OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 26 Januari 2018

Perwira Polri jadi Plt Gubernur Timbulkan Kegaduhan Baru

Perwira Polri jadi Plt Gubernur Timbulkan Kegaduhan Baru


10Berita – Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mempertanyakan keputusan pengangkatan dua perwira tinggi Kepolisian yang ditunjuk sebagai Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Jawa Barat dan Sumatera Utara. Bahkan, hal itu bisa menimbulkan kegaduhan baru.

“Saya pikir ini adalah kebijakan yang patut untuk dipertanyakan. Biasanya mereka yang ditunjuk untuk menjabat adalah yang menjadi pejabat sipil di daerah itu dan menguasai wilayah itu. Dan tidak ada potensi konflik kepentingan,” kata Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (25/1/2018).

Menurutnya, penunjukan itu bertentangan dengan semangat keadilan dan transparansi.

“Kenapa tidak pejabat yang terkait di Kemendagri atau mungkin yang di daerah itu, sekda atau mereka yang juga sangat senior di jabatan pemdanya,” ujar Fadli.

“Jadi penunjukkan polisi, Jendral Polisi aktif ini menurut saya sangat aneh dan patut dipertanyakan. Itu bisa menimbulkan berbagai keraguan di masyarakat untuk pilkda yang transparan, bersih, jujur dan demokratis. Segera direvisi saja. Ini akan menimbulkan kegaduhan baru,” tambah Waketum DPP Partai Gerindra itu.

Sebelumnya, dua perwira tinggi Polri digadang-gadang untuk menjadi pelaksana tugas (Plt) gubernur di dua provinsi di Tanah Air.

“Bapak Wakapolri menyampaikan bahwa ada dua perwira tinggi Polri yang dipercaya untuk memimpin sementara dua provinsi yakni Jawa Barat dan Sumatera Utara,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta, Kamis (25/1/2018).

Dua pati yang dimaksud adalah Asisten Operasi (Asops) Kapolri Irjen Pol M. Iriawan dan Kadiv Propam Polri Irjen Pol Martuani Sormin.

Iriawan rencananya akan ditunjuk sebagai pelaksana tugas Gubernur Jawa Barat menggantikan Ahmad Heryawan. Sementara Martuani bakal ditunjuk sebagai pelaksana tugas Gubernur Sumatera Utara menggantikan Tengku Erry Nuradi.(kl/ts)

Sumber : Eramuslim 

Berkat Najwa, Kita Jadi Tahu Betapa Cerdas dan Matangnya Anies

Berkat Najwa, Kita Jadi Tahu Betapa Cerdas dan Matangnya Anies


10Berita  – Banyak komentar pro dan kontra bermuculan begitu acara “Mata Najwa” 100 hari Anies-Sandi usai tayang di salah satu televisi swasta, Rabu (24/1).

Aktivis Tionghoa, Zeng Wei Jian bahkan langsung memposting komentar di akun media sosial pribadinya dengan menyebut Najwa Shihab “ngeselin” dan berusaha mencabik-cabik Anies.

“Ngga nyangka, Anchor Nazwa Syihab (Nana) ngeselin banget. Semasa Ahok, Nana masuk camp Ahoker anti Anies-Sandi. Malam ini, 24 Januari 2018, tepat 100 hari Anies-Sandi berkuasa, Nana berusaha mencabik-cabik,” tulisnya.

Tak sebatas itu, Zeng bahkan menganggap jika Najwa Shihab tidak paham beda Undang-Undang dengan Peraturan Daerah (Perda).

“Alih-alih mendrive talk show, Nana bikin kacau. Penjelasan jernih Anies sering diintersepsi dengan statement ngawur Nana. Bikin kusut talk show,” tulis Zeng lagi.

Komentar tajam Zeng itu langsung mendapat sanggahan dari Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma. Menurut Lieus, justru Zeng telah salah persepsi atas apa yang ia saksikan di acara talkshow milik Najwa Shihab itu. Menurut Lieus, dengan gaya bertanya seperti itu Najwa justru telah sukses menguji kecerdasan Anies sebagai pemimpin.

