OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 08 Maret 2018

Usai Berdebat dengan Sekjen PSI, Fadli Zon Labeli Raja Juli sebagai Penyebar Hoax Sesungguhnya

Usai Berdebat dengan Sekjen PSI, Fadli Zon Labeli Raja Juli sebagai Penyebar Hoax Sesungguhnya

10Berita, Terjadi perdebatan antara Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni.

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Youtube Indonesia Lawyers Club tvOne, tersebar video dialog tersebut dengan durasi 13 menit.

Dalam video tersebut membahas sebuah masalah dengan tema “Siapa di balik MCA?.”

 Saat itu, Raja Juli Antoni memberikan tanggapannya soal MCA.

Dalam awal video tersebut, Raja Juli Antoni mulanya membahas soal pemerintahan baik program maupun tata pemerintahan.

Kemudian, ia juga membahas soal kubu oposisi yang menurutnya kurang memiliki strategi yang baik.

Raja Juli Antoni mengatakan jika pihak oposisi kerap memberikan kritikan yang remeh temeh yang lebih bersikap primodial.

Kemudian, Fadli Zon memotong pembicaraan Raja Juli Antoni.

Karena menurut Fadli Zon, Raja Juli Antoni sudah keluar pembahasan dari tema diskusi.

Kemudian, Raja Juli Antoni membahas soal cuitan-cuitan Fadli Zon sebagai contoh.

Menurut Raja Juli Antoni, cuitan Fadli Zon itu tidak mencerminkan sebagai anggota DPR RI yang baik.

Kemudian tampak Raja Juli Antoni menampilkan cuitan-cuitan Fadli Zon.

Melihat itu, Fadli Zon tampak geram.

“Kamu sebagai anggota politik baru, tunjukkan dulu saja kualitasnya, didukung oleh rakyat, jangan sok-sokan.” ucap Fadli Zon.

Kemudian, Karni Ilyas selaku pemandu acara mencoba meluruskan pembahasan.

“Ini diskusinya soal hoaks, jadi bukan mengkritisi oposisi,” ujar Karni Ilyas.

Kemudian, Karni Ilyas meminta Raja Juli Antoni untuk berpendapat tanpa menyerang sosok Fadli Zon secara pribadi.

Karni Ilyas meminta Raja Juli Antoni untuk membahas konsep menghentikan hoaks.

Kemudian, tampak Fadli Zon geram.

Di acara tersebut, Fadli Zon ingin melaporkan Raja Juli Antoni lantaran telah menuduh dirinya sebagai penebar hoaks.

“Saya dengan senang hari mempersilahkan pak Fadli Zon melaporkan saya ke polisi, ” ujar Raja Juli Antoni

Kemudian, Fadli Zon menegaskan dengan memberikan pertanyaan kepada Raja Juli Antoni.

“Saya bukan orang pengecut, kita sama sama liaki-laki, coba katakan di depan saya, apakahj saya ini penebar hoaks atau bukan?” ucapnya.

Kemudian, Raja Juli Antoni menjawab bahwa dirinya siap dilaporkan ke polisi.

“Orang ini pengecut, dia melakukan penyebaran hoaks, dia penyebar fitnah kepada saya,” ujarnya.

Simak video selengkapnya:

Sebelumnya, melalui akun twitter pribadinya, Toni sempat memberi dukungan moral kepada pianis Ananda Sukarlan yang dilaporkan Fadli ke polisi karena diduga menyebar gambar hoax.

“Bro @anandasukarlan akan dilaporkan ke polisi oleh tukang buat hoax tiap hari. Kita support bro @anandasukarlan. Yang setuju RT pls!” tulis Toni, Jumat (2/3/2018).

Fadli Zon lantas membalas kicauan tersebut dan menanyakan ke Toni apakah dirinya yang dimaksud pembuat hoax setiap hari.“Apakah Bro @AntoniRaja sdg menuduh sy tukang buat hoax tiap hari? Sy perlu memastikan twit anda,” tulis Fadli Zon.

(TribunWow.com/Woro Seto)

Berita Ini Sudah Tayang di Tribun Wow dengan Judul Debat dengan Sekjen PSI, Fadli Zon: Orang Ini Penyebar Hoaks Sesungguhnya

Tidak Ada Larangan Cadar dari Menristek Dikt

Tidak Ada Larangan Cadar dari Menristek Dikt


10Berita, JAKARTA - Kemenristek Dikti disebut oleh salah satu pakar hukum tata negara terkait dengan pelarangan cadar di sebuah lembaga pendidikan. Pakar ini menyatakan bahwa Menristek Dikti dalam hal ini (cadar) sebetulnya tidak ada larangan.

"Itu kan masing-masing kreatifitas perguruan tinggi. Saya sudah tanya dengan Menristek: 'Apa betul begitu?' Dia bilang teknisnya diserahkan ke masing-masing perguruan tinggi, bahwa ada pengetatan itu diserahkan ke perguruan tinggi," kata Jimly Asshiddiqie, Rabu (7/3/2018), di Gedung kantor ICMI, Jakarta.


Tapi kalau misalnya, lanjut dia, kita mau mendidik, ya, memang ada juga dialog yang diperlukan. Misalnya ada keperluan bikin foto, lah kalau ditutup bagaimana, tidak kelihatan orangnya.

"Di era sekarang kan bisa saja orang nyaru-nyaru, itu bukan yang bersangkutan karena tertutup," sambungnya.

Tapi, masih menurut Jimly, kalau dalihnya keyakinan beragama, memang sulit juga kita, yakni HAM. Ketika HAM, menurut dia itu diperbolehkan. Dilindungi.

"Hanya yang menjadi masalah kalau dia warga negara biasa, ya bebas. Tapi ketika dia menjadi mahasiswa, status mahasiswanya itu harus mengikuti ketentuan yang ditentukan perguruan tinggi.

Kalau dia bukan mahasiswa, dia warga biasa, ya tidak bisa dilarang. Mau pakai baju dari ujung ke ujung hanya mata saja yang terlihat tidak bisa dilarang. Itu keyakinan orang," tambahnya jelas.

Misalnya semua orang menurut dia bebas bicara. "Tetapi jika orang masuk tentara, dia tidak boleh lagi ngomong politik. Jadi dia tidak bebas lagi ngomong politik karena sudah masuk tentara.

