panjang akhi
Tengoklah rapuhnya kedaulatan negeri
Sebab tunduk dibawah ketiak ideologi kiri
Kapitalisme penjajahan hakiki
Komunisme penjajah tiada henti
Jadilah bangsa ini negeri kuli
Terhina tiada lagi harga diri
Sampai batas waktu yang masih misteri
Mungkin hingga anak cucu kita mati

Jalan perjuangan ini masih panjang
Duhai para pejuang
Jangan kalian merasa sudah menang
Hanya karena kondisi senang
Padahal musuh Allah tidak pernah tidur tenang
Mereka akan terus menghadang
Mereka terus akan menantang
Mereka akan terus menghalang
Mereka akan terus mencari ruang
Mereka akan terus mencari peluang
Hingga umat ini binasa dan ditendang
Hingga agama ini musnah dan hilang

Jalan perjuangan ini masih panjang akhi
Duhai para pejuang dan mujahid sejati
Hingga pertolongan Allah datang menghampiri
Hingga agama ini tegak berdiri
Dalam daulah Islam yang dinanti
Dalam ridho Allah yang hakiki
Pemberi rahmat hidup dan mati
Inilah kemenangan hakiki
Bukan kemenangan demokrasi

Mari kita rawat terus aura kebangkitan ini
Mari kita tuntaskan perjuangan ini
Usir segala penjajah dari negeri
Tegakkan Islam di bumi pertiwi
Menyebar  ke seluruh penjuru bumi
Rajut persatuan sejati
Seluruh umat sedunia raga dan hati
Dalam naungan panji tauhid imani
Dalam arahan konstitusi qur`ani
Dalam satu kepemimpinan khalifah tertinggi
Dalam lindungan ridho Allah ilahi robbi
Sejahtera dunia dan akherat nanti

Jalan perjuangan ini masih panjang
Duhai para pejuang
Jangan sampai ghiroh hilang
Teruslah berdiri tegak untuk berjuang
Siap menghadang musuh datang
Tiada pernah mundur untuk pulang
Hingga agama ini tegak menjulang 
Mengukir masa keemasan yang pernah gemilang
Atau hembusan nafas ini harus menghilang
Berakhir syahid di medan perang

Buka hati dan jiwa
Siapkan pengorbanan jiwa dan raga
Siapkan harta dan keluarga
Sebab di jalan perjuangan ini saudara
Jika karena Allah semata
Allah akan bukakan pintu-pintu surga
Jadi, tunggu apa ?

#PuisiAhmadSastra
#KotaHujan, 12/08/17 : 10.00

Sumber: www.beritaislamterbaru.org

Ucap Takbir dan Kalimat Tauhid Dituduh akan Buat Negara, GPJ: Ngaji, Biar Pinteran

Ucap Takbir dan Kalimat Tauhid Dituduh akan Buat Negara, GPJ: Ngaji, Biar Pinteran


10Berita-JAKARTA - Pemerintah dan segenap aparaturnya diminta untuk tidak berperilaku negatif kepada umat Islam, terlebih apabila saat umat Islam melakukan aksi dengan pekikan takbir dan kalimat tauhid.

“Masa sekarang begini disebut lalu dituduh ingin membuat negara? Waduh! Padahal kan negara ini merdeka dengan pekikan takbir. Makanya, Anda sebagai anggota DPR harusnya banyak-banyak ngaji. Biar pinter. Jangan cuma korupsi, dan kawin. Gak enak bangetdah,” demikian orasi dari Ade Nugroho dari Gerakan Pemuda Jakarta (GPJ), Jum’at (11/08/2017), di depan gedung DPR RI, Jakarta.


Ia dan sekelompok organisasi mahasiswa dan kepemudaan melakukan aksi untuk menolak Perppu Ormas Nomor 2 Tahun 2017. Menurutnya, Perppu itu harus dicabut, ditolak karena sudah melanggar UUD 45.

“Intinya jelas, kami menolak Perppu Ormas. Ini jelas menodai UUD 45, pasal 28 huruf e ayat 3, yakni soal berkumpul dan berpendapat di muka umum. Dan itu dilindungi UU,” tambah pemuda yang kental dengan logat Betawinya itu.

Ia menyesalkan itu, terlebih saat ada ormas yang dituduh anti Pancasila tetapi dibubarkannya tanpa melalui meja pengadilan. “Ada yang menyatakan bahwa ormas itu anti Pancasila tetapi membubarkannya tanpa pengadilan. Dari zaman kuda gigit besi, yang namanya membubarkan ormas itu harus melalui pengadilan, bukan dengan pidato politik,” katanya lagi.