“Tak banyak tokoh apalagi pemimpin yang mampu berpikir dan berbicara dengan tenang, jernih dan tetap fokus bila terus menerus dicecar pertanyaan seperti yang dilaukan Najwa itu,” kata Lieus kepada Kantor Bertia Politik RMOL, Rabu (25/1).

“Kebanyakan orang langsung akan menjadi gugup, kehilangan konsentrasi dan bahkan menjadi emosi. Bandingan sikap Anies yang tetap tenang dengan sikap Luhut Binsar Panjaitan saat diwawancarai tim Najwa soal reklamasi. Luhut menjawab pertanyaan dengan suara tinggi dan penuh dengan nada ancaman,” kata Lieus lagi.

Untuk itu, tambah Lieus, jika Zeng atau penonton acara “Mata Najwa” malam itu punya persepsi lain tentang cara Najwa membawakan acara tersebut, semua itu tergantung dari sisi mana mereka melihatnya.

“Kalau saya justru melihat cara Najwa itu selain upayanya untuk menjadikan acara tersebut tontonan yang menarik, juga bagian dari caranya untuk menunjukkan pada pemirsa apakah narasumbernya seorang yang cerdas, cool atau emosional,” ujar Lieus.

Lieus kembali menekankan seorang yang tidak cerdas dan emosional pastilah akan langsung emosi jika merasa terus disudutkan.

“Tapi malam itu Anies justru terus tersenyum mesti Najwa terus mencecar dan memotong pembicaraannya,” kata Lieus.

Anies, kata Lieus lagi, dengan tenang dan runtut menjelaskan berbagai masalah terkait PKL Tanah Abang, Becak, Rumah DP 0 rupiah dan reklamasi mesti Najwa terus menyudutkannya dan seolah tak peduli dengan jawaban yang diberikan.

“Anies tak terlihat risau dengan cecaran pertanyaaan yang diajukan Najwa,” ujar Lieus.

Lieus menegaskan, baginya tak ada yang salah dari cara Najwa membawakan acara tersebut. Justru disitulah kata Lieus letak kecerdasan Najwa. Dia tak hanya menyuguhkan sekedar tanya jawab, tapi mencoba mengorek sisi tersembunyi dari narasumbernya.

“Dalam hal Anies, saya kira Najwa berhasil melakukannya. Sebab di acara Najwa malam itu kita benar-benar telah diyakinkan bahwa Anies adalah pemimpin yang cerdas, sangat fokus, cool dan tidak emosional. Berkat Najwa, Anies justru berhasil memberi jawaban yang membangkitkan rasa cinta tanah air dan semangat bela negara,” demikian Lieus.(kl/rm)

Sumber : Eramuslim 

(Video) Rizal Ramli: Indonesia Anut Demokrasi Kriminal

(Video) Rizal Ramli: Indonesia Anut Demokrasi Kriminal


10Berita, JAKARTA  - Mantan menteri koordinator bidang perekonomian era presiden Gus Dur, Rizal Ramli, menilai kondisi demokrasi di Indonesia sudah sangat parah. Bahkan beliau menyebut demokrasi di Indonesia saat ini adalah demokrasi kriminal.

"Apa buktinya kriminal dan ini sistemik bukan kasus perkasus? 330 bupati masuk penjara dari total 352 kalau tidak salah. Dan sSetengah dari gubernur masuk penjara," ungkap pakar ekonomi lulusan Boston Amerika ini kepada beberapa jurnalis Muslim di rumahnya, jalan Bangka IX, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis kemarin (26/1/2018).

Lebih lanjut beliau menyayangkan beberapa analis membahas persoalan banyaknya pejabat, menteri, anggota dewan yang terkena kasus korupsi, dilihat hanya kasus perkasus. Padahal, menurutnya, kondisi seperti ini sudah sistemik dan untuk itu perlu adanya perubahan dalam model demokrasi Indonesia.

