OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Minggu, 04 Maret 2018

Kuasa Hukum Fadli tak Takut Laporan Balik Ananda Sukarlan

Kuasa Hukum Fadli tak Takut Laporan Balik Ananda Sukarlan

Mahendradatta


Mahendradatta menantang kuasa hukum Ananda Sukarlan untuk merealisasikan niat itu.

10Berita , JAKARTA -- Kuasa Hukum Fadli Zon, Mahendradatta, mengaku tidak mempermasalahkan kliennya akan dilaporkan balik oleh tim kuasa hukum Ananda Sukarlan. Mahendradatta pun mempersilakan pihak Ananda Sukarlan untuk melaporkan balik Fadli Zon.

"Silakan, sangat ditunggu dan LP nya kalau tentang LP Pak Fadli kan akhirnya harus dibuktikan bahwa Keterangan Palsu artinya makin segera diproses LP Pak Fadli dan dibuktikan palsu," kata Mahendra pada Republika, Ahad (4/3).

Mahendradatta mengatakan, jika pelaporan balik itu benar akan dilakukan, justru hal ini akan memberikan manfaat bagi kliennya. Sebab, hal ini menjadikan laporan yang dibuat Fadli Zon semakin cepat ditindaklanjuti.

"Hal ini justru sangat membantu kita dalam mendorong LP Pak Fadli segera diproses," ujar dia.

Mahendradatta pun menantang kuasa hukum Ananda Sukarlan untuk merealisasikan niat melaporkan balik tersebut. "Malah sangat terima kasih kalau LP balik tersebut dilakukan, dan kita turut berterima kasih dan mendorong agar LP tersebut dilakukan, bukan sekedar omong doang," kata dia menegaskan.

LBH GP Ansor sebagai kuasa hukum Ananda Sukarlan sedang mempertimbangkan untuk melaporkan Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengenai postingan di media sosial yang menyangkut ujaran kebencian. Pengacara Ananda Sukarlan dari LBH GP Ansor, Dendy Zuhairil Finsa, menjelaskan LBH Ansor juga akan mempertimbangkan langkah serupa dalam hal terdapat unggahan Fadli Zon yang mengandung ujaran kebencian (hate speech) maupun provokasi.

"Masih dipertimbangkan (untuk melaporkan Fadli Zon)," ujar Dendy Zuhairil Finsa kepada Republika.

Sebelumnya, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Fadli Zon mendatangi Badan Reserse Kriminal Polri, Jakarta, pada Jumat (2/3), untuk melaporkan akun milk Ananda atas tuduhan fitnah. Laporan tersebut pun diterima oleh Bareskrim dengan nomor LP 301/III/2018/Bareskrim tertanggal 2 Maret 2018.

Fadli Zon menilai, Ananda melalui akun tersebut melakukan penyebaran publikasi informasi hoaksberupa foto dengan keterangan bohong. Dalam foto yang di-retweet oleh akun Ananda menunjukkan Fadli bersama Prabowo Subianto makan dengan seorang pemuda. 

Keterangan foto tersebut mengatakan, Fadli dan Prabowo sedang makan siang dengan administrator penyebar hoaks dalam kelompok Muslim Cyber Army (MCA). Padahal, kata Fadli, foto tersebut sebenarnya merupakan fotonya menyambut seorang pendukung Anies Baswedan bernama Eko yang berjalan kaki dari kota Madiun saat gelaran Pilkada DKI Jakarta tahun lalu.

Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto pun sudah menyatakan, pada prinsipnya Polri akan menerima laporan dari siapapun. Apabila laporan dari Fadli Zon mengandung unsur pidana, maka Polri siap melakukan tindak lanjut. "Kalau ada yang melapor kita akan terima, penegak hukum tidak boleh membedakan, siapapun yg melapor akan akan kita tangani sesuai prosedur yang berlaku," ucap Setyo.

Sumber :Republika.co.id 

AWAS! Jokowi Akan Kalah Telak, Partai Jangan Salah Pilih Gerbong!

AWAS! Jokowi Akan Kalah Telak, Partai Jangan Salah Pilih Gerbong!


