OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Senin, 23 April 2018

Gerindra: Perpres TKA Bukti Jokowi Pro Asing

Gerindra: Perpres TKA Bukti Jokowi Pro Asing



10Berita, Buruh Indonesia lebih penting daripada modal asing, dan karenanya mereka harus mendapatkan perhatian yang lebih besar.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Arief Poyuono melalui pesan elektronik yang dipancarluaskan, Minggu sore (22/4).

Harusnya, kata dia, Presiden Jokowi sebagai pemimpin yang katanya pro rakyat, jangan karena butuh investasi, lantas menggunakan tenaga kerja pesanan para kreditur dan investor asing.

“Perlu dicatat ya kangmas Joko Widodo, seperti dalam proyek pembangkit 35 megawatt, banyak digunakan tenaga kerja asing yang cuma duduk petatang-peteteng di kantor PLAN dengan gaji besar. Padahal keahlian mereka bisa dikerjakan oleh banyak putra putri Indonesia,” kata Arief.

Dia pun mengingatkan Jokowi, bahwa pertembingan Perpres Nomor 20 tahun 2018 tentang Pengunaan TKA adalah mendukung perekonomian nasional dengan perlunya mengatur perizinan penggunaan tenaga kerja asing. Sehingga jadi pertanyaan kalau melapangkan tenaga kerja asing secara membabibuta, bukankah hal itu mendukung perekonomian negara asing.

“Ingat loh, banyak dampak negatif yang ditanggung negara-negara berkembang dari pengunaan TKA. Salah satunya angkatan kerja baru tidak banyak terserap dengan maraknya TKA masuk,” katanya.

Selain itu katanya, TKA memanfaatkan fasilitas publik di suatu negara tanpa harus membayar pajak untuk merawat dan membangun fasilitas publik. Ditekankan dia, bahwa setiap kenaikan 1% jumlah pekerja yang disebabkan oleh
masuknya TKA hanya menaikkan investasi dalam jumlah yang sama. Sementara kenaikan 1% tenaga kerja lokal menaikkan pembentukan modal dalam jumlah yang lebih besar dari pembentukan modal yaitu sebesar 8%.

“Ini menunjukkan bahwa pengaruh TKA terhadap pembentukan modal adalah sangat kecil dan dapat menghambat pembentukan modal secara keseluruhan. Oleh sebab itu, TKA bisa menghambat pertumbuhan ekonomi, peluang pekerjaan, dan kenaikan tingkat upah yang diterima TKL,” tukas Arief Poyuono. [rmol]

Sumber : rmol

Soal Perppu Perkawinan Anak, MUI Minta Menteri PPPA Konsultasi Dulu

Soal Perppu Perkawinan Anak, MUI Minta Menteri PPPA Konsultasi Dulu


Wakil Ketua MUI, Zainut Tahuid Saadi

10Berita, JAKARTA  – Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise untuk mengkonsultasikan terkait rencana Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) untuk mencegah perkawinan anak.

Wakil Ketua MUI, Zainut Tahuid Saadi mengaku sampai saat ini belum pernah diajak bicara oleh Kemen PPPA.

Zainut memandang, masalah perkawinan tidak hanya sekedar didasarkan pada pertimbangan sosial, ekonomi dan kesehatan semata tetapi juga harus mempertimbangkan aspek agama karena pernikahan itu bagian dari perintah agama.

“Sehingga sah dan tidaknya sebuah perkawinan harus juga didasarkan pada nilai-nilai ajaran agama,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Ahad (22/4/2018).

Menurut pandangan MUI, UU Nomor 1 Tahun 1971 tentang Perkawinan merupakan UU yang sangat monumental dan memiliki ikatan emosional dan kesejarahan yang sangat kuat bagi umat Islam Indonesia. Karena UU tersebut diundangkan pada masa Orde Baru yang sangat represif namun isinya sejalan dengan aspirasi umat Islam Indonesia dan tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Selain itu, kata dia, UU ini juga senafas dengan jiwa Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945. “Karena UU tersebut hakekatnya merupakan implementasi dari pelaksanaan sila pertama Pancasila dan Pasal 29 UUD NRI Tahun 1945,” ujarnya.