Begitu juga PNS. Dia harus sumpah jabatan, kalau dia tidak mau, tidak bisa. Misalnya dia tidak beragama, HAM, tapi dia masuk menjadi pejabat, ada sumpah jabatan, nah itu dia," katanya lagi.

Sehingga menurut dia, semestinya dipisah antara hak atas dasar manusia dengan kewajiban secara prosedural. "Ini harus dipisah antara HAM sebagai manusia dengan kewajiban prosedural status sebagai mahasiswa. Maka dari itu kita serahkan ke perguruan tinggi masing-masing," tutupnya. (Robi/)

Sumber : voa-islam.com

Kata Siapa membaca Al Quran Bikin Habis Waktu?

Kata Siapa membaca Al Quran Bikin Habis Waktu?


Foto: Aldi/Islampos

10Berita, MEMBACA Al Quran tidak akan mengurangi waktumu. Justru sebaliknya, ia akan menambah waktumu.

Secara hitungan matematika dunia, membaca Al Quran tampak seakan-akan mengurangi waktu. Dari total 24 jam dalam sehari, seolah-olah berkurang sekian detik, sekian menit atau sekian jam jika digunakan untuk membaca Al Quran.

Tapi, tahukah kamu bahwa waktu yang kamu gunakan untuk membaca Al Quran itu sebenarnya tidak hilang begitu saja. Ia akan diganti oleh Allah dengan keberkahan yang berlipat ganda.

Apa itu keberkahan?

Keberkahan artinya pertambahan dan pertumbuhan. Wujudnya bisa bermacam-macam. Misalnya, pekerjaanmu beres, produktivitasmu meningkat, keuntunganmu bertambah, kesehatanmu terjaga dan seterusnya.

Itu adalah wujud keberkahan yang akan diperoleh oleh orang yang membaca Al Quran.

Pernahkah anda mendengar tentang orang yang stress? Atau orang yang sedang kebingungan mencari inspirasi? Atau orang yang kesulitan menyelesaikan pekerjaannya? Atau orang yang waktunya habis sia-sia tanpa produktivitas?

Itu adalah bentuk-bentuk kehilangan umur yang disebabkan tidak berkahnya waktu.

Tahukah kamu bahwa dahulu para ulama bisa menulis karya-karya agung yang jumlahnya melebihi bilangan umur mereka? Padahal saat itu belum ada mesin ketik, apalagi komputer.
Semuanya ditulis manual dengan tangan dan peralatan yang sangat sederhana, ditambah kondisi yang lebih sulit daripada kondisi sekarang.

Mengapa mereka bisa? Jawabnya karena waktu mereka penuh berkah.

Dari mana keberkahan itu? Jawabnya dari membaca Al Quran.

Perhatikan kisah berikut:

Ibrahim bin Abdul Wahid Al Maqdisi berwasiat kepada Al Dhiya Al Maqdisi sebelum yang terakhir pergi menuntut ilmu:

“Perbanyaklah membaca Al Quran. Jangan kamu tinggalkan. Karena kemudahan yang akan kamu peroleh dalam pencarianmu akan berbanding lurus dengan kadar yang kamu baca.”

Al Dhiya mengatakan, “Lalu aku renungi hal itu dan aku praktekkan berkali-kali. Setiap kali aku membaca banyak, semakin mudah aku menghafal hadits dan menulisnya. Jika aku tidak membaca, tidak mudah aku melakukannya.”

Jadi, jelaslah bahwa membaca Al Quran membawa keberkahan sehingga waktu yang kita miliki bisa lebih bermakna dengannya.

Terakhir pesan saya, jangan kamu membaca Al Quran di waktu luangmu, tapi luangkanlah waktumu untuk membaca Al Quran. []

Sumber: inspiradata.com

Mardani Sebut Jokowi hanya Bangun Istana Pasir

Mardani Sebut Jokowi hanya Bangun Istana Pasir

10Berita, Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut Presiden Joko Widodo seperti membangun Istana Pasir selama empat tahun memimpin Indonesia. Hal itu disampaikan Mardani dalam cuitannya di akun twitter @MardaniAliSera.

Seperti apa Istana Pasir yang dimaksud Mardani? Berikut cuitan lengkapnya.

1. Bismillah, menilai kerja 4 tahun Jokowi di negeri ini seperti melihatnya membangun Istana Pasir; mungkin terlihat indah namun sangat rentan roboh, kropos. #IstanaPasirJokowi

2. Contoh, penegakan hukum dlm kasus hoax harus benar dan tdk tebang pilih. Kritik jgn disebut hoax, menagih janji presiden bukan hoax, pembunuhan & penyerangan ulama juga ada. Maka seword jg lambe turah yg dilaporkan @fadlizon juga harus di proses. #IstanaPasirJokowi

3. Tuduhan generalisasi Muslim Cyber sebagai penyebar hoax akan membuat mereka semakin tumbuh besar, krn memang mrk tdk terorganisir dengan konten2 positif membela umat & negara. Krn selama ini mereka justru menangkal hoax yg menyerang agama & ulama. #IstanaPasirJokowi

4. Jika penegakan hukum tebang pilih, maka sejatinya pemerintah sedang membangun keberhasilan hukum semu. Sehingga Narkoba merajalela, korupsi marak, KPK dilemahkan, kasus Novel Baswedan gak selesai2. #IstanaPasirJokowi

5. Bidang Industri kita kalah jauh dari negara2 tetangga. Ada deindustrialisasi juga minimnya penciptaan lapangan kerja. Justru byk lapangan kerja diisi oleh tenaga asing, akibatnya pengangguran bertambah, daya beli turun. #IstanaPasirJokowi

6. Kita dukung pembangunan di Papua, DPR juga menyetujui anggaran besar di sana. Harus ciptakan industri yang menunjang infrastruktur, Jgn membangun jalan tanpa ada industri sekitar, infrastruktur mahal jgn mubazir. #IstanaPasirJokowi

7. Anggaran besar Papua untuk apa oleh pemerintah?. Kenapa sampai terjadi kelaparan sehingga 100an orang meninggal?. Kesejahteraan haruslah merata, industri tepat guna bangun daerah.  #IstanaPasirJokowi

8. Semua orang bisa bangun infrastruktur dgn berhutang, tapi tak semua orang bisa membangun tanpa hutang yaitu dgn cara membangun dan mempermudah industri. Ini byk dilakukan negara2 lain. Industri mendukung infrastruktur agar tdk beratkan APBN & hutang. #IstanaPasirJokowi