10Berita, Ketika sedang sangat populer, pasangan Jokowi-Basuki pada Pilkada Jakarta 2012, hanya mampu menang dengan persentase suara 53,82% (2.472.130 pemilih). Jika dibandingkan dengan hasil Pilkada Jakarta 2017, dimana Anies-Sandiaga menang 57,96% (3.240.987 pemilih) dapat disimpulkan bahwa pada saat populer pun Jokowi tidak tinggi-tinggi amat elektabilitasnya.

Sedangkan pada Pemilu Presiden 2014, pasangan Jokowi-JK meraih suara sebanyak 53,15%. Kembali terlihat bahwa ketika dahulu dipandang penuh harapan dan angan-angan, Jokowi itu elektabilitasnya tak pernah melewati angka 54%. Maka berbagai survei dan opini yang kini masih ngotot menonjolkan Jokowi bakal menang mudah pada Pemilu Presiden 2019, patut diduga tak lebih dari upaya internal semata. Kalaupun ada pihak eksternal yang melakukannya, tak lebih dari upaya mencari peluang mendulang uang dalam ‘bisnis politik’.

Rakyat tentu sudah sangat melek dalam hal ini. Sejak kekalahan Ahok di pilkada Jakarta, pelan tapi pasti, massa pendukungnya yang beririsan sangat besar dengan massa pendukung Jokowi mulai hilang. Berbagai aksi yang coba dibiayai untuk memunculkan bahwa mereka masih ada, tak lagi terbukti. Cuma ada puluhan hingga ratusan orang yang hadir. Jika dibandingkan dengan massa reuni 212, tentu saja tak mungkin tertandingi.

Kalau mau dilihat dinamikanya di sosial media, sama saja. Muslim Cyber Army dan orang-orang cerdas jernih, kini mendominasi opini. Akun-akun yang dulu begitu mendominasi sosmed dengan puja-puji atas Jokowi perlahan tapi pasti menghilang. Tinggal grup-grup kecil pendukung yang pengisi postingnya loe lagi loe lagi. Artinya semua telah sadar, bahwa Jokowi bukanlah New Hope. Kini Jokowi malah menimbulkan situasi Hopeless. Segala sesuatu menjadi carut

Pilkada Jakarta 2017 sudah menunjukkan bahwa uang bukan lagi segala-segalanya. Rakyat tidak lagi gampang dibujuk dengan rayuan-rayuan sesaat. Apalagi sebagai petahana, tentu Jokowi tak bisa berjanji lagi. Sebelum berjanji baru, dia harus bercerita terlebih dahulu, apa hebatnya dia sepanjang 2014 hingga 2018. Sayangnya, terlalu minim prestasinya. Artinya apa? Jokowi akan kalah telak!

Sudah waktunya semua partai, bahkan PDIP sekalipun, untuk mengkaji ulang dukungannya kepada Jokowi. Untuk apa mendukung sesuatu yang berdasarkan data akan cenderung kalah? Tentunya silahkan saja partai manapun untuk mendukung Jokowi jika mereka memang berniat menjadi partai gurem pada Pemilu 2019.

Pencoblosan Pilkada Serentak 2018 pada 27 Juni 2018 memang masih menyediakan waktu bagi para partai untuk beralih dukungan jika hasil defenitif pada bulan Juli 2018 menunjukkan kekalahan pada partai-partai yang berkuasa. Tapi waktu sebulan sebelum penetapan dukungan paslon capres-cawapres pada Agustus 2018 tentu akan membuat publik semakin jeli melihat, partai-partai mana saja yang cuma jadi oportunis dan layak semakin ‘dihukum’ dengan tegas pada 2019.

Tak ada pilihan lain, sekaranglah justru waktu yang tepat untuk merebut hati para pemilih. Lebih baik saat ini menguji kekuatan dengan berpihak kepada rakyat dan melihat hasilnya, daripada sekarang menolak opini publik lalu terjungkal habis pada Pilkada Serentak 2018, Pemilu Legislatif 2019 dan Pemilu Presiden 2019. Sekaranglah saat yang tepat bagi semua partai untuk meninggalkan Jokowi. Joko Widodo sudah menjadi bagian dari sejarah, dia tak lagi menjadi bagian masa depan Indonesia.

Sudah waktunya para partai fokus kepada membesarkan diri masing-masing. Jaman now adalah jaman informasi yang tidak bisa lagi disumbat atau dikelabui. Ada peluang suara rakyat yang kecewa yang perlu dijemput oleh semua partai. Kecuali mereka memang ingin melepas semua suara itu kepada Gerindra, PAN, PKS dan PBB (jika lolos sengketa).

