OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Sabtu, 21 April 2018

Majelis Fatwa Palestina: Haram Jual Tanah kepada Yahudi

Majelis Fatwa Palestina: Haram Jual Tanah kepada Yahudi

10Berita, PALESTINA—Majelis Fatwa Palestina telah menegaskan bahwa ‘haram’ hukumnya menjual tanah di al-Quds dan Palestina lainnya kepada penjajah Israel.

Hal itu disampaikan dalam sidang Majelis ke-162 yang dipimpin Mufti Palestina, dan anggota majelis fatwa dari segenap provinsi Palestina.

“Haram bagi siapapun warga Palestina, bangsa Arab dan kaum muslimin, memberikan bantuan bagi penjajah dan menguatkan dengan memperluas perampasan tanah kaum muslimin. Mendukung musuh dan membantu mereka sama dengan memperkuat kekuasaan mereka, dan mengokohkan cengkraman mereka dengan akal, pemikiran, senjata, kekuatan, baik rahasaia maupun terang-terangan, langsung maupun tak langsung,” terang fatwa tersebut.

“Wajib bagi bangsa Arab dan kaum muslimin untuk saling membantu, meski berbeda bahasa dan warna kulit serta Negara. Mendukung kepulangan para pengungsi ke Palestina, melindungi Masjidil Aqsha sebagai tempat turunnya wahyu, tempat shalat para Nabi dan tempat suci lainnya dan melindungi hak-hak warga Palestina. Siapa yang mengabaikan hal itu sama artinya dengan menghinakan kaum muslimin, atau menyerukan perpecahan dan mencerai-beraikan persatuan, dan menguatkan penjajah merealisasikan rencana mereka terhadap bangsa Arab dan kaum muslimin, terhadap Baitul Maqdis, baik dilakukan negara, pemerintahan, partai, kelompok, atau individu, maka termasuk pemecah belah jamaah, keluar dari agama dan melakukan dosa besar,” tambah fatwa tersebut.

Majelis Fatwa mengecam penjajah Israel mengizinkan Yahudi berteriak di halaman Masjidil Aqsha menggunakan ungkapan rasial, melakukan ritual keagamaan dan menggusur pemakaman di Babur Rahmah yang bersebelahan dengan pagar Masjidil Aqsha dari arah Timur.

Yahudi mengincar pemakaman Babur Rahmah dengan menyerobot sebagian lahan pemakaman untuk proyek Taman Talmud dan kawasan wisata Israel, melarang penguburan di sebagai kawasan pemakaman, untuk kepentingan proyek permukiman yahudi.

Majelis Fatwa mengecam tindakan puluhan pemukim zionis melakukan pawai di dalam kawasan kota lama berseberangan dengan gerbang Masjidil Aqsha, yang dikawal kepolisian zionis, dan menunaikan ritual keagamaan di halaman al Ghazali depan gerbang Ashbat menggunakan pengeras suara.

Majelis juga mengutuk pengibaran bendera zionis di dinding Masjid Ibrahimi, kota Hebron, yang dilindungi pasukan zionis.

Dalam konteks lainnya, Majelis memaparkan kemurkaan keras terhadap kejahatan yang dilakukan para pemukim Yahudi yang membakar Masjid Syekh Sa’adah, kota Aqraba, Provinsi Nablus, dan tulisan rasial di dalamnya, sebagai rangkaian pelanggaran dan kejahatan terhadap rakyat Palestina di segenap wilayahnya. []

SUMBER: Pic,  Islampos.

DUH! Kasus BLBI, Megawati Takkan Tersentuh?

DUH! Kasus BLBI, Megawati Takkan Tersentuh?


10Berita, Sikap bulat Ketua KPK Agus Rahardjo yang tak akan mengkriminalisasi kebijakan penanganan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) diyakini membuat Megawati Soekarnoputri senang. Soalnya, ketum PDIP itu tak akan disentuh-sentuh dalam kasus yang terus heboh dan tak tuntas-tuntas ini.

Megawati memang terus diseret-seret dalam kasus BLBI. Sebab, Instruksi Presiden (Inpres) yang diterbitkannya menjadi dasar bagi penerbitan SKL(Surat Keterangan Lunas) untuk para obligor BLBI.

