OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 23 Februari 2018

AA Gym; Ada yang Selalu Mengancam Saya

AA Gym; Ada yang Selalu Mengancam Saya

10Berita – Teror dan kekerasan terhadap ulama yang akhir-akhir ini marak terjadi. Tercatat sudah ada 21 kasus kekerasan yang menimpa para tokoh pemuka agama. Bahkan sudah ada yang meninggal. Anehnya semua pelaku langsung dicap sebagai orang gila oleh aparat.

Menanggapi hal itu, ulama kondang sekaligus Pimpinan pondok pesantren Darut Tauhid, Abdullah Gymnastiar atau yang akrab disapa Aa Gym berharap, masyarakat tidak terporovokasi aksi teror tersebut.

“Jangan terprovokasi, umat islam harus sangat berhati–hati. Ada yang ingin umat Islam marah dan menjadikan umat islam chaos,” ujar Aa Gym saat mengisi kajian setelah shalat Subuh, di Bandung, Kamis (22/02).

Aa Gym juga menuturkan, aksi 212 kemarin, menjadi bukti kepada dunia kalau umat Islam rahmatan lil ‘alamin. “Rumput saja tidak diinjak,” imbuhnya sseperti dilansir dari pojokjabar (JawaPos Group).

Lebih lanjut Aa Gym menduga, bahwa ada pihak yang ingin Islam tampak tidak baik, terprovokasi.

“Kita juga gak suka gereja dirusak. Tapi kenapa kalau ada satu pihak yang terganggu semua pihak bersikap,” protes Aa Gym.

Mungkin, tambahnya, kalau pihak yang tergangu muslim juga direspon, tapi kurang terekspos.

Aa Gym menyampaikan bahwa ada yang selalu mengancam dirinya, bahkan secara terus–menerus, siang dan malam.

Sumber :Eramuslim 

Jawara Betawi Pitung dan Bang Japar Bahas Pengamanan Ulama

Jawara Betawi Pitung dan Bang Japar Bahas Pengamanan Ulama


10Berita, Maraknya kabar dugaan teror di sejumlah kediaman ulama dan tokoh agama, membuat pihak-pihak kelompok ormas melakukan penjagaan ketat di beberapa wilayah. Jawara Betawi Pitung bersama Bang Japar sambil bersilaturahmi menggelar pertemuan membahas demi keamanan wilayah dari teror.

Presiden Jawara Betawi Pitung, Achmad Fauzi Siddiq mengatakan, telah menginstruksikan dan mengumpulkan tuan guru dari berbagai sanggar silat se Jabodetabek salah satunya Bang Japar. Dalam pertemuannya tersebut, Bang Ozzi sapaannya, mengatakan, membahas mengenai pengamanan ulama dan tokoh agama sebagai upaya pencegahan adanya penganiayaan terhadap ulama.

“Kami adakan rapat dan komitmen kami untuk menjaga keamanan wilayah, keamanan ulama dan pastinya dalam hal membela agama,” ujar bang Ozzi melalui pesan singkat kepada Republika.co.id, Jumat (23/2).

Oleh karenanya, Jawara Betawi Pitung bersama Bang Japar serta pihak-pihak lain melakukan penjagaan ketat di beberapa wilayah. Ahmad Safi’i selaku perwakilan Bang Japar mengatakan, siap bekerja sama dengan Jawara Betawi Pitung dalam pengamanan ulama di berbagai kecamatan khususnya wilayah Jakarta Barat.

“Sudah dilakukan juga pengamanan rumah KH. Mahfudz Asirun di Duri Kosambi, Cengkareng,” ujar Ahmad.