Selamat tinggal Jokowi, terima kasih sudah mencoba membangun Indonesia, walau sayangnya anda gagal.

Jokowi akan kalah telak, para partai jangan sampai salah pilih gerbong. Saatnya menjadi lokomotif atas diri sendiri. Saatnya bagi seluruh partai untuk berburu Calon Presiden Baru 2019.

Penulis: Teuku Gandawan

Sumber : PORTAL ISLAM

Fadli Zon: Laporan Pihak Pro Pemerintah Lebih Cepat Ditindaklanjutinya oleh Polisi

Fadli Zon: Laporan Pihak Pro Pemerintah Lebih Cepat Ditindaklanjutinya oleh Polisi


Fadli Zon Foto: Tribunnews.com

10Berita, JAKARTA— Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon menanggapi hal terkait lambatnya respon terhadap laporannya di Bareskrim terkait kasus yang diduga ujaran kebencian yang dilakukan oleh Ananda Sukarlan.

Menurut Fadli, laporan yang dibuat oleh pihak pro-pemerintah lebih cepat ditindaklanjuti oleh kepolisian.

“Sejauh ini kesan kita begitu ya, memang tidak ditindaklanjuti,” kata Fadli

Fadli menilai, respons berbeda terjadi dengan yang melakukan kritik pada pemerintah. Menurut Fadli, pihak yang mengkritik pemerintah lebih cepat ditangkap.

Sementara ketika pihak oposisi pemerintah melakukan pelaporan pada polisi, tindak lanjutnya tidak dilakukan segera.

Fadli mengaku sudah menyampaikan langsung pada Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian untuk menindaklanjuti laporan, termasuk laporan yang ia buat terhadap Ananda Sukarlan.

“Tadi saya minta sama Kapolri langsung agar ini mohon ditindaklanjut sesuai dengan proses hukum, dan beliau mengatakan sudah menegaskan dengan Kabareskrim,” kata Fadli.

ini pun berharap agar polisi jangan sampai dipakai atas orderan penguasa. Ia menginginkan polisi agar benar-benar menjadi alat negara yang profesional.

“Saya masih yakin banyak polisi yang baik yang memang mereka bertindak profesional,” pungkasnya. []

SUMBER: VIVA.CO.ID

Disambut Gemuruh Takbir! Yusril Sampaikan Keputusan Bawaslu Akan Memenangkan PBB

Disambut Gemuruh Takbir! Yusril Sampaikan Keputusan Bawaslu Akan Memenangkan PBB


10Berita,  Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menyampaikan bahwa keputusan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) akan memenangkan gugatan PBB sehingga lolos bisa ikut Pemilu 2019.

"Keputusan yang akan dibacakan oleh Bawaslu nanti hari Minggu jam 4 sore, keputusan itu insya Allah akan memenangkan PBB," kata Yusril dihadapan massa Umat Islam dan FPI yang melakukan aksi di depan Bawaslu, Sabtu (3/3/2018).

Pernyataan Yusril ini disambut gemuruh teriakan takbir massa peserta aksi yang dikoordinir FPI.

FPI menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Bawaslu sebagai solidaritas umat Islam terhadap Partai Bulan Bintang pimpinan Yusril Ihza Mahendra.

Sebagaimana diketahui, KPU tidak meloloskan PBB di Pemilu 2019 karena dinyatakan tidak lolos verifikasi faktual. Keputusan KPU ini kemudian digugat PBB ke Bawaslu yang akan membacakan keputusan akhir pada hari ini, Minggu (4/3) jam 4 sore nanti.

Berikut video pernyataan Yusril Ihza Mahendra.

[video]

Sumber :Portal Islam 

Duh, Kebiasaan Mencuci Botol Anak Seperti Ini Justru Bisa Menyebabkan Kanker Pada Anak

Duh, Kebiasaan Mencuci Botol Anak Seperti Ini Justru Bisa Menyebabkan Kanker Pada Anak


10Berita, Pemberian botol susu pada anak memang masih kerap menjadi perdebatan di kalangan para moms.

Ada beberapa Moms yang sama sekali enggan mengenalkan anak pada botol susu, tetapi ada pula beberapa yang masih mau mengenalkan anak pada botol susu.