Adik Mega, Rachmawati Soekarnoputri heran dengan sikap KPK yang terkesan mengamankan kakaknya itu. Rachmawati menilai pernyataan Ketua KPK 'keblinger'.

"Tadi pagi saya baca koran, kata ketua KPK kebijakan di kasus BLBI itu tidak bisa dikriminalisasi. Ini kan bikin keblinger orang. Justru kebijakan itulah yang membuat kita ini salah," tegas Rachmawati saat menjadi pembicara kunci di diskusi "2019 Presiden Harapan Rakyat" di kawasan Buncit Raya, kemarin.

Karena itu, Rachmawati meyakini Syafruddin Arsyad Temenggung, eks Kepala BPPN yang sudah menjadi pesakitan dalam kasus ini, bukanlah pelaku utama. "Periksa bonggolnya. Siapa yang memberikan kebijakan Inpres No 8 tahun 2002, ini pada waktu Presiden Megawati," tuturnya. "Saudara tahu itu (Mega) memang saudara saya, tapi saya tetap sebutkan. Soal keadilan, kebenaran, itu tidak ada pardon," tegas Rachmawati.

Terpisah, Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar juga menyebut, penyelesaian BLBI tidak bisa dilepaskan dari Inpres Nomor 8 tahun 2002 yang menjadi dasar SKL BLBI.

"Karena Inpres inilah yang melegitimasi pembayaran para obligor hanya mencapai 17 sampai dengan 21% dari nilai keseluruhan utangnya," ujarnya, kepada Rakyat Merdeka, semalam.

Fickar juga menyoroti pernyataan Agus Rahardjo yang terkesan tak akan menyentuh Mega. Dia menilai, pernyataan Agus bukanlah pernyataan yuridis. "Itu bahkan cenderung sebagai pernyataan politis," imbuhnya.

Karena itulah, Fickar mengingatkan, sepanjang ditemukan bukti-bukti yang cukup untuk mengusut dan menempatkan seserang sebagai tersangka, tidak ada alasan menghentikan perkara ini

"Kecuali SP3, tapi itu tidak dipunyai KPK atau perintah putusan praperadilan," tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno meminta publik tidak menyeret-nyeret Mega dalam kasus SKL BLBI. Hendrawan mengingatkan, sebagai presiden, Mega adalah mandataris MPR yang terakhir.

Dalam posisi demikian, Mega harus menjalankan perintah dalam Tap MPR dan UU yang terkait dengan percepatan penyelesaian krisis, termasuk restrukturisasi perbankan, restrukturisasi utang swasta dan tugas-tugas BPPN.

"Kebijakan pemberian SKL yang dilakukan, turun dari perintah Tap MPR dan Undang-undang," jelas Hendrawan kepada Rakyat Merdeka, semalam.

Inpres terbit berdasarkan Tap MPR Nomor VI/MPR/2002 tentang rekomendasi yang berkaitan dengan perjanjian PKPS yang berbentuk Master of Settlement Agreement And Acquisition Agreement (MSAA); Master Of Refinancing And Note Issuance Agreement (MRNIA); dan Perjanjian PKPS serta Pengakuan Utang.

Kemudian pada 30 November 2006, BPK menyerahkan 11 laporan audit terhadap seluruh kegiatan BPPN, termasuk pemberian SKL kepada 21 PKPS (penyelesaian kewajiban pemegang saham. "Disimpulkan, SKL telah sesuai dengan kebijakan pemerintah, Inpres 8/2002 dan tidak ada kerugian negara. Audit yang dilakukan BPK sudah jelas dan tegas," tegas Hendrawan.

Karena itu, Hendrawan heran ketika tetiba KPK pada Desember 2014 menengarai ada penyimpangan dalam penerbitan kepada Pemegang Saham Pengendali (PSP) BDNI, Sjamsul Nursalim.

Kemudian Maret 2017, KPK menetapkan Syafruddin Temenggung sebagai tersangka dan menahannya pada Desember 2017.

