OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 06 April 2018

Bocah Gaza: Saya Ikut Aksi untuk Mengambil Kembali Tanah Kakek-Nenek Saya

Bocah Gaza: Saya Ikut Aksi untuk Mengambil Kembali Tanah Kakek-Nenek Saya


Bocah ‘Bawang’ Gaza, Mohamed Ayyash

Foto Mohamed Ayyash menggunakan “topeng bawang” untuk melindungi dirinya dari gas air mata “Israel” menjadi viral di media sosial.

10Berita, GAZA  “Tujuan saya (ikut aksi) adalah mengambil kembali tanah saya, tanah kakek nenek saya dan kenangan keluarga saya.”

Itulah yang diungkapkan Mohamed Ayyash (9 tahun), ketika ditanya Aljazeera, mengapa dia berada di garis depan saat aksi damai digelar di dekat perbatasan Gaza dengan wilayah yahg diduduki “Israel”, Jumat (30/3/2018) lalu.

Mohamed Ayyash seperti dilansir Aljazeera,Kamis (5/4) telah menjadi sosok pemrotes “Hari Tanah” di Gaza, yang menyerukan kembalinya hak (tanah) para pengungsi Palestina.

Setidaknya 18 orang gugur dan lebih dari 1.000 lainnya terluka ketika penembak jitu penjajah “Israel” menembaki demonstran yang tidak bersenjata.

Foto-foto Mohamed Ayyash yang mengenakan kostum “topeng bawang” yang dibuat menggunakan daun bawang dan masker wajah menjadi viral di media sosial.

Topeng buatan tangan adalah upaya Mohame Ayyash untuk mengurangi efek gas air mata yang ditembakkan oleh tentara Zionis—sebuah gagasan yang didapat Ayyash dari ayahnya.

“Ayah saya terluka di Intifadhah pertama dan biasa menceritakan kepada saya cerita tentang (topeng bawang),” kata Mohamed Ayyash kepada Aljazeera.

“Aku mencoba membuatnya kembali (topeng bawang) dan kemudian keluar seperti itu. Aku tidak berharap fotoku akan menjadi viral.”

Bassam Ayyash, ayahnya, mengatakan kepada Aljazeera pada Kamis (5/4) bahwa “topeng bawang” membantu mengurangi efek gas air mata pada saraf dan membantu menjaga ketenangan.

“Itu bahkan akan membantu Anda mengambil gas granat dan melemparkannya kembali ke tentara (Israel),” kata Bassam.

Bassam, yang terluka pada 1989 dalam Intifadhah pertama, mengatakan dia bangga dengan putranya dan tekadnya untuk mengambil kembali tanah leluhurnya.

Keluarga Ayyash awalnya dipindahkan dari Yaffa dalam pembersihan etnis Palestina oleh milisi Zionis pada 1948. Keluarga itu sekarang tinggal di kamp Maghazi yang terletak di pusat Jalur Gaza.

Mohamed ingin kembali meski ada ancaman dari tentara “Israel”.

“Saya tidak takut pada mereka, mereka yang takut kepada kami,” kata Mohamed.

“Mereka takut karena mereka tidak memiliki tanah di sini, mereka berasal dari negara yang berbeda dan mereka ingin merebut Yerusalem (Al-Quds),” tambahnya.

Mohamed kehilangan seorang kerabat dalam aksi protes hari Jumat itu, dan sejumlah lainnya terluka.

Namun menurut ayahnya, Mohamed siap untuk turut dalam aksi menjelang peringatan Hari Nakbah (Hari Bencana) pada 15 Mei, tanggal yang digunakan oleh bangsa Palestina untuk menandai pengusiran dari tanah mereka. (S)

Sumber: Aljazeera, Salam Online.

Pentingnya Kecerdasan Politis di Tahun Politik

Pentingnya Kecerdasan Politis di Tahun Politik



Oleh: Salsabila Maghfoor*

10Berita, Tahun 2018 saat ini merupakan titik tolak menuju kondisi perpolitikan negeri yang kian memanas menuju pilpres 2019. Para pemimpin kita sedang menyelenggarakan perhelatan akbar yang tentu bukan dengan kapasitas biasa.