Untuk hal tersebut MUI meminta kepada Pemerintah sebelum menerbitkan Perppu atas UU No 1 Tahun 1971 Tentang Perkawinan hendaknya berkonsultasi dengan MUI dan ormas keagamaan lainnya, agar isi Perppu yang akan diundangkan sejalan dengan aspirasi umat beragama dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama.

Sumber : Jurnal Islam 

Mengapa yang Dibangun Pertama Kali oleh Nabi adalah Masjid saat di Madinah?

Mengapa yang Dibangun Pertama Kali oleh Nabi adalah Masjid saat di Madinah?

 

10Berita, HAL pertama yang dilakukan Rasulullah saat tiba di Madinah –dalam rangka hijrah- adalah masjid menyusul kemudian pasar. Pasar dibangun untuk membangun kekuatan ekonomi umat dan mengalihkan sentra ekonomi dari genggaman tangan Yahudi ke tangan kaum Muslimin. Lalu, mengapa Rasulullah saw. membuat masjid di masa awal kedatangannya di kota Madinah?

Al-Mubarokfuri menulis, “Masjid bukanlah hanya tempat melaksanakan shalat. Masjid adalah universitas tempat kaum Muslimin menggali ilmu dan ajaran-ajatan Islam. Masjid adalah tempat pertemuan berbagai suku dan bangsa yang beraneka ragam lalu mereka berpadu dan bersatu, padahal sebelumnya mereka dipisahkan dengan perbedaan kesukuan dan peperangan. Masjid adalah basis untuk memenej segala urusan dan melakukan mobilisasi. Dan masjid pun adalah parlemen tempat dilangsungkannya musyawarah legislasi dan eksekusi. Dan di samping itu semua, masjid juga menjadi tempat tinggal para muhajirin yang miskin yang tidak memiliki harta, rumah, dan keluarga.” (Ar-Rahiqul-Makhtum hal. 178)

Masjid, di samping rumah, kata DR. Ali Abdul-Halim, merupakan tonggak penting. “Masjid adalah penyempurna pembangunan masyarakat Islam. Ia berperan untuk memperkokoh apa yang sudah dilakukan di rumah dalam pembangunan masyarakat Islam,” lanjutnya. Lebih jauh ia memaparkan sebagai berikut:

“Mesjid berperan memperkokoh pada jiwa nilai-nilai yang ditanamkan oleh keluarga di dalam rumah. Bahkan masjid juga menumbuhkembangkan dan mengarahkan nilai-nilai itu untuk mewujudkan tujuan besar pada masyarakat Muslim secara keseluruhan. Tujuan itu adalah memberi petunjuk (hidayah) kepada manusi ke arah kebenaran, kebaikan, dan segala yang membuat mereka bahagia dan di dunia dan akhirat.

Kelurga Muslim berperan melahirkan anak-anak, memelihara mereka, menanamkan nilai-niliai kebaikan dalam jiwa mereka dan menghalau keburukan-keburukan dari mereka. Lalu keluarga itu mengantarkan anak-anak mereka ke masjid agar sempurna pembinaan dan penempaan mereka. Rumah mengahari anak-anak. Sedangkan masji mengajari anak-anak dan sekaligus orang-orang dewasa.

Mesjid merupakan sarana penempaan kaum Muslimin untuk berdisiplin dan teratur. Jika seorang muazin mengumandangkan ‘Allahu Akbar’ seluruh umat Islam meninggalkan segala yang ia kerjakan seraya menuju ke masjid. Karena seruan itu datang dari Allah swt. dan memenuhinya berarti memenuhi seruan Allah swt. Allahu lebih agung dari segala pekerjaan. Allah lebih agung dari segala urusan. Allah lebih agung dari siapa pun. Dan tidak boleh ada sesuatu apa pun yang memalingkan muslin dari memenuhi seruan-Nya.