Alasannya, dalam audit investigatif Agustus 2017, tiba-tiba ditemukan kerugian negara dalam kasus SKL untuk BDNI sebesar Rp 4,58 triliun. "Kita terhenyak, 2 audit dari lembaga yang sama, melahirkan kesimpulan berbeda. Ada apa ini Sudahlah, kita jangan bermain-main atau mempermainkan hasil audit. Hukum jangan dijadikan alat untuk politik praktis," tandasnya

Sumber :Portal Islam 

Muslim Kosta Rika Tumbuh di Tengah Iklim Toleransi

Muslim Kosta Rika Tumbuh di Tengah Iklim Toleransi

Umat Muslim telah ada sejak tahun 1970-an.

10Berita , JAKARTA — Kosta Rika memiliki tradisi toleransi yang tinggi. Faktor inilah yang membuat negara seluas 19.730 mil persegi itu menjadi pilihan bagi kaum pendatang untuk menetap. Umat Muslim dari negara-negara Afrika Utara, Timur Tengah, atau Asia Tengah menemukan lokasi yang ideal untuk memulai hidup baru.

 
Umat Muslim telah ada sejak tahun 1970-an. Mereka membentuk komunitas kecil di ibu kota San Jose. Tidak kesulitan untuk beradaptasi kendati warga Muslim berasal dari berbagai negara dan latar belakang.
 
Warga lokal menyambut baik kehadiran para pendatang. Seperti disebutkan laman state.gov, kaum imigran tersebut terdiri atas beragam suku, etnis, budaya, dan agama. Tapi, hampir tidak ada pertikaian yang melibatkan kedua kelompok ini.
 
Pemerintah juga tidak membatasi aktivitas keagamaan. Konstitusi negara menjamin kebebasan menjalankan ajaran agama kepada anggota masyarakat. Kebijakan ini menumbuhkan optimisme bagi umat agama untuk semakin bereksistensi.
 
Tidak ada pembatasan bagi kegiatan ibadah, dakwah, ataupun pendidikan agama. Sewaktu umat Muslim membutuhkan sarana peribadatan dan berencana membangun masjid serta Islamic Center, hal itu bisa terlaksana dengan baik.

Kini, telah berdiri kokoh Masjid Omar di San Jose yang diketuai oleh Syekh Elsafi Abdul Majid serta Centro Cultural Musulman de Costa Rica di Alajuela pimpinan Jenny Rashida Torres. Di sinilah, komunitas Muslim bisa melaksanakan beragam kegiatan sosial keagamaan.

Jumlah umat Muslim yang tidak terlampau banyak justru mampu memperkuat ikatan persaudaraan. Mereka kerap menggelar aktivitas bersama. Masjid Omar secara periodik menyelenggarakan sekolah agama bagi anak-anak Muslim demi meneguhkan keimanan. 

Sesuai konstitusi pula, negara tidak menoleransi tindakan apa pun yang bertujuan merusak kondisi harmonis antaragama. Pelanggarnya diancam dengan hukuman berat. Oleh karena itu, menurut laporan laman tadi, diskriminasi atas dasar agama atau etnis jarang terjadi.
 
Agama resmi negara adalah Katolik Roma. Penganutnya mencakup 47 persen, kemudian 25 persen penganut Kristen non-Katolik, dan 13 persen menganut Protestan. Selebihnya adalah umat agama lain, termasuk Islam.
 
Pemerintah memberikan subsidi kepada agama mayoritas. Namun, bantuan demi kepentingan ibadah juga berlaku kepada agama minoritas. Kemudahan juga diberikan untuk membentuk lembaga atau organisasi keagamaan, bahkan tanpa dipungut pajak. Guru atau pendakwah dari luar negeri dapat melaksanakan kegiatan di negara ini, tetapi tentu dengan aturan tertentu. Bila kondisi ini dapat dipertahankan, Islam akan mampu bertumbuh kembang dan mewarnai keseharian masyarakat di Kosta Rika.

Sumber : Republika.co.id

Ulama Palestina dibunuh di Kuala Lumpur, keluarga mencurigai Teroris Mossad

Ulama Palestina dibunuh di Kuala Lumpur, keluarga mencurigai Teroris Mossad

10Berita, KUALA LUMPUR – Syaikh Fadi al-Batsh ditembak mati oleh dua orang penyerang, sang ayah menduga badan intelijen Israel aktor dibalik pembunuhan tersebut.

