OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 19 Februari 2018

5+ Hal yang Bakal Terjadi Kalau Kamu Nggak Registrasi SIM Card. Nggak Akan Diperpanjang Lagi Lho

5+ Hal yang Bakal Terjadi Kalau Kamu Nggak Registrasi SIM Card. Nggak Akan Diperpanjang Lagi Lho

Registrasi SIM Card

10Berita, Dari beberapa bulan lalu seluruh lapisan masyarakat udah dihebohkan dengan imbauan untuk registrasi SIM card di telepon seluler. Registrasi ini butuh nomor KTP dan KK yang sempat bikin orang-orang, mungkin termasuk kamu juga, keberatan. Tapi karena waktu itu deadline-nya masih lama, jadi banyak yang menunda-nunda buat registrasi. Nah, sekarang batas waktunya udah tinggal dua mingguan lagi lho.

Mungkin bagi sebagian orang registrasi SIM card masih dianggap nggak penting. Padahal Kominfo udah jelas mengungkapkan alasan-alasan dibalik aturan itu. Beberapa di antaranya kayak mencegah pelanggaran hukum lewat sarana telepon seluler, melindungi pelanggan saat transaksi online, dan lain-lain. Buat kita yang tiap bulan gonta-ganti SIM card demi promo kuota internet, agaknya kita perlu merelakan kebiasaan kita itu sih. Soalnya kalau nggak registrasi SIM card kok kayaknya bakal berisiko juga ya. Kira-kira apa aja ya yang bakal terjadi kalau kita kelewatan registrasi?

1. Kalau udah lewat batas waktu tapi kamu belum registrasi, nomormu bakal otomatis dihapus dari sistem

Nomormu bakal dihapus dari sistem via news.detik.com

Advertisement

Risiko pertama ini bakal terasa banget buat kamu yang udah setia pakai nomor seluler sejak dahulu kala. Ketika kamu nggak melakukan registrasi, jangan kaget kalau kamu jadi harus rela melepas nomor yang udah lama menemani hari-harimu itu. Bahkan jadi saksi bisu ketika kamu dulu berhubungan sama mantan-mantanmu. Selain harus ganti nomor baru kamu juga harus siap repot memberitahu banyak orang kalau kamu udah ganti nomor. Ya soalnya nomormu dianggap nggak terdaftar sih…

2. Memang nggak langsung dihapus sih, tapi nomormu akan secara bertahap diblokir. Tetap aja bikin rugi

Perlahan diblokir via tirto.id

Kalau dilansir Kompas, buat kamu pemilik nomor lama yang nggak registrasi, nomormu bakal perlahan diblokir lho. Meskipun nggak langsung dihapus, tapi jelas ini bikin kamu rugi banget, soalnya jadi nggak bisa melakukan panggilan keluar, nggak bisa menerima panggilan masuk, dan mengirim atau menerima pesan. Mungkin beberapa layanan masih bisa dilakukan, tapi tanpa tiga fungsi utama itu, nomormu jelas nggak bakal berguna lagi.

3. Sedangkan untuk pemilik nomor baru yang nggak melakukan registrasi, risikonya ya nomormu nggak akan bisa dipakai. Nggak mau ‘kan udah beli tapi malah nggak kepakai?

Pemilik nomor baru tetap harus registrasi via indowarta.com

Mungkin ada beberapa orang yang beli nomor seluler baru setelah aturan registrasi diterapkan. Nah, buat kamu yang termasuk salah satunya, dan tetap ngeyel nggak registrasi, nomormu bakal nggak bisa dipakai, sekalipun udah beli yang ada pulsanya. Jadi ya percuma aja, udah keluar duit buat beli SIM card baru eh tapi malah nggak bisa dipakai.

4. Registrasi juga akan lebih sulit kalau dilakukan terlalu mepet sama deadline, karena lebih berisiko error atau gagal

Lebih berisiko gagal kalau mepet deadline via industri.kontan.co.id

Advertisement

Nggak sedikit orang yang masih aja menggampangkan meskipun batas waktu udah tinggal kurang dari 2 minggu lagi. Alasannya ya karena masih ada waktu. Mungkin malah banyak yang berencana registrasi saat mendekati tanggal 28 nanti. Eh, tapi hati-hati, kata Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kemkominfo, Ahmad M. Ramli, dilansir dari Kumparan, semakin dekat dengan tanggal deadline kamu bakal makin sulit buat registrasi karena trafik yang tinggi. Ya gimana, soalnya orang pada berbondong-bondong daftar, takut kelewat batas tanggal dan diblokir nomornya. Wajar kalau beban jaringan juga bakal meningkat dan berujung gagal registrasi.

