OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 18 Februari 2018

Inilah Hasil Undian Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019

Inilah Hasil Undian Nomor Urut Parpol Peserta Pemilu 2019

Foto : Istimewa

10Berita  - Setelah dilanda ketegangan, akhirnya 14 Partai Politik peserta Pemilu 2019 sudah mencabut undiannya pada acara Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Parpol Peserta Pemilihan Umum Tahun 2019 di Gedung KPU Pusat, Jakarta pada Minggu (18/2).

Acara pengundian nomor urut dimulai dengan giliran PDIP yang mencabut pertama. Ketua umum PDIP, Megawati Soekarno putri sukses mencabut nomor urut nomor tiga. Kemudian dilanjutkan oleh PKB yang mencabut undian dan mendapatkan nomor urut pertama alis satu. Adapun yang terakhir mencabut adalah Partai Berkarya yang mendapat nomor urut 7.(rvn)

Berikut nomor urut peserta Partai Politik Pemilu 2019 yang sudah disetujui oleh KPU dan peserta pengundian.

1. PKB
2. Partai Gerindra
3: PDIP
4. Partai Golkar
5. Partai Nasdem
6. Partai Garuda
7. Partai Berkarya
8. PKS
9. Partai Perindo
10. PPP
11. Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
12. PAN
13. Partai Hanura
14. Partai Demokrat

Sumber : Indopos

Gagal Mempermalukan Anies Baswedan

Gagal Mempermalukan Anies Baswedan


10Berita, In sport, ada slogan "Fair Play". Sebuah konsep yang mencakup nilai-nilai fundamental dalam olah raga, dan relevan in everday life.

Fair Play berdiri di atas building blocks: kompetisi fair, equality, team spirit, respect, friendship, solidarity, tolerance, care, joy, dan respect for written and unwritten rules.

Tanggal 17 Februari 2018, di Istora Senayan semua nilai Fair Play tersebut diinjak. Politik baper, norak, balas dendam, hatred, dengki dan zolim jadi tontotan satu republik.

Gubernur Anies Baswedan tidak dihargai. Dia dicegat empat orang Paspampres ikut rombongan presiden. They broke all written and unwritten rules. Padahal, Anies Gubernur Jakarta, sekaligus pembina Persija. Malam itu, Persija mencukur abis Bali United dengan skor 3:0 dan juara Piala Presiden.

Orang Jakarta, Aniser, The Jak Mania dan semua sportmen yang mengusung sportifitas fair play marah atas tayangan yang tidak etis ini.

Profesor Rocky Gerung ngetwit: "Mungkinkah kemarin Anies bawa kartu merah?"

Pius Lustrilanang mengatakan, "Perlakuan tak sehat terhadap Anies hanya akan membesarkannya sebagai penantang terkuat 2019".

Alas, begini ini bila olah raga dikotori politik. Nyata, Piala Presiden bukan lagi sekedar urusan sport. Mereka takut Anies dapet panggung.

Akibat ulah segelintir orang yang kurang mampu memahami "Fair Play", netizen Azzam M Izzulhaq usul supaya FIFA beri sangsi. Sebabnya karena, arena sepak bola telah menjadi arena politik.

Kepada mereka yang zolim, saya kira mereka gagal. Ketika Anies-Sandi turun ke stadion, The Jak Mania mengelu-elukan gubernur mereka. Nyanyian "Anies-Sandi" bergemuruh di istora. Sayang, nama presiden dan menporanya tidak terdengar disebut-sebut.

Esoknya, para pemain Persija dan The Jak Mania mendatangi Balai Kota. Mereka mengadakan pesta kemenangan tersendiri. Sebuah syukuran bersama Anies Baswedan, The People's Governor.

Penulis: Zeng Wei Jian

Sumber : PORTAL ISLAM

Anies Tak ke Podium, Politisi: Terima Kasih Paspamres, Dengki Berbuah Simpati

Anies Tak ke Podium, Politisi: Terima Kasih Paspamres, Dengki Berbuah Simpati


10Berita, JAKARTA - Beredar viral video Gubernur DKI Jakarta yang dihadang dan diduga dilakukan oleh Paspamres saat selebrasi Persija atas Piala Presiden 2018 di GBK menuai beragam reaksi di kalangan politisi. Salah satunya datang dari politisi senior PBB MS Ka’ban yang “mengapresiasi” langkah Paspamres. 

