OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 18 Februari 2018

TGB Desak Pemerintah Segera Ungkap Kasus Serangan kepada Pemuka Agama

TGB Desak Pemerintah Segera Ungkap Kasus Serangan kepada Pemuka Agama

10Berita, SUKOHARJO – Gubenur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi mendesak pemerintah untuk segera mengungkap dalang di balik maraknya penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama yang belakangan marak terjadi di Indonesia.

“Jadi kasus penganiayaan terhadap tokoh agama, terhadap kyai termasuk penyerangan di gereja yang di Jogja itu harus di tuntaskan pemerintah melalui penegak hukum,” katanya usai memberikan Tausiyah Di Ponpes Assalam Kartasura Sukoharjo, Sabtu (17/2/2018).

Menurut TGB Zainul sapaan karibnya, ulama dan tokoh agama merupakan salah satu bagian yang penting dalam kehidupan bernegara. Mereka adalah panutan, contoh, sekaligus sebagai motor penggerak dalam menjadikan bangsa yang beradab.

Untuk itu, TGB Zainul meminta negara melakukan perannya untuk melindungi semua anak bangsa terlebih para ulama dan tokoh agama.

“Tokoh agama butuh perlindungan spesial, karena mereka yang bergerak di grassroots memberikan pengayoman, memotivasi dan mengarahkan masyarakat untuk membangun bangsa,” tandasnya

Sumber : Jurnal Islam 

Nasheed: Tak Bisa Bayar Utang, Maladewa Terancam Diambil Alih China

Nasheed: Tak Bisa Bayar Utang, Maladewa Terancam Diambil Alih China

10Berita, Mantan Presiden Maladewa Mohamed Nasheed mengatakan utang besar-besaran kepada China membuat negaranya terancam diserahkan kepada Beijing pada awal tahun 2019. Dia memperingatkan bahwa pemilihan presiden yang cacat pada tahun ini akan mengarah pada pengambilalihan China terhadap Maladewa.

”Kami tidak dapat membayar utang sebesar USD1,5 sampai USD2 miliar ke China,” kata Nasheed kepada Nikkei Asian Review dalam sebuah wawancara di Sri Lanka.

Dia berargumen bahwa negara di Samudra Hindia yang dikenal sebagai tempat tujuan wisata itu berpenghasilan kurang dari USD100 juta sebulan. Angka yang dia maksud itu adalah pendapatan pemerintah.

Nasheed, yang menjabat dari tahun 2008 sampai 2012, melarikan diri ke Inggris pada tahun 2016 karena hendak ditangkap dan dihukum di bawah undang-undang anti-terorisme. Dia dituduh telah memerintahkan penangkapan seorang hakim. Dia sekarang membagi waktunya di pengasingan antara Inggris dan Sri Lanka.

Menurut Nasheed, pada Januari lalu Maladewa memiliki kewajiban menyumbang ke China hampir 80 persen dari total hutang luar negerinya.

Sebagian besar utang masuk ke infrastruktur, termasuk jalan, jembatan dan bandara. “Tapi ini adalah proyek kesombongan,” kritik Nasheed.”Jalan tidak ke mana-mana, bandara yang (akan mangkrak) kosong,” ujarnya.

Sementara itu, lanjut Nasheed, utang Maladewa dibebani bunga tinggi. Menurutnya, Maladewa harus mulai melakukan pembayaran atas utangnya pada tahun 2019 atau 2020.

“Jika Maladewa jatuh, China akan ‘menuntut keadilan’ dari pemilik berbagai pulau dan operator infrastruktur, dan Beijing kemudian akan bebas memegang tanah itu,” katanya.

”Tanpa meletuskan satu tembakan pun, China telah menguasai lebih banyak lahan daripada East India Company pada puncak abad ke-19,” kata Nasheed, yang menuduh bahwa pembangkit kekuatan ekonomi Asia itu telah mengambil alih 16 pulau yang sudah di bawah presiden saat ini Maladewa, Abdulla Yameen.

“Latihan mengambil tanah ini sudah keluar dari kedaulatan kita,” papar Nasheed tanpa merinci nama pulau yang dia duga telah diambil alih China.