Oleh karenanya, Bang Ozzi juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan selalu waspada terhadap apapun di sekeliling wilayah. Terlebih lagi, jika ada orang tak dikenal mencurigakan datang ke wilayah. [rol]

Sumber : rol

Bijak Berselancar Di Dunia Maya

Bijak Berselancar Di Dunia Maya


Oleh: Devi Gustia (Komunitas Remaja Move On Karawang)

10Berita, Sosial media kian tak terpisahkan dari kehidupan para kaula muda (red: remaja). Pesonanya mampu menyihir para remaja untuk betah lama-lama berselancar. Seakan terhipnotis untuk hidup di dunia maya. Ketika ditanya punya berapa akun sosial media? Tentu jawabannya bukan hanya 1 atau 2. Mulai dari Facebook, Instagram, Twitter, BBM, dan masih banyak lagi.

Dilansir dari detik.com, laporan Tetra Pak Index 2017, mencatatkan ada sekitar 132 juta pengguna internet di Indonesia.

Sementara hampir setengahnya adalah penggila media sosial, atau berkisar di angka 40%.

Data lain yang dingkap oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dalam hasil surveinya ada tiga (3) media sosial yang paling banyak dikunjungi. Menurut survei tersebut, Facebook berada di posisi pertama dengan 71,6 juta pengguna (54 persen). Di tempat kedua, Instagram dengan jumlah pengguna mencapai 19,9 juta (15 persen). Media berikutnya adalah YouTube. Layanan berbagi video tersebut mengantongi 14,5 juta (11 persen) (Liputan6.com).

Pertanyaannya berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berselancar di sosial media dalam sehari? 3, 7, atau 12 jam. Bahkan mungkin hampir 24 jam para pengguna sosial media yang notabene remaja tidak bisa lepas dari smartphone. Walhasil tak ada waktu tanpa kehadiran smartphone. Lagi nunggu antrian, asyik chattingan. Ada jam pelajaran kosong heboh YouTube-an.
Dari sana, lahirlah fenomena yang bernama sosial media addicted yaitu kecanduan sosial media. Yang mana tiada hari tanpa membuka sosial media. Yang berimbas pada terjangkitinya virus nomophobia.

Apa itu nomophobia?

Dikutip dari laman drise-online.com edisi #38, nomophobia (no mobile phone phobia) adalah istilah baru, yang berarti ketakutan akan dipisahkannya pengguna dengan gawai kesayangannya. Mereka akan panik gak ketulungan ketika kehilangan gawai atau smartphonenya.

Penyimpangan soaial pun terjadi, banyak para remaja yang lebih sering ngobrol di dunia maya ketimbang dunia nyata. Media sosial menghapus batasan-batasan dalam bersosialisasi. Penggunanya dapat dengan bebas berkomentar dan mengeluarkan pendapatnya tanpa rasa khawatir. Sehingga muncul istilah cyber bulling yang kian menjamur. Karena tidak adanya filter, orang bebas ngomong apapun termasuk pada orang yang dibencinya. Lihat saja banyak kita dengar artis yang melaporkan para netizen karena postingan atau mungkin komentar mereka yang dianggap mencemarkan nama baik. Bahkan banyak kasus penipuan terjadi melalui sosial media. Mulai dari transaksi jual beli, kuis berhadiah, maupun ancaman-ancaman.

Lantas bagaimana cara meminimalisir gejala nomophobia ini? Pertama, jadikan sosial media sebagai ladang pahala bukan malah menjadi biang bertambahnya dosa. Yaitu menjadi wasilah kita untuk berdakwah menyebarkan Islam tentunya. Apalagi di era sekarang yang mana perang itu terjadi bukan dengan perlawanan fisik tetapi perang opini menggunakan sosial media. Dan kita sebagai umat Islam harus mengopinikan Islam sebagai landasan dan solusi atas segala problematika kehidupan.

Kedua, jadikan sebagai ladang ilmu. Setiap waktu yang kita gunakan untuk berselancar di sosial media harus bisa dikonversi menjadi ilmu yang bermanfaat. Zaman now tidak sulit untuk memperoleh ilmu, apapun itu jenisnya. Tinggal searching di aplikasi pencarian. Walaupun tentunya kita juga memerlukan guru pribadi secara langsung. Terakhir, jadikan sosial media sebagai peluang usaha, dengan berjualan online. In syaa Allah dengan itu soaial media akan menjadi jwmbatan untuk lebih mengoptimalkan kehidupan nyata.

