OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 26 Maret 2018

Novanto Sengaja Bikin Golkar Terjepit

Novanto Sengaja Bikin Golkar Terjepit


10Berita, Terdakwa kasus korupsi KTP elektronik (KTP-el) Setya Novanto sengaja menyebutkan ada uang korupsi mengalir ke Partai Golkar karena sedang mencari pertolongan. Ia tidak ingin terjerumus sendirian.

“Setya Novanto enggak mau tenggelam sendirian,” kata pengamat politik Universitas Gadjah Mada, Arie Sudjito, Minggu malam (25/3).

Arie melanjutkan, keterangan Novanto soal uang korupsi KTP-el mengalir ke Partai Golkar juga jadi ujian terhadap soliditas partai tersebut. Berdasarkan persidangan, uang korupsi itu mengalir untuk tambahan biaya penyelenggaraan Rapimnad 2012.

Dalam hal ini, kata Arie, posisi Golkar jadi terjepit. Apapun respons yang diberikan akan menuai sorotan publik, terlebih jika reaktif.

“Ini masalah buat Golkar. Kalau terlalu reaktif, salah, diam juga sulit,” ujarnya.

Aliran uang haram KTP-el untuk parpol mulai terkuak saat salah satu vendor proyek KTP-el, Charles Sutanto Ekapradja, bersaksi dalam sidang dan mengatakan ada setoran uang ke Partai Golkar.

Novanto juga mengakui ada aliran uang di partainya sebesar Rp 5 miliar. Menurut dia, uang itu diserahkan oleh keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, untuk membiayai Rapimnas Partai Golkar.

“Rp 5 miliar untuk Rapimnas,” kata Novanto, menjawab pertanyaan hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (22/3)

Selain itu, Novanto juga menyeret Ketua Fraksi Partai Golkar DPR, Melchias Marcus Mekeng. Mekeng membantah turut mencicipi uang korupsi KTP-el.

Menurut Mekeng, dia juga sempat dituduh menerima dana sebesar 1,4 juta dolar AS, namun hal itu juga dia bantah meski pada saat penganggaran ia menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran.

Mekeng menilai Novanto membuat kebohongan publik supaya tidak dinilai sebagai satu-satunya pihak yang korupsi.

Sumber: rmol

Kaos Oblong Sandal Jepit, Rakyat Bengong BBM Naik

Kaos Oblong Sandal Jepit, Rakyat Bengong BBM Naik


10Berita, Kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga BBM jenis Pertalite, semakin membuat masyarakat kecewa.

Sebab, apapun alasan pemerintah, kebijakan ini tidak pro-rakyat.

Apalagi kenaikan ini berdampak kepada harga kebutuhan pokok, serta Sembako lainnya.

Seperti diketahui, kenaikan harga Pertalite ini tak sampai dalam dua bulan terakhir.

Harga awal Rp 7900 per liter, pada bulan lalu dinaikkan menjadi Rp 8.000 per liter.

Pada Sabtu (24/3/2018) kemarin, Pertamina kembali menaikkan harga Pertalite Rp 150.

Sehingga harga Partalite kini sudah Rp 8.150 per liter.

Kenaikan ini memberatkan rakyat, pemerintah dinilai mau membunuh masyarakat.

"Saya terkejut, kok tiba-tiba BBM ini naik. Pemerintah mau membunuh masyarakat. Kenapa tidak sekalian Rp 100 ribu per liter saja, supaya jelas makin sengsara masyarakat. Mungkin ini yang membuat pemerintah senang," kata Efendi, saat ditemui Tribunpekanbaru.com, Minggu (25/3/2018) di SPBU Srikandi.

Link: http://pekanbaru.tribunnews.com/2018/03/25/partalite-naik-jadi-rp-8150-per-liter-warga-kecewa-kenapa-gak-sekalian-rp-100-ribu-per-liter

Kekecewaan masyarakat juga dituangkan melalui Medsos.

Akun @ekowBoy di Twitter memposting:

24 Februari 2018, Pertamax naik Rp.300
24 Maret 2018, Pertalite naik Rp.200

Jadi Imam Sholat= Viral
Pake sendal jepit= Heboh
Beli chooper= Pamer
Nonton dilan= Booming
Lempar skop= Rame
» BBM naik tiap bulan= Hening

Pertamax, Pertalite naik...
Sementara Premium sudah langka...

24 Februari 2018, Pertamax naik Rp.300
24 Maret 2018, Pertalite naik Rp.200

Jadi Imam Sholat= Viral
Pake sendal jepit= Heboh
Beli chooper= Pamer
Nonton dilan= Booming
Lempar skop= Rame
» BBM naik tiap bulan= Hening pic.twitter.com/FVSef9Njal

— Eko Widodo (@ekowBoy) 24 Maret 2018


Antri di SPBU mau beli premium, pas gilirannya eh si mbak bilang "premium kosong mas.." 😓
itu serasa pengen nangis tapi takut diketawain.

No pict = Hoax.#PertaliteNaikLagi

— mind fun (@mindfun) 25 Maret 2018


Itu namanya LICIK

— Aimarnst (@aimarnst) 25 Maret 2018


Naik diam diam @jokowi 😁 pic.twitter.com/Hd4CCKsDum

— Zamaramoudry (@Zamaramoudry1) 25 Maret 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Simpan Kulkas di Pinggir Jalan, Pria Anonim ini Bersedekah dengan Cara Unik

Simpan Kulkas di Pinggir Jalan, Pria Anonim ini Bersedekah dengan Cara Unik

10Berita, SEORANG pria yang tinggal di kota Hail, Arab Saudi, memiliki ide cemerlang untuk memberi makan orang-orang miskin di lingkungannya yang malu dan menghindari diri menjadi pengemis.