Pemerintahan Yameen yang didukung China telah menindak oposisi politik selama beberapa tahun terakhir. Namun pada 1 Februari, Mahkamah Agung Maladewa memerintahkan pembebasan dan pemulihan anggota parlemen dari kubu oposisi.

Pemerintah Yameen menanggapi dengan mengumumkan keadaan darurat dan menjebloskan dua hakim ke penjara.

”Kita perlu membebaskan hakim,” kata Nasheed. ”Kami membutuhkan pemerintah untuk mematuhi keputusan pengadilan,” katanya lagi.

China seperti dilaporkan Firstpost telah membantah tuduhan akan mengambil alih Maladewa melalui perangkap utang. 

Sumber : opini-bangsa.com

  

Jangankan Bawaslu, Kemenag Saja Tidak Bisa Atur Isi Ceramah (Islam)

Jangankan Bawaslu, Kemenag Saja Tidak Bisa Atur Isi Ceramah (Islam)



10Berita, JAKARTA  Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dipertanyakannya kapasitasnya soal rencana mengatur-ngatur materi khutbah/ceramah (Islam). Bawaslu nampaknya perlu diperingatkan keras, bahwa tupoksi yang ada tidak memiliki wewenang demikian.

“Bawaslu juga tidak memiliki dasar kewenangan mengatur isi ceramah agama. Apakah para pemuka agama diangkat oleh Bawaslu? Jangankan Bawaslu, Kementerian Agama saja tidak bisa mengatur isi ceramah agama,” Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon mengingatkan, di akun Twitter pribadi miliknya, belum lama ini.


Bawaslu menurut Fadli juga tak memiliki legitimasi untuk mengatur hal tersebut. “Selain itu, Bawaslu juga tdk memiliki kapasitas untuk menilai apakah isi ceramah agama itu tepat atau tidak. Apalagi kita sangat paham, ceramah agama pasti selalu terkait dengan isu-isu aktual yang sedang berkembang di masyarakat.”

Pilkada, adalah isu aktual di masyarakat. Sehingga menurutnya mengontrol ceramah agama tidak menyinggung pilkada, adalah hal yang mustahil. “Bawaslu nantinya akan kerepotan mengurusi hal-hal yg sebenarnya bukan tupoksinya.” (Robi/)

Sumber :voa-islam.com

Merajalelanya Khamr; Ciri Akhir Zaman

Merajalelanya Khamr; Ciri Akhir Zaman


Foto: The Star

10Berita, DI zaman kiwari kita sudah tidak asing lagi dengan aneka minuman yang memabukkan. Saking seringnya kita melihat para selebritis Barat ataupun lokal di televisi yang sudah akrab dengan minuman yang satu ini, membuat kita seolah-olah mudah menerima minuman haram tersebut.

Selain minuman, masih banyak zat-zat yang dapat merusak akal manusia, dalam Islam segala jenis zat yang dapat merusak akal disebut dengan khamr. Sebagaimana sabda Rasulullah:

“Setiap yang memabukkan adalah khamr (yang termasuk khamr) dan setiap khamr adalah haram.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)

Salah satu tujuan diturunkannya Islam adalah untuk menjaga kesehatan fisik dan ruhani manusia, termasuk di dalamnya adalah memelihara akal. Dengan demikian segala sesuatu yang merusak akal adalah terlarang dalam Islam.

Tanpa akal yang sehat dan jernih maka tak ayal manusia dapat hilang kendali, bahkan bisa kehilangan sisi kemanusiaannya. Hal inilah yang menyebabkan Islam melarang keras meminum khamr, karena dikhawatirkan manusia akan berbuat kerusakan yang parah di muka bumi.

Allah Swt berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al-Maidah: 90-91)

Rasulullah Saw menubuwatkan bahwa kelak khamr akan menjadi pilihan favorit banyak manusia. Bahkan, di akhir zaman (dan di zaman saat ini) bisa dipastikan bahwa meja-meja hiburan dan panggung-panggung pertunjukan selalu dilengkapi dan identik dengan minuman haram ini.

Sudah bukan hal yang aneh lagi jika minuman keras, minuman beralkohol, atau apapun namanya telah menjadi minuman favorit di hotel-hotel, kafetaria, bar, diskotik, rumah musik, tak ketinggalan warung remang-remang pun menyediakan minuman haram ini. Parahnya lagi di beberapa toko retail dan supermarket secara terang-terangan memajang barang-barang haram ini meski dengan peringatan “hanya untuk 20 tahun ke atas.”