Simak video lengkapnya:


Sumber :Voa-islam.com 

Tampil di Mata Najwa, Anies Cetak "Home Run"

Tampil di Mata Najwa, Anies Cetak "Home Run"


10Berita, Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Anies Baswedan - Sandiaga Uno hadir menjadi nara sumber dalam acara Mata Najwa yang dipandu Najwa Shihab di Trans7, Rabu (24/1/2018) kemarin.

Walau kerap dipotong saat menyampaikan paparan dan menjawab pertanyaan (terhitung 96 kali interupsi), Anies tampil meyakinkan dengan jawaban dan argumen yang cerdas, tuntas, dan ber-nash. Kalau diumpamakan main baseball, Anies berhasil mencetak "home run".

Anies pun menyampaikan terima kasih kepada Najwa Shihab yang telah mengundangnya di acara Mata Najwa yang disiarkan secara LIVE (bukan rekaman), sehingga publik bisa menilai langsung kualitas nara sumber.

Berikut selengkapanya disampaikan Anies Baswedan melalui akun fbnya:

Pengalaman tampil di Mata Najwa selalu menyenangkan dan bisa mendebarkan, termasuk bagi pemirsanya. Bila diumpamakan dengan baseball, Najwa Shihab sebagai pelempar bola tidak pernah memberikan bola-bola mudah pada narasumber sebagai hitter. Semua narasumber pasti pernah mengalami. Langsung, lugas dan tangkas. Tapi hanya dari lemparan hard ball maka seorang hitter berkesempatan membuat pukulan home run, apabila ia siap dan menguasai.

Dialog yang dilakukan secara Live di TV (bukan rekaman) membuat arena jadi fair dan terbuka, jangan salahkan pitcher kalau hitter tidak berhasil melayangkan pukulan, jangan salahkan yg memberi ujian kalau soal-soalnya sulit lalu yang menjalani ujian tidak siap. Dan apabila bisa memukul bola “home run” dengan baik maka berterima kasihlah pada pada pitcher yg memberi umpan bola keras.

Alhamdulillah dan terima kasih Mata Najwa sudah memberikan kesempatan pada kami berdua menjelaskan program dan capaian 100 hari pemerintahan Anies-Sandi kepada publik luas. Semoga Mata Najwa semakin sukses di tempat baru.

26/01/2018

(Anies Baswedan)

__
sumber: fb Anies Baswedan

...Fans2 alay Jokowi-Ahok lagi berhalusinasi mengatakan bahwa semalam Anies keok di Mata Najwa...Sah2 saja, namanya lagi berhalusinasi...Yg gw liat sih Najwa Shihab babak belur menghadapi Anies jadi terpaksa banyak motong pembicaraan... (``,)

— Buruh, Bersatulah..! (@iyutVB) 25 Januari 2018


Sumber :Portal Islam 

MEDIA ARAB dan TALKSHOW ANIES-NAJWA

MEDIA ARAB dan TALKSHOW ANIES-NAJWA


MEDIA ARAB dan TALKSHOW ANIES-NAJWA

Oleh: Mutawakkil Abu Ramadhan

Nggak tahan juga mau comment masalah kontroversi acara Mata Najwa. Kebetulan pak Anies dan bu Najwa keduanya turunan Arab,karena itu saya jadi ingat acara talkshow di TV TV Arab.

Acara talkshow TV TV Arab terkenal dengan kebebasannya dalam berpendapat dan berekspresi, channel channel media TV satelit Arab seperti Al JazeeraAl ArabiyaLBCCBCDream TVAl Hurra dsb dsb adalah bintang bintang acara talkshow di Arab.