9. Presiden mestinya pemimpin yg bertindak di level kebijakan, bukan urusan ecek2 masuk gorong2 atau ngeVlog aja, mari fokus urus negara yg besar ini dgn serius harus berefek ke pertumbuhan ekonomi.#IstanaPasirJokowi

10. Kekayaan negeri saat ini hanya dinikmati segelintir orang/taipan, pemberian sertifikat tanah pun akhirnya berpindah ke pemilik lahan, lagi2 mubazir dan kesenjangan terjadi. #IstanaPasirJokowi

11. Apa yg dilakukan pemerintah dalam mengelola kesehatan masyarakat? tidak fokus sehingga beban negara atas BPJS tinggi yg nyaris membuat BPJS bangkrut. Rugi 10 T. Apa sebabnya ? #IstanaPasirJokowi

12. Kami dukung bangun komunikasi di istana terhadap partai2 & presiden, itu bagus. Tapi tidak seperti 1 parpol yg membahas kampanye, dukung capres/cawapres, strategi pemenangan di Istana. Apa yg dilakukan adalah Pelanggaran (Offside). #IstanaPasirJokowi

13. Lembaga KSP juga harus netral, tidak boleh mendukung/apresiasi ke PDIP, apalagi dgn akun resmi (verified). Salah harus dibilang salah dan harus disampaikan. Ngaku salah Itu bukti profesional. #IstanaPasirJokowi

14. Jika teori lemah dan prakteknya gagal, dengan data2 itu kepemimpinan jadi fraud #IstanaPasirJokowi

15. Seperti target2 Nawacita dalam pertumbuhan ekonomi, dari komitmen 7-8%  namun hanya sangguh di angka 5%. Dan kegagalan2 lain dalam 66 janji yg ada. Data itu bisa jadi indikator berapa % terpenuhi dan sebagian besar tidak terpenuhi, artinya Gagal. #IstanaPasirJokowi

16. Survei dan popularitas boleh tinggi, namun pada saatnya nanti sangat mungkin dan bisa dikalahkan. Banyak buktinya, seperti di DKI. Elektabilitas di atas 75% tapi kalah. Koalisi gemuk tapi tumbang. #IstanaPasirJokowi

Sumber :  Ngelmu.co

Komnas Perempuan: Larangan Cadar Bagian dari Diskriminasi

Komnas Perempuan: Larangan Cadar Bagian dari Diskriminasi

Hak perempuan bercadar untuk menikmati pendidikan di kampus menjadi hilang.

10Berita ,JAKARTA -- Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Yogyakarta berencana untuk mengeluarkan kebijakan yang melarang mahasiswinya mengenakan cadar (penutup muka) dalam aktivitas belajar mengajar di dalam kampus. Bahkan, pihak kampus juga akan memecat mahasiswi tersebut jika tidak bersedia melepas cadar setelah melalui beberapa proses tahapan pembinaan.

Menanggapi ini, Ketua Komnas Perempuan, Azriana, mengatakan Komnas Perempuan melihat pengaturan cara berbusana sebagai bagian dari kontrol atas tubuh. Selama ini, menurutnya, pihaknya memang melihat pengaturan berpakaian lebih banyak ditujukan kepada perempuan.

Dalam hal ini, Azriana mengatakan Komnas Perempuan meletakkan pengaturan busana tersebut di dalam salah satu bentuk kekerasan seksual dan diskriminasi terhadap perempuan. Dikatakan diskriminatif, menurutnya, jika itu mengurangi dan mengabaikan kesempatan perempuan untuk menikmati hak-haknya. 

Misalnya, dalam kasus pelarangan cadar jika memang diterapkan, ia mengatakan hak perempuan bercadar untuk bisa menikmati pendidikan di kampus tersebut menjadi hilang. Karena salah bentuk tindak kekerasan seksual dan diskriminasi itulah, ia mengatakan melarang perempuan menggunakan atau mewajibkan perempuan berbusana tertentu sama-sama tidak bisa dibenarkan.

"Sikap Komnas Perempuan terhadap pemberitaan tentang adanya rencana larangan penggunaan cadar di UIN-Suka, kami menolak segala bentuk pengaturan berbusana terhadap perempuan. Apalagi, jika itu bagian dari politisasi agama atau identitas," kata Azriana, saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (7/3).

Azriana mengatakan, bahwa pihaknya telah melakukan konfirmasi ke pihak kampus. Sejauh ini, pihak kampus memang hanya baru tahap rencana dan belum memberlakukan itu sebagai kebijakan. Namun demikian, upaya yang tengah dilakukan UIN-Suka saat ini adalah penangkalan radikalisasi di kalangan kampus. Dikatakannya, pihak kampus masih melakukan tahap dialog.

Dalam hal ini, ia mengatakan bahwa Komnas Perempuan memandang inisiatif UIN-Suka untuk melakukan penangkalan radikalisasi ke kampus adalah hal yang perlu diapresiasi. Kendati demikian, ia berharap hal itu dilakukan melalui pengintegrasian penangkalan faham radikalisasi ke dalam materi pendidikan.

"Upaya penangkalan tidak harus selalu dilakukan melalui pengaturan busana. Kita jangan hanya di tataran simbol saja. Jangan menilai atau menghakimi seseorang yang bercadar itu sudah pasti terkena faham radikal," lanjutnya,

Apalagi, ia mengatakan institusi pendidikan harus membebaskan diri dari sesuatu yang bisa memperkeruh kebhinekaan. Azriana menegaskan bahwa berbusana adalah bagian dari hak konstitusional untuk berekspresi yang dilindungi oleh undang-undang. Karenanya, ia mengatakan bahwa para mahasiswi bercadar tersebut bisa mencoba berdialog dengan memakai kerangka hak konstitusional, agar pihak kampus tidak perlu mengeluarkan kebijakan pelarangan cadar tersebut.

Ia juga mengatakan, pihaknya percaya jika pihak kampus tidak sepenuhnya mengatur soal pakaian. Namun, lebih pada pengendalian faham radikalisme. 

