OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 26 Januari 2018

Gara-gara Unggah Foto Bareng Habib Rizieq, Felix Siauw Kena Masalah

Gara-gara Unggah Foto Bareng Habib Rizieq, Felix Siauw Kena Masalah


(Foto Felix Siauw bersama Habib Rizieq yang dihapus)by Felix Siauw:

10Berita, Alhamdulilah 'ala kulli haal, tidak ada yang sia-sia dalam dakwah. Posting sebelumnya, sebagaimana yang saya duga, memang akhirnya dihapus. Tak ada apapun selain foto, 120.000 lebih likes, tetap saja dihapus.

Yang dimaksud adalah foto saya bersama seorang Habib yang sekarang namanya tidak boleh disebut di sosial media. Bedanya, bila Voldemort tabu disebut namanya sebab kengerian, Habib satu ini dicintai ummat Muslim Indonesia.

Apa pelajarannya? Inilah bukti bahwa program "Deradikalisasi" yang dijalankan penguasa, sebenarnya program De-Islamisasi. Sebab bagi rezim saat ini, ulama lebih berbahaya bahkan dari gerakan separatis yang hanya dilabel sebagai kelompok kriminal bersenjata.

Mengapa? Sebab ulama-ulama yang ikhlas ini tampil untuk mendakwahkan Islam secara menyeluruh, membuat ummat merindu pada syariah Allah. menjadikan ummat hanya taat pada Kitabullah dan Sunnah.

Ulama-ulama yang dilabeli radikal ini tak mampu dibeli maka mereka lalu dikriminalisasi, tak mampu dibujuk harta maka dipenjara, tak mau menukar aqidah dengan harta asing aseng, maka dijatuhkan marwahnya.

Sebab ada agenda besar yang dijalankan oleh penguasa saat ini, yakni membuat negara yang netral dari agama, negara sekuler. Negara yang tak lagi tunduk pada Allah, tapi yang mendewakan nafsu, atas nama toleransi dan keberagaman.

Tengok saja, entah berapa kali orang-orang itu berusaha membuat ummat melupakan jasa ulama dan syuhada yang telah berjuang mempertahankan Nusantara dari rongrongan penjajah yang ingin mengambil harta, tanah, dan aqidah ummat.

Inilah kita berada pada masanya. Masa dimana kebersamaan para ulama jadi ancaman, saat ummat yang merindu pada syariat dianggap makar, dimana hanya sekedar posting dakwah dianggap radikal.

Kini ada keyword tertentu, wajah tertentu yang tak lagi boleh masuk dalam sosial media, pemberangusan media termasuk dalam program "deradikalisasi" itu. Tapi kita tak kan lelah, sebab dakwah perintah Allah, bukan perintah penguasa ☺️☺️☺️

__
Sumber: fb Ustadz Felix Siauw, Kamis (25/1/2018)
Link: https://www.facebook.com/UstadzFelixSiauw/posts/10155796825941351

Sumber : portal-islam.id

Dugaan Korupsi Proyek 30 Puskesmas Era Ahok, Biadab! Rumah Sakit jadi Lahan Bancakan

Dugaan Korupsi Proyek 30 Puskesmas Era Ahok, Biadab! Rumah Sakit jadi Lahan Bancakan


10Berita, Dugaan korupsi proyek pembangunan 30 Puskesmas di DKI Jakarta era Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah dilaporkan Relawan Kesehatan Indonesia (RKI) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Proyek mangkrak ini menghabiskan Rp 1 triliun APBD DKI 2017.

Juru bicara Presiden RI KH Abdurrahman Wahid, Adhie M. Massardi, mengecam keras korupsi era Ahok yang menjadikan rumah sakit, puskesmas, fasum dan fasos sebagai lahan bancakan.

“Biadab…!! Rumah sakit (RSSW), Puskesmas, fasos, fasum… dijadikan lahan bancakan mereka, para koruptor,” tulis Adhie di akun Twitter @AdhieMassardi meretweet tulisan bertajuk “Dugaan Korupsi Pembangunan 30 Puskesmas DKI Era Ahok Dilaporkan Ke KPK”.

Dugaan korupsi proyek pembangunan 30 Puskesmas DKI itu dilaporkan RKI ke KPK, hari ini (24/01). Ketua Nasional Relawan Kesehatan Indonesia, Agung Nugroho, menyatakan bahwa bukti-bukti mengenai dugaan korupsi itu sudah dilaporkan ke KPK.

