OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Jumat, 27 April 2018

Parmusi: #2019GantiPresiden Menunjukkan Pemimpin ke depan Tidak Bisa Sembarangan Beri Janji

Parmusi: #2019GantiPresiden Menunjukkan Pemimpin ke depan Tidak Bisa Sembarangan Beri Janji


10Berita, JAKARTA - Ketua Umum Parmusi, ustaz Usamah Hisyam menanggapi fenomena tagar 2019 Ganti Presiden yang viral belakangan ini di kalangan masyarakat umum. Misalnya, dalam penglihatan dia bahwa tagar tersebut salah satunya bisa diartikan ke depan calon pemimpin harus lebih berhati-hati dalam berjanji. 

"Jadi ini menarik, fenomena hastag ganti presiden karena adanya digitalisasi juga ya tentunya, proses digitalisasi di Indonesia yang berkembang. Dan ini juga menunjukkan bahwa seorang pemimpin ke depan tidak bisa sembarangan memberikan janji-janji politik, dan semua tingkatan selain presiden untuk itu harus memberikan kinerja-kinerja dalam program kerja yang mencerminkan capaian untuk wujudkan janji-janji politiknya," katanya, Rabu (25/4/2018), di Jakarta.


Selain itu, ia juga menganggap bahwa dengan munculnha fenomena tagar tersebut menandakan bahwa masyarakat Indonesia sudah kritis. "Dan ini terlihat masyarakat semakin kritis terhadap hastag tersebut," ia menambahkan.

Menurut dia lagi, bahwa tagar 2019 Ganti Presiden adalah fenomena yang menarik. "Yang menunjukkan bahwa sekarang ini sudah berbeda di antaranya ruang publik sudah terbuka. Begitu pula kebebasan yang sudah terbuka sehingga masyarakat bisa menyampaikan aspirasinya secara terbuka.

Ini juga mencerminkan bahwa kita sudah memasuki era demokrasi. Dan era demokrasi ini harus kita jaga agar tetap santun, agar bermartabat sesuai dengan adat-adat ketimuran kita," tutupnya jelas. (Robi/)

Sumber : voa-islam.com

Inilah 2 Waktu Paling Mustajab di Hari Jum’at Untuk Berdoa

Inilah 2 Waktu Paling Mustajab di Hari Jum’at Untuk Berdoa

10Berita, Hari Jum’at adalah hari yang paling afdhol menurut agama islam, selain itu di hari jumat ada suatu waktu yang mana jika kita memanjatkan doa di waktu tersebut maka Allah SWT akan mengabulkannya.

Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tentang hari Jumat, kemudian beliau bersabda,

فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ

“Di hari Jumat terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas dia memanjatkan suatu doa pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang dia minta.” (HR. Bukhari).

Kapan Waktu Mustajab Itu
Hadits di atas menyebutkan bahwa waktu mustajab itu jatuh di hari jumat. Dan itu hanya sesaat. Tanpa menyebutkan batasan, kapan tepatnya waktu itu terjadi.

Ada beberapa pendapat ulama tentang waktu mustajab tersebut. Dari sekian banyak pendapat, ada 2 pendapat yang dianggap lebih kuat (Fathul Bari),

1. Waktu Mustajab Itu Adalah Antara Duduknya Imam Sampai Selesainya Shalat Jumat
Pendapat ini berdalil dengan beberapa riwayat berikut,

Dari Abu Burdah bin Abi Musa Al Asy’ari. Ia berkata, “Abdullah bin  Umar bertanya padaku, ‘Apakah engkau pernah mendengar ayahmu menyebut suatu hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai waktu mustajabnya doa di hari Jumat?”

Abu Burdah menjawab, “Iya betul, aku pernah mendengar dari ayahku (Abu Musa), ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

هِىَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلاَةُ

“Waktu tersebut adalah antara imam duduk ketika khutbah hingga imam menunaikan shalat Jumat.” (HR. Muslim 2012 dan Abu Daud 1051).

