OPINI

ARTIKEL

KHASANAH

MOZAIK

NASIONAL

INTERNATIONAL

.

.

Sabtu, 28 April 2018

Kalau Rakyat Mudah Dapat Pekerjaan, Gerakan Tolak Perpres TKA Takkan Sebesar Ini

Kalau Rakyat Mudah Dapat Pekerjaan, Gerakan Tolak Perpres TKA Takkan Sebesar Ini

10Berita, JAKARTA  – Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA) telah memicu kontroversi dan menuai kritik dari berbagai elemen masyarakat. Mereka menyatakan dengan tegas penolakannya terhadap Perpres ini.

Ketua Komite III DPD RI yang membidangi persoalan tenaga kerja Fahira Idris menilai landasan penerbitkan Perpres Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan TKA tidak kuat terutama jika dilihat dari sisi sosiologis dan yuridis.

Dari sisi sosiologis, lanjutnya, perpres ini dianggap tidak mencerminkan keadaan atau kenyataan yang ada di dalam masyarakat yang saat ini kesulitan mencari pekerjaan. Sementara dari sisi yuridis, beberapa pasal dalam perpres ini dianggap bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi yaitu Undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

“Perpres ini tidak sensitif dan responsif terhadap kondisi masyarakat kita. Kalau rakyat mudah dapat pekerjaan, gerakan tolak Perpres TKA takkan sebesar ini,” ujar Fahira Idris, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (27/4/2018).

Dia menilai, cara pemerintah menjawab persoalan dengan membandingkan besarnya jumlah TKI kita di luar negeri sangat tidak bijak dan relevan.

“Di Malaysia, Saudi Arabia, Hongkong, atau Singapura, selain angka pengangguran rendah, TKI bekerja di sana karena negara-negara ini membutuhkan. Jadi tidak releven alasan seperti ini,” tandasnya.

Fahira mengungkapkan, berbagai kemudahan bagi TKA dalam Perpres ini juga dianggap menabrak pasal-pasal dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Diantaranya dokumen pengesahan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) yang otomatis menjadi izin untuk mempekerjakan TKA, padahal dalam UU Tenaga Kerja, RPTKA hanya salah satu syarat karena ada syarat lain yang harus dipenuhi yaitu dokumen Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing.

Tidak hanya itu, lanjutnya, kemudahan yang diberikan Pasal 10 Perpres ini dimana TKA pemegang saham, pegawai diplomatik, dan jenis pekerjaan yang dibutuhkan pemerintah, tidak membuuthkan RPTKA juga sangat berpotensi bertentangan dengan UU Tenaga Kerja.

Menurut Fahira, kekhawatiran masyarakat terhadap Perpres dan keberadaan TKA adalah hal yang wajar dan memang harus disuarakan. Selain belakangan ini marak berbagai temuan dan pemberitaan terkait TKA Ilegal.

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) juga menemukan fakta bahwa hampir tiap hari banyak TKA khususnya yang berasal dari China masuk ke Indonesia dan bekerja sebagai buruh kasar. Maladministrasi pada proses masuknya TKA dianggap sebagai jalan yang memudahkan masuk TKA Illegal ke beberapa wilayah di Indonesia.

Fahira menjelaskan, biang persoalan TKA diawali dari Perpres Nomor 21 Tahun 2016 tentang bebas visa kunjungan terhadap 196 negara dan Permenaker Nomor 35 Tahun 2015 yang menghapuskan kewajiban TKA bisa berbahasa Indonesia, tidak pernah dievaluasi oleh Pemerintah sehingga di lapangan banyak ditemukan TKA Illegal dan TKA legal tetapi bekerja sebagai buruh kasar dan supir yang seharusnya bisa menggunakan tenaga lokal.

“Saya mau ingatkan Pemerintah bahwa persoalan TKA ini serius dan bisa merembet ke mana-mana bahkan bisa langsung ke masyarakat di mana terdapat kantong-kantong TKA berada. Jangan sampai terjadi gesekan sosial karena ini berbahaya,” pesannya.