“Kami dari Relawan Kesehatan Indonesia tadi sudah memberikan berkas aduan dugaan adanya tindak pidana korupsi terkait pembangunan 30 Puskesmas di DKI pada APBD 2017. Jadi, berdasarkan penelusuran kami banyak temuan yang harus kami laporkan ke KPK yang terindikasi adanya korupsi dan kolusi,” kata Agung seperti dikutip rmol (24/01).

Korupsi ini, kata Agung, menggunakan pola dan modus yang serupa dengan dugaan korupsi proyek pembangunan 18 Puskesmas pada APBD 2016. Dugaan korupsi pembangunan 18 Puskesmas itu saat ini sedang diusut oleh Bareskrim Polri.

“Ini pengulangan pada saat pembangunan 18 Puskesmas pada tahun 2016 dengan pola dan modus operandi yang sama,” kata Agung.

Menurut Agung, pembangunan 30 Puskesmas ini menggunakan skema pekerjaan tahun tunggal dan seharusnya rampung pada akhir 2017 lalu. Sesuai dengan aturan yang berlaku, jika pekerjaan belum selesai saat tutup buku akhir tahun, sisa anggaran yang belum terserap dikembalikan lagi sebagai Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) anggaran tahun 2017 ke kas negara.

Agung menuturkan, sejumlah kesamaan pola dan modus antara proyek pembangunan 18 Puskesmas di tahun 2016 dan 30 Puskesmas di tahun 2017. Kedua proyek ini sama-sama menggunakan lelang konsolidasi dengan memenangkan satu perusahaan dengan satu kontrak untuk mengerjakan proyek yang demikian banyak. [itj]

Sumber : dakwahmedia.co

 

REKOR DUNIA!!! , Ini Hitungan Segmen Bicara Mata Najwa dengan Anies-Sandi: 96 x Interupsi

REKOR DUNIA!!! , Ini Hitungan Segmen Bicara Mata Najwa dengan Anies-Sandi: 96 x Interupsi


10Berita, Acara Mata Najwa yang dibawakan Najwa Shihab di Trans7 episode 100 Hari Anies Baswedan dan Sandiaga Uno menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rabu (24/1/2018), mendapat sorotan publik.

Publik menilai Najwa Shihab yang berperan sebagai host/pemandu acara malah lebih mendominasi dibanding nara sumbernya, bahkan Najwa Shihab yang kerap memotong/interupsi nara sumber sebelum selesai memaparkan dikritik keras publik di sosial media.

Najwa bahkan disarankan belajar dari Karni Ilyas, pemandu acara ILC tvOne.

"Najwa semestinya Anda belajar lagi jurnalisme sama Karni Ilyas misalnya. Anda nanya, yang ditanya masih menjawab, belum selesai langsung disela, kadang langsung di cut ditengah jalan, sering menyimpulkan sendiri, ketika dijelaskan ngotot dengan kesimpulannnya sendiri. Anda itu mewawancarai apa mau mengejudge sendiri sesuka anda? Pemirsa itu mau tau pendapat nara sumber mbak, bukan cecaran pertanyaan tanpa jawaban yang lengkap karena dipotang potong sesuka Anda. Beda lagi kalau narasumbernya segolongan dan sejalan dengan Anda. Contohlah pak Karni yang memberi kesempatan 2 pihak untuk memberikan klarifikasi tanpa potang potong seenaknya. Paling suka komentarnya pak Anis "Jangan merasa paling tahu, jangan merasa paling benar"... Belajar lagi sono," ujar netizen Mahmudah Ratna Suminar di akun fbnya.

TERNYATA... dari perhitungan selama acara Mata Najwa episode 100 Hari Anies-Sandi, Najwa Shihab melakukan 96 kali interupsi!!!