Cara orang Arab mampu membuat acara yang bebas dari cengkeraman dan larangan para diktator adalah dengan membuat siaran televisi satelit. Karena satelit berada diluar angkasa, maka para diktator tidak akan bisa membredel media media itu. Satelit-satelit itu berada diluar wilayah jurisdiksi mereka.

Sejak pertengahan dekade 90an, acara-acara TV Arab yang bebas dan merdeka dari para diktator menjamur, orang orang Arab berbondong-bondong membeli perangkat receiver satelit. Hal ini menjadikan kawasan Arab sebagai kawasan siaran berbasis parabola satelit terbanyak dan terbesar di dunia. Di atap-atap apartemen Arab akan terlihat ribuan piringan receiver satelit para penghuni nya.

Salahsatu acara TV TV satelit yang digemari orang Arab adalah talkshow terutama dalam masalah politik dan keagamaan, acara acara talkshow itu begitu bebas. Saking bebasnya, tidak jarang didalam acara talkshow itu terjadi perang mulut hingga fisik.

Meski begitu, talkshow talkshow bebas seperti itu tetap digemari orang Arab karena unsur kebebasan dan transparansi informasinya. Sudah menjadi rahasia umum kalau orang Arab itu bosan dibohongi oleh para raja dan presiden yang diktator.

Kembali ke pak Anies dan Bu Najwa, dalam talkshow "Mata Najwa" kemarin saya melihat kedua sosok yang berketurunan Arab ini merefleksikan sosok-sosok orang Arab yang tampil dalam acara talkshow.

Cara berpikir dan gaya Najwa membawa acara talkshow ini mirip-mirip dengan presenter-presenter Arab yang pro pemerintah. Meski dari kulit luarnya seakan menerima dialog, akan tetapi dalam proses dialognya terkesan tidak demokratis, bahkan cenderung anti demokrasi.

Presenter-presenter Arab dari televisi Mesir, Saudi, Lebanon dan Emirat selalu menjadikan presenter bukan sebagai jembatan dialog akan tetapi mirip berperan seperti narasumber. Tamu talkshow yang kritis akan dihabisi oleh presenter sedangkan yang pro pemerintah akan dipuji setinggi langit...tentunya dengan topeng-topeng manis dialog.

Sedangkan kalau melihat pak Anies mirip seperti pemimpin-pemimpin Arab yang terpilih secara demokratis pasca revolusi Arabi Spring. Dalam setiap talkshow milik televisi pendukung kekuatan anti revolusi pembicaraannya selalu dipotong, disalahin, dipojokkan habis-habisan. Saya ingat bagaimana Presiden Mursi (Mesir) dan Presiden Al Marzuqi (Tunisia) dicecar oleh pertanyaan-pertanyaan yang mirip dengan interogasi di TV TV pendukung diktator.

Karena para pemimpin Arab yang terpilih rakyat ini rata-rata orang saleh dan berpendidikan, maka mereka justru menampakkan wisdom-nya (bijak) dalam situasi-situasi talkshow seperti itu, mirip dengan sikap pak Anies. Orang-orang bijak seperti ini memilih mendinginkan kepala ketimbang meladeni kegilaan presenter yang berat sebelah.

Dunia ternyata sempit yah....apa yang terjadi di Arab juga terjadi disini.

Sumber: fb, PI

Dua Kali Langgar Kode Etik, Ketua MK Juga Diminta Mundur Bawahannya

Dua Kali Langgar Kode Etik, Ketua MK Juga Diminta Mundur Bawahannya


Ketua MK Arief Hidayat

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Tak hanya sejumlah LSM serta ormas pemuda dan mahasiswa dan yang mendesak Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat untuk mundur. Bawahannya, PNS Mahkamah Konstitusim Abdul Ghoffar Husnan, juga meminta ketuanya itu untuk mengundurkan diri. Ghoffar menilai Arief tidak layak lagi menjadi hakim konstitusi karena 2 kali melanggar kode etik.