Setelah berjalannya periode presiden rasa walikota dan gubernur, kita semakin ditampakkan pada fenomena kepemimpinan ala pengusaha-penguasa.

Hal ini memang agaknya terlihat baru, sebab sebelumnya kita berturut-turut dipimpin oleh presiden berbasis intelektual dan juga militer. Entah apa mungkin ini berpengaruh banyak, tapi saya rasa memang berpengaruh.

Banyak diantara kebijakan yang dicanangkan sesungguhnya lebih cocok disebut sebagai perniagaan insfrastruktur. Satu-dua infrastruktur yang dibangun pada akhirnya ada yang roboh dan tidak sedikit yang menelan korban jiwa dari pengguna jalan yang melintas.

Entah aspek apa yang kurang diperhatikan dari proses pembangunan yang ada, tapi memang semestinya harus ada pemetaan di awal, lengkap dengan segala analisa dan persiapan yang dikerahkan, serta yang terpenting adalah dalam eksekusi pembangunan yang harus memperhatikan waktu secara proporsional, efektif namun juga bisa optimal. Namun hari ini justru kebanyakan pembangunan yang ada itu semacam dikejar tayang, atau justru ada yang berjalannya mangkrak dan terbengkalai.

Ini hanya satu contoh. Banyak aspek lain dalam pelayanan pemerintah yang dirasa masih belum betul-betul berpihak pada rakyat. Seperti pemberian kartu-kartu sakti ala pemerintah yang teryata ada kepentingan juga didalamnhya.

Dalam aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya itu dapat kita rasakan mekanisme yang terkesan di-kapitalisasi dan berpihak kepada keuntungan semata. Saya lebih terkejut ketika seorang menteri agama lantas mencanangkan ingin mengusulkan kewajiban zakat profesi 2,5% untuk PNS, yang belakangan terkuak bahwa itu akan diputar dan digunakan untuk mendanai infrasttuktur.

Ada banyak corak kepemimpinan yang telah, sedang dan akan menguasai negeri ini. Kesemuanya itu tentu bisa dibaca dengan mudah kemana arah kepemimpinannya jika bukan kearah Kapitalis-Liberalis. Apakah ini suudzon ? tentu tidak. Sebab memang saat ini sistem pemerintahan di negara manapun memang mengikut kepada corak negara adidaya yang terus memberikan pengaruh dan mindset Kapitalistik.

Tentu bukan tidak mungkin bila pada akhirnya negara berkembang pun akan mengikuti dan memang diaruskan untuk membebek dan mengikuti. Hal ini dapat kita rasakan dari aspek pelayan ataupun kepemimpinan yang dijalankan, pasti bukan murni karena inginnya melayani rakyat dan tidak betul-betul murni berdasar kesadarannya akan tugas kepemimpinannya, melainkan pasti ada aspek tertentu yang dia pandang sebagai keuntungan.

Selalu berpusar kepada keuntungan apa yang mampu didapat oleh pemerintah bila ia membuat kebijakan A, bila memutuskan mekanisme B, dan sebagainya.

Maka yang mesti kita lakukan adalah menumbuhkan sikap kekritisan dan daya analisa yang super tinggi bila tidak mau dibodohi dengan istilah wong cilikpro rakyat, dan istilah lain yang sebenarnya menutupi wajah asli ala kapitalis dibelakangnya. Ini yang mesti kita bangun dan terus kita asah, agar kita mampu menjadi corong yang menyadarkan pemerintah melalui lisan dan sikap kita.

Disinilah letak pentingnya kecerdasan politis ditengah tahun politik. Kita mesti terus mengasah kepekaan politis bila tidak mau dipolitisasi oleh segelintir oknum di badan pemerintah. Mengkritik ini bukanlah untuk menjatuhkan dan bukan pula untuk tujuan pencelaan.

