OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 14 Agustus 2017

Larang Berhaji, Syiah Houthi Rampas 2.000 Lebih Paspor Muslim Yaman

Larang Berhaji, Syiah Houthi Rampas 2.000 Lebih Paspor Muslim Yaman

10Berita – Kelompok pemberontak Syi’ah Houthi dilaporkan telah menyita lebih dari 2.000 paspor dan melarang warga Yaman untuk berangkat ke Tanah Suci dan menunaikan Ibadah Haji 1438 Hijriyah.

Wakil Menteri Wakaf untuk urusan Haji dan Umrah Yaman, Sheikh Mukhtar al-Rabash mengatakan bahwa milisi Syiah Houthi telah menyita lebih dari 2.000 paspor warga Yaman di bawah kendali mereka, dan melarang warga menunaikan rukun Islam kelima, seperti dilansir dari Al Arabiya dari kantor berita resmi Yaman, Senin (14/8).

Al-Rabash menjelaskan bahwa perampasan paspor para calon jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci terjadi saat warga akan melintasi pos pemeriksaan milisi pemberontak Syiah Houthi.

Akibatnya, perjalanan ribuan calon jamaah haji asal Yaman yang berada di bawah kendali kelompok pemberontak harus tertunda dari jadwal yang sebelumnya telah disepakati dengan pihak pemerintahan Arab Saudi.

Pasca berhasil melakukan kudeta bersenjata pada awal tahun 2015 lalu, Pemberontak Syi’ah Houthi berhasil menguasai wilayah ibukota Sana’a dan merebut banyak institusi dan lembaga pemerintah, selain mendirikan otoritas tersendiri untuk menguasai ibukota Yaman.

Pada bulan Maret 2015, Koalisi Arab di bawah pimpinan Arab Saudi turun tangan atas permintaan presiden Abed Rabbo Mansour Hadi untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok pemberontak.

Sementara itu, Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi yang diakui secara internasional telah mengalihkan pusat pemerintahan ke Aden, di wilayah selatan Yaman. (Alarabiya/Ram)

Sumber:Eramuslim

Setelah Jokowi Teriak ‘Dilaut Kita Jaya’, Luhut Kemudian Dukung Pelabuhan Di Kelola Asing

Setelah Jokowi Teriak ‘Dilaut Kita Jaya’, Luhut Kemudian Dukung Pelabuhan Di Kelola Asing


10Berita - Dalam pidatonya Presiden Jokowi menegaskan Indonesia sebagai negara maritim yang sudah terlalu lama memunggungi laut. Maka, Jalesveva Jayamahe atau ‘Di laut kita jaya’ mesti dikembalikan.

“Kita kerja keras mengembalikan negara maritim, negara samudera, negara laut, negara selat dan negara teluk, adalah masa depan peradaban kita,” jelas Presiden Jokowi dalam pidato perdananya usai pelantikan di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2014).

Jokowi mengatakan sudah saatnya Indonesia menghadap ke laut kembali, menjadikan ‘Jalesveva Jayamahe’ seperti semboyan nenek moyang.

“Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudera, selat dan teluk. Kini saatnya kita kembalikan semuanya, sehingga ‘Jalesveva Jayamahe’, di laut justru kita jaya, sebagai semboyan kita di masa lalu, bisa kembali lagi,” jelas Jokowi.

Saat hendak menutup pidato, Jokowi juga menyitir pesan Presiden RI Soekarno tentang laut.

“Saya mengajak Saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk mengingat satu hal yang pernah disampaikan oleh Presiden Pertama Republik Indonesia, Bung Karno, bahwa untuk membangun Indonesia menjadi negara besar, negara kuat, negara makmur, negara damai, kita harus memiliki jiwa cakrawarti samudera; jiwa pelaut yang berani mengarungi gelombang dan hempasan ombak yang menggulung,” tegas dia seperti dilansir detik.com (20/10/14).