Tentunya dengan berbagai pertimbangan. Nah, terlepas dari hal itu, ada satu hal yang patut Moms ketahui. Jika Moms merupakan tipe ibu yang masih mau mengenalkan anak pada botol susu, sebaiknya berhati-hati ketika mencucinya.

Sebab kesalahan dalam mencuci botol susu dapat membuat risiko berbahaya bagi kesehatan anak, salah satunya yakni risiko terkena penyakit kanker.

Hal ini disebabkan karena dalam wadah plastik tersembunyi sebuah zat berbahaya bernama Bisphenol-A (Bp-A).

Bp-A biasanya digunakan untuk membuat plastik polikarbonat, suatu bahan plastik bening dan kuat yang biasa digunakan untuk botol susu bayi.

Bahkan, hampir 95% botol bayi yang beredar dipasaran mengandung zat ini. Tak terkecuali botol susu dengan merek terkenal sekalipun.

Plastik polikarbonat biasanya ditandai dengan angka 7 di dalam segitiga daur ulang yang ada di bawah botol atau PC di dekat segitiga daur ulang.

Nah, dikutip dari serial buku Nakita berjudul A to Z Perawatan & Pengasuhan Anak, Bp-A dapat menyebabkan sejumlah penyakit serius seperti kanker prostat, kanker payudara, pubertas lebih awal, obesitas, diabetes, hingga perubahan dalam sistem imun.

Namun tenang saja Moms, bahaya tidaknya Bp-A tergantung dari seberapa besar konsentrasinya yang ‘terkirim’ pada tubuh anak.

Ada beberapa cara yang dapat Moms lakukan saat mencuci botol susu anak agar meminimalisir pelepasan Bp-A.

Pertama, hindari mengisi air panas langsung ke dalam botol atau wadah polikarbonat. Kedua, saat mencuci botol sebaiknya Moms menggunakan cairan sabun khusus untuk itu.

Jangan gunakan sembarang sabun karena cairan sabun yang keras akan memicu lepasnya Bp-A. Ketiga, cuci botol dengan air sabun hangat menggunakan spons.

Keempat, ketika menggunakan sikat dalam mencuci sebaiknya Moms menggunakan sikat yang halus agar gesekan yang terjadi dengan botol tidak menyebabkan lepasnya Bp-A.

Nah, selain beberapa cara tersebut ada pula beberapa hal yang perlu Moms ketahui.

Semakin sering botol susu disterilkan dengan air mendidih atau di microwave akan menyebabkan lepasnya Bp-A dari botol sebanyak 3-10 mikrogram/L.

Konsentrasi Bp-A yang lepas dari botol besarnya akan tergantung dari lama tidaknya Moms mensterilkan botol.

Jika Moms semakin lama mensterilkan botol maka semakin banyak Bp-A yang terlepas. Mndidihkan air di dalam botol akan melepaskan Bp-A lebih dari 100 mikrogram/L.

Mencuci botol bayi menggunakan mesin pencuci piring atau dishwasher akan melepaskan Bp-A sebanyak kurang lebih 10 mikrogram/L.

Menyiapkan susu bayi dengan cara menuangkan air mendidih ke dalam botol menyumbangkan pelepasan Bp-A tak lebih dari 0,5 mikrogram/L.

Sumber: nakita.grid.id

Asing dan Aseng Hambat Ekonomi Syariah di Indonesia, Kata Syafi’i Antonio

Asing dan Aseng Hambat Ekonomi Syariah di Indonesia, Kata Syafi’i Antonio

10Berita , Jakarta – Pakar Ekonomi Syariah, Dr. Muhammad Syafi’i Antonio menjelaskan bahwa ada beberapa faktor yang menghambat berkembangnya perekonomian syariah di Indonesia. Di antaranya dominasi asing dan aseng.

“Umat Islam sebagai populasi terbesar di Indonesia, tetapi tidak sanggup menguasai aset negara,” ungkapnya dalam rilis yang diterima Kiblat.net, Sabtu (03/03/2018).

“Baik bank, industri, dan pasar kita ini kecil dan tidak memiliki peran,” imbuhnya.

Syafi’i mengisi Simposium Internasional Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Kawasan Timur-Tengah dan Afrika 2018 di Auditorium Allama Iqbal, Islamabad, Jum’at (02/03/2018). Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan bahwa aseng turut ikut campur dalam urusan politik nasional.