Dilansir Gulf News, idenya mendapat perhatian internasional setelah ulama Shaikh Mohammad Al Araifi memuji tindakan amalnya pada akun Twitter-nya dengan gambar dari lemari es.

“Saya selalu mengatakan bahwa orang-orang Hail murah hati. Seorang pria menempatkan kulkas di luar rumahnya untuk sisa makanan, tindakan nyata beramal bagi yang membutuhkan,” katanya, dalam terjemahan yang disediakan oleh BBC. “Oh, betapa aku mencintaimu, hail!”

“Itulah apa yang kami butuhkan, sebuah ide sederhana, tetapi nyata dalam membantu orang,” kata seorang pengguna Sniper dalam sebuah postingan. “Idenya sekarang harus diadopsi, dan semua masjid besar di negeri ini harus menempatkan lemari es untuk mengambil dan mendistribusikan makanan.”

“Kadang-kadang, untuk membuat perbedaan dapat dilakukan dengan cara sederhana.” []

Sumber :  Islampos.

Kisah Panjang Pengacara Michael Jackson yang Masuk Islam

Kisah Panjang Pengacara Michael Jackson yang Masuk Islam


10Berita, Mark Shaffer, seorang pengacara dan jutawan Amerika, memutuskan untuk memeluk Islam pada 17 Oktober 2009 silam. Saat itu, Mark tengah berlibur di Arab Saudi untuk mengunjungi beberapa kota terkenal seperti Riyadh, Abha, Jeddah. Ia berlibur selama 10 hari di Saudi.

Mark adalah seorang jutawan terkenal dan juga seorang pengacara yang terlatih di Los Angeles, yang mengkhususkan diri dalam kasus-kasus hukum perdata. Kasus besar terakhir yang ia tangani ialah kasus penyanyi pop terkenal Amerika, Michael Jackson, sepekan sebelum ia meninggal.

Seorang pemandu wisata yang menemani Mark selama 10 hari di Saudi, Dhawi Ben Nashir, sejak Mark menginjakkan kaki untuk pertama kalinya di Arab Saudi, ia sudah mulai mengajukan pertanyaan tentang Islam dan ibadah shalat. Begitu tiba di Saudi, Mark tinggal di Riyadh selama dua hari. Selama di RIyadh ia sangat tertarik dengan Islam.

Setelah pindah ke Najran, mereka pergi ke Abha dan Al-Ula. Di sana, ketertarikan Mark pada Islam semakin jelas. Terutama, saat mereka pergi ke padang gurun.

“Mark kagum melihat tiga pemuda Saudi yang berada di kelompok kami di Al-Ula, melakukan shalat di hamparan padang pasir yang sangat luas, sebuah panorama yang sangat fantastis,” kata Nashir, dilansir di Saudi Gazette, Ahad (25/3).

Setelah dua hari di Al-Ula, Mark dan Nashir pergi ke Al-Juf. Begitu tiba di Al-Juf, Mark bertanya apakah Nashir bisa memberinya beberapa buku tentang Islam. Nashir kemudian memberikan beberapa buku tentang Islam kepadanya. Menurutnya, Mark membaca semua buku tersebut.

Keesokan paginya, dia meminta Nashir untuk mengajarinya cara melakukan shalat. Nashir kemudian mengajarinya bagaimana beribadah dan melakukan wudhu. Kemudian, Mark bergabung dengan Nashir dan melaksanakan shalat di sampingnya.

“Setelah berdoa, Mark memberi tahu saya bahwa dia merasakan kedamaian di jiwanya,” lanjut Nashir.

Pada Kamis sore, mereka meninggalkan Al-Ula menuju Jeddah. Dikatakan Nashir, Mark tampak sangat serius membaca buku-buku tentang Islam sepanjang perjalanan. Pada Jumat pagi, mereka mengunjungi kota tua Jeddah. Sebelum waktu shalat Jumat mendekat, mereka kembali ke hotel dan Nashir pamit untuk pergi shalat Jumat.

Mark berkata kepada temannya, bahwa ia ingin bergabung dengannya untuk shalat Jumat. Sehingga ia dapat menyaksikan sendiri bagaimana shalat Jumat. Nashir lantas menyambut baik gagasan itu.

Nashir mengatakan, mereka kemudian pergi ke sebuah masjid yang tidak jauh dari hotel tempat mereka tinggal di Jeddah. Karena mereka cukup terlambat, ia dan banyak orang lainnya harus beribadah di luar masjid, karena jumlah jamaahnya yang meluap.

“Saya dapat melihat Mark mengamati orang-orang dalam jamaah, terutama setelah shalat Jumat selesai, ketika semua orang berjabat tangan dan saling berpelukan dengan wajah berseri-seri dan gembira. Mark sangat terkesan dengan apa yang dilihatnya,” ujarnya.

Ketika kembali ke hotel, Mark tiba-tiba mengatakan Nashir bahwa ia ingin menjadi seorang Muslim. Karena itulah, Nashir memintanya untuk mandi terlebih dulu. Setelah Mark mandi, ia membimbingnya mengucapkan syahadat (pernyataan keimanan) dan kemudian Mark shalat dua rakaat. Selanjutnya, Mark mengungkapkan keinginannya untuk mengunjungi Masjidil Haram di Makkah dan melakukan shalat di sana sebelum meninggalkan Arab Saudi.