Waktu berjalan, tahun berganti. Kini komitmen Jokowi untuk berjaya di laut serasa hambar ketika Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dukung Perusahaan Singapura (asing) yang kelola Pelabuhan di Indonesia.

Menurut Luhut, Perusahaan asal Singapura, Port of Singapore Authority (PSA) Marine Pte Ltd dengan pengelola pelabuhan di Indonesia agar ada transfer teknologi dalam pengelolaan pelabuhan di Tanah Air.

Mantan Menko Polhukam itu pun mengaku ingin teknologi tersebut dapat diadopsi oleh pelabuhan Indonesia.

“Di Priok, Patimban, Medan, Surabaya, Makassar boleh ini (dijajaki pengaplikasian teknologinya),” katanya mengenai potensi kerja sama yang mungkin dilakukan, selain di Dry Port Cikarang.

“‘Passion’ saya adalah untuk melihat PSA datang ke Indonesia dan melatih kami,” tambahnya, seperti dilansir Republika.


Terkait keinginan Luhut, netizen ikut berkomentar dengan nada menohok.

“Lepas satu persatu Aset negara,,, pelabuhan adalah pintumasuk negara,,, ko malah dikasih ke negara lain,,, kenapa ga istana negara aja kasih ke negara lain,,” komentar akun Deden Deni.

Pertanyaan muncul, jika pelabuhan dikuasai asing, masih bisakah Indonesia berjaya di laut seperti teriakan pidato Jokowi dahulu kala?[]

Sumber: www.beritaislamterbaru.org

Masya Allah! Dapat Santunan IDC, Keluarga Yatim Zoya Infakkan 400 Juta untuk Bantu Yatim Lainnya


Masya Allah! Dapat Santunan IDC, Keluarga Yatim Zoya Infakkan 400 Juta untuk Bantu Yatim Lainnya


10Berita~Dalam sepekan, aksi penggalangan dana solidaritas keluarga yatim Muhammad Al-Zahra alias Zoya yang dilakukan Infaq Dakwah Center (IDC) menembus angka Rp 651.582.000 juta. Dana tersebut dialokasikan IDC untuk membelikan rumah senilai Rp 251.582.000 bagi keluarga yatim almarhum Zoya. Sisanya diinfakkan lagi oleh keluarga yatim ini kepada IDC untuk membantu program beasiswa yatim dan program IDC lainnya.

Penyerahan bantuan dana rumah dari IDC ke Siti Jubaedah secara simbolik dilakukan pada Tablig Akbar “Damailah Bekasi”, Solidaritas Keluarga Anarkisme yang diselenggarakan di Masjid Nurul Islam Islamic Center Bekasi, Jawa Barat, Ahad (13/8/2017) siang.

Meskipun tengah dirundung musibah, Siti Jubaedah tak lantas hilang kepekaan sosialnya. Kepada relawan IDC, Siti Jubaedah menginginkan agar dana dari kelebihan pembelian rumah diinfakan kembali untuk keperluan sosial lainnya.

“Sebagian infaq yang didapat dari IDC, saya infakan kembali ke IDC. Untuk membantu anak-anak yatim yang lain,” ujar Jubaedah.

Menanggapi itu, ustadz Farid Ahmad Okbah dalam taklimnya mengajak untuk belajar dari keteladanan Siti Jubaedah. Ia menyebut sikap tulus istri almarhum Zoya itu sebagai akhlak yang sangat mulia.

“Ini pelajaran bagi kaum muslimin. Ini ketulusan hati yang luar biasa. Meskipun keluarga ini sedang dirundung musibah yang cukup besar dan cukup menyakitkan, namun apa yang kita dengar tadi? Hasil infaq yang akan diperoleh sebagiannya dikembalikan lagi kepada umat Islam yang membutuhkan. Ini suatu kemuliaan,” jelasnya disambut gemuruh takbir 500-an jamaah yang memenuhi masjid.