5. Biasanya banyak orang tetap bandel gonta ganti SIM card dengan memasukkan nomor KTP dan KK palsu. Hati-hati ya, karena data itu terhubung langsung ke Dukcapil

Gonta ganti sim card via kumparan.com

Hayo ngaku, jangan-jangan kamu termasuk orang yang tetap bandel gonta-ganti SIM card dengan memasukkan nomor KTP dan KK palsu alias asal aja. Hati-hati lho, soalnya proses registrasi ini udah otomatis terhubung ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil(Dukcapil). Ya kalau ternyata nomor KTP atau KK-mu nggak benar-benar terdaftar di sana otomatis proses registrasimu juga akan gagal karena datanya nggak sesuai atau nggak ditemukan. Bahkan kalau nekat pakai nomor KTP dan KK orang lain, kamu bisa aja diproses hukum lho.

6. Setiap nomor KTP dan KK yang terdaftar juga cuma dibatasi 3 nomor seluler aja. Bisa sih lebih dari itu, tapi harus registrasi langsung ke gerai operator. Ribet, ‘kan?

Nggak ada batasan, tapi ada syaratnya via nawacita.co

Ini bisa jadi pertanyaan sejuta umat. Jadi satu nomor KTP dan KK bisa buat daftar berapa nomor? Soalnya kan nggak jarang satu orang punya beberapa nomor. Kalau dilansir dari Kompas sih sebenarnya nggak ada batas berapa jumlah nomor yang bisa didaftarkan, asal memenuhi syarat tertentu. Syaratnya, kalau registrasi via SMS, kamu cuma bisa dibatasi 3 nomor seluler aja, untuk tiap nomor KTP dan KK. Misal kamu punya nomor lebih dari itu, registrasi harus dilakukan di gerai operatornya langsung.

Oh ya, Menkominfo, Rudiantara, dilansir Kompas, juga menegaskan kalau batas waktu ini nggak akan diperpanjang lagi. Jadi udah jelas tanggal 28 Februari besok, registrasi ditutup. Nah, kabarnya sih dengan adanya aturan baru ini, pihak operator nggak bakal rugi lagi karena kebiasaan kita yang beli-buang nomor tiap bulan. Gimana-gimana bikin nomor kan butuh biaya, dan kebiasaan itu bikin mereka jadi rugi. Kalau aturan ini udah benar-benar berjalan, mereka bisa menghemat biaya produksi yang mana dana tersebut bisa dialihkan ke pengambangan kualitas jaringan. Nah, lho, pilih mana?

Sumber : Hipwee

Hati-hati, Ada Akun Palsu Ustadz Abdul Somad Untuk Galang Dana

Hati-hati, Ada Akun Palsu Ustadz Abdul Somad Untuk Galang Dana

10Berita, JAKARTA – Popularitas Ustadz Abdul Somad sebagai pendakwah ternyata dimanfaatkan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk mendulang keuntungan. Akhir-akhir ini viral beberapa akun palsu di media sosial yang mengaku sebagai Ustadz Abdul Somad.

Akun-akun palsu ini sering mengunggah video ceramah Ustadz Somad dengan keterangan live atau siaran langsung. Padahal, tayangan tersebut hasil rekamanan dalam ceramah Ustadz Somad yang sudah berlalu.

Akun-akun palsu tersebut kemudian melakukan penggalangan dana dari pengikut Ustadz Somad.

Tim admin media sosial Ustaz Somad di Facebook langsung merespon hal tersebut. Tim admin membantah adanya penggalangan dana yang dilakukan oleh akun resmi media sosial ustadz kondang asal Riau itu.

“Tim admin tidak pernah meminta atau menggalang dana untuk operasional media. Hati-hati terhadap permintaan tertentu yang mengatasnamakan kami,” tulis tim medsos di akun Facebook Ustad Abdul Somad, Sabtu (17/2/2018).

Tim medos juga menegaskan bahwa akun resmi ustadz yang kerap dipanggil UAS ini hanya satu. Maka, jika ada akun lain yang mengatasnamakan penceramah kelahiran 18 Mei 1977, itu berarti palsu.

Oleh sebab itu, tim admin Ustaz Somad mengimbau warganet agar berhati-hati dan waspada untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Fanpage ini ialah satu-satunya akun resmi Ustadz Abdul Somad, Lc. MA di Facebook, tidak ada yang lain,” tandas tim medsos Ustadz Somad.

