OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 07 Maret 2018

Budaya Berpura-pura

Budaya Berpura-pura


Jika tak ada keberanian berkata benar maka sejatinya ia hidup tanpa mahkota.

10Berita ,  Oleh: Abdul Muid Badrun

Berkata benar ketika tidak ada tekanan tentu mudah saja. Namun, bagaimana sulitnya berkata benar ketika di bawah tekanan kekuasaan dan atasan? Nabi berpesan, "Katakan yang benar walau pahit rasanya." (HR Ahmad). Itu punya makna bahwa kebenaran itu harus ditegakkan, bagi dan oleh siapa saja! Kebenaran milik semua orang. Sekali lagi, milik semua orang dan bukan milik mereka yang berkelas, atasan, dan berkuasa saja.

Jika kebenaran di bawah kuasa seseorang, lalu yang benar menjadi salah dan yang salah menjadi benar, itu munafik namanya. Orang munafik ancamannya jelas, yaitu keraknya neraka (QS an-Nisa': 145). Maka, berkata benar itu perlu dilatih sejak kecil. Dibiasakan dan dipraktikkan dalam ruang keluarga dan ruang kantor di mana kita bekerja, tidak hanya dinasihatkan atau diceramahkan saja tapi minus praktik di lapangan. Jika hal ini tidak dibiasakan maka saya yakin tidak semua orang berani berkata benar.

Apalagi jika kebenaran itu menyangkut nasib seseorang baik menyangkut ekonomi, pekerjaan, kedudukan, jabatan, dan kekuasaan, sudah pasti orang akan lebih memilih bersikap aman dengan berkata sebaliknya alias membelakangi kebenaran. Inilah yang saat ini sedang kita saksikan marak bermunculan di mana-mana termasuk di media sosial (medsos), terutama jelang pilkadal (pemilihan kepala daerah langsung). Atas nama kebohongan dengan dibungkus kepura-puraan, orang dengan mudahnya merayu dan membujuk agar mengikuti apa yang dijanjikan. Padahal, sejatinya itu hanya "rayuan gombal tanpa nalar". Di sinilah integritas dan keberanian seseorang diuji.

Untuk apa pengetahuan tinggi, pendidikan tinggi, dan punya pengalaman banyak, tetapi tak mampu dan tak berani berkata benar? Untuk apa? Keberanian bagi orang pandai dan berpengalaman adalah mahkota. Jika tak ada keberanian berkata benar maka sejatinya ia hidup tanpa mahkota. Ia berkuasa tanpa kekuasaan, ia memimpin tanpa kepemimpinan, ia memerintah tanpa pemerintahan, dan ia ada tetapi sejatinya tidak ada.

Efek lanjutannya, kebenaran semakin dibuat absurd alias tidak jelas. Akibatnya, kita akan berada pada kondisi serba kepura-puraan, seperti pura-pura patuh, pura-pura bertindak, pura-pura baik, pura-pura taat, pura-pura melakukan, pura-pura senang, pura-pura mendukung, pura-pura semangat, dan pura-pura lainnya. Jadilah peradaban pura-pura (budaya pura-pura). Hasilnya pun juga penuh kepura-puraan. Kebaikannya pun juga penuh kepura-puraan. Kalau sudah begini, untuk menghentikannya perlu sosok berani berkata benar meski harus melawan atasan dan kekuasaan sekalipun.

Adakah sosok itu? Tentu ada. Hanya, jumlahnya semakin berkurang karena orang akan lebih banyak bermain aman untuk keselamatan hidup dan keluarganya. Karena itulah, melalui kolom ini saya menyeru kepada dunia pendidikan dan keluarga agar mendidik anak dan generasi muda menjadi generasi berani berkata benar dan takut berkata salah. Bagaimanapun, bangsa besar Indonesia harus dipimpin orang-orang yang punya mental berani agar mampu mengantarkan menjadi bangsa yang disegani di dunia. Bukan sebaliknya!

Ingat pesan Nelson Mandela, pejuang pemberani yang sampai saat ini harum namanya karena keberaniannya: "I learned that courage was not the absence of fear, but the triumph over it. The brave man is not he who does not feel afraid, but he who conquers that fear," (Saya belajar bahwa keberanian timbul bukan karena tidak adanya rasa takut, tetapi kemenangan atas (rasa takut) itu. Orang pemberani bukanlah orang yang tidak merasa takut, tetapi dia yang mengalahkan ketakutan).