Oleh karena itu, ia meminta kepada Anggota DPR RI untuk menolak dan atau mencabut Perppu Ormas tersebut. Sebagai wakil rakyat, DPR mesti memperhatikan aspirasi kuat yang datang dari umat Islam. (Robi/)

Sumber: voa-islam.com

Usaha Cabut Blokade, Hamas Kirim Utusan ke Mesir

Usaha Cabut Blokade, Hamas Kirim Utusan ke Mesir

10Berita – Gerakan perlawan Islam Hamas mengirimkan utusannya ke Kairo melalui perbatasan Rafah pada Jumat (11/8/2017). Hamas mengumumkan bahwa mereka akan mencoba negosiasi dengan pemerintah setempat agar mencabut blokade Mesir kepada Gaza.

Kantor berita Anadolu mengutip pernyataan juru bicara Hamas, Hazim Qasim, ia mengatakan bahwa kunjungan utusan Hamas ke Mesir bertujuan untuk menindaklanjuti kunjungan pemimpin Hamas baru-baru ini, Yahya Sinwar.

Pada bulan Juni lalu, rombongan Jalur Gaza yang dipimpin Yahya Sinwar menemui pemerintah Mesir. Dalam pertemuan itu, mereka membahas banyak permasalahan antar dua negara dan permohonan keringanan blokade terhadap Jalur Gaza.

Adapun pada kunjungan Jumat kemarin, Hazim menjelaskan bahwa Hamas berharap dapat melakukan kerjasama berbagai hal positif dengan Mesir. Kunjungan ini, kata Hazim, juga bertujuan untuk meminta kontribusi Mesir dalam menyikapi perlakuan Israel kepada Jalur Gaza yang semakin memburuk.

Kondisi Jalur Gaza

Jalur Gaza saat ini masih mengalami krisis di berbagai sisi, khususnya di sisi kemanusiaan. Israel masih terus mengepung Jalur Gaza selama sepuluh tahun terakhir. Di lain sisi Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, telah menaikkan Tarif Dasar Listrik untuk mengurangi krisis. Selain itu, Mahmoud Abbas meminta kepada Israel untuk mengurangi pasokan energi mereka ke Jalur Gaza. (js/rassd/)

Sumber: Rassd, dawatuna

Setelah Diprotes Akhirnya Baliho Tak Senonoh Yang Lecehkan Bendera RI Diturunkan, Terima Kasih Netizen!

Setelah Diprotes Akhirnya Baliho Tak Senonoh Yang Lecehkan Bendera RI Diturunkan, Terima Kasih Netizen!


10Berita-Sebuah baliho besar bergambar wanita sexy yang memamerkan tubuhnya dengan balutan kain merah putih menuai protes keras dan luas dari netizen di sosial media.

"Pantaskah bendera merah putih di tampilkan dengan gambar seperti ini,
Lokasi di jalan Panglima Sudirman Surabaya."

Demikian salah satu protes netizen yang mengunggah foto tsb. Sontak foto tsb viral dan warganet ramai-ramai memprotes atas pelecehan bendera RI dan pelecehan penyambutan HUT Kemerdekaan RI dengan cara yang tak senonoh.

Tak berapa lama, Alhamdulillah setelah ramai diprotes netizen, dengan cepat hari ini juga (12/8/2017) Pemkot Surabaya menurunkan baliho yang tak layak untuk memberikan penghormatan pada Kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Terimakasih kepada netizen yang senantiasa peka dan peduli dengan negeri ini.

Masih menunggu Pemkab Tuban melakukan hal yang sama untuk Patung Kong Co Jenderal Perang China yang tak layak berdiri di bumi Ronggolawe - WaliSongo - Tuban - Bumi Para Wali!

Teruslah cerewet wahai warganet, status-status Anda di sosial media ikut menentukan arah bangsa.

Sumber: Portal Islam

Penutupan Al-Jazeera, Keputusan Blunder Otoritas Zionis

Penutupan Al-Jazeera, Keputusan Blunder Otoritas Zionis


Ilustrasi. (aljazeera.net)

10Berita – Tel Aviv. Keputusan Otoritas Zionis Israel terkait penutupan kantor perwakilan Al-Jazeera di Al-Quds terus menuai kontroversi. Terbaru, pengamat Timur Tengah asal Israel, Jackie Khoji turut menyuarakan pendangan atas keputusan negaranya tersebut.

Dalam sebuah artikel yang dimuat surat kabar Israel, Maariv, Jackie menyebutkan  bahwa penutupan kantor Al-Jazeera merupakan kelanjutan dari langkah serupa yang dilakukan negara-negara Arab sejak berdirinya kantor berita yang berpusat di Qatar tersebut. Negara-negara Arab yang dimaksud adalah Suriah, Arab Saudi, Yordania, Bahrain, Tunisia dan lainnya.