Khamr pun saat ini banyak sekali jenisnya, bukan hanya minuman beralkohol, tapi juga zat-zat aditif lainnya seperti narkoba, dan tentu saja narkoba ini banyak pula jenis-jenisnya. Penggunanya pun beragam, mulai dari para pejabat elit politik, selebritis, pengusaha, anak muda, mahasiswa, remaja, sampai kalangan ekonomi ke bawah pun tak luput dari jeratan narkoba ini.

Jelaslah jika umat banyak yang menggunakan khamr maka bukan rahasia lagi berbagai kerusakan telah banyak terjadi di dunia. Jangankan untuk membangun peradaban, untuk membangunkan dirinya sendiri pun tak akan mampu karena akalnya sudah rusak. Semakin banyak kerusakan, maka tidak akan lama lagi kiamat yang menjadi hari kerusakan total, hanya tinggal menunggu waktu.

Dari anas bin Malik, beliau berkata, “Aku mendengar Rasulullah bersabda: “Di antara tanda-tanda kiamat adalah….(lalu beliau menyebutkan diantaranya:) dan diminumnya khamr.” (HR. Muslim).  []

Sumber :Islampos 

Muhammad Jefri dan Kematian Nama Lain yang Misterius

Muhammad Jefri dan Kematian Nama Lain yang Misterius

10Berita, Kematian Muhammad Jefri setelah ditangkap tim Densus 88, menambah daftar panjang nama-nama terduga teroris yang menemui ajal dan disiksa tanpa proses pengadilan.

Diberitakan, Jefri ditangkap di Indramayu karena diduga sebagai pelaku terorisme. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto menyebut awalnya Jefri ditangkap di perjalanan pada 7 Februari pukul 15.17 WIB. Setelah ditangkap, kata Setyo, Jefri pada pukul 18.00 WIB mengeluh sesak napas.

Setyo mengatakan tim Densus 88 membawa Jefri ke klinik terdekat. Namun, di klinik tersebut, kata Setyo, nyawa Jefri tidak tertolong.

Setelah dilakukan penangkapan pada pukul 18.00 WIB, tersangka mengeluh sesak napas dan segera dibawa ke klinik terdekat di wilayah Indramayu, Jawa Barat. Lalu pukul 18.30 WIB, berdasarkan keterangan dokter, tersangka telah meninggal dunia,”kata Setyo di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan. Kamis (15/2/2018) seperti dikutip Detik.

Setyo menjelaskan, jenazah Jefri lalu dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk diautopsi, baik visum luar maupun dalam. Berdasarkan hasil autopsi itu, lanjut Setyo, Jefri dinyatakan memiliki riwayat penyakit jantung menahun.

Pada 13 Februari 2018, hasil autopsi berupa surat visum et repertum disimpulkan penyebab kematiannya adalah serangan jantung dengan riwayat penyakit jantung menahun,”ujar Setyo.

Anehnya, saat jenazah Jefri dibawa ke rumah duka, pihak keluarga dilarang untuk membuka kain penutup jasad Jefri. Publik lalu curiga dengan pelarangan ini.

Sebelum kasus Jefri, juga ada nama Siyono.
Pemuda asal Desa Pogung, Klaten, Jawa Tengah, ini ditangkap dan diinterogasi satuan Densus 88 hingga tewas pada Maret tahun lalu.

Lalu ada Andika Bagus Setiawan, siswa kelas 2 MAN Jamsaren, Solo, Jawa Tengah, yang dianggap terlibat dalam jaringan teroris. Andika ditemui orangtuanya dalam keadaan babak belur di tahanan Januari 2017.

Menurut orangtua, kondisi Andika sangat mengenaskan. Pemuda itu mengaku menerima kekerasan saat diperiksa Densus setiap Kamis.

Sekretaris The Islamic Study and Action Center (ISAC) Solo, Endro Sudarsono menceritakan, berdasarkan keterangan dari keluarga, kondisi keduanya kini memprihatinkan.

