OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 09 Maret 2018

Menag, Cadar, dan LGBT

Menag, Cadar, dan LGBT


Bandingkan:

(1) Pelarangan Cadar, Menag: Itu Otonom Kampus

(2) Menag Lukman Hakim: Pelaku LGBT Perlu Diayomi, Bukan Dikucilkan

***

[Republika, 8 Maret 2018]
Pelarangan Cadar, Menag: Itu Otonom Kampus

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menanggapi pelarangan cadar bagi mahasiswi di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. Lukman mengatakan pelarangan itu merupakan otonomi kampus sehingga Kemenag tidak dapat mengintervensi kebijakan itu.

"Itu adalah otonomi kampus," kata dia di Jakarta, Kamis (8/3).

Lukman mengatakan pihak UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memiliki dasar argumen soal pelarangan cadar, yaitu pada alasan akademik dibandingkan dengan keagamaan atau teologis. "UIN menekankan pada program-program akademik yang harus dilakukan secara terukur dan bisa dipertanggungjawabkan. Itu kewenangan penuh kampus," kata dia.

Link: http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/politik/18/03/08/p59yl8330-pelarangan-cadar-menag-itu-otonom-kampus

***

Dan terkait LGBT...

[Tempo, 19 Des 2017]
Menag Lukman Hakim: Pelaku LGBT Perlu Diayomi, Bukan Dikucilkan

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta seluruh umat beragama tak mengucilkan dan menjauhi para pelaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender atau LGBT serta pelaku kumpul kebo. Menurut Lukman, mereka seharusnya dirangkul. "Mereka perlu diayomi. Bukan dikucilkan dan dijauhi," kata Lukman seusai membuka Gebyar Kerukunan 2017 di Gedung Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta, Senin 18 Desember 2017.

Link: https://nasional.tempo.co/read/1043552/menag-lukman-hakim-pelaku-lgbt-perlu-diayomi-bukan-dikucilkan

Sumber : PORTAL ISLAM

BANTAH TELAK Klarifikasi Ketum GP Ansor Soal GEGER Shalawat Banser dan Jokowi, Warganet Unggah Fakta Ini

BANTAH TELAK Klarifikasi Ketum GP Ansor Soal GEGER Shalawat Banser dan Jokowi, Warganet Unggah Fakta Ini


10Berita, Unggahan selawat (shalawat) nabi yang didendangkan oleh 5 orang pria asal Tegal menggegerkan publik beberapa hari lalu. Video itu membuat geger karena memuat selawat yang semestinya ditujukan kepada nabi namuoleh mereka ditujukan untuk Merah Putih, NU, Banser, dan Jokowi.

Karena dianggap tak lazim, publik pun geram dan menganggap selawat tersebut tidak pada tempatnya.

Peristiwa ini ditanggapi dengan rigan oleh ketua umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas. Melalui akun twitternya, @GPAnsor_Satu, 4 Maret lalu, Yaqut memberikan klarifikasi dan menampik tudingan bahwa pelaku merupakan bagian dari Banser NU.

Banyak yg tanya, Ansor Banser terlibat nggak di Festival Sholawat Nusantara? Saya jawab: tidak. Kok ada lagu Banser? Saya jawab: emangnya kalau kita nyanyi lagunya Raisa, trus ada raisa disitu? 😁

— yaqut cholil qoumas (@GPAnsor_Satu) March 4, 2018


Namun, pernyataan Yaqut meragukan setelah seorang warganet mengunggah foto pelaku yang mengenakan atribut Banser dan nampak berfoto dengan Yaqut.

Hari ini pelaku memang telah meminta maaf secara resmi di Polres Tegal. Pelaku yang berjumlah 5 orang yakni Syarifuddin, Habib Husein bin Yahya, Khoiru Saleh, Rif’an, dan Shofa, meminta maaf atas insiden tersebut.

Benarkah mereka bukan bagian Banser?

Berikut tanggapan warganet

— Pak Bayan (@_mugirahayu) March 9, 2018


Berikut vkdeo permintaan maaf paea pelaku selawat.