Sumber : Republika.co.id

Ini Cara IAIN Palangkaraya Tanggapi Mahasiswi Bercadar

Ini Cara IAIN Palangkaraya Tanggapi Mahasiswi Bercadar

Persoalan cadar merupakan masalah keyakinan masing-masing para mahasiswinya.

10Berita ,  JAKARTA -- Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palangkaraya, Ibnu Elmi AS Pelu mengatakan bahwa dalam menanggapi mahasiswinya yang bercadar, IAIN Palangkaraya cenderung menanggapi dengan biasa saja. Hal ini berbeda dengan kebijakan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang baru-baru ini melarang mahasiswinya bercadar.

"Intinya dalam konteks kampus IAIN Palangka Raya masalah cadar relatif ditanggapi biasa. Demikian pula dengan lingkungan sosial yang ada di Kota Palangkaraya terhadap anak IAIN yang bercadar," ujarnya saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (6/3).

Jadi, menurut Ibnu, sebenarnya persoalan cadar merupakan masalah keyakinan masing-masing para mahasiswinya. Karena itu, menurut dia, sepanjang tidak menimbulkan keresahan sosial, maka semua pihak sudah seharusnya menghargai. "Jadi intinya cadar persoalan keyakinan, tampilan budaya," ucapnya.

Menanggapi kebijakan UIN Jogja, menurut Ibnu, hal itu merupakan peraturan internal kampus UIN Jogja yang lahir dari kondisi sosial kampus tersebut. Namun, kata Ibnu, jika mahasiwi yang bercadar tersebut membawa misi ideologi tertentu yang bertentangan dengan Pancasila, maka sudah layaknya dilakukan pembinaan.

"Sebagai ASN dan kampus negeri tentunya menegakkan sendi kehidupan bernegara empat pilar. Jika bertentangan terhadap ideologi itu sudah jadi ranah hukum," katanya.

"Logikanya kenapa orang bisa membiarkan bagi orang yang membuka aurat, kenapa yang bercadar tidak bisa dihormati. Jadi yang diwaspadai adalah ideologinya," imbuhnya.

Seperti diketahui, saat ini kampus UIN SUKA Yogyakarta tengah menjadi perbincangan publik, karena akan memecat mahasiswi yang tidak mau melepas cadar mereka saat beraktivitas di kampus. Pihak kampus telah melakukan pendataan jumlah mahasiswi yang mengenakan cadar. Hal itu dilakukan sesuai surat resmi dengan nomor B-1031/Un.02/R/AK.00.3/02/2018.

Pihak kampus juga sudah membentuk tim konseling dan pendampingan kepada mahasiswi bercadar agar mereka mau melepas cadar saat berada di kampus UIN. Mahasiswi bercadar akan mendapatkan pembinaan dari kampus melalui tujuh tahapan berbeda. Jika seluruh tahapan pembinaan telah dilampaui dan mahasiswi yang bersangkutan tidak mau melepas cadar, maka pihak UIN akan memecat mahasiswi tersebut.

Sumber :Republika.co.id 

Elektabilitas Pak Dirman Naik, Jateng Optimis Punya Pemimpin Baru

Elektabilitas Pak Dirman Naik, Jateng Optimis Punya Pemimpin Baru

10Berita, Semarang  -  Calon gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menegaskan, tingkat keterpilihannya (elektabilitas) makin hari trennya makin naik. Sehingga jarak antara dirinya dengan petahana tidak terlalu lebar.

"Elektabilitas kami memang masih di bawah petahana. Tapi trennya terus naik dan jaraknya makin sempit. Kalau trennya seperti ini terus, insya Allah seperti kata  Pak Sandi Uno kemarin, Jateng akan punya pemimpin baru," ucap Pak Dirman dalam acara pengukuhan dan konsolidasi Tim Pemenangan Sudirman Said-Ida Fauziyah Tingkat Kabupaten/Kota se-Jateng di Semarang, Selasa (6/3/2018). 

Lebih lanjut Pak Dirman menyampaikan, tantangan utama tim pemenangan adalah mengenalkan kandidat nomor dua kepada masyarakat luas. Survei membuktikan pengenalan kandidat oleh masyarakat mampu mengubah pilihan masyarakat. 

