OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Kamis, 29 Maret 2018

Gila, polisi “Israel” tangkap bocah Palestina berusia 3 tahun dengan tuduhan melempar batu

Gila, polisi “Israel” tangkap bocah Palestina berusia 3 tahun dengan tuduhan melempar batu


10Berita, Polisi pendudukan “Israel” pada Rabu (28/3/2018) menahan seorang bocah Palestina yang baru berusia 3 tahun di Hebron, selatan Tepi Barat, karena diduga telah melemparkan batu ke arah tentara.

Harian Haaretz mengatakan bahwa ayah anak tersebut meminta polisi untuk membebaskannya, namun tidak ditanggapi oleh polisi pendudukan selama lebih dari setengah jam.

Polisi pendudukan mengklaim insiden tersebut sebagai “provokasi yang disengaja”, mengatakan bahwa sang anak berlari ke arah mereka dengan “memegang obeng” setelah melempar batu.

Video penangkapan anak tersebut diposting di Twitter, menunjukkan seorang petugas polisi “Israel” memegang tangan anak laki-laki yang menangis. Ayah anak itu juga terlihat dalam video, meminta polisi untuk melepaskan anaknya.

Di akhir video, bocah itu berlindung di belakang kaki ayahnya.

Ra’ad Abu Armila, yang menyaksikan peristiwa itu berkata kepada Haaretz bahwa insiden terjadi ketika seorang polisi pendudukan “Israel” memanggil bocah itu dan mengutuk dia dan ibunya.

“Anak itu pulang ke rumah dengan marah dan kemudian kembali dengan alat pengupas labu. Dia mendekati polisi dan kemudian polisi itu menangkapnya. Insiden itu terjadi di alun-alun Masjid, dekat rumah anak tersebut,” ujar Armila.

Bocah tersebut akhirnya dibebaskan oleh polisi “Israel”, namun walaupun hanya ditahan sesaat, apa yang dilakukan polisi “Israel” tidak bisa diterima.

Sumber : arrahmah.com

Inilah Alasan Lain dan Kuat Mengapa Ustaz Alfian Tanjung mesti Dibebaskan

Inilah Alasan Lain dan Kuat Mengapa Ustaz Alfian Tanjung mesti Dibebaskan


10Berita, JAKARTA- Ustaz Alfian Tanjung sebelumnya disebut oleh pakar hukum, Yusril Ihza Mahendra yang sekaligus menjadi saksi ahli mesti dibebaskan. Salah satu alasannya, di antaranya adalah bahwa Pasal 310 KUHP, seperti yang ditusuh itu adalah pasal fitnah dan pencemaran nama baik yang ditujukan adalah orang perseorangan (natuurlijk person), bukan organisasi (rechtsperson).

Selain itu, alasan lainnya adalah bahwa Alfian dituduh karena menyoalkan akan bahaya komunisme ke salah satu anggota PDIP disebut Yusril itu bagian dari keilmuan.

“Sebagai ustaz dan dosen yang selama ini mendalami bahaya Komunisme yang dilarang oleh TAP MPRS XXV/MPRS/1966 dan UU No 27 Tahun 1999 yang mengatur sanksi pidana penyebaran faham Komunisme, maka tugas Alfianlah berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya untuk mengingatkan masyarakat terhadap fenomena bahaya kebangkitan kembali Komunisme itu.

Alfian memang mempersoalkan ucapan-ucapan Ribka Tjiptaning baik dalam buku ‘Aku Bangga Jadi Anak PKI’ dan pernyataan Ribka bahwa ada sekitar 20 juta keturunan PKI yang kini bernaung dan menyalurkan aspirasi politiknya melalui PDIP.

Ribka juga menyatakan bahwa PKI siap bangkit kembali. Karena buku Ribka itu tidak pernah dibantah secara resmi maupun tidak resmi oleh PDIP, maka Alfian melalui berbagai ceramah dan tulisannya di media sosial menyampaikan kritiknya,” demikian kata Yusril, Rabu (28/3/2018), seperti yang tertulis di fanpage FB-nya. Tetapi, lanjut Yusril, kritik itu oleh PDIP dianggap sebagai fitnah dan pencemaran nama baik, sehingga Sekjen PDIP Hasto Kristianto atas nama partai mengadukan Alfian ke polisi.

“Ketika tampil sebagai saksi dalam perkara Alfian Tanjung ini, Hasto malah mengatakan tidak tahu dan tidak pernah membaca buku dan pernyataan Ribka Tjiptaning di berbagai media, walau fakta persidangan menunjukkan bahwa buku Ribka sudah berulang-kali naik cetak dengan jumlah mendekati dua juta eksemplar.”


Alfian juga merasa kegiatan propaganda dan kebangkitan PKI dan Komunisme tidak pernah ditindak oleh aparat penegak hukum sehingga dia merasa ada pembiaran. “Karena itu, dia menyampaikan kritik dalam konteks kepentingan umum, karena menurut hukum yang berlaku, PKI dan penyebaran ideologi Komunisme, Marxisme dan Leninisme tegas dilarang.”

Sidang perkara Alfian Tanjung masih akan dilanjutkan pekan depan untuk mendengarkan keterangan ahli baik dari tim penasehat hukum maupun dari Jaksa Penuntut Umum. (Robi)

Sumber : Voa-islam.com

Pius Lustrilanang: Jokowi Akan Bernasib Seperti Ahok, Kalah di Pilpres 2019

Pius Lustrilanang: Jokowi Akan Bernasib Seperti Ahok, Kalah di Pilpres 2019

(Foto: Google)

10Berita, Seorang aktivis dan politisi Indonesia, Pius Lustrilanang meyakini bahwa petahana Jokowi akan bernasib sama kalah seperti Ahok.