Berikut detil hitungannya:

[Berikut salah satu clip video Interupsi Najwa saat Anies bicara]

— indra (@Andri983562627) 25 Januari 2018


Sumber :Portal Islam 

Memperbanyak Taubat dan Istighfar

Memperbanyak Taubat dan Istighfar



عن أَبي هُرَيْرَةَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ
أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً (رواه البخاري)
Dari Abu Hurairah ra berkata; aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar (meminta ampunan) dan bertaubat kepada Allah dalam satu hari lebih dari tujuh puluh kali." (HR. Bukhari)
© Hikmah Hadits :
1. Bahwa setiap manusia, pastilah pernah berbuat salah dan dosa, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Bahkan, baik dosa yang kita ketahui maupun yang tidak kita ketahui.
2. Oleh karenanya, kita dianjurkan memperbanyak istighfar dan taubat. Istighfar adalah permohonan ampunan kepada Allah Swt dari dosa-dosa kecil. Sedangkan taubat, permohonan ampunan kepada Allah Swt dari dosa-dosa besar.
3. Rasulullah Saw sebagai seorang Nabi yang maksum (terjaga dari dosa dan khilaf), senantiasa memperbanyak istighfar dan taubat kepada Allah Swt. Karena salah satu hikmah taubat dan istighfar adalah, bahwa istighfar dan taubat merupakan tanda kecintaan dan ketakwaan seorang hamba kepada Allah Swt.
Wallahu A'lam
10Berita : MAJELIS IMAN ISLAM

Wapres JK: Agama Bukan Sumber Konflik dan Kekerasan

Wapres JK: Agama Bukan Sumber Konflik dan Kekerasan


Semua agama sangat menekankan ajaran tentang perdamaian dan kedamaian.

10Berita , MAKASSAR -- Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla menerima gelar Doctor Honoris Causa di bidang sosiologi agama dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Dalam pidatonya, Jusuf Kalla menyebutkan, faktor agama sering dijadikan sebagai justifikasi atas konflik dan kekerasan yang terjadi di sejumlah daerah.

Kalla mengatakan, gangguan terhadap perdamaian dan harmoni di kalangan masyarakat disebabkan oleh faktor yang kompleks, terutama terkait dengan faktor ekonomi, politik, dan sosial budaya. Faktor penyebab konflik tersebut membuat terganggunya perdamaian dalam sebuah negara atau daerah tertentu.

"Pada zaman sekarang hampir tidak ada konflik yang murni bersumber dari agama, negara yang sangat heterogen atau majemuk mengandung banyak potensi kerawanan," ujar Kalla dalam siaran pers, Kamis (25/1).

Kalla mengatakan, terdapat kalangan yang berpendapat bahwa agama adalah sumber konfik dan kekerasan yang mengancam perdamaian dan kedamaian. Dia tak menampik memang terdapat kelompok yang mengatasnamakan agama dalam melakukan tindakan kekerasan dan terorisme di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Tetapi orang-orang atau kelompok seperti ini bukan representasi umat beragama secara keseluruhan. Menurut Kalla, mereka hanya segelintir orang yang menggunakan agama untuk menjustifkasi konfik dan kekerasan yang tidak bisa dibenarkan. Sering terbukti bahwa pelaku kekerasan atas nama agama tersebut bukanlah orang atau kelompok yang dikenal sebagai pengamal agama yang taat.

"Banyak di antara mereka juga tidak memahami agama dengan benar. Dengan melakukan kekerasan, mereka seolah menemukan agama kembali. Oleh karena itulah saya meyakini bahwa agama bukan sumber konflik dan kekerasan," katanya.

Kalla menegaskan, semua agama sangat menekankan ajaran tentang perdamaian dan kedamaian. Misalnya, Islam yang berarti damai. Islam datang adalah untuk menjadi rahmat bagi alam semesta.

"Jadi tegas dan jelas, Islam datang bukan untuk menciptakan konflik dan kekerasan, ujar Kalla.

Dalam berbagai upaya perdamaian yang dilakukan oleh  Kalla untuk mengatasi konflik. Dia menemukan bahwa agama, atau ajaran tertentu dari agama, telah disalahartikan dan disalahgunakan. Penyalahgunaan agama itu sering terkait dengan kepentingan politik, ekonomi dan kontestasi lain di antara kelompok masyarakat atau komunitas berbeda.

Menurut Kalla, kemajemukan dan kebhinekaan Indonesia harus disikapi secara bijaksana. Sepanjang sejarah Indonesia tidak pernah mengalami konflik yang berlangsung lama dan luas. Kata dia, perdamaian dan kedamaian tidak bisa dipandang selesai begitu saja. Perlu penciptaan kondisi yang kondusif bagi perdamaian dan kedamaian secara terus menerus.