(ameera/)

Sumber :arrahmah.com

Ini Tanggapan Hanafi Rais Soal Beda Pendapat di PAN

Ini Tanggapan Hanafi Rais Soal Beda Pendapat di PAN

10Berita , JAKARTA – Hanafi Rais bicara soal perbedaan sikap antara senior PAN Amien Rais dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Semuanya punya pendapat berlainan.

“Sebenarnya di PAN ini demokratis ya. Semua orang bisa punya pendapat,” kata Wakil Ketua Umum PAN ini di arena peresmian Sekber PKS-Gerindra, di The Kemuning, Jl Taman Amir Hamzah, Jakarta Pusat, Jumat (27/4/2018).

Sebagaimana diketahui, Amien Rais menutup peluang partainya itu mendukung Jokowi, kandidat capres petahana di Pilpres 2019. Amien mendukung Prabowo Subianto, rival Jokowi.

Adapun Zulkifli lebih terbuka. Dia tak menutup peluang berkoalisi mendukung Jokowi, Prabowo, atau juga kandidat capres lainnya. 

“Tentu kalau sudah ada masukan dari Ketum (Zulkifli) dan Ketua Dewan Kehormatan (Amien) dan juga Ketua MPP (Sutrisno Bachir) pasti akan menjadi pertimbangan utama di rakernas (rapat kerja nasional),” kata Hanafi, yang juga putra Amien.

Rakernas PAN bakal menentukan dukungan partai berlambang matahari ini di Pilpres 2019. Kata Hanafi, tak akan ada matahari kembar di sini bila keputusan resmi sudah diketuk. Hanafi menepis adanya perpecahan soal perbedaan dukungan di PAN.

“Nggak. Nggak ada perbedaan. Nanti pasti resminya PAN hanya ada satu matahari dan satu sikap resmi,” kata Hanafi. 

Sumber : Ngelmu.co

Prabowo dan Aher Membuat Elektabilitas Paslon Asyik Melonjak

Prabowo dan Aher Membuat Elektabilitas Paslon Asyik Melonjak

Hasil survei IDM menunjukan elektabilitas Paslon Asyik melonjak di tiga teritorial.

Sudrajat - Ahmad Syaikhu

10Berita , BANDUNG -- Hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) menunjukan elektabilitas pasangan calon gubernur (cagub) dan cawagub Sudrajat-Syaikhu (Asyik), melonjak di tiga teritorial di Jawa Barat (Jabar). Salah satu faktor yang berpengaruh menaikan elektabilitas pasangan Asyik adalah dukungan dari Ahmad Heryawan (Aher) dan Prabowo Subianto.

Direktur Eksekutif IDM Bin Firman Tresnadi mengatakan, tiga teritorial yang dimaksud adalah daerah Pantura, Periangan dan Pamayon (daerah penyangga seperti Depok dan Bekasi). Bin mengatakan di wilayah Pantura, pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) unggul sebesar 31 persen, disusul Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (DM4Jabar) dengan 26,3 persen, TB Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) 20,7 persen dan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) 11,3 persen.

"Di Priangan, tingkat elektabilitas pasangan Asyik unggul dengan 35,6 persen, disusul Rindu dengan 25,3 persen, DM4Jabar dengan 16,3 persen dan Hasanah 10,7 persen," ujar Bin kepada wartawan, Jumat (27/4).

Sementara di daerah Pamayon, kata dia, tingkat keterpilihan Asyik sebesar 33,3 persen, DM4Jabar 21,6 persen, Hasanah 19,4 persen dan Rindu di tempat terakhir dengan 17,6 persen. Dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 31,7 juta jiwa dari KPU, IDM mengambil responden sebanyak 2.178 orang yang tersebar di tiga teritorial.

"Metode survei tersebut menggunakan Multistage Random Sampling dengan margin of error 2.1 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen," katanya.

Bin menjelaskan, bahwa responden asal Pantura sebanyak 21,3 persen, meliputi Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Kuningan. Untuk teritorial Periangan, kata dia, jumlah respondennya sebanyak 51,8 persen.

Daerahnya meliputi Kabupaten Sumedang, Kabupaten Subang, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Kabupaten Purwakarya, Kabupaten Karawang, Kabupaen Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Bekasi.