Untuk memenuhi keinginannya, mereka lantas pergi ke Pusat Dakwah di Jeddah untuk mendapatkan bukti resmi tentang pertaubatannya ke dalam Islam. Sehingga, Mark akan diizinkan memasuki kota Makkah dan Masjidil Haram. Mark kemudian diberi sertifikat sementara tentang mualafnya, dan ia bisa mengunjungi kota suci Makkah.

Setelah Mark menyatakan keyakinan Islamnya, ia memiliki kesempatan untuk mengungkapkan pengalamannya kepada koran Al-Riyadh. Ia mengatakan, bahwa ia tidak dapat mengungkapkan perasaannya saat itu. Namun, ia merasa sedang terlahir kembali dan memulai hidup yang baru.

“Saya sangat senang. Kebahagiaan yang saya rasakan ini tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, terutama ketika saya mengunjungi Masjidil Haram dan Ka’bah yang mulia,” kata Mark.

Mark pun menceritakan langkah selanjutnya setelah ia masuk Islam. Ia menjelaskan bahwa ia ingin belajar lebih banyak tentang Islam, mempelajari lebih dalam agama Allah (Islam), dan kembali ke Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji. Ia juga mengungkapkan apa yang mendorongnya untuk masuk Islam.

“Saya sudah memiliki informasi tentang Islam, tetapi itu sangat terbatas. Ketika saya mengunjungi Arab Saudi dan secara pribadi menyaksikan orang-orang Muslim di sana, dan melihat bagaimana mereka melakukan shalat, saya merasakan dorongan yang sangat kuat untuk mengetahui lebih banyak tentang Islam. Ketika saya membaca informasi yang benar tentang Islam, saya menjadi yakin bahwa Islam adalah agama haq (kebenaran),” lanjut Mark.

Pada Ahad pagi, 18 Oktober 2009, Mark meninggalkan Bandara King Abdul Aziz Jeddah menuju Amerika. Ketika mengisi formulir imigrasi sebelum meninggalkan Jeddah, Mark menulis Islam sebagai agamanya.

Sumber: republika

Ibnu Khaldun, Asal Kehancuran Negara dan Peradaban

Ibnu Khaldun, Asal Kehancuran Negara dan Peradaban

10Berita -Apakah negara bubar hanya khayalan arau fiksi dalam novel dan komik? Jawabnya ternyata: tidak sama sekali! Banyak negara tengelam dalam dasar sejarah. Hanya sedikit negara yang mampu bertahan lama, Dan memang banyak orang yang alpa dengan menganggap eksistens negara itu sebuah kenyataan kekal dan final.

Soal bubarnya negara pun telah dtulis di Republika sudah ditulis pada 20 Oktober 2016, ketika memuata buah pikiran pegiat sejarah Islam, Ilham Martasyabana. Dalam tulisan dia membahas tulisan seejarawan besar Muslim, Ibnu Khaldun (1332-1406 M), mengartikan sejarah dalam kitabnya yang fenomenal Muqaddimah sebagai “catatan tentang masyarakat umat manusia atau peradaban dunia”.

Ibnu Khaldun mempelajari tentang perubahan-perubahan yang terjadi pada watak masyarakat itu seperti kelahiran, keramah-tamahan, dan solidaritas golongan, tentang revolusi dan pemberontakan oleh segolongan rakyat melawan golongan lain. Dan sebagai akibatnya, kemudian timbul kerajaan-kerajaan dan negara dengan tingkatan bermacam kegiatan dan kedudukan orang. Baik itu untuk mencapai kemajuan kehidupannya, berbagai macam ilmu pengetahuan dan keterampilan, dan umumnya tentang segala macam perubahan yang terjadi di dalam masyarakat karena watak masyarakat itu sendiri.

foto: detik.com

Sebagai seorang sejarawan konsep-konsep sejarah pun bermunculan dari penjelasan Ibnu Khaldun tersebut, mulai dari “umat manusia”, “peradaban”, “watak masyarakat”, “solidaritas golongan” (ashobiyah), “revolusi”, “pemberontakan”, “kerajaan”, “negara”, “tingkatan dalam masyarakat”, “ilmu pengetahuan dan keterampilan”, “kemajuan” hingga “perubahan” atau “proses”.” Ilmu sejarah bagi Ibnu Khaldun adalah ilmu yang sangat urgen bagi umat manusia di samping sangat digemari berbagai kalangan.


Bagi Ibnu Khaldun, sejarah terbangun dari dua sisi, sisi luar (material, lahiriah) dan sisi dalam (sisi batiniah, filosofinya). Sisi luarnya sejarah menjelaskan kondisi tentang makhluk Tuhan (umat manusia), menguraikan hal ihwalnya, perluasan wilayah dan perputaran kekuasaan di berbagai negeri.

Sisi dalam, atau bisa juga dikatakan sisi batiniah sejarah merupakan tinjauan, kajian, dan analisis tentang berbagai kejadian dan elemen-elemennya, ilmu yang mendalami tentang berbagai peristiwa dan sebab-akibatnya, serta pula filsafat moralnya.

Dengan demikian, Ibnu Khaldun termasuk sejarawan yang mensyaratkan tinjauan peristiwa, analisis, pola-pola dan sebab-akibatnya sebagai syarat ilmu dan penulisan sejarah. Menarik disimak bahwa mayoritas sejarawan Muslim, termasuk Ibnu Khaldun mempercayai bahwa filsafat moral (tentu saja yang berlandaskan Islam) adalah bukan hanya sekedar unsur belaka, tetapi juga dianggap “ruh” sejarah.