Dari data per Agustus 2016, dari 421 kebijakan diskriminatif di Indonesia yang didokumentasikan Komnas Perempuan, sebanyak 333 kebijakan itu menyasar langsung kepada perempuan dan sebagiannya tentang aturan berbusana perempuan. Kebijakan itu, kata dia, terjadi baik di instansi pemerintah maupun ruang publik. Umumnya, dari kebijakan itu ada keharusan bagi perempuan mengenakan jilbab.

Kini, kalaupun ada pelarangan mengenakan jilbab ataupun cadar, ia mengatakan bahwa hal itu harus diletakkan dalam diskusi soal hak konstitusional perempuan. Pasalnya, busana biasa digunakan karena dasar keyakinan dan kenyamanan.

"Jadi itu ruang yang tidak bisa diintervensi seharusnya. Kita harus mencegah ada kebijakan yang mengatur soal busana perempuan," tambahnya.

Terkait rencana kebijakan ini, Azriana menambahkan bahwa pihaknya akan mengupayakan untuk berkomunikasi lebih lanjut dengan pihak UIN-Suka, supaya tidak ada kebijakan yang melarang atau mewajibkan busana tertentu kepada mahasiswa.

Sumber : Republika.co.id 

Tahun Politik dan Kepemimpinan Islam 2019

Tahun Politik dan Kepemimpinan Islam 2019

Oleh: Indra Martian P

(Direktur Masyarakat Islam Indonesia, Dosen STAI PTDII, Mahasiswa Program Doktoral Pemikiran Islam dan Ideologi Kontemporer Unisza Malaysia)

10Berita, Tahun 2018 dimulainya tahun politik di Indonesia sedikitnya pada tahun ini 171 pemilihan kepala daerah akan menghiasai dinamika politik di Indonesia. Lima partai berbasis Islam (PKB, PKS, PPP, PAN, dan PBB) akan bersaing dengan 10 partai nasionalis. Persaingan merebut kepemimpinan daerah menjadi menarik karena tidak terjadinya koalisis partai Islam secara utuh maupun partai nasionalis secara utuh.

PPP dan PKB memilih bergabung dengan koalisis partai penguasa PDI-P, sedangkan Partai Gerinda lebih nyaman bersama koalisi partai Islam, PKS dan PAN.

Pemilihan kepala daerah menjadi penting untuk mengukur kekuatan pada pemilihan presiden tahun 2019 nanti. Sehingga memenangkan Pilkada terutama di provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menjadi focus utama partai-partai sekarang sebelum mereka kemudian berani mencalonkan presiden versi mereka. Namun wacana presiden Indonesia tahun 2019 sudah mulai bermunculan meskipun pemilihan pilkada belum di mulai.

Kepemimpinan dalam Islam

Kepemimpinan dalam Islam adalah sesuatu yang penting dan strategis sehingga harus diwujudkan dalam politik Islam. Dr.Mu’inudinillah Basri, Lc MA menjelaskan, mengangkat pemimpin muslim untuk menjalankan syari’at Islam hukumnya wajib, [1]berdasarkan Sabda Nabi :

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا خَرَجَ ثَلَاثَةٌ فِي سَفَرٍ فَلْيُؤَمِّرُوا أَحَدَهُمْ»

 Dari Abi Sa’id Al Khudri ra sesungguhnya Rasulullah saw bersabda : jika tiga orang keluar safar maka hendaklah mengangkat Amir seorang dari mereka. HR Abu Dawud no : 2610

Allah swt menjadikan satu dari tujuan diturunkan Nabi Adam kedunia menjadi khalifah di bumi, sebagaimana Allah berfirman : “ dan ingatlah ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat : sesungguhnya Aku menjadikan di bumi seorang khalifah” Al Imam Qurthubi menegaskan bahwa ayat ini sebagai landasan utama mengangkat seorang khalifah.

Pemimpin harus ada karena masyarakat tidak akan teratur hidupnya kecuali dengan pemimpin.

لَا يَصْلُحُ النَّاسُ فَوْضَى لَا سَرَاةَ لَهُمْ … وَلَا سَرَاةٌ إذَا جُهَّالُهُمْ سَادُوا

Manusia tidak baik hidup kacau tidak ada bagi mereka pemimpin. Dan tidaklah dikatakan pemimpin jika orang orang bodoh mereka yang memimpin.

Kepemimpinan dalam siyasah syar’iyah wajib, karena imam sebagaimana dikatakan imam Mawardi :

الْإِمَامَةُ مَوْضُوعَةٌ لِخِلَافَةِ النُّبُوَّةِ فِي حِرَاسَةِ الدِّينِ وَسِيَاسَةِ الدُّنْيَا، وَعَقْدُهَا لِمَنْ يَقُومُ بِهَا فِي الْأُمَّةِ وَاجِبٌ بِالْإِجْمَاعِ

Al imamah digariskan untuk mewakili kenabian dalam menjaga addin dan mengatur dunia, dan mengangkatnya bagi siapa yang menegakkannya di umat Islam wajib dengan ijma’ ulama.

 

Kriteria Kepemimpinan dalam Islam

Kepemimpinan Islam sendiri harus mampu memenuhi beberapa syarat, diantaranya seperti yang dikatakan oleh Ibnu Taimiyah : Kejujuran atau dapat dipercaya (amanah) kekuatan atau kecakapan (quwwah), berpengetahuan luas, bersikap adil dan saleh, dan mampu menjalin kerjasama[2].

Selain itu, Dr. Mu’inudinillah Basri, Lc MA menambahkan bahwa syarat seorang peimpin dan kepemimpinan Islam yang harusdi pilih :

Kafaah keilmuan dan professionalitas dalam kepemimpinan, tergambar dalam rahasia dipilihnya Thalut oleh Allah dalam firmannya :

إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهُ بَسْطَةً فِي الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ

Sesungguhnya Allah telah memilihnya buat kalian dan telah memberikan dia kelebihan dalam ilmu dan fisik.QS l Baqarah ayat : 247

Keahlian, amanah, kuat, sangat menjaga tugasnya dengan baik, yaitu hifdzuddin dan siyasatun dunya biddin.( menjaga addin dan mengatur dunia dengan addin), hal itu diungkapkan dalam perkataan Yusuf as,

قَالَ اجْعَلْنِي عَلَى خَزَائِنِ الْأَرْضِ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٌ (55)

Dia Yusuf berkata : jadikanlah aku penjaga hasil bumi, sesungguhnya aku sangat menjaga sangat mengetahui. QS Yusuf Ayat : 55

Dan perkataan Putri Nabi Syu’aib ketika mengusulkan kepada orang tuanya agar Nabi Musa dipekerjakan karena beliau sangat kuat dan sangat terpercaya.