Sementara jumlah responden untuk Pamayon sebesar 26,9 persen. Daerahnya meliputi Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi dan Kabupayen Bekasi. "Survei kami lakukan pada tanggal 15 hingga 31 maret 2018," katanya.

Menurutnya, dari hasil survei tersebut diketahui bahwa melonjaknya pasangan Asyik tidak terlepas dari faktor dukungan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan yang merupakan kader PKS.

"Ya, nama Aher (Ahmad Heryawan) sebagai gubernur dua periode sangat kuat, ditambah nama Prabowo juga kuat. Kader PKS dan Gerindra juga militan," katanya.

Terpisah, Ketua tim pemenangan Asyik, Ronny Kusuma mengaku terkejut dengan hasil yang dirilis IDM. Namun, PKS juga punya survei internal. Memang presentasenya naik, tapi ga sebesar itu. "Angkanya ada lah, di atas 10 persen. Tapi ya kami senang lah. Ini jadi pemicu kami untuk bekerja lagi," katanya.

Ronny mengakui bahwa nama Ahmad Heryawan yang mendukung pasangan Asyik sangat berpengaruh. Belum lagi ada sosok ketua umum Gerindra, Prabowo yang sebelumnya unggul di Jabar pada Pilpres 2013 lalu.

"Kang Aher merupakan ikon. Dukungannya ga keliatan, tapi efektif. Tentu kami akan terus melakukan akselerasi," kata Ronny seraya mengatakan tanggal 29 April akan ada kampanye terbuka di Bekasi yang menghadirkan Prabowo dan Aher.

Sumber :Republika.co.id 

Heboh !, Beredar Rekaman Diduga Bahas Fee Proyek Pertamina dan PLN

Heboh !, Beredar Rekaman Diduga Bahas Fee Proyek Pertamina dan PLN


10Berita, Beredar rekaman pembicaraan, yang diduga lewat telepon, antara seorang pria dan wanita. Keduanya diduga membahas fee proyek.

Rekaman itu pertama kali diunggah akun instagram om_gadun, Jumat (27/4/2018) dengan caption ‘Dashyaaatttt…!!!! Mau kelanjutanhya? Om butuh 1000 likes #MafiaMigas #RIwayarpertaminakiNI’,

Akun om_gadun mengunggah sebuah video yang berisi rekaman percakapan dengan cover tulisan Rini Soemarno dan Sofyan Basir. Dalam rekaman itu, keduanya menyinggung seseorang bernama Pak Ari.

Berikut sepenggal petikan rekaman pembicaran tersebut:

Pria (P): Kemarin gini. Saya juga kaget kan Bu, saya mau cerita sama Ibu, beliau kan panggil saya, pagi kemarin kan saya baru pulang.

Wanita (W): Ya, ya, kemarin ngomong sama bapak kemarin, yang penting gini lah, udah lah yang seharusnya ngambil ini Pertamina sama PLN, jadi dua-duanya punya saham lah pak, saya bilang begitu

P: Dikasih kecil kemarin saya bertahan Bu, ya kan, beliau ngotot

W: …Sama PLN…

P: PLN. Waktu itu kan saya ketemu Pak Ari juga bu, saya bilang Pak Ari mohon maaf, masalah share ini kita duduk lagi lah Pak Ari. Ibu setuju bu

W: Saya terserah bapak-bapak lah, saya memang kan konsepnya sama-sama Pak Sofyan.

P: Betul

detikFinance sudah mencoba menghubungi pihak Kementerian BUMN dan PLN namun belum mendapat jawaban atas rekaman tersebut. 

Sumber :detik.com, dakwah media

PANSUS TKA, Fahri Hamzah: Telah Terjadi Penyusupan Massif TKA ke Wilayah NKRI

PANSUS TKA, Fahri Hamzah: Telah Terjadi Penyusupan Massif TKA ke Wilayah NKRI


10Berita, Dua tokoh DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon menggulirkan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Tenaga Kerja Asing (TKA).

Usulan hak angket tenaga kerja asing ini merupakan respons atas terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 26 Maret lalu.

Berikut penjelasan Fahri Hamzah kenapa Pansus TKA penting:

(1) Pertama, setelah laporan @OmbudsmanRI137 kemarin maka, fakta bahwa telah terjadi penyusupan TKA secara massif ke wilayah NKRI tidak bisa ditolak lagi. Temuan yang menyebutkan TKA berpusat di 10 Provinsi juga mengagetkan.