“Terima kasih pada Paspampres dan yang men-design menghalangi Gub. DKI Anies Baswedan. Anis semakin moncer. Kedengkian berbuah simpati,” tulisnya, di akun Twitter pribadi miliknya, Ahad (18/2/2018).


Apa yang tengah terjadi itu menurut Ka’ban sesungguhnya masuk dalam protokol atas daerah Gubernur DKI Jakarta. Sehingga wajar jika Anies dampingi Jokowi.

”Konvensi Protokoler Istana siapapun Presiden RI kunjungan/kegiatan Presiden di wilayah DKI. Gub DKI wajib dampingi. Tim Pres merusak Konvensi yang sudah apik.”

Namun demikian Anies sebagai Gubernur DKI tak nampak sekalipun menunjukkan muram atas “insiden” tersebut. Hal ini bisa dilihat dari cuitannya. “Dan tentu yang terutama, selamat, selamat dan selamat kepada Macan Kemayoran @Persija_Jkt atas kemenangan malam ini sebagai puncak perjuangan keras sepanjang kompetisi. Kemenangan yang diraih memberikan kebanggaan dan kebahagiaan besar kepada #Jakmania dan seluruh warga Ibukota,” tulisnya, di akun Twitter pribadi miliknya, Ahad (18/2/2018). (Robi/)

Sumber : voa-islam.com

Ini Dia "Orang Gila" Penyerang Pengasuh Ponpes Muhammadiyah Karangasem

Ini Dia "Orang Gila" Penyerang Pengasuh Ponpes Muhammadiyah Karangasem



10Berita - Lapor komandan : Ahad 18 feb 2018 pukul 11.45 WIB, Telah terjadi penyerangan orang gila ke Pengasuh Ponpes Muhammadiyah Karangasem, Paciran Lamongan, KH HAKAM MUBAROK, Lc



Kronologi : pada saat pak Yai (beliau juga PDM LAMONGAN) akan wudhu tiba-tiba di serang oleh orang gila, seketika itu pak Yai menghindar kemudian dikejar orgil tersebut, beruntung masyarat sekitar pondok dapat mengamankan orgil ini dan pak Yai hanya luka ringan.

orgil ini aneh: rambut, kuku, dan giginya sangat bersih dan badannya tidak berbau seolah-olah tidak gila.



KOKAM harap siaga !!!
wabah orang gila Jadi-jadian semakin marak

Sumber : kontenislam.com

Masyarakat Jambi Kecam Nama Puncak Gunung Kerinci Jadi Puncak Joko Widodo

Masyarakat Jambi Kecam Nama Puncak Gunung Kerinci Jadi Puncak Joko Widodo


10Berita, Rencana Kabupaten Solok Selatan, Sumbar yang akan mengusulkan pergantian dan pemberian nama puncak gunung Kerinci dengan nama Presiden ke-7 Republik Indonesia, Puncak Joko Widodo mendapat respon berbagai pihak di Kabupaten Kerinci.

Berbagai kalangan dari pecinta alam maupun masyarakat Kerinci merasa keberatan dengan usulnya pergantian nama tersebut. Karena mereka menganggap gunung kerinci merupakan wilayah Kabupaten Kerinci, sehingga tidak boleh dilakukan pergantian nama secara sepihak oleh Sumbar.

"Wah tidak setuju ini saya, dari zaman jauh nenek saya lahir sudah ada namanya puncak indrapura gunung kerinci, ya otomatis kerinci punya, sudah di kasih lewat pintu belakang. Maau merubah nama puncak kerinci pula. mohon pemerintah harus tanggap masalah ini," ungkap Alpika Dores menanggapi usulan perubahan nama ini, Jumat (15/2).

Demikian juga dikatakan Ansi, dari pecinta alam(SISPALA) Kerinci mengatakan keberatan apa yang akan diusulkan Kabupaten Solok Selatan tersebut.

"Kami dari Sispala tidak setuju apa yang dilakukan oleh saudara di solok itu. Puncak kerinci adalah puncak indrapura jangan diubah lagi.itu sudah warisan nenek moyang kami masyarakat kincai," katanya

Lain lagi tanggapan dari Isran yang mengatakan kendati Dita to namanya nanti, tetap saja nama Gunung Kerinci akan abadi. "Walaupun di ganti namanya. Bagiku tetap KERINCI.nama itu akan tetap abadi di hatiku," ucapnya

Ada lagi kabar di masyarakat bahwa gunung Kerinci bahwa sudah lama diperebutkan oleh Sumbar. Sehingga dengan menghilangkan nama kerinci berarti gunung tersebut tidak ada kaitannya dengan kabupaten kerinci.