Waallahu’alam biAshoab..

Sumber :Dakwah media 

JEBRET! TKA Banjiri Indonesia, Koordinator PWYP SENTIL Pemerintah: Utamakan Tenaga Kerja Lokal, Dong!

JEBRET! TKA Banjiri Indonesia, Koordinator PWYP SENTIL Pemerintah: Utamakan Tenaga Kerja Lokal, Dong!

10Berita, Pemerintah harus mewas­padai semakin ekspansifnya perusahaan-perusahaan asal Tiongkok. Terutama, ekspansi pada investasi di sektor hilirisasi mineral dan mengekspor hasil pengolahan dan pemurnian tersebut untuk kebutuhan in­dustri di negaranya. Sementara kebutuhan bahan baku industri hilir di dalam negeri saat ini mengalami kesulitan pengem­bangan usaha karena harus mengimpor dari negara lain.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong baru-ba­ru ini menyatakan, investasi Tiongkok di Indonesia saat ini besar sekali porsinya di smelter. Indonesia dinilai telah mengkonversi bahan baku ko­moditas mentah yang nilainya rendah jadi komponen yang bernilai tinggi dan diekspor.

"Sebelumnya Indonesia mengekspor nikel mentah, sekarang jadi ekspor stainless steel bahkan berkat investasi Tiongkok, Indonesia sudah men­jadi tiga besar dunia eksportir stainless steel," katanya.

Thomas menambahkan, in­vestor Tiongkok juga terus berinvestasi untuk hilirisasi sep­erti carbon steel atau baja ekstra keras untuk mesin dan motor.

Koordinator Nasional Publish What You Pay (PWYP), Maryati Abdullah mengatakan, pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya alam sejatinya di­optimalkan untuk kepentingan nasional. 

Dalam hal smelter, porsi nilai tambah yang paling be­sar baik dari sisi investasi, pendapatan, produk peruntuk­kan, maupun terkait perlua­san lapangan kerja harusnya memprioritaskan kepentingan dalam negeri.

"Kami minta pemerintah tidak semata menerima in­vestasi dari luar negeri yang hanya menguntungkan industri negara lain, sementara industri dalam negeri mati suri. Kita juga harus punya strategi in­dustrialisasi penopang ketah­anan ekonomi nasional. Porsi investasi bisa naik, nilai ek­spor bisa tinggi, tapi itu harus ditempatkan dalam kerangka menumbuhkan industri dalam negeri," tegas Maryati.

Sumber :Portal Islam 

Eep: Simulasi Penantang Jokowi, Gatot-Anies Didukung 50 Persen Lebih

Eep: Simulasi Penantang Jokowi, Gatot-Anies Didukung 50 Persen Lebih


10Berita, Lembaga konsultan politik PolMark Indonesia melakukan simulasi penantang Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pilpres 2019 di luar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Hasilnya, nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mampu meraih potensi elektabilitas di atas 50 persen.

Direktur Eksekutif PolMark Indonesia Eep Saefullah Fatah mengatakan saat responden disodorkan nama pasangan calon presiden Gatot Nurmantyo dan Anies Baswedan, hasilnya 53,3 persen menyatakan akan memilihnya. Bila Anies yang menjadi presiden dan Gatot wakilnya, potensi elektabilitas ada di angka 50,4 persen.

Eep menjelaskan, munculnya kandidat alternatif masih terbuka lantaran jumlah pemilih loyal Jokowi dan Prabowo masih di bawah 50 persen.

"Ini mengindikasikan dua hal sekaligus: Jokowi belum ada dalam ‘zona aman keterpilihan’ dan pintu bagi kemungkinan munculnya kandidat alternatif masih terbuka," kata Eep dalam konferensi pers di SCBD Sudirman, Jakarta, seperti dikutip Tempo.