Kemudian disebutkan dalam riwayat lain,  dari Amr bin Auf al-Muzanni Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ سَاعَةً لَا يَسْأَلُ اللَّهَ الْعَبْدُ فِيهَا شَيْئًا إِلَّا آتَاهُ اللَّهُ إِيَّاهُ ) !قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، أَيَّةُ سَاعَةٍ هِيَ ؟ قَالَ : ( حِينَ تُقَامُ الصَّلَاةُ إِلَى الِانْصِرَافِ مِنْهَا ) 

Sesungguhnya pada hari jumat terdapat satu waktu, jika para hamba memohon kepada Allah, pasti akan dikabulkan oleh Allah.

Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulullah, waktu kapankah itu?’

Jawab beliau, “Ketika shalat dimulai hingga selesai shalat.” (HR. Tirmidzi 490, Ibnu Majah 1138).

2. Waktu yang Mustajab Itu Jatuh Setelah Ashar
Yang kedua ini adalah pendapat Abdullah bin Salam, Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Imam Ahmad dan beberapa ulama. Ada beberapa hadits yang mendukung pendapat ini,

Hadits dari Abu Said al-Khudri dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِي الْجُمُعَةِ سَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فِيهَا خَيْرًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَهِيَ بَعْدَ الْعَصْرِ

“Di hari Jumat terdapat suatu waktu, dimana jika ada seorang hamba muslim yang memanjatkan doa kepada Allah bertepatan dengan waktu tersebut, Allah akan memberi apa yang dia minta. Waktu itu adalah seteah asar.” (HR. Ahmad).

Hadits dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً ، لَا يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلَّا آتَاهُ إِيَّاهُ فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ

“Pada hari jumat ada 12 jam. (Diantaranya ada satu waktu, apabila ada seorang muslim yang memohon kepada Allah di waktu itu, niscaya akan Allah kabulkan. Carilah waktu itu di penghujung hari setelah asar.” (HR. Abu Daud 1048, Nasai 1389).

Hadits dari Abdullah bin Sallam Radhiyallahu ‘anhu, beliau pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Kami menjumpai adalam kitabullah, bahwa di hari jumat ada satu waktu, apabila ada seorang hamba beriman melakukan shalat bertepatan dengan waktu tersebut, kemudian memohon kepada Allah, maka Allah akan penuhi permohonannya.”

Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berisyarat kepadaku, ‘Itu hanya sebentar?’

‘Anda benar, hanya sebentar.’ Jawab Abdullah bin Sallam.

Lalu Abdullah bertanya, ‘Kapan waktu itu’

Jawab beliau,

هِيَ آخِرُ سَاعَاتِ النَّهَارِ

“Itu adalah waktu di penghujung hari.”

‘Bukankah itu waktu larangan shalat?’

Jawab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,

بَلَى ، إِنَّ الْعَبْدَ الْمُؤْمِنَ إِذَا صَلَّى ثُمَّ جَلَسَ لَا يَحْبِسُهُ إِلَّا الصَّلَاةُ ، فَهُوَ فِي الصَّلَاةِ

“Benar, namun ketika seorang hamba melakukan shalat (di awal asar), lalu dia duduk menunggu sholat berikutnya, dia terhitung sedang melakukan shalat.” (HR. Ibn Majah 1139)

Dari dua pendapat di atas, menunjukkan bahwa pendapat kedua inilah yang lebih mendekati kebenaran.

Wallahu a’lam.

Sumber: konsultasisyariah.com

Fadli Zon: Fondasi Terkuat Indonesia adalah Umat Islam, Tapi Rezim Tidak Mengerti Sejarah

Fadli Zon: Fondasi Terkuat Indonesia adalah Umat Islam, Tapi Rezim Tidak Mengerti Sejarah


Wakil Ketua DPR-RI Fadli Zon dalam acara Indonesia Leaders Forum

10Berita, JAKARTA  – Wakil Ketua DPR-RI Fadli Zon mengatakan, fondasi terkuat yang dimiliki bangsa Indonesia adalah umat Islam. Sebab, kata dia, kebangkitan nasionalisme di Indonesia tidak bisa dipisahkan dari Islam dan umat Islam.