— jundiNews.©om💫 (@newsjundi) March 9, 2018


Sumber :Portal Islam 

Argumen Sekjen PSI “Oposisi Tak Kredibel” disebut Cara Berfikir Amatir

Argumen Sekjen PSI “Oposisi Tak Kredibel” disebut Cara Berfikir Amatir


Foto

10Berita, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera geram dengan tudingan Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni yang menyebut maraknya hoaks di Indonesia disebabkan partai oposisi tidak kredibel. Mardani menegaskan tudingan tersebut merupakan cara berpikir yang amatir dalam berpolitik.

“Ini cara berpikir amatir,” kata Mardani saat dihubungi, Jumat (9/3).

Mardani mengatakan kekuatan oposisi itu penting dan diperlukan dalam negara demokrasi. Menurutnya, keberadaan kubu oposisi akan membantu mengontrol kinerja pemerintah.

“Oposisi yang kuat akan membuat pemerintah tidak bisa berleha-leha,” tegas Mardani.

Sebagai partai oposisi, PKS mencatat Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum menepati janji kampanyenya saat Pemilihan Presiden 2014 lalu.

“PKS sudah punya sejak 2008 platform pembangunan. Sudah direvisi edisi 2013. Justru 66 janji pak Jokowi banyak yang tidak terpenuhi,” tegas dia.

Soal maraknya hoaks, Mardani menilai masalah tersebut terjadi karena dua faktor, yakni minimnya pendidikan soal cara bijak menggunakan sosial media dan bahaya dari hoaks ke masyarakat.

“Pendidikan tentang cara sehat bersosmed belum menyeluruh dan sosialisasi bahaya hoaks bagi kita semua,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekjen PSI Raja Juli Antoni menuding hoaks menjamur karena Indonesia tak punya partai oposisi yang kredibel. Dia menilai partai oposisi gagal menawarkan kebijakan alternatif.

“Hoaks ada karena kita tidak punya oposisi kredibel. Tidak ada policy alternatif. Mainkan isu primordial saja. Yang setuju RT,” katanya dikutip merdeka.com dari akun twitter miliknya, Kamis (8/3).

“Tesis utama kami, hoaks menjamur karena Indonesia tak punya partai oposisi yang kredibel, oposisi gagal menawarkan policy alternatif”.

Sumber: Merdeka

INI BARU KEREN! Swedia Bangun IKEA di Cakung, Anies Minta Warga DKI Jadi Pekerjanya

INI BARU KEREN! Swedia Bangun IKEA di Cakung, Anies Minta Warga DKI Jadi Pekerjanya


10Berita, JAKARTA - Duta Besar Swedia untuk Indonesia Johanna Brismar Skoog menemui Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota. Ini adalah kunjungan kedua Johanna ke Balai Kota setelah sebelumnya bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno pada Februari, yang antara lain membahas rencana pembangunan IKEA di Cakung, Jakarta Timur.

Pertemuan Johanna-Anies membahas investasi yang akan ditanamkan oleh beberapa perusahaan Swedia di Jakarta, termasuk IKEA di Cakung. IKEA adalah peritel perabot untuk rumah tangga dari Swedia.

"Mereka menyampaikan ada rencana investasi pembangunan fasilitas di Cakung. Kemudian saya garis bawahi pada mereka bahwa nomor satu taat pada seluruh aturan ketentuan. Semuanya ditaati. Dan mereka menyatakan bahwa iya dan akan melakukan dan sudah dilakukan," ucap Anies di Balai Kota, Jumat (9/3/2018).


Anies meminta tenaga kerja untuk pembangunan fasilitas itu harus berasal dari Indonesia, utamanya warga Jakarta. Ia percaya pembangunan yang difasilitasi oleh Swedia ini dapat menciptakan lapangan kerja baru bagi warga Jakarta.

"Karena selama proses konstruksi akan dibutuhkan lebih dari 1.400 orang, dan nanti sesudah beroperasi akan lebih dari 400 orang," jelas Anies.

Selama berdiskusi dengan Johanna, Anies berharap tenaga kerja yang dilibatkan dapat menjadi bagian dari kegiatan usaha masyarakat setempat. Dia juga berharap masyarakat dapat merasakan manfaat dari pembangunan tersebut.