Hamas menyebut Syaikh Fadi adalah seorang ilmuwan terkemuka yang telah banyak berkontribusi pada sektor energi, dikutip dari Al Jazeera.

Syaikh Fadi ditembak mati oleh dua penyerang di ibukota Malaysia, Kuala Lumpur, saat ia menuju ke sebuah masjid untuk sholat subuh, kata polisi setempat.

Fadi al-Batsh, seorang akademisi Palestina berusia 35 tahun dan merupakan anggota Hamas, langsung dibunuh oleh orang-orang bersenjata yang tidak dikenal di lingkungan permukiman di Kuala Lumpur, ibukota Malaysia, pada Sabtu (21/4/2018).

Ayah Al-Batsh mengatakan kepada Al Jazeerabahwa dia mencurigai badan intelijen Israel, Mossad, berada di belakang pembunuhan putranya dan dia meminta pihak berwenang Malaysia untuk mencari tahu siapa yang melakukan pembunuhan itu sesegera mungkin.

Hazem Qassem, juru bicara gerakan Hamas, menegaskan kepada Al Jazeera bahwa Syaikh Fadi adalah anggota organisasi Hamas.

Dalam sebuah pernyataan di Twitter, Hamas menyebut Syaikh Fadi sebagai cendekiawan muda Palestina dari Jabalia, Jalur Gaza. Hamas menyebut Syaikh Fadi adalah ‘Asysyahid’, dan dia adalah ilmuwan terkemuka yang telah banyak berkontribusi pada sektor energi.

Menurut kepala polisi Datuk Seri Mansor Lazim, kedua penyerang telah menunggu Syaikh Fadi di depan sebuah bangunan perumahan di distrik Setapak selama hampir 20 menit, dan menembakkan setidaknya 10 peluru, empat di antaranya langsung membunuhnya.

Al-Batsh ditembak di bagian tubuh dan kepala, kata polisi, dan menambahkan bahwa mereka sedang menyelidiki semua sudut termasuk “terorisme”.

Duta Besar Palestina untuk Malaysia Anwar H al-Agha, dikutip oleh surat kabar New Straits Times, mengatakan bahwa Syaikh Fadi adalah imam kedua di masjidnya. Dia telah tinggal di Malaysia selama 10 tahun.

(ameera/)

Sumber :arrahmah.com

Warisan Umat Islam di Kota Madrid

Warisan Umat Islam di Kota Madrid

Semula, Madrid bernama Madjrit.

10Berita , JAKARTA — Semula, Madrid bernama Madjrit. Nama ini disematkan oleh umat Islam pada masa kekuasaan Dinasti Umayyah. Merujuk pada Oliver Asin, seorang sejarawan, Madjrit ini pada mulanya adalah sebuah kota kecil di perbatasan yang didirikan oleh Dinasti Umayyah pada abad ke-9.

Dalam bibliografi karya Ibnu Hayyan, disebutkan kebanyakan yang menjadi gubernur Kota Madrid pada masa pemerintahan Dinasti Umayyah adalah anggota keluarga Bani Salim dari Berber.

Al-Himrayi mengatakan, pada saat itu Madrid juga memiliki sebuah benteng. Ia mengatakan, benteng ini dibangun oleh Amir Umayyah dari Cordoba bernama Muhammad I yang berkuasa antara tahun 852 hingga 886 Masehi. 

Benteng itu sangat kuat dan tak mudah ditembus musuh. Saat itu, Madrid hanya sebuah kota kecil, namun memiliki kegiatan ekonomi yang cukup bagus. Misalnya, ada industri pembuatan sepatu bersol gabus, yang semula dikembangkan oleh orang-orang Romawi. Juga industri kayu ek.

Di bawah pemerintahan Islam, teknik pembuatan sepatu bersol gabus diintensifkan dan didiversifikasi sehingga sepatu bersol gabus menjadi hal umum di Spanyol. Bahkan pada masa itu, sepatu bersol gabus merupakan komoditas pokok ekspor.

Warisan lain umat Islam di Kota Madrid adalah penggunaan qanat, yaitu terowongan bawah tanah yang digunakan untuk tujuan irigasi. Di sana, juga dibangun sistem penyediaan air untuk seluruh wilayah kota tersebut. 