"Setelah dirobah namanya, maka mereka akan mengklaim gunung jokowi termasuk dalam kawasan sumbar, berdasarkan peta. terutama utk pengembangan pariwisata. karena gunung kerinci adalah salah satu ikon besar pariwisata. Jangan sampai terjadi,," ungkap Rudi seorang pemerhati wisata di Kerinci.

Sebelumnya informasi yang diperoleh Tribun, para pegiat pariwisata Sumatera Barat dan Sekretariat Bersama Pendakian Kerinci Solok Selatan mengusulkan pemberian nama puncak kerinci dengan nama Presiden ke-7 Republik Indonesia, Puncak Joko Widodo. Kalangan DPRD Provinsi Sumatera Barat menyetujui hal ini.

Karena menganggap Jokowi juga pernah melakukan pendakian kerinci pada tahun 1983, dan hal tersebut sangat berkesan bagi beliau. Terlebih waktu itu Jokowi melalui Solok Selatan untuk sampai di Kresik Tuo.usulan dan plang namanya nanti rencanaya akan letakkan di puncak kerinci 3805 Mdpl. Menunggu persetujuan dari Joko Widodo.

Kepala seksi Pengelolaan Kawasan Strategis  dan Destinasi Kepariwisataan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solok Selatan, Aig Wadenko mengatakan selain nama Jokowi, mereka juga mengusulkan nama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya.

“Kami mengusulkan tempat perkemahan terakhir pada ketinggian 3200 mdpl diberikan nama Camping Siti Nurbaya, sebagai apresiasi atas besarnya perhatian menteri untuk pembukaan jalur tersebut,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan ada 11 nama lagi yang digunakan sebagai tempat perkemahan sepanjang jalur pendakian 14,2 Km. Nama-nama tersebut memiliki arti penting dalam pembukaan jalur tersebut.

Sumber : kabarsatu.news

Soal Kematian MJ, Wasekjen MUI: Serangan Jantung atau Jantungnya Diserang?

Soal Kematian MJ, Wasekjen MUI: Serangan Jantung atau Jantungnya Diserang?


10Berita, Kematian Muhammad Jefri menimbulkan polemik di kalangan masyarakat. Sebab, saat ditangkap oleh Densus 88, Jefri dalam keadaan sehat dan pulang sudah menjadi mayat. Dalam hal ini, Wasekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Tengku Zulkarnain pun mempertanyakan sebab kematian Jefri.

“Dia (MJ.red) Wafat Kena Serangan Jantung atau Jantungnya Diserang? Kami Dengar Jasadnya Tidak Boleh Ditakziahi dan Dilihat Keluarga, Kenapa? Para Aktifis HAM Pada Kemana? Mendadak Gagu?,” katanya dalam akun twitter pribadinya, @ustadtengkuzul pada Ahad (18/02/2018).

Tengku menegaskan bahwa polisi bukanlah hakim. Maka, polisi tidak berhak memvonis mati seorang teroris atau bandit. Menurutnya, prosedur polisi adalah menangkap, kemudian proses verbal dan dibawa Pengadilan.

“Hakim Berhak Vonis Mati, Penjara dll, Bukan Polisi. Siyono dan MJ Dibawa Pergi dan MATI Tanpa Pengadilan,” tegasnya.

Oleh sebab itu, ia meminta Presiden Jokowi dan DPR RI segera membentuk tim independen untuk mengusut kasus MJ yang mati tanpa pengadilan. Ia menilai hal itu perlu agar semua transparan.

“Kita Bukan Pro-Teroris, Tapi Hukum Wajib Ditegakkan dgn Proseduralnya.
Ini Negara HUKUM Bukan Rimba Belantara..! Jika MJ Mati krn Sakit, Otopsi Dulu Utk Bukti. Kenapa Langsung DIKUBUR? Apakah Prosedurnya Begitu?,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, pihak kepolisian mengklaim bahwa kematian Muhammad Jefri karena serangan jantung. Bahkan, seorang dokter RS Polri Kramat Jati menyebut bahwa MJ memliki riwayat penyakit jantung. Namun, adik MJ, Aci membantah tuduhan tersebut.