Selain itu, pada saat yang sama juga perlu pencegahan konfik dan kekerasan secara berkesinambungan. Apalagi, menurut Jusuf Kalla, terjadi perubahan yang terus berlangsung dalam kehidupan bangsa, sehingga menciptakan gangguan terhadap perdamaian, kedamaian dan harmoni di antara berbagai kelompok warga.

Kalla mengemukakan, gangguan terhadap perdamaian, kedamaian dan harmoni di Indonesia juga bisa muncul karena perkembangan global. Berbagai gagasan dan gerakan radikal bersifat transnasional dengan cepat dan luas menyebar di Indonesia. Gagasan dan gerakan transnasional tersebut dapat menimbulkan ketegangan, konfik dan kekerasan di Tanah Air.

"Tidak jarang paham dan gerakan transnasional itu bersifat dan bertujuan politik, membentuk negara semacam daulah Islamiyah atau khilafah atas dasar konsep keagamaan mereka sendiri," ujarnya.

Dikatakan Wapres, konflik politik dan ekonomi di antara negara juga merupakan sumber konfik yang menimbulkan gangguan terhadap perdamaian dan kedamaian. Dominasi dan hegemoni suatu negara terhadap negara lain menimbulkan ketegangan, konfik dan bahkan perang seperti bisa disaksikan di Timur Tengah dan Asia Selatan dalam waktu yang sudah lama sampai sekarang. Selain itu, hubungan internasional yang tidak adil seperti tercermin dalam lembaga-lembaga internasional seperti PBB, juga menjadi sumber ketegangan dan konfik yang mengganggu perdamaian dan harmoni masyarakat global.

"Dominasi negara-negara tertentu dalam lembaga-lembaga internasional semacam PBB dengan mengorbankan bangsa atau negara lain, seperti Palestina, menimbulkan ketegangan dan konflik di tingkat internasional yang kemudian mengimbas ke negara tertentu," ujarWapres.

Menghadapi berbagai tantangan dan gejala konfik yang terus meningkat di bagian tertentu dunia, Indonesia berusaha memainkan peran lebih besar untuk menciptakan perdamaian. Indonesia kini termasuk berada di garis terdepan dalam usaha mewujudkan perdamaian di Palestina dan Myanmar yang menyangkut etnis Rohingya.

Sumber :Republika.co.id

Perumpamaan MAKJLEB Untuk Najwa: Ilmu Tanpa Akhlak Bagai Mencuci Baju Tanpa Dijemur, BAU

Perumpamaan MAKJLEB Untuk Najwa: Ilmu Tanpa Akhlak Bagai Mencuci Baju Tanpa Dijemur, BAU


10Berita, Ada sesuatu yang kurang baik saat menonton talk show Mata Najwa kemarin malam.

Betapa tidak, Najwa Shihab lebih nampak seperti pendebat daripada seorang presenter di hadapan Gubernur DKI Anies Baswedan yang diundang sebagai narasumber.

Najwa memberi pertanyaan tajam nan sensitif kepada Pak Anies terutama terkait penataan Tanah Abang, Becak, dan program hunian DP 0%. Namun saat bersamaan, Najwa tak memberi kesempatan buat Pak Anies untuk menjawab dengan detail dan lugas, baru bicara setengah, Najwa ikut ngomong, ngasih pertanyaan lagi, dijawab lagi, ikut ngomong lagi.

Penonton di rumah sampai tak bisa memahami secara utuh apa yang disampaikan oleh Pak Anies karena terganggu selaan Najwa yang memotong-motong perkataan. Najwa seolah bertanya bukan untuk mencari jawaban, melainkan ingin mempermalukan narasumbernya. Akhlak Najwa Shihab dalam memperlakukan ‘tamu’ nya menjadi sangat nampak di mata.

Dan itu menjadi tidak benar, karena acara kemarin bukan acara debat melainkan talk show. Pak Anies bisa saja membuat gaduh ruangan itu dengan terus ngomong ketika Najwa memotong ucapannya, tapi Pak Anies paham ini bukan acara debat, dan Najwa adalah presenter bukan lawan debat.

Tugas presenter hanya membawa acara agar bagus, bertanya dengan kritis, lalu mendengar jawaban. Cukup. Presenter gak boleh menyudutkan narasumbernya. Kalau ingin menyudutkan, harusnya ganti judul acara, jangan ‘talk show’ Mata Najwa, tapi ‘Debat vs Najwa’. Itu baru fair.