Mulyadi, relawan IDC, mengaku terharu dengan jiwa sosial Siti Jubaedah. “Masya Allah!! Saya sangat terharu mendengarnya. Alhamdulillah amanah para donatur telah kami tunaikan. Amanah bantu rumah yatim juga sudah kami tunaikan. Insyaallah kelebihan dana Rp 400 juta yang diinfakkan ini akan kami salurkan untuk program-program IDC, antara lain program beasiswa ratusan anak yatim dhuafa di pesantren dan sekolah Islam," paparnya usai gelaran tabligh akbar.

Seperti diketahui, Zoya suami Jubaedah tewas diamuk massa setelah dituduh mencuri amplifier mushala Al Hidayah Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (1/8/2017) lalu. Sebelum tewas Zoya dipukul, ditelanjangi, disiram bensin, kemudian dibakar oleh massa. Zoya meninggalkan istri, Siti Jubaedah dengan satu anak laki-laki berusia empat tahun dan anak yang dikandung berusia enam bulan.[] 

Sumber : oborislam.com

 

Komnas HAM Prihatin Hate Speech dan Pelibatan Anak Saat Demo Tolak FDS

Komnas HAM Prihatin Hate Speech dan Pelibatan Anak Saat Demo Tolak FDS


10Berita~JAKARTA Komisioner Komnas HAM, Manager Nasution mengaku perihatin dengan situasi publik yang kembali disuguhi tontonan bernuansa kekerasan. Kali ini beredar video berdurasi singkat 1:03 menit di Youtube (https://youtu.be/oQQodXveEv8). 

Video itu menggambarkan sejumlah anak-anak menggunakan baju koko, sarung dan kopiah tengah melancarkan aksi atau demonstrasi di ruangan terbuka diduga untuk menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah yang kemudian kerap disebut Fullday School.

"Pada aksi tersebut, terlihat anak-anak itu membentangkan spanduk dan membawa bendera seraya meneriakkan takbir serta memekikkan ucapan "bunuh, bunuh, bunuh menterinya, bunuh menterinya sekarang juga" kata Maneger dalam pernyataannya, Senin (14/8/2017).

Atas hal itu, lanjut Maneger, Komnas HAM berpendapat, pertama, bahwa hak untuk berkumpul dan mengeluarkan pendapat adalah hak konstitusional warga negara (pasal 28E ayat (3) UUDNRI tahun 1945).

Setiap orang bebas untuk mempunyai, mengeluarkan dan menyebarluaskan pendapat di muka umum sesuai hati nuraninya secara lisan dan atau tulisan dengan tetap memperhatikan nilai-nilai agama, kesusilaan, ketertiban, kepentingan umum, dan keutuhan negara (pasal 23 ayat (2) dan pasal 25 UU No.39 tahun 1999 tentang HAM).

Kedua, bahwa sekira benar adanya, Komnas HAM menyampaikan keprihatinan atas dugaan ujaran kekerasan dan pelibatan anak-anak dalam aksi demonstrasi yang diduga untuk menolak Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah.

"Sebab, masih tersedia mekanisme lain yang lebih elegan dan efektif untuk menyampaikan aspirasi atas suatu kebijakan pemerintah," jelasnya.

Ketiga, ujaran kekerasan yang dilontarkan anak-anak dalam aksi sebagaimana cuplikan video tersebut sangat tidak elok dan mencederai bagi tumbuh kembang anak. Pasalnya, anak-anak itu pada saatnya dikhawatirkan akan mewarisi, tidak hanya ujaran-ujaran kekerasan, tetapi juga perilaku-perilaku kekerasan.

"Keempat, Komnas HAM memandang sekira benar adanya ujaran kekerasan sebagaimana dimaksud, di samping tidak sesuai dengan keadaban keindonesiaan kita, hak itu juga melanggar hak asasi anak. Sebab, dalam perspektif HAM, setiap anak berhak untuk tidak dilibatkan di dalam peristiwa-peristiwa yang mengandung unsur kekerasan (pasal 63 UU No.39 tahun 1999 tentang HAM)," ujarnya.