“Bahkan mengontrol lobi politik dengan kekuatan ekonomi yang dimiliki,” lanjut dia.

Presiden, kepala daerah, dan anggota parlemen dipilih secara langsung oleh masyarakat melalui proses demokrasi. Tapi kampanye yang dilakukan oleh kandidat kepala daerah membutuhkan dana yang tidak sedikit.

“Yang menjadi pertanyaan, siapa yang mampu menanggung biaya tersebut jika bukan para pengusaha-pengusaha aseng dengan kekuatan modal yang begitu besar?” sambungnya.

Syafi’i menilai umat Islam kurang dalam mengusai media. Menurutnya siapa yang mengontrol pasar, dia akan mengontrol media. Siapa yang mengontrol media, dia akan mampu menggiring opini publik. Siapa yang bisa menggiring opini publik, dia akan mengontrol politik dan proses demokrasi.

“Artinya, siapa yang ingin memenangi perpolitikan, maka dia harus menguasai pasar dan media,” ungkapnya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: M. Rudy

Sumber : Kiblat.

Ketum PSI Kena Skak Warganet! Kalau Istana Rumah Rakyat, Kenapa Petani Tidak Diterima? Kenapa Aksi 411 Tidak Diterima?

Ketum PSI Kena Skak Warganet! Kalau Istana Rumah Rakyat, Kenapa Petani Tidak Diterima? Kenapa Aksi 411 Tidak Diterima?


10Berita, Pertemuan pengurus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Istana Negara membahas pemenangan Pilpres 2019 menjadi sorotan publik.

Jokowi dinilai menyalahgunakan fasilitas negara (abuse of power) untuk kepentingan politik pribadinya.

"Presiden Jokowi melakukan abuse of power dengan memanfaatkan Istana untuk kepentingan politik," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono dalam sebuah diskusi di kawasan Cikini, Jakarta (Sabtu 3/3/2018).

Warganet juga mengkritik keras.

Namun, Ketua Umum PSI Grace Natalie membela diri bahwa Istana itu rumah rakyat (siapa saja bisa bertemu dan diterima Presiden di Istana).

"Heran lebay banget yang pada ributin audiensi PSI ke istana. Istana itu rumah rakyat. Sampai ada yang ngirimin pasukan untuk demo minta PSI dibubarkan. Segitu takutnya ya sama anak-anak muda? Belum lagi yang buat aneka hoax. ndeso ah!" kata Grace Natalie di akun twitternya.

Kicauan Ketum PSI ini langsung kena sekak dari warganet.

"Grace Natalie, tolong dong tanya pak Jokowi, kalau memang Istana Rumah Rakyat kenapa petani kendeng ga diterima diskusi? Kenapa demo 411 dan 212 tidak diterima? Apa mereka bukan rakyat? 

Atau rakyatnya harus wangi seperti Grace dan rombongan? 
Serius nanya nih..!! @psi_id," balas FERDINAND HUTAHAEAN.

Langsung mingkem!!

heran lebay banget yg pada ributin audiensi PSI ke istana. istana itu rumah rakyat. sampai ada yg ngirimin pasukan utk demo minta psi dibubarkan. segitu takutnya ya sama anak2 muda ? belum lg yg buat aneka hoax. ndeso ah!

— grace natalie (@grace_nat) 3 Maret 2018

Grace Natalie, tolong dong tanya pak Jokowi, kalau mmg Istana Rumah Rakyat kenapa petani kendeng ga diterima diskusi? Kenapa demo 411 dan 212 tdk diterima? Apa mrk bkn rakyat?

Atau rakyatnya harus wangi sprt Grace dan rombongan?

Serius nanya nih..!! @psi_id

— FERDINAND HUTAHAEAN (@LawanPoLitikJKW) 3 Maret 2018


Sumber :Portal Islam 

Polisi Amankan Lelaki Yang Intai Rumah Ust. Alfian, Ngaku Dibayar Rp.500.000,-

Polisi Amankan Lelaki Yang Intai Rumah Ust. Alfian, Ngaku Dibayar Rp.500.000,-


10Berita  -Warga mengamankan pria bernama Ahmad Ekoni (41) karena curiga terhadap gerak-geriknya saat berada di depan Pondok Pesantren Al Husainiyah, Ciracas, Jakarta Timur. Warga langsung menginterogasi Ahmad dan membawanya ke Koramil 03 Pasar Rebo. Setelah itu Ahmad diserahkan ke Polsek Ciracas.