Namun dalam klarifikasinya, tim medsos Ustadz Somad tidak melarang jika ada yang menyebarkan ulang video-video ceramahnya asalkan tidak memberikan judul-judul tendensius dan tak sesuai fakta.


Akun FB palsu Ustadz Abdul Somad

Sumber :arrahmah.com

Usai Nyatakan Yahudi termasuk Pelaku Holocauset, Kedubes Polandia di Tel Aviv Di teror

Usai Nyatakan Yahudi termasuk Pelaku Holocauset, Kedubes Polandia di Tel Aviv Di teror


Foto: Times of Israel

10Berita, TEL AVIV—Ditemukan sejumlah gambar swastika, yang diadopsi menjadi lambang Nazi, dan kata-kata anti-Polandia di gerbang dan papan buletin kedutaan besar Polandia di Tel Aviv, Israel.

Gambar tersebut ditemukan sehari setelah Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki, mengatakan bahwa orang Yahudi termasuk di antara pelaku Holocaust.

Pernyataan itu disampaikan Morawiecki dalam Munich Security Conference pada Sabtu, 17 Februari 2018. Dalam kegiatan itu, Morawiecki menanggapi seorang wartawan Israel yang bertanya apakah jika ada orang Polandia yang terlibat Holocaust, akan dianggap sebagai penjahat di Polandia berdasarkan undang-undang baru.

“Ini sangat penting untuk pertama-tama memahami bahwa, tentu saja, ini tidak dapat dihukum, tidak akan dianggap kriminial untuk mengatakan bahwa ada pelaku (Holocaust) dari Polandia, karena ada pelaku dari Yahudi, Rusia, Ukraina…bukan hanya pelaku Jerman,” jawab Morawiecki.

Sebelumnya, Polandia memiliki undang-undang baru yang berbunyi, “siapa pun yang menuduh bahwa bangsa atau negara Polandia bertanggung jawab atau terlibat dalam kejahatan Nazi yang dilakukan oleh Reich Ketiga Jerman…dikenakan denda atau hukuman penjara sampai tiga tahun.”

Komentar yang disampaikan oleh Morawiecki mendapat kecaman keras Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa pernyataan PM Polandia itu keterlaluan dan menunjukkan ketidakmampuan untuk memahami sejarah.

Pada Ahad, 18 Februari 2018, keduanya berbicara melalui sambungan telepon untuk membahas masalah tersebut.

“Ia (Netanyahu) menitikberatkan bahwa tujuan Holocaust adalah untuk menghancurkan orang-orang Yahudi dan bahwa semua orang Yahudi berada di bawah hukuman mati,” demikian indormasi dari kantor PM Israel.

Sementara itu juru bicaranya Pemerintah Polandia Joanna Kopcinsk, mengatakan bahwa komentar Morawiecki di Munich sama sekali tidak bermaksud untuk menyalahkan korban Yahudi atas genosida yang dilakukan oleh Nazi Jerman.

Saat Perang Dunia II, Polandia diserang dan diduduki oleh Nazi Jerman. Jutaan warganya terbunuh, termasuk tiga juta orang Yahudi Polandia dalam Holocaust. Secara keseluruhan, enam juta orang Yahudi tewas dalam Holocaust.

Dibanding negara lain, lebih banyak warga Polandia yang diberi penghargaan oleh Israel karena dianggap berjasa dalam menyelematkan nyawa orang Yahudi selama Perang Dunia II. Namun, sejumlah sejarawan mengatakan bahwa ada sejumlah orang yang terlibat dalam tindakan Holocaust, seperti memberi informasi persembunyian Yahudi agar diberi imbalan. []

SUMBER: BBC

Suatu hari nanti, Paspampres akan mengawal Anies Baswedan

Suatu hari nanti, Paspampres akan mengawal Anies Baswedan



10Berita,  JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dicegah oleh Paspampres saat hendak ke podium ikut Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Piala Presiden 2018 ke Persija di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (17/2/2018) malam.

Walau secara UU Protokelar Anies sebagai gubernur wilayah setempat semestinya berhak mendampingi Presiden sebagaimana dalam even Piala Presiden tahun-tahun sebelumnya, namun Anies legowo. Beliau hanya duduk di tribun atas, hanya bisa memandangi dari jauh saat momen penyerahan trofi Piala Presiden 2018.

"Yang penting Persija menang. Saya di mana, enggak penting. Yang penting Persija menang, saya merasa bangga," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (18/2/2018).