“Peran dari tokoh-tokoh Islam dalam mendirikan Republik ini sangat sentral. Mulai dari perjuangan merebut kemerdekaan hingga mosi integral Muhammad Natsir, dan seterusnya,” kata Fadli Zon dalam acara Indonesia Leader Forum, Kamis (27/4/2018) malam.

Oleh sebab itu, lanjutnya, jika saat ini ada penguasa yang melihat Islam sebagai ancaman terhadap keutuhan NKRI maka dapat dipastikan penguasa tersebut tidak mengerti sejarah.

Fadli menambahkan, ketidakpahaman rezim akan sejarah umat Islam di Indonesia juga yang membuat penguasa salah dalam memposisikan umat Islam.

“Sehingga terjadilah kriminalisasi, penistaan agama, perppu ormas, dll. Padahal fondasi terkuat dari Republik ini adalah umat Islam, tapi rezim tidak mengerti,” tegasnya.

Hal itulah yang menurut dia menyebabkan mayoritas umat Islam hari ini seolah-olah menjadi tertuduh sebagai pihak yang anti NKRI.

“Jadi orang kalau tidak mengerti masa lalu dia tidak mengerti saat ini, kalau dia tidak mengerti hari ini dia tidak akan bisa merancang masa depan,” pungkasnya.

Sumber :Jurnal Islam 

Ridwan Kamil Minta Maaf Cuitan Lawasnya Bikin HEBOH, Warganet: SELAMAT TENGGELAM!

Ridwan Kamil Minta Maaf Cuitan Lawasnya Bikin HEBOH, Warganet: SELAMAT TENGGELAM!


10Berita,   Beberapa kicauan lawas calon gubernur Jawa Barat sekaligus walikota Bandung Ridwan Kamil mendadak viral di media sosial.

Dalam cuitan bertanggal 8 Agustus 2010, Ridwan menghina Front Pembela Islam (FPI) dengan sebutan manusia pendek akal.

"Manusia pendek akal: Kecil volume otaknya, besar urat leher dan bolume suaranya #FPI," tulisnya.


Meski saat ini sudah dihapus, namun  beberapa cuitan yang kembali viral tersebut mengundang kecaman dari warganet.

Duh kasihan pak @ridwankamil
Dosa-dosa karena akrab sama Nasdem dan PSI dan terutama Jokowi dan LGBT.. Aib nya di buka di Dunia..

Selamat tenggelam kang Rindu.

— Laknatul Ganjar (@LaknatulCebong) April 26, 2018


Mendukung LGBT, pecinta film porno dan sekarang mau jd pemimpin umat 🤔

— Singkonghak (@Singkonghak1) April 26, 2018


Tak ingin berlama-lama membuat kontroversi, kang Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil, langsung memberi klarifikasi soal cuitannya tersebut.

“Twit2 masa lalu saya memang banyak yang emosional. Sehingga tdk kontekstual dijadikan referensi hari ini. Manusia juga mengalami transformasi dan perubahan menjadi lebih positif. Saya menjadi manusia lebih baik sekarang. Mohon maaf lahir batin," tulisnya, Kamis 26 April 2018.

Twit2 masa lalu saya memang banyak yang emosional. Sehingga tdk kontekstual dijadikan referensi hari ini. Manusia juga mengalami transformasi dan perubahan menjadi lebih positif. Saya menjadi manusia lebih baik sekarang. Mohon maaf lahir batin.

— ridwan kamil (@ridwankamil) April 26, 2018


Sumber :Portal Islam 

Kamis, 26 April 2018

SINDIR Jokowi yang Bagi-Bagi Mobil ke Masjid, Suryo Prabowo: Emang Udah Mulai Pilpres ya??