"Prediksi saya, Jokowi akan bernasib sama dengan Ahok. Dasarnya apa? Hasil survey. Petahana yang elektabilitasnya di bawah 50 persen pasti akan ke laut. Ahok punya kekuasaan dan dukungan modal kuat. Hasilnya apa? Kalah. Sejarah selalu berulang," kata Pius melalui akun twitternya, Kamis (29/3/2018).

Pius yang sempat populer pada akhir tahun 90an saat Reformasi ini menyampaikan kemenangan Anies bukan karena faktor SARA, justru FAKTA malah sebaliknya yang 'SARA' dari kalangan non-Islam.

"Anies menang karena isu SARA? Yuk kita hitung baik-baik. Pemilih Jakarta terdiri dari 15% non muslim dan 85% muslim. (Justru) Mayoritas pemilih non muslim pilih Ahok. 15 persen pemilih muslim adalah Islam Radikal. 70% sisanya adalah muslim rasional. Mayoritas mereka pilih Anies. Paham?" ungkap Pius yang saat Pilkada DKI 2017 menjadi Panglima Roemah Djoeang Anies-Sandi.

Putra Palembang anak seorang Profesor yang jadi Guru Besar di Universitas Sriwijaya Palembang ini menegaskan dirinya menginnginkan presiden baru di 2019 dan akan berjuang sekuatnya.

"Saya ingin presiden baru di 2019. Saya akan mengupayakannya sampai batas kemampuan. Jika kalian punya keinginan yang sama, upayakan semaksimal mungkin sebatas kemampuan. Niscaya kita punya presiden baru," tegas Pius yang kini bergabung bersama Partai Gerindra.

Prediksi saya, Jokowi akan bernasib sama dengan Ahok. Dasarnya apa? Hasil survey. Petahana yg elektabilitasnya di bawah 50 persen pasti akan ke laut. Ahok punya kekuasaan dan dukungan modal kuat. Hasilnya apa? Kalah. Sejarah selalu berulang.

— Pius Lustrilanang (@Lustrilanang) 28 Maret 2018


Anies menang karena isu SARA? Yuk kita hitung baik2. Pemilih Jakarta terdiri dari 15 % non muslim dan 85 % muslim. Mayoritas pemilih non muslim pilih Ahok. 15 persen pemilih muslim adalah Islam Radikal. 70 % sisanya adalah muslim rasional. Mayoritas mereka pilih Anies. Paham?

— Pius Lustrilanang (@Lustrilanang) 28 Maret 2018


Saya ingin presiden baru di 2019. Saya akan mengupayakannya sampai batas kemampuan. Jika kalian punya keinginan yg sama, upayakan semaksimal mungkin sebatas kemampuan. Niscaya kita punya presiden baru.

— Pius Lustrilanang (@Lustrilanang) 28 Maret 2018


Sumber :Portal Islam 

PSI, Anak-anak Muda Berjiwa Tua

PSI, Anak-anak Muda Berjiwa Tua

Oleh : Bosman Batubara (Pengamat dan Aktivis Reforma Agraria)

10Berita, Saya melihat bahwa Partai Solidaritas Indonesia (PSI), adalah partai para anak-anak muda berpaham (berjiwa) tua. Saya sebut demikian karena dua alasan. Pertama, tidak ada kementerian kooperasi dalam disain kabinet yang mereka keluarkan. Kedua, mereka menggabungkan kementerian infrastruktur dan agraria.

Saat ini di Indonesia, banyak sekali orang mendiskusikan dan membentuk kooperasi. Di segala sektor, misalnya, kedai kopi, media, perusahaan air perkotaan, toko, perkebunan, lembaga riset, lembaga keuangan, kepemilikan tanah, sistem manajemen penyediaan perumahan perkotaan, dan sebagainya. Ada yang sudah berhasil dan memiliki aset triliunan rupiah. Ada yang masih merangkak. Ada yang masih wacana. Namun, poinnya adalah: kooperasi sekarang, diakui atau tidak, menjadi salah satu bentuk badan ekonomi zaman now Indonesia. Dan yang tak kalah menggembirakan adalah, banyak dari kelompok-kelompok ini adalah anak-anak muda berusia 20 dan 30-an.

Dugaan saya, salah satu penyebab munculnya kooperasi menjadi satu diskursus dan praksis yang sangat berkembang di Indonesia belakangan ini adalah ketimpangan yang sudah sangat tinggi. Saya tidak perlu membahas ketimpangan itu di status ini. Masalah itu sudah didiskusikan di banyak tempat, oleh berbagai kalangan.

Namun, pendapat saya, corak produksi kapitalisme dalam dirinya mengandung masalah yang menyebabkan ketimpangan. Ini terjadi lewat hukum konsentrasi, sentralisasi, dan akumulasi dalam kapitalisme.

Konsentrasi terjadi dalam bentuk konsentrasi spasial, dimana kapital secara spasial mengumpul di kota macam Jakarta, Yogyakarta, Bandung, dan sebagainya dan meninggalkan kawasan lain, misalnya di luar Jawa, dalam kondisi yang tidak seperti kota-kota itu.

Sentralisasi adalah bentuk pemusatan nilai-guna di tangan para kapitalis. Di satu sisi, angka statistik memperlihat kecenderungan meningkat petani tuna kisma (tanpa tanah) dari total rumah tangga petani (21% pada 1983, 30% pada 1993, dan 36% pada 2003) dan penggusuran-penggusuran kaum miskin kota yang marak. Di sisi lain, kelompok seperti Ciputra justru hidup bergelimang tanah. Di Jabodetabek, pada 2016, Ciputra menguasai 1.022,7 hektar tanah, yang terdiri dari apa yang mereka sebut sebagai “saleable/developed land” seluas 234,3 ha dan “raw/undeveloped land” seluas 788,4 hektar.