Sebab ada pertanyaan yang tidak bisa dijawab dengan durasi singkat, penjelasan itu harus tuntas, dijelaskan mulai akar persoalan sampai solusi. Pak Anies akan melakukan itu, tapi Najwa gak sabar. Cut cut cut..

Najwa seperti lupa, penyelesaian persoalan masyarakat gak bisa dijawab dengan cuma mikir semenit sambil duduk di atas bangku. Harus ada kajian lapangan, analisis, Forum Diskusi, dll.

Pak Anies begitu menghormati Najwa, sebagai pembawa acara, hingga saat Pak Anies udah mulai nampak emosi karena ucapannya selalu dipotong-potong oleh Najwa, beliau cuma bilang,

“Anda jangan begitu. Tolong kasih kesempatan saya bicara buat jawab pertanyaan secara utuh biar gak salah diinterpresati masyarakat. Kan Najwa sudah banyak ngomong tadi.”

Suara tepuk tangan di studio bergemuruh, Najwa cuma nyengir ke penonton.

Najwa lupa etika berbicara. Biarkan teman bicara menyelesaikan perkataannya dulu, baru tanggapi. Ini rumus. Rasulullah pun mencontohkan hal ini saat berdiskusi dengan para sahabat.

Nampak jelas perbedaan perlakuan sikap Najwa Shihab terhadap Pak Anies dengan ketika mengundang Bu Risma atau Pak Ganjar Pranowo, misalnya. Meski tetap dengan gaya kritis, namun Najwa masih terlihat sopan, tidak menyela ucapan narasumber.

Entah apa motifnya, yang jelas sikap Najwa kemarin malam membuat kita memahami bahwa tingginya ilmu tidak lantas membuat orang menjadi merasa lebih baik dan sombong, sampai menghilangkan kemuliaan akhlak terhadap tamu.

Bukankah di pelajaran ta’lim muta’lim kita diajari harus mendahulukan akhlak dari pada ilmu. Karena ilmu tanpa wujud akhlak mulia bagaikan nyuci baju tanpa dijemur. Bau.

Penulis: Fitrah Ilhami

Sumber:Portal Islam

Warga AS, Inggris dan Jerman Bantu SDF Perangi Pasukan Turki dan FSA di Afrin

Warga AS, Inggris dan Jerman Bantu SDF Perangi Pasukan Turki dan FSA di Afrin



10Berita, AFRIN, SURIAH - Warga Amerika, Inggris dan Jerman termasuk di antara petempur lainnya di jajaran pasukan Tentara Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS yang telah bergabung dalam perang melawan Turki di provinsi Afrin, Afrika, seorang pejabat mengatakan kepada Reuters hari Rabu (24/1/2018) ini.

Serangan Turki di wilayah utara, dengan dukungan Brigade Tentara Pembebasan Suriah Suriah (FSA), dimulai pada hari Sabtu dan telah melihat setidaknya 260 pejuang Kurdi Suriah dan militan IS tewas dalam serangan empat hari.

Pejabat SDF Redur Xelil mengatakan kepada wartawan bahwa petempur asing di antara jajaran SDF telah memilih untuk pergi ke Afrin untuk mendukung upaya melawan serangan Turki.

"Ada keinginan dari pihak petempur asing yang berperang di Raqqa dan yang bertempur di Deir Al-Zor untuk pergi ke Afrin," kata Xelil. "Mereka akan berperang melawan invasi Turki."

"Ada orang Amerika, Inggris, Jerman, kebangsaan yang berbeda dari Eropa, Asia dan Amerika," Xelil menambahkan.

Pejuang asing dipercaya tidak membentuk sejumlah besar pasukan SDF, dengan pejabat hanya menyebutkan jumlah mereka dalam "puluhan".

SDF terutama terdiri dari militan Unit Perlindungan Rakyat (YPG), sebuah cabang dari organisasi teroris, Partai Pekerja Kurdistan (PKK). Kelompok tersebut telah meluncurkan serangan terus-menerus terhadap Turki selama tiga dekade terakhir dan niat mereka untuk mendirikan sebuah negara yang berbasis pada federalisme di Suriah utara, telah mendorong intervensi Ankara sejak tahun 2016.