Kamis (31/12/2015) lalu keluarga Andika membesuk ke Mako Brimob dengan didampingi anggota Reskrim unit PPA. “Keluarga melihat Andika dan Hamzah dalam kondisi lebam-lebam seperti bekas penganiayaan,”ujar Endro saat menggelar jumpa pers di Solo, Jumat (8/1/2016) seperti dikutip Merdeka.


Endro menambahkan, jari kelingking kanan Andika terlihat sedikit renggang, kulit bagian atas pangkal kelingking berwarna merah. Sedangkan 10 jarinya menegang dengan posisi seperti mencakar.

Baju dan celana Andika, lanjut Endro, penuh kotoran tinja dan muntahan. Tidak jauh beda dengan Andika, Hamzah juga kondisinya tak kalah parah.

Diluar nama itu, juga ada Fonda Amar Sholikhin. Anak buah kelompok teroris pimpinan Santoso ini diduga dianiaya sebelum meninggal.

Fonda, alias Ponda alias Dodo, dilaporkan tewas tertembak dalam operasi gabungan TNI-Polri di Poso, Sulawesi Tengah, pada 28 Februari 2016.

Akankah korban terus berjatuhan?

Sumber :  Ngelmu.co 

MAKJLEB! Kritik Pemerintah, Warganet Bikin Pantun: Muka Solo, Rasa Korut. Sejak Ada Elo, Negara Jadi Semrawut!

MAKJLEB! Kritik Pemerintah, Warganet Bikin Pantun: Muka Solo, Rasa Korut. Sejak Ada Elo, Negara Jadi Semrawut!


10Berita,   Jelang tahun politik 2019, keadaan ekonomi Indonesia malah semakin memburuk. Tahun demi tahun, pendapatan malah terlihat menurun, sementara utang luar negri semakin menumpuk.

Bencana alam di mana-mana. Busung lapar melanda daerah Papua. Apa yang pemerintah lakukan selama tiga tahun ini?

Ironisnya, bahkan dengan kondisi seperti ini, Jokowi diketahui akan maju lagi di pilpres 2019 mendatang.

Hal ini pun menjadi bulan-bulanan warganet.

"PANTUN NGASAL

Muka Solo, rasa Korut
Sejak ada elo, negara jadi semrawut.

Bulat batu, mirip kue onde-onde
Model kayak gitu, mau dua periode," tulis akun @AnnaSuezann

PANTUN NGASAL

Muka Solo, rasa Korut
Sejak ada elo, negara jadi semrawut.

Bulat batu, mirip kue onde-onde
Model kayak gitu, mau dua periode.

(by ORGIL)

— AnnaSuzann® (@AnnaSuezann) February 16, 2018

Cuitan ini pun dikomentari senada oleh warganet lainnya.

ngasal juga akh

Kue onde dari jakarta
Manis dimakan rasa gulanya
Bila mmg cinta indonesia
Kembalilah menjadi rakyat saja

— young5758 (@youl_af) February 16, 2018


Woooiiitt...pergi ke rumpin,mau beli keripik
Jadi pemimpin kudu mau di kritik

Zaskia gotik, duta pancasila
Ga mao di kritik, jdi rakyat biasa ajaaa#ikutanngasal

— Buaya air asin (@DaudAlIdrus1) February 17, 2018


Sumber :PORTAL ISLAM 

Ustadz Abdul Somad Diterima hangat di Malaysia, Begini Suasananya….

Ustadz Abdul Somad Diterima hangat di Malaysia, Begini Suasananya….

Bertemu Dato’ dan Ustadz

10Berita, Dato’ Abdul Hadi Awang, tamat S1 dari Madinah, pernah menjadi Menteri Besar (Gubernur) Terengganu dari PAS (Parti Islam se-Malaysia). Wakil Ketua Ikatan Ulama Sedunia yang diketuai Syaikh Yusuf al-Qaradhawi.

Tak pernah terlintas di pikiran akan bertemu beliau. Alhamdulillah atas syafa’at Ustaz Azhar Idrus boleh bersua di Kuala Terengganu.

“Bagi saye nasihat Dato”

“Kite tidak hanya disatukan oleh Islam. Tapi juga disatukan oleh bangsa. Raja kami dari Riau. Saya pesankan 1) Takutlah pada Allah 2) Satukan ummat 3) Perhatikan pemuda”.