Pelatihan kedisiplinan macam apa lagi yang lebih hebat dari itu semua? Seseorang meninggalkan segala sesuatu dan memandangnya kecil belaka untuk kemudian menuju ke kebesaran Allah swt. Sungguh ini merupakan tarbiyah yang memiliki tujuan yang dalam. Hal itulah yang menarik setiap Muslim untuk selalu datang ke masjid lima kali dalam sehari.” (Tarbiyatun-Nasyi Al-Muslim hal. 416). []

Sumber: jalansirah.com,  Islampos.

Advokat GNPF Ulama Bantah Alasan Polisi Tak Panggil Sukmawati

Advokat GNPF Ulama Bantah Alasan Polisi Tak Panggil Sukmawati


10Berita, Anggota Tim Advokasi GNPF Ulama, Nasrullah Nasution menanggapi alasan polisi yang tak kunjung memeriksa Sukmawati karena ingin memeriksa semua pelapor. Ia menilai, yang seharusnya digali adalah terlapor, yaitu Sukmawati sendiri.

“Seharusnya segera dilakukan pemeriksaan terhadap Sukmawati sebagai Terlapor. Yang harus digali itu motif terlapor atas puisi yang dibacakannya yang menodai agama Islam. Bukan justru sebaliknya,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Ahad (22/04/2018).

Ia juga menegaskan bahwa baik terlapor maupun pelapor memang harus diperiksa. Namun, ia menekankan tidak perlu semua pelapor diperiksa. Menurut Advokat SNH Advocacy Center ini, cukup sebagian besar saja.

“Keduanya diperiksa tapi kan sudah sebagian besar diperiksa. Kalaupun ada harus disampaikan siapa dan berapa banyak. Dan setahu kami sudah dilakukan pemeriksaan tidak lama dari pelaporan,” tuturnya.

Nasrullah juga berpendapat bahwa sikap kepolisian yang belum memeriksa Sukmawati akan menjadi catatan bagi masyarakat. Menurutnya, masyarakat akan menilai penegakan hukum di Indonesia masih buruk.

“Dengan lamabanya pemeriksaan terhadap Sukmawati akan menjadikan catatan bagi masyarakat Indonesia bahwa inilah sikap aparat penegak hukum khususnya Polri dalam penanganan kasus publik seperti ini,” terangnya.

Sebagaimana diketahui, polisi belum memeriksa Sukmawati karena ingin memeriksa semua pelapor. “Ya nunggu 18 (pelapor) ini, apakah sudah diperiksa semua apa belum. Pertama, (pemeriksaan terhadap) pelapor,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto seperti dilansir Tribunnews.

Sumber : kiblat.net

  

Tanpa Busana Muslim Luncurkan Program Antipolitisasi Masjid, Relawan Jokowi Dikritik

Tanpa Busana Muslim Luncurkan Program Antipolitisasi Masjid, Relawan Jokowi Dikritik

10Berita, Gerakan Nasional Jutaan Relawan Dukung Joko Widodo atau Jokowi membuat program antipolitisasi masjid. Program itu dilakukan melalui ceramah dan pengajian yang digelar relawan.

“Kami melakukan ceramah soal itu tiap ada pengajian relawan,” kata koordinator gerakan, Sylver Matutina di Sarinah, Jakarta Pusat, Ahad, 22 April 2018. Relawan menggagas program ini untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai tempat ibadah.

Para ustad dan takmir akan berbicara mengenai Islam yang benar. “Bukan Islam yang dipakai untuk tujuan tertentu yang tidak baik.”

Mereka yang melakukan ceramah itu, kata dia, tidak melulu para pendukung Jokowi. “Yang pasti ustaznya nasionalis dan benar-benar paham agama.”

Pengajian relawan juga berupaya menepis berbagai tudingan miring terhadap Jokowi. Misalnya soal Jokowi yang dikaitkan dengan paham komunisme.

Dia mengatakan Jokowi lahir pada 1961, sedangkan Gerakan 30 September yang sering dikaitkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) terjadi pada 1965. Karena itu, menurut dia tidak mungkin Jokowi yang saat itu baru berumur empat tahun masuk PKI. “Maka kami kasih pencerahan bahwa tuduhan itu tidak berdasar.”