Terkait kejadian itu, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudi mengatakan bahwa tindakan tersebut merupakan prosedur pengamanan karena Paspampres berpegang pada daftar nama pendamping Presiden yang disiapkan panitia.

"Paspampres hanya mempersilakan nama-nama yang disebutkan oleh pembawa acara untuk turut mendampingi Presiden Joko Widodo," ujar Bey melalui keterangan tertulisnya, Minggu (18/2/2018).

Video saat gubernur Anies dihalangi Paspampres pun viral di sosial media, menjadi perbicangan hangat.

Namun sebetulnya bukan salah Paspampres, karena memang Paspampres hanyalah menjalankan tugas dari yang lebih atas.

"Aku orang goblok. Dan berdasarkan kegoblokan itu berpendapat bahwa Paspampres tidak bersalah. Dgn segala hormat, Paspampres hanya "mesin". Tergantung tombolnya. Mari kita berpikir goblok2an agar terhindar dari kesombongan, dan terhindar dari tergiring nyalahin Paspampres," kata budayawan Sujiwo Tejo di akun twitternya.

Warganet juga meyakini bahwa justru suatu saat Paspampres akan mengawal Anies Baswedan, saat beliau nantinya jadi Presiden RI.

"Suatu hari nanti, Paspampres akan mengawal @aniesbaswedan , kami bantu doa Pak !" ujar warganet.

Mari Aminkan.... Kalau Allah sudah berkehendak, tak ada yang bisa menghadang.

[video]

— Raja Infrastruktur (@firaun_id) 18 Februari 2018

Aku orang goblok. Dan berdasarkan kegoblokan itu berpendapat bahwa Paspampres tidak bersalah. Dgn segala hormat, Paspampres hanya "mesin". Tergantung tombolnya. Mari kita berpikir goblok2an agar terhindar dari kesombongan, dan terhindar dari tergiring nyalahin Paspampres

— Jack Separo Gendeng (@sudjiwotedjo) 19 Februari 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Takut Gelorakan Jihad, Cina Mulai Perlunak Sikap Terhadap Muslim Uighur

Takut Gelorakan Jihad, Cina Mulai Perlunak Sikap Terhadap Muslim Uighur

10Berita – Pemerintah komunis Cina berencana menarik 400.000 orang Muslim Uighur di wilayah Xinjiang keluar dari kemiskinan yang mengerikan. Kebijakan baru ini diambil lantaran berkembangnya kekhawatiran Tiongkok dengan masuknya Muslim ke jajaran kelompok perjuangan jihad lokal.

Rencana pengentasan kemiskinan selama 3 tahun akan berfokus pada 22 wilayah paling barat laut di wilayah barat laut, tulis kantor berita resmi Xinhua dalam terbitannya hari Mingggu (18/02), seperti dilansir Aljazeera.

Cina meluncurkan operasi militer utama di wilayah mayoritas Muslim tersebut dalam menanggapi kekerasan mematikan yang meletus dalam beberapa tahun terakhir yang dituding dilakukan oleh pejuang Muslim Uighur.

Xinjiang adalah rumah bagi sekitar 10 juta Muslim Uighur yang mengatakan bahwa mereka secara terus menerus menghadapi diskriminasi bersamaan dengan penindasan budaya dan agama.

Selain dilarang berpuasa pada bulan suci Ramadhan, pemerintah Komunis Cina juga melarang Muslim Xinjiang menyebarkan agama Islam, dan memaksa umat Islam menjadi Komunis.

Ratusan orang terbunuh di Xinjiang dalam kekerasan, yang berbicara bahasa Turki, dan migran dari etnis mayoritas, yaitu etnis Han Chinese, terutama di bagian selatan Xinjiang yang didominasi Uighur.

Ketakutan bahwa beberapa orang Uighur mungkin telah bergabung dengan kelompok-kelompok bersenjata seperti yang berperang di Suriah semakin meningkat. Sebuah video tahun lalu yang konon menampilkan pelatihan pasukan Uighur dan berjanji untuk menyerang sasaran di Cina. (Ji/Ram)

Sumber : Eramuslim 

"Triangle" Anies Baswedan, Menang Saat Direndahkan

"Triangle" Anies Baswedan, Menang Saat Direndahkan


10Berita, Jangan senang dulu bila kau bisa menjatuhkan pertarung Jiu Jitsu dalam perkelahian, lalu dengan kalap kau hujani dia dengan pukulan di lantai. Sebab ketika kau merasa sudah menang, ketika itulah sebenarnya kau dekat dengan kekalahan. Pertarung ji Jitsu terlatih membuat KO lawan saat bertarung di bawah (ground fighting). Dan salah satu jurus yang paling populer digunakan adalah Triangle. Yakni menguci lengan lawan yang terus memukul dari atas. Dengan gerakan menjepit lengan lawan dengan kaki. Selesai.