Kuala Terengganu,
1 Jumadil Akhir 1439
17 Februari 2018

source FB Ustadz Abdul Somad

Sumber : Ngelmu.co 

Perjuangan Berat Demi Capai Eropa, Pengungsi Tempuh Jalur Bosnia

Perjuangan Berat Demi Capai Eropa, Pengungsi Tempuh Jalur Bosnia


Ilustrasi. Foto: Anadolu

10Berita, BOSNIA—Para pengungsi dari berbagai Negara dilaporkan telah menempuh jalur baru melewati Bosnia dan Herzegovina. Mereka terus berjalan demi mencapai daratan Eropa sementara cengkraman pasukan anti-migrasi semakin mengancam keberadaan mereka.

Sebelumnya pada Maret 2016 lalu, rute Balkan yang melalui Yunani, Makedonia, Serbia, Hungaria dan Kroasia ditutup untuk pengungsi.

Sekarang, migran yang ingin mencapai Kroasia berupaya masuk dari Bosnia dan Herzegovina. Mereka dibantu oleh sejumlah lembaga dan penduduk setempat.

Bahkan beberapa imam masjid juga membolehkan mereka menginap di dalam agar terhindar dari cuaca dingin, dan seorang warga di ibu kota Sarajevo membuka pintu rumahnya untuk 35 migran.

Kebanyakan dari mereka berasal dari Pakistan, Aljazair, Afganistan, Suriah, Libya dan Maroko.

Mayoritas harus menginap sementara di kota-kota perbatasan seperti Zvornik, Trebinje dan Velika Kladusa.

“Aleppo sudah hancur, hanya namanya saja yang tertinggal. Bosnia adalah negara yang sangat indah, namun tidak banyak kesempatan yang terbuka bagi kami. Kami tinggal di rumah warga dan sering kesulitan mendapatkan makanan, pakaian dan layanan kesehatan,” ungkap Fela Ahmed, pengungsi dari Suriah yang kehilangan semua anggota keluarganya dalam perang Suriah.

Sedangkan Husejin Sarajlic rela membantu para migrant. Ia mengatakan sebelumnya dirinya merupakan seorang pengungsi.

“Saya tidak ingin mereka kelaparan. Saya juga dulu adalah pengungsi, jadi sangat mengerti perjuangan mereka,” kata Sarajlic. []

SUMBER: ANADOLU

Alhamdulillah… “Sekarang Danau Sunter Lebih Terang, Dulu Banyak yang Aneh-aneh…”

Alhamdulillah… “Sekarang Danau Sunter Lebih Terang, Dulu Banyak yang Aneh-aneh…”

10Berita, Proyek penataan Danau Sunter, Jakarta Utara, mendapat sambutan positif warga.

Sejumlah pengunjung Danau Sunter yang ditemui Kompas.com, Sabtu (17/2/2018), merasa senang melihat revitalisasi yang tengah dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

Seorang warga Sunter, Jakarta Utara, Nining, senang melihat perubahan suasana di tepi Danau Sunter yang lebih terbuka.

Sebelum penataan, ia mengaku sering menemukan muda-mudi memadu kasih di tepi danau.

“Dulu mah tertutup begitu jadi banyak yang aneh-aneh, banyak yang mesum gitu. Sekarang, kan, enak, terbuka terang. Jadi, mau ajak anak-anak juga aman,” kata Nining.

Ia mengaku sering mengajak anak-anaknya ke Danau Sunter. Sebab, lokasinya dekat dengan tempat tinggalnya. Selain itu, ia juga tidak harus keluar banyak uang untuk berwisata di sana.

“Ini anak-anak juga sering lihat olahraga air di sini,” kata Nining yang datang bersama keluarganya.

Senada dengan Nining, Faisal, warga Tanjung Priuk, Jakarta Utara, juga mengapresiasi penataan Danau Sunter.

“Saya enggak begitu sering ke sini sih, tetapi sekarang bagus ya jadi lebih luas. Anak-anak jadi enak kalau main-main,” katanya.

Meski demikian, ia berharap kawasan Danau Sunter nantinya tidak dipenuhi pedagang kaki lima agar tidak kotor dan mengganggu.