Kelima,  sejatinya negara hadir khususnya kepolisian negara untuk menginvestigasi kebenaran video itu. Sekira benar adanya, fihak-fihak yang dengan sengaja memanfaatkan anak untuk kepentingan-kepentingan tertentu, sejatinya diproses secara profesional, independen, dan tidak diskriminatif sesuai dengan hukum yang berlaku.

"Komnas HAM juga  mengajak agar semua pihak, baik pro maupun kontra dengan kebijakan pemerintah tersebut, menahan diri dan tidak memanfaatkan anak untuk kegiatan atau aktivitas yang sangat membahayakan tumbuh kembang anak,"lontar Maneger.

Maneger berpendapat, sebaiknya saluran aspirasi atas suatu kebijakan pemerintah dilakukan sesuai mekanisme hukum yang tersedia, dilakukan dengan elegan dan dengan mengedepankan  dialog.

"Komnas HAM mengajak, mari kita hadirkan kepercayaan bahwa negara khususnya pemerintah berkenan mendengar setiap aspirasi warga negaranya. (Bilal)

Sumber: voa-islam

Pulanglah dengan Gelar Terbaik

Pulanglah dengan Gelar Terbaik

10Berita~Mungkin, selama ini gelar yang melekat pada diri kita membuat kita menjadi sombong. Mungkin selama ini, jabatan yang kita miliki membuat kita merendahkan manusia yang lain, kita merasa menjadi orang yang paling mulia, selalu ingin dihormati, dan merasa bahwa orang lain tak “selevel” dengan kita, hanya karena gelar juga jabatan yang saat ini kita miliki. Tapi ingatlah, semua itu tiada berguna dihadapan Allah. Justru, orang-orang yang menyombongkan dirinya dihadapan manusia lain, akan Allah beri dia peringatan di yaumil’akhir dengan siksaan yang pedih.

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Luqman : 18)

Lihatlah lagi kedalam diri kita, jangan-jangan selama ini kita berjalan di atas bumi Allah, dengan menyombongkan diri. Berkacalah kembali pada jiwa kita, mungkin saja selama ini kita terlalu sering meremehkan orang lain hanya karena status pendidikan dan jabatan yang tak sama dengan kita. Tanyakan kembali pada hati kita, sudahkah hati ini merendah dihadapan-Nya ? ataukah, hati ini berdiri kokoh dengan penuh keangkuhan, hanya demi sebuah penghormatan ? Yang dengannya, kita merasa paling mulia ?

Ingatlah, orang yang mulia disisi Allah, bukanlah mereka yang bergelar Profesor, Doktor, Master, ataupun yang semacamnya. Tapi, orang yang paling mulia di sisi Allah, adalah orang yang bertaqwa kepada-Nya.

Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.  ( Al-Hujurat :13)

Gelar apapun yang kita miliki, kelak hanya akan menjadi kenangan. Semua itu tak bisa menyalamatkan kita dari kematian. Nanti hanya ada satu gelar yang melekat pada diri kita, yakni gelar “almarhum”, gelar terakhir yang akan dikenang oleh banyak orang. Karenanya, janganlah kita menyombongkan diri selama hidup di dunia ini. Gelar dan jabatan, pasti akan dimintai pertanggungjawabannya. Seharusnya, gelar yang telah kita dapatkan selama di dunia, bisa membuat kita lebih merendahkan hati, bisa lebih membuat kita mengerti bahwa yang menjadikan kita mampu untuk mendapatkan semua itu, tiada lain karena pertolongan Allah. Bukan malah merasa diri paling hebat sendiri, dan melupakan bahwa ada kekuatan lain yang membuat kita berhasil meraih semua itu, yakni kekuatan Allah.