Survei ini melibatkan 2.600 responden dari seluruh provinsi di Indonesia. Metode yang digunakan, yaitu multistage random sampling dengan margin error lebih-kurang 1,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Setiap responden diwawancarai dengan metode tatap muka.

Sumber :Portal Islam 

Tutup 36 Diskotek, Anies Tak Takut Kehilangan Pendapatan

Tutup 36 Diskotek, Anies Tak Takut Kehilangan Pendapatan


10Berita, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan akan menindak tegas 36 diskotek di Jakarta yang kedapatan mengedarkan narkoba.

"Begitu ada pelanggaran atas Perda (Peraturan Daerah), kita akan langsung beri sanksi. Bila sanksinya adalah penutupan, kita langsung laksanakan," ujar Anies di Jakarta Pusat, Jumat, 23 Februari 2018.

Anies tak merasa khawatir apabila diskotek itu ditutup akan mengurangi pendapatan Pemprov DKI Jakarta. Karena masih banyak sumber pemasukan daerah dari yang lain.

"Jangan pernah merasa penutupan itu menurunkan pendapatan, tidak. Kenapa, karena kita akan punya sumber lain, jadi kami tidak khawatir soal itu," katanya.

Untuk itu, Anies akan bertemu dengan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso, untuk menanyakan data kelab malam yang terlibat mengedarkan barang haram tersebut.

"Kita perlu ketemu untuk mencocokkan, karena kita tahu bukti-bukti yang selama ini digunakan sumbernya banyak bukan hanya dari internal apalagi dari BNN, wah sangat bernilai sekali, kita siap berantas total habis," katanya.

Sebelumnya, Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso, menyebutkan ada 36 diskotek di DKI Jakarta yang mengedarkan narkoba. Diskotek itu tersebar di lima wilayah di DKI Jakarta. ()

Sumber :VIVAnews

ISLAM BUKAN SEBATAS RUKUN ISLAM DAN RUKUN IMAN

ISLAM BUKAN SEBATAS RUKUN ISLAM DAN RUKUN IMAN



Oleh: Ust. Rokhmat S. Labib

10Berita, Ada yang menarik dalam sidang gugatan HTI terhadap Kemenkumhan di PTUN pada hari Kamis 22/2 lalu. Dalam sidang yang menghadirkan Prof. Dr. KH Didin Hafidzuddin sebagai Ahli itu, pihak pemerintah mengajukan banyak pertanyaan.

Di antaranya adalah pertanyaan tentang khilafah. “Apakah khilafah termasuk dalam rukun Iman atau rukun Islam?” Dijawab oleh Prof Didin, “Tidak.” Kemudian bertanya lagi, “Jika demikian, mengapa khilafah disebut sebagai ajaran Islam?” Prof kembali menjawab, “Kan banyak kewajiban dalam Islam yang tidak termasuk dalam rukun Islam. Misalnya, kewajiban menutup aurat.” Alhamdulilah, Prof Didin mampu menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban yang ringkas, singkat, dan tepat.

Yang justru mengherankan adalah mengapa pertanyaan seperti itu bisa muncul.

Menjadi lebih aneh ketika pertanyaan itu merupakan respon terhadap penjelasan Prof Didin sebelumnya tentang kriteria sebuah kelompok dapat dikatagorikan menyimpang. Di antara cirinya adalah orang atau kelompok yang menambahkan rukun Iman dan rukun Islam. Sementara HTI tidak ciri-ciri tersebut.

Lantas pihak pemerintah menanyakan pun perihal tersebut. Ketika HTI mengatakan bahwa khilafah adalah ajaran Islam, padahal tidak termasuk dalam rukun Islam dan rukun Iman, bukankah itu berarti menambah rukun Iman atau rukun Islam?

Dengan pertanyaan itu seolah mereka ingin mengatakan bahwa HTI pun bisa dikatagorikan sebagai kelompok menyimpang karena menambahkan rukun Iman yang enam dan rukun Islam yang Islam dengan ajaran khilafah.