“Diamankan satu orang yang mencurigakan saat ditanya, dia mengaku sedang menunggu angkot tapi sudah berapa angkot yang lewat pelaku ini tidak pergi dan pandangan mengarah rumah/Ponpes Al Husnainiyah milik Ustaz Alfian Ahmad,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Sapta Maulana, saat dihubungi detikcom, Sabtu (3/3/2018).

Ahmad mendatangi Ponpes Al Husainiyah di Jalan Tanah Merdeka RT 05/04, Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur pada hari Kamis (28/2) sekitar pukul 23.00 WIB.

Setelah diinterogasi, pelaku mengaku mengintai rumah Ustaz Alfian atas suruhan seseorang bernama Waslim yang tinggal di Semper, Jakarta Utara. Ahmad mengaku kepada polisi akan diberikan imbalan uang tunai jika mau mengintai rumah Ustaz Alfian.

“Pelaku ditawari pekerjaan untuk membaca situasi mengintai rumah atau Yayasan Al Husainiyah milik Ustaz Alfian Achmad. Apabila sudah selesai akan diberikan uang sebagai imbalan Rp 500 ribu,” ungkap Sapta.

Polisi pun mencoba mencari keberadaan Waslim ke tempat yang diinformasikan oleh Ahmad. Polisi masih melakukan pemeriksan terhadap Waslim di Mapolres Jakarta Timur.

“Sudah kita periksa tapi belum ada alat bukti lain yang mendukung keterangan pelaku,” kata Sapta.

Dari tangan Ahmad polisi menyita satu tas ransel berisi sarung dan pakaian. Polisi juga belum bisa menduga apakah Ahmad menderita gangguan jiwa atau tidak.

“Sekarang sedang diobservasi di RS Polri untuk mengetahui kejiwaannya,” tuturnya.(kl/dt)

Sumber : detik.com

Mengerikan, Seperti Inilah Kematian Tragis Mustafa Kemal Ataturk Tokoh Sekuler Turki

Mengerikan, Seperti Inilah Kematian Tragis Mustafa Kemal Ataturk Tokoh Sekuler Turki


10Berita, Mustafa Kamal Ataturk dikenal sebagai tokoh sekuler Turki yang telah menghancurkan syiar Islam di Turki dengan sangat begitu kejam.

Menurut sejarah dalam buku-buku biografinya, yang ditulis  oleh para pendukungnya, kematian Kamal dikarenakan akibat over dosis  minuman keras. Ditambah lagi dengan berbagai penyakit  seperti penyakit kelamin, malaria , sakit ginjal dan lever.

Kamal meninggal dunia pada 10 November 1938 , Kulit di tubuh badannya rusak dengan cepat dan díganggu pula oleh penyakit gatal-gatal.

Doktor-doktor sudah memberi bermacam-macam salep untuk diusap pada kakinya yang sudah banyak luka-luka karena tergaruk oleh kukunya.

Di akhir-akhir hayatnya yaitu ketika menderita sakratulmaut, Kamal takut sekali berada di istananya dan tubuhnya merasa panas maka ia ingin dibawa ke tengah laut dengan kapalnya.

Ketika penyakitnya bertambah parah, Kamal tidak dapat menahan diri daripada menjerit. Jeritan itu semakin kuat (hingga kedengaran di sekeliling istana), Beliau berteriak kesakitan dalam sakratulmautnya dengan penuh azab di tengah-tengah laut

Pada 29 September 1938 Kamal Ataturk mengalami koma selama 48 jam. Pada 9 November, Kamal mengalami koma kali kedua. Dan sewaktu itulah air dalam perutnya disedot keluar. Kemudiannya tidak sadarkan diri selama 36 jam dan akhirnya  meninggal dunia.

Cara kematiannya begitu menghinakan sekali. Begitu pula setelah kematiannya. Mayatnya tidak dimandikan, tidak dikafankan, tidak disholatkan dan tidak dikebumikan dengan segera seperti ajaran Islam.

Tetapi sebaliknya, mayatnya diawetkan dan diletakkan di ruang takhta di Istana Dolmabahce selama 9 hari 9 malam.