Setelah sebuah pengumuman AS pekan lalu bahwa Administrasi Trump akan terus membantu SDF dan bertujuan untuk membangun kekuatab 30.000 pasukan di sepanjang perbatasan Suriah dengan Turki, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengutuk keputusan tersebut dan mengumumkan dimulainya Operation Olive Branch melawan SDF.

Pejuang asing dari AS dan Eropa telah bebas untuk bergabung dengan SDF dan berjuang bersama dengan pasukan YPG, dan juga kembali ke negara mereka.

Namun, mereka yang berusaha bergabung dengan pihak lain (jihadis) dalam konflik Suriah tidak menghadapi perlakuan yang sama, dengan Menteri Pertahanan Inggris bulan lalu menyerukan agar warga Inggris berjuang dengan Islamic State di luar negeri untuk diburu dan dibunuh. Kebijakan tersebut kemudian dikritik oleh kelompok pengawas teroris dan kelompok hak asasi manusia yang telah menuduh sang menteri melakukan advokasi "kejahatan perang".

Awal bulan ini, Prancis juga menolak permintaan repatriasi Emilie König, seorang wanita Prancis yang dicurigai merekrut pejuang untuk IS. Dalam sebuah wawancara dengan Radio RMC, Menteri Kehakiman Prancis Nicole Belloubet, juga mengatakan bahwa warga negara Prancis yang bepergian ke Suriah untuk bergabung dengan Islamic State dapat diadili oleh SDF, menandakan pengakuan de facto terhadap wilayah Kurdi yang otonom, terlepas dari afiliasi teroris kelompok tersebut.

SDF telah melakukan banyak pelanggaran hak asasi manusia di Irak dan Suriah, termasuk serangan balas dendam terhadap warga sipil di bekas wilayah IS. Amnesty International adalah satu dari beberapa LSM yang telah mencatat bahwa SDF melakukan kejahatan perang termasuk mengusir penduduk, pembakaran dan penghancuran rumah- rumah, penyiksaan dan pembunuhan di luar proses hukum. (st/MEE)

Sumber :Voa-islam.com 

Bekukan Dana 65 Juta USD bagi UNRWA, AS Dikecam 21 Organisasi Dunia

Bekukan Dana 65 Juta USD bagi UNRWA, AS Dikecam 21 Organisasi Dunia




Foto: PIC
10Berita, PALESTINA—Sebanyak 21 organisasi kemanusiaan terkemuka di dunia telah menolak dengan tegas pembekuan bantuan AS untuk UNRWA. Mereka mengirim sebuah surat kepada pemerintahan Donald Trump yang isinya menentang keputusan AS untuk membekukan 65 juta USD dari bantuan AS untuk Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).
Melansir PIC, dalam surat tersebut para pemimpin organisasi menyampaikan keprihatinannya yang mendalam atas berkurangnya bantuan internasional PBB untuk anak-anak, perempuan dan laki-laki Palestina di Yordania, Lebanon, Suriah, Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Baik bantuan tersebut berupa bantuan makanan darurat, akses terhadap perawatan kesehatan primer, pendidikan dasar atau dukungan penting lainnya untuk populasi masyarakat yang sangat rentan. Para pemimpin organisasi tersebut mengatakan, pengurangan ini akan memiliki konsekuensi serius jika dilakukan.
Surat tersebut dikirimkan ke Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nicky Haley, Sekretaris Negara Rex Tilerson, Penasihat Keamanan Nasional HR McMaster dan Menteri Pertahanan James Matisse.
Merujuk pada tanggapan dari Duta Besar AS, Nikki Halley yang mengatakan, keputusan ini ditujukan untuk menghukum para pemimpin politik Palestina dan memaksa mereka untuk membuat konsesi politik.
“Ini adalah kesalahan besar, menghukum para pemimpin politik dengan mencabut bantuan untuk warga sipil dan bertentangan garis kebijakan AS dalam hal bantuan kemanusiaan internasional yang sangat berbeda dengan nilai-nilai yang dianut oleh pemerintah Amerika dan rakyatnya,” kata Eric Schwartz, presiden Organisasi Pengungsi Internasional dan mantan Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Kependudukan, Pengungsi dan Migrasi.
Sementara itu, Joel Charney, direktur Dewan Pengungsi Norwegia di AS mengatakan bahwa teks kebijakan AS selama berpuluh-puluh tahun menyebutkan, anak-anak dan orang lapar tak mengenal politik. Hal ini sebagaimana dinyatakan Mantan Presiden AS Ronald Reagan saat membenarkan bantuan AS untuk kelaparan di Ethiopia pada tahun 1984. []
Sumber : PI,  Islam pos