Maka, hal tersebut mengingatkan pada pemikiran George Frederick Hegel, filsuf idealisme Jerman, yang membagi sejarah ke dalam tiga jenis: sejarah asli, sejarah reflektif dan sejarah filsafati. Ibnu Khaldun ditinjau darisisi “dalam” sejarahnya memiliki kemiripan dengan sejarah reflektifnya Hegel, di mana cara penyajian sejarah tidak dibatasi oleh waktu peristiwa sejarah yang ditulis sejarawan, tetapi ruhnya melampaui masa kini dan masa lalu. Sebagai contoh yang umum bagi kita,adalah penulisan sejarah yang dihubung-hubungkan dengan rasa nasionalisme, persatuan Indonesia, atau dengan “spirit Islam”.


Sejarah jenis ini selalu dihubung-hubungkan dengan spirit atau ruh yang bisa dipetik generasi masa kini tanpa selalu terkait dengan waktu peristiwa sejarahnya sendiri. Misalnya dalam buku Menemukan Sejarah dan Api Sejarah karya Ahmad Mansur Suryanegara, dari beberapa aspek, kedua buku tersebut bisa mencontohkan sisi “dalam” sejarah, atau sejarah reflektif.

Sama halnya dengan Ibnu Khaldun, saya teringat Goldwin Smith, sejarawan dari Universitas Oxford di abad 19 dalam bukunya The Study of History: Two Lectures mengakui bahwa filsafat moral -sebagai sisi “dalam” sejarah- merupakan suatu kesatuan dengan sejarah. Smith menyatakan dengan untaian kata yang bernuansa slogan, “Sejarah adalah sebuah rangkaian fakta belaka tanpa filsafat moral, dan tanpa sejarah, filsafat moral cenderung menjadi mimpi belaka.”

Dari sisi “luar” atau lahiriyah sejarah, Ibnu Khaldun memiliki gagasan yang kemudian dikenal sebagai scientific history (sejarah ilmiah) setidak-tidaknya dengan empat tahapan, pertama, untuk membangun rekonstruksi penulisan sejarah terlebih dahulu diungkapkan metode kritik sejarah yang menjadi landasan pemikiran sejarahnya.

Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan sejarawan terdahulu, Ibnu Khaldun akhirnya dapat merumuskan pemikiran sejarahnya sendiri; Kedua, membuang hal-hal yang dianggap tidak diterima nalar (rasio); ketiga, objektivitas sejarah, dan terakhir (keempat), pendekatan empiris pada sejarah (historical empiricism approachment).

Menurut Muhammad Enan dalam Ibnu Khaldun: His Life and Works penulisan sejarah Ibnu Khaldun didasarkan oleh dua motif yakni semangat ilmiah dan kenegarawanannya, serta argumennya dalam sejarah menggambarkan pelepasan dari belenggu tradisi ilmiah sebelumnya.

Sehingga sering dikatakan Ibnu Khaldun menciptakan bentuk baru ilmu sejarah menjadi sejarah ilmiah (Scientific History), ini merupakan suatu terobosan ilmiah yang belum ada di masa itu, sebagaimana yang diutarakan Muhammad Syafi’i Ma’arif dalam Ibnu Khaldun dalam Pandangan Penulis Barat dan Timur. Di Eropa, usaha-usaha untuk menjadikan sejarah sebagai “suatu disiplin yang ilmiah” baru dipopulerkan abad 19 oleh sejarawan Jerman, Leopold von Ranke.


Terkait dengan konsep “perubahan” dan “proses” sebagai konsep sejarah yang paling utama, di mana kedua konsep tersebut dianggap paling utama oleh sejarawan dan filsuf Barat di abad 19 dan abad 20, sekalipun dengan ungkapan-ungkapan yang berbeda. Semua pakar Barat yang mainstream meyakini bahwa-meminjam ungkapan Ankersmith di buku Refleksi Tentang Sejarah- “pada hakikatnya sejarah merupakan suatu proses kemajuan.”

Di antara pakar yang berpendapat demikian ialah sejarawan terkemuka Jerman,Johann Gustav Droysen dalam bukunyaOutline of the Principles of History,lalu George Frederick Hegel, Karl Marx, Oswald Spaengler, Goldwin Smith hingga Auguste Comte. Johann Gustav Droysen bahkan mengatakan, “History is humanity becoming and being conscious concerning itself.” Sejarah bermakna “menjadi” atau berproses untuk menjadi.

Hingga kini “perubahan” dan “proses” dianggap sebagai unsur utama sejarah. Masih dengan ungkapan Droysen,“ setiap hal di masa sekarang merupakan salah satu yang telah datang untuk menjadi,” begitu pula seterusnya. William P. Atkinson dalam On History and the Study of History menyatakan lebih jauh bahwa sejarah adalah kisah bangkit dan pertumbuhan masyarakat manusia, dan masyarakat terbentuk dari hubungan; Jika manusia bukan makhluk sosialia tidak punya sejarah.

Ibnu Khaldun tentu juga meyakini bahwa kehidupan manusia akan selalu mengalami proses dan perubahan. Ini adalah sebuah sunnatullah, di mana bukan hanya orang Muslim saja yang percaya tapi juga kepercayaan yang diterima semua keyakinan, ideologi dan agama. Hanya saja umat Islam memahami itu semua dari tuntunan wahyu ilahi kitab suci Al-Qur’an, bahwa sejak awal kehidupan manusia hingga hari kiamat senantiasa terjadi siklus masa kejayaan dan kehancuran dari berbagai masyarakat, umat maupun peradaban yang ada. Firman Allah SWT:

وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ

Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan di antaramanusia…(QS Ali Imran:140).