Sumber : kiblat.net




DHUAAR! Wasekjen Gerindra UNGKAP: Nama Anies DICORET Pada Detik-Detik Terakhir

DHUAAR! Wasekjen Gerindra UNGKAP: Nama Anies DICORET Pada Detik-Detik Terakhir


10Berita, Disingkirkannya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat acara puncak Piala Presiden 2018 menggegerkan banyak pihak.


Setelah "ditahan" oleh Paspampres, Anies pun memilih membaur dengan bertemu para pemain Persija dan suporter beberapa saat setelah pertandingan usai.

Terkait pelarangan Anies ini, Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade mengungkap secara jujur kepada wartawan.

"Namanya last minute dicoret dan ditahan Paspampres," kata Wasekjen Gerindra, Andre Rosiade, kepada wartawan, Ahad, 18 Februari 2018.

Andre yang saat pertandingan ikut mendampingi Anies, menyayangkan sikap panitia, dalam hal ini Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018 Maruarar Sirait.

Semestinya, Gubernur Anies mendampingi Presiden Joko Widodo menyerahkan Piala Presiden 2018.

Andre mencontohkan, dalam Final Piala Presiden 2015 lalu, saat Persib menjadi juara, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil diundang naik ke podium saat penyerahan piala.


Bahkan, Gubernur DKI Jakarta saat itu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ikut ke podium untuk turut memberi ucapan selamat.

Pada puncak Piala Presiden 2018, lanjut Andre, Gubernur Anies sebenarnya sudah diinformasikan panitia untuk turun mendampingi Presiden Jokowi dalam penyerahan piala.

Sayangnya, di detik-detik akhir namanya dicoret. Hal itu diketahui dari informasi ajudan Gubernur.

Sayangnya, di detik-detik akhir namanya dicoret. Hal itu diketahui dari laporan atau informasi ajudan Gubernur.

Sayangnya, di detik-detik akhir namanya dicoret. Hal itu diketahui dari laporan atau informasi ajudan Gubernur. https://t.co/4kKTFrYbb4

— Andre Rosiade (@andre_rosiade) February 18, 2018


"Saya tahu karena saya ada di situ, dan ajudan Mas Anies langsung menginfokan ke saya. Lalu saya langsung berdiskusi dengan mas Anies. Ada juga Mas Candra Wijaya (politisi PAN). Saat diskusi berlangsung, bang Effendi Ghazali bergabung dengan kami dan beliau menyampaikan sebagai MC Piala Presiden tahun 2015, Bang Effendi mengundang Kang Emil dan Kang Aher turun ke lapangan untuk mendampingi Presiden Jokowi," ujar Andre.

"Akhirnya dalam diskusi kecil, mas Anies memutuskan akan turun ke lapangan setelah Presiden Jokowi selesai, lalu mas Anies langsung turun dan mengajak saya dan Bang Effendi Ghazali keliling lapangan untuk bertemu pemain Persija," imbuh Andre.

Sumber :Portal Islam 

Mengharukan... Penghormatan Pemain Persija Untuk Gubernur Anies yang "Tak Diberi Panggung"

Mengharukan... Penghormatan Pemain Persija Untuk Gubernur Anies yang "Tak Diberi Panggung"


10Berita, Meski gak disebut dan diundang naik podium oleh Maruarar Sirait saat pemberian hadiah, padahal Anies Baswedan adalah Tuan Rumah dan “Bapak” Tim Pemenang.. Tapi anak-anak Persija tetap mendatangi dan memberikan pernghormatan kepada Gubernurnya..

Yang difoto bersama Anies adalah Pemain Terbaik Piala Presiden 2018 Marco Simic asal Kroasia, Sang Pahlawan Persija. Dia mendatangi Anies.

Meski ditekan dan ditenggelamkan, jiwa ksatria masih ada di dada pemain Persija.. Mereka tahu siapa sebenarnya yang pantas diberi tepuk tangan.

Pemain Persija tahu, bahwa Bapak Asuhnya adalah “musuh politik” dengan pihak penguasa panggung, maka mereka yang mendatanginya.

Mungkin mereka tahu, kalo disebut nama Anies maka elektabilitasnya bisa makin moncer.. Maka mereka maklum kenapa panitia meminggirkan Anies.

Persija pantas untuk Menang, Namun Anies tak pantas untuk dipinggirkan!!!

Untung masih ada Jiwa Sportivitas di dada Anak-anak Macan Kemayoran..