Lebih jauh lagi, ini adalah bentuk penjagaan dari komponen rakyat yang tidak ingin ada kebocoran dan kerusakan yang semakin parah dalam kapal kebangsaan yang berpotensi menyebabkan kerugian besar di segala sisi dan akhirnya akan menjerumuskan. [syahid/voa-islam.com]

*) Aktivis Mahasiswa Universitas Brawijaya

Sumber : Voa-islam.com

Bin Salman Sebut Hamas Sebagai Ancaman Kemanan Nasional

Bin Salman Sebut Hamas Sebagai Ancaman Kemanan Nasional

10Berita Saat wawancara dengan The Atlantic (2/4/2018) ketika melakukan lawatan ke AS, Putera Mahkota Muhammad Bin Salman menyampaikan bahwasannya di Saudi bebas melakukan aktivitas, namun ada tiga hal yang tidak boleh disinggung, yakni agama, tradisi dan kemanan nasional.

Untuk masalah kemanan nasional, Muhammad Bin Salman mengatakan,”Kami berada di daerah yang tidak dikelilingi oleh Meksiko, Kanada, Samudra Atlantik dan Pasifik. Pada kami terdapat ISIS, Al Qaeda, Hamas dan Hizbullah serta rezim Iran, dan bahkan bajak laut. Ada bajak laut yang membajak kapal. Jadi apa pun yang menyentuh keamanan nasional Arab Saudi, kita tidak bisa mengambil. Kami tidak ingin melihat hal-hal yang terjadi di Irak terjadi di Arab Saudi.”

Dalam wawancara itu, Muhammad bin Salman juga menyebut Al Ikhwan Al Muslimun sebagai salah satu dari segitiga “kejahatan” selain Iran dan ISIS atau Al Qaeda.*

Sumber : Hidayatullah.com

Mengolok-Olok Ajaran Islam = ‘Resign’ jadi Muslim

Mengolok-Olok Ajaran Islam = ‘Resign’ jadi Muslim

10Berita, DIRIWAYATKAN dari Hisyam bin Sa’ad, dari Zaid bin Aslam, disebutkan bahwa pada perjalanan perang Tabuk, ada orang dari kalangan munafikin berkata kepada ‘Auf bin Malik, “Kami tidak pernah melihat seperti para ahli baca Al-Qur’an (yang dimaksudkan adalah Nabi SAW dan para sahabatnya) kecuali sebagai orang yang paling buncit perutnya, yang paling dusta ucapannya dan yang paling pengecut tatkala berhadapan di medan perang.”

Mendengar hal ini, ‘Auf bin Malik ra berkata kepada orang tersebut, “Engkau dusta, engkau itu munafik. Sungguh aku akan melaporkan ucapanmu tadi kepada Rasulullah.”

‘Auf bin Malik ra pun pergi menghadap Rasulullah SAW. Namun sebelum ‘Auf sampai, wahyu telah turun kepada Rasulullah (tentang peristiwa itu).

Zaid berkata bahwa Ibnu ‘Umar bercerita, “Sepertinya aku melihat ia berpegangan pada tali pelana unta Rasulullah sedangkan kakinya tersandung-sandung batu sembari mengatakan,

“Kami tadi hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.”

Kemudian Rasulullah SAW berkata kepadanya (dengan membacakan firman Allah  yang artinya), “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?” (QS. At-Taubah: 65-66). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas tidak bersabda lebih dari itu.” (HR. Ibnu Jarir Ath ThAbari, 11:543). Sanad hadits ini jayyid. Hisyam bin Sa’ad ada masalah dalam segi hafalan. Namun Hisyam adalah orang yang paling tsabat dari jalur Zaid bin Aslam. Lihat Shahih min Asbabin Nuzul, hlm. 203).