SINDIR Jokowi yang Bagi-Bagi Mobil ke Masjid, Suryo Prabowo: Emang Udah Mulai Pilpres ya??


10Berita, Setelah muncul gerakan anti politsasi masjid, publik dikejutkan oleh kabar pembagian kendaraan operasional bagi remaja masjid oleh Jokowi.

Dikabarkan, Jokowi memberikan sumbangan 40 mobil operasional kepada Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI). Pemberian mobil itu dilakukan secara simbolis oleh Jokowi kepada Ketua Umum BKPRMI Said Aldi Al Idrus.

"Ya semoga bermanfaat," kata Jokowi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu 25 April 2018.

Setelah penyerahan, Jokowi didampingi Menteri Sosial Idrus Marham dan Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin serta Said Aldi Al Idrus berfoto bersama di depan mobil.

Mobil yang diberikan Jokowi kepada BKPRMI berwarna kuning dan hijau. Selain itu berjenis mini van. Di pintu mobil ada logo DPP BKPRMI ada tulisan Bantuan Bapak H Joko Widodo, Presiden Republik Indonesia.

Memang sebelumnya, saat menyampaikan pidato di hadapan anggota BKPRMI, Jokowi sempat menyinggung soal mobil ini.

"Dua minggu lalu bisik-bisik sama saya. Pak kita mau sumbang 40 mobil untuk BKPRMI dalam rangka muter ke masjid-masjid untuk pemeliharaan masjid yang dimiliki," lanjut dia.

"Saya sampaikan silakan ditindaklanjuti, saya pikir hari ini sudah mau diserahkan 40 ternyata baru 3 tapi alhamdulilah harus kita syukuri hal-hal yang bermanfaat seperti itu," ucap Jokowi.

Setelah melakukan penyerahan secara simbolis mobil operasional untuk BKPRMI, Jokowi langsung menunaikan salat Magrib berjemaah di dekat lokasi acara. Usai salat, Kepala Negara kembali ke kediaman di Istana Bogor, Jawa Barat.

Sumber: Kumparan
------

— J.S. Prabowo (@marierteman) April 26, 2018

Alhamdulillah skrg mesjid2 punya mobil operasional sendiri, semoga bermanfaat, klo masalah elektabilitas pak de mah kayaknya sdh tak tertolong, jd ya gak ngaruh, tetep #2019GantiPresiden #2019PresidenBaru

— aris (@seiyamoon1111) April 26, 2018

Sinterklas APBN

— #2019GantiPresiden (@MaskuMasku1) April 26, 2018

Baru akan Pak Jendral
Ini Baru Pemanasan,Itung2 Pak JKW berbuat kebaikan di masa2 Akhir Tugas nya jadi Presiden,krn Tetep #2019GantiPresiden

— Nurjannah (@janenur23) April 26, 2018


Ceramah dan khotbah para ulama disebut politisasi masjid.

Sementara bila POLITIKUS berkunjung ke Masjid, disebut SILATURAHMI.

Rezim EDAN.https://t.co/sK3zzG6yN7

— Warta🌐Politik™ (@wartapolitik) April 26, 2018


Sumber :Portal Islam

Catatan Asyari Usman: Belajar Dari Bocornya Pertemuan PA 212 dengan Jokowi

Catatan Asyari Usman: Belajar Dari Bocornya Pertemuan PA 212 dengan Jokowi


10Berita – Sekarang, pihak Persaudaraan Alumni 212 (PA-212) memprotes mengapa pertemuan antara 11 ulama senior penggerak aksi damai umat Islam bisa bocor ke media. Padahal, pertemuan itu sifatnya tertutup. Semua handphone peserta tidak boleh dibawa masuk ke ruang pertemuan di Istana Bogor pada 22 April 2018 (Ahad).