Sebegitu awamkah mereka terhadap Islam, sehingga memahami bahwa ajaran Islam hanya sebatas rukun Islam dan rukun Islam?

Patut dicatat bahwa Islam adalah agama yang sempurna. Semua perkara dijelaskan kedudukan hukumnya. Sehingga untuk mengatur kehidupan ini tak memerlukan sistem lainnya. Allah Swt berfirman:

أَفَغَيْرَ اللَّهِ أَبْتَغِي حَكَمًا وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ إِلَيْكُمُ الْكِتَابَ مُفَصَّلًا

Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan kitab (al-Quran) kepadamu dengan terperinci? (QS al-An’am [6]: 114).

Menjelaskan ayat ini, Syihabuddin al-Alusi berkata, “Di dalamnya terdapat penjelasan tentang yang haq dan yang batil, yang halal dan yang haram, serta berbagai hukum lainnya sehingga tidak ada satu pun perkara agama yang rancu dan samar. Maka kebutuhan apa pun sesudah itu merujuk kepada hukum tersebut.”

Dalam akhlak, Islam memerintahkan amanah, memenuhi janji, bersikap adil, berbakti kepada orang tua, menolong orang yang membutuhkan, dan lain-lain , sebaliknya melarang berkata dusta, berbuat khianat, ingkar janji, berbuat dzalim, dan lain-lain.

Sementara dalam soal makanan dan minuman, Islam memerintahkan umatnya untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang dihalakan sekaligus menjauhi yang diharamkan, seperti bangkai, darah, babi, khamr, binatang buas yang bertaring, dan lain-lain.

Sedangkan dalam pakaian, Islam juga telah menetapkan batas aurat bagi pria dan wanita untuk ditutup. Juga memberikan beberapa ketentuan khusus tentang pakaian, seperti diharamkannya laki-laki mengenakan emas dan sutra, serta wajibnya wanita mengenakan jilbab dan kerudung.

Dalam soal pergaulan pria wanita, Islam mensyariatkan pernikahan dan memberikan pengaturan kehidupan keluarga, sekaligus mengharamkan zina, bergaul bebas, hubungan sejenis, dan semacamnya.

Dalam pengaturan harta, Islam membolehkan jual-beli, sewa-menyewa, syirkah, bertani,berburu, dan lain-lain. Sebaliknya Islam mengharamkan riba, judi, korupsi, menipu, dan lain-lain dalam mendapatkan harta.

Islam juga memerintahkan dakwah, melakukan amar ma’ruf nahi munkar, menerapkan syariah dalam kehidupan, dan berjihad, sekaligus memberikan ancaman keras bagi siapa pun yang meninggalkannya.

Dalam memberantas kriminalitas, Islam juga menetapkan hukuman yang wajib diterapkan bagi pelaku kriminal. Sebagai contoh, Islam menetapkan hukuman cambuk 100 kali atau rajam bai pelaku zina, potong tangan bagi pencuri, qishash bagi pelaku pembunuhan dilakukan dengan sengaja, dan lain-lain.

Semua perkara itu adalah ajaran Islam. Sebagian dijelaskan dalam al-Quran, sebagian lainyya di dalam al-Sunnah. Ada pula diambil dari Ijma’ Sahabat dan Qiyas Syar’i. Penjelasan tentang berbagai perkara itu dapat dijumpai dalam kitab-kitab fiqh dan berbagai kitab lainnya.

Begitulah Islam. Tidak hanya sebatas rukun iman dan rukun Islam.

Maka sungguh aneh jika ada orang Muslim yang menolak khilafah sebagai ajaran Islam hanya karena tidak termasuk dalam rukun Islam dan rukun Islam.

Jika demikian, betapa banyak ajaran Islam yang harus ditolak dan dibuang, bahkan dianggap menyimpang hanya karena tidak ada dalam rukun Iman dan rukun

Tentang khilafah, amat banyak dalil yang mewajibkannya sehingga tidak ada perbedaan di antara para ulama tentangnya. Para ulama sepakat bahwa khilafah adalah wajib. Kewajiban tersebut berdasarkan syara’, dan bukan berdasarkan akal.