Sungguh sangat disayangkan, bila ada orang-orang yang memiliki gelar  tinggi, tapi malah menggunakan gelar tersebut untuk merndahkan orang lain. Bahkan yang lebih memprihatinkan lagi, tak sedikit orang yang sekolah jauh ke luar negeri untuk mendapatkan gelar terbaik disana, malah setelah balik ke negeri asalnya, dia membawa pemikiran-pemikiran yang justru merusak generasi islam dimasa depan. Mereka belajar ke Amerika, kemudian kembali kesini untuk menyebarkan ajaran prularisme, liberalisme, dan menjauhkan generasi islam dari ajaran tauhid.

Mereka itulah orang-orang yang tak bersyukur kepada Allah. Mereka seakan lupa bahwa yang menciptakan mereka adalah Allah, Tuhan yang satu, yang tiada ada lain selain Allah saja. Orang-orang ini, mencampur-adukan ajaran islam dengan faham lain yang bertentangan dengan islam. Sekalipun orang-orang tersebut memiliki gelar yang tinggi. Sekalipun gelar yang didapati itu dari luar negeri. Selama apa yang ada dibalik tempurung otak mereka berisikan faham-faham sesat dan menyesatkan, maka tak ada kemuliaan yang mereka dapatkan. Dan kelak, gelar yang mereka dapatkan dari hasil kerja kerasnya selama di dunia, akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah Ta’ala.

Maka dari itu, siapapun kita, dengan gelar dan jabatan apapun yang kita miliki di dunia ini. Ingatlah, bahwa gelar dan jabatan itu kelak akan menjadi saksi yang dapat meringankan, atau justru memperberat siksaan kita di akhirat nanti.

Kita semua, akan kembali kepada-Nya, dengan atau tanpa gelar sekalipun. Kita akan berpulang keada-Nya, dengan atau tanpa jabatan sekalipun. Yang jelas, semua yang kita lakukan di dunia ini, pasti ada balasannya.

Semoga, kita yang hari ini masih diberikan umur panjang oleh Allah, dapat memanfaatkan sisa umur yang ada dengan sebaik mungkin. Dan semoga, kita dipulangkannya dengan gelarKhusnul Khatimah, serta dijauhkan dari gelar Su’ul Khatimah.

Aamiinn, aamiinn, Allahumma aamiinn…

Mustaqim Aziz

@mustaqimaziz2

Sumber:Eramuslim

Kekhilafahan Dikhawatirkan Geser Kapitalisme

Kekhilafahan Dikhawatirkan Geser Kapitalisme


10Berita~JAKARTA Ketua Bidang Dakwah dan Kader FUI, Ustadz Abu Saad menerangkan alasan orang kafir dan sekuler takut dengan kekhilafahan. Meski aktivis pejuang khilafah tidak menggunakan senjata.

"Mengapa mereka takut dengan khilafah, padahal pejuangnya tidak menggunakan kekerasan? Mereka takut khilafah karena khilafah bagian dari ideologi Islam," katanya saat mengisi kajian Mabit, di Masjid Al Falah Pejompongan, Jakarta, Sabtu Malam (12/8/2017).

Menurut Abu Saad, bila Kekhilafahan Islam tegak, kapitalisme akan disingkirkan. Hal ini yang tidak diinginkan kalangan liberal dan sekuler.

"Karena khilafah itu menjaga keberlangsungan kehidupan Islam, termasuk ideologinya. Oleh karena itu, mereka takut khilafah tegak," kata Abu Saad.

Sebelumnya, Ustadz Abu Saad menerangkan perbedaan pokok ideologi Islam dan Kapitalisme. Dalam pandangannya, Islam dan kapitalisme memiliki perbedaan pokok saat memandang kehidupan akhirat.

"Islam mengatur urusan dunia dan akhirat. Kapitalis tidak mengatur urusan akhirat," ujarnya.