Imam Asy-Syafi’i ditanya mengenai orang yang bersenda gurau dengan ayat-ayat Allah Ta’ala. Beliau mengatakan bahwa orang tersebut kafir dan beliau berdalil dengan firman Allah Ta’ala,

“Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak usah kamu minta maaf, karena kamu telah kafir sesudah beriman.” (QS. At-Taubah: 65-66).” Lihat Ash-Sharim Al-Maslul ‘ala Syatim Ar-Rasul, hlm. 513

Ayat di atas menunjukkan bahwa mengolok-olok Allah, Rasulullah dan ayat-ayat Allah termasuk kekafiran. Dan barang siapa mengolok-olok salah satu dari ketiga hal ini, maka dia telah mengolok-olok kesemuanya. Lihat Kitab At-Tauhid, hlm. 59.

Perlu diketahui bahwa mengolok-olok Allah dan agama-Nya ada dua bentuk, yaitu:

1.Yang bentuknya jelas dan terang-terangan sebagaimana terdapat dalam kisah turunnya surah At-Taubah ayat 65-66.

2.Yang bentuknya sindiran dan isyarat seperti isyarat mata atau menjulurkan lidah. Termasuk bentuk mengolok-olok adalah seperti mengatakan bahwa ajaran Islam tidak pantas lagi untuk abad ke-20, Islam hanya pantas untuk abad-abad pertengahan. Dan termasuk dalam mengolok-olok adalah mengolok-olok orang yang komitmen dengan ajaran Rasulullah SAW seperti mengatakan, ‘agama itu bukanlah pada tampilan rambut.’ Perkataan ini dimaksudkan untuk mengejek orang-orang yang berjenggot. Atau menggelari Wahabi atau madzhab kelima yang bertujuan mengolok-olok agama dan orang yang berpegang dengan ajaran yang benar. Atau termasuk juga ucapan-ucapan yang lainnya yang hampir sama. Lihat Kitab At-Tauhid, hlm. 61-62. []

SUMBER: RUMAYSHO

 .

Jin dari Golongan Manusia, Bagaimana Cara Mengetahuinya?

Jin dari Golongan Manusia, Bagaimana Cara Mengetahuinya?

Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin

TANYA

SYEIKH, bagaimana orang bisa mengenali setan dari kalangan manusia? Dan bagaimana cara membedakannya di antara manusia, bagaimana mewaspadainya dan bagaimana bergaul dengannya?

JAWAB

Setiap orang yang memerintahkanmu dengan kejelekan dan kekejian serta mencegahmu dari kebaikan dan istiqamah maka dialah setan. Berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :

“Dan barangsiapa mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya dia (setan) menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan mungkar.” (QS. An-Nur: Ayat 21)

“Dengan minuman keras dan judi itu, setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat.” (QS. Al-Ma’idah: Ayat 91)

Jadi, setiap orang yang memerintahkanmu dengan kekejian dan kemungkaran, serta mencegahmu dari mengingat Allah dan melaksanakan shalat, maka dia inilah setan.

Penanya: “Sekalipun dia itu salah satu dari kedua orang tua kita ?”

Asy Syaikh: “Walaupun dia salah satu dari kedua orang tuamu. Namun, bersemangatlah untuk segera memberikan nasihat. Maka seandainya dengan perantaramu Allah memberi hidayah satu orang saja, itu lebih baik bagimu daripada unta merah (harta yang sangat berharga). Dan keumuman orang terkadang mereka memerintahkan dengan sesuatu yang dianggapnya baik sementara mereka tidak mengetahui.” []

SUMBER : ATSAR, SILSILAH LIQA’ATIL BABIL MAFTUH, Islampos.

Kamis, 05 April 2018

Mujahid Sosmed

Mujahid Sosmed


Oleh: Nazwar Syarif

10Berita, Guys..pernah dengar kata mujahid gak nih? Mujahid itu di dalam bahasa indonesia artinya pejuang, istilah bagi Muslim yang turut dalam suatu peperangan atau terlibat dalam suatu pergolakan.

Pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, istilah yang berasal dari akar kata yang sama dengan "jihad" ini menjadi nama berbagai pejuang bersenjata yang menganut ideologi Islam, walaupun tidak ada makna "suci" atau "jawara" (warrior) yang melekat secara eksplisit dalam kata ini. (Wikipedia.com).