Saya tidak perlu mengulang-ulang penjelasan tersebut. Cukup saya kutipkan penjelasan Imam al-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Muslim tentang hal ini. Beliau berkata:

وَأَجْمَعُوا عَلَى أَنَّهُ يَجِب عَلَى الْمُسْلِمِينَ نَصْب خَلِيفَة وَوُجُوبه بِالشَّرْعِ لَا بِالْعَقْلِ ، وَأَمَّا مَا حُكِيَ عَنْ الْأَصَمّ أَنَّهُ قَالَ : لَا يَجِب ، وَعَنْ غَيْره أَنَّهُ يَجِب بِالْعَقْلِ لَا بِالشَّرْعِ فَبَاطِلَانِ

Dan mereka (kaum Muslimin) sepakat bahwa wajib atas kaum Muslimin untuk mengangkat seorang khalifah. Kewajiban tersebut berdasarkan syara’, dan bukan berdasarkan akal. Adapun apa yang diriwayatkan dari al-Ashamm yang berkata, “Tidak wajib,” dan dari lainnya yang mengatakan bahwa itu adalah kewajiban berdasarkan akal, maka kedua pendapat tersebut adalah batil (al-Imam al-Nawawi, Syar-h Muslim ‘alâ al-Nawâwi. Vol. 6/291).

Inilah penjelasan ulama mu’tabar tentang khilafah. Penjelasan serupa juga dinyatakan oleh para ulama mu’tabar lainnya, seperti Imam al-Qurthubi, Imam ‘Ala’uddin al-Kasani, Imam Ibnu Hajar al-Haitami, Imam al-Jazairi, Imam al-Mawardi, Imam Ibnu Hazm, dan lain-lain.

Walhasil, tidak ada seorang pun ulama mu’tabar yang menolak wajibnya khilafah, apalagi menentangnya.

Jika demikian, siapakah sesungguhnya yang bermasalah:

Apakah kelompok yang menerima dan mendakwahkan ajaran Islam secara utuh atau pihak yang membatasi Islam hanya sekadar rukun Islam dan rukun Iman serta menghalangi ajaran Islam lainnnya didakwahkan?

Semoga kita diberikan petunjuk Allah Swt untuk bisa menjawabnya dengan benar.

WaL-lah a’lam bi al-shawab.[]

Sumber : Eramuslim

Mengaku Simpatisan PKI, Pemuda Bertato Dihajar Massa di Pancoran

Mengaku Simpatisan PKI, Pemuda Bertato Dihajar Massa di Pancoran


10Berita, Warga Jalan Buncit Raya, gang Kalibata Pulo, Pancoran menciduk orang tak dikenal (OTD) yang mengaku simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Menurut santri Darul Islah, Zaki, pada awalnya pria bertato yang diduga mengaku sebagai simpatisan PKI itu ditemani dua orang temannya.

"Saya lihat dia awalnya bonceng tiga, kemudian dia diturunkan," kata Zaki kepada Okezone. Kamis (23/2/2018).

Setelah turun dari motor, pemuda tersebut nongkrong di dekat rumah seorang ustadz yang kebetulan tidak jauh dari Pondok Pesantren Darul Islah. Melihat gelagat tersebut, warga kemudian mendatangi pemuda tersebut.

"Karena warga curiga, kita langsung hampiri dia kemudian menanyakan keperluannya, bukannya dijawab dia malah nantangin warga," ucapnya.


Setelah menantang warga, pemuda tersebut malah kabur sambil berteriak 'saya orang PKI'. Kejar-kejaran pun tak terelakkan, meski pada akhirnya tertangkap juga.

"Setelah nantangin, dia kabur dan akhirnya ketangkap juga, dia berlagak gila," tuturnya.

Warga yang emosi kemudian menginterogasi. Beberapa orang kemudian menampar wajah pemuda tersebut.