Akan tetapi, di saat kapitalisme ingin memasuki ranah akhirat. Maka, kapitalisme meminjam dari agama-agama yang ada. "Kapitalis sendiri tidak memiliki agama,"cetusnya. (Bilal)

Sumber: voa-islam

Dan Semut Pun Berdzikir

Dan Semut Pun Berdzikir

Barangkali di antara kita menganggap remeh makhluk Allah yang mungil ini, yaitu semut. Tidak jarang kita jengkel ketika para semut mulai menggerogoti makanan atau mencicipi minuman segar yang kita simpan atau siap untuk dihidangkan dengan rapi. Dengan aktivitas semut ini, sebagian kita menganggap mereka makhluk yang selalu menyusahkan dan berbagai ekspresi lainnya.

Namun pernahkah kita menyadari bahwa semut terkadang lebih baik daripada segolongan manusia? Mungkin kita bertanya-tanya dan sebagian ada yang menentang perkataan ini, bahkan ada yang menyatakan, “Manusia adalah makhluk Allah SWT yang paling baik di dunia ini di antara berbagai makhluk Allah SWT lainnya, apalagi jika dibandingkan dengan sekelompok semut.”

Marilah kita perhatikan kisah-kisah berikut.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Ada salah seorang Nabi yang singgah di bawah pohon, lalu ia digigit oleh seekor semut. Lalu ia membinasakannya dan mencari tempat persembunyian semut tersebut. Setelah itu, ia menyuruh untuk membakar tempat tinggal semut tersebut. Kemudian Allah menanyakan kepadanya : Apakah hanya karena gigitan seekor semut engkau membakar satu umat yang senantiasa bertasbih, mengapa tidak satu semut saja yang engkau bunuh?” (Shahih, HR. Bukhari dan yang lainnya).

Dalam kisah yang lain, Ahmad menceritakan, bahwa Waki’ memberitahukan kami, Mus’ir memberitahu kami, dari Zaid Al-Ami, dari Abu Shadiq Al-Naji. Dia bercerita, Sulaiman bin Dawud pernah hendak pergi mencari air (maksudnya : shalat istisqa’, meminta hujan kepada Allah SWT), lalu ia melihat seekor semut dengan bersandar ke punggungnya dan mengangkat kedua kaki depannya ke langit mengucapkan, “Sesungguhnya kami adalah salah satu makhluk dari makhluk-makhlukMu, kami sangat butuh siraman dan rezekiMu. Baik Engkau akan mengucurkan air dan rezeki kepada kami atau membinasakan kami.” Kemudian Sulaiman bertutur (kepada kaumnya), “Kembalilah pulang, kalian akan diberi air (hujan) melalui do’a dari makhluk selain kalian.” (HR. Imam Ahmad).

Dari kisah tadi, Mahasuci Allah, Allah telah memberi petunjuk kepada semut untuk senantiasa bertasbih kepadaNya. Ketika semut membutuhkan bantuan dan pertolongan, ia meminta kepada Allah semata. Lalu bagaimana dengan kita yang merupakan makhluk yang paling baik yang telah diciptakan Allah SWT? Kita senantiasa melupakan Allah SWT karena terlena dengan kenikmatan-kenikmatan dunia, jarang bersyukur atas karuniaNya, serta jarang berdo’a kepadaNya. Sebagian besar di antara kita masih saja menyekutukan Allah SWT dengan meminta bantuan kepada Jin, Tukang Sihir, Paranormal, Kyai, Orang-Orang yang Telah Meninggal, Tempat-Tempat atau Benda yang dianggap Keramat. Bahkan ketika tertimpa musibah bencana alam seperti Gempa Bumi dan Gunung Meletus, sebagian kita tetap saja melakukan ritual-ritual yang tidak ada dalam ajaran Islam serta menyekutukan Allah SWT.

Hendaknya kita sebagai manusia merasa malu kepada semut yang selama ini kita anggap sepele, apalagi kepada Allah SWT.