Karena itu Pak Dirman mengajak tim pemenangan untuk mengelorakan semangat perubahan ke seluruh penjuru Jateng. 

"Kepung atapnya, ketuk pintunya, rebut hati masyarakat Jateng," lanjut dia. 

Pak Dirman menambahkan, survei bukan satu-satunya instrumen pemenangan. Kerja lapangan yang akan jadi penentu.

"Karena iti teruslah bersiap. Kegiatan hari ini salah satu tahap penting untuk bergerak secara siatematis dan terencana. Kita syukuri dan apresiasi semua organ Parpol beserta seluruh elemen pendukungnya bergerak terus. Perlahan tapi pasti, mesin Partai dan tim pemenangan akan semakin solid," jelas dia.

Selain itu ada 33 elemen pendukung non-partai yang terus bergerak. Inisiatif warga juga banyak yang bergerak secara mandiri. Ini merupakan modal yang sangat berharga untuk pemenangan pasangan Pak Dirman-Mba Ida.

Pak Dirman juga berpesan, penting untuk melakukan pemetaan wilayah kerja pemenangan agar kerja-kerja pemenangan tepat sasaran, efektif dan efisien.

Red: Shodiq Ramadhan
 

Sumber : SI Online

Taufik Ismail: PKI Memang Sudah tidak Ada, tapi PKI Bangkit


Taufik Ismail: PKI Memang Sudah tidak Ada, tapi PKI Bangkit

Taufik Ismail

Ideologi PKI ini sudah masuk ke semua lini, termasuk ke partai-partai.

10Berita ,  JAKARTA -- Aktivis dan sastrawan Indonesia, Taufik Ismail menyebut, Partai Komunis Indonesia memang sudah tidak ada lagi di Indonesia hingga saat ini. Namun, PKI sekarang sudah mulai bangkit untuk melanjutkan balas dendam atas kekalahan PKI di waktu dulu.

"Kalau bicara tentang PKI, PKI memang sudah tidak ada. Tetapi PKI bangkit dan namanya sekarang komunis gaya baru," ujar Taufik Ismail dalam diskusi publik yang mengusung tema 'Isu Kebangkitan PKI; Realita atau Propaganda' di Jakarta, Selasa (6/3).

Dalam diskusi tersebut hadir juga sebagai pembicara aktivis politik Kivlan Zein. Taufik pun menggaris bawahi apa yang dipaparkan Kivlan dalam forum didkusi yang dikawal kepolisian dan TNI tersebut. Menurut Taufik, Komunis Gaya Baru (KGB) yang disebut Kivlan merupakan PKI yang bangkit.

"Saya ingin garis bawahi apa yang disampaikan Pak Kivlan Zein yaitu tentang masalah melanjutkan dendam dari KGB, Komunis Gaya Baru. KGB itu adalah PKI yang bangkit," ucapnya.

Sementara itu, Kivlan Zein sendiri mengungkapkan bahwa kebangkitan PKI merupakan sebuah fakta, bukan lagi sebuah propaganda. Bahkan, kata dia, ideologi PKI ini sudah masuk ke semua lini, termasuk ke partai-partai. "Benar sekarang mereka mencoba untuk masuk dalam semua lini, di dalam partai-partai, paling banyak di dalam PDIP. Data-datanya ada sama saya kok, bukan bohong," kata Kivlan saat menjadi pembicara dalam diskusi tersebut.

Menurut dia, pada tahun 2015 lalu, PDIP bahkan mengirimkan kader-kadernya ke Partai Komunis Cina untuk belajar ilmu politik dan pengkaderan. Karena itu, Kivlan berharap agar PDIP menarik beberapa orang yang diduga memiliki ideologi komunis.

"Sebaiknya PDIP itu menarik lah, orang-orang seperti Eva Kusuma Sundari, Rieke Dyah Pitaloka, Budima Sudjatmiko. Dia membuat buku itu, janganlah dimasukan jadi pimpinan lagi. Kan ucapan-ucapan seperti itu yang mengonotasikan orang PDIP dekat dengan komunisme. Jadi kita harapkan sebagai partai kekuatan nasionalis Pancasila," ungkap Kivlan.