Konsentrasi dan sentralisasi pada dasarnya menubuh dalam—memasilitasi dan difasilitasi oleh—akumulasi. Karena adanya konsentrasi spasial, maka harga tanah di Jabodetabek semakin tinggi dalam fungsi waktu, dan ini membuat kapitalis properti macam Ciputra melakukan akumulasi kapital yang lebih cepat. Karena dia bermain di “bank tanah”, yaitu membeli tanah dan menunggu hingga harganya makin tinggi. Sebaliknya, akumulasi kapital di Jakarta, semakin mempercepat terjadinya konsentrasi spasial. Hal ini mudah dipahami. Untuk menekan ongkos produksi, maka diciptakanlah kawasan Jabodetabek dimana pabrik dan hunian-hunian (tempat produksi dan tempat re-produksi) diset berlapis-lapis. Sentralisasi juga memasilitasi dan difasilitasi oleh akumulasi kapital. Hubungan pertama terjadi ketika orang macam Ciputra berhasil melakukan sentralisasi dari aset tanah yang memiliki nilai-guna. Selanjutnya, akumulasi ini semakin memasilitasi sentralisasi kapital, karena penguasaan banyak aset akan membuat orang seperti Ciputra semakin mudah melakukan sentralisasi kapital pada putaran berikutnya. Ini adalah spiral tiada akhir dari akumulasi kapital. Dan ini adalah spiral tiada akhir dari produksi ketimpangan itu sendiri.

Kooperasi adalah bentuk usaha yang secara teoretis potensial menjadi tandingan bagi corak produksi kapitalisme. Ini secara teoretis bisa dipahami karena dalam kooperasi ada prinsip satu orang satu suara dan pembagian sisa hasil usaha. Prinsip satu orang satu suara adalah manifestasi dari demokrasi politik. Sementara pembagian sisa hasil usaha adalah manifestasi dari demokrasi ekonomi. Jadi, alih-alih akumulasi seperti yang terjadi dalam corak produksi kapitalisme, kooperasi menawarkan distribusi kapital.

Dan, tidak ada kementerian kooperasi dalam disain PSI. Artinya, kemungkinan besar PSI tidak memiliki kritik dan alternatif pengelolaan ekonomi untuk memberantas ketimpangan yang dihasilkan melalui corak produksi kapitalisme.

Poin kedua adalah, PSI menggabungkan kementerian infrastruktur dan agraria dalam satu kementerian yang mereka sebut Kementerian “Infrastruktur, Agraria, Tata Ruang dan Kepala BPN”. Ini adalah ironi yang sangat mendasar bagi para kumpulan anak muda ini, karena dua hal. Pertama, proyek-proyek pembangunan infrastruktur adalah salah satu pemicu konsisten konflik-konflik agraria beberapa tahun terakhir. Kedua, banyak kalangan yang berjuang bersama rakyat yang menjadi korban-korban proyek pembangunan infrastruktur itu, justru, adalah para anak muda (yang seharusnya menjadi sasaran kampanye PSI, mengingat PSI mendaku sebagai partai anak muda).

Belakangan ini, setiap tahun pembangunan infrastruktur adalah salah satu akar dari konflik agraria yang terjadi di masyarakat karena tanah-tanah rakyat diambil untuk kepentingan pembangunan infrastruktur. Angka konflik agraria karena pembangunan infrastruktur dari total konflik agraria yang terjadi, terus tinggi; yaitu 45,55% (215 konflik) pada tahun 2014, 28% (70 konflik) pada tahun 2015, dan 22,22% (100 konflik) pada 2016. Persentasi konflik agraria karena proyek-proyek infrastruktur ini terekam dalam laporan-laporan tahunan Konsorsium Pembaruan Agraria. Model yang menerus dalam konflik-konflik agraria itu adalah kondisi yang tidak imbang dimana negara memiliki kekuatan raksasa (uang, tentara, polisi, birokrasi, teknologi, para pakar berbagai disiplin) bertarung dengan rakyat yang tidak memiliki kekuatan secanggih itu. Kekuatan rakyat hanyalah rakyat itu sendiri, yang pada saat ini belum menemukan momen mobilisasi dan artikulasi politik yang baik.

Penggabungan permasalahan pembangunan infrastruktur dan agraria dalam satu kementerian seperti yang diusulkan PSI, dapat diprediksi, akan menjadi ekstensi dari pertarungan dengan pola yang sudah ada, dimana kekuatan raksasa (uang, tentara, polisi, birokrasi, teknologi, para pakar) dari sektor para pembangun infrastruktur akan duduk satu kementerian dengan agenda rakyat yang selama ini dibayangkan tertampung dalam kementerian agraria. Saya memprediksi bahwa disain semacam ini akan semakin mengunci gerakan-gerakan rakyat yang saat ini sudah kalah banyak hal dari pemerintah itulah. Dengan disain ini, secara metaforis saya bisa menyebutkan bahwa PSI sedang menyiapkan satu kondisi, semacam membuat tempat yang lebih tinggi darimana kelak rakyat akan jatuh.

Di sisi lain, harapan masih ada. Kalau kita mendalami kasus-kasus penggusuran rakyat karena pembangunan infrastruktur, misalnya pembangunan bandara di Yogyakarta, maka akan dengan sangat cepat kita menemukan anak-anak muda yang berjuang, bahu-membahu bersama rakyat. Mereka inilah yang lebih layak menjadi idola bagi kita sekarang. Daripada anak-anak muda PSI (yang sebenarnya juga sudah tidak terlalu muda-muda) itu, yang meskipun mengklaim muda, tapi ternyata memiliki jiwa yang tua, yang kali ini mereka tunjukkan dari dua poin yang dianalisis dalam tulisan ini dimana disain kementerian lengkap dengan nama-nama menteri seperti yang diajukan PSI, berseberangan dengan hal-hal yang justru menjadi perhatian banyak anak muda sekarang.