Sangat peduli terhadap ummat, peduli dengan nasib ummat, lemah lembut dengan ketegasan dalam hukum, dan sangat kuat memegang prinsip. Allah berfirman dalam sifat sifat mendasar Rasulullah dalam kepemipinan :

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ (128)

Telah datang kepada kalian seorang Rasul dari diri kalian, sangat berat atas beliau apa yang menyusahkan kalian, sangat perhatian atas kebaikan kalian, dan dengan kalian sangat lembut dan sayang. QS AT-Taubah 128.

Demokratis (bukan demokrasi) akomodatif.

Inilah kepemimpinan Rasul sangat terbuka terhadap masukan, kritikan, banyak melakukan syura, suka mendengarkan nasehat, tidak congkak, dan sombong. Inilah kepemimpinan para Khulafa’ Rasyidin, seperti Umar bin Khthab RA yang mengakui kesalahannya, dengan mengatakan, benarlah wanita dan Umar salah.

Rasulullah SAW mau memberi upeti kepada sebagian kelompok orang kafir yang terlibat peperangan ahzab, agar memecah kekuatan lawan, tetapi tidak mau memutuskan kecuali meminta pendapat para sahabat ansor, dan ketika mereka menolak Rasullah tidak melaksanakan idenya.

Rasulullah SAW ketika menempatkan pasukan di suatu tempat di Badar, satu sahabat bertanya, apakah itu wahyu atau ide dan perang itu strategi, Rasulullah mengatakan itu ide, maka sahabat mengusulkan agar Rasulullah memilih tempat yang lebih strategis, dan beliau menerima usulan itu.

Tidak ambisi atas kekuasaan, khasyyatullah, keteladanan yang tinggi, tawadhu’. Tergambar hal tersebut dalam pribadi pribadi Khulafa’ Rasyidin. Dalam pidato Abu Bakar RA, diantaranya : Wahai Manusia, akau dijadikan amanah memimpin kalian dan aku bukan orang yang terbaik diantara kalian, kalau saya taat kepada Allah taatilah aku dan kalau saya salah luruskan aku, dan kalau aku maksiat sungguh tidak ada ketaatan kalian untukku”

 

Kepemimpinan Islam dalam Tahun Politik 2019

Tahun politik 2018 akan menjadi irisan untuk pemilihan presiden Indonesia tahun 2019. Perjalanan panjang presiden Indonesia sejak tahun kemerdekaan 1945 melahirkan presiden yang belum berpihak kepada Islam dan Syariat Islam. Bahkan cenderung menjadi kutub yang berbeda dengan perjuangan Islam.

Kegagalan partai politik adalah melahirkan sosok presiden dari tokoh Islam yang bukan saja menjadi figure yang mampu memperjuangkan dan menjalankan syariat, namun juga mampu menyatukan seluruh elemen bangsa dan mampu melahirkan konsep pembangunan yang berkeadilan. Kegagalan partai juga lebih disebabkan politik transaksional yang dapat dilihat jelas oleh warga negara sehingga menimbulkan ketidakpercayaan terhadap partai dan parlemen.

Di tahun 2018 ini sebagian besarl embaga survey masih menempatkan Jokowi dan Prabowo sebagai calon presiden terkuat, namun keberadaan keduanya stagnan bahkan cenderung mengalami penurunan. Jokowi sebagai Presiden terpilih 2014 bahkan memilih berbagai kebijakan yang tidak pro rakyat bahkan merugikan. Kebijakan impor beras, mencabut subsidi rumah tangga, dan menambahh utang negara merupakan kebijakan yang bertentangan dengan janji kampanyeyya. Bahkan Fadli Zon politisi Partai Gerindra mengatakan, ”Jokowi itu mukanya kerakyatan namun isinya liberal kapitalistik (ILC, Jokowi Semakin Kuat? Tanggal 27 Februari 2018).

Track record Jokowi sebagai pemimpin yang tidak amanah, tidak menepati janjinya menjadi senjata yang membunuh dirinya di Pilpres mendatang. Ditambah kebijakan menangkap para ulama, bahkan berdiam diri terhadap penyerangan ulama menjadi nilai minus berikutnya dimata umat Islam. Sehingga pemimpin seperti ini jelas tidak masuk kriteria yang direkomendasikan.

Adapun Prabowo belum terlihat secara maksimal secara konsep dan kinerja karena memang belum mendapatkan kesempatan memimpin.

Tiga Gubernur Calon Pemimpin Indonesia

Memimpin bangsa Indonesia bukan hanya menyelesaikan konsep keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, mampu memimpin di tengah komunitas masyarakat Indonesia heterogen dan multicultural dengan tidak mengabaikan umat Islam sebagai warga dengan aset terbesar namun juga pemimpin harus mampu dan berani berhadapan dengan pemodal-pemodal besar yang berusaha mengobrak-abrik kedaulatan bangsa.

Ahmad Heryawan, Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi, dan Anies Baswedan setidaknya bisa menjadi opsi untuk memimpin Indonesia kedepan. Popularitas ketiganya hari ini semakin menguat. Ketiganya memiliki kemampun dan kecakapan memimpin dan juga dalam ilmu pengetahuan yang hamper sama. Dalam hal pendidikan Ahmad Heryawan mendapatkan gelar doctor honoris causa dari Youngsan University Korea Selatan dalam bidang bisnis administrasi pada tahun 2011 dan dari UIN Bandung dalam bidang ketatanegaraan Islam (siyasah syar’iyyah) pada tahun 2014. Tuan Guru Bajang mendapatkan gelar doctor dari Universitas Al Azhar Mesir dalam bidang tafsir Al-Qur’an dan beliau seorang hafidz Qur’an. Sedangkan Anis Baswedan mendapatkan gelar doctor dari Nothern Illinois University Amerika dalam bidang Ilmu Politik.