Anies mengatakan, pembangunan IKEA di Cakung akan dimulai setelah urusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) selesai.

"Fasenya sekarang mereka selesai pengukuran oleh BPN (Badan Pertanahan Nasional). Nanti, setelah BPN selesai pengukuran, mereka akan mengurus isi PPT. Setelah itu keluar, baru urus IMB, baru mulai," ujar Anies.

Selain itu, pertemuan mereka juga membahas masalah pengelolaan sampah, serta rencana negara-negara Nordik (Swedia, Denmark, Finlandia, dan Norwegia) yang akan datang ke Jakarta pada April mendatang. Kedatangan mereka direncanakan akan saling bertukar ilmu dan pengetahuan dari berbagai aspek.

"Empat negara ini akan mengunjungi Jakarta tanggal 26 April, dan dalam pertemuan itu kita akan bahas aplikasi-aplikasi yang bermanfaat untuk Jakarta. Aspek infrastruktur, aspek pendidikan, aspek kesejahteraan keluarga, dan ada beberapa aspek lain," pungkas Anies.  (Kumparan)

***

Tanpa gembar gembor janji-janji 10 juta lapangan kerja baru untuk tenaga kerja lokal... Anies memang pantas disebut "Gubernur Indonesia".

Saudara saya banyak tinggal d Cakung, dan banyak juga di P.H.K karena pabrik beralih ke Vietnam... Semoga mereka warga asli Cakung diberi kesempatan kerja disana.

— G.A.P (@fans_ayanami) 9 Maret 2018


Itu baru jadi Gubernur jika ditakdirkan jadi Presiden banyak lagi pribumi yang bisa kerja di negeri sendiri ayo dukung Anis jd RI 1

— taufanindi (@inditaufan) 9 Maret 2018


Berpihak kepada warga jakarta bukan pada TKA...lanjut pak @aniesbaswedan

— Satu Bangsaku (@noey_moel) 9 Maret 2018


— Petruk Return (@romeochat2011) 9 Maret 2018


Sumber :Portal Islam 

Gus Sholah Kecewa Titip 4 Hal Ini untuk Presiden, Tapi Tak disentuh

Gus Sholah Kecewa Titip 4 Hal Ini untuk Presiden, Tapi Tak disentuh


10Berita, Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, pimpinan pesantren Tebu Ireng, Jombang, Jatim hadir di Hotel Sultan, Jakarta. Di sela acara yang digagas Lieus Sungkharisma untuk menyerap aspirasi masyarakat ini, adik almarhum Gus Dur itu sempat menyinggung mengenai Jokowi.

Dahulu, Gus Sholah bercerita, Jokowi pernah datang ke Tebu Ireng. Saat itu, Gus Sholah sempat menyampaikan empat hal yang harus menjadi perhatian Jokowi.

“Saya sampaikan masalah kita banyak. Saya sampaikan dari sekian banyak masalah, ada 4 masalah penting. Yang pertama, penegakan hukum termasuk pmberantasan korupsi. Kemudian reformasi birokrasi, lalu pemerataan hasil dan pembangunan,” kata Gus Sholah, Kamis 8 Maret 2018.

Namun, menurut Gus Sholah, apa yang dia sampaikan dan titipkan tak ada yang tersentuh.

“Masih sama dengan dulu. Reklamasi, menunjukkan pada kita proses hukum ditabrak,” tambah dia.

Gus Sholah menyampaikan, penegakan hukum penting. Karena itu Jaksa Agung, Kapolri, dan Menkumham harus mereka yang benar-benar jujur dan bersih.

“Orang baik dan memahami. Harus berani mengatakan tidak pada presiden,” tutup dia.

Sumber: Kumparan

Tegas..!!! Wakapolri Minta Media Tak Gunakan Kata Muslim di Kasus MCA

Tegas..!!! Wakapolri Minta Media Tak Gunakan Kata Muslim di Kasus MCA


10Berita, Wakapolri Komjen Syafruddin meminta anak buanya tak usah lagi mengucapkan kata muslim untuk kelompok penyebar hoaks di media sosial, menyusul terbongkarnya kelompok penyebar hoaks dan ujaran kebencian Muslim Cyber Army atau MCA.