Sumber :Sangpencerah 

Viral Video Ultimatum Perang OPM, Ini Tanggapan Menhan

Viral Video Ultimatum Perang OPM, Ini Tanggapan Menhan


10Berita, Beredar video Organisasi Papua Merdeka (OPM) memberikan ultimatum perang. Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu bicara soal ultimatum itu.

“Ngajak perang? Ya perang saja. Orang ajak perang masa makan soto sih,” kata Ryamizard di Gedung Kemenhan, Jalan Merdeka Barat, Rabu (28/3/2018).

Ryamizard menyebut ultimatum perang ini merupakan tugas TNI. Sebab, ultimatum perang ini mengancam keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pokoknya kalau keselamatan bangsa kemudian kedaulatan rakyat, keutuhan bangsa terganggu itu urusan tentara,” kata Ryamizard

Lebih lanjut, Ryamizard percaya TNI dapat menanggulangi ancaman ini dengan mudah. “Mereka (OPM) mah kecil. Malu sama veteran kalau saya tidak berani,” ujar Ryamizard sambil menjentikkan jari.

Video berdurasi 2 menit 42 detik itu diunggah ke Youtube 9 Februari kemarin. Dalam keterangan disebutkan Kepala Staf Operasi Komando Nasional TPNP G.Lekkagak Telenggen membacakan ultimatum perang di Markas Kimagi, Distrik Yambi, Puncakjaya, Papua.

“Freeport di Tembaga Pura itu harus tutup. Perang jangan berhenti, perang harus tanpa intervensi internasional di Papua. Ultimatum perang, saya sudah umumkan. Jadi, perang harus dilakukan di mana saya, di Papua. Ketentuan, aturan perang kita sudah keluarkan itu. Panglima TNI, Polda harus tunduk pada aturan itu, TPN di seluruh Papua, perang harus berdasarkan aturan ini. Tujuan, kami ingin perang lawan TNI, Polri sudah tecantum dalam aturan TPN,” kata Lekkagak.

Sumber: detik

Warganet Tiongkok Mengolok Kim Jong Un dengan Kode Rahasia

Warganet Tiongkok Mengolok Kim Jong Un dengan Kode Rahasia

Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Undiam-diam berkunjung ke Beijing, Tiongkok pada Senin (26/3/2018).

10Berita, Warganet Tiongkok pun tidak tahan untuk berkomentar. Tetapi, karena internet di negara mereka diawasi ketat, mereka berhati-hati memilih julukan untuk Kim Jong Un dan mengoloknya dengan sederet "kode" rahasia.

Dikutip dari Reuters, Kamis (28/3/2018), beberapa kode untuk Kim Jong Un adalah "Si gemuk di kereta" dan "pasien obesitas."

Mengapa ada kereta? Itu karena spekulasi kedatangan Kim Jong Un dimulai saat ada kereta misterius yang datang ke Stasiun Beijing, dan ternyata kereta yang sama dipakai oleh Kim Jong Il.

Sebelumnya, warganet Tiongkok sempat memberikan kode lain untuk menyebut Kim Jong Un, yaitu "Jin San Pang" (Kim Gemuk Ketiga), tetapi kata-kata itu disensor oleh pemerintah.

Dua media sosial asal Tiongkok yakni Weibo dan WeChat memang dikontrol dengan ketat oleh pemerintah. Salah satu badan yang mengontrol dunia maya adalah Administrasi Ruang Siber Tiongkok.

Pemerintah Tiongkok dapat dengan mudah mencekal kata-kata atau komentar yang mereka tidak setujui di dunia maya.

Kunjungan Kim Jong Un memang tidak diumumkan ke publik. Awalnya, ada spekulasi bahwa yang berkunjung adalah adik perempuannya, Kim Yo Jong.

Adapun alasan kedatangan orang nomor satu di Korea Utara tersebut karena Kim Jong Undan istrinya Ri Sol Ju memang mengunjungi Beijing untuk bertemu Xi Jinping yang baru-baru ini telah diangkat menjadi presiden seumur hidup.

 

 

Pertemuan Kim Jong Un dan Xi Jinping

Sebuah kereta khusus misterius datang dari Korea Utara tiba di Beijing pada Senin (26/3/2018). Sejumlah media di Tiongkok, termasuk dari Jepang, melaporkan kereta itu membawa pejabat senior. Rumor berembus, Kim Jong Un turut serta dalam rombongan itu.

Pertemuan Kim Jong Un dan Xi Jinping akhirnya disebarluaskan oleh media Tiongkok. Kantor berita milik pemerintah Tiongkok Xinhua memberikan rekaman pertemuan kedua pemimpin negara tersebut.

Istri dari kedua pemimpin turut hadir untuk menikmati jamuan dan pertunjukkan seni yang diadakan di Aula Besar Rakyat di Beijing.

"Kamerad (comrade) Pemimpin Tertinggi (Kim Jong Un) dan saya telah bersama mengalami dan menyaksikan perkembangan hubungan Tiongkok-RRDK (Republik Rakyat Demokratik Korea), ucap Xi.

Xi mengungkapkan keinginannya untuk terus bekerja sama dengan "kamerad dari RRDK" agar kedua negara bisa sama-sama berkembang ke arah kemajuan.

Korut kerap meresahkan negara di kawasan Timur Jauh seperti Jepang dan Korea Selatan karena ambisi nuklir Kim Jong Un yang dinilai berbahaya.