Guys berarti kalau mujahid sosmed adalah seseorang atau pejuang Islam yang berperang melawan kezhaliman, mengatakan yang bathil tetap bathil, yang haq tetap haq, di sosial media online (Facebook, Instagram, Twitter, Path, Whats App dan You tube).

Mujahid sosmed itu guys.. Lebih dìkenal dengan nama Muslim Cyber Army (MCA). Mereka organisasi tanpa bentuk, lahir dari keprihatinan umat Islam kepada Bangsa dan Negara sendiri maupun Bangsa dan Negara yang lain yang selalu di zalimi oleh para penguasa, para diktator diantaranya (Rohingya, Alleppo, Gaza, Idlib, Palestina dan Ghouta).

Guys Mujahid Sosmed itu tidak punya pimpinan, mereka tidak saling kenal, tak pernah saling bertemu, mereka tidak dibayar apalagi mengharap bayaran, senjata mereka hanya Hp atau Laptop yang berpeluru kuota bulanan, dan tak pernah letih didalam  berjuang karena tujuan mereka hanya ingin Stop pencitraan dan Hoax yang membosankan.

Semua muslim yang meggunakan sosial media sebagai alat perjuangan dalam membela agama Allah, mereka semua MCA.Mereka tidak menyebarkan Hoax justru mereka yang meluruskan Hoax, mereka berjuang diatas kebenaran berdasarkan Al-Qur'an dan Hadist, mereka tau resiko yang akan mereka dapatkan tapi MCA tak pernah gentar, mereka akan hadapi semua resikonya walau harus difitnah, dilecehkan bahkan sampi ditangkap Masya Allah guys..

Mujahid Sosmed memang selalu dicibir sebagai tukang copy paste, tapi justru hasilnya Seorang Muslim yang menjadi Gubenur Jakarta dan penista agama tumbang dan di penjara.

Disaat Mujahid Sosmed dihina sebagai pengangguran berapa banyak puluhan musuh Islam di pilkada yang berguguran.

Jangan remehkan kekuatan mujahid sosial media, karena kekuatannya mampu membuat rezim ini kalang kabut  dan jatuh bangun mencari cara bagaimana melupuhkan para mujahid-mujahid sosial media.

Ayo buat kalian-kalian guys..jadilah mujahid sosial media, teruslah gaungkan kebenaran, gemakan kebenaran jadilah kuota di gadget kalian mejadi senjata untuk menghentikan kezaliman, menyampaikan kebenaran, menjatuhkan musuh-musuh Islam. Bentuklah opini-opini yang baik.

Guys kita sudah masuk ke zaman now dimana semua orang memakai gadget, kita ada di zaman digital, jangan biarkan musuh-musuh Islam menang dengan opini jahat dan sesat mereka.

Lantangkan suaramu untuk bela Islam, bela Allah, bela Rasulullah SAW, bela Al-Qur'an, bela Ulama di dunia Media Sosial karena masih banyak orang awam yang menjadi korban penyesatan opini, korban media, mereka gak ngerti berita yang sebenarnya. Wallahhu'allam. [syahid/]

Sumber : voa-islam.com

NAHLOH! Keponakan Setnov Sebut Berikan Uang ke Elite PDI P Ganjar Pranowo, Olly dan Melchias Mekeng

NAHLOH! Keponakan Setnov Sebut Berikan Uang ke Elite PDI P Ganjar Pranowo, Olly dan Melchias Mekeng


10Berita , Mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera Irvanto Hendra Pambudi Cahyo mengaku menyerahkan sejumlah uang kepada anggota DPR atas perintah pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong.

Irvanto mengungkapkan hal itu saat dikonfrontasi dengan terdakwa Setya Novanto di hadapan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) .

Para anggota dewan yang disebut keponakan Setnov itu adalah Olly Dondokambey, Tamsil Linrung, Melchias Marcus Mekeng, Arief Wibowo, Ganjar Pranowo, dan Jafar Hafsah. 