Meski pernah menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tak banyak lagi karya-karya ilmu pengetahuan karena banyak yang hancur akibat peperangan. Saat Philip II pada abad ke-16 mendirikan perpustakaan Escorial, ia tak banyak menemukan buku berbahasa Arab.

Di Escorial, yang kemudian menjadi perpustakaan terbesar di Spanyol pada abad ke-17, hanya 4.000 judul buku Islam yang masih selamat dari penghancuran buku terburuk dalam sejarah Spanyol.  

Sumber :Republika.co.id 

Sebut Pengkritik Pemerintah "Nyinyir", Romy PPP "DIHAJAR" Warganet

Sebut Pengkritik Pemerintah "Nyinyir", Romy PPP "DIHAJAR" Warganet


10Berita,  Jelang pemilihan presiden 2019 mendatang, banyak tokoh yang tak malu-malu untuk menjilat pemerintah demi mendapat tempat.

Salah satunya adalah Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi.

Dalam cuitannya di akun twitter pribadinya @MRomahurmuziy, ia menyinggung tipe-tipe orang yang mengritik pemerintah.

"Dan diantara sebab2 orang yg nyinyir terhadap pemerintahan adalah:
1.tak kebagian kuasa;
2. pernah menikmati kuasa namun tidak lagi; dan
3. orang yg kepengen berkuasa tapi belum kesampaian keinginannya. Jadi, ini soal siapa makan kue saja. The end," tulis Romy, Sabtu 21 April 2018.

Dan diantara sebab2 orang yg nyinyir terhadap pemerintahan adalah:
1.tak kebagian kuasa;
2. pernah menikmati kuasa namun tidak lagi; dan
3. orang yg kepengen berkuasa tapi belum kesampaian keinginannya. Jadi, ini soal siapa makan kue saja. The end

— M. Romahurmuziy (@MRomahurmuziy) April 21, 2018


Cuitan bernada nyinyir yang dilontarkan Romy pun ditanggapi langsung oleh warganet.

Ya ampyunn ini Ketum Parpol nga paham demokrasi. Masa pemerintah nga boleh dikritisi? Dari twitnya ini kelihatan isi otaknya menjilat kekuasaan semata. Sampai segitunya yang kena PHP jadi Cawapres, qiqiqi https://t.co/UbHE0UbJeU

— Jalan Ketiga (@panca66) April 21, 2018

Hadeuh. Gak segitunya lah. Masak mau bikin balik ke era OrBa yg Pemerintah gak boleh dikritik? Bahasa penguasa thdp yg kritisi itu pake istilah 'nyinyir'. https://t.co/IKN5qmO4LD

— unilubis (@unilubis) April 21, 2018

dr tuit ini bs kita simpulkan, sbb2 org yg memuja muji pmrnth adlh
1. Ngarep kebagian kuasa
2. Blm prnh menikmati kuasa namun kepengen bingits https://t.co/U3TqhtDFr8

— AWAS santri oplosan! (@ssirah) April 21, 2018

— ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ ㅤㅤㅤ (@MbahUyok) April 21, 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Profesor Palestina di Malaysia Itu Ditembak Mati Saat Menuju Masjid Hendak Shalat Subuh   

Profesor Palestina di Malaysia Itu Ditembak Mati Saat Menuju Masjid Hendak Shalat Subuh   


Poster Fadi Mohammad Al-Batsh di Gaza

10Berita,  Seorang Profesor muda dan Imam Palestina yang juga anggota Hamas, ditembak mati oleh dua pelaku di ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur, saat korban berjalan kaki menuju sebuah masjid untuk shalat Subuh, kata polisi setempat.

Fadi Mohammad Al-Batsh adalah seorang akademisi, ilmuwan Palestina berusia 35 tahun dan anggota Hamas, dibunuh oleh dua orang bersenjata yang tak dikenal dengan berondongan tembakan di kawasan permukiman, Jalan Meranti, Taman Medan, Kuala Lumpur, pada Sabtu (21/4/2018) Subuh.

Ayah Al-Batsh seperti dikutip Aljazeera, Sabtu (21/4) mengatakan pihak yang berada di balik pembunuhan putranya itu adalah badan intelijen Zionis “Israel”, Mossad. Dia meminta otoritas Malaysia untuk mengungkap pelakunya secepat mungkin.