Wallahu a’lam.

@My Office, Ciputat

Sumber: Eramuslim

Tak Perlu Iklan Seronok Untuk Menjual Produk Bagus

Tak Perlu Iklan Seronok Untuk Menjual Produk Bagus


10Berita~"IF YOUR PRODUCT WAS ANY GOOD, YOU WOULDN'T NEED SEXISM TO SELL IT".

Jika produk Anda memang benar bagus, maka Anda tak membutuhkan hal-hal seronok untuk menjual produk Anda.

Yang menarik, Tulisan di atas dibagikan oleh Alvin Lie di akun fb-nya menanggapi iklan seronok PLATINUM yang baliho sexy-nya menjadi kontroversi dan akhirnya diturunkan oleh Satpol PP Kota Surabaya, Sabtu (12/8/2017) kemarin.

Alvin Lie... dialah contoh China yang nasionalis. Seperti juga Kwik Kian Gie, Zeng Wei Jian, Lius Sungkharisma, Jaya Suprana, Felix Siauw, dan masih banyak lagi.

Anehnya malah ada pribumi yang bela iklan seronok yang jelas-jelas lecehkan bendera merah putih dan makna kemerdekaan.

Sebagaimana aneh ada yang membela patung raksasa Dewa Perang China yang tak ada sangkut pautnya dengan perjuangan dan sejarah bangsa Indonesia.

Tidak perlu iklan seronok utk menjual produk bagus. Platinum Minta Maaf Atas Iklan HUT RI dengan Model Pamer...
Dikirim oleh Alvin Lie pada 13 Agustus 2017


Sumber: Portal Islam

Untuk Apa Jika Utang?

Untuk Apa Jika Utang?

Untuk apa ramai-ramai ke luar negeri ambil doktor ekonomi, lantas ramai-ramai pula dukung habis-habisan bangun negeri dengan utang?

Untuk apa hiruk pikuk ikut pemilu, susun dan bongkar kabinet, jika hanya bangun negeri dengan utang?

Untuk apa berpayah-payah tinjau sana sini, tunjuk ini dan itu, gusur sana reklamasi ini, jika hanya bangun negeri dengan utang?

Ilmu, gelar, jabatan dan kedudukan itu ibarat senjata. Tergantung siapa di belakangnya. Jika baik, marwahlah negeri ini. Jika buruk, remuklah negeri ini.

Di manapun pemimpin tak mau hidupi keluarga dengan utang
Namun untuk negeri ini, mengapa mereka hidupi dengan utang sebesar-besarnya.

Jika pemimpin ingin tahu perilakunya, tanya office boy, supir, atau orang dapur
Jika pemimpin ingin tahu kecerdasannya, tanya pada tim sekitarnya
Jika pemimpin ingin tahu pekerjaannya, lihat apa yang diwariskannya

Jika cuma wariskan utang dari zaman ke zaman, untuk apa ada Indonesia?

La haula quwwatta ila billah

Sumber: Republika

Belanjakan Uangmu ke Sesama Muslim! Inilah Alamat 212Mart di Dekat Anda

Belanjakan Uangmu ke Sesama Muslim! Inilah Alamat 212Mart di Dekat Anda

10Berita – 212Mart adalah mini market berbasis ekonomi umat dan dikembangkan dengan konsep syariah besutan Koperasi Syariah 212. 212Mart adalah jaringan ritel dari Koperasi Syariah 212 yang dimiliki umat, dikelola oleh umat, dan didirikan untuk umat pasca Aksi Bela Islam pada 2 Desember 2016 lalu.

Seperti dilansir situs resmi Koperasi Syariah 212, sebanyak 17 gerai 212Mart akan didirikan sampai tanggal 17 Agustus 2017. Sebagian besar sudah berdiri, tinggal menunggu hitungan jari, gerai yang akan berdiri mencapai 17 gerai.