“Menyikapi putusan Dewan Etik untuk yang kedua kalinya, seharusnya Arief Hidayat mundur,” kata Ghoffar seperti dikutip detikcom, Kamis (25/1).

Ghoffar sehari-hari menjadi peneliti di MK. Ia telah bekerja di MK lebih dari satu dasawarsa dan silih berganti menjadi staf ahli para hakim konstitusi yang ada.

“Ibarat permainan sepak bola, akumulasi dua kartu kuning adalah kartu merah. Secara gentlemen ia harus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat lalu mengundurkan diri,” ujar Ghoffar.


Abdul Ghoffar Husnan

Kedua kartu kuning yang dimaksud yaitu sanksi Dewan Etik pertama tentang katebelece ke pejabat kejaksaan. Kartu kuning kedua yaitu sanksi Dewan Etik tentang pertemuan Arief Hidayat dengan anggota Komisi III DPR di sebuah hotel di Jalan Sudirman, Jakarta. Pertemuan itu jelang fit and propert test Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi periode kedua.

“Jika pernyataan mundur itu tidak segera dilakukan, lembaga ini sulit mendapatkan kepercayaan publik. Kalau marwah itu sudah hilang, buat apa juga ngotot bertahan menjadi Ketua MK,” cetus Ghoffar.

Atas pernyataan Ghoffar di atas, detikcom sudah mencoba meminta konfirmasi ke Arief Hidayat tetapi belum mendapatkan jawaban. (*)

Sumber: detik com,  Salam Online.

Jadi Pertanyaan Publik, Jelang Pilkada Mantan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan Bakal Jadi Plt Gubernur Jabar

Jadi Pertanyaan Publik, Jelang Pilkada Mantan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan Bakal Jadi Plt Gubernur Jabar


10Berita, Mantan Kapolda Metro Jaya yang sekarang menjabat Asisten Operasi Kapolri, Irjen Pol M Iriawan akan diangkat sebagai pelaksana tugas (Plt) gubernur Jawa Barat menggantikan Gubernur Ahmad Heryawan yang akan berakhir masa jabatannya pada Juni 2018. Kabar penunjukan M Iriawan disampaikan Wakapolri Komjen Pol Syafruddin dalam rapat pimpinan Polri di Jakarta, Kamis (25/1/2018).

Dilansir Republika, Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Polisi Martinus Sitompul mengatakan, rencana penunjukan M Iriawan sudah disampaikan Wakapolri dalam rapat pimpinan Polri. "Informasi yang saya terima untuk provinsi Jawa Barat, pelaksana tugasnya akan diisi oleh Asisten Operasi Kapolri Irjen M Iriawan," kata Martinus.

M Iriawan yang akrab disapa 'Iwan Bule' pernah menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya saat Pilgub DKI Jakarta berlangsung tahun lalu. Martinus mengatakan, Mabes Polri masih menunggu surat resmi penunjukan M Iriawan sebagai pelaksana tugas Gubernur Jabar dari Kementerian Dalam Negeri.

Bersamaan dengan rencana penunjukan M Iriawan, Martinus mengatakan, seorang perwira tinggi Polri, yakni Kadiv Propam Polri Irjen Martuani Sormin juga akan ditunjuk sebagai pelaksana tugas gubernur Sumatra Utara. Jawa Barat dan Sumatra Utara akan menggelar pemilihan gubernur tahun ini.

Martinus belum mengetahui secara perinci alasan penunjukan keduanya sebagai pelaksana tugas gubernur. Namun ia mengatakan penunjukan ini merupakan hal biasa jika memang dibutuhkan. Ia mencontohkan, Irjen Pol Carlo Brix Tewu yang sempat mengemban amanat sebagai Staf Ahli Bidang Ideologi dan Konstitusi Kemenko Polhukam dan kemudian menjabat Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Barat sejak 30 Desember 2016.