Tapi, akhirnya berita dan foto pertemuan itu beredar. Menjadi viral. Ini yang membuat PA-212 meradang. Tim 11 membuat konfrensi pers pada 25 April (Rabu), kemarin, untuk menjelaskan soal pertemuan itu. Sekaligus menyampaikan rasa kesal mereka terhadap pertemuan yang bocor itu.

Jumpa pers ini cukup menarik. Tim 11 menjelaskan tujuan pertemuan dengan Presiden. Tetapi, poin penting yang ingin mereka sampaikan adalah permintaan kepada Presiden agar mengusut tuntas kebocoran pertemuan itu. Padahal, tidak ada seorang pun wartawan Istana yang hadir.

Tapi, apakah mengherankan sekali bagi Tim 11 setelah mengetahui berita dan foto pertemuan itu beredar viral? Tentu tidak perlu heran. Bukankah Presiden Jokowi sekarang ini memang memerlukan berita-berita seperti ini? Tim reparasi Pak Jokowi pastilah akan memanfaatkan pertemuan ini untuk memperbaiki citra beliau yang selama ini dianggap berjarak jauh dengan umat Islam. Pasti akan ada cara untuk mempublikasikan pertemuan yang bersifat tertutup itu.

Presiden memiliki “tim citra” yang sangat terlatih. Paling-paling nanti penjelasan Istana, mungkin, seperti ini. Foto pertemuan itu diambil oleh salah seorang staf Istana “level bawah”. Staf itu tidak paham bahwa pertemuan dilakukan secara rahasia, tertutup. Si staf merasa senang bisa mengambil foto pertemuan secara “tak sengaja”. Dia kemudian membagikan foto itu kepada salah seorang temannya yang berteman dengan seorang wartawan.

Pertemuan ini kelihatannya sangat penting bagi Presiden Jokowi. Untuk menambah “kredensial” beliau terkait dengan umat Islam. Sebab, Tim 11 itu terdiri dari tokoh-tokoh utama aksi damai. Di sana ada Ketua Umum FPI Ustad Shabri Lubis, Ketua Umum GNPF KH Yusuf Muhammad Marta, Ketua Umum PA-212 Selamat Ma’arif, dan pemuka umat lainnya. Boleh jadi Pak Jokowi diam-diam “bersyukur” pertemuan itu bisa bocor, fotonya beredar luas.

Entah kebetulan atau tidak, bersamaan harinya dengan penjelasan Tim 11 kemarin (25 April 2018), Pak Jokowi juga menjelaskan soal pertemuan itu kepada wartawan. Beliau berusaha mengesankan bahwa pertemuan ini adalah bagian dari rutinitas “jumpa ulama” yang sering dilakukannya. Pak Jokowi tampak santai menjelaskan pertemuan yang disepekati tertutup dan tanpa awak media itu. Beliau tidak menyinggung tentang protes dari Tim 11 terhadap bocornya pertemuan rahasia.

Pihak Tim 11 menggunakan bahasa yang lumayan “keras” dalam tanggapan yang mereka sampaikan di depan jumpa pers, kemarin. Jurubicara Tim 11, Kiyai Misbahul Anam, mengatakan pembocoran berita dan foto pertemuan dengan Pak Jokowi merupakan bentuk adu domba antara Presiden dan para ulama yang dilakukan oleh pihak ketiga. Pak Misbahul mengatakan dengan nada pedas bahwa pembocoran ini menunjukkan para pegawai Istana tidak bisa menjawab kerahasian negara.

Apa yang bisa kita pelajari dari pembocoran pertemuan PA-212 dengan Presiden Jokowi?

Pertama, pembocoran pertemuan ini seratus persen menjadi tanggung jawab pihak Istana. Kantor Staf Presiden tidak bisa berlepas tangan.