Rasanya Ibnu Khaldun pun terinspirasi oleh ayat ini, di mana ayat yang membahas tentang Perang Uhud ini jika ditinjau secara keumuman lafazh maka bermakna senantiasa akan terjadi jatuh-bangun, kejayaan-kehancuran, maju-mundur hingga jatuh-bangunnya peradaban-peradaban manusia.


Uni Soviet yang merupakan peradaban terkuat dengan ideologi komunisnya sejak memenangi Perang Dunia II (1939-1945), mulai tahun 1980-an merosot drastis hingga benar-benar runtuh memasuki tahun 1990. Begitu juga Amerika Serikat yang sejak memasuki abad 20 merupakan ‘pemimpin’ peradaban Barat (menggantikan Inggris) dan kokoh sebagai pemuncak peradaban bahkan jauh lebih lama dari Uni Soviet (rival Amerika Serikat) menurut “hukum sejarah” dari Al-Qur’an maupun yang populer dikemukakan Ibnu Khaldun, pasti juga akan runtuh.

Hal itu dibenarkan oleh Samuel Huntington dalam buku masterpiecenya The Clash of Civilization, di mana ia mengungkap di banding tahun 1920-an, Barat termasuk Amerika Serikat jauh mengalami kemerosotan. Faktanya memang demikian, negeri-negeri seperti China, Korea Selatan, Afghanistan, Iraq hingga yang paling baru ‘komunitas’ jihad Suriah belakangan ini mampu merepotkan negara adidaya nomor wahid tersebut.

Sampai-sampai Huntington berpendapat agar Amerika Serikat dan Barat ingin tetap menjadi ‘pemimpin’ peradaban-peradaban dunia, maka solusinya adalah dengan menghentikan laju dan gerak peradaban yang sedang tumbuh seperti peradaban Islam dan China, dengan cara apa pun.

Dalam teorisiklus sejarah Ibnu Khaldun pun dijelaskan adanya siklus atau fase-fase, di mana peradaban lahir, tumbuh, berkembang hingga mencapai puncak kejayaannya, kemudian mengalami kemunduran,hingga akhirnya mengalami keruntuhan sama sekali.


Menurut Tarif Khalidi dalam buku Classical Arab Islam: The Culture and Heritage of the Golden Age “Ilmu umran” (peradaban dan masyarakat) dalam Muqaddimah Ibnu Khaldun bisa dikatakan sebuah science of social biology atau biology of civilization.

Ibnu Khaldun sendiri jelas menyatakan di bukunya bahwa peradaban umat manusia adalah sesuatu yang bergerak dan berproses layaknya makhluk hidup. Dalam kehidupan biologis adafase-fase kehidupan yang harus dilaui, dari mulai lahir, tumbuh berkembang menjadi anak-anak, remaja hingga dewasa, kemudian mengalami proses penuaan dan akhirnya meninggal dunia. Masa kejayaan dan keruntuhan suatu peradaban berada dalam proses dialektis, berbenturan antar suatu peradaban menetap yang disebut hadharah dan peradaban yang nomaden atau ‘bar-bar’ yan disebut badawah.

Peradaban yang dikenal dalam pemahaman modern adalah hadharah, namun menurut Ibnu Khaldun peradaban semacam ini memiliki kelemahan yang pasti, yaitu selalu berproses dan berubah ke arah keruntuhan ketika sudah mencapai fase tenang, bermegah-megahan serta bermewah-mewahan.

Fase di mana sebuah peradaban telah memuncak, materi berkelimpahan di mana-mana, baik dari penarikan pajak, hasil bumi negara dan lain-lainnya. Selain merusak jiwa manusia, kemewahan dan kemegahan merusak pula ashabiyah, ikatan fanatisme antar sesama manusia di dalam sebuah peradaban, padahal ikatan fanatisme peradaban adalah penopang peradaban itu sendiri. Kultur hadharah pasti bergerak dan berubah ke arah kemewahan dan kemegahan.

Kehidupan bermewah-mewahan serta bermegahan pasti membawa kehancuran, begitulah satu dari logika Ibnu Khaldun yang terkenal. Ia sendiri mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an “Bilamana Kami berkehendak menghancurkan sebuah kota (peradaban), Kami suruh (jadikan) orang-orang yang bergelimang dalam kemewahan dan melampaui batas, tetapi mereka durhaka, maka pantaslah mereka menerima adzab kemudian Kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya.”(QS 17:16)

Rupa-rupanya Ibnu Khaldun meyakini bahwa sumber kerusakan moral serta kehancuran peradaban berawal dari kesombongan, bermewah-mewahan dan bermegah-megahan. Tidak ada satupun peradaban yang selamat dari ‘penyakit’ semacam ini, tak terkecuali peradaban Islam di masa belakangan. Dari sinilah nampak solusi dari Ibnu Khaldun, peradaban ‘hadharah’ dengan segala kekuasaan dan kejayaannya wajib diatur dan dilandasi syariah Allah, terus-menerus. Kerangka sisi “dalam” sejarah Ibnu Khaldun berujung kepada keharusannya bermoral (beradab) dan menegakan syariah.