Relawan, kata dia, juga berupaya menepis isu Jokowi antiislam. Menurut dia Jokowi adalah sosok yang sangat Islami. Jokowi, kata dia, sering membantu acara-acara keagamaan dan tidak pernah lepas salat lima waktu. “Beliau juga jadi sering menjadi imam salat yang baik.”

Peluncuran program antipolitisasi masjid oleh relawan Jokowi ini mendapat kritik pedas dari Politisi Muda Mustofa Nahrawardaya dalam akun IG nya.

Dalam akun IG nya Mustofa Nahrawardaya memposting screenshot dari berita salah satu media online dan ditambahkan teks “NGURUSI MASJID, GA ADA YANG BERBAJU MUSLIM” dalam caption nya dituliskan pula

“Astaghfirullah, segerakan datang 2019 ya Allah. Rindu Presiden asli Indonesia”

Source: https://nasional.tempo.co/read/1082066/relawan-jokowi-luncurkan-program-antipolitisasi-masjid

Hamas Bersumpah Balas Dendam atas Pembunuhan Ilmuan Mereka di Malaysia

Hamas Bersumpah Balas Dendam atas Pembunuhan Ilmuan Mereka di Malaysia


10Berita, JALUR GAZA, PALESTINA  - Hamas mengatakan pada hari Sabtu (21/4/2018) bahwa seorang pria yang ditembak mati di Malaysia adalah anggota penting organisasi itu, mengatakan Zionis Israel berada di balik pembunuhan kurang ajar tersebut dan bersumpah membalas dendam.

Otoritas Malaysia mengatakan Fadi al-Bathasy, 35, dibunuh oleh dua tersangka yang diyakini memiliki hubungan dengan agen intelijen asing dalam sebuah penembakan di Kuala Lumpur dalam perjalanannya untuk melakukan sholat subuh.

Polisi mengatakan rekaman CCTV menunjukkan bahwa dia menjadi target para pembunuh yang telah menunggunya selama hampir 20 menit sebelum menembaknya setidaknya delapan kali dari sepeda motor.

Hamas mengatakan, insinyur Palestina, Fadi al-Bathas, adalah anggota "setia" dan "ilmuwan muda Palestina."

Kelompok ini tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang prestasi ilmiahnya tetapi mengatakan dia telah membuat "kontribusi penting" dan berpartisipasi dalam forum internasional di bidang energi.

Al-Bathash khusus di bidang teknik elektro dan elektronik dan bekerja di universitas Malaysia. Dia telah tinggal di sana bersama keluarganya selama delapan tahun terakhir dan menjadi imam di sebuah masjid lokal.

Pemimpin politik senior Hamas Ismail Haniyeh mengatakan kepada The Associated Press bahwa berdasarkan pembunuhan sebelumnya, "Mossad tidak jauh dari kejahatan tercela dan mengerikan ini."

"Akan ada satu perhitungan yang belum diselesaikan antara kami dan itu," kata Haniyeh di tenda berkabung Gaza, mengacu pada Mossad. "Kami tidak bisa menyerah pada darah putra, remaja dan cendekiawan kita."

Pemerintah Israel tidak berkomentar. Israel memiliki sejarah panjang yang diduga menargetkan orang Palestina yang dicari dalam operasi di luar negeri di seluruh dunia dan telah dikaitkan dengan pembunuhan lain juga, meskipun jarang secara terbuka mengakui hal itu.

Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi mengatakan pemerintah sedang mencari kemungkinan keterlibatan "agen asing" dalam pembunuhannya.

Dia mengatakan kepada media lokal bahwa penyelidikan awal menunjukkan para penyerang adalah "orang kulit putih" mengendarai motor BMW 1100cc.

Al-Bathas adalah sepupu Khaled al-Bathas, seorang pejabat senior di kelompok perlawanan Palestina Jihad Islam, yang juga mengatakan Mossad di balik pembunuhan itu.