Bravo Persija, di tangan yang benar kalian bisa Juara!!!

by Bung Ferry
(Ketua umum Jakmania)

Sumber :Portal Islam 

ANEH!! Ahok Dampingi Jokowi di Podium Saat Piala Presiden 2015, Mengapa Anies Dilarang? AYO MOVE ON DONG!

ANEH!! Ahok Dampingi Jokowi di Podium Saat Piala Presiden 2015, Mengapa Anies Dilarang?
AYO MOVE ON DONG!



10Berita - Seperti diketahui, Piala Presiden sudah usai. Pemenangnya adalah Persija, yang berhasil menaklukan Bali United dengan skor 3-0 di Gelora Bung Karno, Sabtu 7 Februari 2018.

Namun ada yang janggal dalam prosesi kemenangan. Jika pada Piala Presiden 2015, Gubernur DKI Ahok, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Walikota Bandung Ridwan Kamil diizinkan ke podium untuk memberi ucapan selamat kepada Persib sebagai pemenang, mengapa tahun ini, Anies tak diizinkan untuk ke podium?

Wasekjen Gerindra Andre Rosiade mengungkap, Gubernur Anies sebenarnya sudah diinformasikan panitia untuk turun mendampingi Presiden Jokowi dalam penyerahan piala.

Sayangnya, di detik-detik akhir namanya dicoret. Hal itu diketahui dari laporan atau informasi ajudan Gubernur.

"Namanya last minute dicoret dan ditahan Paspampres," ujar Andre, Ahad, 18 Februari 2018.

Andre yang saat pertandingan ikut mendampingi Anies, menyayangkan sikap panitia, dalam hal ini Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018 Maruarar Sirait.

"Saya tahu karena saya ada disitu, dan ajudan Mas Anies langsung menginfokan ke saya. Lalu saya langsung berdiskusi dengan mas Anies. Ada juga Mas Candra Wijaya (politisi PAN). Disaat diskusi berlangsung, bang Effendi Ghazali bergabung dengan kami dan beliau menyampaikan sebagai MC Piala Presiden yang pertama, bang Effendi mengundang kang Emil dan Kang Aher turun ke lapangan untuk mendampingi Presiden Jokowi," ujar Andre.

Semestinya, kata dia, Gubernur Anies mendampingi Presiden Joko Widodo menyerahkan Piala Presiden 2018.

Ia menyinggung perhelatan Piala Presiden 2015 lalu, dimana saat Persib menjadi juara, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil diundang naik ke panggung dalam penyerahan piala.

Bahkan, Gubernur DKI Jakarta saat itu Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ikut turun ke panggung penyerahan piala meskipun Persija tak menjadi pemenang. Ahok nendampingi Jokowi karena Final Piala Presiden 1015 lalu digelar di Jakarta.

"Akhirnya dalam diskusi kecil, mas Anies memutuskan akan turun ke lapangan setelah Presiden Jokowi selesai, lalu mas Anies langsung turun dan mengajak saya dan bang Effendi Ghazali keliling lapangan untuk bertemu pemain Persija," Andre menambahkan.

Menurut aktivis 98 Pius Lustrilanang, secara protokoler, Anies memiliki hak untuk berdiri di sisi Jokowi.

"Sebagai Gub DKI Jakarta, Anies punya hak protokoler kenegaraan. Dia setingkat menteri. Dalam acara resmi daerah yg dihadiri Presiden, posisi Anies di samping Presiden, tak terkecuali Final Piala Presiden," urai Pius.

Pius menambahkan, upaya memperlakukan Anies secara tak sehat hanya akan membuat Anies semakin kuat sebagai penantang Jokowi di 2019.

"Perlakuan tak sehat terhadap Anies hanya akan membesarkannya sebagai penantang terkuat 2019," imbuhnya.

Ini bukti foto-foto unggahan warganet.


pak aher naik podium. pak anies di larang turun pic.twitter.com/JMlyUBLI2k

— eewan (@echoPiR) February 18, 2018

Klo ini gmn??? pic.twitter.com/lgetnv4RbS

— Auryn07 (@Auryn071) February 18, 2018

Waktu 2015 kok Gubernur yang ini boleh? 

MAKAR ALLAH BEKERJA LEWAT TANGAN PEREKAM VIDEO INI. 