"Begitu pun juga saat ini, direncanakan ada dua perwira tinggi Polri untuk menduduki jabatan Gubernur di wilayah Jawa Barat dan Sumatra Utara," kata Martinus. Masa jabatannya, menurut Martinus, sekitar empat sampai lima bulan.

Rencana mengangkat pejabat aktif Polri sebagai Plt Gubernur (terutama di Jawa Barat) ini sontak menimbulkan pertanyaan publik. Salah satunya karena di Pilkada Jabar ada mantan Kapolda Jabar yang menjadi calon wakil gubernur yang diusung PDIP.

"Ini kok polisi aktif ditunjuk jadi plt pak @jokowi ? Apalagi di Jabar ada mantan polisi ikut kontestasi," komen @panca66, salah satu kader PD.

"PLT gubernur Jabar.... 🤔! Pak Aher kan masih menjabat hingga Gubernur baru terpilih. 🤦🏻‍♀️ terus polisi aktif ditunjuk ke pemerintahan. emng ga ada pejabat lainny?" tanya akun @Suka_melody.

"Yg nyagub polisi yang plt polisi ga sekalian kpud nya polisi juga bawaslunya polisi juga 😂😂😂," sindir akun @SB_0107.

Ini kok polisi aktif ditunjuk jadi plt pak @jokowi ? Apalagi di Jabar ada mantan polisi ikut kontestasi https://t.co/KSQK9f89S5

— Republik Dagelan (@panca66) 25 Januari 2018


PLT gubernur Jabar.... 🤔! Pak Aher kan masih menjabat hingga Gubernur baru terpilih. 🤦🏻‍♀️ terus polisi aktif ditunjuk ke pemerintahan. emng ga ada pejabat lainny

— Dini Ryani (@Suka_melody) 25 Januari 2018


Nah ini jd pertanyaan besar. Adakah tugas khusus d belakang buat memenangkan cagub tertentu atau karena daerah ini punya potensi ancaman keamanan?

— rieF (@Fieramuis) 25 Januari 2018


Seperti mau mengamankan suara mereka..

— Ke-TIDAk-Adilan (@2019PresBaru) 25 Januari 2018


Yg nyagub polisi yang plt polisi ga sekalian kpud nya polisi juga bawaslunya polisi juga 😂😂😂

— liar in chief (@SB_0107) 25 Januari 2018


Sumber :Portal Islam 

Turki Ultimatum AS: “Setop Dukung Teroris atau Konfrontasi!”

Turki Ultimatum AS: “Setop Dukung Teroris atau Konfrontasi!”


Wakil PM Turki Bekir Bozdag (kanan) ultimatums AS untuk berhenti dukung teroris di Suriah. (Foto: Reuters)

10Berita, ANKARA Seorang pejabat Turki mengultimatum Amerika Serikat (AS) bahwa siapa pun yang mendukung teroris YPG, maka akan jadi “target”. Peringatan ini dinyatakan oleh Wakil Perdana Menteri Turki Bekir Bozdag, Kamis (25/1/18) setelah melihat Amerika Serikat (AS) yang tetap cenderung bekerjasama dengan kelompok bersenjata Kurdi itu di tanah Suriah.

Bozdag menegaskan hal ini setelah Turki mengancam akan menyerang kota Manbij sebagai bagian dari operasi lintas perbatasan. Saat ini Turki tengah memerangi YPG/PYD/PKK di wilayah Afrin, Suriah utara.

“Jika AS ingin ‘menghindari konfrontasi dengan Turki’—yang tidak mereka atau Turki inginkan—jalan untuk ini sudah jelas: mereka (AS) harus menyetop dukungan kepada teroris,” seru Bozdag kepada penyiar Turki, A Haber, sebagaimana dikutip Aljazeera,Jumat (25/1).

“Mereka yang mendukung organisasi teroris akan menjadi sasaran dalam pertempuran ini. Amerika Serikat perlu meninjau kembali tentaranya dan elemen yang memberi dukungan kepada teroris di lapangan sedemikian rupa untuk menghindari konfrontasi dengan Turki,” tegasnya.