Amerika Serikat (AS) sendiri berkali-kali menekan Tiongkok untuk menertibkan ambisi Korut. Presiden Donald Trump juga sering mendamprat Tiongkok, karena ia anggap kurang proaktif terhadap hal ini.

Pihak Gedung Putih sendiri sebetulnya sudah mengetahui rencana pertemuan tersebut.

 

 

 

Berawal dari Kereta

Media Bloomberg mengutip tiga sumber berbeda, yang mengungkap kereta itu memang membawa Kim Jong-un, berkunjung ke Beijing.

Tiongkok adalah salah satu sekutu Korea Utara. Namun, belakangan hubungan keduanya renggang karena ambisi nuklir Pyongyang.

Rekaman televisi Jepang, Nippon News Network, memperlihatkan gerbong hijau dengan garis horizontal kuning.

Televisi itu melaporkan, gerbong itu mirip dengan yang dipakai Kim Jong Il, ayah dari Kim Jong Un, saat mengunjungi Beijing pada 2011. Demikian, seperti dikutip dari BBC.

Awalnya, tidak ada konfirmasi bahwa benar Kim Jong Unn tiba di Beijing, pengaturan keamanan menunjukkan seseorang yang sangat penting berada di situ, bahkan Kementerian Luar Negeri China mengaku tidak mengetahui masalah ini.

Di Wisma Negara Diaoyutai di Beijing, di mana pejabat asing biasanya tinggal, ada peningkatan aktivitas polisi, dengan sejumlah besar petugas dan sekitar 50 kendaraan terlihat di daerah tersebut. Jalan terdekat telah ditutup. Demikian laporan South China Morning Post.

Sumber mengatakan bahwa keamanan juga telah ditingkatkan dalam beberapa hari terakhir di Dandong, Provinsi Liaoning, sebuah kota di timur laut China yang berbatasan dengan Korea Utara, dalam persiapan untuk kereta yang membawa pejabat yang lewat.

(Tom/Jek)

Sumber :Liputan6.com 

Kapan Ahok Dipindah dari Rutan Mako Brimob?

Kapan Ahok Dipindah dari Rutan Mako Brimob?

Pendukung terpidana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melakukan aksi menyalakan lilin solidaritas di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (13/5)
 

Secara aturan tentang lapas, seharusnya terpidana ditaruh di lapas bukan di rutan.

10Berita, JAKARTA -- Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sudah hampir satu tahun menghuni Rumah Tahanan Mabo Brimob di Kelapa Dua, Depok, sejak dipindahkan dari LP Cipinang pada 10 Mei 2017. Meski sudah hampir memasuki separuh masa hukuman, Ahok belum juga dipindah ke lembaga pemasyarakatan.

Pengamat hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, M Mudzakkir mengkritisi status Ahok yang masih berada di Rutan Mako Brimob. Padahal menurut dia, pengajuan kembali (PK) Ahok ditolak Mahkamah Agung sehingga seharusnya ia sudah berada di lembaga permasyarakatan (lapas).

Mudzakkir menjelaskan, penempatan Ahok ke lapas seharusnya sudah dilakukan langsung setelah keputusan diterima. "Semestinya, jaksa melakukan eksekusi lalu serahkan ke lapas untuk melaksanakan putusan pengadilan. Di sana, status Ahok berubah menjadi anak binaan," ujarnya ketika dihubungi Republika.co.id, Rabu (28/3).

Proses tersebut tidak bisa diganggu gugat atas alasan apapun, termasuk ketakutan akan kondisi lapas yang dirasa tidak aman untuk Ahok. Apabila memang Lapas tertentu dianggap tidak aman, sudah sepatutnya lembaga itu dikosongkan dan semua binaan ditempatkan ke Mako Brimob. Atau, pihak terkait mencari lapas yang paling aman di Indonesia dan lebih berada di terpencil seperti Nusa Kambangan. 

Mudzakkir mempertanyakan kepada kejaksaan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) serta lembaga di bawahnya terkait keputusan mereka itu. "Ahok diperlakukan yang sama seharusnya," ucapnya.

Kritik juga keluar dari Mudzakkir terkait pemberian remisi kepada Ahok pada Natal kemarin, karena ia belum melakukan pidana penjara. Saat masih ditempatkan di Mako Brimob, tidak ada pembinaan, evaluasi dan juga remisi yang baru dimiliki ketika seseorang sudah sah ditempatkansebagai anak binaan.

Mudzakkir menjelaskan, sampai berapa lama Ahok tetap ditempatkan di rumah tahanan, berarti ia belum mendapat binaan dan memenuhi syarat pembinaan. Sekalipun sampai vonisnya habis masih di situ, Ahok tetap tidak dapat dianggap menjalani masa tahanan.

Sebelumnya, Mahkamah Agung (MA) pada Senin (26/3) menolak peninjauan kembali (PK) yang diajukan Ahok. Ahok mengajukan PK atas kasus penistaan agama, yang memvonis dia bersalah dengan hukuman dua tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Status tahanan Ahok setelah PK Ahok ditolak Mahkamah Agung (MA) juga menjadi sorotan Pengamat hukum pidana, Kaspudin Noor. Ia menilai, penahanan Ahok sebagai terpidana di Mako Brimob dianggap tidak tepat karena Ahok telah divonis dan harus dibina di lapas.

Kaspudin Noor mengkritisi pihak berwenang yang membiarkan Ahok tetap ditahan di Rutan Mako Brimob, bukan di lapas. Menurut Kaspudin, tidak ada dasar seorang narapidana atau terpidana yang sudah divonis bersalah dengan sejumlah masa tahanan, tetapi ditahan di rutan.