Kelakuan jelek ini ALLAH PERLIHATKAN KE PUBLIK, makin naik lah citra Bapak Anies. pic.twitter.com/E8ZflB2qKO

— Nirma Yuliansyah (@nirmayuliansyah) February 18, 2018

...Ahok boleh turun dalam prosesi pemberian medali piala presiden 2015, kenapa Anies Baswedan dilarang? Sangat jelas diskriminasi perlakuan kepada Anies...Lihat nih foto2 Ahok pas piala presiden 2015... (``,) pic.twitter.com/b0xSuXMqYc

— Buruh, Bersatulah..! (@iyutVB) February 18, 2018

Saat penyerahan piala, dulu Gub DKI ikut Presiden turun ke lapangan. Sekarang Paspampres halang-halangi Gub menemani Presiden. pic.twitter.com/0MvExX5s36

— Kak DuL 🔞 (@dulatips) February 18, 2018


Menurut Ketua Panitia (SC) Piala Presiden-Maruarar Sirait: "Memang tak semua pejabat negara harus ikut saat penyerahan piala oleh Presiden Jokowi."

Lihat gambar dibawah saat 2015 lalu.... 👇

Yang kerdil #Nalar dan politisasi olah raga siapa? pic.twitter.com/JyzCFCuEru

— #KataNalar (@ZAEffendy) February 18, 2018


sumber: portal islam

Kiai Hakam Mubarak Diserang Orang 'Gila'

Kiai Hakam Mubarak Diserang Orang 'Gila'

Pelaku ternyata sudah lama mondar-mandir di area masjid.

10Berita , LAMONGAN -- Penyerangan terhadap ulama kembali terjadi. Kali ini, percobaan penyerangan terjadi terhadap KH Hakam Mubarok, yang merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem Paciran, Lamongan, Jawa Timur. Menurut informasi yang Republika.co.id dapatkan dari anggota Majelis Tarjih Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kairo, Wahyudi Abdurrahim, kejadian berlangsung pada saat menjelang shalat Zuhur di Masjid Al-Manar.

Wahyudi mengatakan, memang tidak secara langsung ada di tempat kejadian. Namun, dia menerima informasi kejadian itu langsung dari warga setempat bernama Syaiful.

Dia mengatakan, terdapat seorang laki-laki muda diduga gila duduk di pendopo rumah Yai Man. Kemudian, Kiai Hakam menyuruh orang gila tersebut untuk pindah. Akan tetapi, orang gila tersebut tidak mau dan akhirnya justru mengejar dan melawan Kiai Barok hingga ia terjatuh.

"Alhamdulillah ada orang yang mengamankan atau memisahkan. Orang gila tersebut kemudian dibawa ke pendopo," kata Wahyudi, Ahad (18/2).

Pelaku kemudian diringkus dan kemudian diserahkan kepada pihak yang berwajib. Kendati demikian, menurut Wahyudi, orang gila tersebut tidak tampak seperti gila dari tanda fisiknya. Karena rambut dan giginya juga bersih.

Dikatakannya, banyak yang menduga jika pelaku tersebut bukan orang gila. Karena insiden tersebut persis dengan kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu di Jawa Barat. Termasuk, juga adanya perusakan kaca majis di Tuban yang disebut dilakukan oleh orang gila.

Menurut penduduk setempat, pelaku ternyata sudah lama mondar-mandir di area masjid. Saat ini, pelaku sudah diamankan di Polsek Paciran. "Alhamdulillah kondisi Pak Kiai Barok selamat. Semoga tidak terulang kembali di beberapa tempat," lanjutnya.

Wahyudi mengatakan, insiden yang konon dilakukan oleh orang gila dengan menyerang kiai dan ulama sudah berulang terjadi. Dia menduga, berbagai insiden penyerangan itu bukan suatu kebetulan.

"Dipastikan ada dalang di balik kejadian tersebut. Demi menjaga keamanan dan ketenteraman masyarakat, pemerintah harus tegas dan mengusut tuntas pelaku. Mereka yang terlibat dalam berbagai kasus ini, harus diproses hukum," ujarnya.

Wahyudi menghimbau agar umat Islam selalu waspada. Menurutnya, ulama adalah penjaga negeri ini dan merekalah yang paling aktif berjuang melawan penjajah dalam menegakkan NKRI.

Ia menambahkan, jiwa cinta NKRI para ulama terus terpatri oleh generasi penerus hingga saat ini. "Maka jaga ulama kita demi keutuhan NKRI," tambahnya.

Sumber :Republika.co.id