Sementara juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyatakan kepada Aljazeera bahwa Al-Batsh adalah anggota Hamas.

Dalam sebuah pernyataan di Twitter, Hamas menggambarkan Al-Batsh sebagai “cendekiawan muda Palestina” dari Jabalia di Jalur Gaza. Al-Batsh yang disebut gugur sebagai “martir” adalah “ilmuwan muda terkemuka yang telah banyak berkontribusi pada sektor energi”.

Situs-situs Palestina mengidentifikasi Al-Batsh sebagai kerabat dari seorang pejabat senior di gerakan Jihad Islam Gaza.

Menurut Kepala Kepolisian Kuala Lumpur Datuk Seri Mazlan Lazim, kedua penyerang telah menunggu Al-Batsh di depan sebuah bangunan perumahan di distrik Setapak selama hampir 20 menit, kemudian memberondongnya dengan tembakannya ke arah target (Al-Batsh) setidaknya 10 peluru. Empat di antaranya mengenai tubuh dan kepala korban. Al-Batsh pun meninggal di tempat.


Hamas menyebut Fadi Al-Batsh (kanan) sebagai ‘ilmuwan muda terkemuka yang telah banyak berkontribusi pada sektor energi’. (Foto: Aljazeera)

Al-Batsh ditembak di “bagian tubuh dan kepala”, kata polisi, seraya menambahkan bahwa mereka sedang menyelidiki, termasuk dalam kaitannya dengan “terorisme”.

Duta Besar Palestina untuk Malaysia Anwar H Al-Agha seperti dikutip harian New Straits Times, mengatakan korban adalah seorang Imam masjid setempat. Dia sudah tinggal di Malaysia selama 10 tahun.

Agha mengatakan Imam Fadi semula akan pergi ke Turki pada Sabtu pekan lalu untuk menghadiri Konferensi tentang Al-Quds (Palestina).

Media lokal Malaysia seperti dikutip detik.com, Sabtu (21/4), menyebut Al-Batsh mendapat gelar doktor di Malaya University, sebelum menjadi dosen di salah satu universitas swasta di Malaysia. (S)

Sumber: Aljazeera, Salam Online.

FPI: Politik dan Mesjid Tidak Bisa Dipisahkan

FPI: Politik dan Mesjid Tidak Bisa Dipisahkan


10Berita, Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman secara tegas menyebut politik tak bisa dipisahkan dari masjid.

Hal itu diucapkan olehnya dalam menanggapi seruan Wakil Ketua Dewan Masjid Indonesia Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin agar masjid tidak dijadikan ajang politik praktis. “Di masa Rasulullah, masjid adalah pusat segala kegiatan, baik politik hingga strategi perang,” kata Munarman, Kamis (19/4).

Salah satunya, menurut Munarman, Rasulullah melakukan rapat untuk mengirimkan ekspedisi pasukan jihad dan ekspedisi pengiriman utusan ke kaisar Romawi dan kaisar Persia, yakni bagaimana berpolitik agar ajaran Islam dapat menyebar ke seluruh dunia.

“Jadi justru bila ada yang memisahkan masjid dari politik. Maka tentu saja itu artinya melakukan sekulerisasi dan meneruskan ajaran snouckhurgronye. Yaitu memisahkan islam dari politik dan kehidupan,” cetusnya.

Lebih lanjut dirinya menerangkan, bahwa Islam itu bukan sekadar agama yang hanya mengatur urusan ibadah semata. “Karena Islam mengajarkan seluruh sendi kehidupan. Menuju rahmatan lil alamin,” ujarnya

“Jadi bagi saya seruan itu aneh bila menjauhkan mesjid dari politik,” tambahnya.

Diketahui sebelumnya, Wakil Ketua DMI Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin meminta elite politik untuk tidak nekat menggunakan masjid sebagai medium berpolitik. ”Jangan lah. Politik jangan dibawa ke masjid,” ujarnya saat menghadiri deklarasi Indonesian Islamic Youth Economic Forum (ISYEF) di Perpustakaan Nasional di Jakarta, Minggu (15/4).