Yang kedua. Ada pertanyaan yang harus dijawab oleh PA-212: mengapa Anda semua harus menemui Jokowi secara rahasia? Mengapa harus tertutup? Bukankah tuntutan agar kriminalisasi para ulama dihentikan, lebih baik disampaikan secara terbuka? Tidak salah melakukan pertemuan tertutup, tetapi masalah yang dibicarakan haruslah masuk kategori “sensitif”. Misalnya, para ulama harus mengatakan secara terus-terang dan gamblang bahwa cara Pak Jokowi mengelola negara ini sudah sangat mengkhawatirkan.

Kedua, sejak kapan para “penggoreng” bisa dipercaya untuk tidak membocorkan pertemuan yang sangat penting artinya bagi pencitraan Pak Jokowi itu? Kelihatannya, para pemuka PA-212 selalu bersangka baik. Tidak salah. Tapi, rasa-rasanya, para anggota Tim 11 tentulah orang-orang yang kecedasannya tak diragukan lagi. Mereka itu adalah para cendekiawan yang sangat piawai. Tak terbayangkan kalau mereka bisa masuk perangkap.

Pelajaran ketiga. Dikeliling oleh sangka-baik, segenap warga PA-212 haruslah “rajin” berkalkulasi dalam menghadapi para penguasa. Khususnya, berhati-hati dalam berkomunikasi dengan para penguasa yang “tiba-tiba” saja senang bersilaturhami dengan para ulama dan konstituen Islam.

Nah, hari ini kita semua menjadi paham. Paham bahwa, hampir pasti, yang diperlukan oleh tim pencitraan Pak Jokowi adalah foto dan rekaman lainnya yang menunjukkan pertemuan itu. Mereka tidak terlalu pusing dengan kualifikasi pertemuan. Pertemuan tertutup atau terbuka, bagi “penggoreng” tak ada bedanya. Yang mereka pentingkan adalah kesan positif untuk Pak Jokowi yang didapatkan dari pertemuan semacam ini.

Semoga ke depan ini keluarga besar PA-212 akan lebih hati-hati. Agar keinginan murni dan untuk ikut berkontribusi positif, tidak diselewengkan oleh para penguasa negeri. Mudah-mudahan saja Presiden mendengarkan desakan Tim 11 agar kriminalisasi terhadap para ulama dihentikan.

Bagus juga dipikirkan saran seorang penulis medsos agar para anggota Tim 11 mengganti handphone mereka karena lumayan lama ditinggal ketika mengikuti pertemuan dengan Pak Jokowi. (kk/swamedium)

*Oleh Asyari Usman, Penulis adalah wartawan senior

Sumber : Eramuslim

Banjir TKA, PDI P Salahkan OrBa, Warganet NGAKAK: Buset! Sekalian Aja Salahin Ratu Belanda

Banjir TKA, PDI P Salahkan OrBa, Warganet NGAKAK: Buset! Sekalian Aja Salahin Ratu Belanda


10Berita, Politisi PDI Perjuangan Adian Napitupulu menegaskan, kedatangan tenaga kerja asing ke Indonesia merupakan imbas dari kebijakan pemerintahan Orde Baru yang membuka perjanjian perdagangan bebas.

"Soal tenaga kerja asing, ini buah (warisan) dari pemerintahan Orde Baru. Orang tidak melihat ini sebagai 'bom waktu' yang ditinggalkan pemerintahan Soeharto atas perjanjian yang tunduk pada pasar bebas," kata Adian di sela acara pameran foto refleksi 20 tahun gerakan reformasi yang digagas Perhimpunan Nasional Aktivis 98 (Pena 98) di Graha Pena 98, Jakarta Selatan, Kamis 26 April 2018.

Menurutnya, pemerintahan Jokowi saat ini, justru menjadi korban atas perjanjian-perjanjian yang dibuat pada masa Orde Baru itu.

"Kami mempunyai kepentingan meluruskan itu semua. Karena ini terjadi atas 'buah' perjanjian Orde Baru 22 tahun lalu," ujar Adian.