Hal itu disampaikan jaksa penuntut umum KPK saat membacakan surat tuntutan Setnov. Menurut jaksa, pengakuan Irvanto di hadapan penyidik itu merupakan bantahan Setnov atas dugaan penerimaan uang dari proyek e-KTP sebesar US$3,5 juta. 

"Selanjutnya di persidangan terdakwa memberikan bantahan yang pada pokoknya berdasarkan hasil konfrontir dengan tersangka Irvanto Hendra Pambudi Cahyo di hadapan penyidik. Irvanto Hendra Pambudi Cahyo mengatakan pernah diperintahkan oleh Andi Agustinus alias Andi Narogong untuk memberikan uang kepada Olly Dondokambey, Tamsil Linrung, Melchias Marcus Mekeng, Arief Wibowo, Ganjar Pranowo, dan Jafar Hafsah," kata jaksa Wawan Yunarwanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis, 29 Maret 2018.

"Atas keterangan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo tersebut, terdakwa (Setnov) menyimpulkan uang tersebut dari Iwan Balara (Manager Marketing PT Inti Valuta)," tutur jaksa Wawan melanjutkan. 

Namun, jaksa penuntut KPK berpendapat bahwa bantahan Setnov di persidangan tersebut hanya kesimpulan tanpa didukung oleh bukti apapun. Selain itu, jaksa penuntut KPK menyebut Setnov hanya berusaha mencocok-cocokan jumlah uang yang menurut Irvanto diperintahkan Andi Narogong diserahkan ke anggota DPR tersebut. 

"Hal tersebut bertujuan untuk menyamarkan fakta bahwa seolah-olah uang tersebut dari Iwan Barala sehingga terdakwa terbebas atas uang tersebut," tutur jaksa Wawan. 

Menurut jaksa penuntut KPK, bantahan mantan Ketua Umum Partai Golkar itu bertentangan dengan alat bukti seperti kesaksian Andi Narogong, Marketing Manager PT Inti Valuta, Riswan alias Iwan Barala, Muhammad Nur alias Ahmad, dan Johannes Marliem. 

Berdasarkan keterangan saksi-saksi di atas, penyerahan uang dari Iwan Barala kepada Irvanto sejumlah US$3,5 juta sama sekali tak diketahui oleh Andi Narogong. 

Jaksa penuntut KPK menilai bila memang ada perintah dari Andi Narogong kepada Irvanto untuk menyerahkan uang proyek e-KTP kepada sejumlah anggota DPR, maka uang tersebut di luar dari uang sejumlah US$3,5 juta yang diserahkan Iwan Barala ke Irvanto. 

"Kalau lah benar Andi Agustinus alias Andi Narogong pernah memerintahkan Irvanto Hendra Pambudi memberikan uang kepada sejumlah anggota DPR maka uang itu di luar uang yang diserahkan Iwan Barala ke Irvanto Hendra Pambudi Cahyo," kata jaksa Wawan. 

Jaksa penuntut KPK meyakini uang US$3,5 juta yang diduga diterima Setnov dari pemotongan harga AFIS merek L-1 yang dipasok Johannes Marliem untuk e-KTP itu merupakan pelaksanaan jatah 10 persen hasil pembicaraan Setnov dengan Marliem dan Andi Narogong di kediamannya pada 2011 lalu. 

Jatah untuk terdakwa itu diterima lewat Made Oka Masagung dan Irvanto lewat transaksi berlapis melalui rekening dan money changer di dalam negeri maupun di luar negeri. 

Sebelumnya jaksa penuntut umum KPK mendakwa mantan Setnov menerima hadiah terkait proyek pengadaan e-KTP berupa uang sebesar US$7,3 juta, dengan rincian melalui Made Oka sebesar US$3,8 juta dan lewat Irvanto sejumlah US$3,5 juta. 

Uang itu sebagai jatah lantaran Setnov telah membantu pemulusan anggaran proyek senilai Rp5,8 triliun itu. 