Jackie menyebutkan, Al-Jazeera bukanlah kantor berita biasa. Tapi, Al-Jazeera merupakan saluran berita dengan pemirsa yang luas dari kalangan Arab  sejak awal berdirinya 20 tahun silam. Jumlah pemirsa Al-Jazeera kian bertambah sering berjalannya waktu.

Selain itu, Al-Jazeera juga punya pengaruh yang cukup kuat, tambah Jackie. Boleh dikatakan bahwa saat ini tidak ada stasiun televisi yang bisa mengimbangi tingkat dan pengaruh Al-Jazeera.

Bahkan, menurut Jackie, pengaruh yang diberikan Al-Jazeera jauh lebih besar daripada pengaruh para pemimpin Arab. Sehingga tidak ada kekuatan yang dapat mengimbanginya dalam membentuk opini publik dunia Arab.

Al-Jazeera bukanlah sebuah saluran televisi yang kecil, tegas Jakcie. Melainkan telah menjelma menjadi lengan media yang kuat bagi negara Qatar. Hal ini menjadikan Al-Jazeera dapat memainkan peran yang cukup baik.

Penutupan kantor Al-Jazeera oleh Otoritas Israel, menurut Jackie, tidak akan memberikan pengaruh besar terhadap editorialnya dalam pemberitaan politik. Tidak menutup kemungkinan keputusan tersebut malah menjadi blunder, sehingga mengakibatkan pemirsa Al-Jazeera makin bertambah.

Jackie menutup artikelnya dengan menuturkan bahwa cara Otoritas Israel memperlakukan Al-Jazeera layaknya anak-anak yang bermain di lapangan. Saat mengalami kegagalan, maka ia akan melemparkan pasir ke orang lain agar tidak melihatnya. (whc/)

Sumber: Aljazeera.net, dakwatuna

Temukan Mobil Berbahan Bakar Air, Lelaki Ini Patahkan Klaim Jenggot Panjang Bikin Goblok

Temukan Mobil Berbahan Bakar Air, Lelaki Ini Patahkan Klaim Jenggot Panjang Bikin Goblok


10Berita – Mobil berbahan bakar air hasil karya Hamidun Nasution, warga Desa Gunung Tua Julu, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, sudah diuji dari rumahnya hingga Tasikmalaya, Jawa Barat.

Seperti diberitakan okezone.com, selama di perjalanan tidak ada kendala berarti yang dihadapi pria berusia 50 tahun itu. Karena itu, ia yakin mobil yang sudah dikonversi dari bahan bakar konvensional ke air itu sudah layak digunakan. Hamidun pun sudah menggunakannya sejak tiga tahun terakhir.

“Mobil yang sudah saya rakit ini sudah terbukti tidak ada kendala. Sebab saya mengendarai mobil ini dari Madina ke Aceh terus ke Jawa,” ujar Hamidun kepada Okezone, belum lama ini.

Diakuinya, biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat converter cukup besar untuk ukurannya. Converter itu dapat mengubah air menjadi gas hidrogen yang dialirkan ke karburator. Biaya pembuatan converter yang dikeluarkan Hamidun mencapai Rp10 juta.

 “Memang pada pembuatan alat pengubah air menjadi bahan bakar mobil ini yang menempel di bagian mesin membutuhkan Rp10 juta,” paparnya.
Di samping itu, proses pembuatannya cukup kompleks. Untuk membuat satu mobil hingga benar-benar bisa berjalan menggunakan bahan bakar air ia membutuhkan waktu hingga dua pekan.

Lebih lanjut Hamidun mengungkapkan, jika ada perusahaan yang mau membeli dan mengembangkan hasil penemuannya lebih besar lagi dia akan senang hati membuka diri.

“Harapan saya ke depannya ada perusahaan yang mau mengembangkan itu,” ungkap pria yang pernah bekerja di sebuah perusahaan automotif itu.

Diikutkan Dalam Tekhnolgi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi

Seperti diketahui Hamidun Nasution (50), warga Desa Gunung Tua Julu, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing

Natal (Madina), Sumatera Utara, memodifikasi sektor jantung pacu mobilnya.

Hasilnya tak tanggung-tanggung, mobil Toyota Kijang-nya kini bisa berjalan dengan menggunakan bahan bakar air. “Sebenarnya mengetahui penemuan air sebagai pengganti bahan bakar mobil itu sejak tahun 1994,” Kata Hamidun, kepada Okezone, beberapa waktu lalu.

Menurut Hamidun, ia hanya perlu membuat converter yang mengubah air menjadi gas hirdogen. Gas hidrogen itu kemudian dihubungkan ke karburator untuk membuat mobil berjalan. “Saya merakit alat converter yang mampu membuat air menjadi gas (hirdogen), sehingga dapat difungsikan mesin menjadi bahan bakar,” ungkapnya.

