OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Rabu, 11 April 2018

Data Facebook Dicuri! Cepat Hapus 12 Hal Ini di Akun Anda Sebelum Terlambat

Data Facebook Dicuri! Cepat Hapus 12 Hal Ini di Akun Anda Sebelum Terlambat

Ilustrasi

10BeritaBaru-baru ini kita mendengar tentang adanya skandal Cambridge Analytica.

Skandal ini terungkap dari pengakuan Christopher Wylie, yang ikut mendirikan perusahaan konsultan politik Cambridge Analytica.

Perusahaan ini memanfaatkan akses terhadap Data pengguna Facebook untuk mempengaruhi preferensi pemilih di Pemilihan Presiden AS tahun 2016 yang dimenangi Donald J. Trump.

Pendiri Facebook Mark Zuckerberg dihujani kritik atas kegagalan raksasa teknologi itu dalam melindungi privasi Data pengguna.

Skandal tersebut telah menyebabkan banyak orang mempertanyakan peran yang dimainkan Facebook dalam hidup mereka.

Prihatin tentang kebijakan privasi pengguna Facebook, beberapa orang bahkan telah menghapus akun mereka.

Jika kamu ingin menjaga akunmu tetap aman tanpa harus menghapusnya, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut ini.

Dilansir Grid.ID dari artikel terbitan Indy100 tanggal 8 April 2018 berikut ini 12 hal yang bisa kamu hapus agar bisa menjaga privasimu di Facebook.

1. Ulang tahun

Ulang tahunmu adalah salah satu bagian dari teka-teki penting yang juga mencakup nama dan alamatmu.

Dengan Data ulang tahun, orang-orang dapat lebih mudah mengakses rekening bank dan Data pribadimu.

2. Nomor telepon

Jika kamu berpikir bisa menemukan jodoh melalui facebook, maka kamu salah.

Mencantumkan nomer telepon adalah hal yang buruk.

3. Daftar teman

Profesor psikologi universitas Oxford, Robin Dunbar berteori bahwa manusia dapat mempertahankan sekitar 150 hubungan yang stabil.

Setelah melihat 3,375 pengguna Facebook, Dunbar menemukan bahwa teman-teman Facebook mereka, 4.1 dianggap dapat diandalkan, dan 13,6 menunjukkan simpati selama "krisis emosional."

4. Foto-foto anak kecil

Menghapus foto-foto anak kecil yang merupakan bagian dari anggota keluargaatau kerabat dapat berakibat buruk.

Penjabat direktur Institut Internet Oxford, Victoria Nash, mengajukan pertanyaan yang sangat bagus tentang hal ini, dan ini berkaitan dengan persetujuan.

Victoria berkata, "Jenis informasi apa yang ingin anak-anak lihat tentang diri mereka secara online di kemudian hari?"

Bagi generasi yang lebih tua, mungkin kita tak pernah mempertimbangkannya.

Tetapi munculnya internet dan media sosial telah memberikan pertanyaan ini lebih penting.

Pasalnya, foto anak-anak yang kita pajang di Facebook atau internet, akan muncul di kemudian hari.

Masalahnya, apakah generasi atau anak-anak yang fotonya kita pajang tersbeut setuju dan tak keberatan dengan hal ini saat mereka dewasa nanti?

5. Informasi tentang di mana kita atau anggota lain bersekolah

Sebaiknya kamu menghapus informasi tersebut.

Hal ini karena informasi tersbeut memberi kesempatan bagi pelaku kejahatan seksual untuk mencari tahu di mana kamu atau anggota keluargamu bersekolah.

6. Layanan lokasi

Layanan lokasi hanya tersedia di Android atau iPhone.

Pada tahun 2015 TechCrunch melaporkan bahwa lebih dari 500 juta pengguna mengakses Facebook dari ponsel mereka.

Hal ini berarti bahwa nomor ponsel pengguna memiliki potensi untuk menyiarkan lokasi mereka secara online.