Tidak hanya PDPI, tambahnya, partai lainnya seperti Nasdem dan Golkar juga mengirimkan kadernya ke Cina untuk dikader komunis. "Yang mengirimkan pengkaderan ke Cina kan ada Golkar, Nasdem, juga mengirimkan pengkaderan ke sana. Jadi jelas bukan hanya PDIP, tapi Golkar dan Nasdem yang memberikan kadernya ke Cina," jelasnya.

Sumber : Republika.co.id

Salurkan Donasi Rp 6 Miliar, KNRP Kirim Tim Kemanusiaan untuk Pengungsi Palestina

Salurkan Donasi Rp 6 Miliar, KNRP Kirim Tim Kemanusiaan untuk Pengungsi Palestina

10BeritaJAKARTA  — Bersama  sejumlah lembaga kemanusiaan di tanah air, Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) memberangkatkan Tim Gabungan yang membawa Misi Kemanusiaan ke pengungsi Palestina di Mersin, dan Antakya serta Reyhanli, Hatay, Turki Selatan.

“Alhamdulillah, Allah beri kesempatan bagi KNRP untuk menyalurkan bantuan Musim Dingin di tahun ini. Pengungsi Palestina di Turki Selatan rata-rata pengungsi yang mengungsi dari Palestina sejak tahun 1948, kemudian mengungsi ke Suriah dan mengungsi lagi ke Turki Selatan setelah konflik besar di Suriah,” kata Suripto di Jakarta pada Senin malam Selasa (5/3/2018).

Didampingi Sekretaris Jendral KNRP Suhartono, Suripto mengungkapkan tim yang terdiri dari perwakilan Yogyakarta, Riau dan Sulawesi Tenggara telah diberangkatkan.

“Sesampainya di sana paket bantuan musim dingin berupa sembako dan sedekah untuk pengungsi langsung kami salurkan,” ungkap Suhartono.

Dalam keterangan tertulisnya Suhartono juga menjelaskan, pengungsi Palestina di Turki Selatan rata-rata telah mengungsi di negara tersebut sejak 1948. Mereka kemudian mengungsi ke Suriah dan mengungsi lagi ke Turki Selatan setelah konflik besar di Suriah.

Rangkaian bantuan program Musim Dingin 2018 ditutup dengan pemberian Briket untuk menghangatkan pengungsi Palestina di Izmir, Turki di musim dingin.

Bantuan program Musim Dingin 2018 turut didukung oleh Lembaga Rumah Zakat, LAZ AN NUR-PT Indonesia Power, Grup Astra, Lembaga Amil Zakat Al-Ihsan Jawa Tengah, YBM PLN, BAIK, SDIT Ibnu Abbas Kebumen, LDK Al-Birru STEI SEBI, FSLDK, Nuansa Islam Mahasiswa (Salam) UI, DKM Al Manaar Asy Syamiil, LAZ An-Nur, Al Haqqul Mubin, Jamaah Masjid Unit Kantor Direktorat Jenderal Pajak se-Indonesia, dan Jamaah Masjid Ardhussalam BMKG.

KNRP kali ini pun menyalurkan ke wilayah Tepi Barat, tepatnya di Al Khalil atau Hebron, Palestina.

Bantuan juga terdistribusi ke Jalur Gaza, Kota Al-Quds, pengungsi Palestina di Lebanon dan Ghouta Timur, Suriah.

Selain itu, KNRP juga bekerjasama sengan sejumlah mitra penyaluran dan mengunjungi resmi ke kantor pusat mitra penyaluran yang berada di Istanbul, Turki.

“Total penyaluran pada program musim dingin kali ini sekitar tidak Rp 6 miliar atau sekitar USD 440ribu. Itu semua sumbangan dari para donatur KNRP di seluruh wilayah Indonesia,” pungkas Suripto.(fm)

Sumber :UmmatPos.com 

Pesan untuk 'Mbak-mbak Milea' dan 'Mas-mas Dilan' Era Now

Pesan untuk 'Mbak-mbak Milea' dan 'Mas-mas Dilan' Era Now



Oleh: Ummu Hafidz

10Berita, Mbak-mbak dan mas-mas tentu sudah tak asing lagi dengan dua nama mendadak populer. Ya, Siapa sih sob yang ga tahu Dilan and Milea?? Film genre remaja yang dirilis 25 Januari lalu, booming gemparkan dunia remaja. Dan sampai saat ini masih jadi perbincangan menarik dikalangan remaja.