[VIDEO ILMIAH] Prof Tono: Indonesia Sholat Subuh Terlalu Cepat 26 Menit

[VIDEO ILMIAH] Prof Tono: Indonesia Sholat Subuh Terlalu Cepat 26 Menit


10Berita, BEKASI - Dalam wawancara Eksklusif Voa-Islam.com di kediaman Prof.Dr. Tono Saksono, ilmuwan asal Cirebon, lulusan UGM, dan beberapa kampus mancanegara seperti di Amerika Serikat dan Inggris ini membuka tabir akan waktu shalat subuh dan isya di Indonesia yang terlalu cepat 26 menit dan secara ilmiah bisa ia buktikan dengan bantuan teknologi terbaru.
Pada hari Kamis pagi, (18/01/2018), pendiri voa-islam.com menyempatkan bersilaturahim dan melakukan wawancara eksklusif dan diterima dengan ramah oleh Prof Dr Tono Saksono, penulis yang juga ilmuwan dari Muhammadiyah ini.
Siapa Prof Tono Saksono?
Ia adalah ahli falak dan remote sensing dan Ketua Himpunan Ilmuwan Muhammadiyah dan dosen di UHAMKA Jakarta.
Prof Tono Saksono menegaskan bahwa waktu masuknya awal Shalat Subuh yang digunakan di Indonesia selama ini terlalu dini 20 hingga 30 menit dari seharusnya sehingga perlu dikoreksi. "Ini hasil riset kami dengan alat Sky Quality Meter (SQM), pengukur kecerlangan benda langit," kata Ketua Islamic Science Research Network (ISRN) Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) itu dalam Seminar Evaluasi Awal Waktu Shalat Subuh Menurut Sains dan Fikih di Jakarta, Selasa beberapa bulan silam, (9/5/2017). 
SIMAK VIDEO SELENGKAPNYA, HANYA di VOA-ISLAM.com:
Prof. Tono menyatakan bahwa selama ini fajar dianggap telah terbit saat matahari pada posisi sudut depresi 20 derajat di bawah ufuk yang setara dengan 80 menit sebelum matahari terbit.
Padahal, dikemukakannya, dari hasil observasi sementara, maka fajar dimulainya Shalat Subuh bagi umat Islam Indonesia baru terjadi saat sudut depresi matahari pada kisaran 11 hingga 15 derajat di bawah ufuk atau bila dikonversi dalam domain waktu setara dengan 44 sampai dengan 60 menit sebelum matahari terbit.
"Tidak ada satupun indikasi yang menunjukkan bahwa sinar fajar sebagai tanda awal subuh telah muncul saat matahari berada pada sudut depresi 20 derajat," katanya. Menurut dia, penentuan 20 derajat di bawah ufuk merupakan keputusan ulama Melayu di masa lalu untuk menentukan awal masuknya waktu Shalat Subuh dan dimulainya puasa, termasuk digunakan pula oleh ulama Malaysia.
"Tapi, zaman dulu memang belum ada peralatan secanggih saat ini, dan masih mengandalkan pengamatan dengan mata telanjang, jadi wajar jika tidak akurat," katanya. Diterbitkan ole The Islamic Science Research Network (ISRN) UHAMKA The Islamic Science Research Network (ISRN) UHAMKA yang baru berdiri kurang dari dua tahun sangat bahagia dapat menyelesaikan tahap pertama tugas penelitian yang sangat penting ini.
Kami menggunakan dua sensor pendeteksi fajar generasi terakhir, mengkoleksi ratusan hari-pengamatan data Kami menggunakan dua sensor pendeteksi fajar generasi terakhir, mengkoleksi ratusan hari-pengamatan data, membangun beberapa algoritma pemrosesan data, melakukan pengujian statistik secara robust, dan menerima testimoni dari beberapa pihak independen dalam penelitian ini.
Kesemuanya menyimpulkan bahwa sudah banyak cukup fakta saintifik yang membuktikan bahwa Muslim di Indonesia melakukan sholat subuhnya terlalu awal sekitar 26 menit,