Setelah 9 hari, barulah mayatnya disholatkan, itupun setelah didesak oleh seorang adik perempuannya. Kemudian mayatnya dipindahkan ke Ankara dan dipertontonkan di hadapan Grand National Assembly Building.

Pada 21 November, dipindahkan pula ke sebuah tempat sementara di Museum Etnografi di Ankara yang berdekatan  gedung parlemen

15 tahun kemudian yaitu pada tahun 1953, barulah mayatnya diletakkan di sebuah bukit di Ankara. Mayat Ataturk tidak pernah dikebumikan.  Tiada tanah yang layak untuk menjadi kuburnya.

Sumber: islamedia.id

Mengapa Jokowi 'Wajib' Dikalahkan?

Mengapa Jokowi 'Wajib' Dikalahkan?


Mengapa Pak Jokowi Wajib Dikalahkan?

Oleh: Ustadz Nandang Burhanudin*

(1) Ingat Ahok? Apa rasanya Jakarta setelah Ahok dikalahkan? Tenteram. Gak ada arogansi minoritas. Tak ada pula kegaduhan kolegial.

(2) Imajinasikan Indonesia, dengan mengalahkan Pak Jokowi di Pilpres 2019. Ini alam demokrasi. Mari naikkan imajinasi kita. Mumpung berimajinasi belum kena pasal polisi.

(3) Biarkan para politisi busuk bermain dengan dalih-dalih, seakan Pak Jokowi tidak bisa dikalahkan. Kita Rakyat bersatu yang tak bisa dikalahkan.

(4) Apa alasannya? Fakta! Rupiah merosot. Pajak digenjot. Subsidi diporot. Utang LN makin bikin melotot dan tubuh berkelojot. Rakyat kritis disorot. Koruptor bebas berlindung mirip codot.

(5) Siapa yang bisa melawan Pak Jokowi and team? Perpaduan Kekuatan umat dan TNI. Dorong mereka bersatu. Pinggirkan tokoh umat yang jadi-jadian.

(6) Segera adakan kongres Umat Islam jilid 4. Undang MUI-GNPF-FPI-Muhammadiyah-Gontor-NU Garis Lurus-PUI-PERSIS-dan semua Ormas Islam yang peduli dengan Islam.

(7) Angkat 3 isu sentral yang tak terbantahkan: 1). ISU Hutang LN; 2). Isu Keumatan dan persekusi Ulama; 3) Isu penguasaan Aseng-Asing (China-AS) atas hegemoni SDA dan kapital.

(8) Hadirkan tokoh-tokoh ahli strategis. Mulai dari Jenderal Gatot, AaGym, Prof. DIN, KH. Makruf Amin, UBN, UAS, Anis Matta, Anies Baswedan,Prof. Yusril, Amin Rais, dan kalangan generasi muda.

(9) Pak Jokowi & team bisa dikalahkan dengan ILMU, POWER, dan Jiwa Amanah. Plus tentunya aksi demonstratif besar-besaran, tapi tetap santun tanpa anarkis.

(10) Ilmu untuk membuka kekacauan sistem ekonomi dan korupsi. Power untuk loe jual gue beli, jika ada cebong yang berseragam. Amanah siap mengganti operasionalisasi NKRI dengan profesional.

(11) Lalu bagi-bagi tugas. Laskar FPI dan KOKAM teruji menjadi TIM AMNI, jangan yang abal-abal dan sudah terbeli intel. Berjaga di semua pos hingga TPS.

(12) Saksi kerahkan kader PKS dan santri DT-AzZikro yang teruji solid dan kenyal, tahan banting. Tim konsumsi cocok dipegang alumni 212 dan UYM.

(13) Advokasi jelas Prof. Yusril jagonya. Komandan tempur Jenderal Gatot, HRS dan Pak Prabowo. Materi mimbar diisi UBN dan Anis Matta. Apa kira-kira imajinasi anda bila Pak Jokowi pensiun?

(14) Yakinlah sakinah mawaddah warohmah. Umat kembali bergairah dalam dakwah amar makruf nahyi munkar. Umat yang lain terlindungi. Para pengusaha China, Korsel, Jepang akan tenang.

(14) Mari bung rebut kembali! Kalau tidak sekarang kapan lagi? Kalau tidak oleh kita, siapa lagi?

___
*Sumber: fb Ustadz Nandang Burhanudin
Link: https://www.facebook.com/nandang.burhanudin.3/posts/2006622636019205, PI