Hal itu dianggap sangat berbahaya.

7. Pertemanan dengan boss atau atasan

Yang ini klasik.

Facebook adalah platform media sosial, dan pada tingkat tertentu kamu berinteraksi dengan santai.

Tapi atasan atau bosmu bisa saja mengakses dinding Facebookmu kapan saja.

Coba bayangkan jika suatu saatb kamu mengeluh tentang pekerjaan di Facebook.

Dan ternyata atasanmu mengetahui ini?

8. Berhenti memberi tag lokasi

Jika kamu memberi tag lokasi dalam unggahanmu, maka hal itu bisa berujung pada informasi yang lebih banyak.

9. Kapan dan di mana kamu akan pergi liburan

Turis yang dirampok saat mereka sedang berlibur mungkin tidak mendapatkan klaim asuransi jika mereka memposting rencana liburan mereka di akun media sosial.

10. Status hubunganmu

Jika kamu ingin memberitahu bahwa kamu punya hubungan baru, maka jangan dilakukan di Facebook.

11. Detail kartu kredit

Jangan pernah!.

Ini bukan ide yang bagus.

12. Gambar boarding pass

Mengambil foto boarding pass seringkali merupakan cara untuk membuat orang terkesima dengan liburanmu.

Tetapi jangan konyol!.

Barcode pada boarding passmu adalah unik dan dibuat khusus untukmu.

Jika bocor, maka hal ini bisa digunakan untuk mencari informasi yang kamu berikan kepada perusahaan penerbangan.

Nah, bisa kamu bayangkan jika selama ini kamu berbagi ke 12 informasi tersebut, maka apa yang Facebook tak tahu darimu?.(*)

Sumber : TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Bagi-Bagi Sembako Pakai Alat Negara, Ratna Sarumpaet: “Keterlaluan!…”

Bagi-Bagi Sembako Pakai Alat Negara, Ratna Sarumpaet: “Keterlaluan!…”


10Berita .com -Pada kunjungan kerja (kunker) Presiden Joko Widodo di Pelabuhan Ratu, Sukabumi, beredar kupon bagi-bagi sembako yang bertuliskan “Kunjungan Kerja Presiden RI”, dengan stempel Polres Sukabumi-Polsek Pelabuhan Ratu. Bagi-bagi sembako dalam kunker Presiden Jokowi itu menjadi viral.

Aktifis perempuan Ratna Sarumpaet menyoal bagi-bagi sembako di kunker Jokowi itu. Menurut Ratna, cara-cara seperti itu tidak etis atau konyol dan membuat rakyat muak.

“Kalau pak @jokowi ingin terpilih kembali sebagai Kepala Negara atau ingin 2 periode, saya sarankan agar Bapak berusaha keras menghindari cara-cara tidak etis atau konyol seperti ‘Bagi-bagi sembako saat kunjungan kerja’ sebab cara-cara seperti itu keterlaluan dan bikin rakyat muak. (saran),” tulis Ratna di akun Twitter @RatnaSpaet.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mempertanyakan bagi-bagi sembako saat kunker Jokowi di Pelabuhan Ratu. “Harus ada penjelasan kenapa bisa begini,” tulis Fadli Zon di akun @fadlizon.

@fadlizon mengupload foto kupon bagi-bagi sembako itu. Fadli mempertanyakan, apakah bagi-bagi sembako yang dilakukan Jokowi bagian dari protap. “Apakah sudah jadi protap bagi-bagi sembako pas kunker,” kicau @fadlizon.

Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi mengakui bahwa kupon sembako itu memang sengaja dititipkan kepada Polsek Palabuhanratu oleh Presiden RI Joko Widodo. Kupon itu untuk dibagikan kepada nelayan di Palabuhanratu.