Mas-mas, mbak-mbak yang dah kadung mengidolakan apalagi terinspirasi, ayo dech berpikir lagi lebih dalam. Sisi- sisi manisnya percintaan mereka, hanyalah gombal belaka. Semuanya hanyalah satu peran yang harus dimainkan, ada peran wajar dan peran berpura-pura.

Sebagai generasi era now tentu ga boleh gitu aja pasrah kebawa arus buruk yang ada. Sob, kudu lebih cerdas jangan mau digombalin dengan sesuatu yang malah bikin terjerumus dalam kemaksiatan.

Nah, disini pentingnya Qt mengkaji ulang dan berfikir kritis, apakah kemunculan film tersebut punya maksud tertentu? Kalau Qt pikir-pikir lagi siapa sih yg diuntungkan dengan produksi film-film genre remaja berbalut cinta? Kaum muslimkah? Alih-alih mereka yang diuntungkan, justru remaja muslimlah yang jadi sasaran komoditi. Yes, you are right, kapitalislah pihak yang diuntungkan.

Sekuler, permisif, alay itulah yang mewarnai remaja ala kapitalis. Remaja dijadikan objek propaganda sekaligus objek pasar. Lho kan miris jadinya. Apa mas-mas dan mbak-mbak mau jadi objek pasar?? Tentu tidak kan.

So, stop jadi generasi pembebek.. jadilah generasi kritis. Ayo sob, tanamkan dalam diri untuk senantiasa berpikir dulu baru beramal, lebih sip lagi jika sadar akan tujuan hidup. Pasti deh mas-mas and mbak-mbak ga bakalan mudah dikibulin dan terbawa arus.

Ingat, nasihat-nasihat Allah yang serupa: 

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (TQS. Al-An'am: 32)

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui." (TQS. Al-Ankabut: 64)

"Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman serta bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu." (TQS. Muhammad: 36).

Serius sob! Allah telah menegaskan dalam Al-Quran bahwa kehidupan di dunia tidak lebih hanya main-main dan senda gurau belaka, ya semua hanya kesenangan yang semu. Masihkah kita tertipu dan terperdaya?

Btw, jadilah generasi sholi-sholihah nan kritis, berdaya, inovatif, dan kreatif. Semua itu bisa terwujud jika Qt selalu menyibukkan diri dengan hal-hal positif. Ikuti kajian-kajian membangun iman, memantapkan langkah agar tidak terjerat fananya dunia yang hanya sementara ini. Wallahu'alam bi shawab. [syahid/]

Sumber :voa-islam.com

10 Destinasi Populer Dunia yang Harus Kamu Kunjungi Sebelum Situs Itu Lenyap dari Muka Bumi!

10 Destinasi Populer Dunia yang Harus Kamu Kunjungi Sebelum Situs Itu Lenyap dari Muka Bumi!

Destinasi Wisata Lenyap

10Berita, Mungkin kamu sedikit mengernyitkan dahi ketika membaca judul artikel ini. Mana mungkin destinasi populer bisa lenyap dari bumi? Eits, jangan terlalu buru-buru menyimpulkan. Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan situs wisata ini rusak bahkan lenyap. Dan proses kerusakan itu sedang terjadi saat ini. Itulah kenapa kamu harus segera mengunjunginya sebelum benar-benar rusak atau malah lenyap dari muka bumi.

Masih nggak percaya? Nih simak saja ulasan Hipwee Travel yang dirangkum dari Insider Travel. Ada 10 destinasi populer yang terancam hilang dari muka bumi.

Kota Tua Jerusalem yang jadi tempat bermukim umat Islam, Yahudi dan Kristiani terancam bahaya. Selain karena konflik tak berkesudahan antara Israel yang terus menginvasi Palestina, perencanaan perkotaan pun tidak terlalu bisa melindunginya. Masjid Al Aqsha pun terancam lenyap jika konflik ini terus berlanjut!

kota tua jerusalem via www.thisisinsider.com

Mungkin kamu sudah memahami isu global warming yang tiap harinya mencairkan es di permukaan bumi. Jika es  terus menerus mencair, maka tak lama lagi Maldives akan ikut tenggelam. Wajar saja, Maldives terdiri dari pulau-pulau kecil yang ketinggiannya amat rendah. Mumpung belum tenggelam, segeralah berkunjung ke sana!