“Bahwa yang melakukan ujaran kebencian atau hoaks itu adalah orang yang tidak bertanggung jawab bukan mencerminkan seorang muslim. Makanya saya perintahkan jajaran Polri untuk jangan lagi menyebut Muslim Cyber Army,” tegas dia di Jakarta, Jumat (9/3).

Menurut dia, seorang muslim tak akan melakukan hal-hal yang tidak bertanggung jawab. Sehingga dengan menyebutkan kata muslim di kelompok penyebar hoaks adalah sebuah penyesatan.

“Itu tidak boleh dan saya perintahkan untuk dihentikan,” tambah mantan Kalemdikpol Polri ini.

Bahkan dia meminta kepada media agar tak lagi menggunakan kata muslim saat membuat judulnya. “Saya tersinggung sebagai muslim,” tandas dia.

Sumber: jpnn

Masjid Kalyan, Warisan Buhkara untuk Dunia

Masjid Kalyan, Warisan Buhkara untuk Dunia

Masjid Kalyan pertama kali dibangun pada 713.

10Berita ,  JAKARTA -- Sejak zaman dahulu, Bukhara terkenal sebagai pusat peradaban Islam di Asia tengah. Salah satu wujud pencapaian seni arsitektur Islam adalah Masjid Kalyan. Dalam bahasa Uzbekistan, negara yang kini membawahi Bukhara, kompleks rumah ibadah tersebut disebut Po-i-Kalan. Secara harfiah artinya adalah `Kaki Besar.'

Masjid Kalyan pertama kali dibangun pada 713. Memasuki tahun 1121, penguasa Dinasti Karakhnaid, Arslan Khan, menambah luas kompleks ini sehingga berdekatan dengan pusat kota. Sayang sekali, pada awal abad ke-13 balatentara Genghis Khan mencaplok Bukhara dan sekitarnya. Masjid Kalyan pun tidak luput dari sasaran mereka. Hanya Menara Kalyan yang selamat dari penyerbuan tersebut.

Otoritas Bukhara menyempurnakan kompleks Masjid Kalyan sejak tahun 1514. Barulah pada masa pemerintahan Ubaydullah Khan, pembangunannya selesai. Masjid ini terdiri atas empat bagian (iwan) yang sangat besar. Pada setiap iwanitu terdapat gerbang- gerban terbuka. Sebuah gapura besar (pishtag) yang begitu indah menjadi pintu masuk bagi para pengunjung di bagian depan.

Keseluruhan bangunan masjid ini berbahan batu bata dari Hazarbaf. Bentuk kubah Masjid Kalyan menandakan seni arsitektur Persia. Ada sekitar 288 kubah yang menaungi masjid ini. Empat buah di antaranya tampak paling besar dan berdiri di atas setiap iwan.

Ratusan kubah itu ditopang sebanyak 208 pilar. Warna biru cerah, dengan hiasan kaligrafi ayat-ayat suci Alquran dan motif-motif mosaik berbentuk floral pada kubah-kubah itu, sekali lagi, menampilkan kesan kebudayaan Persia. Sentral kompleks masjid ini merupakan sebuah lapangan luas. Sebuah pohon rindang tumbuh di tengah-tengahnya.

Kompleks Masjid Kalyan dilengkapi dengan dua bangunan bersejarah, yakni Menara Kalyan dan Madrasah Mir-i Arab. Menara ini menjulang di sudut kompleks tersebut. Warga setempat menyebutnya sebagai `menara kematian' karena pada zaman dahulu menara ini kerap dipakai untuk eksekusi mati para kriminal.

Mereka akan dilempar dari atas menara sehingga menemui ajalnya. Tentu saja, fungsi utama Menara Kalyan adalah sebagai tempat orang menyuarakan azan. Atau, bila dalam pemerintahan militer, bangunan ini difungsikan sebagai menara pantau. Menara Kalyan berbentuk silindris dengan diameter enam hingga sembilan meter.

Tinggi menara ini mencapai 46 meter. Pada permukaan dinding luarnya terdapat ornamen geometris yang indah.Di tengah-tengahnya, tampak guratan kaligrafi ayat-ayat Alquran, dengan warna yang selaras.