Seharusnya, kata dia, seorang napi ditahan di lapas, apa pun alasannya. "Kalau dia sudah berstatus narapidana, tapi tidak ditahan di lapas. Sampai masa waktunya yang sama dengan vonisnya habis tetap saja dia belum bisa dikatakan menjalani masa tahanan," kata Kaspudin kepada wartawan, Rabu (28/3).

Sumber : Republika.co.id

Inilah Semua Data Pribadi Anda yang Disimpan Facebook dan Google

Inilah Semua Data Pribadi Anda yang Disimpan Facebook dan Google

Google memiliki data setiap gambar yang pernah Anda cari dan Anda simpan, setiap lokasi yang pernah cari atau klik, tiap berita yang pernah Anda baca

10BeritaINGIN sesuatu yang akan membuat Anda kaget? Saya akan menunjukkan seberapa banyak informasi Anda seperti Facebook dan Google yang menyimpan mengenai Anda bahkan tanpa Anda sadari.

Google mengetahui di mana Anda berada. Google menyimpan lokasi Anda (jika Anda mengaktifkan pelacakan lokasi) setiap kali Anda menyalakan telepon Anda. Anda bisa melihat garis waktu di mana Anda pernah berada dari sejak pertama Anda menggunakan Google di telepon Anda.

Klik link ini untuk melihat data Anda:   google.com/maps/timeline?…

Google mengetahui semua data yang pernah Anda cari  atau yang Anda hapus.

Google menyimpan history pencarian di semua device Anda. Yang berarti, meskipun Anda menghapus history pencarian dan history telepon Anda di satu device, mungkin saja masih data itu masih tersimpan di devicelain.


Klik link ini untuk melihat data Anda:  myactivity.google.com/myactivity

Google memiliki profil pengiklanan Anda

Google menciptakan profil pengiklanan berdasarkan informasi Anda, termasuk lokasi, gender, umur, hobi, karir, ketertarikan, status hubungan, kemungkinan berat badan (ingin berat badan Anda berkurang 10 pound dalam satu hari?) dan juga gaji Anda.

Klik link ini untuk melihat data Anda:  google.com/settings/ads/

Google mengetahui semua aplikasi yang Anda gunakan

Google punya data Facebook Anda

Google menyimpan informasi dari setiap aplikasi dan ekstensi yang Anda gunakan. Mereka mengetahui seberapa sering Anda menggunakannya, di mana Anda menggunakannya, dan dengan siapa Anda menggunakannya untuk berinteraksi. Yang berarti mereka mengetahui siapa yang Anda ajak bicara di Facebook, di negara apa dia berbicara dengan Anda, jam berapa Anda tidur.

Klik link ini untuk melihat data Anda: security.  security.google.com/settings/secur…

Google memiliki semua history Youtube Anda

Google menyimpan semua history YoutubeAnda, sehingga memungkinkan mereka mengetahui apakah Anda akan segera menjadi orang tua, apakah Anda seorang konservatif, apakah Anda seorang progresif, apakah Anda Yahudi, Kristen, atau Muslim, apakah Anda merasa depresi atau ingin bunuh diri, apakah Anda seorang anoreksia.


Klik link ini untuk melihat data Anda:  Youtube.com/feed/history/s…

Data Google mengenai Anda dapat mengisi jutaan dokumen word..

Google menawarkan sebuah opsi untuk mendownload semua data yang disimpannya mengenai Anda. Saya telah meminta untuk mendownload nya dan File itu berukuran 5,5 GB, yang kira-kira berjumlah 3 juta dokumen word.

Link ini termasuk bookmark Anda, email, kontak, File Google Drive Anda, semua informasi di atas, video Youtube Anda, foto-foto yang telah Anda ambil dari telepon Anda, bisnis tempat Anda membeli sesuatu, produk yang Anda beli melalui Google …

Google punya data email yang Anda kirim

Juga termasuk kalender Anda, sesi hangoutGoogle Anda, history lokasi Anda, musik yang Anda dengarkan, buku Google yang Anda beli, grup Google yang Anda masuki, situs yang Anda buat, telepon yang Anda miliki, halaman yang Anda bagikan, berapa langkah yang Anda lakukan dalam sehari …

Klik link ini untuk melihat data Anda:  google.com/takeout


Facebook juga memiliki berim-rim data mengenai Anda

Facebook menawarkan opsi yang sama untuk mendownload semua informasi Anda. Milik Saya kira-kira 600 MB, yang kurang lebih sekitar 400.000 dokumen word.

Ini mencakup setiap pesan yang telah Anda kirim atau pernah Anda kirim, setiap file yang telah Anda kirim atau pernah Anda kirim, semua kontak di telepon Anda, dan semua pesan audio yang telah Anda kirim atau pernah Anda kirim.

Klik link ini untuk melihat data Anda: https://www.facebook.com/help/131112897028467

Facebook menyimpan semua hal, dari stiker Anda hingga lokasi login Anda…

Sumber : Hidayatullah.com

Ombudsman Kenapa Tak Awasi Reklamasi Yang Tak Ada Perdanya?

Ombudsman Kenapa Tak Awasi Reklamasi Yang Tak Ada Perdanya?


10Berita – Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (Lulung) menanggapi pernyataan Ombudsman yang menyebut penataan Tanah Abang melawan hukum. Lulung juga mengatakan Ombudsman jangan berpolitik terkait Tanah Abang.

“Ombudsman itu jangan masuk ranah politik. Teman-teman tahu bahwa sekarang, dulu gubernur yang dulu itu tidak pernah melakukan adanya konsep penataan. Konsepnya penertiban saja, makanya nggak pernah selasai,” kata Lulung di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (28/3/2018).