Adian mengatakan, bangsa Indonesia bisa saja melawan dengan tidak menjalankan perjanjian yang dibangun Orde Baru, dengan konsekuensi terisolasi dan menerima sanksi dari dunia internasional.

Namun, sesungguhnya Presiden Jokowi telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kedatangan tenaga kerja asing, salah satunya dengan mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) soal tenaga kerja asing.

Adian berpendapat penerbitan Perpres ini merupakan upaya yang bisa ditempuh pemerintahan Jokowi untuk memperlambat masuknya tenaga kerja asing ke Indonesia melalui upaya pengetatan dan pengaturan sanksi.

"Pemerintahan Jokowi tidak salah," kata Adian.

Sumber: Rilis

------
Berita ini langsung menjadi mengundang komentar geli warganet.

Buset. Sekalian aja salahin Ratu Belanda

— Jalan Ketiga (@panca66) April 26, 2018





Sumber :Portal Islam 

Deklarasi Dukung Jokowi, Relawan Jokowi Ini Malah Pakai Kaos #2019GantiPresiden

Deklarasi Dukung Jokowi, Relawan Jokowi Ini Malah Pakai Kaos #2019GantiPresiden

10Berita, Ada yang sedang viral terkait foto Relawan Jokowi yang mengenakan Kaos #2019GantiPresiden. Betapa tidak, ternyata relawan Jokowi ini sedang menghadiri deklarasi tagar #2019tetapjokowi. Dari seluruh peserta yang hadir, hanya seorang yang memakai kaos #2019GantiPresiden.

Screen shot berita Poto salah kostum ini menuai beragam komentar dari netizen.



Sebagaimana telah dilansir oleh tempo, Jokowi Mania (Jo-Man) mendeklarasikan gerakan tanda pagar atau tagar #2019TetapPresiden di rumah makan Bumbu Desa, Cikini, Jakarta, Sabtu, 21 April 2018. Tagar itu dibuat sebagai tandingan tagar yang sebelumnya telah politikus PKS Mardani Ali Sera, yakni #2019GantiPresiden.

Ketua Jo-Man Immanuel Ebenezer mengatakan gerakan #2019TetapJokowi untuk menjawab tantangan tagar ganti presiden. “Gerakan #2019TetapJokowi akan melawan semua intimidasi dan penyebaran hoax di media sosial.”

Menurut Imanuel, gerakan ganti presiden hanya masif di media sosial. Sedangkan, gerakan yang dideklarasiakannya akan masif di dunia nyata. Apalagi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memberi semangat untuk melakukan pertarungan secara sehat. Jokowi, kata dia, telah meminta pendukungnya mengeluarkan tenaga. “Mulai hari ini kami akan melakukan pertarungan jalanan.”

Jo-Man akan mengkoordinasikan seluruh relawan dari tingkat RT sampai kelurahan yang ada di Indonesia, terutama di wilayah Jawa Barat, untuk mendeklarasikan gerakan ini. “Sudah ada ribuan yang siap turun untuk menggerakan hastag ini.”

Imanuel berharap relawan tetap santun dan bisa melakukan pendekatan damai dalam mendeklarasikan gerakan ini. “Target kami memenangkan Jokowi di dunia nyata, bukan di media sosial.”

Sumber : Ngelmu.co 

Ketemu Alumni 212, PKS Sebut Jokowi Panik

Ketemu Alumni 212, PKS Sebut Jokowi Panik


10Berita -Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengungkapkan, pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan tokoh alumni 212 merupakan bentuk kepanikan Jokowi dalam menghadapi Pilpres 2019 mendatang.

“Bisa ditafsirkan demikian (Jokowi Panik),” kata Mardani saat dihubungi, Kamis (26/4/2018).

Selain itu, Mardani juga melihat pertemuan tersebut telah mempersepsikan Jokowi didukung ulama, namun belum tentu membawa manfaat bagi umat.

“Pastikan kata kuncinya umat dapat kebijakan dan program apa setelah pertemuan,” ujarnya.