Ombudsman Sebut 10 Provinsi Penyebaran TKA Terbanyak
https://www.viva.co.id/berita/nasional/1030748-ombudsman-sebut-10-provinsi-penyebaran-tka-terbanyak

(2) Temuan @OmbudsmanRI137 itu tidak saja mengagetkan tetapi juga menakutkan. Fakta2 itu berpotensi menjadi sebab masalah lain yang lebih besar. Maka pemerintah jangan membantah tapi diatasi. Ini sudah jadi masalah besar. #WaspadaTKA

(3) Temuan @OmbudsmanRI137 itu justru terjadi sebelum Perpres 20/2018 berlaku Juni nanti. Lalu apa dasar mereka datang? Siapa yang membuka pintu? Pakai aturan apa? Kok bisa dalam jumlah besar? Ini tanggungjawab siapa?

(4) Padahal temuan @OmbudsmanRI137 itu jelas dan saya menyaksikan sendiri bagaimana TKA itu memang kasar dan tidak punya keahlian apa-apa. Jadi mau dibantah pakai apa? Lalu Perpres itu untuk siapa?

(5) Saya mendengar beberapa argumen dari pemerintah, mulai dari level presiden sampai menteri tenaga kerja. Kata mereka jangan ribut karena aturannya tidak berubah, Perpres hanya untuk memperbaiki iklim investasi. Iklim bagi siapa? Investasi dari mana?

(6) Kalau Perpres tidak mengubah aturan, kenapa kita menangkap banyak temuan yang kemudian dibenarkan oleh temuan @OmbudsmanRI137 itu? Kenapa banyak TKA kasar dan tanpa keahlian masuk? Apakah itu ilegal? Kenapa dibiarkan?

(7) Ada juga alasan, “pekerja kita di luar banyak mereka gak ribut”. Terus terang saya tersinggung dengan argumen ini. Seolah Pekerja Migran kita (TKI/PMI) dipandang rendah seperti yang mereka kirim secara ilegal ke sini. Kalimat pejabat ini tidak pantas.

(8) Pejabat itu tidak tahu pahitnya hidup pekerja migran kita terutama yang perempuan. Mereka sudah masuk secara legal pun masih bisa mengalami penganiayaan yang luar biasa sampai seperti perbudakan dan trafficking. Mereka bukan pekerja ilegal yang liar.

(9) Mereka juga pergi ke luar negara karena para pejabat itu tidak memenuhi janjinya untuk memperluas lapangan kerja. Malah lapangan kerja yang ada diberikan kepada orang asing dengan gaji lebih tinggi.

Ombudsman: Gaji TKA Tiga Kali Lipat dari Tenaga Kerja Lokal
http://nasional.republika.co.id/berita/nasional/umum/18/04/26/p7snz8409-ombudsman-gaji-tka-tiga-kali-lipat-dari-tenaga-kerja-lokal

(10) Jadi membandingkan PMI kita (Pekerja Migran Indonesia) dengan TKA yang sedang membanjiri Indonesia adalah sebuah kesesatan yang nyata dan tega. PMI kita umumnya punya skill dan legal prosedural, sementara TKA itu kasar dan ilegal. Sangat keliru membuat perbandingan.

(11) Negara kita juga sekarang sudah membuat UU perlindungan PMI melalui UU No. 18/2017 tentang Perlindungan PMI. Kita ingin agar negara melindungi bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darahnya di manapun mereka berada.

(12) Maka, adalah hak @DPR_RI untuk memeriksa apa yang sebetulnya terjadi seperti temuan @OmbudsmanRI137 yang telah diumumkan kepada publik. Saya mengusulkan #HakAngket karena pelanggarannya kentara. Ini harus diperiksa tuntas.

(13) #HakAngketTKA ADALAH hak anggota @DPR_RI yang apabila setelah diusulkan oleh 25 orang dan lebih dari 2 fraksi maka apabila disepakati oleh Paripurna maka ia bisa mulai bekerja. Tapi jika ditolak paripurna maka takkan jalan.