Seorang pemancing bernama Hafis ingin kawasan Danau Sunter dilengkapi bangku-bangku taman untuk duduk. Dengan demikian, ia dan rekan-rekannya juga bisa menggunakan bangku itu untuk memancing.

“Sekarang sih sudah bagus ya, paling yang kurang bangku-bangku,” kata Hafis.

Adapun penataan Danau Sunter dilaksanakan jelang Festival Danau Sunter pada 25 Februari 2018. Festival ini akan dimeriahkan berbagai olahraga air, seperti jet ski dan mendayung.

Menurut rencana, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti akan bertanding melawan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Festival Danau Sunter. Susi akan paddling dan Sandiaga akan berenang.

sumber http://megapolitan.kompas.com/read/2018/02/17/15001491/sekarang-danau-sunter-lebih-terang-dulu-banyak-yang-aneh-aneh

Sumber : Ngelmu.co

Sabtu, 17 Februari 2018

Membaca Pilihan Politik Prabowo dan Gerindra di Pilpres 2019

Membaca Pilihan Politik Prabowo dan Gerindra di Pilpres 2019


10Berita, Siapa yang tidak kenal Prabowo. Ketua Umum Gerindra dan tokoh oposisi. Tak hanya bisa mengkritik, tapi juga pandai memuji dan mengapresiasi. Termasuk kepada lawan politik, yaitu Presiden Jokowi. Beginilah citra negarawan sejati.

Jauh dari dendam, apalagi ungkapan kata “memaki”. Tegas, tapi rendah hati. Selalu santun dan pandai menghargai. Semua pihak dihormati. Begitulah citra Prabowo membawa karakter diri. Tak ada sedikitpun kesan ambisi. Menghindari semua langkah yang mengarah kepada kepentingan pribadi.

Hingga saat ini, Prabowo belum juga menyatakan diri. Pasang orang, atau harus maju sendiri. Semua mesti matang dikalkulasi. Begitulah semestinya jiwa seorang politisi.

Bimbang? Tidak! Prabowo bukan tipe manusia gamang. Keputusannya selalu berdasarkan apa yang diyakini. Insting politiknya merupakan bagian dari keimanan yang ia percayai. Meski kadang mengundang banyak perbedaan persepsi.

Membaca situasi politik akhir-akhir ini, setidaknya ada tiga pilihan alternatif Prabowo yang bisa diprediksi. Pertama, Prabowo jadi wakil Jokowi. “Kompromi politik” terjadi. Bersama PDIP dan sejumlah partai lain mengadu nasib dalam koalisi. Akhirnya, pragmatisme menjadi basis kalkulasi. Apa kata dunia? itu nomor sekian.

Jika Prabowo menerima pinangan Jokowi, antara keuntungan dan risiko sama-sama tinggi. Jika duet ini terjadi dan menang, Gerindra tak lagi berada di luar pemerintahan. Memang, tak mudah menjadi partai oposisi, terutama terkait biaya dan kerja konsolidasi. Disini, mungkin Prabowo dan Gerindra akan dapat limpahan amunisi.

Duet Jokowi-Prabowo, meski 60-70% surveynya rakyat menghendaki, tapi tak otomatis lingkaran istana bersimpati. Bisa jadi malah antipati. Apalagi bagi partai koalisi. Ini sebuah ancaman yang menebar rasa iri. Hadirnya prabowo di kubu Jokowi akan berpotensi merubah formasi. Sejumlah kepentingan terganggu, termasuk manuver cawapres yang selama ini dilakukan sejumlah ketua partai koalisi. Akan kehilangan arah, karena hadirnya Prabowo jadi cawapres Jokowi akan dianggap menghalangi mereka punya ambisi.

Lebih terpuruk lagi jika Prabowo dikhianati. Ketika ketua Gerindra ini menyatakan siap, lalu di tengah jalan batal karena berbagai alasan, langkah Prabowo akan mati. Konstituen dan pendukungnya bisa lari. Prabowo tak laku, Gerindra terancam bubarkan diri. Nasibnya akan mirip Gatot Nurmantyo. “Merasa diberi harapan”, lalu ditinggalkan seorang diri.