Pada 1924, sebagian dari Menara Kalyan direnovasi. Beberapa dekade kemudian, atas dukungan dana tokoh setempat, Ochil Bobomurodo, bagian bawah menara ini juga diperbaiki. Dengan demikian, pondasi Menara Kalyan dibuat lebih kokoh.Pada 1997 atau bertepatan dengan perayaan 25 abad Kota Tua Bukhara, keseluruhan Menara Kalyan diperbaiki oleh para pakar.

Adapun Madrasah Mir-i Arab dibentuk pertama kali pada 1536. Penggagasnya adalah Syekh Abdullah Yamani. Pada periode tersebut, dia merupakan guru atau pembimbing raja Ubaydullah Khan serta anaknya.

Penguasa Bukhara ini memang dikenal saleh sehingga begitu giat memajukan pendidikan agama di wilayahnya. Madarasah Mir-i Arab merupakan yang terbesar kedua di Bukhara, yakni setelah Madrasah Kukeldash. Berdekatan dengan madrasah ini, terdapat makam Ubaydullah Khan, ber sebelahan dengan kuburan gurunya tersebut.

UNESCO telah mengakui kompleks Masjid Kalyan sebagai situs warisan dunia.

Sumber : Republika.co.id

Secara Diam-diam Ternyata UU Buka Opsi Calon (Presiden) Tunggal

Secara Diam-diam Ternyata UU Buka Opsi Calon (Presiden) Tunggal


10Berita, JAKARTA - Adanya isu yang berseliweran bahwa akan ada capres tunggal di 2019 nampaknya kemungkinan bisa saja terjadi. UU memberikan peluang itu sejak dibuat.

“Menjawab pertanyaan tentang  Calon tunggal, bisa saja terjadi. Pertama, UU ternyata secara diam-diam dibuat dengan membuka opsi calon tunggal. kedua, PT 20 persen penyiasatan perkecil jumlah kandidat. Ketiga, presure kasus hukum ketum partai tertentu dan ada transaksional menggiurkan,” kata Andi Arief, politisi dari Demokrat, di akun Twitter pribadi miliknya, Jum’at (9/3/2018).


Namun demikian, capres tunggal akan bisa terjadi menurut Andi tergantung dengan beberapa partai. “Apakah calon tunggal akan terjadi, sangat bergantung Gerindra dan PKS yang menyatakan koalisi dari awal.”

Isu calon tunggal muncul ke permukaan karena PT 20 persen. PT ini banyak ditentang oleh para politisi, bahkan yang duduk di DPR.

Ketetapan PT ini juga disebut sebagai penghalang untuk banyak calon dari anak bangsa. Sampai-sampai PBB, melalui Ketum Yusril Ihza Mahendra menyatakan jika hanya ada calon tunggal, maka PBB menurut dia akan lebih memilih kotak kosong daripada inkumben (nanti). (Robi/)

Sumber :Voa-islam.com 

Kritik Keras dan Peringatan Rizal Ramli ke Jokowi

Kritik Keras dan Peringatan Rizal Ramli ke Jokowi



10Berita, JAKARTA - Pemerintahan Joko Widodo menurut ekonom yang juga merupakan manta Menkomaritim, Rizal Ramli akan terus mengalami kesulitan di bidang perekonomian. Rizal mengatakan demikian karena adanya persoalan di salah satu bawahannya, yang dapat disebut sebagai ganjalan memajukan perekonomian RI.

“Pilihan sulit Pak Jkw (baca: Jokowi). Jika terus mendengarkan Menkeu Neoliberal, elektibilitasnya akan terus merosot,” kata Rizal, di akun Twitter pribadi miliknya, Kamis (8/3/2018).


Padahal menurut Rizal hal itu bisa diartikan sebagai warning, mengingat cukup banyaknya kalangan pebisnis yang mengeluh akan perekonomian saat ini. Oleh karena itu, ia menyarankan mau tidak mau Jokowi berani ambil langkah lain selain yang diajukan (misal) Menkeu.

“Kalangan bisnis sudah sebel karena aturan pajak terus berubah. Jkw tidak ada pilihan, harus menarik garis pemisah dari Menkeu Neoliberal, yang bekerja terutama untuk kreditors.”