(14) Demikiankah cara kita melihat persoalan TKA yg sedang meresahkan ini. pemerintah melarang orang resah dengan menutup persoalan. Padahal harusnya temuan @OmbudsmanRI137 itu harus diteruskan. @DPR_RI harusnya menggunakan #HakAngketTKA untuk pendalaman.

(15) Saya tambahkan sedikit fakta soal kelakuan pemerintahan sekarang ini terkait tenaga kerja asing kasar. Biar buzzer2 pemerintah ini mengerti bahwa saya serius karena ini berbahaya.

(16) Produk hukum yg dikeluarkan mulai dari Permen (Peraturan Menteri) dan Perpres (Peraturan Presiden) sejak tahun 2015 jelas sekali perlahan telah mereduksi kualifikasi TKA yg masuk ke Indonesia. Coba lacak secara detail. Ini semua kasat mata.

(17) Mulai dari penghapusan syarat bahasa, penghapusan rasio TKA dan tenaga kerja lokal, tidak adanya batasan jangka waktu izin, dan penghapusan negative list utk jabatan tertentu, dsb.

(18) Ini adalah kesimpulan kecil dari diskusi teman2 terkait #PerpresTKA yg kontroversial itu. Nanti analisis lengkapnya saya kirim. Tapi saya ingin memberi catatan atas isu yang berkembang.

— #MerdekaBro! (@Fahrihamzah) 27 April 2018

(19) Ini jelas sekali bukanlah penyederhanaan birokrasi. Tapi penyederhanaan kwalifikasi. Dan ini adalah upaya menjustifikasi dan memberi jalan bagi TKA buruh kasar yg selama ini menuai kontroversi di masyarakat.

(20) Fakta lapangan tak bisa dibantah, tahun 2015 kami pernah melakukan sidak proyek pembangunan pabrik semen di Bayah. Buruh kasar TKA yg kami temui waktu itu lebih dari 250 orang bahkan ketika awal pembangunan jumlahnya sekitar 750 orang. Buruh kasar semua.

(21) Kenapa buruh kasar bisa masuk? Karena pola investasi yg dipakai adalah turnkey project. Ini adalah pola investasi yg menjadi common patern dari investor Tiongkok. Proyek dibayar semuanya sampai selesai dan akhirnya buruh TKA masuk sebagai paket.

(22) Investasi harus satu paket dengan tenaga kerja dari berbagai lini termasuk lini yg paling rendah yaitu buruh kasar. Pola ini jelas sekali bertentangan dgn UU kita. Tapi apalah daya. Pemerintah kita sudah terlanjur menandatangi MoU kerjasama investasi dgn Tiongkok.

(23) Dan hasilnya adalah seperti sekarang ini. Peraturan Menteri sampai Perpres dibuat hanya utk mengamankan proyek2 dari investor. Dgn mengorbankan kepentingan nasional. Apakah ini tidak nampak jelas?

(24) Terlalu banyak misteri dalam diri pemerintah sekarang terutama setelah dominasi investasi dari negara2 kapitalisme baru. Kita begitu lemah di hadapan uang. Kita begitu kehilangan posisi tawar.  Padahal ini bukan hutang. Katanya ini investasi.

(25) Kita berpengalaman bermitra dengan negara2 yg mengakibatkan pertumbuhan ekonomi kita lebih tinggi dari sekarang. Bahkan kita berhutang. Tapi soal TKA kasar itu gak pernah muncul seperti sekarang.

(26) Jadi wajar kalau orang curiga Jangan2 ini adalah bagian dari kegagalan menjaga kepentingan nasional akibat pemerintah yang gagal memanggil investasi dari negara2 lama yg kemudian terpaksa mengorbankan lapangan kerja bagi rakyat kita sendiri.

(27) Saya mendorong #HakAngketTKA justru supaya masalahnya jadi terang. Kita lihat saja nanti. Saya berharap anggota @DPR_RI mau dan tidak Perlu khawatir sebab ini untuk Kepentingan nasional.

*Dari twitter @Fahrihamzah (27/4/2018)

Sumber : PI 

Wasekjen MUI: Tidak ada satu manusia pun yang berhak melarang Ulama/Ustadz bicara POLITIK di Masjid!