“Karena itu kalau umat tidak dapat kebijakan atau program yang jelas, pertemuan itu perlu di evaluasi,” tambahnya.

Karena menurutnya yang paling penting adalah pertemuan itu melahirkan komitmen untuk menghentikan kriminalisasi sejumlah ulama alumni 212.

“Dan kebijakan Presiden pro umat tentang Perbankan Syariah yang cuma 5% market sharenya. Pemihakan pada pendidikan agama dengan pendekatan modern dan karakter,” imbuhnya.[]

Sumber :teropongsenayan

Sri Mulyani Bebaskan Pajak 20 Tahun bagi Investor Besar, Rocky Gerung: Otak Bong Terlalu Kecil

Sri Mulyani Bebaskan Pajak 20 Tahun bagi Investor Besar, Rocky Gerung: Otak Bong Terlalu Kecil

Rocky Gerung dan Sri Mulyani - kolase/tribunwow

10Berita  - Dosen Filsafat Universitas Indonesia (UI), Rocky Gerung mengkritisi langkah Sri Mulyani utnuk membebaskan pajak bagi investor.

Dilansir TribunWow.com, melalui akun Twitter@rockygerung, yang ia unggah pada Kamis (29/3/2018).

Diketahui, Pemerintah akan memberikan pembebasan pajak penghasilan sampai 20 tahun investasi bernilai besar.

Rencananya, Kementerian Keuangan akan merilis Peraturan Menteri Keuangan tentang kebijakan perpajakan yang mencakup bebas pajak (tax holiday) dan potongan pajak (tax allowance).

Kementerian Keuangan akan merilis Peraturan Menteri Keuangan tentang kebijakan perpajakan yang mencakup bebas pajak (tax holiday) dan potongan pajak (tax allowance).

Selain dua insetif pajak tersebut, pemerintah akan merilis aturan percepatan restitusi pajak pertambahan nilai (PPN), dan mekanisme pemeriksaan gabungan pajak.

Sebagai gambaran, aturan insentif investasi saat ini, yakni PMK No.159/PMK.010/2015 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan (PPh) Badan, memberikan pengurangan pajak penghasilan (PPh) badan antara 10%–100%. Jangka waktu maksimal 15 tahun.

Lewat aturan baru, pemerintah menawarkan, investasi di atas Rp 30 triliun akan mendapatkan insentif bebas PPh badan selama 20 tahun. "

Aturan ini untuk mendukung tekad pemerintah agar ekspor dan investasi meningkat," kata Sri Mulyani, Menteri Keuangan, Rabu (28/3) malam.

Pemberian insentif tersebut berlaku untuk investasi mulai dari Rp 500 miliar. Sebagai contoh, nilai investasi antara Rp 500 miliar sampai 1 triliun berhak mendapat insentif lima tahun.

Sementara untuk restitusi pajak akan dipercepat menjadi sebulan, untuk perusahaan yang mempunyai track record bagus, atau well established. Selama ini, restitusi pajak rata-rata 47 pekan. Adapun pemeriksaan pajak akan digabung dan dikoordinasikan.

Menanggapi langkah pemerintah itu, Rocky Gerung menyebut jika pertaruhan dengan adanya kebijakan itu semakin besar.

"Yoi. Pertaruhan besar, tapi otak bong terlalu kecil. Investor marah."

Netizen yang melihat cuitan itu sontak meninggalkan komentar:

@iskandar_alex: Akhirnya mbok sri kasih permen buat para investor. Investasi diatas 30T Bebas pajak 20 tahun. Yang kaya makin kaya, aseng silahkan masuk.

@DeddyMangkubumi: Kalau pajak d bebaskan kapan indo bebas hutang. Jangan masarakat miskin yg jd korban.

@Yudhis__88: Hrs mempercepat ternak berudu, utk replace bong senior yak prof. (/Woro Seto)

Sumber :TribunWow.com