Selain uang, Setnov juga mendapat jam tangan merk Richard Mille dari pengusaha Andi Narogong dan Johannes Marliem. Jam seharga miliaran rupiah itu diberikan saat hari ulang tahun Setnov, pada November 2012 lalu.

Sumber:Portal Islam 

Warga Palestina Kecam Keras Komentar Putra Mahkota Saudi Israel Miliki Hak Tanah Air

Warga Palestina Kecam Keras Komentar Putra Mahkota Saudi Israel Miliki Hak Tanah Air


10Berita, JALUR GAZA, PALESTINA  - Warga Palestina telah mengecam keras komentar putra mahkota Saudi bahwa Israel memiliki "hak" untuk tanah air, sebuah pernyataan yang menunjukkan perubahan penting dalam posisi kerajaan pada Palestina.

Orang-orang yang terkepung di Gaza pada Kamis (5/4/2018) mengecam Mohammad bin Salman karena pengakuannya yang jelas terhadap Israel.

"Bin Salman mewakili dirinya sendiri. Kami adalah orang-orang yang memiliki hak untuk kembali ke tanah air kami dan memiliki Yerusalem sebagai ibu kota negara kami," kata seorang pria kepada The New Arab.

"Ini adalah hak kami - apakah bin Salman ada atau tidak," tambahnya.

Pemuda lainnya berkata: "Ini adalah pernyataan Zionis. Orang-orang Saudi ingin pergi berperang dengan Iran - sesama negara Muslim - sementara mereka meninggalkan Israel untuk membunuh orang mereka sendiri dan mencuri tanah mereka. Saya tidak mengerti maksudnya, atau jika dia memiliki satu. Saya pikir dia sedang mencoba untuk menjadi menyenangkan. "

Banyak faksi Palestina juga mengecam sang pangeran Saudi atas pernyataannya.

Hamas, gerakan perlawanan Palestina yang menjalankan Jalur Gaza, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka mengutuk langkah-langkah di kawasan itu untuk menormalkan hubungan dengan Israel.

"Normalisasi dengan pendudukan Israel adalah kejahatan yang tak terlupakan," kata pernyataan itu.

Front Populer untuk Pembebasan Palestina mengatakan bahwa komentar bin Salman "mengungkapkan peran jahat yang dimainkan rezim Saudi untuk merusak stabilitas di dunia Arab untuk melayani kepentingan Israel dan AS."

Dalam sebuah wawancara dengan sebuah majalah AS yang diterbitkan pada hari Senin, pewaris Saudi tersebut tampak menampakkan klaim tanah yang menjadi rebutan Palestina dan Israel pada pijakan yang sama.

"Saya percaya bahwa setiap orang, di mana saja, memiliki hak untuk hidup di negara mereka yang damai," kata sang pangeran kepada The Atlantic.

"Saya percaya orang Palestina dan Israel memiliki hak untuk memiliki tanah mereka sendiri," tambahnya.

Penguasa Raja Arab Saudi, Salman, telah bergegas untuk menentang pernyataan putranya.

Raja pada hari Selasa menegaskan kembali "sikap teguh kerajaan terhadap masalah Palestina dan hak-hak sah rakyat Palestina untuk sebuah negara merdeka dengan Yerusalem sebagai ibukotanya," lapor kantor berita SPA.

Dia juga menekankan perlunya memajukan proses perdamaian dalam panggilan telepon dengan Presiden AS Donald Trump pada Senin malam.

Pernyataan dari Pangeran Mohammad diterbitkan hanya tiga hari setelah pasukan Israel membantai 16 warga Palestina dalam satu hari selama demonstrasi damai di sepanjang perbatasan Israel-Gaza. Jumlahnya naik menjadi 17 pada hari Selasa.

Arab Saudi dan Israel tidak memiliki hubungan diplomatik formal, tetapi dalam dua tahun terakhir, serangkaian laporan pertemuan rahasia antara pejabat Israel dan Saudi memberikan kesan adanya persesuaian antara kedua negara. (st/TNA)

Sumber : voa-islam.com

Detik-detik Abu Janda Sok Tahu Pasal Penistaan Agama, Terbungkam Malu

Detik-detik Abu Janda Sok Tahu Pasal Penistaan Agama, Terbungkam Malu


10Berita, Sekali muncul di layar kaca setelah lama tidak terlihat, Abu Janda kembali membuat publik tercengang karena tingkahnya.