Mungkin seperti itulah analogi kejadian yang menimpa Pak Anies Baswedan kemarin. Tatkala ia dihalangi ke podium untuk ikut menyerahkan trofi kemenangan Persija pada Piala Presiden 2018.

Dari video yang beredar, nampak Pak Anies agak kaget saat langkahnya ditahan pengawal presiden,

"Oh, tak boleh ikut di podium? Oke." Raut wajah pak Anies seolah mengucapkan hal itu, lalu ia pun mengalah dan berjalan ke arah samping.

Rasanya sulit diterima akal sehat bila kejadian kemarin tak ada kaitannya dengan sentimen politik. Jelas hal ini ada hubungannya dengan pilkada Jakarta beberapa bulan lalu.

Tapi beliau tetap tenang, tetap santun. Tak terprovokasi. Mirip saat ia berbicara. Dan di sini kita bisa melihat kesesuaian bicara dengan tingkah nyatanya. Salah satu ciri orang yang tak suka pura-pura.

Dan "Triangle" Anies telah memenangkan hati publik.

Ternyata bukan sekali ini saja pak Anies mendapat perlakuan "direndahkan". Beberapa waktu lalu, di perhelatan ulang tahun sekolah Kanisius, ia diundang untuk berpidato. Nah, saat ia berpidato nampak alumni (yang terdeteksi pendukung rival beliau di pilkada Jakarta) melakukan walk out bersama puluhan alumni lain. Kejadian ini lantas menuai reaksi di masyarakat, khususnya di media sosial.

Namun alih-alih marah karena merasa dihinakan, Pak Anies malah mengundang tim orchestra sekolah Kanisius untuk menjadi tamu kehormatan di acara pentas seni di Balai Kota. Tentu saja pihak Kanisius malu tak karuan, dan meminta maaf secara resmi kepada Pak Anies atas insiden yang menimpanya sebelum itu.

Pak Anies menang tanpa melakukan balasan.

Hal serupa terjadi ketika Pak Anies diundang acara talkshow 'Mata Najwa'. Saat itu ucapan-ucapan Pak Anies Baswedan selalu dipotong oleh Najwa Shihab, hingga pertanyaan tak bisa dijawab dengan utuh. Rasanya Najwa Shihab malam itu seperti seorang polisi yang sedang mengintrogasi maling, ketimbang seorang pembawa acara yang sedang bertanya pada narasumber.

Bukannya emosi, setelah acara Pak Anies malah membuat tulisan di fanspage-nya, bilang terimakasih kepada Najwa atas acara yang mengedukasi, dan tak lupa mendoakan supaya acara Mata Najwa selalu sukses.

Luar biasa! Inilah cara orang terlatih dan terdidik dalam menyikapi satu persoalan.

Kejadian di Gelora Bung Karno malam itu, nampak jelas ada niat 'membanting' Pak Anies Baswedan dengan tak menyebutkan namanya ketika ketua penyelenggara (yang notabene politisi PDIP) memberikan sambutan, lalu tak memperbolehkannya ikut dalam perayaan penyerahan hadiah di podium. Hanya saja, 'bantingan' itu ternyata direspon dengan sangat bijak dan tenang oleh Pak Anies, ia memainkan jurus "Triangle" hingga yang tujuan awal si sutradara acara tersebut ingin menjatuhkan citra gubernur DKI, malah membuat nama Anies Baswedan makin disanjung.

Bahkan ketika diwawancara oleh detik.com apa pendapat Pak Anies atas insiden dihadangnya ia ikut ke podium juara? Pak Anies menjawab dengan jawaban yang sangat elegan, khas orang terdidik,

"Tidak penting malam itu saya tak dibolehkan ikut ke podium. Yang penting Persija juara. Saya bangga."

Sungguh orang satu ini mengingatkanku pada filosofi sebuah bola basket...

Bahwa semakin keras ia dibanting, makin tinggi pula ia melenting.

19 Februari 2018

(Fitrah Ilhami)

Sumber: fb, portal Islam 

Riset RADIAN Pesaing Jokowi di Pemberitaan Capres: Anies Tertinggi, Fahri Salip Gatot

Riset RADIAN Pesaing Jokowi di Pemberitaan Capres: Anies Tertinggi, Fahri Salip Gatot

10Berita, Radar Media Nasional (RADIAN) kembali merilis hasil temuan dari riset khusus liputan media terhadap figur nasional yang mulai disebut sebagai capres 2019 di media online, media sosial dan media televisi berbasis digital.