Hamas mengatakan Mossad telah membunuh salah satu ahli drone - Mohamed Zouari - di Tunisia pada tahun 2016, dan agen mata-mata itu juga diyakini berada di balik pembunuhan 2010 atas anggota senior Hamas, Mahmud al-Mabhuh di sebuah hotel di Dubai. (st/TNA)

Sumber :Voa-islam.com 

Sering Baca Al-Qur’an bisa Bikin Rumah Wangi dan Sejuk

Sering Baca Al-Qur’an bisa Bikin Rumah Wangi dan Sejuk

10Berita, SERING membaca Al-Quran di rumah ternyata dapat mewangikan, menyejukkan, memesonakan rumah dan mengusir setan dari dalam rumah.

Al-Quran merupakan salah satu mukjizat terbesar dari Allah SWT yang diberikan kepada Rasulullah ﷺ. Sampai saat ini, mukjizat tersebut begitu berarti bagi kita, Muslimah. Sebab, Al-Quran menjadi salah satu suara utama bagi kita di dalam kehidupan ini. Di kala susah, senang, bimbang, dapat teratasi dengan Al-Quran.

Itulah hebatnya Al-Quran. Maka, sungguh merugi orang-orang yang tidak membacanya. Dan alangkah bahagianya orang-orang yang memperbanyak membaca Al-Quran di dalam rumah. Mengapa begitu?

Hal itu karena Al-Quran mewangikan rumah dan sejuk mempesona dan mengusir setan dari dalam rumah. Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asy’ari bahwa Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Perumpamaan orang yang beriman yang membaca Al-Quran laksana pohon utrujjah (beraroma semerbak wangi); aromanya wangi dan rasanya enak.

Dan perumpamaan orang yang beriman yang tidak membaca Al-Quran laksana buah kurma; aromanya tidak terasa, tapi rasanya enak. Dan perumpamaan orang munafik yang membaca Al-Quran laksana tumbuh-tumbuhan raihanah (yang melibatkan harum); aromanya wangi tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al-Quran laksana hanzalah; aromanya tidak ada dan terasa pahit, ”(HR. Bukhari dan Muslim).

Orang yang membaca Al-Quran di rumah dengan khusyuk, akan menjadikan malaikat mendekat.

Alangkah nikmatnya jika kita mampu mencetak banyak-banyak membaca Al-Quran di rumah. Selain mendapat ganjaran yang tak ternilai dari Allah SWT, kita akan merasakan nikmatnya di dalam rumah. Wangi dan sejuknya keadaan rumah yang dibacakan Al-Quran akan terasa. Ditambah dengan kekhsyuan membaca Al-Quran, menggabung rumah kita menjadi lebih berkah dengan datangnya malaikat menemani keluarga kita.

Wangi dan sejuknya keadaan rumah ini, bukan hal yang dapat dirasakan oleh panca indera. Melainkan, keadaan di rumah akan lebih terasa begitu tenang dan menentramkan. Baik itu, karena anggota keluarga menjadi pribadi yang baik. Maupun ketidak adaan masalah yang begitu rumit di dalam rumah yang bisa menganggu pikiran kita. Wallahu ‘alam []

Referensi: Ruqyah Jin, Sihir dan Terapinya / Karya: Syaikh Wahid Abdussalam Bali / Penerbit: Ummul Qura,  .

Sumber : Islampos

Minggu, 22 April 2018

TELAK! Polling Instagram: 69,3% Ingin Ganti Presiden

TELAK! Polling Instagram: 69,3% Ingin Ganti Presiden


10Berita, Pilpres 2019 masih setahun lagi. Namun sepertinya masyarakat sudah sangat menginginkan untuk secepatnya ganti presiden.

Dalam polling-polling di media sosial hasilnya selalu mayoritas menginginkan 2019 ganti presiden.

Kali ini hasil polling di instagram.

Hasil polling di instagram yang dilakukan akun @Pinterpolitik memunculkan hasil yang cukup mengejutkan.

Sebesar 69,3% ingin Ganti Presiden.