Sumber : okezone.com

  

Survey Median: Mayoritas Pendukung Jokowi Tidak Tamat SD

Survey Median: Mayoritas Pendukung Jokowi Tidak Tamat SD


10Berita – Hasil survei Lembaga Media Survei Nasional (Median) menyimpulkan sebagian besar pemilih Joko Widodo jika Pilpres diselenggarakan pada Februari 2018 tidak tamat sekolah dasar (SD). Berbeda dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, sebagian besar pemilihnya memiliki tingkat pendidikan S2 atau S3.

“Semakin tinggi tingkat pendidikannya, semakin rendah basis pemilihnya. Nah ini berbeda dengan lawan-lawan lainnya. Seperti Prabowo, semakin tinggi pendidikannya, semakin banyak pemilihnya,” kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, saat jumpa pers di restoran Bumbu Desa, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (22/2/2019).

Survei yang dilakukan Median sejak 1-9 Februari 2018, menempatkan Jokowi sebagai calon presiden dengan tingkat elektabilitas tertinggi. Dari aspek pendidikan, pemilih Jokowi yang tidak tamat SD 40,9 persen, tamat SD 39 persen, tamat SMP 37,4 persen, tamat SMU/SMK 27 persen, tamat S1 13,7 persen dan tamat S2/S3 10 persen.

Sedangkan pemilih Prabowo yang tamat SD 13,7 persen, tamat SD 21 persen, tamat SMP 22,8 persen. Kemudian pemilih Prabowo yang tamat SMU/SMK 25,1 persen, tamat S1 34 persen dan tamat S2/S3 40 persen.

Rico menuturkan jika dilihat dari aspek pemilih di media sosial Jokowi juga kalah dari Prabowo. Responden yang tidak memiliki media sosial justru lebih banyak yang mendukung Jokowi.

“Begitu juga dalam media sosial. Dari 100 persen, pemilih Pak Jokowi yang memiliki media sosial 29,4 persen, Prabowo 30,5 persen. Tapi yang orang yang tak memiliki media sosial justru banyak yang memilih Pak Jokowi. Tapi lebih banyak yang punya media sosial,” terang Rico.

Namun, Jokowi masih unggul dari segi pemilih yang beragama Islam dengan persentase sebesar 32,6. Begitu pula dengan pemilih penganut agama lain.

“Jokowi unggul telak 53,7 persen pada basis pemilih non muslim,” ujar Rico.(kl/dt)

Sumber : Eramuslim

Mendagri: 90% Janji Kampanye Gubernur Jabar Aher Terpenuhi, Warganet: Janji Jokowi Berapa % Terpenuhi?

Mendagri: 90% Janji Kampanye Gubernur Jabar Aher Terpenuhi, Warganet: Janji Jokowi Berapa % Terpenuhi?


10Berita,  Mendagri: 90 Persen Janji Kampanye Gubernur Jabar Ahmad Heryawan Terpenuhi

"Hampir 90 persen janji-janji kampanye terpenuhi. Saya harap penggantinya bisa lebih baik nanti," kata Mendagri Tjahjo Kumolo pada Pembukaan Rakernas Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) 2018 di Bandung, Rabu, 21 Februari 2018.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyebut di tahun terakhirnya menjabat sebagai Gubernur, berharap Gubernur yang akan menggantinya nanti, dapat tampil menjadi Gubernur yang baik dengan menghadirkan prestasi yang lebih maju lagi.

Link: http://www.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/2018/02/22/mendagri-90-persen-janji-kampanye-gubernur-jabar-ahmad-heryawan-terpenuhi

***

Pernyataan Mendagri yang merupakan mantan Sekjen PDIP ini tak pelak ditanggapi warganet yang menanyakan realisasi janji-janji Presiden Jokowi yang sudah hampir 4 tahun menjabat.

SUDAH BERAPA % JANJI-JANJI JOKOWI YANG SUDAH DIPENUHI?

Dari janji-janji yang terekam jejak digital mana janji Jokowi yang dipenuhi?


Sumber :Portal Islam