“Itu sembako karena kan beliau tidak sempat lagi ketemu sama warga dan nelayan karena waktunya mepet. Jadi sembako tersebut dititipkan di Polsek Palabuhanratu untuk dibagikan ke nelayan,” kata Nasriadi seperti dikutip detikcom (08/03).(kl/)

Sumber :itoday, Eramuslim.com 

Ditanya Wartawan Fenomena Kaos #2019GantiPresiden Akan Hilang, Ini Jawaban Mardani Ali Sera

Ditanya Wartawan Fenomena Kaos #2019GantiPresiden Akan Hilang, Ini Jawaban Mardani Ali Sera


Mardani Ali Sera (Youtube)

10Berita, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera ditanya wartawan dan pengamat bahwa fenomena kaos #2019GantiPresiden akan mengecil dan hilang. Penggagas gerakan #2019GantiPresiden itu pun memberikan jawaban cerdas.

“Saya katakan, Insya Allah gerakan #2019GantiPresiden ini akan terus membesar jika masyarakat merasa pemerintah tidak mampu menyelesaikan masalah dan tidak menunaikan janji-janjinya,” jawab Mardani seperti dikemukakannya di akun Twitter @MardaniAliSera, Selasa (10/4/2018).

Gerakan #2019GantiPresiden pertama kali diramaikan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Gerakan #2019GantiPresiden disebut Mardani sebagai gerakan yang sah, legal, dan konstitusional.

Selain di media sosial, gerakan #2019GantiPresiden kini banyak ditemui tertulis di kaos-kaos yang mudah ditemukan melalui toko online. 

Ramainya kaos #2019GantiPresiden itu sampai membuat Jokowi mengomentarinya saat pidato di depan relawan. 

“Masa kaos bisa ngganti Presiden? Yang bisa ngganti Presiden itu rakyat. Kalau rakyat itu berkehendak ya bisa. Kalau rakyat nggak mau ya nggak bisa. Yang kedua, ada kehendak dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Masa pakai kaos bisa ngganti Presiden, nggak bisa” kata Jokowi.

Kaos #2019GantiPresiden kini juga membanjiri marketplace. Pada tiga marketplace ternama, Bukalapak, Tokopedia dan Shopee, kaos itu mudah ditemukan.

Sumber : Tarbiyah 

Terbang Sepuasnya dengan Kartu Sakti Sriwijaya Air. Ini 5 Destinasi Impian yang Bisa Kamu Kunjungi!

Terbang Sepuasnya dengan Kartu Sakti Sriwijaya Air. Ini 5 Destinasi Impian yang Bisa Kamu Kunjungi!



10Berita, Sriwijaya Air melakukan sebuah gebrakan dalam dunia penerbangan dengan menerbitkan Sriwijaya Air Travel Pass (SJ Travel Pass). SJ Travel Pass ini dianggap sebagai kartu sakti di mana kamu bisa terbang sepuasnya ke seluruh rute domestik Sriwijaya Air Grup (termasuk NAM Air) selama setahun. Syaratnya pun mudah, kamu cukup membayar 12 juta rupiah saja. Setelah kamu terdaftar, kamu bisa terbang semakin mudah ke seluruh rute Sriwijaya Air.

Nah, Hipwee Travel bakal kasih rekomendasi destinasi wisata impian yang bisa kamu datangi dengan SJ Travel Pass ini. Sebenarnya sih kamu bisa ke seluruh wilayah di Indonesia, hanya saja destinasi berikut ini yang wajib kamu datangi setelah mengantongi SJ Travel Pass dari Sriwijaya setahun ke depan. Kesempatan emas ini harus kita sambut dengan perencanaan traveling setahun ke depan. Mana saja destinasinya? Yuk simak aja.