Kesemuanya menyimpulkan bahwa sudah banyak cukup fakta saintifik yang membuktikan bahwa Muslim di Indonesia melakukan sholat subuhnya terlalu awal sekitar 26 menit, dan sholat isyanya terlalu lambat juga sekitar 26 menit. banyak cukup fakta saintifik yang membuktikan bahwa Muslim di Indonesia melakukan sholat subuhnya terlalu awal sekitar 26 menit, dan sholat isyanya terlalu lambat juga sekitar 26 menit.
Akibat yang terakhir ini, orang mungkin masih mengira masih cukup waktu melakukan sholat maghrib, padahal waktunya telah habis karena telah masuk waktu isya. Angka dip (sun depression angle atau sudut kedalaman Matahari dihitung dari ufuk) yang kami peroleh adalah -13.4 derajat untuk subuh dan -11.5 derajat untuk isya.
Setiap satu derajat, pergerakan semu Matahari memerlukan waktu sekitar 4 menit. Sementara itu, untuk wilayah Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Brunei, Singapura), pada umumnya menggunakan dip -20 derajat untuk subuh dan -18 derajat untuk isya.
Data yang kami gunakan memang baru untuk wilayah Depok dan Medan. Angka dip untuk seluruh wilayah nasional memang belum kami peroleh karena mungkin akan diperlukan sepuluh tahunan untuk menyelesaikannya. Namun demikian, diperkirakan angkanya tidak akan meleset jauh dari yang telah kami peroleh.
Sementara itu, penggunaan angka dip yang sekarang ini sudah harus segera diokoreksi. Ada beberapa fakta saintifik lain. Ulama-ulama klasik pada abad pertengahan sebetulnya umumnya memperoleh harga dip -18 derajat untuk subuh dan -16 derajat untuk isya untuk wilayah Timur Tengah.
Alat-alat yang mereka gunakan pada umumnya adalah astrolabe untuk pengukurannya, sedangkan untuk pemrosesannya menggunakan rubu mujayyab.
Seharusnya, di wilayah equator secara nominal, angka dip-nya lebih rendah. Dalam kasus ini, temuan hasil penelitian kami konsisten dengan prinsip astronomi dasar di atas.
Tapi anehnya, kita di Asia Tenggara saat ini justru menggunakan angka dip yang secara nominal lebih besar dari angka di lintang tinggi seperti Timur Tengah. Ini memang aneh. Tidak ada rujukan saintifik pada penetapan angka dip yang sekarang ini kita gunakan. Semoga buku ini memberikan sumbangan untuk pembangunan peradaban umat Islam.
Bagi yang tertarik, untuk pemesanan buku dapat diperoleh dari UHAMKA PRESS melalui nara hubung Sdr. Alfian di +62-838-7266-8742. Demikian tutur Prof Tono dalam laman Facebooknya. [adivammar/voa-islam.com]
Sumber :Voa-islam.com 

Wasit Inggris Ini Hentikan Pertandingan Saat Dengar Azan

Wasit Inggris Ini Hentikan Pertandingan Saat Dengar Azan






10Berita, AL MAJMA’AH—Wasit asal Inggris Mark Clattenburg menghentikan pertandingan bola yang tengah berlangsung antara Al Feiha melawan Al Fateh di King Salman bin Abdulaziz Sport City Stadium, Arab Saudi, saat azan berkumandang.
Clattenburg meniup peluit tepat pada menit ke-95 yaitu ketika perpanjangan waktu dalam pertandingan di ajang King’s Cup Arab Saudi itu. Laga dihentikan sementara karena sayup-sayup terdengar suara azan. Setelah azan, pertandingan pun kembali dilanjutkan.
لقطة اليوم..
الحكم الإنجليزي مارك كلاتنبيرغ يوقف مباراة#الفيحاء_الفتح احتراماً لأذان صلاة المغرب#برو_سبورتpic.twitter.com/JK7f4YBNHD
— MBC PRO SPORTS (@MBCProSports) January 24, 2018

Kejadian tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah di akun Twitter MBC PRO SPORT.
Clattenburg merupakan mantan wasit FIFA. Ia berpindah ke Arab Saudi dan kini menjabat Kepala Wasit di asosiasi sepakbola negara Timur Tengah itu. []
Sumber :Bola.com