maldives tenggelam 🙁 via www.thisisinsider.com

Situs hutan hujan tropis Sumatera sebagai habitat dari orangutan Sumatera, 10.000 spesies tumbuhan, 580 spesies burung hingga lebih dari 200 spesies mamalia. Kini, dengan deforestasi hutan yang cepat karena pembakaran lahan dan konversi ke lahan sawit, maka bisa dipastikan usia hutan hujan tropis ini tak akan lama lagi. Duh sedihnya…

hutan hujan tropis via www.thisisinsider.com

Venice, kota tujuan wisata dunia ini terancam bakal tenggelam akibat kenaikan air laut. Makanya, segera agendakan ke Venice sebelum kota bersejarah ini tinggal nama!

venice via www.yervantphotography.com

Pernah melihat gletser sebelumnya? Jika belum, segeralah bergegas mengunjungi Glacier National Park di Montana, karena diprediksi 15 tahun lagi gletser tersebut akan menghilang sepenuhnya!

glacier national park via www.thisisinsider.com

Kota tua Chan Chan, diyakini sebagai ibukota kerajaan Chimu di Peru sebelum suku Inca mengambil alihnya kemudian. Kota yang tertata rapi dengan sembilan benteng ini kurang terpelihara dengan baik. Cuaca ekstrem dan alih fungsi lahan ke pertanian bakal membuat situs ini menuju kehancuran…

kota chan chan di peru via www.thisisinsider.com

Laut Mati, yang berbatasan dengan Yordania dan Israel telah hilang sepertiga debitnya dalam 40 tahun terakhir. Jika eksploitasi air di Laut Mati terus berlangsung maka 50 tahun lagi Laut Mati akan benar-benar mati dan tinggal sejarah

laut mati via www.thisisinsider.com

Kepulauan Seychelles, destinasi idaman berbulan madu tak jauh dari Madagascar ini terancam lenyap karena erosi pantai. Diprediksi 50-100 tahun ke depan, ‘surga’ ini bisa benar-benar hilang

seychelles via www.thisisinsider.com

Kabar buruk buat para pendaki dan penggemar olahraga musim dingin. Pegunungan Alpen setiap tahunnya kehilangan 3 % es glasial, sehingga diprediksi pada tahun 2050 sudah tidak ada gletser lagi di Alpen…

gletser di alpen mencair via www.thisisinsider.com

Terumbu karang terbesar di dunia, Great Barrier Reef di Australia mengalami kerusakan parah beberapa tahun terakhir yang disebabkan oleh kenaikan suhu air laut dan pencemaran asam (menyebabkan pemutihan karang). Saat ini, terumbu karang di sana telah berkurang separuhnya dalam 30 tahun terakhir. Diyakini pada tahun 2030 terumbu karang di sana akan benar-benar hilang

great barrier reef via www.thisisinsider.com

Advertisement

Jadi mumpung masih ada, segeralah berkunjung ke sana, Kalau sudah hilang pasti nyesel banget karena belum ke sana. Hehehe.

Sumber : Hipwee

Selasa, 06 Maret 2018

Ketegangan Antar Agama Kian Meruncing, Sri Lanka Umumkan Kondisi Darurat

Ketegangan Antar Agama Kian Meruncing, Sri Lanka Umumkan Kondisi Darurat


Bendera Sri Lanka. Foto: Semesta Fakta

10Berita, SRI LANKA—Ketegangan antara kelompok ekstremis Buddha dan Muslim di Sri Lanka membuat pemerintah mengumumkan negara dalam kondisi darurat pada Selasa (6/3/2018). Menurut laporan, masa darurat ini akan digunakan untuk mengendalikan penyebaran kekerasan lintas agama di negara tersebut.

“Pada sebuah pertemuan kabinet khusus, diputuskan untuk mengumumkan keadaan darurat selama 10 hari guna mencegah penyebaran kerusuhan komunal ke bagian lain negara ini,” kata juru bicara pemerintah Sri Lanka Dayasiri Jayasekara.

Pada masa darurat tersebut, pemerintan Sri Lanka juga akan menindak tegas tindakan provokatif melalui jejaring sosial Facebook.

“Ini juga memutuskan untuk mengambil langkah tegas terhadap orang-orang yang memicu kekerasan melalui Facebook,” ungkap Jayasekara menerangkan.