Duo Pulau Labengki dan Sombori harus kamu datangi tahun ini. Primadona wisata baru yang dianggap Little Raja Ampat ini memang layak kamu kunjungi

sombori island via www.instagram.com

Advertisement

Buat kamu pecinta laut dan pantai, wajib hukumnya datang ke Labengki dan Sombori. Destinasi wisata yang dianggap Little Raja Ampat ini memang menyajikan pesona alam yang nggak kalah dari Raja Ampat. Pantainya yang berpasir putih dan bawah lautnya yang indah ini memang sedang populer di tahun ini. Lokasi kedua pulau ini ada di Sulawesi Tenggara, jadi kamu perlu naik pesawat ke Kendari. Untuk menuju Kendari kamu bisa naik dari Jakarta, Jogja atau Surabaya lalu transit di Makassar. Kemudian ganti pesawat tujuan Kendari. Dari sana kamu bisa naik kapal menuju Labengki dan Sombori.

Derawan, sekeping surga dari Kalimantan. Cocok dikunjungi bersama pasangan!

derawan via www.indonesia-tourism.com

Birunya laut, cantiknya penyu hijau, indahnya penginapan di atas air, adalah beberapa keistimewaan Derawan. Memang sih agak mahal biaya pesawat ke sana. Namun dengan adanya SJ Travel Pass, liburan ke sana bukan masalah lagi ‘kan? Kamu cukup naik pesawat tujuan Berau atau Tarakan atau transit via Balikpapan. Ada beberapa kota yang terkoneksi seperti Jogja-Tarakan, Surabaya-Berau, atau Jakarta-Tarakan. Derawan kini bukan lagi sekedar impian!

Boleh sih tiap weekend ke Bali dengan SJ Travel Pass, tapi apa nggak bosan? Jadikan tempat transit ke Indonesia Timur aja deh ya

the edge bali via www.hipwee.com

Setiap kota besar pasti punya rute ke Bali. Kamu pun pasti bakalan sering ke Bali dengan SJ Travel Pass ini. Tapi apakah kamu suka ke Bali melulu? Daripada ke Bali terus, ada baiknya kamu transit aja di Bali sebelum melakukan penerbangan ke kota lain di Nusa Tenggara Timur atau Sulawesi.

Pulau Komodo adalah destinasi idaman banyak traveler. Tahun ini kamu berkesempatan mewujudkannya!

padar island via www.escapejournal.co

Advertisement

Siapa sih yang nggak pengen liburan ke Labuan Bajo buat jengukin Komodo dan pulau-pulau kecilnya yang spektakuler itu? Buat kamu yang selama ini males ke Labuan Bajo karena tiket pesawat mahal, sekarang kamu bisa tenang. Dengan SJ Travel Pass kamu bisa ke Labuan Bajo dengan transit di Bali. Kapan lagi bisa liburan sekaligus di Bali dan Komodo?

Destinasi paling top di Indonesia pastilah Kepulauan Raja Ampat. Yuk kita datangi surga di Papua ini beneran nyata atau nggak…

siapa sih yang nggak mupeng ke Raja Ampat? via raja-ampat.biz

Raja Ampat adalah destinasi terbaik yang bisa kamu kunjungi tahun ini. Surga yang turun ke Indonesia ini memang keindahannya tiada tara. Pilih penerbangan dari kota kamu seperti Jakarta, Jogja, atau Surabaya menuju Makassar dan kemudian dari Makassar ke Sorong. Dari Sorong kamu akan naik kapal menuju Raja Ampat. Dengan adanya SJ Travel Pass ini impianmu ke Raja Ampat bakal terwujud nyata. Hehehe.

Kira-kira kalau kamu punya SJ Travel Pass, destinasi manakah yang akan kamu tuju nih?

Sumber :Hipwee 

Kecewa Dukung Jokowi, Prodem Siapkan Sejuta Kaos #2019GantiPresiden

Kecewa Dukung Jokowi, Prodem Siapkan Sejuta Kaos #2019GantiPresiden

Foto: pojoksatu.id

10Berita -Jaringan aktivis Pro Demokrasi (Prodem) tengah mempersiapkan “Gerakan Sejuta Kaos” untuk menghentikan laju Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019. Kaos yang diproduksi adalah kaos bertanda pagar (tagar) #2019GantiPresiden.