Pada riset periode November 2017-Januari 2018, nama Gubernur Jakarta Anies Baswedan menguasai 49% share, mengalahkan Prabowo yang hanya 19%. Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah konsisten naik dan mendekati Prabowo Subianto sebesar 14%.

Selain nama-nama itu, di periode kwartalan ini, muncul juga nama Gatot Nurmantyo, Agus Yudhoyono dan Muhaimin Iskandar. Dua nama terakhir mengait dengan kata kunci ‘capres’ kombinasi dengan ‘cawapres’.

Pengumpulan data digital RADIAN kali ini mengambil data periode 12 bulan, 6 bulan, 3 bulan dan 1 bulan terakhir. Dari perbandingan tersebut, posisi Anies Baswedan konsisten naik dari 37%, 40%, 42% hingga sebulan terakhir mencapai 49%.

Pola yang sama terjadi pada Fahri Hamzah yang dalam lingkup 12 dan 6 bulan masing-masing 8%, naik 10% dalam 3 bulan terakhir, naik lagi di posisi 14% sebulan terakhir. Sementara Prabowo Subianto naik dari 14% hingga terakhir 19%. Sebaliknya mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo turun drastis dari 30% menjadi 4% sebulan terakhir. Prabowo Subianto mencatatkan 2.630 pemberitaan relevan sementara Fahri Hamzah mendapatkan 1.952 pemberitaan dari total 14.109 pemberitaan figur yang relevan terkait capres pada 1 bulan terakhir.

Beragam metode digunakan nama-nama yang telah secara serius masuk bursa Capres 2019, baik dengan ‘brand activation’ melalui penggalangan dukungan dan pembentukan jaringan relawan, media luar ruang, maupun media massa dan alternatif. Hasil riset RADIAN periode Januari juga mengeluarkan hasil riset terkait partai politik, figur dan isu relevan. PKS yang sedang menggodok 9 nama capres internalnya justru dibaca oleh mesin analisis RADIAN paling relevan justru dengan tema pilkada serentak dan verifikasi faktual. Adapun influencer utama PKS adalah Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR RI yang sedang bersengketa dengan elit partainya, dan Jazuli Juwaini, Ketua Fraksi PKS yang tidak masuk daftar capres dari internal.

“Riset ini bukan menghitung jumlah kemunculan figur di media, melainkan relevansinya dengan penyebutan mereka sebagai kandidat Capres 2019 melawan Jokowi. Hasil riset ini bisa menggambarkan kerja tim media setiap figur, pemanfaatan kanal media untuk ‘branding & PR’, dan juga bisa menangkap aspirasi publik yang menginginkan mereka masuk bursa capres. Ini terutama yang muncul melalui polling mandiri, analisis dan usulan yang dibagikan pengguna media sosial dan warganet pada umumnya,” kata B. Poetra, analis senior RADIAN, dalam rilisnya, Senin (19/2/2018).

Sumber : PORTAL ISLAM 

Maruarar Sirait Akhirnya Minta Maaf Tak Undang Anies ke Podium, Warganet: Harus Ada yang Jadi Tumbal

Maruarar Sirait Akhirnya Minta Maaf Tak Undang Anies ke Podium, Warganet: Harus Ada yang Jadi Tumbal


10Berita,  JAKARTA - Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2018 Maruarar Sirait meminta maaf atas kejadian yang menimpa Gubernur DKI Anies Baswedan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sabtu (17/2).

Anies di acara Final Piala Presiden tak dilibatkan dalam perayaan kemenangan Persija di podium lapangan. Ara, sapaan Maruarar, mengaku sebagai orang yang bertanggung jawab atas kejadian itu.

"Saya yang bersalah. Dan saya mohon maaf kepada Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atas ketidaknyamanan ini. Kalau ada salah itu tanggung jawab saya 100 persen," ujar Ara.

Menurut Ara, Anies semestinya ikut turun ke podium sebagai pihak yang turut menerima hadiah atas kemenangan Persija.

"Harusnya Pak Anies juga terima hadiah. Tapi itu ketidaktahuan saya, tidak mengerti protokoler," katanya.

Link: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180219145606-20-277181/maruarar-sirait-minta-maaf-tak-undang-anies-ke-podium-persija

***

Pernyataan Ara yang merupakan politisi PDIP ini berbeda dengan pernyataan sehari sebelumnya, saat publik bereaksi keras terhadap perlakuan yang tak pantas terhadap Gubernur Anies Baswedan selaku tuan rumah.