Dalam ilmu tata kelola pemerintahan, keberhasilan Ahmad Heryawan dan TGB Muhamad Zainul Majdi memimpin daerahnya selama dua periode menjadi gambaran kinerja keduanya yang berhasil. Konsep pariwisata syariah di NTB dan menyusul di Jawa Barat (Pembicaraan Majelis Tarjih Muhammadiyah Wilayah Jawa Barat yang dihadiri oleh Gubernur Ahmad Heryawan tahun2017 silam) sedangkan Anis Baswedan hari ini berusaha keras memenuhi janji-janji politik ketika kampanye pemilu. Kebijakan yang berusaha menghentikan kebijakan reklamasi, penutupan hotel dan tempat pelacuran Alexis, DP rumah 0%, penataan pasar Tanahabang, dan menata tukang becak merupakan kebijakan gubernur Anis di Jakarta. Kebijakan-kebijakan dari ketiga gubernur yang pro rakyat dan berusaha menanamkan nilai keislaman dalam pengelolaan pemerintahan di daerahnya.

Dalam politik Indonesia dengan system demokrasi dimana kekuatan masa dan pendukung menjadi hal yang menentukan, ketiga gubernur ini punya modal yang sangat besar. Ahmad Heryawan setidaknya didukung oleh masyarakat Jawa Barat yang dulu memenangkannya. Kekuatan PKS sebagai pengusung dirinya menjadi salah satu calon presiden dari PKS yang mempunyai kader masa yang solid. TGB Muhammad Zainul Majdi dicintai oleh masyarakat NTB, didukung oleh alumni Universitas Al-Azhar Mesir yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Bahkan mendapatkan juru bicara secara tidak langsung dari Ustadz Abdul Somad, Lc MA yang secara terang-terangan mencalonkan beliau jadi presiden. Sedangkan Anies Baswedan mempunyai massa 212 yang pada pilkada DKI kemaren memenangkannya.

Yang menjadi pembeda nanti kedepan dan menjadi tantangan adalah bagaimana ketiga Gubernur ini mampu mengambil sikap yang tegas terhadap para pemodal besar yang berusaha merusak tatanan kehidupan bernegara yang berusaha mengatur dan menggerakkan kebijakan-kebijakan negara ini berdasarkan kemauan mereka. Anies Baswedan berani face to face dengan pemerintahan pusat dalam masalah reklamasi, berani menutup tempat pelacuran Alexis. Setidaknya ini menjadi modal bagus buat Anis.

TGB Muhammad Zainul Majdi berani menyentil dan mengkritik presiden Jokowi dan media Pers pada peringatan Hari Pers Nasional pada tanggal 9 Februari 2016 silam di NTB. Ahmad Heryawan punya kesempatan untuk berhadapan dengan para pemodal tersebut pada pembangunan proyek perumahan Meikarta di Cikarang Bekasi yang belum keluar surat ijin pembangunannya namun sudah dibangun perumahannya. Namun kesempatan ini tidak diambil oleh Ahmad Heryawan.

Figure ketiga gubernur ini memiliki modal untuk dikemas untuk menjadi pemimpin Indonesia kedepan dengan tidak mengecilkan nama-nama lain seperti Jendral Gatot Nurmantyo yang awalnya sempet mencuri hati umat Islam namun belakangan justru tenggalam, Anis Matta, Yusril Ihza Mahendra mau pun tokoh lainnya yang memang masuk radar calon presiden.

Tinggal waktu yang menentukan apakah ketiga gubernur Islam terbaik hari ini yang merupakan refleksi dari kepemimpinan Islam saat ini akan benar menjadi Presiden Indonesia di tahun 2019 ataukah kembali kepemimpinan Islam akan diamputasi oleh kepentingan dan intrik politik kotor yang berusaha menenggelamkan Islam sehingga Indonesia dipimpin kembali oleh presiden yang tidak pro Islam.

Wallahua’lam

[1]Makalah Kepemimpinan dalam Perspektif Islam , Dr. Mu’inudinillah Basri, Lc MA yang dipresentasikan dalam Seminar Kepemimpinan Islam yang diadakan oleh Jamaah Ansharusy Syariah pada 6 Februari 2018 di Hotel Sofyan Betawi, Cikini Jakarta

[2]Makalah Dr. Anton MinardiberjudulDinamikaKepemimpinan Islam di Indonesia, Hotel SofyanBetawi, Cikini Jakarta

Sumber : Jurnal Islam 

Suka Minum Kopi? Ini 10 Manfaatnya bagi Kesehatan

Suka Minum Kopi? Ini 10 Manfaatnya bagi Kesehatan


Foto: Aldi/Islampos

10Berita, INSPIRADATA. Tidak di kota, tidak di desa, tua dan muda, di negara kita ini orang sangat menggemari minum kopi. Memang, kopi, di balik imbauan soal efek sampingnya, menyimpan berbagai manfaat.

Disarikan dari berbagai sumber, berikut ini adalah setidaknya 10 manfaat yang kita dapatkan ketika minum kopi.

1. Kopi mencegah penyakit batu empedu

Para peneliti Harvard pada tahun 2002 menemukan bahwa wanita yang minum setidaknya empat cangkir kopi sehari berada pada risiko 25 persen lebih rendah dari batu empedu. Sebuah studi sebelumnya menemukan hasil yang serupa untuk pria.

2. Kopi dapat mencegah depresi

Perempuan yang minum dua sampai tiga cangkir kopi sehari 15 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami depresi, dan mereka yang minum empat cangkir memiliki resiko 20 persen lebih rendah, menurut laporan 2011 dalam “Archives of Internal Medicine.”

3. Kopi dapat meningkatan memori

Kopi dapat membantu meningkatkan memori, baik itu memori jangka panjang maupun pendek. Dalam sebuah studi tahun 2005 yang dipresentasikan pada Radiological Society of North America, para peneliti menemukan bahwa mengkonsumsi dua cangkir kopi berkafein meningkatkan memori jangka pendek dan kecepatan reaksi.

4. Kopi mengurangi risiko diabetes

Studi menunjukkan bahwa peminum kopi lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan diabetes tipe 2. Sebuah laporan pada Januari 2012 dalam ‘Journal of Agricultural & Food Chemistry’ kemudian menjelaskan alasannya. Yaitu karena efek senyawa yang terkandung dalam kopi akan menghalangi hIAPP, polipeptida yang dapat menghasilkan serat protein abnormal, yang ditemukan pada orang dengan diabetes tipe 2.