“Datang trantib, pedagang kaki lima pergi, trantib pergi, pedagang kaki lima datang. Terus puluhan tahun ini nggak pernah selesai. sekarang hadirlah Anies, pendekar rakyat, pembela rakyat,” lanjutnya.

Saat ditanya pengakuan Ombudsman yang mengatakan tidak berpolitik, Lulung justru menyinggung soal pembangunan pulau reklamasi yang belum memiliki peraturan daerah (perda). Lulung mengatakan, seharusnya Ombudsman tidak hanya mempersoalkan masalah Tanah Abang.

“Iya itu kan bisa saja (Ombudsman bilang tak berpolitik), kok dia tidak mengawasi yang namanya pembangunan reklamasi yang tidak ada perdanya?” ucapnya.

Kedua, lanjut Lulung, Ombudsman juga tidak pernah menyinggung penutupan jalan di depan Mabes Polri. Lulung juga mempertanyakan kenapa penutupan di kedutaan Inggris tidak diprotes.

“Dia nggak pernah namanya kedutaan Inggris ditutup. Jalan kita ditutup. Ini program pemerintah yang dilakukan Anies yaitu kepada apa? Undang-undang tentang administrasi negara dan ada pasal namanya diskresi, tanya dong Anies, ‘Pak berkelanjutannya kapan, pedagang kaki lima ditaruh situ?” tutur Lulung.

Ombudsman memberi waktu 60 hari kepada Pemprov DKI untuk membebaskan Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, dari pedagang kaki lima. Hingga kemudian berbuntut pada munculnya kemungkinan penonaktifan jika rekomendasi tidak dijalankan.  ()

Sumber :detik

Galaunya Prabowo, dan Dilema PKS

Galaunya Prabowo, dan Dilema PKS


Oleh: Hersubeno Arief
(Wartawan senior, Konsultan media)

10Berita, Pencapresan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto kian serius. Gerindra bahkan sudah mulai menggodok siapa yang akan dipasang menjadi cawapresnya. Dari perkembangan terakhir, tampaknya yang sedang serius dipersiapkan menjadi mempelai Prabowo adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Gubernur yang diusung oleh Gerindra, PKS, dan PAN itu juga sudah hadir dalam pertemuan internal Gerindra yang berlangsung di rumah Prabowo Jalan Kertanegara, Jakarta pekan lalu. Namun kepada media Anies menyatakan pertemuan tersebut tidak membahas soal pencapresan. Hanya syukuran atas pengangkatan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani sebagai Wakil Ketua MPR.

Pilihan Anies sebagai cawapres Prabowo memang paling masuk akal bagi Prabowo. Anies merupakan salah satu kandidat yang tengah moncer. Dalam beberapa survei bersama mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Anies bahkan dinilai berpeluang sebagai capres alternatif yang bisa mengalahkan Jokowi.

Anies paling potensial untuk dikapitalisasi. Sebagai Gubernur DKI kemunculan di media (media appearance) paling tinggi diantara para calon penantang Jokowi. Modal ini sangat penting untuk terus mendongkrak popularitasnya.

Dilihat dari monitoring di media dan percakapan di medsos, nama Anies paling banyak dibicarakan. Frekuensinya hanya sedikit di bawah Jokowi. Tak salah bila Rocky Gerung menyebutnya sebagai matahari baru dari Jalan Merdeka Selatan (Gedung Balaikota DKI) yang sinarnya mulai mengalahkan matahari dari Jalan Merdeka Utara (Istana negara).

Modal semacam itu sangat dibutuhkan Prabowo yang dalam berbagai survei, elektabilitasnya tidak pernah bisa bersaing dengan Jokowi. Dia perlu semacam boosteryang bisa mendongkrak elektabilitasnya, bila benar-benar serius mau mengalahkan Jokowi. Namun bila kemudian dipasangkan sebagai cawapres Prabowo apakah trend elektabilitas Anies linier, atau malah sebaliknya? Ini yang masih jadi pertanyaan.

Sebelum nama Anies muncul, yang diincar Gerindra adalah Gatot Nurmantyo. Seperti diakui sejumlah fungsionaris Gerindra, Gatot telah bertemu dengan Prabowo dan ditawari menjadi cawapres. Namun yang bersangkutan menolak, dan hanya mau bila menjadi capres. Padahal sebelumnya Gatot sudah mengambil ancang-ancang untuk bergabung menjadi kader Gerindra begitu resmi pensiun 31 Maret 2018.

Faktor PKS

Siapa yang akan digandeng Prabowo, dan apakah dia akhirnya benar-benar maju menjadi capres? Di luar poros Jokowi, di atas kertas poros Prabowo/Gerindra paling berpeluang mengusung kandidat. Prabowo telah bertemu dan membangun kesepakatan dengan Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufrie. Gabungan kursi keduanya sebanyak 113 sudah mencukupi syarat presidential threshold 20% kursi di DPR (112).

Keduanya juga sudah menandatangani kontrak untuk berkoalisi, namun siapa yang akan diusung, belum ada kesepakatan. Ketika bertemu Salim, Prabowo menyatakan sudah mempunyai cawapres. Prabowo tidak menyebut siapa cawapres tersebut. Diduga nama yang dipersiapkan adalah Gatot.

Tawaran ini tidak disepakati PKS. Sebab bagaimanapun PKS sudah mempunyai calon sendiri. Mereka telah menyiapkan sembilan nama sebagai capres. Secara kalkulasi masuk akal bila salah satunya dilamar sebagai cawapres.

Sebagai sekutu, PKS sudah bersama Gerindra sejak Pilpres 2014. Saat itu PKS yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) menjadi tulang punggung (back bone) pasangan Prabowo-Hatta (Gerindra-PAN). Dalam Pilkada DKI 2017 PKS juga bersedia menarik kadernya Mardani Ali Sera yang sebelumnya dipasang sebagai cawagub Sandiaga Uno demi memberi jalan masuknya Anies Baswedan. Di Jawa Barat PKS sampai harus rela menceraikan Deddy Mizwar demi tétap bersekutu dengan Gerindra.