Oleh sebab itu jika ada suara-suara dari sebagian intelektual yang menganggap Ibnu Khaldun adalah sejarawan “sekular” Muslim, maka hal tersebut keliru. Dalam perjalanan sejarah berbagai peradaban besar, pendapat Ibnu Khaldun sulit untuk dibantah karena peradaban-peradaban besar merosot dan jatuh utamanya karena kecongkakan, bermegah-megahan dan bermewahan. Sebagian sejarawan dan pakar dunia Barat seperti Spengler dan Huntington sendiri mempercayai bahwa peradaban yang meyakini ia berada di puncak kejayaan dan kedigdayaan sesungguhnya telah berada dalam kemerosotan dan kejatuhannya.

Rasulullah SAW pernah bersabda: “Jika kalian telah sibuk dengan dirham dan dinar, berjual beli ‘inah (mengandung riba), mengikut ekor sapi (sibuk bertani), dan meninggalkan jihad, Allah akan memasukan kalian ke dalam kehinaan, Dia tak akan memperdulikan kalian hingga kalian kembali kepada agama kalian.” (HR Abu Dawud dan Ahmad).

Sabda lain beliau SAW “kalian dihinggapi penyakit Al-Wahn, yaitu kecintaan pada dunia dan takut mati (dalam memperjuangkan Islam)” (HR Abu Dawud dan Ahmad).

Nampaknya hadits ini membuat kita percaya bahwa teori perihal kemerosotan dan kejatuhan sebuah peradaban (termasuk peradaban Islam) dari Ibnu Khaldun adalah benar.(kk/)

Sumber :republikaonline

Luhut Sebut Kalau Berkelahi Pakai Data, Netizen: Bukan Data Tapi FAKTA

Luhut Sebut Kalau Berkelahi Pakai Data, Netizen: Bukan Data Tapi FAKTA


10Berita, Pertikaian antara Luhut dan Amien Rais masih terus berlangsung, pernyataan Amien Rais soal Tanah Indonesia sudah banyak dikuasai asing membuat Luhut marah, kemarahannya masih berlangsung hingga sambutan acara untuk calon legislatif Golkar yang dimuat oleh detik (15/03) : https://news.detik.com/berita/3936149/menko-luhut-kalau-berkelahi-pakai-data-jangan-ngibul

“Jadi kalau berkelahi data. Data ini bisa dipertanggung jawabkan. Saya tanya Purbaya ada yang kritik ini, Purbaya ngomong dia nggak ngerti Pak Luhut. Nggak ngerti gimana, ya fiskal itu,” ujar Luhut dalam sambutan acara pembekalan untuk calon legislatif (caleg) Golkar di Hotel Red Top, Jakarta Pusat, Minggu (25/3/2018).

Pernyataan Luhut ini ditanggapi Netizen, diantarnya adalah sebagai berikut:

Been Ahmad Opung kalau nggak mau ngibul tu pakai fakta, kalau data bisa dimodif sesuai pesanan misal untuk pencitraan. Data tepat n akurat harus mendeskripsikan dengan kondisi fakta dilapangan

Sharul Amien Justru jokowi yg terkesan membuat pembohongan pablik..
Tdk bgi2 kursi..bla bla..bgi2 juga.
Tdk impor…bla bla…impor juga..
Ekonomi meroket..bla bla…ternyata melorot..

Dedi Satria Pak luhut klu bisa konsentrasi saja pada pekerjaannya msh byk pekerjaan pak luhut yg blm selesai. Nanti biar pak luhut bisa dapat gelar mentri terbaik no 2…no satu nya sdh didapatkan ibu sri mulyani kan…

Raditha Tinton Ente jg bisanya marah-marah doang opung bicara jg gg pakai data,n ngotot merasa diri paling benar!!

Sumber : Dakwah Media 

BBM Naik Lagi, Ini Daftar Harganya dari Aceh Hingga Papua

BBM Naik Lagi, Ini Daftar Harganya dari Aceh Hingga Papua

Jakarta () – Kian hari hidup terasa kian tak bersahabat bagi sebagian masyarakat. Namun siapa nyana, di tengah himpitan kerasnya hidup, dalam diam tiba-tiba pemerintah menaikkan kembali harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Naiknya kembali harga BBM mengundang beragam komentar warganet di berbagai jejaring media sosial. Bukan hanya mengeluhkan kenaikan harga, namun juga biaya hidup yang makin susah dari hari ke hari.

BUMN pengelola penambangan minyak dan gas bumi di Indonesia, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertalite senilai Rp 200 per liter. Kenaikan harga tersebut berlaku mulai Sabtu (24/3/2018) pukul 00:00.

Di Sulawesi Selatan, harga Pertalite tercatat telah 2 kali mengalami kenaikan sejak awal tahun 2018. Pertama, Sabtu (20/1/2018) dengan nilai kenaikan harga Rp 100 per liter atau dari harga Rp 7.700 menjadi Rp 7.800. Lalu, Sabtu kemarin, dari harga Rp 7.800 menjadi Rp 8.000. Jika ditotal, kenaikan harga Pertalite pada tahun 2018 mencapai Rp 300.

Kenaikan harga kali ini tak hanya terjadi di Sulawesi Selatan, namun di seluruh provinsi di Indonesia. Daerah penghasil minyak misal di Riau dan Kepulauan Riau harganya lebih mahal dari daerah lain di Indonesia.

Berikut daftar kenaikannya sebagaimana dikutip dari laman resmi Pertamina, Pertamina.com.