Selama setahun terakhir, Sri Lanka dilanda Sekelompok Buddhis garis keras di negara tersebut menuding orang-orang Muslim memaksa warga di sana untuk memeluk Islam. Tak hanya itu, Muslim pun dituduh telah merusak situs arkeologi Buddhis.

Baru-baru ini segerombolan orang membakar toko milik seorang Muslim di daerah Kandy. Pemerintah Sri Lanka merespons peristiwa itu dengan mengerahkan pasukan dan polisi elite ke lokasi kejadian.

Hal tersebut dilakukan guna mencegah gesekan dan benrtrokan antara umat Buddha Sinhala dan minoritas Muslim. Terkait hal tersebut, pada Senin (5/3/2018), pemerintah telah menerapkan jam malam di daerah Kandy. []

SUMBER: REUTERS, ROL

Ngawur Diidentikan Gerakan Radikal, malah Cadar Dilindungi UU

Ngawur Diidentikan Gerakan Radikal, malah Cadar Dilindungi UU


10Berita, JAKARTA - Tudingan bahwa muslimah menggunakan cadar terindikasi gerakan radikal dibantah tegas oleh salah satu Wakil Rakyat. Dia menyatakan bahkan penggunaan cadar tidak bertentangan dengan Pancasila ataupun aturan-aturan lainnya.

Sehingga tidak dibenarkan jika penggunaan cadar mesti dijatuhkan hukuman. “Tidak benar cadar identik dengan gerakan radikal yang bertentangan dengan Pancasila, itu tidak melanggar norma dan tidak membahayakan maka tidak boleh dikenakan sanksi atau hukuman apapun,” kata Mardani Ali Sera, Selasa (6/3/2018), di akun Twitter pribadi miliknya.


Cadar adalah salah satu bagian dari ajaran agama Islam. Cadar adalah cara menutup diri dari yang bukan mahromnya. Fungsinya adalah menjaga diri dari hal-hal yang tidak diinginkan. “Jika cadar sebagai ekspresi keyakinan beragama, maka hal itu dilindungi oleh Pancasila dan UUD 1945.”

Sebelumnya, rekan sesama partai Mardani (PKS), Hidayat Nur Wahid juga menyatakan hal sama bahwa cadar tidak bertentangan dengan Pancasila. “Kami tidak bercadar, tapi menutup aurat dengan bercadar/berjilbab adalah bagian dari Aswaja yang ada dalam literatur-literatur di UIN. Itu tak bertentangan dengan Pancasila & UUDNRI 1945,” katanya, di akun Twitter pribadi miliknya, Selasa (6/3/2108).

Apabila ingin mempersoalkan, menurut HNW adalah masuk ideologi yang sudah terlarang seperti komunisme dan turunannya.

“Yang mestinya dilarang adalah ideologi yang bertentangan dengannya seperti komunisme, separatisme dan lain-lain,” katanya lagi, saat mengomentri judul berita: ‘Kemenristek Dikti Anggap Pemakaian Cadar Hak Mahasiswi’. (Robi/)

Sumber : voa-islam.com

NYATA BEDANYA! Jokowi Asyik Undang Elite Parpol, Anies Baswedan Malah Undang Petugas Damkar Makan Siang

NYATA BEDANYA! Jokowi Asyik Undang Elite Parpol, Anies Baswedan Malah Undang Petugas Damkar Makan Siang


10Berita,   Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menjamu enam petugas Unit Pemadam Kebakaran Kecamatan Pasar Minggu,di Balai Kota, Selasa 6 Maret 2018.

Jamuan makan siang bersama itu sekaligus menjadi apresiasi kepada enam petugas Damkar yang berhasil menyelamatkan bocah berusia 4,5 tahun bernama Nuraisah yang terjepit di sela selokan di Jalan Hortikultura, Jakarta Selatan, Senin 5 Maret 2018 malam.

“Saya mengundang mereka untuk menyampaikan apresiasi, dan ini sebagai contoh bagi petugas dan aparat di lapangan untuk dapat bekerja tanggap cepat dan tuntas,” tutur Anies.

Hal ini berbanding terbalik dengan Jokowi yang justru sibuk bertemu dengan elite parpol seperti dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kamis 1 Maret 2018 lalu dan Partai Perindo Senin, 5 Maret lalu.

Sumber :Portal Islam