Untuk diketahui, AS memiliki sekitar 2.000 tentara yang bermarkas di Manbij—sekitar 100 km timur Afrin—bekerjasama dengan YPG dengan dalih memerangi ISIL/ISIS.

Koalisi militer AS yang beroperasi di Manbij pada Rabu mengatakan tentara Amerika di sana memiliki hak untuk membela diri dari serangan siapa pun.

“Pasukan koalisi yang berada di daerah itu memiliki hak yang melekat untuk membela diri dan akan melakukannya jika perlu,” kata juru bicara koalisi AS, Kolonel Ryan Dillon.

Juru bicara Pentagon Dana White juga mengatakan pada Kamis bahwa dia telah melihat laporan media tentang Turki yang meminta AS untuk memindahkan pasukannya dari Manbij, namun dia tidak tahu apakah itu jadi bahan pertimbangan.

Turki melancarkan serangannya terhadap YPG di Afrin sejak Sabtu lalu. Negara yang berbatasan dengan Suriah ini melihat YPG—yang dilatih, dipersenjatai dan didukung oleh AS untuk berperang melawan ISIL/ISIS—sebagai perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang (PKK), yang telah melancarkan aksi terorisme selama bertahun-tahun di negara bekas kekhilafahan Turki Utsmani tersebut.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg membela tindakan militer Turki di Suriah, namun memintanya agar Turki tetap berhati-hati.

“Turki adalah salah satu negara NATO yang paling menderita akibat terorisme,” kata Stoltenberg dalam sebuah pernyataan, Kamis.

“Semua negara memiliki hak untuk membela diri, tapi ini harus dilakukan dengan cara yang proporsional dan terukur,” ujarnya.

Sementara itu, administrasi yang dipimpin Kurdi di Afrin meminta rezim Suriah untuk mempertahankan wilayah tersebut dari serangan Turki.

“Kami meminta (rezim) Suriah untuk melaksanakan kewajiban negaranya terhadap Afrin dan melindungi perbatasannya dengan Turki dari serangan ‘penjajah’ Turki … dan mengerahkan angkatan bersenjata Suriah untuk mengamankan perbatasan wilayah Afrin,” pinta pihak administrasi Kurdi di situsnya. (S)

Sumber: Aljazeera,  Salam Online.

Anies Minta Anggaran Renovasi Rumah Dinasnya Dihapus

Anies Minta Anggaran Renovasi Rumah Dinasnya Dihapus


10Berita – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan, bahwa dirinya tidak pernah sama sekali memberi instruksi kepada Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta, terkait pengadaan lift di rumah Dinas Gubernur DKI.

“Saya garis bawahi, kita instruksi atas arahan (untuk pengadaan lift). Karena itu, saya minta supaya ini tidak dilaksanakan dan dibatalkan. Nanti di APBD-P (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan) dihilangkan,” kata Anies, Jakarta Pusat, Kamis (25/1/2018).

Kata Anies, perubahan APBD tersebut dapat dilakukan untuk menyesuaikan APBD dengan perkembangan dan atau oleh karena akibat perubahan keadaan tertentu.

“Karena tidak ada kebutuhan untuk renovasi besar dan lain-lain dan Pak Sekda cerita ini beberapa kali ada inisiatif renovasi-renovasi seperti ini,” tegas Anies.

Sebelumnya, Anies mengaku tidak mengetahui perihal anggaran pengadaan lift untuk rumah dinas Gubernur DKI Jakarta yang berada di kawasan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat.

Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,43 miliar untuk merenovasi rumah dinas gubernur yang akan ditempati Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Rencana renovasi ini masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2018.

Pengadaan elevator rumah dinas Gubernur DKI yang terdiri dari dua lantai tersebut masuk dalam pos anggaran Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan Pemprov DKI tahun 2018. (kk/pi)

Sumber : Eramuslim

Merasakan Sensasi Menginap di Hotel dalam Crane yang Sangat Tinggi. Antara Seru dan Ngeri Sih!