1. Di Aceh, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 7.800.

2. Di Sumatera Utara, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 7.800.

3. Di Sumatera Barat, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 7.800.

4. Di Riau, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 8.150.

5. Di Kepulauan Riau, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 8.150.

6. Di Batam (FTZ), harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 8.150.

7. Di Jambi, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 8.000.

8. Di Bengkulu, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 7.800.

9. Di Sumatera Selatan, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 8.000.

10. Di Bangka Belitung, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 8.000.

11. Di Lampung, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 8.000.

12. Di DKI Jakarta, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 7.800.

13. Di Banten, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 7.800.

14. Di Jawa Barat, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 7.800.

15. Di Jawa Tengah, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 7.800.

16. DI Yogyakarta, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 7.800.

17. Di Jawa Timur, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 7.800.

18. Di Bali, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 7.800.

19. Di Nusa Tenggara Barat, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 7.800.

20. Di Nusa Tenggara Timur, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 7.800.

21. Di Kalimantan Barat, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 8.000.

22. Di Kalimantan Tengah, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 8.000.

23. Di Kalimantan Selatan, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 8.000.

24. Di Kalimantan Timur, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 8.000.

25. Di Kalimantan Utara, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 8.000.

26. Di Sulawesi Utara, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 8.000.

27. Di Gorontalo, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 8.000.

28. Di Sulawesi Tengah, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 8.000.

29. Di Sulawesi Tenggara, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 8.000.

30. Di Sulawesi Selatan, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 8.000.

31. Di Sulawesi Barat, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 8.000.

32. Di Maluku, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 8.000.

33. Di Maluku Utara, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 8.000.

34. Di Papua, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 8.000.

35. Di Papua Barat, harga Pertalite per liter kini menjadi Rp 8.000. (MS)

Sumber : Pikiran Umat

HOAX: Putra Mahkota Saudi Sebut Wanita Tak Perlu Pakai Kerudung… Bukti CCN Indonesia Sebar Hoax??????

HOAX: Putra Mahkota Saudi Sebut Wanita Tak Perlu Pakai Kerudung… Bukti CCN Indonesia Sebar Hoax??????



Berikut ini contoh Judul HOAX dan Menyesatkan.

Judul CNN Indonesia: “Putra Mahkota Saudi Sebut Wanita Tak Perlu Pakai Kerudung”.

Link: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20180321181755-120-284810/putra-mahkota-saudi-sebut-wanita-tak-perlu-pakai-kerudung

PADAHAL… Putra Mahkota Saudi Muhammad bin Salman sama sekali tidak menyebut wanita Saudi bebas mengenakan hijab atau tidak. Dalam wawancaranya dengan presenter CBS News, putra mahkota Saudi tsb hanya menyebut Syariat Islam tidak mengharuskan wanita berpakaian “abaya hitam” atau “hijab hitam”. Ini soal “warna hitam”.

لكن ديننا لا ينص حرفياً على ضرورة ارتداء عباءة سوداء أو حجاب أسود

“Akan tetapi Agama kami (Islam) tidak menentukan keharusan (wanita) mengenakan abaya berwarna hitam atau hijab hitam”.

Link: https://al-akhbar.com/Arab/246554

Ini cuma soal pilihan model/warna. Kalau soal menutup aurat wanita itu sudah wajib dalam Syariat Islam yang menjadi konstitusi Arab Saudi.

Oleh media disini dibuat JUDUL yang HOAX “Putra Mahkota Saudi Sebut Wanita Tak Perlu Pakai Kerudung”.

Judul Hoax ini lalu dishare di medsos oleh banyak kalangan sekuler-liberal dan mendapat respon beragam dari netizen. Banyak diantaranya yang kemudian memandang negatif Saudi akibat Judul HOAX tersebut.

Sumber : Dakwah Media

Ada 7 Juta Pengangguran di Indonesia, 10 Juta Lapangan Kerja Kemana?

Ada 7 Juta Pengangguran di Indonesia, 10 Juta Lapangan Kerja Kemana?


10Berita, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengungkap kekhawatirannya terhadap meningkatnya jumlah pengangguran berpendidikan di Indonesia.

Ia menyebutkan, setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah sarjana, namun sedikit yang langsung diterima bekerja.

“Sekitar 8,8 persen dari total 7 juta pengangguran di Indonesia merupakan sarjana yang menganggur pasca lulus. Ini sangat mengkhawatirkan,” kata Nasir dalam keterangan tertulisnya, Minggu (25/3/2018)

Untuk itu Nasir terus berupaya mendorong peningkatan daya saing bangsa. Di bidang pendidikan tinggi, ia menyampaikan pentingnya kontribusi perguruan tinggi dalam mempersiapkan tenaga kerja yang terampil, berpendidikan tinggi serta berwawasan global.

“Perguruan tinggi harus mampu menghasilkan sumber daya yang mampu bersaing secara global,” ujar Nasir.

Nasir mengajak para wisudawan dan civitas akademika untuk ikut berkontribusi dalam upaya peningkatan daya saing bangsa secara global di era disrupsi teknologi.

“Kita telah memasuki era revolusi industri 4.0, yaitu era disrupsi teknologi, era berbasis Cyber Physical System. Ini merupakan tantangan baru yang dihadapi oleh negara-negara di ASEAN untuk mempersiapkan SDM-nya,” ucapnya.(yn/ant)

Saat kampanye Pilpres 2014, salah satu janji kampanye Jokowi adalah membuka 10.000.000 lapangan pekerjaan? Apakah ini sudah jadi kenyataan?