Belum lagi menurutnya ada aturan yang diubah-ubah tanpa adanya pandangan substansial atas RI. “Aturan pajak diubah-ubah saenake untuk uber target setoran kepada kreditors, Menkeu kerja buat siapa,” katanya lagi, saat mengomentari judul berita di salah satu media: ‘Presiden Mendadak Panggil Dirjen, Diminta Tak Bikin Gaduh?’ (Robi)

Sumber :voa-islam.com

Tidak Ngerti Khilafah, Jadi Saksi Serang Khilafah, Akhirnya “Donal Trump Pun Jadi Khalifah”

Tidak Ngerti Khilafah, Jadi Saksi Serang Khilafah, Akhirnya “Donal Trump Pun Jadi Khalifah”



TEROR TERHADAP AJARAN ISLAM KHILAFAH
[Catatan Persidangan PTUN Jakarta, antara HTI vs Kemenkumham]

Oleh: Ahmad Khozinudin, S.H.
Koordinator Koalisi 1000 Advokat Bela Islam

10Berita, Pada sidang lanjutan sengketa TUN di PTUN Jakarta (8/3/2018), antara HTI vs Kemenkumham, pihak Kemenkumham menghadirkan ahli Prof. Drs. YUDIAN WAHYUDI, MA., Ph.D, yang menjabat Guru Besar/ Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

Ahli adalah orang yang sebelumnya membuat gaduh jagat sosmed, karena dianggap telah melecehkan ajaran Islam sehubungan dengan kebijakan yang dibuat di UIN Sunan Kali Jaga (SKJ), terkait pembinaan (baca: pelarangan) bagi mahasiswi UIN SKJ yang mengenakan Niqob (cadar) di lingkungan kampus.

Dalam keterangannya, ahli menyebut Khalifah bukan pemimpin Khilafah, Khalifah adalah status terkait keahlian. Khalifah, bisa hadir dalam sistem apapun. Ahli juga menyebut Donald Trump sebagai Khalifah terkuat saat ini. Jokowi, disebut Khalifah level nasional.

Yang paling Ngaco, ahli menyebut proses peralihan kekuasaan dalam Islam dari satu Khalifah ke Khalifah yang lain atas sebab “Perang Tanding”.

Khalifah Abu Bakar RA menjadi Khalifah menggantikan Rasulullah SAW, karena menang perang tanding. Umar RA menjadi Khalifah menggantikan Abu Bakar RA karena menang perang tanding. Utsman RA menjadi Khalifah menggantikan Umar RA karena menang perang tanding. Ali RA menjadi Khalifah menggantikan Utsman RA karena menang perang tanding. Begitu seterusnya.

Bahkan, ahli juga menyimpulkan runtuhnya keKhilafahan Islam di Turki Utsmani pada Tahun 1924 M adalah karena umat Islam kalah perang tanding.

Istilah “perang tanding” yang diintrodusir ahli sepertinya hal biasa, hanya ungkapan majazi untuk mengungkapkan suatu fakta atau realita. Namun, jika ditelan mentah oleh publik, ungkapan “perang tanding” sebagaimana di dengungkan secara berulang dalam sebuah forum pengadilan akan menimbulkan kesesatan pemikiran (fitnah) terhadap Ajaran Islam Khilafah.

Beberapa bahaya penyesatan opini dan pemikiran yang berpotensi timbul, jika frasa “perang tanding” ini tidak segera diluruskan ditengah-tengah umat, diantaranya sebagai berikut :

Pertama, perang tanding memiliki konotasi negatif. Dalam konteks kekuasaan, perang tanding lebih condong pada upaya perebutan kekuasan yang didasari syahwat politik (keinginan kuat untuk menjadi penguasa).

Kekuasaan yang diperoleh dari perang tanding bisa juga dimaknai kekuasan yang diperoleh berdasarkan pemaksaan dan bukan atas keridlaan. Kekuasaan diambil alih dengan menggunakan pendekatan “kuasa” bukan logika, apalagi sebuah kesepakatan politik.