Rasanya agak sulit membayangkan PKS bersedia kembali mengalah, dan menyerahkan tiketnya secara cuma-cuma kepada figur di luar kader. Di internal PKS saat ini berkembang keyakinan sangat kuat bahwa Jokowi bisa dikalahkan, dan inilah saat yang paling tepat bagi kader PKS untuk tampil. Mosok PKS terus mengalah untuk Prabowo.

Keyakinan itu setidaknya terlihat dari kampanye yang digalang oleh Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera #JokowiBisaDikalahkan, dan sekarang bahkan lebih fokus dan massif dengan jargon #GantiPresiden2019.

Keyakinan Mardani bukan slogan kosong. Semua lembaga survei menunjukkan elektabilitas Jokowi sudah lampu kuning. Rata-rata hanya di bawah 40%. Jadi Mardani benar Jokowi bisa dikalahkan dengan syarat lawannya adalah figur alternatif, bukan Prabowo.

Siapa calon PKS yang paling kuat? Mardani menyebut tiga nama, yakni Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher), Presiden PKS Sohibul Iman, dan mantan Presiden PKS Anies Matta. Namun bila dilihat realitas politik dan kekuatan di lapangan, nama yang paling kuat adalah Anis Matta, dan Aher. Penyebutan Sohibul oleh Mardani tampaknya hanya semacam fatsoen politik karena secara resmi bagaimanapun dia adalah pimpinan PKS.

Anis Matta kualitas kepemimpinan, dan jaringan politiknya tidak perlu diragukan. Dia juga didukung oleh kader dan relawan yang sangat militan di dalam dan luar negeri. Dari sembilan capres PKS Anis Matta dan para pendukungnya menunjukkan bahwa mereka yang paling siap tempur menghadapi kompetisi sekelas pilpres. Tidak Hanya butuh sekedar nyali, tapi juga amunisi dan pasukan yang solid dan tangguh.

Relawan Anis Matta tersebar di seluruh Indonesia, bahkan sampai diluar negeri. Di beberapa daerah bahkan sudah terbentuk relawan sampai level dusun. Baliho dan berbagai alat peraganya sangat massif di seluruh Indonesia. Dalam beberapa hari terakhir viral di medsos relawan Anis Matta tampak berfoto di sejumlah kota di Eropa seperti di Berlin, Praha, Paris, sampai Madrid.

Aher juga tak perlu diragukan. Gubernur Jabar dua periode yang sangat sukses, dan dinobatkan sebagai salah satu gubernur terbaik oleh Kemendagri. Mendagri Tjahjo Kumolo menyebutnya sebagai gubernur yang memenuhi 90% janjinya. Nyaris sempurna.

Jabar memiliki kantong pemilih terbesar. Pada pilkada serentak ini jumlah pemilihnya sebanyak 32.8 juta, atau sekitar 20.5% dari total pemilih seluruh Indonesia sebanyak 160 jt. Etnis Sunda (15%) merupakan etnis terbesar kedua, setelah Jawa. Sayangnya sejauh ini Aher belum menunjukkan gerakan yang berarti. Dia belum menunjukkan tajinya.

Gabungan antara kepemilikan hampir separuh tiket dan ketokohan kader yang cukup kuat, nampaknya tidak akan membuat PKS begitu saja menyerah dan tunduk kepada kemauan Prabowo. Pimpinan PKS pasti tidak ingin disalahkan, bahkan dihujat oleh kader PKS karena kembali menunjukkan kelemahan dalam bernegosiasi. Belum lagi realitas kedekatan dengan umat yang tentu saja lebih dimiliki oleh PKS ketimbang Gerindra. Bagi kebanyakan kader PKS, inilah waktunya. Now or never.

Dalam konteks inilah mengapa kemudian Prabowo tidak serta merta menerima desakan kader Gerindra untuk segera mendeklarasikan diri sebagai capres. Seperti kata Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Prabowo masih harus mendengar dan menimbang pendapat dari partner koalisi, dalam hal ini PKS.

Bagaimanapun PKS menjadi faktor yang sangat menentukan, apakah Prabowo bisa maju atau tidak. Dia tidak bisa mengabaikan begitu saja aspirasi kader dan pengurus PKS yang menginginkan faktor keterwakilan kadernya. PKS selama ini selalu taken for granted, pasrah bongkokan terhadap Prabowo.

Bila Prabowo bersikeras, bahkan sampai harus berpisah jalan dengan PKS, belum tentu dia bisa mudah mendapatkan partner koalisi lain. Elektabilitas Prabowo yang selalu kalah jauh dari Jokowi, membuat posisi tawarnya rendah dan tidak menarik bagi partai lainnya.

Persoalan lain yang tak kalah seriusnya bila elektabilitas terus stagnan, maka para penyandang dana juga tidak akan bersedia mendukung Prabowo. Money always follow the prospect.

Pilihan-pilihan itu sungguh tak mudah bagi Prabowo. Dia tidak boleh kembali salah dalam mengambil keputusan. Dua kali kekalahan dalam pilpres sebelumnya harusnya menjadi pelajaran yang sangat berharga bahwa dia pernah gagal dalam tugas memenangkan sebuah pertempuran.

Bagi prajurit komando seperti Prabowo ada sebuah prinsip yang dijunjung sangat tinggi "Lebih baik pulang nama, daripada gagal dalam menjalankan tugas".

28/3/18

Sumber: https://www.hersubenoarief.com/artikel/galaunya-prabowo-dan-dilema-pks/