Di media sosial, juga banyak warganet yang bertanya di mana saja terdapat gerai 212Mart. Mereka penasaran ingin melihat bentuk fisik gerai yang merupakan perwujudan semangat umat Islam pasca Aksi Bela Islam atau Aksi 212.

Berikut ini daftar lokasi gerai 212Mart. Daftar ini disusun berdasarkan urutan pendirian gerai. Sebagian besar sudah dilengkapi dengan Google Maps sehingga Anda bisa mengecek dahulu di Google Maps untuk lokasi detailnya. Sementara gerai yang belum memiliki Google Maps masih menunggu persetujuan pihak Google.

 212Mart Yasmin,
Jl. KH Abdullah Bin Nuh, Ruko No.80 Taman Yasmin VI Kota Bogor – https://goo.gl/maps/USzKzBFEAwz
212Mart As-Salaam,
Komplek Mesjid As-salaam Indocement No. 01 Kelurahan Gunung Putri Selatan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor Tazkia Smart Mitra KS212, Mesjid Andalusia, Jln. Ir. H Juanda Sentul City, Kecamatan Babakan Madang Kabupaten Bogor – https://goo.gl/maps/UkSBsijs4m52

212Mart Koperasi Amanah Mutaqqin (Pekayon)
Jl. Ketapang Raya Blok Dd 14, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat 17148 – https://goo.gl/maps/iDC9WN4xqGF2

212Mart Semplak,
Jl. Raya Semplak No.10, Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat – https://goo.gl/maps/HiuLmdsTg4U2

212Mart Cirebon,
Jl. Moh Toha No.34, Kesenden, Kejaksan, Kota Cirebon, Jawa Barat 45121 – https://goo.gl/maps/sfZYCdcUUPJ2

212Mart Mustika Jaya,
Jl. Raya Dukuh Zamrud Blok A05, Padurenan, Kelurahan Mustikajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat 16340 – https://goo.gl/maps/WYGsVZhiizF2

212Mart Parung Bingung,
Jl. Parung Bingung RT01 RW10 Kelurahan Rangkap Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat

212Mart Lubang Buaya,
Jl. Lubang Buaya No.60, Gg. Delima III, RT09/RW02, Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, 13810 – https://goo.gl/maps/ahWHCNMXhRR2

212Mart Limus Pratama,
Jl. Limus Pratama (Komplek Ruko Limus Pratama Regency), Kelurahan Ciangsana, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat – https://goo.gl/maps/STS1GdyvAdm

212Mart Asy Suhada Harapan Indah,
Jl. Dahlia Indah Utara Blok JF-1 (dalam area Mesjid As-Syuhada), Kelurahan Harapan Indah, Kecamatan Tambelang, Kota Bekasi, Jawa Barat – https://goo.gl/maps/QVxhMm1bjyj

212Mart Pamulang,
Jl. W R Supratman No.10, Kelurahan Rengas, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten 15412 – https://goo.gl/maps/DKYbLBX2wU22

212Mart Jatisampurna,
Jl. Raya Kranggan No.109, Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat 17433 – https://goo.gl/maps/WwsyzWDZxvS2

212Mart Bojong Kulur,
Jl. Nusa Indah Raya Blok Gg-10 No.19, Kelurahan Bojong Kulur, Gn. Putri, Bogor, Jawa Barat 16969 – https://goo.gl/maps/SGp5rYMVLA42

212Mart Magelang,
Jl. Pahlawan No. 106A, Kelurahan Potrobangsan, Kecamatan Magelang Utara, Jawa Tengah 56116 – https://goo.gl/maps/PKAqsbW322x

212Mart Medan,
Jl. Karya Jaya No. 207 E/F, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan, Sumatera Utara 20147 – https://goo.gl/maps/mGZWGSvBF362

212Mart Nanggewer,
Jl. Roda Pembangunan No.1 RT 01 RW 06 Kelurahan Nanggewer, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. (kl/gr)

Sumber: Eramuslim