5. Kopi menurunkan risiko kanker

Konsumsi kopi telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara, endometrium, prostat dan kanker hati, dan mereka yang terkait dengan obesitas, estrogen dan insulin. Sebuah studi tahun 2008 di Swedia menemukan bahwa minum setidaknya dua sampai tiga cangkir sehari dapat mengurangi risiko atau menunda timbulnya kanker payudara.

6. Kopi meningkatkan metabolisme tubuh

Kopi dapat membantu Anda mempertahankan – atau bahkan menurunkan- berat badan. Sebuah studi lama di tahun 1980 menemukan bahwa kafein yang ditemukan dalam kopi merangsang metabolisme tubuh, dan itu hanya pada orang “normal,” sedangkan pada orang yang mengalami obesitas, mereka mengalami oksidasi lemak yang lebih besar.

7. Kopi menurunkan resiko penyakit Parkinson

“Journal of American Medical Association” pada tahun 2000 menemukan bahwa konsumsi kafein dan kopi akan menghasilkan risiko lebih rendah menderita Parkinson. Sebuah studi 2010 juga menemukan bahwa minum dua sampai tiga cangkir kopi setiap hari menjadikan seseorang memiliki peluang 25 persen lebih kecil untuk mengalami penyakit tersebut.

8. Kopi mengandung antioksidan tinggi

Seorang peneliti Harvard, Edward Giovannucci, dalam penelitian yang diterbitkan dalam “Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention,” mencatat bahwa kopi memiliki lebih banyak antioksidan daripada kebanyakan sayuran dan buah-buahan. Bahkan, sebuah studi tahun 2005 menemukan bahwa kopi berada dalam unrutan pertama sebagai sumber untuk antioksidan dalam pola makan orang Amerika.

9. Kopi meningkatkan kinerja dan performa

Kopi – dan kafein di dalamnya – telah ditunjukkan dalam beberapa studi dapat meningkatkan daya tahan dan kinerja jangka pendek. Sebuah penelitian di tahun 2008 menyimpulkan bahwa manfaat kafein sebelum latihan tampak dalam endurance (ketahanan), momen stop-and-go dan pada aktivitas intensitas tinggi jangka panjang. Hal ini juga dapat membantu atlet tampil baik selama latihan kekuatan – bahkan ketika kurang tidur – jika dikonsumsi satu jam sebelum latihan pada dosis 4 mg untuk setiap kg berat badan.

10. Kopi dapat mencegah encok

Sebuah studi tahun 2007 pada pria yang berusia lebih dari 40 tahun menghubungkan konsumsi kopi jangka panjang dengan rendahnya risiko encok, kondisi peradangan yang disebabkan oleh peningkatan kadar asam urat. Baik kopi reguler atau yang tanpa kafein akan memberikan dampak positif, dan mereka yang minum enam cangkir sehari memiliki risiko 60 persen lebih rendah terhindar dari kondisi encok. []

Sumber: inspiradata.com

Mengapa Ulama Jadi Korban?

Mengapa Ulama Jadi Korban?


Oleh: A. Indira ( Ibu Rumah Tangga )

10Berita, Berawal dari kasus penyerangan yang menimpa Pimpinan Pesantren Al-Hilyah, Cicalengka, Kabupaten Bandung, KH Umar Basri. Beliau menjadi korban penganiayaan usai sholat subuh di masjid pada Sabtu (27/1). Dan pihak berwajib telah menangkap pelakunya yang dinyatakan lemah ingatan.

Tak menunggu waktu lama muncul lagi kasus serupa yang menimpa Komando Brigade PP Persis, Ustadz Parwoto dan beliau wafat setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit akibat dianiaya oleh seorang pria pada Kamis (2/1) pagi (Republik, 2/2/2018).

Kemudian di JawaTimur, dua pengasuh Pesantren Al-Falah, Ploso, Kediri, KH Zainuddin Jazuli dan KH Nurul Huda Jazuli yang didatangi oleh orang tak dikenal dwngan membawa pisau sambil berteriak-teriak. Pelaku kemudian diamankan di Polres Kediri untuk diinterogasi (JawaPos, 20/2/2018).

Pada hari Minggu, 18 Februari 2018 terjadi penyerangan juga terhadap KH Hakam Mubarok,  Pengasuh Pesantren Karangasem,  Pancuran, Lamongan. Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera, pelaku yang bernama Nandang Triyana bin Satubi (23 tahun) warga Kabupaten Cirebon, Jawa Barat yang diduga gila (Tempo, 19/2/2018).

Dan masih banyak lagi kasus-kasus yang serupa yang menyerang ulama, ustadz atau merusak masjid yang mana ketika pelakunya tertangkap mereka dinyatakan mengalami gangguan jiwa atau gila.

Sudah barang tentu kejadian-kejadian yang diberitakan tersebut menjadi perhatian masyarakat umumnya dan para pemuka agama islam khususnya, sehingga diantaranya 300 ulama perwakilan dari Pondok Pesantren se-Pariangan Timur  yang mengatas namakan Forum Masyarakat Peduli Situasi (FMPS) yang menghadiri rapat di Pondok pesantren An-Nur Jarnauziyyah, Rabu (14/2) dan mereka mencurigai adanya rekayasa kasus serangan orang yang berstatus gila terhadap ulama (Republika, 14/2/2018)

Pada acara diskusi ILC tvOne (13/2/2018) yang lalu KH Teungku Zakaria, Seorang Ulama asal Sumatera yang dikenal blak-blakan dan tegas ini menyatakan penyerangan terhadap Tokoh Agama yang dilakukan “orang gila” ini skenario sistemik. Tidak mungkin kejadian by accident (tiba-tiba), tapi ini kejadian by design.

Masih banyak lagi pendapat yang disampaikan masyarakat baik secara formal maupun di media cetak dan media berita Online.

Pengurus Wilayah Nahdiatul Ulama Jawa Timur pun berpendapat, "Apakah ini kriminal murni atau ada gerakan by design atas semua peristiwa yang terjadi belakangan ini?" kata Ketua PWNU Jawa Timur KH.M Hasan Mutawawakkil Alallah  (Tempo, 19/2/2018).

Pernyataan Kepolisian yang dinilai terburu-buru, menyebutkan bahwa pelaku penyerangan itu mengalami gangguan jiwa menuai kritikan keras. Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia Dana di Sostrosumihardjo merasa, penyebutan pelaku penyerangan sebagai penyandang gangguan jiwa atau orang gila terlalu cepat dilakukan. Untuk mengatakan itu perlu pembuktian melalui diagnosis dokter. "Itu rasanya perlu dikoreksi menurut saya," kata dia (Republika,  14/2/2018).