Merasakan Sensasi Menginap di Hotel dalam Crane yang Sangat Tinggi. Antara Seru dan Ngeri Sih!

10Berita, Di era sekarang, hotel atau penginapan bentuknya makin bermacam-macam dan unik. Mulai dari bentuk seperti mobil, balon, bahkan hotel kaca yang menempel di tebing yang sangat tinggi. Tak bisa dipungkiri, hal ini berawal dari mulai pentingnya sosial media bagi traveler. Tak perlu mewah-mewah, asal instagramable dan cocok buat foto-foto karena konsepnya yang berbeda dari biasanya, bisa dipastikan hotel tersebut akan booming tanpa perlu repot-repot mempromosikannya habis-habisan.

Untuk itu, tak heran apabila hotel berlomba-lomba membuat konsep yang unik, mulai dari glamping sampai konsep rumah pohon pun diterapkan untuk sebuah hotel. Nggak mau ketinggalan, ada satu hotel di Amsterdam yang konsepnya tak kalah anti mainstream. Hotel ini berada di dalam crane yang cukup tinggi dan pemandangannya indah sekaligus ngeri-ngeri sedap. Mau lihat seperti apa hotelnya? Yuk simak ulasan Hipwee Travel aja.

Crane Hotel Faralda di Amsterdam, Belanda ini berada di dalam sebuah crane untuk konstruksi setinggi 50 meter. Hotel ini bintang lima lho!

hotel bintang lima di dalam crane via www.agoda.com

Advertisement

Kalau biasanya hotel mewah itu di tengah kota atau di tepi danau, Crane Hotel Faralda ini berada di dalam sebuah crane. Ya crane yang biasanya digunakan dalam pekerjaan konstruksi itu disulap jadi sebuah hotel bintang lima. Berada di ketinggian 50 meter, sensasi menginap di sini bisa bermacam-macam, antara eksklusif, seru atau malah ngeri. Hehehe.

Hotel ini punya kamar dengan jumlah yang terbatas. Ada 3 jenis kamar di mana inetriornya sangat elegan dan mengagumkan!

kamarnya mewah banget via www.commercialrealestate.com.au

Crane Hotel Faralda memiliki 3 jenis kamar eksklusif, yakni Free Spirit, Secret dan Mystique. Masing-masing kamar punya interior elegan, sangat berbeda jika terlihat dari luar dengan suasana industri. Meskipun dari luar keliatan biasa saja, ternyata di dalamnya mewah banget, Gaes. Kamarnya sendiri berukuran mulai dari 35 sampai 50 meter persegi. Sedangkan fasilitas lain seperti panorama lounge ukurannya 10-15 meter, dan kolam spa seluas 50 meter. Bayangin nggak sih, di dalam crane begini ada kolam spanya. Jangan lupakan pemandangan laut dan pelabuhan yang tampak dari crane ini. Seru banget kayanya.

Karena jumlah kamar yang terbatas, kamu harus memesan hotel ini jauh-jauh hari. Harganya pun lumayan fantastis sih, hehe…

spa pool via faralda.com

Untuk menginap di sana, setidaknya kamu harus merogoh kocek 750 Euro atau sekitar 12 juta rupiah. Lumayan mahal sih buat seorang backpacker ya. Tapi, sensasi menginap di satu-satunya hotel mewah di dalam crane memang sangat eksklusif sih. Wajar jika harganya segitu. Itupun selalu penuh, maka lebih baik kamu pesan jauh-jauh hari jika pengen mencobanya. Ya kalau nggak mau mencoba setidaknya bisa terinspirasi membuat hotel crane di Indonesia. Hehehe.

Advertisement

Menginap di dalam crane yang seru dan sedikit ngeri memang menantang sih. Berani menginap di sana? Hehehe.

Sumber : Hipwee