Padahal, umat Islam paham proses diskusi politik di Saqifah Bani Saidah itu adalah musyawarah (syuro), yang didasari atas urgensi adanya pengganti Rasulullah SAW untuk melanjutkan kepemimpinan negara Islam (bukan sebagai Nabi). Syuro adalah aktivitas meminta pendapat terbaik, yang kemudian dikukuhkan dalam sebuah kesepakatan (keputusan).

Hasil Syuro menyepakati Abu Bakar sebagai pengganti (Khalifah) Rasulullah. Keputusan Syuro dibuat berdasarkan pilihan penuh keridlaan dan bukan atas paksaan.

Khalifah Abu Bakar menjadi Khalifah setelan Ridlo untuk dibaiat sebagai pengganti Rasul, sementara para sahabat yang hadir dalam forum musyawarah di Saqifah Bani Saidah memberikan kekuasaan kepada Abu Bakar atas mufakat, bukan sebab paksaan. Jadi, bukan atas dasar perang tanding sebagaimana dituduhkan ahli.

Kedua, akad untuk memberikan kekuasaan Islam (Khalifah) itu adalah dengan Bai’at. Bukan dengan perang tanding.

Bai’at adalah akad pemberian kekuasaan dari umat baik secara langsung atau melalui wakilnya, yang diberikan kepada Khalifah untuk menerapkan Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.

Abu Bakar asy Syidik menjadi Khalifah bukan sebab keputusan musyawarah saja, tetapi setelah musyawarah itu ditindaklanjuti dengan akad Bai’at. Bai’at dari para sahabat yang mengikuti musyawarah (Syuro) di Saqifah Bani Saidah, yang menjadikan Abu Bakar legal (sah) menjadi Khalifah.

Bahkan, Imam Ali Karomallahu Wajhah segera ikut berdesakan untuk ikut memberikan Bai’at kepada Abu Bakar asy siddik, meskipun beliau tidak mengikuti musyawarah (Syuro). Artinya, Ali RA juga ridlo terhadap keputusan musyawarah sahabat-sahabat yang sepakat membaiat Abu Bakar Asy Siddik.

Jadi, satu tuduhan jahat dan amat keji terhadap Para Sahabat (semoga Allah SWT meridloi mereka) jika ada ungkapan yang menyatakan Abu Bakar RA, Umar RA, Utsman RA, Ali RA, memperoleh posisi sebagai Khalifah sebab perang tanding.

Ketiga, sebenarnya diskursusnya bukan sekedar terhadap Khilafah, tetapi terhadap ajaran Islam. Khilafah wajib, itu berdasarkan dalil, baik Al Quran, As Sunnah, serta apa yang ditunjuk oleh keduanya berupa Ijma’ dan Qiyas Syar’i.

Artinya, menuding jabatan Khalifah diperoleh melalui perang tanding adalah tuduhan keji yang tidak saja dialamatkan kepada HTI. Tudingan itu adalah tuduhan keji terhadap Al Quran dan As Sunnah, tuduhan terhadap seluruh kaum muslimin, dan ini adalah bentuk penentangan nyata kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Dari uraian tersebut diatas, maka keterangan ahli yang menyebut kekuasaan Islam (Khalifah) itu diperoleh melalui perang tanding adalah bentuk teror publik terhadap ajaran Islam.

Menuding Khilafah diperoleh melalui perang tanding, adalah fitnah keji dan melukai perasaan kaum muslimin yang mengimani agamanya, dan hanya mau berhukum dengan hukum yang berasal dari Allah SWT. Padahal, tidak mungkin menerapkan syariah Islam secara kaffah, kecuali dengan institusi Khilafah.

Sampai disini, sebenarnya penulis bisa memahami mengapa ahli memberikan keterangan nyeleneh sebagaimana diuraikan di pengadilan. Sebab, untuk urusan Niqab (cadar) saja ahli dalam kapasitasnya sebagai Rektor juga mengeluarkan pendapat yang kontroversi, menentang pendapat para ulama tentang Hukum Niqob. Jadi, lumrah saja jika dalam persidangan di PTUN Jakarta ahli memberikan keterangan kontroversi seputar Khilafah dengan ujaran “perang tandingnya”. [].

Sumber :Dakwah media