Seandainya pun duet ini jadi, tidak sedikit pemilih Gerindra akan hengkang, lalu pamit diri. Mereka setia menemani Prabowo sebagai oposisi, tapi tidak sebagai tokoh koalisi. Ternyata, hanya segitu iman dan idealismenya! Begitulah kira-kira ungkapan mereka yang kecewa Prabowo ikut koalisi. Kelompok Asal Bukan Jokowi (ABJ) yang semula simpati dipastikan akan menarik diri.

Kedua, Prabowo maju sendiri. Majunya Prabowo bisa membantu mendongkrak suara partai Gerindra. Mengingat pileg dan pilpres bersamaan di 2019, maka pencapresan Prabowo akan sangat berarti. Terutama bagi eskalasi suara Gerindra. Setidaknya untuk 2019 nanti.

Tapi, jika Prabowo kalah, tokoh bangsa ini tamat riwayatnya. Gerindra juga ikut terancam nasibnya. Sebab, Prabowo-Gerindra tak bisa dipisahkan. Kekalahan Prabowo akan menghancurkan kharisma kepemimpinan Gerindra. Rakyat semakin apatis. Tidak hanya kepada Prabowo, tapi juga kepada Gerindra.

Kekalahan Prabowo adalah kekalahan Gerindra untuk jangka panjang. Sebab, kegagalan Prabowo akan berpotensi menjadi “icon kekalahan” dalam sejarah partai Gerindra. Nama Prabowo-Gerindra akan melekat dengan kata “kalah”. Ini warisan dan jejak sejarah yang kurang baik bagi partai Gerindra kedepan.

Pasca kekalahan, menjadi oposisi kembali, terlalu berat. Masuk koalisi? Makin parah. Prabowo-Gerindra berpotensi punya nasib seperti Wiranto-Hanura dan Surya Paloh-Nasdem. Menjadi partai gurem. Tokohnya tak lagi layak jual dan akhirnya menyerah-kalah.

Ketiga, Prabowo pasang calon lain. Dengan mencalonkan orang lain, kharisma dan ketokohan Prabowo sebagai negarawan dan bapak bangsa terpelihara. Mirip SBY. Berada di belakang layar, tapi punya pengaruh dan disegani. Menang, nama Prabowo semakin besar dan berkibar. Kalah, tak akan terjatuh. Yang penting pandai membawa diri. Gerindra terselamatkan. Sebab ketokohan Prabowo terjaga dan aman.

Layaknya SBY, kalahnya AHY di pilgub DKI tak banyak berpengaruh buat presiden keenam dan partai Demokrat. Tapi jika menang, nama SBY dan Demokrat berpotensi gemilang.

Lalu, siapa yang tepat dimainkan Prabowo di pilpres 2019? Ada sejumlah nama. Diantaranya Anies Rasyid Baswedan, Gatot Nurmantyo, Ahmad Heryawan dan Tuan Guru Bajang. Dari nama-nama itu, sejumlah lembaga survey seperti CSIS, LSI, dan Indo Barometer merekomendasikan Anies Rasyid Baswedan. Potensinya besar, karena ada panggung dan punya banyak momentum. Posisinya sebagai gubernur DKI selalu “ON” untuk nge-“brand”.

Jangan lupa follow kanal Telegram kami disini

Jika Anies yang diajukan Prabowo, maka Gerindra diuntungkan: pertama, dapat gubernur DKI. Karena Sandiaga Uno adalah kader Gerindra. Bisa dipersiapkan jadi calon presiden masa depan. Menjadi gubernur DKI bisa jadi media untuk magang. Kedua, jika Anies menang, maka presiden juga punya Gerindra. Presiden dan gubernur DKI orangnya Gerindra. Dengan begitu, Gerindra, Partai asuhan Prabowo Subianto ini akan menguasai DKI dan Indonesia. Posisinya semakin kokoh. Gerindra berpeluang menjadi partai terbesar di negeri ini.

Membaca tiga alternatif di atas, secara politik, pilihan ketiga paling rasional. Plus minusnya dihitung berdasarkan pertama, hasil survey. Kedua, potensi dan peluang kemenangan. Ketiga, positif-negatifnya bagi masa depan Gerindra.

Apapun keputusan dan pilihan Prabowo di pilpres 2019 akan berdampak besar terhadap nasib partai berlambang burung garuda ini di masa depan.

Penulis: Tony Rasyid

Sumber : PORTAL ISLAM