Pada pernyataan kemarin (18/2):

Maruarar Sirait: Tak Semua Pejabat Ikut Jokowi Serahkan Piala Presiden

Video Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dicegah oleh Paspampres untuk ikut menyerahkan Piala Presiden ke Persija beredar. Sebagian masyarakat menilai, kondisi ini tidak biasa mengingat Anies merupakan pimpinan Jakarta yang menjadi tuan rumah sekaligus pemenang.

Menanggapi hal itu, Ketua Steering Committee Piala Presiden Maruarar Sirait menyebut, tidak semua pejabat bisa ikut mendampingi Presiden Joko Widodo menyerahkan piala ke Persija. Beberapa pejabat juga tidak ikut turun mendampingi Jokowi.

"Itu kan pejabat negara enggak semua turun. Mensos Pak Idrus juga kan enggak turun, Kepala BIN juga, ya baik-baik saja," kata Maruarar di Hotel Sari Pan Pasific, Jalan Thamrin, Jakarta, Minggu (18/2).

Link: https://kumparan.com/@kumparannews/maruarar-sirait-tak-semua-pejabat-ikut-jokowi-serahkan-piala-presiden

***

Berubahnya statemen politisi PDIP ini yang kemarin menyatakan "Tak Semua Pejabat Ikut Jokowi Serahkan Piala Presiden", kemudian hari ini menyatakan "Minta Maaf, Tak Undang Anies ke Podium, Semestinya Anies Ikut Naik Podium"...

Membuat warganet menduga hanya sebagai tumbal, karena insiden pelarangan Anies malah jadi bumerang, dimana publik mengecam Jokowi, dan sebaliknya menyanjung Anies Baswedan, terlihat dari ribuan komentar netizen di akun fb Presiden Jokowi.

"Dalam 2 hari, Statemen Ara berubah.
Ini pertanda dia dapat teguran dari pihak yg merasakan damage dari ulahnya.. 
Kontra produktif pd elektbilitas Jokowi..," ujar akun twitter @bambangelf.

‏"Akhirnya Maruarar Sirait Minta Maaf dan Mengaku Salah.. Harus ada yang jadi tumbal,"komen jurnalis senior @eae18.

"Seandainy tak ada yg merekam video pak Anies dihadang maka klarifikasi seperti di hari Minggu lah yg bakal kita dapat, yg diteruskan dgn pelentiran aturan sampe asumsi bahwa yg salah dari pak Anies atau timny sendiri," ujar @ahmadyamin_ay.

— Effendi (@eae18) 19 Februari 2018


Dalam 2 hari, Statemen Ara berubah.
Ini pertanda dia dapat teguran dari pihak yg merasakan damage dari ulahnya..
Kontra produktif pd elektbilitas Jokowi.. https://t.co/NSPHXI6OJG

— ΛᄂIΣП MΣЯDΣKΛ 👽 (@bambangelf) 19 Februari 2018


Seandainy tak ad yg merekam video pak Anies dihadang maka klarifikasi seperti dhari minggu lah yg bakal kt dpt yg dteruskan dgn plentiran aturan smpe asumsi bhwa yg salah dr pak Anies atau timny sendiri https://t.co/jegNOqf9yQ

— Ahmad Yamin (@ahmadyamin_ay) 19 Februari 2018


Sumber :Portal Islam 

Sidang PK Penista Agama Ahok Digelar di Tanggal Ini

Sidang PK Penista Agama Ahok Digelar di Tanggal Ini

10Berita – Mahkamah Agung telah menunjuk majelis hakim yang akan memproses permohonan Peninjauan Kembali (PK) dari Basuki T Purnama alias Ahok, terpidana kasus penistaan agama. Sidang perdana digelar akhir bulan ini.

“Setelah menerima penetapan tentang penunjukan hakim pemeriksa permohonan upaya hukum peninjauan kembali, maka hakim telah menetapkan tentang hari sidang pertama pada hari Senin tanggal 26 Pebruari 2018,” ujar Karo Hukum dan Humas MA Abdullah, Senin (19/2/2018).

Dalam kasus ini, Ahok dinyatakan bersalah melakukan penistaan agama dan dihukum 2 tahun penjara. Ahok tidak mengajukan banding, dan kasus ini pun berkekuatan hukum tetap.

Kembali ke permohonan PK yang diajukan Ahok, untuk selanjutnya, MA akan memproses administrasi pemanggilan sidang perdana PK ini. Pengacara Ahok dipanggil untuk datang.