Dalam acara Dua Sisi TV One soal puisi Sukmawati, Abu Janda kembali terbungkam karena sok tahu soal pasal penistaan agama.

“Memang di pasal 156a pendoaan agama, di pasal duanya ya, Bang Egy ya, itu tertulis di situ: yang bisa menetapkan atau menentukan seseorang itu menista agama atau tidak (adalah) MUI, bukan polisi, bukan Bang Egy, bukan orang yang turun di jalan.” kata Abu Janda dalam diskusi Dua Sisi TV One pada Rabu (4/4/18).

“Bener gak, Bang? Bener, kan!” kata Abu Janda bertanya kepada Egy.

“Gak tertulis MUI,” jawab Egy Sudjana, menggelengkan kepala.

“Ulama ya?!” tanya Abu janda.

“Gak juga,” jawab Egy.

“Gak ada,” sambung Mustafa Nahra menampik persetujuan Abu Janda.

Meski berkali-kali dibantah, Abu Janda tetap berpendapat adanya kata-kata MUI atau Ulama dalam pasal 156a.

“Pasal 156a itu KUHP. Mana ada kata ‘Ulama’ di KUHP. Mana ada? Gak ada.” tegas Egy.

Egy kemudian menjelaskan, apa yang dikutip oleh Abu Janda berawal dari kasus yang menjerat Ahok saat menista Surat Al-Maidah ayat 51. Dalam rangkaian kasus tersebut, polisi menyatakan akan melakukan tindakan setelah mendapatkan rekomendasi dari ulama, dalam hal ini MUI.

“Tapi tidak tertulis di pasal dua.” tegas Mustafa, tersenyum.

“Tidak ada.” pungkas Egy.”

Sumber: tarbiwa

Polling; Prabowo-Anies Lebih Dipilih Pembaca

Polling; Prabowo-Anies Lebih Dipilih Pembaca

10Berita – Portal berita online TeropongSenayan (TS) baru saja melakukan polling simulasi Pilpres 2019.

Dalam jajak pendapat yang dilakukan portal TeropongSenayan sejak Rabu (28/3/20180) dan ditutup pada Selasa (3/4/2018) pukul 23.59 WIB, simulasi pasangan Prabowo Subianto – Anies Baswedan lebih dipilih pembaca.

Dalam poling disimulasikan terdapat dua pasangan calon (paslon) yang bakal berlaga pada pilpres. Yakni pasangan Jokowi-Agus Harimurti Yudhoyono dan Prabowo Subianto-Anies Baswedan.

Dari 1.304 pembaca yang mengklik masing-masing pasangan calon. Sebanyak 67 (5,1%) memilih pasangan Joko Widodo – Agus Harimurti Yudhoyono. Sedangkan 1.237 (94,9%) memilih pasangan Prabowo Subianto – Anies Baswedan sebagai pemimpin Indonesia selanjutnya.

Dalam poling sebelumya pasangan Prabowo Subianto – Muhammad Zainul Majdi (Tuan Guru Bajang/TGB) lebih banyak dipilih pembaca. Pasangan ini mendapat klik lebih banyak daripada Jokowi-Sri Mulyani.

Poling dilaksanakan pada Rabu (21/3/2018) pukul 00.00 hingga Minggu (25/3/2018).

Selama rentang waktu lima hari, sebanyak 1.877 pembaca mengikuti poling ini, dengan cara meng-klik pilihan pasangan calon (paslon).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 130 (6,9 %) pembaca memilih mengklik paslon Jokowi- Sri Mulynai. Sedangkan sebanyak 1.747 (93%) pembaca mengklik Prabowo-Muhammad Zainul Majdi. (tsc)

Sumber : tsc,