Hanya 30,7% yang tetap memilih Jokowi.

Hasil yang mengejutkan. Bisa saja menggambarkan keinginan warganet. Bisa jadi gambaran keinginan masyarakat usia 18-24 tahun.

Polling ini berasal dari 23.722 pengikut. 8111 orang melihat polling. 67% laki-laki, 33% perempuan.

Sumber: IG, PORTAL-ISLAM.ID

[Video] CSR Telkom 3,5 M untuk Gereja, Nasehat Ustadz Abdul Somad Ini Perlu Dicamkan Umat

[Video] CSR Telkom 3,5 M untuk Gereja, Nasehat Ustadz Abdul Somad Ini Perlu Dicamkan Umat


10Berita, Beredarnya kabar PT Telkom membagikan CSR sebesar Rp 3,5 miliar untuk gereja dan Rp 100 juta untuk masjid menuai tanggapan banyak pihak. Mulai dari PBNU, Muhammadiyah, MUI, hingga Wakil Ketua MPR RI mempertanyakannya.

Baca Juga: CSR Telkom 3,5 Miliar untuk Gereja dan 100 Juta untuk Masjid, Ini Respon MUI

Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat KH Cholil Nafis mempertanyakan logika apa yang dipakai oleh orang-orang Telkom. Ia pun meminta Menteri BUMN mengevaluasi Direktur Utama PT Telkom dan jajaran pengelola CSR-nya.

“Logika apa yg digunakan oleh orang2 di telkom ya. Berapa prosentasi pengguna dan jumlah umat muslim di Indonesia. Tlg Bu Menteri dievaluasi dirutnya dan jajaran pengelola CSR-nya,” kata Cholil Nafis melalui akun Twitter pribadinya, @cholilnafis, Sabtu (21/4/2018), sembari melampirkan berita berjudul Dana CSR Telkom 3,5 M untuk Gereja, 100 Juta untuk Masjid, Umat Islam Protes!

Wakil ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid juga mempermasalahkan pembagian CSR itu. Ia mengingatkan, mayoritas mutlak pelanggan Telkom adalah pengguna masjid. Ia juga meminta Menteri BUMN dan Menkominfo untuk merespon hal itu.



Baca juga: Soal CSR Telkom 3,5 M untuk Gereja, Ini Pertanyaan Hidayat Nur Wahid ke Menteri BUMN dan Menkominfo

“Setelah PBNU dan Muhammadiyah mempermasalahkan ketidakadilan dan ketidakbijakan Telkom bagikan CSRnya: 3,5M untuk Gereja dan 100 juta untuk Masjid, sekarang MUI juga mempermasalahkan. Karena memang Telkom diuntungkn oleh pelanggannya yang mayoritas mutlaknya pengguna Masjid. MenBUMN dan Menkominfo, respons anda?!” kata Hidayat Nur Wahid melalui akun Twitter pribadinya, @hnurwahid, Ahad (22/4/2018).

Masalah CSR dan kasus-kasus kontroversial yang terjadi belakangan ini menegaskan pentingnya kekuasaan. 

Ustadz Abdul Somad menasehatkan, segenggam kekuasaan bisa menolong agama Allah. Contohnya dengan membuat peraturan yang sesuai syariat.



Pengingat lain datang dari Yusril Ihza Mahendra. Ia mengingatkan, seribu kepintaran dengan mudah akan digilas oleh segenggam kekuasaan.

Sumber :Tarbiyah 

Tukang Sablon Kaos #2019GantiPresiden Didatangi Polisi

Tukang Sablon Kaos #2019GantiPresiden Didatangi Polisi


10Berita, Bapak-bapak Polisi yang baik hati, mohon penjelasannya ya:
Apakah pembuatan kaos #2019GantiPresiden melanggar hukum hingga harus disertakan No KTP dan No telp?
Bila ya, apa dasar UU-nya? No berapa dan tahun berapa?
Biar kami faham. Kasihan rakyat kecil yang ingin mengais rejeki. .

sumber: beritaterkinionline