“Penasihat hukum pemohon Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, domisilinya berada di wilayah Pengadilan Negeri Jakarta Pusat sehingga surat panggilannya tidak bisa langsung, melainkan melalui bantuan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” kata Abdullah.

Sidang kedua, dilaksanakan seminggu lebih berikutnya agendanya adalah mendengarkan jawaban pihak lawan dalam hal ini adalah Jaksa. Abdullah mengatakan, hakim pemeriksa upaya hukum peninjauan kembali kemudian dikirim ke Mahkamah Agung bersama dengan berkas perkara secara lengkap. (Dtk/Ram)

Sumber : Eramuslim

Maraknya Kasus Penyerangan Tokoh Agama, Ini Instruksi Polri

Maraknya Kasus Penyerangan Tokoh Agama, Ini Instruksi Polri



10Berita, Mabes Polri menggelar konferensi video yang dikhususkan untuk menuntaskan kasus kekerasan pada pemuka agama dan perusakan tempat ibadah di Pusat Pengendalian Krisis Mabes Polri, Jakarta, Senin (19/2). Instruksi disampaikan langsung oleh Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin pada tiga Kapolda, yakni Kapolda Jawa Timur, Jawa Barat dan Yogyakarta.

“Pagi ini kita melaksanakan video conference dengan pembahasan tunggal, yaitu pengamanan tempat-tempat ibadah, tokoh-tokoh agama dan para ulama. Itu pembahasan tunggal,” kata Syafruddin saat membuka rapat tersebut.

Syafruddin memerintahkan para Kapolda tersebut menyampaikan kondisi dan situasi keamanan daerah masing-masing. Kapolda Jatim, Jabar dan Yogyakarta dipersilakan untuk menyampaikan khusus kondisi dan situasi mengingat di daerah tersebut merupakan tempat terjadinya paling banyak kasus kekerasan terhadap pemuka agama.

“Kapolda persiapkan untuk menyampaikan masukan, gambaran dan bagaimana pemecahan masalah dalam bentuk baik itu ops rutin maupun ops khusus terhadap tempat-tempat pengamanan ibadah, dan para tokoh-tokoh agama terutama para ulama dan para ustaz,” ujar Syafruddin.

Sayangnya, rapat konferensi video ini digelar secara tertutup. Sehingga, apa yang disampaikan Kapolda-kapolda tersebut belum bisa diketahui.

Sebelumnya rentetan kasus yang terjadi adalah, di Jawa Barat, kasus penganiayaan terhadap ulama terjadi di waktu dan tempat hang berdekatan. Kasus pertama terjadi kepada Pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Umar Basri (Mama Santiong). Ia menjadi korban penganiayaan usai Shalat Subuh di masjid pada Sabtu (27/1). Kemudian muncul kasus baru yang bahkan menyebabkan meninggalnyaKomando Brigade PP Persis, Ustaz Prawoto pada Kamis (2/1) pagi.

Lalu, di Jakarta Barat, pada Ahad (11/1) kemarin, seorang Ustaz bernama Abdul Basit juga dikeroyok sekelompok pemuda. Kelompok pemuda tersebut, diketahui mengeroyok Abdul Basit karena alasan emosi. Pasalnya, Abdul Basit diketahui kerap menegur para pemuda tersebut yang kerap kongkow hingga larut dan kencing sembarangan. Beruntung, Abdul Basit tidak tewas.

Kemudian peristiwa penyerangan seorang pastur di Sleman, Yogyakarta, Ahad (11/1) kemarin. Penyerangan itu menyebabkan Pastur Romo Karl Edmund Prier terluka bersama lima orang lainnya. Penyerangan ini pun belum ada keterkaitan dengan penyerangan pemuka agama lainnya.

Bukan hanya tokoh agama, tempat ibadah pun mengalami teror. Sebuah klenteng di Karawang, pada Ahad (11/2) mengalami ancaman bom. Kemudian, sebuah masjid di Tuban, mengalami kerusakan kaca pada Selasa (13/2) dini hari.

Yang terakhir, percobaan penyerangan terjadi terhadap KH Hakam Mubarok, yang merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Muhammadiyah Karangasem Paciran, Lamongan, Jawa Timur terjadi Ahad (18/2). Menurut informasi yangRepublika dapatkan dari anggota Majelis Tarjih Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kairo, Wahyudi Abdurrahim, kejadian berlangsung pada saat menjelang shalat Zuhur di Masjid Al-Manar. [rol]

Sumber : Dakwah media