Temuan Hamidun ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Madina. Hasil temuannya itu pun diikutkan dalam pameran Tekhnolgi Tepat Guna (TTG) ke-17 tingkat provinsi yang digelar di Taman Raja Batu Panyabungan, belum lama ini. Hamidun juga sudah pernah meraih juara kedua dalam lomba penemuan-penemuan canggih di tingkat provinsi Sumatera Utara pada tahun lalu. Di antaranya ia mengonversi sepeda motor dari bahan bakar bensin ke gas. “Saya pernah meraih juara dua pada perlombaan perakitan automotif di tingkat provinsi,” ujarnya.

Jenggot makin panjang makin goblok

Melihat penampakan Hamidun Nasution yang bersorban dan berjenggot panjang tentu semua orang tak menyangka beliau adalah penemu Mobil berbahan bakar air. Apalagi usai Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj menyatakan bahwa makin panjang jenggot, makin mengurangi kecerdasan.

Tentunya statement Said Aqil terkait “makin panjang jenggot makin goblok” ini juga memicu kontroversi di tubuh NU sendiri.

Seperti diketahui, NU adalah ormas yang lahir dari rahim pesantren, tempat dimana orang mengedepankan adab dan keilmiahan.

“Menyerang kelompok lain dengan cara mengolok jenggotnya adalah cara yang memalukan nama baik NU. Itu cara yang bodoh. Tidak mencerminkan akhlak dan intelektual.” ujar aktivis muda NU Ustadz Ahmad Kholili Hasib.

Dan sekali lagi terbukti dengan penemuan mobil berbahan bakar air oleh pria berjenggot, mematahkan statement Said Aqil terkait jenggot di atas. (kl/gr/okz)

Sumber: Eramuslim

Ajaib! Jelas Tak Berizin, Istana Malah Ancam Pihak yang Mempermasalahkan Patung China di Tuban

Ajaib! Jelas Tak Berizin, Istana Malah Ancam Pihak yang Mempermasalahkan Patung China di Tuban

10Berita -  Setelah dalam satu pekan terakhir publik dihebohkan dengan pendirian patung Dewa Perang China Kongco Kwan Sing Tee Koen, pihak istana akhirnya ikut berkomentar terkait patung kontroversi di Tubat tersebut.

Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki menilai pihak yang mempermasalahkan patung sebagai tindakan intoleransi.

"Banyak hal-hal yang dulu tidak jadi masalah, kita rukun-rukun saja, duduk bersama dalam perbedaan, dalam kehidupan sehari-hari berbeda dalam politik dan kehidupan bernegara, kok ini sekarang menjadi masalah," ujar Teten di Jakarta, Rabu (9/8), seperti dilansir Kompas.

Teten mencontohkan penolakan kelompok masyarakat atas berdirinya patung raksasa dewa di Tuban.
Puluhan orang dari berbagai elemen menggelar aksi protes di depan gedung DPRD Jatim. Mereka mendesak agar patung tersebut segera dirobohkan karena tidak terkait dengan sejarah bangsa Indonesia.

Teten menegaskan negara tidak boleh tinggal diam merespon fenomena ini. Negara harus menempatkan seluruh warganya pada kedudukan yang sama. Jika ada persoalan, hukumlah yang ditegakkan. Bukan dengan cara main hakim sendiri.
.
"Jadi setiap ada tindakan intoleransi atau tindakan semena-mena, misalnya menghancurkan patung, benda seni dan sebagainya, harus dilakukan tindakan hukum. Apalagi jika mereka protes mau ini mau itu, minta patung itu dirobohkan misalnya. Aparat tidak boleh tunduk pada tekanan," ujar Teten.

Link: http://nasional.kompas.com/read/2017/08/10/08574211/polemik-patung-raksasa-di-tuban-istana-minta-aparat-tak-tunduk-pada-tekanan

Agaknya Teten lupa bahwa toleransi bukan berarti selalu menuntut pihak mayoritas untuk dapat menerima kelompok minoritas. Tapi kelompok minoritas juga harus menghormati kelompok mayoritas sehingga terjadilah saling sinergi antara kedua pihak.

Entah pejabat ini memang tidak tahu atau lupa bahwa patung itu dibangun tanpa adanya izin dari Pemda setempat.

Patung Raksasa di Kelenteng Tuban Ternyata Belum Kantongi Izin
Link: https://news.detik.com/berita/3582398/patung-raksasa-di-kelenteng-tuban-ternyata-belum-kantongi-izin

Bukankah sesuatu yang dibangun ilegal harus diproses sesuai dengan hukum yang berlaku? Seperti rakyat kecil yang tidak memiliki sertifikat tanah yang harus kehilangan tempat tinggal mereka karena digusur.

Kalau sama rakyat kecil kok tegas dan main gusur?

Kenapa yang ini malah main ancam pada pihak yang mempermasalahkan patung ilegal? [pii]

Sumber: www.beritaislamterbaru.org