Wasekjen MUI: Tidak ada satu manusia pun yang berhak melarang Ulama/Ustadz bicara POLITIK di Masjid!


10Berita, Kenapa akhir-akhir ini masjid dipermasalahkan untuk penyadaran Umat terkait politik?

Moeldoko tak Rela Masjid Jadi Kegiatan Bernuansa Politik

Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengaku tak rela apabila tempat ibadah digunakan untuk ceramah dengan unsur politik. Tempat ibadah, kata dia, seharusnya menjadi tempat yang mengajarkan perilaku yang baik, bukan berpolitik praktis untuk kepentingan kelompok tertentu.

"Kalau masjid saya juga enggak rela kalau masjid digunakan untuk hal-hal yang seperti itu," ujar Moeldoko di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Jumat (27/4).

[Republika]

Sebelumnya..

Relawan Jokowi Luncurkan Program Antipolitisasi Masjid
https://nasional.tempo.co/read/1082066/relawan-jokowi-luncurkan-program-antipolitisasi-masjid

***

Wakil Sekjen MUI KH Tengku Zulkarnain menegaskan tidak ada satu manusiapun yang berhak melarang ulama atau ustadz bicara politik di masjid.

"Tidak ada satu manusia pun yang berhak melarang Ulama atau Ustadz bicara POLITIK di Masjid atau tempat ibadah Umat Islam. UUD 1945 menjamin Hak BERBICARA dan MENGELUARKAN PENDAPAT. Dalam Islam ada Fiqih Siyasah (Fiqih Politik -red), sudah diajarkan ribuan tahun turun temurun. Stop Kediktatoran!" tegas ulama dari Sumatera ini di akun twitternya.

Tidak Ada Satu Manusiapun yg Berhak Melarang Ulama atau Ustadz Bicara POLITIK di Masjid atau Tempat Ibadah Umat Islam. UUD 1945 Menjamin Hak BERBICARA dan MENGELUARKAN PENDAPAT.
Dalam Islam Ada Fiqih Siyasah, Sudah Diajarkan Ribuan Tahun Turun Temurun.
Stop Kediktatoran!

— tengkuzulkarnain (@ustadtengkuzul) 24 April 2018


Sumber : PORTAL ISLAM

Pengamat: Ini Yang Ditakuti Kubu Jokowi Jika Kader PKS Jadi Cawapres nya Prabowo

Pengamat: Ini Yang Ditakuti Kubu Jokowi Jika Kader PKS Jadi Cawapres nya Prabowo

10Berita, Pengamat Politik Universitas Paramadina Toto Sugiarto menilai kubu pendukung capres pejawat Joko Widodo (Jokowi) khawatir bila Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bergabung dengan Partai Gerindra pada Pilpres 2019. Sebab PKS punya mesin politik yang solid sehingga akan menguntungkan pencapresan Prabowo Subianto.

“PKS itu partai kader, partai yang solid, yang diyakini mesin politiknya berjalan, dan kader di bawahnya itu sangat taat pada kebijakan di atasnya. Itu yang sebenarnya menakutkan. Jadi langkah politik PKS itu efektif, termasuk bila kader PKS jadi cawapres Prabowo,” kata dia, Jumat (27/4).

Toto melanjutkan, bila kader PKS menjadi cawapres Prabowo, tentu akar rumput PKS akan bergerak untuk memenangkan Prabowo dan kader PKS yang menjadi cawapres tersebut. Keadaan seperti ini, menurutnya, tidak akan luput dari perhatian kubu pendukung Jokowi karena bisa membahayakan pemenangan kontestasi Pilpres 2019.

“Jadi kalau PKS bisa dipecah, atau ditarik ke kubu Jokowi, jadi lebih aman. Bagi Jokowi, sebetulnya lebih aman jika Prabowo mengambil kader PAN untuk jadi cawapres. PAN ini partai yang tidak terlalu solid, di bawahnya itu bisa ke mana-mana. Ini akan lebih mudah dikalahkan,” paparnya.

Karena itu, Toto berpendapat, kubu Jokowi merasa perlu untuk mendekati PKS sebagai parpol yang selama ini berseberangan dengan Pemerintah. Pendekatan ini sekaligus untuk mengantisipasi dan menghindari munculnya lawan yang sulit ditaklukkan.