“Kita sedang mempersiapkan ‘Gerakan Sejuta Kaos #2019GantiPresiden’ sebagai gerakan politik untuk menghentikan Jokowi menjadi presiden lagi,” ujar Ketua Majelis Jaringan Aktivis Prodem Syafti ‘Ucok’ Hidayat kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (10/4).

Gerakan ini merupakan bentuk kekecewaan aktivis Prodem yang sebelumnya mendukung Joko Widodo. Mereka melakukan tobat nasuha setelah Jokowi mengingkari janji-janji politik.

“Bahkan Jokowi telah membuat kondisi ekonomi rakyat semakin terpuruk,” tukasnya.

Pada petengahan Maret lalu, para aktivis Prodem menjadikan Silang Monas depan Istana Negara sebagai lokasi tobat nasuha. Mereka berkumpul dan menyampaikan penyesalan mereka karena pernah mendukung Jokowi sebagai Presiden RI.

Mereka membawa sejumlah spanduk yang berisi kecaman pada pemerintahan Jokowi. Antara lain berbunyi, “Bersihkan NKRI dari Antek-antek Neolib”, “Lindungi Buruh Indonesia, Stop Buruh Asing”, juga “Hapus UU ITE, UU MD3, UU Ormas”.

Spanduk lain bertuliskan “Tolak UU Produk Haram Demokrasi” dan “Trisakti dan Nawacita Omong Kosong”.

“Tinggal satu tahun lagi. 2019 kita akan menyongsong presiden baru. Dari semua janji-janji Jokowi adalah janji-janji palsu,” ujar Agus “Lenon” Edy Santoso yang menjadi orator dalam aksi itu.(kl/)

Sumber :Eramuslim 

Terkait “Mirip Umar bin Khattab”, Pernyataan Aa Gym Ini Dibaca 2 Juta Views

Terkait “Mirip Umar bin Khattab”, Pernyataan Aa Gym Ini Dibaca 2 Juta Views


ilustrasi

10Berita, Ketua DPP PDIP Bidang Kemaritiman, Rokhmin Dahuri, mengatakan Jokowi seperti Khalifah Umar bin Khattab.

"Leadership dari kepemimpinan Pak Jokowi luar biasa karena beliau dan rakyat biasa, sangat approachable, beliau ke mana saja salaman enggak ada protokoler, beliau kayak Umar Bin Khattab dan datang ke sana kemari," kata Rokhmin di DPP PDIP, Lenteng Agung, Ahad (8/4/2018).

Pernyataan itu memantik reaksi dari sejumlah pihak, mulai dari ulama hingga netizen.

Menurut netizen, banyak hal yang berbeda antara Jokowi dan Umar bin Khattab. Salah satunya, Jokowi tidak menemui umat Islam dalam Aksi Bela Islam, khususnya pada Aksi 411. Hanya pada Aksi 212 Presiden Jokowi hadir di akhir acara.

“Lha waktu ada aksi Aksi Bela Islam aja ga mau nemui rakyat dan ulama. Weleh weleh lucu sekali klo buat cerita” kata Dwi Siswanto.

Seperti diketahui, pada 4 November 2016, ratusan ribu umat Islam ingin mendengar tanggapan Presiden Joko Widodo terkait tuntutan agar penista Al Quran diadili. Bahkan sebagian peserta aksi berasal dari luar provinsi, termasuk Aa Gym dan jamaah Daarut Tauhid yang datang dari Bandung. Ada pula yang datang dari Jawa Timur, bahkan dari luar Jawa.

Namun, Jokowi sama sekali tidak menemui rakyatnya yang terluka hati itu. AA Gym menyayangkan sikap tersebut dan membuat pernyataan melalui Twitter.

“Umat yang datang luar biasa banyaknya, sayang sekali, jokowi sama sekali tak mau menemui rakyatnya yang terluka hati,” kata pemimpin Daarut Tauhid itu melalui akun Twitter pribadinya @aagym, Jumat (4/11/2016) sore.