Pasalnya, jika agama dicampuradukkan dengan politik praktis, hal itu menimbulkan kerawanan sosial. Meski demikian, dewan masjid harus mengambil peran dalam setiap persoalan atau pertikaian yang ada di masyarakat. ”Pokoknya dewan masjid jadi fasilitator semua masalah,” imbuhnya. 

Sumber: opini-bangsa.com

Timur Tengah Menghadapi Skenario Perpecahan

Timur Tengah Menghadapi Skenario Perpecahan


Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan. (aa.com.tr/ar)

10Berita – Ankara. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan adanya upaya memecah-belah Kawasan. Menurutnya skenario memecah-belah itu dimulai dari Irak dan Suriah.

Lebih lanjut Erdogan juga menyebut skenario itu juga sedang diarahkan ke Turki. Namun Erdogan menekankan negaranya akan berupaya untuk menghentikan skenario jahat tersebut.

Dilansir Aljazeera.net, Ahad (21/04/2018), hal itu disampaikan Erdogan di Universitas Boğaziçi di Istanbul. Menurut Erdogan, Turki dan sekitarnya tengah menjalani fase yang sensitif. Di mana hal itu perlu segera diambil keputusan yang tepat untuk diaplikasikan.

Erdogan mengatakan, “Mereka yang melakukan perhitungan ini akan mengira Turki sekarang sama saja dengan dahulu. Padahal Turki saat ini tidak lagi menerima skenario yang digariskan pihak luar.”

Presiden Turki melanjutkan bahwa itulah alasan Turki mengubah sistem pemerintahan menjadi presidensial. Selain juga menjadi alasan utama pemilu di negaranya dipercepat menjadi 24 Juni mendatang.

Seperti diketahui, Erdogan beberapa hari lalu mengumumkan percepatan pemilu. Sejatinya Turki baru akan menggelar pemilihan parlemen dan presiden pada Februari 2019 mendatang.

Sebelumnya, Menlu Rusia Sergey Lavrov menegaskan, negaranya terus memantau upaya memecah dan menghancurkan Suriah. Lebih lanjut, ia menyebut Rusia tidak akan membiarkan upaya itu berhasil.

Sumber :dakwatun

Bertemu Erdogan, di Turki Anies Baswedan Berikan Kuliah Umum di Universitas Bahcesehir

Bertemu Erdogan, di Turki Anies Baswedan Berikan Kuliah Umum di Universitas Bahcesehir


Gubernur DKI Jakarta Anies R Baswedan dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan

10Berita, ISTANBUL Gubernur DKI Jakarta Anies R Baswedan melakukan kunjungan ke Maroko. Dari Maroko, Anies yang memberikan kuliah umum di Universitas Hasan II, Casablanca, Kamis (19/4/2018), dia meneruskan lawatannya ke Turki. Di Turki, Anies bertemu dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Pada Jumat (20/4/2018) kemarin Gubernur Anies dan Presiden Erdogan melaksanakan Shalat Jumat di Masjid Ayyub Al-Anshari. Sebagaimana di Maroko, Anies Dia juga memberikan kuliah umum di Universitas Bahcesehir, Istanbul, Jumat (20/4), mengenai Indonesia umumnya dan Jakarta secara khusus, termasuk kota cerdas (smart city).

Smart City, saat di Casablanca (Maroko) saya juga memaparkan, terkait kolaborasi dan co-creator warga terhadap pembangunan. Dari City 2.0 yang sekarang menjadi City 4.0, dan ini dilakukan teknologi sebagai enabler, di sinilah peran sebagai smart city sangat penting,” ungkap Anies.

Ia menilai bagaimana teknologi bisa menjadikan warganya sebagai kolaborator, serta kedekatan dan kolaborasi warga yang berpartisipasi dalam pembangunan.


Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan saat memberikan kuliah umum di Universitas Hasan II Casablanca, Maroko, Kamis (19/4/2018). (Foto: Susylo Asmalyah/Antara)

Anies juga mengharapkan Pemerintah Turki dapat berinvestasi di Indonesia dan bertukar pikiran tentang Indonesia.

“Bertemu akademisi itu mengasyikkan, pertanyannya tajam-tajam. Saya merasa seperti sedang ujian doktoral lagi,” kata Anies saat menutup kuliah umum yang berlangsung selama dua jam tersebut. (*)

Sumber: Antara,  Salam Online.