Sebab bila kader PKS bersanding dengan Prabowo sebagai cawapres, mesin politik PKS akan langsung bergerak. “Bergerak secara efektif mendukung Prabowo. Itu yang mengkhawatirkan karena akan sulit ditaklukkan atau dikalahkan. Karena ada perpaduan antara popularitas, elektabilitas, mesin partai, dan fanatisme pendukung Prabowo,” tutur dia.

Sebelumnya, Jokowi pada sebuah program di salah satu televisi swasta, mengaku telah melakukan pertemuan tertutup dengan PKS. “Semua opsi masih terbuka, dengan PKS pun secara tertutup kita juga bertemu,” kata Jokowi di program tersebut.

Sumber: http://m.republika.co.id/berita/nasional/politik/18/04/27/p7uiuk330-pengamat-soliditas-pks-menakutkan

Wow! Setelah dari Turki, Anies Menuju AS untuk Jadi Pembicara di Konferensi Dunia

Wow! Setelah dari Turki, Anies Menuju AS untuk Jadi Pembicara di Konferensi Dunia


10Berita, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali melakukan lawatan ke luar negeri. Anies akan terbang hari ini (Sabtu, 28/4/2018) dan menjadi pembicara dalam konferensi global di Los Angeles, Amerika Serikat.

"Semula mau hari ini. Tapi ternyata masih banyak agenda jadi Pak Gubernur jalan besok pagi," kata Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri DKI Jakarta, Muhammad Mawardi, saat dihubungi, Jumat (27/4/2018).

Anies akan menghadiri agenda yang digelar Milken Institute bertemakan 'ASEAN: Growth in The Next Ten Years' pada Minggu, 29 April 2018. Anies diagendakan berada di Los Angeles hingga Selasa (1/5).

Mawardi mengatakan konferensi tersebut mengangkat isu ekonomi, kesehatan, dan pemerintahan. Anies, menurut Mawardi, ditunjuk menjadi pembicara.

"Konferensi global mengangkat isu seperti pasar finansial, industri, kesehatan, dan pemerintahan. Pak Gubernur itu salah satu pembicara dalam konferensi global itu," jelasnya.

Anies juga akan bertemu dengan Wali Kota Los Angeles. Menurut Mawardi, salah satu agenda yang akan diangkat adalah sister city.

"Kita sudah korespondensi dengan KBRI di LA untuk meningkatkan kerja sama sister city. Dan kita harap ada kunjungan gubernur dan diagendakan dengan Wali Kota LA," paparnya, seperti dilansir Detikcom.

Sebelumnya, pada pekan lalu (17-21 April) Anies melawat ke Maroko dan Turki.

Di Maroko, Anies memberikan kuliah umum di Universitas Hassan II Casablanca di Maroko. Juga menjadi pembicara di Forum “The Third Edition of Smart Cities African Casablanca 2018” atas undangan Wali Kota Casablanca, Maroko, Abdelaziz El Omari.

Di Turki, Anies bertemu Presiden Erdogan dan Walikota Istanbul. Menjadi pembicara kuliah umum di Bahcesehir Universiteti di hadapan para guru besar Turki.

Semoga Bong200 tabah.... menghadapi kenyataan ini 😊

Sumber : PORTAL ISLAM

Di Peresmian Sekber Gerindra, PKS, PBB & PAN, Prabowo: Sumber Daya Alam Kita bukan untuk Asing

Di Peresmian Sekber Gerindra, PKS, PBB & PAN, Prabowo: Sumber Daya Alam Kita bukan untuk Asing


Prabowo Subianto usai peresmian Sekretaris Bersama Partai Gerindra, PKS, PAN dan PBB. (Foto: AW/Salam-Online)

10Berita, JAKARTA  Empat partai yang lolos untuk ikut bertarung di pemilu 2019, yakni Gerindra, PKS, PBB dan PAN, meresmikan Sekretariat Bersama (Sekber) untuk Pemenangan Pilpres 2019, di Matraman, Jakarta Pusat (27/4/2018).