Pernyataan Aa Gym (Jauh-Jauh Rakyat Datang ke Jakarta..) mencapai 2 juta views lebih

Pernyataan Aa Gym itu telah dimuat di Tarbiyah.net pada hari yang sama dengan judul Jauh-Jauh Rakyat Datang ke Jakarta Tak Ditemui Jokowi, Ini Komentar Aa Gym. Berita tersebut telah mencapai lebih dari 2 juta views. [Ibnu K/]

Sumber :Tarbiyah.net

Di ILC tvOne PDIP Akui Kepanasan dengan Hashtag #2019GantiPresiden

Di ILC tvOne PDIP Akui Kepanasan dengan Hashtag #2019GantiPresiden


10Berita,  ILC tvOne edisi tadi malam, Selasa (10/4/2018), mengangkat topik "Jokowi Prabowo Berbalas Pantun".

Salah satu nara sumber adalah politisi PDIP Aria Bima.

Aria Bima akhirnya mengakui maraknya #2019GantiPresiden bikin panas.

"Rakyat jangan diajak liar. Silakan ganti presiden aturannya ada sesuai konstitusi. Kalau kemudian hashtag Ganti Presiden ini keliaran politik, tidak menjadikan cerdas, membuat panas," kata Aria Bima.

Pantesan waktu Presiden pidato yang biasanya kalem jadi emosi, ternyata ada yang kepanasan :)

PDIP juga ngeles kalau hashtag yang dukung Jokowi tidak bikin panas, misalnya hashtag Salam 2 Periode.

"Salam 2 Periode itu lain, ini lebih ke internal, tidak sesuatu yang ekspansif, beda ya dengan ganti Presiden yang bikin panas," kata Aria Bima.

Uraian politisi PDIP ini sontak diketawain seisi ILC.

Simak video Aria Bima PDIP:

Sumber : PORTAL ISLAM

CADAS! Mardani: Banyak Parpol Merapat ke Jokowi, Lebih Mudah Ngalahinnya

CADAS! Mardani: Banyak Parpol Merapat ke Jokowi, Lebih Mudah Ngalahinnya


10Berita,  Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengaku tidak gentar banyaknya partai politik bergabung dengan koalisi Joko Widodo pada Pilpres 2019 mendatang.

Hal itu diutarakan Mardani menyusul adanya isu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrat akan mendukung calon presiden petahana tersebut.

"Kalau kami sih lebih banyak gabung ke pak Jokowi lebih seneng. Karena lebih mudah ngalahin," kata Mardani, Selasa (10/4/2018).

Wakil Ketua Komisi II DPR ini pun menyatakan, mengelola soliditas tujuh partai lebih sulit, ketimbang mengelola tiga partai dalam kontestasi Pemilu 2019.

"Karena mengelola lima jauh lebih sulit dari pada mengelola tiga, apa lagi kalau tujuh. Lebih banyak yang dukung kami lebih seneng lebih mudah ngalahkan Pak Jokowi," tuturnya.

Diketahui, Partai NasDem, Hanura, Golkar, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan PDIP telah menyatakan dukungan kepada Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

Di luar partai yang belum mempunyai kursi di Parlemen, Jokowi didukung oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Perindo, serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI). Di antara delapan partai pendukung Jokowi, hanya PKPI yang dinyatakan tak lolos Pemilu 2019 oleh KPU.

Mardani juga menyampaikan di ILC tvOne tadi malam kenapa 2019 harus ganti presiden.

"Kata kunci ada pada kapasitas seorang Presiden. Hampir segalanya naik dan turun (maju mundurnya negara) karena kepemimpinan," papar Mardani.

Simak video ILC Mardani Ali Sera.