Sumber: eramuslim

Parah, Kini Giliran Dana BPJS Disikat Demi Infrastruktur

Parah, Kini Giliran Dana BPJS Disikat Demi Infrastruktur


10Berita, Rabu 21 Maret 2018, Direktur Utama BPJS-TK mengumumkan penyisihan dana sekitar Rp 73 Triliun untuk mendukung program pembangunan infrastruktur Jokowi melalui penerbitan surat utang.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 23% dari dana titipan kaum buruh/pekerja berupa uang iuran jaminan sosialnya yang berjumlah Rp. 320 Trilyun. Artinya, bila pelaksanaan penerbitan surat utang itu tidak hati-hati, maka akan menggoncangkan dana titipan kaum buruh/pekerja Indonesia.

Pimpinan DPP KSPSI yang membidangi Peningkatan Kesejahteraan Pekerja dengan jumlah anggota sekitar 4 juta orang menyatakan belum bisa menerima begitu saja pernyataan Direktur Utama BPJS-TK tersebut.

Menurut akal sehat, dana titipan kaum buruh/pekerja itu hanya boleh diputarkan atau dikembangkan untuk suatu kegiatan yang tingkat spekulasinya sangat rendah. Sementara itu, program infrastruktur yang sekarang dibangun, masih rancu alias belum jelas mana yang bakal untung dan mana yang bakal rugi.

Sementara untuk mengelola dana buruh/pekerja di BPJS-TK haruslah menguntungkan. Karena itu seperti selama ini dilakukan, sebagian besar dana itu dikembangkan melalui pembelian obligasi pemerintah atau deposito di bank-bank negara.

Dengan kata lain, pengelolaan dana BPJS-TK hanya bisa merugi bila NKRI menuju bubar atau bank-bank negara menuju bangkrut. Hal yang sangat kecil kemungkinannya terjadi karena banyak entitas resmi yang mengawasi APBN maupun perbankan.

Secara umum memang baik bahkan perlu mengembangkan dana BPJS-TK agar mendapatkan yield atau perolehan pengembangan yang besar termasuk mengembangkannya dalam pembangunan infrastruktur. Namun sekali lagi, bahwa proses pengembangan itu harus dilakukan dengan tingkat resiko yang sangat kecil.

Terkait perolehan yang besar dengan tingkat resiko yang sangat kecil ini sesungguhnya bisa dilakukan walau harus terlebih dulu membuat dasar hukumnya. Tentunya itu semua bisa terjadi kalau ada kemauan politik dari penguasa.

Membangun infrastruktur dengan tingkat risiko pengembalian langsung yang kecil harus dihindari. Sebaliknya, bila merujuk kepada Presiden Joko Widodo yang mengatakan infrastruktur yang sudah untung, bisa dijual dan hasil penjualannya bisa membangun infrastruktur lainnya, maka sudah seharusnya BPJS-TK diarahkan untuk membeli infrastruktur model seperti itu.

Contoh gampangnya adalah kita mendukung bila BPJS-TK membeli jalan tol dalam kota Jakarta atau membeli Tol Cikampek Purwakarta atau membeli konsesi pengelolaan Bandara Soekarno-Hatta atau Bandara Ngurah Rai atau membeli konsesi Pelabuhan JICT Tanjung Priok atau Pelabuhan Belawan Medan dan sebagainya yang secara kasat mata saja sudah pasti untung besar karena pasarnya captive dan sudah jelas.

Sebaliknya bila dana BPJS-TK dipakai untuk membiayai Tol Trans Sumatera dan berbagai ruas Tol lainnya yang belum jelas tingkat pengembaliannya atau membangun pelabuhan laut yang belum jelas berapa kapal yang akan melabuh dan sebagainya maka kita jelas menolak karena ini bersifat spekulatif dan berisiko tinggi yang bisa merugikan kaum buruh/pekerja Indonesia.

Hal ini perlu ditegaskan lagi karena menjual konsesi pengelolaan infratruktur yang sudah jelas sangat menguntungkan kepada swasta murni apalagi asing sepertinya lebih didahulukan dari pada dijual dengan menggunakan dana-dana masyarakat yang terkumpul.

Memaksakan memberi konsesi pengelolaan JICT Tanjung Priok ke asing diduga kuat karena ada dana yang bisa diberikan kepada pembuat keputusan. Sementara kalau dijual ke masyarakat luas misalnya melalui dana di BPJS-TK, Taspen, ASABRI dan sebagainya akan sulit mendapat dana kickback atau “kongkalikong “ yang jumlahnya sangat besar karena pengawasannya yang ketat.

Jadi jelas bahwa dalam soal beli-membeli konsesi infrastruktur yang sudah untung ini telah terjadi kerendahan moral dalam prosesnya, kecuali bila itu dijual menggunakan dana masyarakat luas.

Sementara itu, terkait dengan penerbitan surat utang untuk pembangunan infrastruktur, ini sama halnya dengan menjadikan BPJS-TK selayaknya bank yang meminjamkan kredit. Ini bisa juga diartikan bahwa perbankan tidak mau memberi pinjaman pada pembangunan infrastruktur tertentu karena memang kelayakannya yang diragukan.

Kalau tidak diragukan, tentunya perbankan akan memberi pinjaman itu karena perbankan memiliki banyak dana. Ekspansi kredit yang beberapa tahun sebelumnya di atas 10% per tahun nyatanya dalam 2 tahun terakhir selalu di bawah 10%, yaitu 9% pada 2016 dan 8,24% pada 2017. Artinya perbankan memiliki cadangan dana yang cukup besar untuk berekspansi.

Atas dasar ini, maka kita harus sangat berhati-hati dalam menggelontorkan dana BPJS-TK untuk pembangunan infrastruktur ini, kecuali memang pembangunan infrastruktur itu secara kasat mata pasti menguntungkan sekaligus tingkat resikonya sangat kecil.

Sumber: tribunislam