Peresmian Sekretariat Bersama di Gedung The Kemuning, Jalan Taman Amir Hamzah, Matraman, Jakarta Pusat, itu dihadiri oleh para tokoh, aktivis, dan simpatisan dari keempat partai tersebut.

Tampak di antara deretan tokoh yang hadir adalah Prabowo Subianto, Fuad Bawazier, Abdul Hakim (Wasekjen PKS), Hanafi Rais (PAN), M. Taufik dan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno.


Prabowo Subianto menyampaikan pidato peresmian Sekber Gerindra, PKS, PAN dan PBB, Jumat (27/4/2018) malam di Jl Taman Amir Hamzah, Matraman, Jakarta. (Foto: AW/Salam-Online)

Dalam peresmian itu, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto didaulat untuk memberikan pidato.

Dalam pidatonya, mantan Danjen Kopassus itu berharap Sekretariat Bersama ini bisa menjadi rumah rakyat untuk perbaikan Indonesia.

“Di jalan Taman Amir Hamzah ini dulu banyak tinggal para tokoh. Dan, mudah-mudahan dari tempat ini juga pada 2019 nanti lahir pemimpin yang membawa perubahan bagi bangsa ini,” harap Prabowo.

Perubahan yang membawa perbaikan bagi bangsa ini, kata Prabowo, sudah lama dia ingatkan, termasuk agar rakyat merasakan kekayaan alamnya, bukan untuk orang asing.

“Saya sudah bertahun-tahun memberi peringatan bagi pemerintah terkait kondisi bangsa ini. Saya ingin rakyat bisa merasakan kekayaan sumber daya alamnya, bukan diberikan pada asing,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengkhawatirkan kondisi ekonomi bangsa ini yang terus terpuruk.

“Kita harus bangkit bersama rakyat, agar bangsa ini tidak terpuruk lebih jauh,” serunya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP PAN yang juga putra Amien Rais, Hanafi Rais yang didaulat sebagai pembawa acara berharap Sekretariat Bersama ini bisa menjadi ajang berkumpulnya ide-ide dan gagasan untuk Indonesia yang lebih baik.

Pidato peresmian ditutup oleh Prabowo dengan pekik takbir dan merdeka yang diikuti oleh ratusan orang yang hadir.

“Takbir, takbir, takbir. Merdeka!” pekiknya lantang.

Acara peresmian juga diwarnai dengan banyaknya hadirin yang menggunakan kaos dengan hastag #2019GantiPresiden. Rencananya, pada Ahad (29/4) nanti ratusan orang akan melakukan jalan santai mengenakan kaos tersebut di kawasan Car Free Day, Jalan Thamrin dan Sudirman, Jakarta Pusat. (Artawijaya/)

Sumber :Salam-Online

Polling Elshinta: 76% Warganet Dukung Pansus Tenaga Kerja Asing (TKA) yang Digagas Duo Tokoh DPR Fahri-Fadli

Polling Elshinta: 76% Warganet Dukung Pansus Tenaga Kerja Asing (TKA) yang Digagas Duo Tokoh DPR Fahri-Fadli


10Berita, Dua tokoh DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon menggulirkan Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket Tenaga Kerja Asing (TKA).

Usulan hak angket tenaga kerja asing ini merupakan respons atas terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) No. 20 Tahun 2018 tentang Tenaga Kerja Asing yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 26 Maret lalu.

Banyak pihak menilai, Pepres tersebut meperbanyak jumlah tenaga kerja asing yang melakukan pekerjaan kasar. Padahal, pekerjaan tersebut bisa dikerjakan oleh tenaga kerja lokal.

Usulan Pansus Hak Angket TKA juga didukung oleh mayoritas warganet.

Dalam jajak pendapat (polling) di sosial media yang dilakukan oleh @RadioElshinta pada 26-27 April 2018 di Twitter, sebanyak 76% warganet menyatakan perlu membentuk pansus angket tenaga kerja asing. 

Berikut hasil lengkapnya:

Perlukah membentuk pansus angket tenaga kerja asing seperti yang diusulkan oleh Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon? #ElshintaMediaUpdate

— Radio Elshinta (@RadioElshinta) 26 April 2018


Sumber : PORTAL ISLAM