[video]

Sumber : PORTAL ISLAM

Nampol Banget! Soal Pidato Jokowi, Gazali: Sama Hashtag Aja Marah, Pertanda Elektabilitas Rendah

Nampol Banget! Soal Pidato Jokowi, Gazali: Sama Hashtag Aja Marah, Pertanda Elektabilitas Rendah


10Berita, Pakar komunikasi politik Effendi Gazali menjadi nara sumber di ILC tvOne tadi malam, Selasa (10/4/2018), yang mengangkat topik "Prabowo-Jokowi Berbalas Pantun".

Effendi Gazali menyoroti pidato Presiden Jokowi di acara Relawan Jokowi di Bogor pada Sabtu pekan lalu yang bikin heboh.

Seperti diketahui pidato Jokowi tidak seperti biasanya gaya Jokowi yang santai. Pidato Jokowi di hadapan ribuan relawan Jokowi itu sangat terlihat emosi.

"Kalau orang elektabilitasnya 60% atau lebih pasti gaya pidatonya tidak akan seperti itu (emosi)," kata Effendi Gazali.

"Dulu waktu SBY mau dua periode elektabilitasnya 60%, dia santai, bahkan saat itu dibilang mau dipasangkan dengan sendal jepit pun pasti menang, sangat tenang," urai Gazali.

"Gaya pidato (Jokowi yang marah-marah) ini gaya pidato elektabilitas 38-45%," lanjut Gazali.

Terkait Hashtag #2019GantiPresiden, Gazali menegaskan itu sah konstitusional.

"Hashtag #2019GantiPresiden itu sah dan konstitusional, yang gak boleh itu #2018GantiPresiden," kata Gazali.

Gazali menyampaikan pantun:

Anak perawan bermain burung jalak suren
Burungnya marah perawannya tidak tenang

Kaos sendirian memang tidak bisa ganti presiden
Tapi kalau dipakai jutaan orang sambil marah, elektabiltas bisa goyang.

"Masa sama hashtag aja marah," kata Gazali.

Gazali juga mengungkapkan dulu Obama jadi Presiden juga karena kaos dan gelang "Yes We Can".

Selengkapnya simak video:

Sumber :Portal Islam 

Ada Pesanan Uang dan KTP Palsu di Daerah Pilkada Serentak

Ada Pesanan Uang dan KTP Palsu di Daerah Pilkada Serentak

10BeritaJakarta - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Mabes Polri memprediksi penyebaran uang palsu semakin banyak beredar menjelang pemilihan calon kepala daerah (pilkada) serentak.

Berdasarkan pengakuan para pelaku pembuat uang palsu bahwa ada pesanan uang palsu di sejumlah daerah yang akan menggelar pilkada serentak.

Wakil Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga mengemukakan Polri telah memeriksa sejumlah pelaku pengedar uang palsu yang berhasil diringkus beberapa waktu lalu.

"Memang setelah kami tangkap para pelaku itu, mereka bilang ada pesanan uang palsu untuk beberapa daerah. Tidak hanya uang yang dipesan di daerah itu, tetapi mulai dari pesanan KTP palsu hingga dokumen lainnya seperti paspor dan masih banyak lagi," tuturnya, Selasa (10/4/2018).

Menurutnya, Polri akan terus memburu para pelaku pengedar uang palsu termasuk nama-nama orang yang memesan uang palsu tersebut di sejumlah daerah.

Daniel mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan seluruh Polres hingga Polsek serta perangkat daerah agar turut membantu memutus semua jaringan pengedar uang palsu di wilayahnya.

"Kami akan telusuri terus siapa-siapa saja yang terlibat. Selain itu kami juga sudah ada kerja sama dengan semua polsek dan polres untuk mengatasi peredaran uang palsu itu," katanya.

Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah menerima uang dari orang yang tidak dikenal, karena dikhawatirkan uang itu merupakan uang palsu. Menurutnya, Polri dan Bank Indonesia masih melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mewaspadai uang palsu.

"Kami mengimbau agar masyarakat lebih waspada dalam bertransaksi terutama dalam menerima uang. Harus dilihat, diraba dan diterawang," ujarnya.

Sumber: kabar24.com