Saat ini masyarakat menunggu keseriusan Pemerintah dalam menyelesaikan berbagai kasus penyerangan ini. Karena ini adalah salah satu dari kewajiban Negara untuk melindungi dan memberikan jaminan rasa aman kepada rakyatnya. Siapapun mereka, terutama para ulama yang harus dijaga keamanannya.

Ulama adalah sosok yang sangat penting dan dibutuhkan bangsa ini, karena ulama adalah pengemban predikat pewaris para nabi. Ulama harus bisa menunjukkan bahwa mereka adalah pewaris para nabi dari segi keilmuan, ketakwaan,  keberanian,  keikhlasan,ketawakalan,  kesabaran dan kemuliaan akhlak lainnya. Dan Ulama pun harus mampu menunjukkan diri sebagai penjaga juga pengayom umat. Merekalah pondasi keimanan dan kekuatan umat. Mereka laksana bintang-bintang di langit yang memberi terang dalam kegelapan dunia. Rasulullah saw,  bersabda:

"Sungguh perumpamaan para Ulama di bumi seperti bintang-bintang di langit yang dengan cahayanya menerangi kegelapan di darat dan di laut." (HR . Ahmad)

Merekalah pewaris para nabi sebagaimana sabda Rasullulah saw, "Sungguh ulama itu adalah pewaris para nabi." (HR. Abu Dawud dan Baihaqi).

Semua keutamaan itu diperuntukkan bagi para ulama yang berjalan di atas kebenaran,  mencintai kebaikan dan melaksanakan amar makruf nahi munkar.

Karena itu masyarakat dan pemerintah wajib menjaga ulama mereka. Jangan sampai masyarakat dan pemerintah berdiam diri ketika begitu banyaknya teror yang ditujukan kepada para ulama.

Kita semua harus menjaga ulama secara langsung karena keberadaan mereka yang sangat penting dan berharga ditengah - tengah umat. Bila ulama hilang maka hilanglah mutiara dan penerang kebaikan di tengah umat. [syahid/]

Sumber : voa-islam.com

CIIA: Pelarangan Cadar Indikasi Sikap Islamphobia

CIIA: Pelarangan Cadar Indikasi Sikap Islamphobia


10Berita, BANDUNG  - Pelarangan penggunaan cadar bagi Mahasiswi di UIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta mendapat penentangan dari berbagai elemen umat Islam dan kalangan lainnya.

"Analisa saya fenomena pelarangan cadar ini salah satu indikasi sikap islamphobia dari seorang oknum muslim," kata Direktur Community of Ideological Islamic Analyst Harits Abu Ulya kepada voa-islam.com, Rabu (07/03).

"Dan ini resonansi dari proyek masif tawaran narasi dari elemen-elemen tertentu tentang kontra radikalisme yang di gelar diberbagai instansi pendidikan termasuk kampus," lanjutnya.

Narasi kontra radikalisme lanjut Harits, bak topeng dari sikap sesungguhnya yaitu islamphobia. Dan targetnya adalah penguatan liberalisme dan moderatisme dalam kehidupan beragama seorang muslim.

"Naif kalau cadar itu menjadi masalah keamanan bagi sebuah institusi pendidikan, alibi yang sangat tendensius, mendiskriditkan pemakai cadar identik dengan fenomena radikalisme dan terorisme," ungkapnya.

"Ini oversimplikasi memaknai cadar bagi seorang muslimah. Mungkin istri-istri Nabi Muhammad SAW yang wajib bagi mereka hijab (cadar) jika hadir di tengah-tengah kita hari ini akan di sematkan label yang lebih menyakitkan lagi," jelasnya lagi.

Menurut Haris dikaji dari beragam sudut pandang soal cadar, pelarangan terhadapnya bagi seorang muslimah tidak memiliki pijakan teologis, normatif, hukum positif bahkan salah satu bentuk pelanggaran terhadap HAM.

"Semoga 'kegenitan intelektual' yang tidak pada tempatnya segera di hentikan. Dan hari ini umat Islam makin cerdas dan semoga tidak terpengaruh oleh 'akrobat' para intelektual yang menjadi agen liberalisasi pemikiran dan budaya di Indonesia," pungkasnya. [syahid/]

Sumber : voa-islam.com

Ini Ciri-ciri Istri yang Dekat ke Surga

Ini Ciri-ciri Istri yang Dekat ke Surga


Foto: Pinterest

10Berita, SURGA itu ada di telapak kaki ibu. Begitu kata Rasulullah. Tapi oleh setiap orang, surga juga bisa dicari. Termasuk oleh seorang istri. Bagaimana caranya?

1. Seorang Isteri yang menyadari dan menerima dengan ikhlas bahwa laki-laki (suami) adalah pemimpin kaum wanita.

2. Seorang Isteri yang menyadari bahwa kedudukan suami itu satu tingkat lebih tinggi jika dibandingkan dengan isteri.

3. Seorang Isteri yang selalu ta’at dan penuh hormat kepada suami selama bukan diajak dalam hal kemaksiatan(durhaka kepada ALLAH).

4. Seorang Isteri yang tetap berpegang teguh menjaga kehormatan dirinya dan yang tidak mau keluar rumah dengan se’enaknya sendiri tanpa izin suami.

5. Seorang Isteri yang selalu memenuhi keinginan suami dalam nafkah batin (kecuali dengan suatu alasan yang kuat terpaksa menolaknya).

7. Seorang Isteri yang selalu menjaga kehormatan dirinya jika suami tidak ada di rumah.

8. Seorang Isteri yang pandai menjaga harta suami (tidak boros) dan juga menjaga kehormatan suami baik saat ada ataupun sedang tidak di rumah.

9. Seorang Isteri yang senantiasa berusaha mempercantik dirinya ketika berada depan suami.

10. Seorang Isteri yang selalu menyenangkan hati suami dengan raut wajah yang tampak berseri.Murah senyum agar sang suami merasa tenteram hatinya.

11. Seorang isteri yang tidak suka berdandan berlebihan agar tampak cantik oleh lelaki lain. []

Sumber: ruangmuslimah.co